Untuk mendidik anak tentunya kita perlu memperlakukan anak sesuai dengan umurnya. Setiap jenjang umur anak tentunya memiliki karakter yang berbeda-beda dan perlu perlakuan yang berbeda pula. Pada artikel sebelumnya, kita sudah membahas tentang 3 fase anak. Pada artikel ini akan kita bahas karakter anak usia dini, yaitu fase pertama pada umur 0-7 tahun.
Ketika umur 0-7 tahun, anak memiliki beberapa karakter khusus. Inilah 10 di antara karakter anak usia dini:
Banyak bergerak dan tidak mau diam
Karakter anak usia dini yang pertama adalah tidak bisa diam. Mereka tidak bisa diam pada satu tempat dalam waktu yang lama, namun terus-menerus bergerak dan hanya berhenti ketika tertidur. Hal tersebut normal dan alami untuk anak-anak. Malah jika sebaliknya (anak tidak aktif bergerak), artinya ada hal yang tidak beres dengan anak tersebut.
Dari karakter anak yang pertama ini orang tua harus bisa memanfaatkannya untuk mendidik anak tersebut. Berikut beberapa hal yang bisa dilakukan:
Pertama, orang tua hendaknya senantiasa mengisi waktu luangnya bersama anak dengan kegiatan yang bermanfaat.
Kedua, mengunjungi kerabat, teman, dan tetangga yang memiliki anak sebaya agar mereka dapat bermain dan menyalurkan energi mereka bersama. Akan tetapi, sebagai orang tua, kita perlu memperhatikan kerabat atau teman yang dikunjungi. Jangan sampai mereka malah yang memberi pengaruh yang buruk bagi anak.
Ketiga, pergi ke tempat rekreasi atau taman bermain walau hanya kadang-kadang saja.
Kecenderungan kuat untuk meniru
Karakter anak usia dini selanjutnya adalah peniru yang handal. Mereka akan meniru apa saja yang mereka lihat, terutama orang tuanya. Oleh karena itu, sebagai orang tua, kita harus memberi contoh yang baik bagi mereka. Ada beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk memanfaatkan karakter mereka untuk meniru, di ataranya adalah:
Pertama, kita ceritakan kepadanya kisah orang-orang teladan seperti kisah para sahabat, kisah para Nabi, kisah orang-orang saleh, dan kisah teladan lainnya.
Kedua, kita mencontohkan kepada mereka hal-hal yang baik, seperti pergi ke masjid, berbakti kepada orang tua, dan semisalnya.
Ketiga, jangan biarkan anak duduk di depan layar televisi, tab, maupun ponsel untuk menyaksikan tokoh khayalan atau yang tidak realistis. Hal tersebut agar mereka tidak mengalami tekanan batin ataupun memiliki impian kosong karena berusaha meniru mereka.
Keempat, menyajikan bagi mereka video-video edukasi yang mendidik agar ia mendapat teladan yang baik.
Keras kepala
Karakter anak usia dini yang ketiga adalah memiliki sifat yang keras kepala. Anak memiliki sifat keras kepala yang sangat besar. Mereka seringkali sulit untuk kita arahkan dan tidak mau menurut. Kesalahan yang banyak kita lakukan adalah dengan menyikapi sikap keras kepala mereka dengan keras dan hukuman yang menyakitkan. Padahal, sikap tersebut adalah sifat alami mereka.
Ketika anak keras kepala, yang kita perlukan bukan memarahi mereka, tapi mendorong dan memotivasi untuk melakukan hal yang benar. Kita bisa memanfaatkan karakter mereka sebelumnya yang merupakan peniru yang handal dengan menceritakan kisah-kisah yang bisa menjauhkan mereka dari sifat keras kepala. Akan tetapi, sebagai orang tua, kita harus memperhatikan bahwa sifat keras kepala yang dimiliki seorang anak tersebut memang dari tabiat usia dan tahap perkembangannya, bukan karena nakal ataupun durhaka.
Tidak bisa membedakan baik dan buruk
Karakter anak usia dini adalah tidak bisa membedakan baik dan buruk. Mereka terkadang melakukan hal-hal yang berbahaya seperti memegang air panas, memakan mainannya, dan lain sebagainya. Hal itu karena akal mereka belum matang.
Oleh karena itu, jangan sampai kita menghukum mereka dengan keras ketika melakukan kesalahan. Tujuan kita tentunya bukan membiarkan mereka untuk terus melakukan kesalahan, tapi memahami kondisi mereka sambil tetap menjauhkan mereka dari hal-hal yang membahayakan.
Baca juga: Cara Mendidik Anak Bertanggung Jawab
Banyak bertanya
Karakter anak usia dini lainnya adalah banyak bertanya, mereka akan bertanya tentang apa saja, kapan saja, dan dengan cara apa saja. Kesalahan yang sering kita lakukan adalah tidak mau menjawabnya karena merepotkan dan semisalnya. Hasilnya apa? Mereka akan mencari jawaban di tempat lain yang mungkin ke tempat yang keliru dan berbahaya.
Ketika seorang anak bertanya, bukalah hati dan pikiran kita untuk menjawab pertanyaan anak-anak dengan baik sesuai tingkat akal mereka, jangan sampai kita menyesal nantinya.
Ingatan yang tajam
Anak-anak memiliki ingatan yang tajam, jiwa mereka masih bersih, belum dipenuhi beban dan masalah sehingga mudah untuk menghafal apa saja yang mereka dengar. Oleh karena itu, sebagai orang tua, sebaiknya jauhkan anak-anak dari mendengar hal-hal yang buruk dan manfaatkan karakter ini untuk mereka menghafal Al-Quran, doa, zikir, dan hal baik lainnya. Namun perlu diperhatikan agar metode hafalan yang mereka lakukan itu mudah dan lembut.
Senang bermain dan riang
Karakter anak usia dini lainnya adalah senang bermain dan riang. Perlu diperhatikan bahwa karakter ini bukanlah sebuah kekurangan. Permainan bagi mereka bisa menjadi sarana untuk memperoleh keterampilan, memperkuat kemampuan fisik, dan mengembangkan kecerdasan.
Cara terbaik untuk mengajarkan sesuatu pada anak usia dini adalah dengan bermain. Yang perlu diperhatikan oleh kita hanyalah mengarahkan dan membimbing anak dalam memilih permainan yang tepat, mengatur waktu bermain, serta memilihkan teman bermain yang tepat bagi mereka.
Suka menghayal
Karakter anak usia dini lainnya adalah suka menghayal. Akal anak pada usia ini masih belum matang sehingga mereka terkadang suka berkhayal. Oleh karena itu, jangan heran jika anak kita yang masih kecil suka berkhayal dan memikirkan sesuatu dengan cara yang mengawang.
Perkembangan bahasa yang cepat
Karakter anak usia dini lainnya adalah memiliki perkembangan bahasa yang cepat. Perbendaharaan kata anak tentunya akan terus menerus bertambah. Untuk mengimbangi kecepatan perkembangan bahasanya dan untuk mencegah hal buruk yang mungkin muncul akibat cepatnya perkembangan bahasa anak, sebaiknya orang tua memperhatikan beberapa hal berikut:
Pertama, menjauhkan anak dari ucapan yang buruk dan kotor.
Kedua, membiasakan anak bergaul dengan teman sebaya yang baik.
Ketiga, memperbanyak cerita-cerita edukatif bagi mereka, bisa melalui lisan, dibacakan buku, ataupun video edukatif.
Keempat, memperbaiki ucapan mereka yang salah tanpa menertawakan atau meremehkannya, agar mereka tidak menjadi keras kepala.
Kelima, orang-orang dewasa di sekitaranya, terutama kita sebagai orang tua, harus mengucapkan kata-kata yang benar di hadapan mereka. Jangan sampai kosa kata buruk yang mereka miliki ternyata sumbernya adalah kita.
Kepekaan emosi yang tinggi
Karakter anak lainnya adalah memiliki kepekaan emosi yang tinggi, di antara emosi yang paling menonjol pada anak usia dini adalah:
Rasa takut
Anak memiliki rasa takut yang kuat, terutama pada anak perumpuan. Oleh karena itu, kita jangan sampai menakut-nakuti mereka agar patuh. Mengapa? Karena hal tersebut bisa membawa dampak buruk di kemudian hari.
Marah
Anak-anak tentunya mudah untuk marah. Penyebab mereka marah biasanya karena sering disalahkan, dibanding-bandingkan, dipaksa meninggalkan mainannya, atau melihat orang tua sering marah dan bertengkar.
Raca cemburu
Rasa cemburu pada anak bisanya tumbuh dan muncul ketika ada adik baru. Ia merasa kasih sayang orang tua berkurang, lalu melampiaskannya ke adiknya ataupun perilaku negatif lainnya. Di antara hal yang bisa dilakukan untuk menangani kecemburuan anak adalah:
1) Membiasakan mereka saling memuji dan saling memberi hadiah.
2) Mengajarkan sikap mendahulukan orang lain.
3) Tidak membeda-bedakan perlakuan.
Penutup
Anak memiliki karakter bawaan yang perlu kita sadari. Mereka bisa meniru kita dengan cepat, memiliki ingatan yang kuat, dan berkembang sesuai lingkungan yang kita bentuk untuk mereka. Dengan memahami karakter mereka, diharapkan kita bisa mendidik anak-anak kita dengan benar dan tidak menyesal di kemudian hari.
Baca juga: Memberikan Keteladanan dengan Amal Perbuatan
***
Penulis: Firdian Ikhwansyah
Artikel Muslimah.or.id
Referensi:
Kaifa Turabbi Abnaaka, karya Syekh Ahmad bin Nashir At-Thayyar.




