Penyusun: Redaksi Muslimah.or.id
Saudariku yang dirahmati Allah, bulan-bulan terakhir ini Indonesia cukup disibukkan dengan wabah demam berdarah (DB) yang meluas dan menjangkiti hampir seluruh wilayah. Penyakit ini dapat menyerang anak maupun dewasa. Tingkat keparahannya bervariasi, mulai dari yang bisa sembuh sendiri sampai yang fatal. Pandangan masyarakat pun berbeda-beda tentang DB. Ada yang sangat ketakutan, namun ada pula yang menanggapi sambil lalu. Sebenarnya, apa dan bagaimana sih terjadinya DB itu ?
Apakah DB itu?
Demam berdarah dengue, istilah kedokterannya Dengue Hemorrhagik Fever (DHF) adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus Dengue tipe 1-4, dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti betina (dominan) dan beberapa spesies Aedes lainnya. Di Indonesia sendiri, keempat tipe virus Dengue dapat ditemukan, dan yang dihubungkan dengan gejala DHF yang parah adalah tipe 3. Kekebalan (imunitas) terhadap satu jenis virus tidak berlaku untuk infeksi jenis virus lainnya, bahkan dapat menimbulkan reaksi yang kurang menguntungkan bagi tubuh. Jumlah kasus DHF utamanya meningkat pada musim hujan dimana sumber air bersih bagi perkembangbiakan nyamuk Aedes tersedia dimana-mana, jika tidak dilakukan program pembersihan lingkungan yang baik.
Apa Saja Tanda-Tandanya ?
Saudariku yang dirahmati Allah, gejala yang tampak akibat infeksi virus dengue biasanya muncul setelah masa inkubasi (masa dimana virus berkembang hingga menimbulkan gejala) 3-8 hari setelah virus masuk ke dalam tubuh. Jika sistem pertahanan tubuh dapat mengatasi virus, maka gejala yang tampak bisa ringan atau bahkan tidak didapatkan. Namun jika tidak, dapat timbul beberapa kondisi sebagai berikut:
Jika seluruh atau beberapa gejala diatas ditemukan pada seseorang, maka secara medis orang itu didiagnosis menderita Demam Dengue (Dengue Fever).
Adapun tanda-tanda seseorang menderita Demam Berdarah Dengue (DHF) adalah jika didapatkan:
Kriteria berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium darah:
Jika terdapat minimal 2 tanda klinis dan 2 laboratoris, maka orang yang mengalaminya didiagnosis menderita DHF. Berdasarkan tanda-tanda diatas pula, DHF dibagi atas beberapa derajat, yaitu:
Apakah Semua Penderita DHF Perlu Dirawat ?
Jawabannya: Tidak, ya Saudariku fillah. Rata-rata penderita atau keluarga penderita mulai menyadari sakitnya pada DHF grade I-II, dan keduanya tidak memerlukan perawatan di rumah sakit, kecuali jika penderita sangat sulit minum dan makan, yang biasanya terjadi pada anak kecil. Yang memerlukan perawatan dan pemantauan intensif hanya DHF grade III-IV, karena fatalitas yang mungkin terjadi. Jadi janganlah kita tergesa-gesa memaksakan perawatan di Rumah Sakit, apalagi jika demamnya baru berlangsung selama 2-3 hari dan kondisi penderita masih cukup baik, masih mau makan dan minum. Selain karena sifat penyakit ini yang sebenarnya dapat sendiri dengan perbaikan kondisi penderita, kita juga dapat menghindari pengeluaran biaya yang tidak perlu dan kontaminasi kuman yang mungkin terjadi di rumah sakit.
Apa yang Bisa Dilakukan di Rumah ?
Pengobatan DHF sesungguhnya bersifat suportif dan simtomatik, artinya tidak memerlukan obat untuk kausanya (seperti antivirus). Yang paling ditekankan adalah nutrisi dan hidrasi alias makan dan minum yang cukup. Lebih ditekankan untuk minum yang banyak, untuk mengatasi efek kebocoran plasma darah dan meningkatkan jumlah trombosit. Setidaknya, memenuhi kebutuhan cairan harian per harinya, yang dapat dihitung dengan rumus:
Pengobatan lain yang dapat diberikan adalah kompres hangat dan penurun panas jika demam, vitamin penambah nafsu makan, antimuntah jika dibutuhkan. Perlu diingat juga bahwa penggunaan antibiotik tidak diperlukan pada kasus DHF murni (tanpa adanya infeksi bakterial). Jika ada diantara ukhti yang membawa pasien DHF berobat, dan kemudian mendapatkan resep antibiotik, bertanyalah pada dokter atau yang meresepkan tersebut apa kepentingannya, agar tidak terjadi pemborosan uang dan obat, dan membebani tubuh penderita.
Kapan Harus Waspada ?
Beberapa kasus DHF dapat berlanjut menjadi serius yang diakibatkan oleh beberapa faktor, antara lain seperti keganasan virus dan pertahanan tubuh yang lemah. Tanda-tanda yang menunjukkan penderita perlu mendapat pemeriksaan medis antara lain:
Tanda-Tanda Syok
Tanda-tanda tersebut menggambarkan perembesan plasma yang tidak teratasi dan efek perdarahan dalam rongga tubuh (misalnya saluran cerna, otak) akibat trombosit yang terus turun. Penderita yang mengalami tanda diatas sebaiknya segera diperiksakan ke Rumah Sakit untuk mendapat penanganan lebih lanjut.
Lalu… Kapan Sembuhnya ?
DHF umumnya akan mengalami penyembuhan sendiri setelah 7-8 hari, jika tidak ada infeksi sekunder dan dasar pertahanan tubuh penderitanya memang baik. Tanda penyembuhan antara lain meliputi demam yang turun perlahan, nafsu makan dan minum yang membaik, lemas yang berkurang dan tubuh terasa segar kembali.
Nah saudariku, semoga informasi singkat diatas dapat menambah pengetahuan kita akan DB/DHF ini. Yang terpenting hendaknya kita selalu ingat bahwa Allah Ta’ala menciptakan segala sesuatu pastilah ada hikmahnya. Contoh kecil adalah penyakit ini, dimana virus yang ukurannya dalam skala nanometer, dapat menyebabkan sakit serius pada mahluk yang jauh lebih besar darinya, menunjukkan betapa lemahnya kita manusia di hadapan Sang Pencipta alam semesta.
Maroji’:
***
Artikel www.muslimah.or.id
© 2006 - 2011 muslimah.or.id - Meraih Kebahagiaan Muslimah di Atas Jalan Salaful Ummah
March 24th, 2010 at 02:39
Artikel yang informatif dan menarik. Namun bila boleh dikoreksi, terapi demam berdarah memang hanya pengobatan suportif dan asimptomatis. Akan tetapi kita tidak boleh melupakan pemantauan dan pengobatan segera. Di artikel hanya menyebutkan penderita sebaiknya memerlukan pemantauan lebih lanjut bila terdapat tanda kegawatan, padahal itu sudah terlambat!!! Banyak kasus pasien DBD meninggal hanya karena datang pada stadium III-IV, padahal apabila datang pada stadium I-II penanganannya akan jauh lebih mudah dan sederhana. Apabila fulan datang pada demam hari ke3 dengan trombosit masih 140 rb, okelah tidak dirawat, pemantauan ulang hematokrit dan trombosit 1-2 hari ke depan. Banyak minum, istrirahat yang cukup,mungkin infeksi virus biasa.akan tetapi bila hari ketiga/keempat trombosit 100rb dengan gejala demam saja, janganlah dibiarkan di rumah. seringkali kita tidak selalu didampingi orang lain, atau orangtua tidak di rumah setiap saat, anak bisa jatuh ke dalam keadaan syok dengan cepat. DBD pada anak mudah memburuk karena biasanya anak malas minum sehingga asupan cairan kurang. Hati-hati pada anak yang lebih gemuk, gejala syok lebih sulit terlihat orang awam karena anak dapat terlihat masih segar. saat datang anak dibawa karena badan dingin, sianosis atau kebiruan, pemberian akses intra vena juga lebih sulit. janganlah bertambah banyak korban jatuh karena ketidaktahuan dan ketidakpedulian. tentu saja, pencegahan tetap merupakan upaya yang paloing penting dilakukan sebagai individu, atau dari pemerintah. Demikian, terimakasih atas perhatiannnya.
March 25th, 2010 at 06:07
assalamun’alaikum. anak sy berumur 5bln demam sdh 3hr n badannya lemas susah u/ minum tp makan masih mau. apa putri sy kena dbd?doakan semoga putri sy cepat sembuh amin
March 27th, 2010 at 22:26
terima kasih banyak ya info dan ilmunya….
insaallah akn saya terapkan pada keluarga dan teman-teman yang lain
sekali lagi terima kasih ya….
April 3rd, 2010 at 01:41
Apakah yg haru dimakan agar tidak terjadi demam berdarah?????????????
Kenapa bisa berdampak pada kematian?????????????
Saya mohon jawab cepat.
Karna saya da pernah mengalaminya dan saya ingin mencegahnya
April 4th, 2010 at 18:04
WAKASA VS DBD
Penelitian ini dilakukan di RSKB dari bulan Mei 2009 hingga Oktober 2009. Penelitian baru dilakukan setelah mendapatkan persetujuan dari Panitia Etik FKUI. Subyek penelitian dipilih dengan metoda consecutive sampling, berdasarkan diagnosis yang sesuai dengan kriteria WHO 1997, serta memenuhi kriteria yang diajukan seperti dibawah ini.
Kriteria Inklusi
1. Demam hingga 7 hari.
2. Serologi Dengue Ig M (+) atau NS1 positiv.
3. Trombosit <100.000/mm3.
4. IMT ♂ 20,2 – 27; ♀ 18,9 – 25,2.
5. Tidak menderita penyakit dengan gangguan fungsi imun (Tuberkulosis, Diabetes Melitus Tipe2, sirosis hepatis atau gagal ginjal kronik).
6. Nilai SGOT/SGPT dalam batas normal.
7. Bersedia ikut penelitian dan menandatangani informed consent.
Kriteria Eksklusi
1. Wanita hamil
2. Menderita penyakit TBC, DM, sirosis hepatis, gagal ginjal kronik
3. Mengalami sindroma SRD.
Pasien rawat inap yang memenuhi kriteria seperti di atas ditawari untuk ikut dalam penelitian. Hanya subyek yang telah menandatangani informed consent yang diikutsertakan sebagai subyek penelitian. Selanjutnya subyek dirandomisasi ke dalam dua kelompok (pok), yaitu pok perlakuan dan pok kontrol.
CGF 40% yang diberikan merupakan produk dibuat dari ganggang air tawar, diekstrak guna memanen derivat asam nukleat dari sel-sel yang telah dikeringkan sebelumnya dengan air panas (80oC). Selanjutnya substansi yang kaya akan asam nukleat serta asam amino tersebut dipisahkan dari residu padatnya dengan sentrifugasi, dari mana supernatan yang dihasilkan kemudian disaring dengan metode mikrofiltrasi.
Saat masuk pasien diperiksa oleh dokter poliklinik, jaga atau dokter spesialis penyakit dalam, meliputi pemeriksaan fisik dan laboratorium, seperti Hb, Ht, trombosit, IgM anti DEN/NS1, ureum, GOT, GPT, dan Prot T/A/G. Selanjutnya di ruang rawat inap dokter spesialis yang merawat melakukan pemeriksaan lanjut.
Kedua kelompok mendapat perawatan rumah sakit standar. Selama penelitian pok perlakuan mendapat bahan intervensi CGF 40% dengan dosis 1 x 30 ml per hari, serta terapi standar yang dianjurkan WHO, 1997. Di lain pihak pok kontrol hanya mendapat terapi standar saja. Pemeriksaan trombosit, hemoglobin dan hematokrit dilakukan setiap hari. Bila kemudian disertai pula oleh penyakit infeksi lain seperti demam tifoid, selain mendapat terapi standar perlu pula mendapat tambahan antibiotik ciprofloxasin.
Henti rawat atau pengakhiran penelitian dilakukan apabila tercapai kondisi klinik dan laboratorik yang memenuhi kriteria pemulangan subjek dari RS, atau pasien jatuh ke dalam DBD berat atau SRD yang ditentukan oleh dokter spesialis penyakit dalam yang merawat. Kriteria laboratorik pemulangan subjek adalah bebas dari simptom dan gejala DBD serta pencapaian jumlah trombosit di atas 100.000/mm3.
info.0274236
April 7th, 2010 at 22:34
trima kasih…..
saran….
mungkin harus di tambahkan cara penangan di rumah sakit untuk memudahkan para calon perawat,bidan dan para calon dokter
April 26th, 2010 at 23:36
waduh artikel nya bagus baget boleh di copy ga’?
April 29th, 2010 at 08:46
.sukroN Kasiir ukhti :-)
May 4th, 2010 at 01:10
Lindungi Keluarga Anda Dari Demam Berdarah dengan menggunakan kelambu nyamuk made in Indonesia merk rhematex. Mutu Premium dengan harga Terjangkau.
Kunjungi Situs Kami di http://kelambunyamuk.com
Turut Membantu Pemerintah Mencegah DBB.
May 5th, 2010 at 11:07
Mohon disertai Tehnik mendeteksi DBD yang mudah dilakukan, Thanx….
May 14th, 2010 at 06:12
oke! nasehat yg bagus,jd kita hrs tetap waspada ya… akan demam berdarah. berhubung krn ini msh musim penghujan, jd hrs jaga kondisi dan jgn lupa menjaga kebersihan.
May 22nd, 2010 at 06:40
maaf, jadi selain secara medis cara tradisionalnya harus makan atau minum apa?
May 29th, 2010 at 20:13
wah pengetahuan dari sini sangat bermanfaat
June 10th, 2010 at 23:19
Saya sangat mendukung dengan adanya informasi ini,semoga aja dengan adanya informasi ini semakin banyak orang yang tahu mengenai DB dan mengurangi korban yang lebih banyak.
June 18th, 2010 at 06:44
thx 4 d info fren
June 25th, 2010 at 17:11
ya Allah sehatkan badan kami ,tambahlah rejeki kami ,dan kuatkan iman islam kami .amin ya Allah smga kami yang sakit diberi kesembuhan
June 28th, 2010 at 05:46
Salam…
Saya punya sepupu yang saaat ini lg sakit demam tinggi dan trabosit turun…
bagaimana cara mengatasinya dan pencegahan apalagi si anak tersebut lagi tumbuh gigi….?
July 2nd, 2010 at 01:05
sebagai tambahan derajat DHF yang dari I s.d IV sebenarnya tidak terlalu mudah untuk diketahui,bahkan bisa jadi tidak berurutan seperti keterangan di atas.
Saya pernah mengalami demam berdarah,gejala pertama panas tinggi,dan pusing yang sangat hebat.di gejala ini saya sudah merasa tidak enak makan makanan apapun
sempat turun pada hari berikutnya tetapi tidak terlalu lama,kemudian kembali panas dan pusing di sertai pegal-pegal yang menyerang pundak,betis dan paha.saya tidak tahu ini derajat berapa di DHF artikel di atas
Kemudian selanjutnya terasa mual dan nyeri sampai akhirnya muntah darah,sampai fase ini saya terpaksa di rawat di rumah sakit.
ketika di rawat inilah kurang lebih hari ke-2 saya baru mengalami bintik bintik merah di hampir sekujur tubuh rasanya panas dan sedikit gatal di lihat artikel diatas ada di derajat ke-2
kurang lebih 5 hari saya bisa dinyatakan sembuh dan pulang,saya tidak tahu pasti apakah harus dirawat di RS/tidak,namun dari beberapa keterangan beberapa orang Dokter bila di Rawat di rumah di khawatirkan virus tersebut lebih cepat menyebar ke organ organ vital seperti liver ( hati )/paru-paru,karena prinsipnya penyembuhan perawatan harus adu cepat dengan virus tersebut jika tidak virus tersebut akan semakin menjadi-jadi,bahkan dalam beberapa kasus bisa menyebabkan kematian.
July 26th, 2010 at 04:56
terima kasih atas infonya karna infonya sangat membantu dalam tugas saya….
July 28th, 2010 at 05:44
terima kasih sekali atas informasinya karena informasi ini sangat berguna bagi saya dan org lain. dan saya juga sekalian ingin mencari informasi bagi tugas saya yang mendadak ini. Saya sangat berterimakasih sekali atas informasinya.
September 6th, 2010 at 18:01
ass..
sudah 2hari ini saya demam,pusing yg sangat hebat dan badan saya seperti dilempari batu bertubi2.ada bintik2 merah di kedua tangan saya.tetapi hilang jika ditekan.mhon saran,apa yg harus saya lakukan
mksii..
wass
September 22nd, 2010 at 07:13
baru 2 bulan yang lalu saya kehilangan putra kesayangan usia 7 tahun 4 bulan. mengapa di zaman yang canggih belum ada yang bisa menemukan obat yang langsung dapat membasmi virus dbd???! kebetulan anak saya BB 40kg, selama 2 hari 2 malam dia tidak tidur dan mulutnya terus bicara berhalusinasi tanpa henti dan lelah, tetapi jika diajak bicara dia mampu menjawab, bahkan kalimat thoyibah dan al Fatihah pun mampu dia ikuti, dalam sekejap napasnya berbunyi tersengal2, tangan dan kakinya membiru, mulut keluar busa, lalu keluar darah dari mulut dan hidungnya, sampai malaikat menjemputnya….benar2 penderitaan luar biasa dan mengiris hati kami. mdh2an jgn ada lagi orang tua malang seperti kami.
September 25th, 2010 at 01:32
terima kasih ya infonya….aku izin copi ya…
September 29th, 2010 at 01:15
terimakasih,, atas informasi’a ….
semoga dengan informasi ini saya lebih memahami penyakit DBD itu…..
October 1st, 2010 at 07:49
@ ida kurniawati
Tidak setiap kondisi demam dengan bintik-bintik merah merupakan gejala demam berdarah. Jika melihat dari penjelasan anti, sepertinya keluhan sakit pada tulang sangat dominan, dan biasanya ini khas pada penyakit chikungunya. Namun demikian, untuk lebih memastikan, hendaknya memeriksakan diri jika sudah demam hari ketiga, supaya bisa dilakukan pemeriksaan laboratorium (cek darah).
-dr. Avie Andriyani Ummu Shofiyyah-
October 24th, 2010 at 04:59
terimakasih atas ilmunya. semoga menjadi amal ibadah
November 8th, 2010 at 14:44
Assalamu’alaikum…
Alhamdulillah…ini informasi yg sangat berguna bagi kita semua dan memiliki nilai pembelajaran yang tinggi sekaligus cara beramal yang sangat baik.
Saya sangat berterimakasih karena telah dibantu dengan adanya informasi ini yang secara kebetulan sedang mengalamai gejala serupa.
Kesehatan memanglah sangat mahal harganya dan tentunya mencegah lebih baik daripada mengobati. Dengan referensi ini, Insyaallah penyakit yang saya derita ini dapat saya cegah sejak dini.
Terimakasih atas informasinya, Sesungguhnya kesembuhan datangnya dari ALLAH SWT dan kita hanya bisa berusaha dan berdoa,,, Manusia dan makhluk hidup lainnya hanyalah perantara dari kesembuhan itu… Amin…
Wass…
Dodi H.L
Berastagi, Medan.
November 13th, 2010 at 19:10
ah,biasa aja infonya ttg dbd.gak ada yang baru ttg ilmu dbdnya.teori bgt.padahal sekarang penyakit dbd gejala dan manifestasinya kadang susah diprediksi
November 14th, 2010 at 08:54
Anakku yang perempuan terserang DB,…..alhamdulillah setelah masa kritis yang ditandai dengan menurunnya trombocit darah dari 80->60->40->21->lalu naik jadi 28, dilalui dengan baik. Kemudian untuk lebih yakin lagi akan kesembuhan anakku saya baca artikel ini….alhamdulillah jadi banyak tahu dan menambah wawasan saya tentang DB,…..terima kasih.
MAHA BESAR ALLOH…..HANYA ENGKAULAH YANG MAHA MENYEMBUHKAN…..
November 30th, 2010 at 07:25
dari hari minggu aku keluar bintik2 merah (dominan di bagian tangan, lutut juga) tapi gak terlalu baNyak…….
aku juga aga merasa sesak_ jika bermafas…..
apa yang harus aKu laKukan…….
saaT ini 30 Nov saya belum melakukan pengobatan….
nafsu makan saya masih seperti biasa…..
3 sampe 4 kali sehari_
December 5th, 2010 at 20:19
Terima kasih atas informasi ini. saya seorang ibu yang sedang gundah, dimana anak saya sekarang ini lagi demam.
informasi ini mudah di cerna oleh orang awam. terima kasih banyak, semoga Allah SWT memberikan tambahan fahala atas anda yang menulis informasi ini.
January 11th, 2011 at 14:11
jika ada bintik” merah tiba” ada di seluruh badan sehabis demam tinggi. apa itu gejala DB,,,????
January 11th, 2011 at 21:19
asalamualaikum,,,,
anaku lg diduga terjangkit DBD ,dulu suda pernah dirawat karena DBD..
makanan apa yg membuat supaya cepat segar dan makanan apa pantangan yg ngak boleh dimakan.. doakan anaku sehat ya…..
walaikumsalam,
March 8th, 2011 at 05:59
saya suka sekali dengan berita ini
assallammualaikum
terima kasih semoga ini menjadi pelajaran untuk saya bila saya mendrita penyakit seperti itu
April 2nd, 2011 at 20:14
Wah…wah…. bagus sekali artikelnya…mantap benar, bisa dipakai bahan presentasi dilingkungan masyarat, apalagi sekarang sudah mulai lagi penyakit DBD perlu disebar luaskan dan dibagikan ilmunya nich… trima kasihnya buat artikelnya
April 16th, 2011 at 20:48
assalamualaikum,
saya sangat terbantu sekali dengan informasi ini ada sedikit yang ingin saya tanyakan anak saya saat ini demam tinggi di atas 40c dan sudah 7 hari oya anak saya berumur 20bln. dia tidak mau makan minum dan semuanya memasuki hari ke 5 anak saya mulai lemas tidur aja dan tak bangun bangun matanya selalu terpejam meskipun tidak tidur.sekarang memasuki hari ke 8 panasnya turun tapi di tangan dan mukanya keluar bercak merah seperti gigitan nyamuk. yang ingin saya tanyakan apakah anak saya terkena demam berdarah ? perlu saya utarakan di sini 4 x ank saya saya bawa ke dokter dan selalu di anjurkan untuk cek lab tapi saya tidak lakukan karena kasihan tangan kecilnya harus di tusuk jarum tapi saat ini berat badan anak saya terus menurun dalam 1 minggu turun 4kg. apa yang harus saya lakukan ? thanks atas jawabanya.
April 27th, 2011 at 13:22
# Fauziah
Bintik-bintik merah tidak hanya terdapat pada penyakit demam berdarah, tapi bisa juga muncul pada penyakit Typhus, Campak, Cikungunya, dll. Jadi harus dilihat juga gejala penyertanya dan wujud bintik-bintiknya (apakah hilang bila kulit ditekan, bagaimana penyebarannya di tubuh, dll) (dr. Avie Andriyani)
April 27th, 2011 at 20:21
#vivi
Wa’alaykumussalam. Untuk menentukan diagnosis, terkadang dibutuhkan pemeriksaan penunjang, dan salah satunya adalah dengan pemeriksaan darah di laboratorium. Sayang sekali anti tidak mengikuti anjuran dokter untuk melakukan cek darah. Jadi untuk menentukan apakah anak anti mengalami demam berdarah juga sulit, mengingat ada banyak diagnosis banding demam berdarah yang memiliki gejala serupa. (dr. Avie Andriyani)
May 9th, 2011 at 19:53
mekanisme dari demam berdarah apa yUa ??
May 14th, 2011 at 14:53
Saya sangat senang sekali dengan artikel diatas dan akan saya jadikan pelajaran yang sangat berharga dalam kehidupan saya karena adik saya juga kena DBD dan sampai meninggal dunia mudah”an dalam kasus” selanjutnya saya jadi mengerti kalau terlambat sedikit saja bisa kecolongan. Terima kasih juga dengan komentar”nya.
June 5th, 2011 at 14:39
agar disankan kepada warga melalui RT saat arisan ibu, atau bapak2.
July 4th, 2011 at 03:24
makasih..
Saya akan berjuang untuk sembuh..
July 14th, 2011 at 13:27
memang benar hal tersebut kalo tiba fase syok sangat bahaya krn sy mengalami pd anak sy baru berumur 6 th sampai nadi nya lemah hampir tak teraba, syukurlah segera di masukan ke ruang ICU utk dpt penanganan lebih intensif, lingkar pinggang membesar perut dan hati membengkak,,, jangan sampai ibu2 dan kawan2 lain mengalaminya, lebih baik cegah sebelum terjadi. tk
July 20th, 2011 at 20:20
artikel bagus, namun menurut saya artikel ini bisa menjebak pembaca.
saya setuju dengan pendapat agan tita maulita sawitri.
kesan yg didapat saat membaca artikel ini seolah2 adalah: datanglah k rumah sakit bila sudah gawat.
padahal bila masuk stadium III-IV biasanya sudah terlambat.
selanjutnya idem agan2 yang lain.
August 19th, 2011 at 09:40
Kebetulan sy buka website ini ketika sy berada di RS menunggu anak sdng di rawat,kebetulan anak sy usia 4,5thn positif di diagnosa DBD, apa yg telah sy baca diatas sama persis dg apa yg terjadi sm anak sy, termasuk smp sy bawa k RS krn memang tdk mau makan dan minum sdh 3hr. Dan memang ketika pertama msk RS(demam hari ke-4) trombosit terus menurun dr 171,106,100,97,90,53,35,33 masuk hr ke-8 alhamdulillah trombosit naik ketika hr ke-7 33 maka hr ke-8 menjadi 57, menurut dokter trombosit itu akan terus naik, makan dan minum sudah agak banyak, fase kritisnya sdh berakhir dihari yg ke-8
August 19th, 2011 at 15:03
Sy saat menulis ini di perkirakan kena DB sudah 2 hari ini , hari pertama sudh ke dokter dan hanya di berikan pereda sakit pegal pegal , puyeng dan vitamin anti biotik tdk di berikan , yg ironisnya istri sdh pulang kampung duluan jd smua harus di lakukan sendiri , berkat rahmat Allah sy mendapat informasi dr berbagai situs , blog ,dll sehingga dpt di simpulkan pd hari pertama dan kedua ini sy tetap banyakin minum dan makan dan istirahat smbil berdoa, menjelang hari kedua ini perut agak sakit untuk berbaring tp klu berdiri tdk sakit … Insy Allah hari ke tiga sy bru cek darah di karenakan di hari awal dan ke dua bila di cek darahnya belum ketauan , minta doanya juga ya netter smoga saya cepet sembuh dan bisa mudik pulang
kampung..
Oh iya saat ini sy banyakin minum air bening 1 liter tiap 1 – 2 jam , di barengi dgn sari kurma … Smoga ALLAH menganugerahi khasiat padanya untk menyembuhkan badan kita …
Sedih bener klu sakit tdk ada saudara atw istri …
September 3rd, 2011 at 05:17
Anak sayasdg dirawat di RS menderita Demam Berdarah, sdh 4 hari ini dirawat dan kejala panas turun naik sdh 2 hari sebelum dirawat di RS, kejalanya sama persis dengan keterangan diatas…. Bintik merah sdh keluar, sakit kepala, sakit perut dan kesadaran menurun, pemberian obat anti biotik kerap kali diberikan ketika anakku merasa sakit, kalau sdh spt ini apa yg harus saya lakuka?
September 3rd, 2011 at 13:29
#edy oeyip : karena anak antum sudah dalam perawatan intensif dokter di RS, maka antum bisa lebih tenang. Dokter akan terus melakukan observasi terhadap demam anak. Cek darah di lab biasanya jg akan rutin dikerjakan utk mengetahui kadar trombosit. Antisipasi thd syok jg sdh dilakukan dgn pemberian cairan lewat infus. Teruslah membangun komunikasi dan banyak bertanya pada dokter dan perawat. Antum berhak tahu tentang obat dan tindakan yg dilakukan thd anak antum. Kami sarankan utk terus berdo’a pd Allah memohon kesembuhan utk anak antum. Berikan dukungan dan kuatkan mental anak, karena pengalaman dirawat di rumah sakit mrpkn pengalaman yg cukup traumatis utk seorg anak, apalagi harus ditusuk jarum suntik, diinfus, minum obat yg pahit, dan terbaring lemas di atas kasur sepanjang hari. Hiburlah dan temani anak. Keberadaan antum dan keluarga di sampingnya sangatlah berharga. Sedikit koreksi, mungkin maksud antum adalah diberikan analgesik(anti nyeri) ketika kesakitan. Bukan antibiotik, karena antibiotik adalah obat yg diberikan utk penyakit infeksi yg disebabkan oleh bakteri
October 28th, 2011 at 00:43
Bapak/Ibu saya mau tanyakan sari buah jambu biji yang merah bagus ga bapak/ibu untuk membantu dalam pengobatan apabila kita terkena DB/DHF ? terimakasih sebelumnya wasalammualaikum….
December 1st, 2011 at 19:49
Aww. 2 mggu Ψğ lalu anak sy positif dbd ttp trombosit msh normal,so tdk dirawat ϑάπ lewat 7hr sembuh..tp skrg anak sy demam lg dah 3hr ϑάπ sdh sy bw ke dr anak pd hr p1 hanya ∂ïberi obat..panasnya naik turun,ϑάπ tubuh bercak2 merah pd telapak tangan ϑάπ tumit kk..sy k dr lg tp dr tdk myarankan to cek lab kmbli,ktnya cek lab tunggu hr ke 4 or ke 5..anak sy jd mls mkn ϑάπ minum pun dibujuk2 dl..bgmn mnrt anda apakah sy hrs mnggu smpai hr ke 4 br dbw k dr lg?kira2 apakah dbd Ψğ kmrn kmbli lg?