Akhlaq Untuk Buah Hati

Penyusun: Ummu Aufa
Muroja’ah: Ust. Subhan Khadafi, Lc.

Anak adalah buah hati setiap orang tua, dambaan disetiap keinginan orang tua serta penyejuk hati bagi keletihan jiwa orang tua. Anak tidak lahir begitu saja, anak terlahir dari buah cinta sepasang hamba Allah subhanahu wa ta’ala yang merupakan amanat wajib untuk dijaga, diasuh dan dirawat dengan baik oleh orangtua.

Karena setiap amanat akan dimintai pertanggungjawaban sebagaimana hadist sahih yang diriwayatkan Imam Bukhari dari Ibnu Umar yang berkata: Aku mendengar Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda:

“Setiap kalian adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya, seorang imam adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya dan seorang laki-laki adalah pemimpin dalam keluarga dan akan dimintai tanggungjawab atas kepemimpinannya, dan wanita adalah penanggung jawab terhadap rumah suaminya dan akan dimintai tanggungjawabnya serta pembantu adalah penanggungjawab atas harta benda majikannya dan akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya.” (Muttafaqun ‘alaihi)

Pertanggung jawaban orang tua tersebut baik di dunia ataupun di akherat, namun tatkala anak sudah baligh maka mereka bertanggung jawab atas diri mereka sendiri. Salah satu contoh dari pertanggung jawaban tersebut adalah dengan memelihara diri dan keluarga dari api neraka:

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, penjaganya malaikat-malaikat yang kasar yang keras yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkanNya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (QS. At Tahrim: 6)

Dan hal ini dapat diwujudkan dengan memberi pendidikan kepada anak dengan pendidikan yang baik sesuai Al Qur’an dan As sunnah sebagai bekal perjalanan di dunia maupun di akherat. Sebagaimana perkataan Abdullah bin Umar radhiyallahu’anhu, “Didiklah anakmu karena kamu akan ditanya tentang tanggungjawabmu, apakah sudah kamu ajari anakmu, apakah sudah kamu didik anakmu dan kamu akan ditanya kebaikanmu kepadanya dan ketaatan anakmu kepadamu.”

Pendidikan tersebut banyak cabangnya satu diantaranya adalah pendidikan akhlak, akhlak anak yang baik dapat menyenangkan hati orang lain baik orangtua atau orang-orang di lingkungan. Bahkan akhlak yang sesederhana sekalipun misalnya memberikan wajah berseri saat bertemu dengan saudara muslim yang lain.

Disamping ikhtiar dengan pendidikan akhlak yang bagus hendaknya orangtua selalu mendo’akan anak-anaknya agar mereka tumbuh dengan naungan kasih sayang Allah subhanahu wa ta’ala pula. Karena doa orangtua atas anaknya termasuk doa yang mustajab.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu bahwa Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda, “Ada tiga doa yang mustajab dan tidak diragukan, doa orang yang teraniaya, doa orang yang sedang bepergian dan doa orangtua atas anaknya.” (HR. Abu Daud, Tirmidzi, Ibnu Majah, Ibnu Hibban, dihasankan oleh syaikh Al Albani dalam Shohih dan Dho’if Sunan Abu Daud hadist no. 1536)

Sebagaimana para nabi dan rosul dahulu yang selalu berdo’a kepada Allah untuk kebaikan anak cucu mereka.

Do’a Nabi Zakaria ‘alaihissalam sebagaimana firman Allah:

“Ya Rabbku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha pendengar doa.” (QS. Ali Imran: 38)

Doa Nabi Ibrahim dan Ismail ‘alaihimussalam: “Ya Rabb kami jadikanlah kami berdua orang yang tunduk patuh kepada Engkau dan (jadikanlah) diantara anakcucu kami umat yang tunduk patuh kepada Engkau.” (QS. Al Baqoroh: 128)

Sungguh islam adalah agama yang sempurna hingga pendidikan anakpun diperhatikan dengan serius. Namun sangat disayangkan orangtua zaman sekarang jarang memperhatikan pendidikan akhlak bagi buah hatinya lantaran kesibukan mereka atau kejahilan (ketidakmengertian) mereka. Prinsip yang mereka pegang adalah Membahagiakan anak. Namun kebahagiaan yang semacam apa yang ingin diwujudkan oleh sebagian para orangtua tersebut?! Ada yang berpendapat bahagia tatkala anaknya bisa mendapatkan sekolah yang favorit dan menjadi bintang kelas, orang yang berpendapat seperti ini maka akan menggebu-gebu untuk mencarikan tempat les dimana-mana, hingga lupa menyisakan waktu untuk mengenalkan islam kepadanya. Adalagi pendapat bahwa kebahagiaan adalah tatkala si anak tidak kekurangan apapun didunia, orangtua tipe ini akan berambisi untuk mencari materi dan materi untuk memuaskan si anak tanpa disertai pendidikan akhlak bagaimana cara mengatur serta memanfaatkan harta yang baik. Dan ada pula sebagian yang lain bahwa kebahagiaan adalah buah dari keimanan kepada Allah dengan bentuk ketenangan dalam hati; bersabar tatkala mendapat musibah dan bersyukur tatkala mendapatkan nikmat. Namun jarang ditemukan orangtua yang sependapat dengan tipe ketiga ini. Kebanyakan diantara mereka sependapat dengan tipe 1 dan 2. Dan tatkala mereka tiada, mereka akan berlomba-lomba untuk mewasiatkan harta ini dan itu, padahal telah dicontohkan oleh lukman mengenai wasiat yang terbaik. Bukan sekedar harta atau perhiasan dunia melainkan sesuatu hal yang lebih berharga dari keduanya.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman melalui lisan lukman:

“Dan (ingatlah) ketika Lukman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya, ‘Hai anakku janganlah kamu mempersekutukan (Allah) sesungguhnya mempersekutukan Allah adalah benar-benar kezhaliman yang besar.’ Dan kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orangtua ibu bapaknya, ibunya telah mengandungnya dalam keadaan yang lemah yang bertambah dan menyapihnya dalam dua tahun, bersyukurlah kepadaKu dan kepada ibu bapakmu, hanya kepadaKulah kembalimu. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya dan pergaulilah keduanya didunia dengan baik dan ikutilah jalan orang yang kembali kepadaKu, kemudian hanya kepadaKu-lah kembalimu, maka kuberitahukan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan. (Lukman berkata), ‘Hai anakku sesungguhnya jika ada (suatu perbuatan) seberat biji sawi dan berada dalam batu atau dilangit atau didalam bumi niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasnya). Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui. Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah). Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjaln dimuka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri. Dan sederhanakanlah kamu dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara adalah suara keledai.’” (QS. Luqman: 13-19)

Tatkala anak tumbuh menjadi anak pembangkang, suka membantah kepada orangtua bahkan durhaka kepada orangtua, banyak diantara orangtua yang menyalahkan si anak, salah bergaullah, tidak bermorallah atau alasan-alasan yang lain. Bukan… bukan lantaran karena anak salah bergaul saja, si anak menjadi seperti itu namun hendaknya orangtua mawas diri terhadap pendidikan akhlak si anak. Sudahkah dibina sejak kecil? Sudahkah dia diajari untuk memilih lingkungan yang baik? Sudahkah dia tahu cara berbakti kepada orangtua? Atau sudahkah si anak tahu bagaimana beretika dalam kehidupan sehari-hari dari bangun tidur hingga tidur kembali? Jika jawabannya belum, maka pantaslah jika orangtua menuai dari buah yang telah mereka tanam sendiri. Seperti perkataan Ibnul Qoyyim rahimahullah,

“Hendaknya anak dijauhkan dari berlebihan dalam makanan, berbicara, tidur dan berbaur dengan perbuatan dosa, sebab kerugian akan didapat dari hal-hal itu dan menjadi penyebab hilangnya kebaikan dunia dan akhirat. Anak harus dijauhkan dari bahaya syahwat perut dan kemaluan sebab jika anak sudah dipengaruhi oleh kotoran syahwat maka akan rusak dan hancur. Berapa anak tercinta menjadi rusak akibat keteledoran dalam pendidikan dan pembinaan bahkan orangtua membantu mereka terjerat dalam syahwat dengan anggapan hal itu sebagai ungkapan perhatian dan rasa kasih sayang kepada anak padahal sejatinya telah menghinakan dan membinasakan anak sehingga orangtua tidak mengambil manfaat daria anak dan tidak meraih keuntungan dari anak baik didunia maupun diakhirat. Apabila engkau perhatikan dengan seksama maka kebanyakan anak rusak berpangkal dari orangtua.”

Mungkin saat si anak masih kecil belum akan terasa dampak dari arti pentingnya akhlak bagi orangtua namun saat dewasa kelak maka akan sangat terasa bahkan sangat menyakitkan bagi kedua orangtua. Dan perlu ditekankan bahwa akhlak yang baik dari seorang anak adalah harta yang lebih berharga daripada sekedar harta yang kini sedang para orangtua obsesikan.

Sebelum terlambat mulailah saat ini menanamkan akhlak tersebut, dari hal yang sederhana:

1. Dengan memberi contoh mengucapkan salam.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu berkata bahwa Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda:

“Tidaklah kalian masuk surga hingga kalian beriman dan kalian tidak beriman hingga kalian saling mencintai. Dan maukah kalian aku tunjukkan kepada sesuatu jika kalian mengerjakannya maka kalian akan saling mencintai? Tebarkan salam diantara kalian.” (HR. Muslim)

2. Memperhatikan etika dalam makan.

Dari umar bin Abu Salamah radhiyallahu’anhu bahwa Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda kepadaku,

“Sebutlah nama Allah dan makanlah dengan tangan kananmu serta makanlah dari makanan yang paling dekat denganmu.” (Muttafaqun ‘alaih)

3. Mengajarkan rasa kebersamaan dengan saudara muslim yang lain, misalnya dengan menjenguk orang sakit.

Dari Abu Hurairoh radhiyallahu’anhu berkata bahwa Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda,

“Hak seorang muslim atas muslim lainnya ada lima; menjawab salam, menjenguk orang sakit, mengiringi jenazah, menghadiri undangan dan mendoakan orang yang bersin.” (Muttafaqun ‘alaihi)

4. Mengajarkan kejujuran.

Dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu’anhu bahwa Nabi shallallahu’alaihi wasallam bersabda,

“Peganglah kejujuran karena sesungguhnya kejujuran menunjukkan kepada kebaikan dan kebaikan menunjukan kepada surga. Seseorang selalu jujur dan memelihara kejujuran hingga tercatat di sisi Allah termasuk orang yang jujur. Dan hindarilah dusta karena kedustaan menunjukkan kepada kejahatan dan kejahatan menunjukkan kepada neraka. Seseorang selalu berdusta dan terbiasa berbuat dusta hingga tertulis di sisi Allah sebagai pendusta.” (HR. Bukhari Muslim)

Akhlak yang baik dari seorang anak akan melahirkan generasi yang baik pula, generasi pemuda yang taat kepada Allah, berbakti kepada kedua orangtua dan memperhatikan hak-hak bagi saudara muslim yang lain. Wallohu a’lam bishowab.

Maraji’:
Begini Seharusnya Mendidik Anak -Panduan Mendidik Anak Sejak Masa Kandungan Hingga Dewasa-, karya Al Maghribi bin As Said Al Maghribi

***

Artikel www.muslimah.or.id

Donasi dakwah YPIA

33 Comments

  1. www.muslimah.or.id says:

    1. didi suryadi
    April 25th, 2007 at 2:27 am

    bagaimana cara mendidikan anak dengan cara pendidikan rasulullah?

    2. ummu Aufa
    April 25th, 2007 at 9:27 pm

    Banyak sekali cara mendidik anak sesuai tuntunan atau ajaran dari Rasululloh Shallallahu ‘alaihi wasallam, sebaiknya saya sarankan Akh didi supaya membaca buku rujukan seperti: Begini Seharusnya Mendidik Anak. InsyaAlloh akan lebih lengkap dengan disertai dalil-dalil yang ada.

    3. AdiS
    May 21st, 2007 at 10:24 am

    Terimakasih. Hari ini pertama kasli saya datang di situs ini. Insya Allah, web site ini akan selalu saya kunjungi. doakan saya.

    4. ahmad choir
    June 23rd, 2007 at 11:28 am

    antum aklamu bi urusi dunya, kamu lebih tahu untuk urusan duniamu. kalu kita mencoba mencari riwayat tentang bagaimana rosulullah mendidik anak mungkin kita agak kesulitan. Karena memang riwayat ttg hal itu tdk kita temukan secara terperinci, namun intinya beliau mewasiatkan kepada semua orangtua agar mengenalkan kebesaran dan keesaan ALLOH SWT kepadaq anak2nya. pengalaman saya sendiri dlm mendidik anak, selain mengenalkan Alloh dan Rosulnya, mengajari dan memberi pemehaman ttg rukun iman dan rukun islam (terutama ttg sholat dan al qur an ), juga memberi kebebasan dan tanggung jawab kepada anak. misalkan masalah internet, pergaulan bebas dsb. (maaf semuanya bertahap, suai dg usia anak), Satu pesan saya kepada mereka (anak saya 3)kalian bebas ingin bercita-cita jadi apa saja, tetapi kalian harus jadi anak yg sholeh/sholechah. alhamdulillah hingga saat ini mereka senantiasa dlm lindungan ALLOH SWT. dg senantiasa menjalankan perintah-Nya dan menjuauhi larangan-Nya. Semoga anak-anak kita semua, juga diri kita senantiasa berjalan dijalan-Nya dan senantiasa hanya bergantung pada pertolongan-Nya, bukan mengharapkan pertolongan selain DIA. Amin yaa Robbal Alamin.

    5. Faulina Yusuf
    January 6th, 2008 at 3:04 am

    Assalamu’alaikum, Alhamdulillah,saya dapat mengakses informasi yang penting dalam pendidikan dan pengajaran anak2 saya kelak, Barokallohu.

    p.s
    saya mohon saran milis2 yang berguna, yang berkaitan dengan pendidikan anak.

  2. ani kurniawan says:

    assalaamu’alaykum

    bagaimana cara mendidik anak usia dibawah 1 tahun (7,5 bln) dengan aklhak yang baik. berikan saja contohnya…

  3. yeni says:

    saya mohon cara mendidik anak yang masih cengeng sampai usia sekarang 9 th. saya udah tdk tau mau gimana lagi. anak saya suka bandel dan kalo mengerjakan sesuatu sangatla lambat dan mesti di peringatkan berkali2. saya single parent dan mama saya yang bantu jaga anak saya karena saya bekerja. apa anak saya kurang figur seorang bapak sehingga sifatnya susah dikendalikan lagi. saya mohon jalan keluarnya. terima kasih.

  4. Susi says:

    Mudah-mudahan sy bisa. Mohon doanya…

  5. tulisan ini sungguh berguna.

  6. kenalkan Allah dan Nabi Muhammad SAW juga para Sahabat-sahabatnya

  7. ummu farhan says:

    Aslkm………….. hanya sekedar curhat, ….. ana dan teman teman ana ingiiiin sekali supaya ada sekolah yang berlandaskan Al Qur’an dan As Sunnah di Lampung, mungkin istilah nya sekolah IT (islam terpadu), tapi di lampung sulit sekali ditemui, kalaupun ada menurut saya masih kurang sekali kualitas pendidikannya. seandainya saja bisa di bangun sekolahan TK, SD, SMP,SMA IT, kami akan sangat senang sekali…. bisa ikut melahirkan penerus penerus yang ber akhlaq mulia, soleh, dan soleha….. kami akan terus berdo’a dan berdo’a…… Waslm.wr.wb….

  8. ummu Alfauzan says:

    Assalamu’alaikum wr.wb

    Ummi, saya sepakat dengan yang ummi jelaskan dalam web ini. saya mohon diberikan artikel2 untuk mendidik anak laki-laki, tetapi posisi saya adalah single parent, suami saya telah berpulang dalam usia pernikahan kami 14 bulan. Jazakillah ummi, saya sangat butuh masukan dari ummi yang lebih berpengalaman..

    Wassalamua’alaikum..

  9. ade rahayu sabki says:

    Asslm,wr,wb..
    selamat bertemu dengan teman2 pejuang dijalan allah.saya baru buka2 web ini,mungkin sedikit saya terlambat ya..
    saya ingin bertanya apakah GELATIN halal bagi muslim buat dikonsumsi?
    terima kasih atas informasinya..

  10. wan says:

    taniah …salam ziarah

  11. bunda Nadine says:

    assalamualaikum warohmatulloohi wabarakaatuh

    ummi..
    anak saya 3 thn, perempuan, sukanya marah2 (galak) dan membentak..duh..saya sedih dan takut..
    bagaimana caranya ya ummi…

    syukron qoblaha..
    wassalamualaikum warohmatulloohi wabarokaatuh

  12. anto says:

    maaf saya copy buat bacaan di rumah kelak ana gak ada internet buat suri tauladan anakana.

  13. Ummu Roja says:

    ana punya anak kira2 skrg umurny 18 th.nah dy skrg sdg terkena mslh cnt alias pacaran.ana tktny kalo anak ana terjerumus.meskipun memang anak ana msy bs jaga dri sepertiny.ap yg hrs ana lakukan..

  14. ummu raihan says:

    @ ani kurniawan dan smua ummahat…
    Subhanalloh, kebetulan si kecil ana jg 7,5bln… mendidik anak prosesnya panjang um… dimulai sejak kita blm nikah (dgn mempelajari dien ini sebaik mungkin, trutama ttg keluarga, tentu aqidah prioritas, menghafal qu’an-mumpung ksmpatan lbh bnyk dwaktu lajang), memilih pasangan yg baik, saat hamil sering perdengarkan bacaan qur’an (lbh bgus ibu sendiri yg membaca krn ada keterikatan batin dengan janin), ajak dengarkan kajian, nutrisi yg baik jg salah satu m’didik.
    Nah jika si kecil telah lahir… kita sebagai orang tua bisa mendidiknya dgn lbh real ke perbuatan(doa jg jgn pernah putus!). Biasakan mengamalkan sunah dalam ucapan maupun perbuatan contohnya ketika sikecil bangun tidur, sapa dia “anak umi sudah bangun ya, doa yuk.. alhamdulillailladzi ahyana….” lalu saat memberi ASI, memberi makan dahului dg basmallah yg dikeraskan. saat mengganti baju ajak ngobrol “naak.. bajunya basah ganti yuuk… Alhamdulillahilladzi kasaani hadza…” dahulukan yg kanan dahulu, doa pagi, sore, mau tidur dst dsb… tentu msh banyak lg tdk bs disebut satu2 disini. hal2 spt ini lakukan secara rutin, niatkan sbg ibadah dan mentarbiah anak. yg perlu dicatat, walau si kecil blm bisa bicara bukan berarti memori otaknya tidak merekam kejadian di sekelilingnya… kelak ketika mulut mungilnya tlah fasih merangkai kata -semoga- doa2, dzikir dan kalimat2 yang baguslah yang keluar darinya. jadi jangan tunda mengajari anak kita… jangan katakan “nanti ah ajari doanya, toh dia jg blm bs ngomong ini..” SALAH!! jadilah teladan yg baik bagi anak kita sedini mungkin, krn anak cenderung belajar dari contoh. jgn lupa juga akrabkan anak dgn al qur’an. pangku dia biarkan dia mendengarkan bacaan kita, atau sembari menyuapi, bisa kan kita murojaah agar hati kita jg tenang. untuk memperkaya kosakata anak jg bisa kita bacakan siroh nabi atau shohabat (biar rekaman di otaknya tmbh bnyk). bayi 7,5bln sudah bisa bersosialisasi, ajak dia berkunjung ke teman atau diajak talim jg bisa, agr dia tau bahwa ada org lain selain abi-umi. Ini dulu mungkin share dari ana… -smoga bermanfaat- smoga Alloh mudahkan kita dalam menjaga amanahNya.

  15. Ummu Roja says:

    apakah seorang anak yg terkena mslh cinta alias pacaran sebaiknya segera dinikahkan,utk menghindari hal yg tak diinginkan

  16. hanafi says:

    Assalaamu’alaikum watullohi wabarokaatuh

    Sungguh artikel yang sangat bagus dan memberi nasihat bagi kita semua

    #kepada Ummu Roja;
    Silakan membaca artikel berikut agar lebih jelas dan benar:
    http://rumaysho.wordpress.com/2009/01/20/cinta-bukanlah-disalurkan-lewat-pacaran/
    Semoga bermanfaat

    Wassalamaamu’alaikum waraohmatullohi wabaro kaatuh

  17. hanafi says:

    Untuk ummu roja’::
    Teriring doa untuk ummu;
    ada kisah seorang teman yang mungkin bisa di jadikan ibroh, sejak kelas 1 smu,dia pacaran,walopun katanya mereka pacaran islami (Tidakada,namanya pacaran islami),sampai hubngn berlanjut setelah tamat smu dan dibangku perkuliahan. jauhnya jarak, karena berbeda universitas dan propinsi tak menyulitkan mereka untuksaling berhubungan.Dan terjadilah apa yang terjadi,ketika syaithon sudah menguasai keduanya. Alhamdulillah,pintu hidayah Allah datang kepada teman ana tersebut setelah dia mersakan kesempitan hati,akibat perzinahn tersebut .Hari2nya dia lalui dengan penyesaln,tangisan dan penderitaan karena terbayang dosa2 zina tersebut. Sampai sekarang,perasaan bersalah itu senantiasa menghantui nya. bahkan kekasih yang sejak SMU dia cintai,telah memiliki pacar baru. Ummu…..
    terus terang…..
    pacaran adalah wasilah terbukanya pintu2 zinah. bukankah kita sering mendengar ayat, yang ana tulis latinnya :: ” La taqrobu zina”. yang artinya jangnlah kalian dekati zinah. Pacaran adalah media terbesar penghantar perzinahan.
    Kalo ummu mampu, menasihati anak ummu, nasihatilah dan jaga dari sekarang juga dari wasilah2 pacaran.jangan sampe penyesalan itu datang belakangan. Mungkin,ummu bisa memperdengarkan kajian ustadz Armen Halim Naro tentang “la taqrobu zina” kepada anak ummu. disana diceritkan tentang balasan kehancuran nasab yang dilakukan para pezina. Mungkin ummu bisa menjadi ibu sekaligus teman curhat bagi anak ummu. Karena,umumnya orang yang berpacaran tersebut,ingin agar diri mereka ada tempat untuk berbagi rasa “curhat”. Solusi terakhir, mungkin kalo anak ummu sudah siap menikah..maka nikahkan saja dengan orang yang sholih/sholihah.
    afwan,ini hanya ro’yu ana…bisa jadi benar dan sangat mungkin salah

  18. ummu_hanif says:

    assalamu’alaykum…artikelnya baguss,jazakillah untuk ummi, anak ana skrg sudah berumur 10,5 bulan,tapi lahmadulillah,sejak lahir sudah ana biasakan doa sehari2,ngomongnya juga sudah banyak,meski masih pake bhs bayi,

  19. rini says:

    assalamu’alaykum,
    artikelnya bagus sekali. saya punya problem,saat ini saya tinggal sama orang tua saya dan suami saya bekerja diluar kota.anak saya usianya 2 thn.saya punya kendala dalam mendidik anak karena ada campur tangan dari orang tua dan kakak saya.satu pihak saya ingin mengajarkan anak untuk lebih disiplin tetapi orang tua dan kakak saya cenderung lebih membebaskan anak saya dalam bertindak sehingga disaat saya bersikap sedikit tegas terhadap anak saya, anak saya selalu minta perlindungan ke nenek atau ke uwanya.apa yang sebaiknya saya lakukan?insyaallah untuk pendidikan akhlak sudah saya mulai sejak dia masih kecil.dari bayi saya biasakan klo untuk menidurkan anak saya saya suka membacakan ayat al-quran yang saya hafal,saat sekarang sedikitnya anak saya bisa membaca alfatihah walaupun pengucapannya belum jelas.saya biasakan klo masuk kamar mandi membaca doa,sekarang anak saya setiap masuk kamar mandi mengucapkan Allahumma inni….nanti selanjutnya pasti saya bantu melengkapi doanya,setiap makan dia sekarang biasa membaca bismillah terlebih dahulu dan sebelum tidur dia pun biasa membaca doa.

  20. saifuddin says:

    Subhanallah…Artikel yang dimuat selalu bermanfaat..Barakallahu fiikkum..

  21. maryam says:

    assalamualaykum….alhamdulillah ya ukhti………apa yang ukhti tulis itu sungguh bermanfaat bagi orang-orang yang tidak tau akan pentingnya memberikan pelajaran yang baik akan perbuatan dan tingkah laku anak-anak mereka! barakallahu fiik (oh…iya… tlg beritau ana bagaimana supaya ana dapat juga menulis di “MUSLIMAH.or.id)? sukyran ya ukh…. tolong di balas….

  22. yusnelma eka says:

    Syukran banget nih buat artkelnya,,.Tetap istiqomah and berjuang selalu ya,muslimah……..artikel yg dipaparkan ,ALhmdilah selalu bermammfaat buat para pembacanya,khusussnya para muslimah

  23. ummu fathimah saleh says:

    assalamu’alaikum
    buat ummu farhan di lampung, jangan berkecil hati dulu. kalau mungkin di lampung belum ada SDIT yang bagus, kita bisa mendidik sendiri anak kita di rumah, istilahnya homeschooling.
    sekarang sudah banyak orang yang merasa tidak puas dengan sistem pendidikan di tanah air menerapkan homeschooling pada anak-anak mereka. artinya mereka mendidik sendiri anak mereka dengan materi pendidikan sesuai yang mereka inginkan.
    para orang tua yang bingung mau menyekolahkan anak mereka karena tidak ada sekolah yang benar-benar islami, bisa pula menerapkan metode ini.
    untuk masalah ijazah, tidak perlu khawatir karena nantinya anak kita bisa mengikuti ujian paket A, B, atau C. dan jangan khawatir karena ini legal, alias ada landasan hukumnya di Indonesia.
    kalau ingin mencari info yang lebih banyak, cari aja di internet pake google dengan kata kunci homeschooling atau sekolah rumah. tapi hati2 dalam menyerap informasi karena hanya sedikit situs homeschooling yang islami.
    sekian dari saya. semoga bermanfaat.

  24. balqis says:

    anak saya perempuan berusia 3 tahun, terlalu aktif, bagaiman cara mendidik anak secara islamyang masih balita

  25. Suswati says:

    Artikel yang seperti inilah yang harus banyak dikunjungi terutama bagi yang sudah berkeluarga. memberi solusi dan menyejukkan hati.terima kasih banget…saya jadi bisa instropeksi juga.

  26. tina says:

    Assalamu’alikum… bagus bgt catatannya.. saya mau ijin share y ummi… makasih

  27. Fia Sulianti says:

    Artikel yg bgs. Mengingatkan ortu akan tanggungjawab mendidik anak yg benar sesuai sunnah Rasullah……….

  28. nida says:

    ???? ???????

  29. dessy farhana says:

    assalamualaikum wr.wb
    Saya mohon dibantu soal doa ibu untuk anaknya yg telah meninggal dunia?
    Anak sy meninggal pada usia 9 thn dikarenakan sakit, dan meninggal pada tgl 10 april 2009.
    Sy slalu aja merasa bersalah atas kematian anak saya, karena smua ni terlalu mendadak, dan sungguh tak disangka2…
    Sebelumnya sy ucapkan terima kasih.
    Wassalamualaikum wr.wb

  30. sri murni says:

    terima kasih, ini adalah pertama kalinya saya msk situs ini,menurut saya ini sangat membantu,terutama untuk ibu2 muda yang susah mengontrol emosinya seperti saya. dgn ini semoga saya bisa mendidik anak dengan lebih baik. amien

  31. misna says:

    bu, apa yang dipaparkan di atas sangat bermanfaat. dan kebetulan saya sedang mencari referensi tentanng akhlak. tolong sajikan juga faktor-faktor yang menjadi kendala orang tua dalam pembinaan akhlak terhadap anak

Leave a Reply