Muslimah.or.id
Donasi muslimah.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Keluarga dan Wanita
    • Pendidikan Anak
    • Kisah
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Keluarga dan Wanita
    • Pendidikan Anak
    • Kisah
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslimah.or.id
No Result
View All Result
Donasi muslimahorid Donasi muslimahorid

Hadis: Memberikan Perhatian kepada Anak

Putri Idhaini oleh Putri Idhaini
28 April 2026
di Pendidikan Anak
0
Share on FacebookShare on Twitter

Pada pembahasan kali ini, kita akan melanjutkan pembahasan dari kitab “40 Hadits Tentang Tarbiyah dan Manhaj” karya Syekh ‘Abdul ‘Aziz bin Muhammad bin Abdullah As-Sadhaan hafizhahullah dengan membahas hadis keempat tentang “Memberikan Perhatian kepada Anak”.

عَنْ مَالِكِ بْنِ الحُوَيْرِثِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ: أَتَيْنَا إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَنَحْنُ شَبَبَةٌ مُتَقَارِبُونَ، فَأَقَمْنَا عِنْدَهُ عِشْرِينَ يَوْمًا وَلَيْلَةً, وَكَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَحِيمًا رَفِيقًا, فَلَمَّا ظَنَّ أَنَّا قَدِ اشْتَهَيْنَا أَهْلَنَا -أَوْ قَدِ اشْتَقْنَا- سَأَلَنَا عَمَّنْ تَرَكْنَا بَعْدَنَا, فَأَخْبَرْنَاهُ, قَالَ: ارْجِعُوا إِلَى أَهْلِيكُمْ, فَأَقِيمُوا فِيهِمْ وَعَلِّمُوهُمْ وَمُرُوهُمْ- وَذَكَرَ أَشْيَاءَ أَحْفَظُهَا أَوْ لاَ أَحْفَظُهَا- وَصَلُّوا كَمَا رَأَيْتُمُونِي أُصَلِّي, فَإِذَا حَضَرَتِ الصَّلاَةُ فَلْيُؤَذِّنْ لَكُمْ أَحَدُكُمْ, وَلْيَؤُمَّكُمْ أَكْبَرُكُمْ

Dari Malik bin Al-Huwairits radhiyallahu ‘anhu: Kami datang menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan saat itu kami adalah para pemuda yang berusia sebaya. Kami tinggal di sisi beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam selama 20 hari 20 malam. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah seorang yang sangat penyayang dan lemah lembut. Tatkala beliau  shallallahu ‘alaihi wa sallam mengira bahwa kami sangat mendambakan keluarga kami atau kami sangat merindukan (keluarga), beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya kepada kami tentang keluarga yang kami tinggalkan.

Kami pun mengabarkannya kepada beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Kembalilah kalian kepada keluarga kalian, tinggalah kalian bersama mereka, dan ajarkanlah mereka serta perintahlah mereka (untuk salat).” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan sesuatu yang aku pernah mengingatnya, namun aku lupa. ‘Salatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku salat. Apabila telah datang waktu salat, kumandangkanlah azan dan pilihlah salah seorang imam dari orang yang lebih tua di antara kalian.’ (HR. Bukhari no. 631 dan Muslim no. 674)

Beberapa faidah dari hadis:

Donasi Muslimah.or.id

1) Keutamaan menempuh perjalanan jauh dalam menuntut ilmu.

Imam Asy-Syafi’i rahimahullah berkata dalam syairnya,

غرب عن الأوطان في طلب العلا ○ وسافر ففي السفار خمس فوائد

تَفَرُّجُ هم واكتساب معيشة ○ وعلم وآداب وصحبة ماجد

“Pergilah dari kampung halaman untuk mencari kemuliaan. Merantaulah! Karena merantau memiliki lima faidah. Hilangnya kegalauan, mendapat pekerjaan untuk biaya hidup, mereguk ilmu pengetahuan, belajar tata karma, dan memperoleh banyak sahabat”. (Diwan al-Imam as-Syafi’i, hal. 41)

2) Bersungguh-sungguh untuk meraih kemuliaan dalam menuntut ilmu sebagaimana yang dilakukan para sahabat radhiyallahu ‘anhum. Sebab, tidaklah kemuliaan ilmu itu didapat kecuali dengan tekad yang kuat, kesabaran dalam menghadapi setiap kesulitan tatkala menuntut ilmu, konsistensi dan ketekunan dalam mengambil ilmu dari para ahli ilmu. Sebagaimana perkataan Yahya bin Abi Katsir rahimahullah,

لا يُستطاع العلم براحة الجسد

“Ilmu tidaklah akan didapat dengan raga yang santai (tidak bersungguh-sungguh).” (Jaami’u Bayaanil ‘Ilmi wa Fadhlihi, hal. 348 no. 553)

3) Pada asalnya, tempat menetap seorang penuntut ilmu adalah dekat dengan gurunya. Terdapat banyak manfaat yang dapat dirasakan oleh seorang penuntut ilmu saat ia senantiasa membersamai ahli ilmu, salah satu di antaranya adalah mendapatkan contoh keteladanan nyata dari ahli ilmu tersebut.

4) Agungnya akhlak Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam dan kecintaan beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada para penuntut ilmu. Selain itu, beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam juga merupakan sosok yang sangat berkasih sayang terhadap mereka. Hal ini tercermin dalam sikap beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam tatkala menanyakan kabar keluarga para sahabat radhiyallahu ’anhum yang sedang menuntut ilmu dari beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam dan memerintahkan para sahabat radhiyallahu ‘anhum untuk kembali kepada keluarga mereka.

5) Agungnya kecerdasan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam dalam berdakwah. Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam tak tidak hanya mengajarkan syariat Islam yang agung, namun beliau memberikan porsi perhatian yang cukup terhadap perasaan dan keadaan para muridnya. Sehingga mendorong mereka mencintai Nabi dan mencintai ilmu yang beliau ajarkan. Sungguh, cinta adalah salah satu pondasi terkuat bagi amal seorang muslim.

6) Hendaknya bagi setiap orang tua maupun pengajar ilmu bersemangat untuk memberikan perhatian terhadap anak-anak ataupun murid-muridnya dan secara berkala memeriksa keadaan serta perasaan mereka. Sebab, hal ini akan lebih ampuh menyeru hati mereka untuk bersemangat mengambil ilmu dari orang tua ataupun gurunya dan menumbuhkan kecintaan serta minat mereka terhadap ilmu.

7) Ketahuilah bahwa perhatian orang tua maupun guru terhadap anak-anak ataupun muridnya tidak boleh hanya sebatas interaksi transaksional belajar mengajar semata, akan tetapi mencakup pengetahuan tentang keadaan dan perasaan mereka, meskipun secara global. Sebab, manusia adalah makhluk yang tak hanya terpengaruh oleh otak mereka saja, namun juga perasaan. Semakin kita bisa mengambil hati anak-anak maupun murid kita, semakin mudah bagi kita untuk mempengaruhi mereka dalam kebaikan dan mengarahkan mereka menuju jalan hidup yang lebih baik. Fokus kita bukan hanya ingin selalu didengar dan dipahami, namun kita juga harus berusaha mendengar dan memahami. Fokus kita tak hanya membangun kemampuan intelektual semata, namun membangun interaksi dan koneksi yang sehat terhadap mereka.

8) Kerusakan para pemuda seringkali disebabkan oleh kurangnya perhatian, cinta, dan dukungan dari orang-orang terdekat. Betapa banyak anak muda yang tersesat langkah hanya karena mengejar perhatian yang salah arah. Betapa banyak anak muda yang mati rasa hanya karena dahaga akan rasa cinta yang tak terpenuhi segera. Betapa banyak anak muda yang memilih rapuh hanya karena tidak adanya dukungan yang membuat mereka merasa utuh. Pemuda adalah aset berharga bagi umat. Sudah seharusnya kita semua bersatu untuk menjadi sosok yang aman dan nyaman bagi hati dan raga mereka untuk pulang. Jangan menganggap bahwa perhatian, cinta, dan dukungan yang kita curahkan kepada mereka adalah proses buang-buang waktu saja, ini semua adalah proses pembelajaran berharga bagi mereka kelak di masa depan.

9) Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam adalah sosok yang sangat bersemangat menunaikan hak kepada setiap yang berhak mendapatkannya. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menunaikan hak murid-muridnya dengan sangat baik sebagaimana beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menunaikan hak-hak keluarganya. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menunaikan hak murid-muridnya atas perhatian dengan sebaik mungkin sebagaimana beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menunaikan hak-hak mereka atas ilmu.

10) Hendaknya seorang penuntut ilmu memperhatikan pendidikan untuk keluarganya, sebagaimana perintah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam kepada para sahabat radhiyallahu ‘anhum dalam hadis ini. Karena mereka adalah orang-orang yang paling berhak dan paling utama atas ilmu tersebut. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

– ثَلاثةٌ لهم أجرانِ: رَجُلٌ مِن أهلِ الكِتابِ آمَنَ بنَبيِّه وآمَنَ بمُحَمَّدٍ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم، والعَبدُ المَملوكُ إذا أدَّى حَقَّ اللهِ وحَقَّ مَواليه، ورَجُلٌ كانَت عِندَه أَمَةٌ فأدَّبَها فأحسَنَ تَأديبَها، وعَلَّمَها فأحسَنَ تَعليمَها، ثُمَّ أعتَقَها فتَزَوَّجَها، فلَه أجرانِ

“Tiga orang yang bagi mereka dua pahala: (1) Seorang lelaki dari kalangan ahli kitab, dia beriman kepada Nabinya ‘alaihissalam dan beriman kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, (2) Seorang hamba sahaya, apabila ia menunaikan hak Allah Jalla Jalaaluh dan hak tuannya, (3) Seorang lelaki yang memiliki budak perempuan, ia mendidiknya dan membaguskan pendidikan terhadapnya, ia mengajarinya dan membaguskan pengajaran terhadapnya, kemudian ia membebaskannya dan menikahinya, maka baginya dua pahala….” (HR. Bukhari no. 97 dan Muslim no. 154)

Jika seseorang diberikan ganjaran yang besar atas pengajaran terhadap budak yang dimilikinya, maka bagaimana kiranya dengan pengajaran yang ia lakukan kepada anak-anak dan keluarganya di rumah? Bukankah lebih besar lagi? Bukankah lebih agung lagi? Tidakkah kita menginginkannya?

Tentunya cara menyampaikan ilmu kepada keluarga haruslah disertai dengan keteladanan, hikmah, dan kelemahlembutan, senantiasa memohon pertolongan kepada Allah Jalla Jalaaluh selalu mendoakan, serta tidak memaksakan hidayah kepada mereka. Allah Jalla Jalaaluh berfirman,

اِنَّكَ لَا تَهْدِيْ مَنْ اَحْبَبْتَ وَلٰكِنَّ اللّٰهَ يَهْدِيْ مَنْ يَّشَاۤءُ ۚوَهُوَ اَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِيْنَ

“Sesungguhnya engkau (Nabi Muhammad) tidak (akan dapat) memberi petunjuk kepada orang yang engkau kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki (berdasarkan kesiapannya untuk menerima petunjuk). Dia paling tahu tentang orang-orang yang (mau) menerima petunjuk.” (QS. Qashash: 56)

11) Idealnya, pengajaran terhadap ilmu tidak hanya sebatas perkataan, namun juga perbuatan (keteladanan).

12) Di antara keagungan ilmu adalah kebermanfaatan yang selalu menyertai pemiliknya. Ilmu itu senantiasa bermanfaat bagi pemiliknya baik dalam keadaan safar maupun hadirnya, baik ketika ia bersama keluarga maupun sendirinya, ilmu akan senantiasa meliputinya dengan kebermanfaatan dalam berbagai keadaan.

Demikian, semoga bermanfaat. Wallahu waliyyut taufiq.

Baca juga: Hadis: Pentingnya Niat dalam Mendidik Anak

***

Penulis: Putri Idhaini

Artikel Muslimah.or.id

 

Referensi:

  1. ‘Arba’una Haditsan fii Tarbiyati wa al-Manhaj, Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Muhammad bin Abdullah as-Sadhaan hafidzahullah.
  2. Terjemahmatan.com
  3. Dorar.net/h/aGcTSZdD, Dorar.net/h/Lwbdd2Tw
  4. Merantaulah, Ustadz Setiawan Tugiono, B.A., M.HI, 2020.
  5. Shamela.ws
  6. Ilmu Tidak Didapatkan dengan Tubuh yang Santai, dr. Raehanul Bahraen, M.Sc, Sp.PK, 2018.
  7. Quran.kemenag.go.id
ShareTweetPin
Muslim AD Muslim AD Muslim AD
Putri Idhaini

Putri Idhaini

Alumnus Pesantren Tahfidz dan Dirosah Islamiyyah Sabilunnajah Putri, Bandung.

Artikel Terkait

Pendidikan Akidah Anak

Pendidikan Akidah: Bingkisan Paling Berharga untuk Anak

oleh Ummu Ayyub
27 Maret 2008
14

Mengingat masa ini adalah masa emas bagi pertumbuhan, maka hendaknya masalah penanaman aqidah menjadi perhatian pokok bagi setiap orang tua...

Bagaimana Mendidik Anak dalam Islam?

oleh Adid Adep Dwiatmoko
20 Maret 2016
1

Pendidikan yang baik adalah dengan menanamkan akhlaq yang baik secara kuat dan kokoh ke dalam jiwa anak, sehingga ia mampu...

Parenting Islami (Bag. 12): Memilih Suami yang Shalih

oleh M. Saifudin Hakim
29 Januari 2017
0

Seorang laki-laki hendaknya mencari calon istri yang shalihah. Demikian pula seorang wanita, dianjurkan baginya untuk memilih seorang ayah yang shalih...

Artikel Selanjutnya

Validasi Pembawa Petaka

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Donasi Muslimahorid Donasi Muslimahorid Donasi Muslimahorid
Logo Muslimahorid

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 no. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslim.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslimah.or.id - Meraih Kebahagiaan Muslimah di Atas Jalan Salaful Ummah.

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Keluarga dan Wanita
    • Pendidikan Anak
    • Kisah
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslimah.or.id - Meraih Kebahagiaan Muslimah di Atas Jalan Salaful Ummah.