Muslimah.or.id
Donasi muslimah.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Keluarga dan Wanita
    • Pendidikan Anak
    • Kisah
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Keluarga dan Wanita
    • Pendidikan Anak
    • Kisah
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslimah.or.id
No Result
View All Result
Donasi muslimahorid Donasi muslimahorid

55 Faedah Hari Arafah (Bag. 1)

Atma Beauty Muslimawati oleh Atma Beauty Muslimawati
14 Mei 2026
di Akhlak dan Nasihat
0
Share on FacebookShare on Twitter

Daftar Isi

Toggle
  • Faedah ke-1:
  • Faedah ke-2:
  • Faedah ke-3:
  • Faedah ke-4:
  • Faedah ke-5:
  • Faedah ke-6:
  • Faedah ke-7:
  • Faedah ke-8:
  • Faedah ke-9:

Segala puji hanya milik Allah dan selawat serta salam semoga tercurahkan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Buku kecil ini merupakan ringkasan faedah-faedah yang berkaitan dengan hari Arafah. Saya memohon kepada Allah, semoga buku ini dapat memberikan manfaat bagi kaum muslimin.

Faedah ke-1:

Hari Arafah merupakan salah satu hari di antara sepuluh hari terbaik awal Zulhijah, hari-hari paling mulia di dunia. Ia merupakan hari terbaik setelah hari nahr (Iduladha), bahkan sebagian ulama berpendapat, ialah yang menduduki peringkat hari termulia. Mereka berkata, “Sesungguhnya ia adalah hari Haji Akbar.” Akan tetapi, pendapat yang sahih adalah hari nahr-lah yang paling mulia dan ialah hari Haji Akbar, sebagaimana dikatakan dalam sebuah hadis,

إِنَّ أَعْظَمَ الأَيَّامِ عِنْدَ اللَّهِ تَبَارَكَ وَتَعَالَى يَوْمُ النَّحْرِ

“Sesungguhnya hari yang paling agung di sisi Allah Tabaraka wa Ta’ala adalah hari nahr.” (HR. Abu Daud no. 1765, dinilai shahih oleh Al-Albani)

Faedah ke-2:

Hari Arafah merupakan hari ke-9 dari 10 hari terbaik di dunia, sehari sebelum sepuluh hari tersebut berakhir. Hal ini menunjukkan bahwa waktu-waktu yang sangat bernilai ini akan segera usai. Dalam jangka waktu yang terbatas ini, seyogyanya seorang mukmin bergegas memanfaatkannya untuk memperoleh keridaan Rabbnya.

Donasi Muslimah.or.id

Faedah ke-3:

Hari Arafah ialah hari di mana disempurnakannya agama Islam dan dicukupkannya nikmat Allah kepada kaum muslimin. Seorang Yahudi berkata kepada Umar bin Khattab,

يا أَمِيرَ المُؤْمِنِينَ آيَةٌ في كِتَابِكُمْ تَقْرَؤُونَهَا، لو عَلَيْنَا نَزَلَتْ، مَعْشَرَ اليَهُودِ، لَاتَّخَذْنَا ذلكَ اليومَ عِيدًا

“Wahai Amirul Mukminin, bacakanlah salah satu ayat di dalam kitab kalian (Al-Qur’an) kepada kami! Jika seandainya ayat tersebut turun kepada kami, kaum Yahudi, niscaya kami akan menjadikannya sebagai hari raya.”

قالَ: وَأَيُّ آيَةٍ؟

Umar bertanya, “Ayat yang mana yang engkau maksud?”

قالَ: الْيَومَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ، وَأَتْمَمْتُ علَيْكُم نِعْمَتِي، وَرَضِيتُ لَكُمُ الإسْلَامَ دِينًا

Ia pun membacakan (surah Al-Maidah ayat ke-3), “Pada hari ini telah Ku–sempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridai Islam itu jadi agama bagimu.”

فَقالَ عُمَرُ: إنِّي لأَعْلَمُ اليومَ الذي نَزَلَتْ فِيهِ، وَالْمَكانَ الذي نَزَلَتْ فِيهِ، نَزَلَتْ علَى رَسولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عليه وسلَّمَ بعَرَفَاتٍ في يَومِ جُمُعَةٍ

“Umar pun berkata, ‘Sungguh kami mengetahui hari apa dan di mana tempat ayat tersebut diturunkan kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, yaitu pada hari Arafah yang bertepatan dengan hari Jumat.” (HR. Bukhari no. 45 dan Muslim no. 3017) 

Faedah ke-4:

Allah menyempurnakan agama Islam di hari Arafah pada saat Haji Wada’. Jumhur ahli tafsir berkata,

أكمله بإظهاره على الدين كله، فلم يحج معهم في هذا العام مشرك، وباستيعاب معظم الفرائض والحدود والحلال والحرام: فقد نزلت بعد هذه الاية عدة أحكام: كآية الربا وآية الكلالة وغير هما

“Allah menyempurnakan agama Islam dengan menampakkannya di atas agama-agama yang lain, sehingga tidak ada seorang musyrik pun yang berhaji bersama kaum muslimin pada tahun ini. Pada hari ini, penjelasan tentang sebagian besar hukum-hukum fardu, hudud, halal, dan haram telah diterangkan. Setelah ayat ini (QS. Al-Maidah: 3) turun, disusul pula dengan ayat-ayat yang yang membahas hukum riba, kalalah, dan lain-lain.” (Lihat Tafsir At-Thabari, 8: 80; Al-Baghawi, 3: 13; Ibnu ‘Uthaibah, 2: 154; dan Fathul Qadir lis Syaukani, 2: 13)

Faedah ke-5:

Hari Arafah termasuk hari mulia di sisi Allah Ta’ala. Ia mengagungkan dan mengangkat kedudukannya dari hari-hari lain. Allah menganugerahkan keutamaan-Nya kepada hamba-hamba-Nya berupa doa-doa dikabulkan serta kesalahan dan dosa-dosa diampuni. Dan pada hari itu, tangan-tangan terangkat ke langit dengan penuh ketundukan dan harapan. Allah pun membanggakan penduduk Arafah di hadapan para malaikat.

Faedah ke-6:

Di antara keutamaan hari Arafah yakni Allah Ta’ala bersumpah dengannya. Dan tidaklah Allah bersumpah kecuali dengan sesuatu yang agung. Allah Ta’ala berfirman,

وَشَاهِدٍ وَمَشْهُودٍ

“Dan demi yang menyaksikan dan yang disaksikan.” (QS. Al-Buruj: 3)

Hari Arafah adalah hari Masyhud, karena manusia bersaksi atasnya. Maksudnya yaitu mereka hadir dan berkumpul pada hari tersebut. Telah dijelaskan tafsirnya di dalam hadis marfu’,

 اليَومُ المَوعودُ يَومُ القِيامَةِ، واليَومُ المَشهودُ يَومُ عَرَفةَ، والشَّاهِدُ يَومُ الجُمُعَةِ

“Hari yang dijanjikan adalah hari kiamat, hari yang disaksikan adalah hari Arafah, dan yang menyaksikan adalah hari Jumat.” (HR. At-Tirmidzi no. 3339, dinilai hasan oleh Al-Albani)

Faedah ke-7:

Jemaah haji yang wukuf di Arafah mengingatkan tentang berkumpulnya manusia pada hari kiamat. Mereka mengenakan ihram yang berwarna putih, mengingatkan kepada kematian dan kain kafan. Sungguh Allah Ta’ala telah berfirman tentang hari kiamat pada surah Hud ayat 103,

إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَءَايَةً لِّمَنْ خَافَ عَذَابَ ٱلْءَاخِرَةِ ۚ ذَٰلِكَ يَوْمٌ مَّجْمُوعٌ لَّهُ ٱلنَّاسُ وَذَٰلِكَ يَوْمٌ مَّشْهُودٌ

“Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat pelajaran bagi orang-orang yang takut kepada azab akhirat. Hari kiamat itu adalah suatu hari yang semua manusia dikumpulkan untuk (menghadapi)nya, dan hari itu adalah suatu hari yang disaksikan (oleh segala makhluk).”

Faedah ke-8:

Di antara keutamaan hari Arafah ialah al-watru, yang mana Allah bersumpah dengannya pada surah Al-Fajr ayat 3,

وَٱلشَّفْعِ وَٱلْوَتْرِ

“Dan demi yang genap dan yang ganjil.”

Ibnu Abbas, Ikrimah dan Ad-Dhahak radhiyallahu ‘anhum berkata,

 والشَّفع يوم النَّحر، والوتر يوم عرفة

“As-syaf’u merupakan hari nahr (karena ia hari ke-10) dan al-watru yaitu hari Arafah (karena ia hari ke-9).” (Lihat Tafsir At-Thabari, 24: 348; Tafsir Al-Qurtubi, 20: 40; dan Tafsir Ibnu Katsir, 8: 391)

Faedah ke-9:

Terdapat hadis sahih dari Abu Zubair dari Jabir radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ما من يومٍ أفضلُ عند اللهِ من يومِ عرفةَ؛ ينزل اللهُ تبارك وتعالى إلى السماءِ الدنيا، فيُباهي بأهل الأرضِ أهلَ السماءِ

“Tidaklah ada suatu hari yang lebih mulia di sisi Allah selain hari Arafah. Allah turun ke langit dunia dan membanggakan orang-orang yang wukuf di bumi kepada para penduduk langit (malaikat).” (HR. Ibnu Hibban no. 3583 dan selainnya)

Juga terdapat hadis sahih dari Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha, ia berkata,

نعم اليوم يوم ينزل الله فيه إلى السماء الدنيا. قالوا: يا أم المؤمنين وأي يوم هو؟ قالت: يوم عرفة

“Ya, sebaik-baik hari adalah hari di mana Allah turun ke langit dunia. Mereka bertanya, ‘Wahai Ummul Mukminin, hari apakah itu?’ Jawab beliau, ‘Hari Arafah’.” (Ar-Rad ‘alal Jahmiyyah karya Ad-Darimi, hal. 137 dan Ushul I’tiqad Ahalis Sunnah karya Al-Laka`i, 3: 499)

Syekhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata,

وصف الله نفسه بالنزول عشية عرفة عرفة في عدة أحاديث صحيحة

“Allah menyifati dirinya dengan sifat turun ke langit dunia pada malam hari Arafah di dalam banyak hadis shahih.” (Majmu’ Al-Fatawa, 5: 373)

[Bersambung]

***

Penerjemah: Atma Beauty Muslimawati

Artikel Muslimah.or.id

 

Sumber:

Diterjemahkan dari e-book Syekh Muhammad Shalih Al-Munajjid hafizhahullah yang berjudul 55 Faidah fi Yaumi ‘Arafah: https://almunajjid.com/books/lessons/124

ShareTweetPin
Muslim AD Muslim AD Muslim AD
Atma Beauty Muslimawati

Atma Beauty Muslimawati

Artikel Terkait

Laksana Bidadari dalam Hati Suami – Berhias Untuk Suami (Bagian 1)

oleh Ummu Yazid Fatihdaya Khoirani
10 Januari 2011
39

Saudariku, Pada saatnya nanti kan tiba, engkau akan menjadi istri -Insya Allah-. Atau bahkan sekarang ini pun engkau sudah menjadi...

Jilbabku Terasing, Jilbabku Berbuah Kebahagiaan (Bag. 1)

oleh Athirah Mustajab
28 Januari 2014
2

Cerita tentang keterasingan seorang muslimah yang mengemban amanah ubudiyah menghambakan diri kepada Allah Ta’ala dengan berupaya mengenakan hijab syar’i yang...

Hukum Ucapan “Aku Mencintaimu Karena Allah” kepada Lawan Jenis yang Bukan Mahram

oleh Farsa Septia Adi
29 Juli 2013
31

Bolehkah seorang wanita mengatakan inni uhibbuka fillah (“Aku mencintaimu karena Allah”) kepada laki-laki ajnabi yang bukan mahram-nya?

Artikel Selanjutnya

55 Faedah Hari Arafah (Bag. 2)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Donasi Muslimahorid Donasi Muslimahorid Donasi Muslimahorid
Logo Muslimahorid

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 no. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslim.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslimah.or.id - Meraih Kebahagiaan Muslimah di Atas Jalan Salaful Ummah.

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Keluarga dan Wanita
    • Pendidikan Anak
    • Kisah
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslimah.or.id - Meraih Kebahagiaan Muslimah di Atas Jalan Salaful Ummah.