Muslimah.or.id
Donasi muslimah.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Keluarga dan Wanita
    • Pendidikan Anak
    • Kisah
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Keluarga dan Wanita
    • Pendidikan Anak
    • Kisah
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslimah.or.id
No Result
View All Result
Donasi muslimahorid Donasi muslimahorid

Kebahagiaan di Balik Musibah (Bag. 3)

Annisa Auraliansa oleh Annisa Auraliansa
4 Maret 2026
di Akhlak dan Nasihat
0
Share on FacebookShare on Twitter

Daftar Isi

Toggle
  • Dihindarkan dari musibah yang lebih besar
  • Bersabar dan yakin bahwa Allah tidak akan membebankan kecuali yang disanggupi manusia
  • Pahala tetap mengalir bagi yang konsisten walaupun terhalangi oleh keadaan
  • Kenikmatan bisa dirasakan setelah mengalami kesulitan
  • Supaya menyadari bahwa dunia hanya sementara dan hendaknya lebih sibuk dengan akhirat

Dihindarkan dari musibah yang lebih besar

Boleh jadi musibah yang menimpa kita saat ini merupakan bentuk kasih sayang Allah kepada kita agar terhindar dari musibah yang lebih besar di kemudian hari. Sebagaimana kisah yang Allah firmankan di dalam surah Al-Kahfi,

فَٱنطَلَقَا حَتَّىٰٓ إِذَا لَقِيَا غُلَٰمًا فَقَتَلَهُۥ قَالَ أَقَتَلْتَ نَفْسًا زَكِيَّةًۢ بِغَيْرِ نَفْسٍ لَّقَدْ جِئْتَ شَيْـًٔا نُّكْرًا

“Maka berjalanlah keduanya; hingga tatkala keduanya berjumpa dengan seorang anak, maka Khidhr membunuhnya. Musa berkata, ‘Mengapa kamu membunuh jiwa yang bersih, bukan karena dia membunuh orang lain? Sesungguhnya kamu telah melakukan suatu yang mungkar.” (QS. Al-Kahfi: 74)

Hikmah perbuatan Nabi Khidhir tersebut disebutkan pada ayat setelahnya,

وَأَمَّا ٱلْغُلَٰمُ فَكَانَ أَبَوَاهُ مُؤْمِنَيْنِ فَخَشِينَآ أَن يُرْهِقَهُمَا طُغْيَٰنًا وَكُفْرًا

Donasi Muslimah.or.id

“Dan adapun anak muda itu, maka kedua orang tuanya adalah orang-orang mukmin, dan kami khawatir bahwa dia akan mendorong kedua orang tuanya itu kepada kesesatan dan kekafiran.” (QS. Al-Kahfi: 80)

Qatadah mengatakan, “Kedua orang tuanya merasa gembira kepadanya saat dilahirkan dan keduanya merasa sedih terhadapnya saat dibunuh. Seandainya anak itu masih hidup, niscaya sebab anak itulah keduanya akan binasa. Hendaklah seseorang itu tetap rida terhadap segala ketetapan Allah. Sebab bagi orang yang beriman, ketetapan Allah pada sesuatu yang tidak disukainya itu lebih baik baginya daripada ketetapan-Nya pada sesuatu yang disukainya.” (Tafsir Ath-Thabari, 18: 86)

Di dalam hadis shahih disebutkan,

​​لا يقضي الله للمؤمن من قضاء إلا كان خيرا له

“Tidaklah Allah menetapkan suatu keputusan bagi orang yang beriman, melainkan keputusan itu lebih baik baginya.” (HR. Ahmad, 3: 117)

Bersabar dan yakin bahwa Allah tidak akan membebankan kecuali yang disanggupi manusia

Allah Ta’ala berfirman,

لَا يُكَلِّفُ ٱللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا

“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.” (QS. Al-Baqarah: 286)

Pahala tetap mengalir bagi yang konsisten walaupun terhalangi oleh keadaan

Diriwayatkan dari sahabat Abu Musa Al-Asy’ari radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إذا مرضَ العبدُ أو سافرَ كتبَ لَهُ من العملِ ما كانَ يعملُهُ وَهوَ صحيحٌ مقيمٌ

“Apabila seseorang jatuh sakit atau melakukan suatu perjalanan jauh, maka akan dicatat baginya pahala amal perbuatan yang ia kerjakan ketika sehat dan mukim.” (HR. Bukhari no. 2996)

Kenikmatan bisa dirasakan setelah mengalami kesulitan

Demikianlah realitanya. Sebuah kenikmatan akan terasa manisnya setelah kita melewati pahitnya ujian terlebih dahulu. Begitupun nikmatnya surga, kita tidak akan dapat merasakannya sebelum melewati kehidupan di dunia, yang meletihkan dan penuh dengan ujian.

Supaya menyadari bahwa dunia hanya sementara dan hendaknya lebih sibuk dengan akhirat

Allah Ta’ala berfirman,

ٱعْلَمُوٓا۟ أَنَّمَا ٱلْحَيَوٰةُ ٱلدُّنْيَا لَعِبٌ وَلَهْوٌ وَزِينَةٌ وَتَفَاخُرٌۢ بَيْنَكُمْ وَتَكَاثُرٌ فِى ٱلْأَمْوَٰلِ وَٱلْأَوْلَٰدِ ۖ  كَمَثَلِ غَيْثٍ أَعْجَبَ ٱلْكُفَّارَ نَبَاتُهُۥ ثُمَّ يَهِيجُ فَتَرَىٰهُ مُصْفَرًّا ثُمَّ يَكُونُ حُطَٰمًا ۖ  وَفِى ٱلْءَاخِرَةِ عَذَابٌ شَدِيدٌ وَمَغْفِرَةٌ مِّنَ ٱللَّهِ وَرِضْوَٰنٌ ۚ وَمَا ٱلْحَيَوٰةُ ٱلدُّنْيَآ إِلَّا مَتَٰعُ ٱلْغُرُورِ

“Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan sesuatu yang melalaikan, perhiasan, dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanaman-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning dan menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.” (QS. Al-Hadid: 20)

Demikianlah di antara hikmah di balik musibah. Semoga Allah memudahkan diri kita untuk senantiasa bersyukur atas segala nikmat yang telah Allah anugerahkan dan rida atas segala takdir-Nya. Semoga selawat dan salam senantiasa tercurah kepada kekasih tercinta; Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, keluarga beliau, sahabat-sahabat beliau, dan orang-orang yang mengikuti mereka hingga akhir zaman.

[Selesai]

KEMBALI KE BAGIAN 1

***

Penulis: Annisa Auraliansa

Artikel Muslimah.or.id

 

Referensi:

  • Kajian Menilik 15 Sisi Baik di Balik Musibah, Ustadz Dr. Firanda Andirja, MA.
  • Shahih Al-Bukhari, Syarikah Al-Quds, Mesir.
  • Tafsir As-Sa’di, Dar Ibn Al-Jauzi, Riyadh.
  • Tafsir Ibnu Katsir, Pustaka Ibnu Katsir, Jakarta.
ShareTweetPin
Muslim AD Muslim AD Muslim AD
Annisa Auraliansa

Annisa Auraliansa

Penulis di muslimah.or.id

Artikel Terkait

Gawai dalam Genggaman

Gawai dalam Genggaman, Amal dalam Hitungan (Bag. 1)

oleh Rinautami Ardi Putri
27 Februari 2024
0

Bumi ini berputar dengan cepatnya, hari berlalu, bulan berganti, dan tahun pun bertambah. Zaman terus bertumbuh dengan begitu cepatnya, hingga...

Hakikat Penciptaan Manusia

Hakikat Penciptaan Manusia

oleh Annisa Auraliansa
25 Mei 2024
1

Setiap insan hendaknya senantiasa menyadari bahwa tidaklah ia diciptakan untuk sebuah kesia-siaan. Allah tabaraka wa ta’ala menciptakan manusia dengan haq...

Berbakti kepada Kedua Orang Tua

oleh Ummu Umar
22 April 2014
14

Mungkin sebagian dari kita bingung mengisi waktu liburan kali ini. Ada yang mengisinya dengan menonton televisi, tamasya, belanja, jalan-jalan, dan...

Artikel Selanjutnya

Hadis: Mendidik Anak dengan Ketakwaan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Donasi Muslimahorid Donasi Muslimahorid Donasi Muslimahorid
Logo Muslimahorid

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 no. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslim.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslimah.or.id - Meraih Kebahagiaan Muslimah di Atas Jalan Salaful Ummah.

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Keluarga dan Wanita
    • Pendidikan Anak
    • Kisah
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslimah.or.id - Meraih Kebahagiaan Muslimah di Atas Jalan Salaful Ummah.