Bahasa Arab Bahasa Islam

Penulis: Ummu Ziyad
Muroja’ah: Ustadz Aris Munandar

Kemuliaan Bahasa Arab

Tahukah engkau saudariku, keutamaan bahasa arab sangatlah banyak. Sebagaimana perkataan Ibnu Katsir rahimahullah ketika menafsirkan surat Yusuf ayat 2, yang artinya,

“Sesungguhnya Kami telah jadikan Al-Qur’an dalam bahasa Arab supaya kalian memikirkan.”

Ia berkata, “Yang demikian itu (bahwa Al-Qur’an diturunkan dalam bahasa arab) karena bahasa arab adalah bahasa yang paling fasih, jelas, luas dan maknanya lebih mengena lagi cocok untuk jiwa manusia. Oleh karena itu, kitab yang paling mulia (yaitu Al-Qur’an) diturunkan kepada Rasul yang paling mulia (yaitu Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam) dengan bahasa yang paling mulia (yaitu bahasa arab), melalui perantara malaikat yang paling mulia (yaitu malaikat Jibril), ditambah kitab inipun diturunkan pada dataran yang paling mulia di atas muka bumi (yaitu tanah Arab), serta awal turunnya pun pada bulan yang paling mulia (yaitu Ramadhan), sehingga Al-Qur’an menjadi sempurna dari segala sisi.” (Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir Surat Yusuf)

Bahasa Penduduk Surga

Suatu saat terjadi percakapan di antara seorang ustadz dan seorang pria.

A: Ustadz, katanya bahasa surga itu bahasa arab ya?
B: Katanya begitu pak… tapi haditsnya dho’if.

Tahukah engkau saudariku, memang banyak kita dengar perkataan bahwa bahasa arab adalah bahasa yang digunakan di surga. Namun ternyata tidak ada hadits shahih dari Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam tentang masalah ini sebagaimana dinyatakan Abu Shuhaib al-Karami yang mentahkiq kitab Mukhtashar Hadi al-Arwah karya Ibnu Qayyim Al-Jaujiyyah. Namun banyak atsar salaf yang menguatkan hal ini (bahasa penduduk surga adalah bahasa Arab). Wallahu a’lam bi shawab.

‘Afwan Jiddan (??)

Kalimat yang satu ini, rasanya sudah menjadi sebuah perkataan umum yang merebak dimana-mana. Secara kata perkata, memang terlihat benar, karena ‘afwan berarti maafkan aku, sedangkan jiddan artinya sungguh-sungguh/benar-benar.

Tahukah engkau saudariku, ternyata kalimat ‘afwan jiddan tidak dikenal dalam bahasa arab yang benar. Ini sama seperti seseorang yang belajar bahasa Inggris kemudian mengatakan, “My watch is dead”. Secara kata perkata memang benar, namun secara penggunaan bahasa asalnya, kalimat tersebut bukanlah kalimat yang benar.

Kata ‘afwan itu sendiri sebenarnya sudah merupakan sebuah permintaan maaf yang sangat. Jika dirinci, kata ‘afwan mempunyai kalimat lengkap Asta’fika yang artinya aku benar-benar minta maaf kepadamu. Nah, berarti maksud orang yang mengatakan ‘afwan jiddan bahwa ia minta maaf dengan sungguh-sungguh sebenarnya sudah diwakilkan dengan kata ‘afwan itu sendiri. Adapun kata dalam bahasa arab lainnya yang berarti maaf adalah aasif. Dan untuk kata ini (aasif) tidak terkandung makna permintaan maaf dengan sungguh-sungguh.

4 Nama Nabi

Tahukah engkau saudariku? Ternyata hanya ada 4 Nabi kita (yang disebutkan namanya dalam Al-Qur’an dan Sunnah) yang memiliki nama dari bangsa Arab murni, yaitu nabi kita Muhammad shallallahu’alaihi wa sallam, Shalih, Syu’aib dan Hud. Adapun nama-nama nabi lainnya merupakan nama ‘ajam (asing). Dan secara kaidah bahasa arab, antara nama asli Arab dan nama asing memberikan konsekuensi yang berbeda, yaitu untuk nama asing dalam penggunaannya tidak boleh diberi tanda tanwin. Masih penasaran? Ayo belajar bahasa arab…

Musyawarah Akbar (??)

Kadang aneh terlihat, ketika suatu spanduk dari organisasi Islam kemudian bertuliskan musyawarah akbar. Tahukah engkau saudariku, terdapat kesalahan penerapan kaedah bahasa arab dalam susunan tersebut.

Kata musyawarah (yang berasal dari bahasa arab) merupakan isim muannats (jenis kata feminin). Sedangkan kata akbar merupakan isim mudzakar (jenis kata maskulin). Dalam kaedah bahasa arab, tidak tepat jika memadankan dua kata (yang dinamakan na’at man’ut) dengan kata yang berlainan jenis. Maka yang benar adalah musyawarah kubro. Karena kata kubro merupakan isim muannats. Bingung? Ayo belajar bahasa arab…

Abu dan Ummu

Tahukah engkau saudariku, penggunaan Abu dan Ummu juga dipelajari dalam bahasa arab pada bab ‘Alam (nama). ‘Alam itu sendiri terbagi menjadi tiga bagian. Salah satunya adalah kun-yah. Kun-yah adalah nama yang diawali dengan lafazh Abu dan Ummu, seperti Abu Bakr, Ummu Kultsum dan sebagainya. Biasanya, kata yang digunakan setelah kata Ummu atau Abu adalah nama anak pertama dari sang pemilik nama. Namun, tidak berarti bahwa orang yang belum menikah bahkan anak-anak sekalipun tidak dapat menggunakan nama kun-yah. Sebagaimana Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam pernah memanggil seorang anak kecil dengan nama kun-yah, dalam hadits yang diceritakan oleh Anas radhiallahu ‘anhu,

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang paling baik akhlaknya. Dan aku memiliki seorang saudara yang biasa dipanggil dengan sebutan Abu ‘Umair. Beliau shallallahu’alaihi wa sallam datang, lalu memanggil: ‘Wahai Abu ‘Umair, apa yang sedang dilakukan oleh si Nughair kecil.’ Sementara anak itu sedang bermain dengannya.” (HR. Bukhari)

Pentingnya Belajar Bahasa Arab

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata, “Bahasa arab itu termasuk bagian dari agama, sedangkan mempelajarinya adalah wajib, karena memahami Al-Quran dan As-Sunnah itu wajib. Tidaklah seseorang bisa memahami keduanya kecuali dengan bahasa arab. Dan tidaklah kewajiban itu sempurna kecuali dengannya (mempalajari bahasa arab), maka ia (mempelajari bahasa arab) menjadi wajib. Mempelajari bahasa arab, diantaranya ada yang fardhu ‘ain, dan adakalanya fardhu kifayah.” (Iqtidho, Ibnu Taimiyah 1/527 dikutip dari majalah Al-Furqon)

Tahukah engkau saudariku, dorongan untuk belajar bahasa arab bukan hanya khusus bagi orang-orang di luar negara Arab. Bahkan para salafush sholeh sangat mendorong manusia (bahkan untuk orang Arab itu sendiri) untuk mempelajari bahasa arab.

Umar bin Khaththab radhiallahu ‘anhu berkata, “Pelajarilah bahasa arab, sesungguhnya ia bagian dari agama kalian.” (Iqitdha)

‘Umar radhiallahu ‘anhu juga mengingatkan para sahabatnya yang bergaul bersama orang asing untuk tidak melalaikan bahasa arab. Ia menulis surat kepada Abu Musa al-Asy’ari, “Adapun setelah itu, pelajarilah Sunnah dan pelajarilah bahasa arab, i’rablah al-Qur’an karena dia (al-Qur’an) dari Arab.” (Iqtidho, Ibnu Taimiyah, dikutip dari majalah Al-Furqon)

Dari Hasan Al-Bashari, beliau pernah ditanya, “Apa pendapat Anda tentang suatu kaum yang belajar bahasa arab?” Maka beliau menjawab, “Mereka adalah orang yang baik, karena mereka mempelajari agama nabi mereka.” (Mafatihul Arrobiyah, dikutip dari majalah Al-Furqon)

Dari as-Sya’bi, “Ilmu nahwu adalah bagaikan garam pada makanan, yang mana makanan pasti membutuhknanya.” (Hilyah Tholibul ‘Ilmi, dikutip dari majalah Al-Furqon)

Tertarik belajar arab lebih jauh? Alhamdulillah silakan ikuti terus pelajaran bahasa arab yang ada di www.badar.muslim.or.id

Maraji’:

  1. Pentingnya Bahasa Arab. Makalah YPIA oleh Divisi Bahasa Arab YPIA
  2. Majalah Al-Furqon edisi 1 tahun VII 1428/2008
  3. Mukhtashar Hadi al-Arwah ila Bilad al-Afrah (terj) dengan tahkik Abu Shuhaib al-Karami, Ibnu Qayyim al-Jauziyyah, Pustaka Arafah, cetakan 1, Oktober 2005
  4. Mutammiah Ajurumiyyah (edisi terjemah). Syaikh Syamsudin Muhammad Araa’ini. Sinar Baru Algensindo cetakan 5
  5. Mulakhos Qowa’idul Lughotil ‘Arobiyyah. Fu’ad Ni’mah. Dar Ats-Tsaqoofah Al-Islamiyyah. Beirut.
  6. Iqthido Ash-Shirotil Mustaqim. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, Tahqiq dan Ta’liq oleh Dr. Nashir Abdul Karim Al-’Aql. Wizarot Asy Syu-un Al Islamiyah wal Awqof

***

Artikel www.muslimah.or.id

Donasi dakwah YPIA

37 Comments

  1. ummu raihan says:

    Subhanalloh posting yang menarik ummu ziyad ^_^ barokallohu fiyk.
    jadi ingat saat ini marak suami istri saling memanggil “bi.. kapan pulang?” “duh.. ummi masakannya enak” padahal abi=ayahku, ummi=ibuku nah jelas2 yang dipanggil adalah istri atau suami bukan ayah atau ibunya. walo bnyk yang beralasan pembiasaan untuk anak namun dalam majalah Al Furqon pernah dibahas sebaiknya hal ini tidak dilakukan, bahkan tidak ada contohnya dari salafus sholih, -ada yang mengatakan kalo didengar orang arab bisa diketawain nih-. dianjurkan memanggil dg panggilan yg menyenangkan ex. ya.. humairoh, ya habiby.. dst. atau duhai ummu raihan.. dan untuk panggilan dik, dinda, mas -apakan ini dibolehkan tidak- pengasuh majalah menjawab belum ada pembahasan tentang ini. wallohu a’lam bishowab

  2. alahmdulillah sungguh artikel yang menggunggah semangat tuk belajar bahasa arab,ana juga masih belajar niih meski sudah lama kenal tapi blm mahir jugta mungkin karena kurang serius ya… do`akan kali ini sukses .ana ikut belajar di Ma`had Al Hanif Klaten di asuh ustadz Abu Hamdan,sistimnya kilat !3 bulan insya allah lancar bahasa arab aktif kalo serius lho!soalnya bahasa pengantarnya langsung arab,do`akan ya!BAHASA ARAB BAHASA PERSATUAN UMAT!jadikan dia bahasa Dunia dengan usaha serius kita menyebarkannya.aamiin

  3. Bismillah,
    Alhamdulillah Ummu Ziyad telah membantu kita memahami penggunaan bahasa Arab yang kadang terkesan sepele. Namun apa yang dikatakan Ummu Ziyad memang betul bahwa dalam bahasa Arab terdapat beberapa qoidah yang harus diperhatikan agar artinya sesuai, meskipun orang yang diajak bicara mengerti maksud pembicaraan kita.
    Insya Allah ana juga sudah menyiapkan materi bahasan untuk artikel muslimah.or.id tentang penggunaan bahasa Arab.
    Barakallahu fikunn.

  4. UMMU ZAID says:

    barrakallahu fiik…
    tapi um belajar bahasa arab tu susah banget.ana baru mulai saja dah mau putus asa. hehe…
    mohon doanya ya…

  5. untuk Ust. Aris, Pa kabar ust.? lama dah ga ketemu, masih kenal ma ana ga ust.. hehe

  6. subhanallah,posting yang bagus …..
    tuk tambahan informasi kunjungi Ma`had Al Hanif yang punya metode praktis berbahasa Arab di http://mahadalhanif.blogspot.com,
    sudah dibuka penerimaan santri baru lho,asuhan ustadz Abu Hamdan

  7. ABDURRAHMAN says:

    ALHAMDULILLAH WA SHALATU WASSALAM ‘ALA RASULILLAH, AMMA BA’DU.

    MOHON PERHATIAN IKHWAH SALAFIYIN INDONESIA, TERKHUSUS YG DI SAUDI.

    INFO ; UNIVERSITAS AL-AZHAR SEDANG PROSES PROYEK
    UTK PEMBANGUNAN ASRAMA KHUSUS UNTUK 5000 MAHASISWA INDONESIA, YG NANTINYA TENTU AKAN DA’WAH DINEGERI KITA .

    KITA TAHU TENTUNYA TENTANG UNIVERSITAS AL AZHAR.

    HARAPAN KAMI PIHAK-PIHAK YANG SEKARANG DISAUDI BISA SAMPAIKAN KE PEMERINTAH SAUDI ATAU YANG BERKAIT, AGAR MENJADI PERHATIAN BAGI DA’WAH SALAFIAH DI INDONESIA KARENA NEGERI MAYORITAS MUSLIM.

    HARAPAN BEASISWA BISA DIPERBANYAK, BUKAN HANYA DI UNIVERSITAS TAPI JUGA MA’HAD-MA’HAD DI SAUDI ATAU TEMPAT MULAZAMAH PARA MASYAIKH.

    SEHINGGA SEMAKIN BANYAK YG BISA MENIMBA ILMU PADA PARA MASYAIKH LANGSUNG SEHINGGA SEMOGA NANTINYA MENJADI DAI-DAI DI INDONESIA.

    BEGITU BANYAK IKHWAN YG INGIN KE SAUDI TAPI TERKENDALA.

    DEMIKIAN.
    JAZAKUMULLAH KHAIRAN.

  8. AisYah ^_^ says:

    Pengen bgt bsa bhs.arab,tp memang butuh waktu,lha gmna coBa?dr TK Sampai PT aja yg Aisy dan qt hadapi di sekolah2 ketemuńya ma bhs.asing,murid2 diajari spt bhs.inggris,bhs.perancis,jepang,jerman..untuk bhs.arab msh minim,pdhl mayoritas pend.indoNesia isLam,pdhl belajar bhs.arab wajib. . .
    @_@

  9. saudah says:

    assalamu’alaikum .. yuks sama2 belajar Bhs Arab khusus akhwat dari dasar di Masjid Nurul Iman setiap hari Sabtu ba’da dhuhur – menjelang ashar (13 – 15) jalan Raya Pos Pengumben Jakarta Barat, infaq per bulan Rp 50rb ajah .. ana juga baru ikutan belajar di situ koq .. gurunya akhwat dari LIPIA

  10. Hanun Tsurayya says:

    Boleh tdk,kalo saya simpan artikel ini untuk dibaca dirumah?
    Terimakasih sebelumnya

  11. agus says:

    bukannya nabi Luth juga di tanwin, apakah berarti nama Arab bukan ajam..mohon penjelasannya..

  12. Waway Nuryani says:

    Fasih English itu sih biasa. Berani bicara Arabiyyah, luar biasa. Mari kita pelajari. Syukran

  13. Aqeela says:

    Stlh bca postingan ini..sy bru sadar bljr di PT blh jdi bhs.inggris..tp sy g ngerti arab,smntra sy muslim..mk dr itu mhn bimbinganny

  14. ima says:

    memang sangatlah penting belajar bahasa arab karena untuk menambah wawasan dan selain itu untuk kepentingan dunia dan akhirat …
    bukan begitu/

  15. Abu Salman says:

    Ya, mau bagaimana lagi!!!
    Tidak ada jalan lain untuk memahami agama kita tanpa bahasa arab.
    Apa boleh buat, ana akan mengambilnya sebagai satu sks wajib meskipun tidak ada dalam daftar sks kuliah ana.
    So,..?
    Af1 nimbrung!!!

  16. Khotthoth says:

    Bahasa Arab adalah bahasa yg paling banyak dipake penduduk bumi. Bahkan dipake oleh org yg gak bisa bhs arab. Coba kita renungkan dalam-dalam “NT…. SHOLAT DAN DU’A PAKE BAHASA APA???”

  17. Toko Muslim says:

    #agus
    Untuk Nabi Luth, nama beliau merupakan nama ‘ajam akan tetapi ada pengecualian untuk nama yang terdiri dari tiga huruf, huruf keduanya disukun, maka nama tersebut tetap di tanwin, seperti nama Nuh, Luth.
    Pembahasannya bisa dilihat di kitab mulakhosh pembahasan ‘alam (nama).

  18. wulan says:

    Syukron…….. dari baru tau…….. jadi banyak tau…….

  19. tono says:

    kox ndax ada bahasa arab nya,gue jadi bingung

  20. Ukhti Nissa says:

    subhanAllah.. posting.a bgus…
    ana jdi pingin banget belajar bhs.arab,, tapi dari TK mpei SMP gag dpt pelajaran bahasa yang paling mulia itu… :(
    tp ana akan berusaha utk belajar wlw sdikit demi sedikit… tak ada yang terlambat kan??? ^_^

  21. aiman says:

    subhanallah bagus banget pertahankan!! kamu punya prestasi yang sangat di butuhkan bagi kaum muslimin. lanjutkan prestasimu!!

  22. Aan says:

    Assalakm,… Awalnya sh ane tertarik pada artikel ini,.. tpi lama2………. jd lucu,.. seolah-olah layaknya kitab akhlakul lil banin,.. yang selalu diawali kata-kata ya bunayya,.. qablahu asta’fik… wassalm

  23. ???? ???? ??????? says:

    ?????? ????? ????

    Hadisnya meskipun Dlaif sertakan dong………….
    biar pembaca merasa puas dengan karya sampen, ya seperti saya ini kan masih kebingunagn mau cari dimana hadits itu?

  24. nurhaji says:

    artikelnya bagus semoga bermanfaat bagi para pembaca dan menjadi motifasi dalam belajar bahasa arab

  25. andi zairah al-amudi says:

    Assalamu’alaikum…

  26. Bahasa Islam says:

    makasih atas artikelnya..moga bermanfaat bagi kita semua..

  27. chevtoha says:

    ass. sungguh sangat menghawatirkan bagi orang islam…..sesungguhnya bahasa arab adalah bahasa sehari-hari…ia digunakan minimal 5 waktu dalam sehari.namun kebanyakan dari mereka tidak menyadarinya…..
    bagi ikhwan n akhwat yang mengetahui informasi tentang pelatihan / kursus bahasa arab/artikel/makalah yang berkaitan dengan bahasa arab, ana mohon untuk menginformasikannya ke e-mail ana yakni di [email protected]….wassalam

  28. khusnur rohmah says:

    Saya sangat terkesan dengan artikel ini…mohon izin share.terima kasih…

  29. benedictuzz says:

    ukh…………………….
    gimane seh biar mudah ngafalin mufrodat/??????????????????

  30. muhammad malik says:

    semoga Allah membalas segala upaya dan usaha kepada orang-orang yang senantiasa menolong agamanya dan menyampaikannya.

  31. sulaiman says:

    sudah semestinya dan seharusnya bahasa arab itu diwajibkan untuk kaum muslim kalau menginginkan islam berjaya kembali. kalau menginginkan kondisi tetap stagnan ya apa boleh buat, biar semua yang terjadi terjadilah.

  32. fajar insan says:

    bismillah
    subhanallah tulisannya sangat bermamfaat, menambah motivasi
    saya ingin bertanya kira-kira berapa lama kita belajar bahasa arab smpai benar-benar lancar dlm menggunakannya

  33. sangat bermanfaat sekali.,, Izin share ya… Jazaakumullah khayran.. ^^

  34. m. hizbulloh says:

    subhanallah artikel yang menarik dan begitu mudahnya untuk mudah belajar bhs arab
    di pondok bhs arabnya kurang aku ingin pondokku semakin maju tentang ilmu arab
    syukron kasiiron ‘alal aktubii

  35. Mazlan Misdi says:

    Hingga hari ini pun org2 yg boleh berbahasa Arab boleh mengkaji Al-Quran…..sampai skrg pun mrk hanya membaca tanpa mengerti atw memahami pembukaan surah Al Buqorah……

Leave a Reply