<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Bingkisan Istimewa untuk Saudariku agar Bersegera Meninggalkan Musik dan Lagu</title>
	<atom:link href="http://muslimah.or.id/manhaj/bingkisan-istimewa-untuk-saudariku-agar-bersegera-meninggalkan-musik-dan-lagu.html/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://muslimah.or.id/manhaj/bingkisan-istimewa-untuk-saudariku-agar-bersegera-meninggalkan-musik-dan-lagu.html</link>
	<description>Meraih Kebahagiaan Muslimah di Atas Jalan Salaful Ummah</description>
	<lastBuildDate>Sun, 12 Feb 2012 06:54:03 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
	<item>
		<title>By: ummu aisyah</title>
		<link>http://muslimah.or.id/manhaj/bingkisan-istimewa-untuk-saudariku-agar-bersegera-meninggalkan-musik-dan-lagu.html/comment-page-3#comment-16760</link>
		<dc:creator>ummu aisyah</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 08 Nov 2011 00:45:10 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslimah.or.id/?p=94#comment-16760</guid>
		<description>assalamualaykum
ana izin share ya,
syukron..^^</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>assalamualaykum<br />
ana izin share ya,<br />
syukron..^^</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: muslimah.or.id</title>
		<link>http://muslimah.or.id/manhaj/bingkisan-istimewa-untuk-saudariku-agar-bersegera-meninggalkan-musik-dan-lagu.html/comment-page-3#comment-16426</link>
		<dc:creator>muslimah.or.id</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 16 Oct 2011 16:58:19 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslimah.or.id/?p=94#comment-16426</guid>
		<description>@ Fajar Al-Mahmud

Saudara Fajar yang kami hormati, barakallahu fik. Artikel di atas kami hadirkan ke hadapan para pembaca sebagai bentuk sikap kritis kami terhadap realitas di masyarakat. Logika sederhananya, kita adalah orang Islam. Jika mengaku orang Islam, patuhilah batasan-batasan halal-haram yang telah dibuat Allah dan Rasul-Nya. Sebagaimana jika seseorang mengaku penduduk Indonesia, mereka harus mematuhi batasan-batasan yang dibuat pemimpin negeri, &lt;strong&gt;selama tidak bertentangan dengan syariat Allah.
&lt;/strong&gt;
Allah menurunkan syariat untuk diikuti oleh manusia, &lt;strong&gt;bukannya&lt;/strong&gt; untuk mengikuti hawa nafsu manusia. Jika syariat harus dirombak secara berkala untuk mengikuti &quot;tren&quot; terbaru di masyarakat, betapa kacaunya semua keseimbangan yang telah Allah tetapkan dengan penuh hikmah.

Semoga menjadi bahan perenungan bersama ....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ Fajar Al-Mahmud</p>
<p>Saudara Fajar yang kami hormati, barakallahu fik. Artikel di atas kami hadirkan ke hadapan para pembaca sebagai bentuk sikap kritis kami terhadap realitas di masyarakat. Logika sederhananya, kita adalah orang Islam. Jika mengaku orang Islam, patuhilah batasan-batasan halal-haram yang telah dibuat Allah dan Rasul-Nya. Sebagaimana jika seseorang mengaku penduduk Indonesia, mereka harus mematuhi batasan-batasan yang dibuat pemimpin negeri, <strong>selama tidak bertentangan dengan syariat Allah.<br />
</strong><br />
Allah menurunkan syariat untuk diikuti oleh manusia, <strong>bukannya</strong> untuk mengikuti hawa nafsu manusia. Jika syariat harus dirombak secara berkala untuk mengikuti &#8220;tren&#8221; terbaru di masyarakat, betapa kacaunya semua keseimbangan yang telah Allah tetapkan dengan penuh hikmah.</p>
<p>Semoga menjadi bahan perenungan bersama &#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Fajar Al Mahmud</title>
		<link>http://muslimah.or.id/manhaj/bingkisan-istimewa-untuk-saudariku-agar-bersegera-meninggalkan-musik-dan-lagu.html/comment-page-3#comment-16413</link>
		<dc:creator>Fajar Al Mahmud</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 16 Oct 2011 02:52:28 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslimah.or.id/?p=94#comment-16413</guid>
		<description>kalau musik itu bener demikian buruknya yah, ga mungkin ada pelajaran seni di SMA/SMP/SD, yang notabene sudah di pikirkan pemerintah,

memperdebatkan musik halal atau haram?... ini sama aja dengan memperdebatkan apakah melukis/ menggambar hewan, atau melukis seseorang,

sebaiknya hukum2 yg melarang yah.. itu diperhatikan kenapa bisa muncul hukum itu, apakah masih relevan atau enggak, sya bukannya ingin meninggalkan nilai2 tradisional islam, cuma, lama2 ini masyarakat kita bakal kaya uni soviet kalo cuma mempertahankan hal2 yang udah gak relevan, berpikir kritis dong..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kalau musik itu bener demikian buruknya yah, ga mungkin ada pelajaran seni di SMA/SMP/SD, yang notabene sudah di pikirkan pemerintah,</p>
<p>memperdebatkan musik halal atau haram?&#8230; ini sama aja dengan memperdebatkan apakah melukis/ menggambar hewan, atau melukis seseorang,</p>
<p>sebaiknya hukum2 yg melarang yah.. itu diperhatikan kenapa bisa muncul hukum itu, apakah masih relevan atau enggak, sya bukannya ingin meninggalkan nilai2 tradisional islam, cuma, lama2 ini masyarakat kita bakal kaya uni soviet kalo cuma mempertahankan hal2 yang udah gak relevan, berpikir kritis dong..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: www.muslimah.or.id</title>
		<link>http://muslimah.or.id/manhaj/bingkisan-istimewa-untuk-saudariku-agar-bersegera-meninggalkan-musik-dan-lagu.html/comment-page-3#comment-16080</link>
		<dc:creator>www.muslimah.or.id</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 27 Sep 2011 23:59:25 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslimah.or.id/?p=94#comment-16080</guid>
		<description>Jika senandungnya tanpa musik, maka mudah2an tidak mengapa, asal jangan sampai melalaikan. 
Jawaban selengkapnya dapat kthi baca di &lt;a href=&quot;http://konsultasisyariah.com/musik-untuk-pendidikan&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;sini&lt;/a&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Jika senandungnya tanpa musik, maka mudah2an tidak mengapa, asal jangan sampai melalaikan.<br />
Jawaban selengkapnya dapat kthi baca di <a href="http://konsultasisyariah.com/musik-untuk-pendidikan" rel="nofollow">sini</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Kaamilah</title>
		<link>http://muslimah.or.id/manhaj/bingkisan-istimewa-untuk-saudariku-agar-bersegera-meninggalkan-musik-dan-lagu.html/comment-page-3#comment-16056</link>
		<dc:creator>Kaamilah</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 26 Sep 2011 12:28:22 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslimah.or.id/?p=94#comment-16056</guid>
		<description>Assalamualaikum...afwan ukhti...saya berprofesi sebagai guru bahasa Inggris untuk anak2. Silabus yang saya gunakan hampir semuanya ada bagian dimana siswa bernyanyi menyebutkan nama2 benda misalnya. Dan silabus yang saya gunakan ini sudah dipakai di banyak negara karena terbukti efektif dalam mengajarkan bahasa Inggris. 

Di sisi lain, anak saya yang masih TK B, di sekolahnya pun ada aktifitas seperti di atas, seperti memperkenalkan kosakata baru, atau menghafal asma&#039;ul husna. 

Bagaimana solusinya? Karena -bahasa Inggris terutama- sangat sulit diterima oleh orang Indonesia bila metode pengajarannya terlalu serius. Saat ini metode yang digunakan adalah fun-learning, yaitu ketika siswa merasa senang/rileks (misalnya dengan senam di awal pelajaran, games, dan bernyanyi/acapela), maka lebih mudah baginya menerima pengajaran. Bila menggunakan metode kelas yang serius, umumnya murid akan bosan, mengantuk, sehingga ilmu yang diserap mungkin hanya 50% saja.

Mohon nasihatnya. Jazakillah khairan</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamualaikum&#8230;afwan ukhti&#8230;saya berprofesi sebagai guru bahasa Inggris untuk anak2. Silabus yang saya gunakan hampir semuanya ada bagian dimana siswa bernyanyi menyebutkan nama2 benda misalnya. Dan silabus yang saya gunakan ini sudah dipakai di banyak negara karena terbukti efektif dalam mengajarkan bahasa Inggris. </p>
<p>Di sisi lain, anak saya yang masih TK B, di sekolahnya pun ada aktifitas seperti di atas, seperti memperkenalkan kosakata baru, atau menghafal asma&#8217;ul husna. </p>
<p>Bagaimana solusinya? Karena -bahasa Inggris terutama- sangat sulit diterima oleh orang Indonesia bila metode pengajarannya terlalu serius. Saat ini metode yang digunakan adalah fun-learning, yaitu ketika siswa merasa senang/rileks (misalnya dengan senam di awal pelajaran, games, dan bernyanyi/acapela), maka lebih mudah baginya menerima pengajaran. Bila menggunakan metode kelas yang serius, umumnya murid akan bosan, mengantuk, sehingga ilmu yang diserap mungkin hanya 50% saja.</p>
<p>Mohon nasihatnya. Jazakillah khairan</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Ervina</title>
		<link>http://muslimah.or.id/manhaj/bingkisan-istimewa-untuk-saudariku-agar-bersegera-meninggalkan-musik-dan-lagu.html/comment-page-3#comment-15448</link>
		<dc:creator>Ervina</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 21 Aug 2011 13:04:29 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslimah.or.id/?p=94#comment-15448</guid>
		<description>izin share blog ya...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>izin share blog ya&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

