Muslimah.or.id
Donasi muslimah.or.id
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Keluarga dan Wanita
    • Pendidikan Anak
    • Kisah
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Keluarga dan Wanita
    • Pendidikan Anak
    • Kisah
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital
No Result
View All Result
Muslimah.or.id
No Result
View All Result
Donasi muslimahorid Donasi muslimahorid

Jangan Salah Prioritas dalam Menuntut Ilmu

Triani Pradinaputri oleh Triani Pradinaputri
2 Februari 2026
di Fikih
0
Share on FacebookShare on Twitter

Daftar Isi

Toggle
  • Ilmu itu bertingkat-tingkat
    • Tingkatan pertama: fardhu ‘ain
    • Tingkatan kedua: fardhu kifayah
    • Tingkatan ketiga: sunnah
  • Jangan salah prioritas!

Ilmu itu bertingkat-tingkat

Ketahuilah, bahwa hukum menuntut ilmu itu bertingkat-tingkat.

Tingkatan pertama: fardhu ‘ain

Menuntut ilmu yang fardhu ‘ain adalah seorang mukallaf harus mengetahui bahwa kewajiban yang telah ditentukan terhadapnya tidaklah bisa gugur tanpa mempelajari ilmu tersebut. Oleh karena itulah, para ulama membawakan hadis dari Abdullah bin Umar radhiallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ

“Menuntut ilmu adalah wajib bagi setiap muslim.” (HR. Ahmad no. 107)

Seorang mukallaf (setiap hamba yang berakal, dan baligh) harus mengetahui tiga hal:

Donasi Muslimah.or.id

Pertama: Apa yang ia yakini?

Kedua: Apa yang harus ia lakukan?

Ketiga: Apa yang harus ia tinggalkan?

Belajar tentang akidah adalah hal yang paling pertama dan yang paling penting untuk diketahui oleh seorang muslim. Yaitu, memahami dan mengetahui makna dari dua kalimat syahadat, yaitu kalimat,

لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ, مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهِ

“Tidak ada ilah (sesembahan) yang berhak diibadahi kecuali Allah, Muhammad adalah utusan Allah.”

Juga harus mempelajari hal-hal lain yang berkaitan dengan akidah Islam. Dan semua itu haruslah berasal dari Al-Qur’an dan Sunah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam di atas manhaj ahlus sunah.

Tingkatan kedua: fardhu kifayah

Untuk ilmu yang fardhu kifayah, dibagi menjadi dua macam:

Pertama: Sesuatu yang harus diketahui agar masyarakat di sekitarnya bisa menegakkan agama dari ilmu-ilmu syar’i, seperti menghafal Al-Qur’an, menghafal hadis, dan ilmu-ilmu yang berkaitan dengan itu. Juga ilmu ushul fikih, nahwu, sharaf, lughoh, ilmu tentang riwayat hadis, dan kondisi-kondisi hadis, ijma’ dan khilaf.

Kedua: Sesuatu yang bukan termasuk ilmu syar’i, tapi masyarakat tetap membutuhkan ilmu tersebut untuk kemaslahatan dunia, seperti ilmu kedokteran, ekonomi, dan yang semisal. Karena ilmu-ilmu tersebut mempunyai kepentingan tersendiri untuk kesehatan badan, hubungan antar-manusia, dan yang lainnya.

Maka, ketika terdapat sejumlah orang yang mencukupi di daerahnya yang sudah mempelajari hal tersebut, maka gugurlah kewajiban orang yang lain dalam mempelajarinya.

Tingkatan ketiga: sunnah

Hukum menuntut ilmu yang sunnah bersifat keutamaan, bukan suatu kewajiban. Contoh, orang yang melakukan studi yang khusus, berdalam-dalam dalam ilmu yang sebelumnya fardhu kifayah. Seperti melakukan studi spesialis dalam ilmu kedokteran, ilmu ekonomi, dan ilmu yang lainnya.

Baca juga: Keutamaan Menuntut Ilmu Agama

Jangan salah prioritas!

Ketika kita sudah mengetahui tiga tingkatan hukum dalam menuntut ilmu ini, maka seharusnya kita bisa menyusun skala prioritas dalam menuntut ilmu. Mulailah dari ilmu yang fardhu ‘ain, yakni tentang akidah, rukun-rukun iman, kemudian ilmu-ilmu yang mempelajari tafsir Al-Qur’an dan hadis Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Lalu lanjutkan dengan ilmu fikih, terutama yang berkaitan dengan rukun Islam, tentang tata cara beribadah yang benar dan wajib bagi seorang muslim; semisal bagaimana bersuci, bagaimana salat yang benar, puasa Ramadan yang benar, zakat ketika sudah wajib zakat, dan haji ketika sudah wajib untuk berhaji.

Tidak diragukan lagi, bahwasanya Allah Ta’ala menurunkan Al-Qur’an untuk menjelaskan setiap sesuatu dan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah menjelaskan Al-Qur’an dengan penjelasan yang jelas. Hal terbesar yang Allah Ta’ala dan Rasul-Nya jelaskan di dalam Al-Qur’an ini adalah konsekuensi dari tauhid dan syirik. Karena tauhid adalah pondasi agama, yang dengan itu berdirilah amal-amal di atasnya. Sedangkan syirik membatalkan pondasi tersebut dan merusaknya. Tauhid dan syirik adalah dua hal yang tidak akan pernah bisa bersatu, karena keduanya saling bertentangan dan saling membatalkan. Oleh karena itulah, Allah Ta’ala menjelaskan pondasi agama ini di dalam kitab-Nya. Bahkan tidak ada satu surat pun yang luput dari penjelasan tentang tauhid dan syirik. Sedangkan manusia membaca dan mengulang-ulang Al-Qur’an ini.

Sebagian orang ada yang salah prioritas dalam menuntut ilmu. Ia berdalam-dalam dalam mempelajari ilmu bahasa, ilmu qira’ah, menghafal berbagai macam matan yang berkaitan dengan itu. Mereka membaca Al-Qur’an untuk mencari keberkahan, menikmati suara yang indah. Ini adalah sesuatu yang baik, namun bersamaan dengan hal itu, ia tidak paham makna dari apa yang ia baca. Ia tidak mentadaburinya (memahami dan merenungi maknanya). Tidak memperhatikan apakah amalnya sudah sesuai dengan apa yang ia baca atau bahkan menyelisihinya. Masih melakukan hal-hal yang bertentangan dengan akidah yang benar. Ibadahnya pun banyak yang tidak mencocoki sunah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Melakukan taklid yang batil terhadap guru-guru mereka. Orang yang seperti ini adalah orang-orang yang salah prioritas dalam belajar.

Ini adalah sekadar nasihat untuk kami pribadi dan juga sebuah peringatan bagi orang-orang yang mungkin telah salah dalam memahami prioritas dalam menuntut ilmu. Semoga Allah memberikan taufik untuk kita semua, agar tujuan dari menuntut ilmu adalah untuk diamalkan dan untuk menjadi hamba-hamba yang dicintai Allah Ta’ala. Aamiin.

***

Penulis: Triani Pradinaputri

Artikel Muslimah.or.id

 

Referensi:

  • Ibrahim, Muhammad bin. 2015. Al-Mukhtashar Al-Mu’lim bi Adabil Mu’allim wal Muta’allim. Maktabah Al-Aqidah Al-Islamiyyah, Kairo. Cetakan Pertama (hal. 23-31).
  • Al-Fauzan, Shalih bin Fauzan bin Abdillah. 2008. Syarh Ushulus Sittah. Dar Umar bin Khattab, Kairo (hal. 5).
ShareTweetPin
Muslim AD Muslim AD Muslim AD
Triani Pradinaputri

Triani Pradinaputri

- Alumni Mahad Umar bin Khattab, Kampus Tahfizh, Mahad Al 'Ilmi - Santriwati Mahad Darussalam Asy-Syafi'i - Pengajar Bahasa Arab Markaz Ar-Ruhaily

Artikel Terkait

Mengenal 6 Kaidah Dasar Masalah Fikih (Bag. 2): Sumber-Sumber Terbentuknya Kaidah Fikih

oleh Pipit Aprilianti
17 Maret 2016
0

Kaidah fikih merupakan kaidah yang berhubungan langsung dengan amalan seorang hamba. Dalam pembentukannya tidak dilakukan dengan sembarangan dan semaunya

Hukum Membuka Aurat di Hadapan Dokter Nasrani

oleh Athirah Mustajab
17 Mei 2014
1

Fatwa Syekh Khalid Abdul Mun'im Ar-Rifa'i Pertanyaan: Saya seorang pemudi. Selama beberapa tahun ini, saya mengalami sakit akibat adanya sesuatu...

Shalat Yang Tidak Khusyuk Sama Sekali, Apakah Batal?

oleh Yulian Purnama
28 Agustus 2021
0

Sudah semestinya bagi kita untuk konsentrasi di dalam shalat, tuma'ninah, dan khusyuk kepada Allah. Sehingga mendapatkan pahala yang sempurna.

Artikel Selanjutnya

Teguh dengan Iman

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Donasi Muslimahorid Donasi Muslimahorid Donasi Muslimahorid
Logo Muslimahorid

Kantor Sekretariat Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA).

Pogung Rejo RT 14 RW 51 no. 412
Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Indonesia, 55284.

Media Partner

YPIA | Muslim.or.id | Radio Muslim | FKIM

Buletin At Tauhid | MUBK | Mahad Ilmi | FKKA

Kampus Tahfidz | Wisma Muslim | SDIT Yaa Bunayya

Wisma Muslimah | Edu Muslim.or.id

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Donasi
  • Pasang Iklan
  • Kontak

© 2025 Muslimah.or.id - Meraih Kebahagiaan Muslimah di Atas Jalan Salaful Ummah.

No Result
View All Result
  • Kategori
    • Akidah
    • Manhaj
    • Fikih
    • Akhlak dan Nasihat
    • Keluarga dan Wanita
    • Pendidikan Anak
    • Kisah
  • Edu Muslim
  • Muslim AD
  • Muslim Digital

© 2025 Muslimah.or.id - Meraih Kebahagiaan Muslimah di Atas Jalan Salaful Ummah.