Penanganan Batuk dan Pilek Pada Anak Tanpa Obat Kimia

Bayi berusia di atas enam bulan sering kali mengalami batuk dan pilek yang diakibatkan oleh infeksi virus ringan. Hal itu sangat wajar terjadi karena asupan ASI sudah berkurang dan makanan-pendamping-ASI mulai diberikan. Asupan ASI yang berkurang menyebabkan kekebalan tubuh bayi sedikit menurun. Akibatnya, bayi lebih rentan terkena infeksi virus.

Sebenarnya, jika infeksi tersebut disebabkan oleh virus, proses pengobatan – utamanya pada anak balita – tidak memerlukan obat-obat kimia, karena penyakit yang disebabkan virus merupakan jenis penyakit yang akan sembuh sendiri dengan cara meningkatkan daya tahan tubuh dengan asupan gizi yang bagus

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan jika anak bayi atau balita terserang batuk atau pilek:

  1. Memberi cairan yang cukup. Jika si anak masih mengonsumsi ASI, pemberian ASI yang optimal akan meningkatkan daya tahan tubuhnya. Jika anak tersebut sudah tidak mengonsumsi ASI, pemberian air putih hendaknya diberikan dalam jumlah banyak.
  2. Menghangatkan tubuh bayi dengan sinar matahari pagi , sekitar pukul 6 – 6.30 selama kurang lebih 15 – 30 menit (catatan: lindungi mata bayi dari paparan sinar matahari langsung).
  3. Menghangatkan bayi dengan minyak telon atau kayu putih.
  4. Menidurkan bayi dengan kepala lebih tinggi agar bisa memberinya kenyamanan bernapas.
  5. Memberikan madu dan jeruk nipis jika si anak juga terserang batuk (selain pilek). Namun sebaiknya diberikan hanya pada anak berusia di atas 2 tahun.
  6. Memberikan sup ayam hangat, yang berfungsi meredakan hidung tersumbat.
  7. Dalam studi yang diterbitkan oleh International Journal of Pediatric Otorhinolaryngology disebutkan bahwa garam memiliki khasiat anti-inflamasi yang dapat membantu mengeluarkan lendir dan melegakan pernapasan, serta meredakan batuk dan radang tenggorokan. Hidung tersumbat bisa coba diatasi dengan meneteskan larutan garam fisiologis yang bisa dibeli di apotek atau toko obat.

Anda juga bisa membuat sendiri larutan garam dengan cara sebagai berikut:

    • Larutkan ½ – 1 sendok-teh garam ke dalam setengah liter air hangat.
    • Teteskan larutan tersebut sebanyak dua kali, dengan bantuan pipet bayi atau semprotan untuk hidung bayi.
    • Lakukan setiap hari minimal tiga kali.
    • Disarankan sangat berhati-hati dalam melakukannya.

Adapun untuk mengatasi sakit tenggorokan atau batuk, ajarkan si kecil untuk berkumur dengan larutan air garam hangat.

Perlu ke dokter jika …

  1. Anak terlihat lesu, kesakitan, muntah, dan tidak mau makan atau minum.
  2. Susah bernapas, atau bernapas lebih cepat dari biasanya.
  3. Demam tinggi (terutama pada bayi) atau keadaan hidung berair.
  4. Dahak/lendir berwarna kuning, hijau, coklat, atau ada bercak merah/darah.
  5. Bunyi keras ketika bernapas setelah batuk.
  6. Batuk berdarah.
  7. Terdengar suara nyaring ketika menarik napas.
  8. Ada bunyi ketika menghembuskan napas (kecuali Anda telah mengetahui cara mengontrol asma dari dokter-anak Anda).
  9. Bibir, wajah, atau lidah anak berwarna kebiruan.
  10. Berat badan anak menurun.

***
Muslimah.Or.Id
Penulis: dr. Ririn Mardiastuty
Sumber:

Donasi dakwah YPIA

Leave a Reply