Tidak lengkap rasanya sebuah keluarga tanpa kehadiran seorang anak. Celoteh, tangis, kemanjaan, dan kerewelan seorang anak bahkan adalah lantunan kehidupan yang mampu menggelorakan cinta dan semangat hidup kedua orangtuanya. Bukankah salah satu tujuan pernikahan adalah meneruskan keturunan? Apalagi bila buah hati yang dinanti adalah generasi yang diharapkan kelak bisa dididik menjadi seorang hamba Allah yang shalih.
Anak adalah salah satu nikmat dari Allah. Maka, saat sang buah hati yang dinanti belum juga dikaruniakan oleh-Nya, hendaklah sepasang suami-istri tetap ber-husnuzhon (berprasangka baik) dan ridha akan ketetapan Rabb-nya. Meski demikian, baik suami maupun istri hendaknya tetap terus berusaha dan berdoa. Bukan hanya sekedar doa memohon kehadiran seorang anak, tetapi kehadiran anak-anak yang shalih dan shalihah.
Salah satu usaha yang bisa dilakukan adalah dari segi kesehatan. Bisa jadi ada sebab atau penyakit tertentu yang menyebabkan suami-istri tersebut sulit memiliki keturunan. Istilah yang mungkin sering kita dengar adalah “infertilitas”. Apakah sebenarnya yang dimaksud dengan infertilitas?
Pada dasarnya, infertilitas adalah ketidakmampuan secara biologis dari seorang laki-laki atau seorang perempuan untuk menghasilkan keturunan. Infertilitas juga berarti perempuan yang bisa hamil namun tidak sampai melahirkan sesuai masanya (37-42 minggu). Dalam bahasa awam, infertil disebut juga tidak subur.
Definisi Infertilitas
Menurut dokter ahli reproduksi, sepasang suami-istri dikatakan infertil jika:
Infertilitas Primer vs Infertilitas Sekunder
Infertilitas sendiri ada dua macam, yaitu infertilitas primer dan infertilitas sekunder. Pasangan dengan infertilitas primer tidak bisa hamil sedangkan infertilitas sekunder adalah sulit untuk hamil setelah sudah pernah sekali hamil dan melahirkan secara normal sebelumnya.
Kejadian Kasus Infertilitas
Penyebab Infertilitas
(1) Umur
Kemampuan reproduksi wanita menurun drastis setelah umur 35 tahun. Hal ini dikarenakan cadangan sel telur yang makin sedikit. Fase reproduksi wanita adalah masa sistem reproduksi wanita berjalan optimal sehingga wanita berkemampuan untuk hamil. Fase ini dimulai setelah fase pubertas sampai sebelum fase menopause.
Fase pubertas wanita adalah fase di saat wanita mulai dapat bereproduksi, yang ditandai dengan haid untuk pertama kalinya (disebut menarche) dan munculnya tanda-tanda kelamin sekunder, yaitu membesarnya payudara, tumbuhnya rambut di sekitar alat kelamin, dan timbunan lemak di pinggul. Fase pubertas wanita terjadi pada umur 11-13 tahun. Adapun fase menopause adalah fase di saat haid berhenti. Fase menopause terjadi pada umur 45-55 tahun.
Pada fase reproduksi, wanita memiliki 400 sel telur. Semenjak wanita mengalami menarche sampai menopause, wanita mengalami menstruasi secara periodik yaitu pelepasan satu sel telur. Jadi, wanita dapat mengalami menstruasi sampai sekitar 400 kali. Pada umur 35 tahun simpanan sel telur menipis dan mulai terjadi perubahan keseimbangan hormon sehingga kesempatan wanita untuk bisa hamil menurun drastis. Kualitas sel telur yang dihasilkan pun menurun sehingga tingkat keguguran meningkat. Sampai pada akhirnya kira-kira umur 45 tahun sel telur habis sehingga wanita tidak menstruasi lagi alias tidak dapat hamil lagi. Pemeriksaan cadangan sel telur dapat dilakukan dengan pemeriksaan darah atau USG saat menstruasi hari ke-2 atau ke-3.
(2) Lama Infertilitas
Berdasarkan laporan klinik fertilitas di Surabaya, lebih dari 50% pasangan dengan masalah infertilitas datang terlambat. Terlambat dalam artian umur makin tua, penyakit pada organ reproduksi yang makin parah, dan makin terbatasnya jenis pengobatan yang sesuai dengan pasangan tersebut.
(3) Emosi
Stres memicu pengeluaran hormon kortisol yang mempengaruhi pengaturan hormon reproduksi.
(4) Lingkungan
Paparan terhadap racun seperti lem, bahan pelarut organik yang mudah menguap, silikon, pestisida, obat-obatan (misalnya: obat pelangsing), dan obat rekreasional (rokok, kafein, dan alkohol) dapat mempengaruhi sistem reproduksi. Kafein terkandung dalam kopi dan teh.
(5) Hubungan Seksual
Penyebab infertilitas ditinjau dari segi hubungan seksual meliputi: frekuensi, posisi, dan melakukannya pada masa subur.
(6) Frekuensi
Hubungan intim (disebut koitus) atau onani (disebut masturbasi) yang dilakukan setiap hari akan mengurangi jumlah dan kepadatan sperma. Frekuensi yang dianjurkan adalah 2-3 kali seminggu sehingga memberi waktu testis memproduksi sperma dalam jumlah cukup dan matang.
(7) Posisi
Infertilitas dipengaruhi oleh hubungan seksual yang berkualitas, yaitu dilakukan dengan frekuensi 2-3 kali seminggu, terjadi penetrasi dan tanpa kontrasepsi. Penetrasi adalah masuknya penis ke vagina sehingga sperma dapat dikeluarkan, yang nantinya akan bertemu sel telur yang “menunggu” di saluran telur wanita. Penetrasi terjadi bila penis tegang (ereksi). Oleh karena itu gangguan ereksi (disebut impotensi) dapat menyebabkan infertilitas. Penetrasi yang optimal dilakukan dengan cara posisi pria di atas, wanita di bawah. Sebagai tambahan, di bawah pantat wanita diberi bantal agar sperma dapat tertampung. Dianjurkan, setelah wanita menerima sperma, wanita berbaring selama 10 menit sampai 1 jam bertujuan memberi waktu pada sperma bergerak menuju saluran telur untuk bertemu sel telur.
(8) Masa Subur
Marak di tengah masyarakat bahwa supaya bisa hamil, saat berhubungan seksual wanita harus orgasme. Pernyataan itu keliru, karena kehamilan terjadi bila sel telur dan sperma bertemu. Hal yang juga perlu diingat adalah bahwa sel telur tidak dilepaskan karena orgasme. Satu sel telur dilepaskan oleh indung telur dalam setiap menstruasi, yaitu 14 hari sebelum menstruasi berikutnya. Peristiwa itu disebut ovulasi. Sel telur kemudian menunggu sperma di saluran telur (tuba falopi) selama kurang-lebih 48 jam. Masa tersebut disebut masa subur.
Cara untuk mengetahui masa subur antara lain:
(9) Kondisi Sosial dan Ekonomi
Kondisi Sosial dan ekonomi yang semakin buruk akan memperbesar kemungkinan terjadinya infertilitas.
Bersambung insya Allah…
Referensi:
***
Penulis: dr. Ian Danny Kurniawan (Abu ‘Ammar)
Artikel muslimah.or.id
© 2006 - 2011 muslimah.or.id - Meraih Kebahagiaan Muslimah di Atas Jalan Salaful Ummah
April 8th, 2009 at 08:50
Bismillah…
Apa menunda kehamilan dgn selain KB Kalender misalnya,dapat memengaruhi infertilitas jika pasutri ingin memiliki anak?
April 15th, 2009 at 19:06
Menunda kehamilan dengan cara selain KB Kalender tidak mempengaruhi kesuburan.
June 10th, 2009 at 01:13
istri saya kemarin baru periksa, sel telur kurang berkembang, kata dokter karena ada keturunan diabetes. apa hal tersebut bisa diatas? mohon pencerahannya. thx
June 17th, 2009 at 19:13
saya benayk memiliki klien yang infertilitas, 90% penyebabnya adalah obesitas. setelah saya bisa membantu mereka untuk mendapatkan tubuh ideal dan kondisi kesehatan yang optimal….mereka mendapatkan “bonus’ dari ALLAH berupa buah hati yang lucu dan imut :-)
July 6th, 2009 at 21:32
Kepada Fatur:
Infertilitas dapat disebabkan diabetes. Selain itu juga dapat disebabkan oleh sindrom ovarium polikistik (SOP). Kedua penyakit tadi harus dilakukan pemeriksaan yang lengkap agar diagnosis dapat ditegakkan karena kedua penyakit tadi memiliki tanda yang sama, yaitu kadar gula darah yang tinggi. Bila diabetes, maka terapinya adalah mengontrol gula darah, sedangkan bila SOP Selama ini belum ada obat untuk mengobati SOP, sampai saat ini belum ada terapi yang mantap, yang bisa dilakukan dokter adalah mencegah agar tidak terjadi masalah yang lebih rumit, yaitu: 1.Menggunakan pil KB yang mengandung antiandrogen untuk membantu penderita mendapat haid secara teratur sesuai siklus.
2.Laparoskopi:dokter akan menusuk ovarium dengan jarum kecil yang mengandung arus listrik untuk menghancurkan kista-kista kecil di ovarium.
Kesimpulannya: antum dan istri antum hendaknya periksa ke klinik atau rumah sakit yang memiliki fasilitas pemeriksaan kesehatan reproduksi yang lengkap agar dapat diketahui penyebab infertilitas.
August 18th, 2010 at 10:04
minum pil KB bisakah meningkatkan kesuburan bagi wanita yang amenorhea sekunder?
August 20th, 2010 at 08:35
@ bunenay
Sebenarnya pil KB hanya salah satu penanganan untuk wanita yang mengalami amenorhea sekunder akibat ketidakseimbangan hormon. Pil KB merupakan salah satu KB hormonal yang sering dipakai untuk terapi haid yang tidak teratur, nyeri ketika haid, hingga amenorhea sekunder. Karena efeknya dapat memperlancar haid (haid menjadi teratur), maka akan lebih memudahkan dalam menghitung masa subur sehingga lebih mudah merencanakan kehamilan.
Namun demikian, penanganan amenorhea sekunder tergantung pada penyebabnya. Seperti yang telah disebutkan, bahwa penyebab amenorhea sekunder sangat beranekaragam (tidak hanya faktor hormon), tapi juga bisa disebabkan oleh penurunan berat badan yang drastis, olah raga yang berlebihan, obesitas, stres emosional, kelainan endokrin, obat-obatan, prosedur kuretase, kelainan pada rahim, dan lain-lain. Untuk itu, penyebabnya harus diatasi terlebih dahulu.
dr Avie Andriyani Ummu Shofiyya
December 9th, 2010 at 09:06
saya nikah sudah 5 tahun dan dokter mendiagnosa saya infertilitas primer,saya sudah hsg dan d dapatkan kedua tuba paten,skg tinggal nunggu hsl lab suami,saya berjauhan sama suami jd hanya 2 minggu sekali bertemu,bagaimana ya biar cepet dapat tititpan anak dari alloh SWT.
December 22nd, 2010 at 06:16
ass…
suhu basal saya pada hari ke-14-16 turun manjadi 36,2 derajat C tapi hari ke 17 sampai hari ke 22 berangsur naik hingga 36,8 derajat C dan dihari ke 23 turun menjadi 36,5 derajat C.. ovulasi saya terjadi kapan? seperti artikel2 tentang kesuburan lainnya, ovulasi terjadi pada hari ke-14. berarti pada saat suhu basal turun ya? lalu dengan grafik tersebut tandanya saya belum hamil ya?…
makasih..
wass
January 2nd, 2011 at 14:32
@ Maya handayani
Hasil lab suami menentukan langkah selanjutnya. Jika ada hasil yang tidak normal, suami anti bisa berkonsultasi dengan ahli andrologi. Namun, jika hasilnya normal, maka ikhtiar yang bisa dilakukan adalah berhubungan pada saat masa subur dan tentunya disertai dengan do’a dan tawakal pada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
@ Aznee
Pada saat ovulasi, seharusnya suhu basal naik. Tiap wanita memiliki masa subur yang berbeda (hari ke-14 tidak bisa menjadi patokan). Untuk itu, ada baiknya anti membaca kembali artikel di atas, kemudian menggabungkan metode menghitung masa subur dengan cara kalender sekaligus suhu basal. Sedangkan untuk memastikan apakah anti hamil atau tidak, cara yang terbaik adalah dengan melakukan tes kehamilan (bisa menggunakan test pack yang bisa dibeli di apotik) dan kemudian memastikannya ke bidan atau dokter kandungan (Sp.OG).
-dr.Avie Andriyani Ummu Shofiyyah-
January 25th, 2011 at 00:30
kapan melakukan test kesuburan dgn ovaltest setelah masa subur pertama habis (untuk mengetahui masa subur yang kedua) tlng dikirim jawaban ke email saya, trima kasih,god bless you
January 27th, 2011 at 01:04
maav,saya mau bertanya..data infertilitas dari SKRI liat dari publikasi mana?
apa ada di publikasi SKRI?
February 14th, 2011 at 10:47
Ass,Q s’org IRT b’umur 20thn baru 3 bln yg lalu m’nikah.sminggu sblm m’nkh Q KB suntik,tp kayakx g co2k coz klwr flek2 drah mpe 2 bln.akhr2 nie Q sring merasa mual tp g smpe mntah,lmez,Q jg g bz nyium bau yg mnyengat pdhl kmrn2 Q ska dgn bau2 tuch,prutQ jg agk mngeras.2 mggu stlh haid kmrn klwr flek drah slma 2 hr,Q dach 2x tez tp hsilx mngecewakn.pa dgn tnda2 sprt tuch bz d’ktakn hmil?tp knp hsilx sllu negatif ea?pa k’hmil 2 mnggu atw 3 mnggu sblm tlat dtng blan bz trdeteksi dgn test pack?
February 14th, 2011 at 22:14
@ Lhyana Shudy
Tanda-tanda yang anti sebutkan (mual tp g smpe muntah,lmez,g bs nyium bau yg mnyengat, perut agk mngeras) memang bisa menjadi tanda-tanda hamil, tapi bukan tanda pasti. Tes yang negatif bisa karena memang tidak hamil, tapi bisa juga karena faktor cara mengetesnya yang salah (cara/lama mencelupkan stik tes pack pada urin, dll). Kami sarankan untuk mengulang tes kehamilan setelah terlambat haid, sebaiknya pengetesan dilakukan pada pagi hari ketika bangun tidur karena kadar HCG sedang tinggi. Jika belum yakin dan mau mengulang lagi, tunggu hingga jarak waktu 1 pekan dengan waktu pengetesan sebelumnya. Setelah terlambat 1 bulan, bisa dicek/dipastikan dengan pemeriksaan USG di dokter Spesialis kandungan. – dr. Avie -
February 18th, 2011 at 09:55
sy menikah 21 bulan. Baru saja melakukan HSG, hasil kedua tuba patent tapi medial uterus cenderung ke kanan dan ada tanda2 anaflexia pada tuba kanan, tuba kiri normal dgn kondisi bagus, ini artinya apa ya dok? Sy belum bertemu dgn dr.obgyn saya, dgn kondisi ini saya masih bisa hamil kan dok? Terapi apa yg akan diberikan utk mengatasi kondisi ini. Trims sebelumnya.
February 24th, 2011 at 11:59
suhu basal tubuh saya malah turun diH+19..memang sih saya agak demam…..apakah ini wajar?????suhu basal normal saya antara 36,3-36,5 tapi dah 2 hari ini di H+18 dan H+19 turun menjadi 36,0…
June 12th, 2011 at 01:56
assalamualaikum….saya nikah sudah 6 bulan…….dari awal saya menstruasi pertama siklus saya tidak teratur…..2 bulan sebelum nikah saya konsultasi ke dokter,,,,dia menyarankan untuk minum cyclo proginova…setelah minum itu haid saya tertatur,,,tapi dari usg vagina saya sel telur hanya berkembang 0,36 cm sajapadahal sudah diberikan profertil selama 5 hari n setelah tidak mengkonsumi cyclo saya tidah haid……bagaimanapendapatnya jika ingin cepat hamil
June 20th, 2011 at 03:34
Assalamualaikum,
Dok sy dan istri sdh pernah melakukan cek ke lab. Atas permintaan prof samsul hadi,
Hasilnya hormon prolaktin istri saya cukup tinggi dan sperma saya normal tapi kurang gesit.
Mohon info, bagaimana mengatasinya.
Terima kasih
Wassalam
June 20th, 2011 at 22:58
apakah pengetahuan itu mempengaruhi infertilitas?
June 30th, 2011 at 13:59
like :)
July 22nd, 2011 at 09:25
jadi pil KB jg biza di gunakan oleh wanita yg blom berkelurga yg mengalami nyeri haid yg hebat ???
November 14th, 2011 at 15:07
makanan apa saja yang bisa memperlambat masa menopause ? mengingat usia sy skr 41 tahn, tp Tuhan blm jg sy keturunan, pdhl berbagai usaha sdh sy lakukan, mulai dari medis sampe alternatif
November 17th, 2011 at 11:23
aq pernah melahirkan anak 9 thun lalu dan skrng pengen pnya ank lg,tp aq merasa sngt kesulitan untuk hamil,,
November 23rd, 2011 at 10:15
cover buka apa se yang di buat reverensi?????
January 4th, 2012 at 21:36
Assalaamu’alaikum wr wb,sy menikah lebih kurang sudah 8th,tetapi blm dikaruniai anak oleh Allah swt,dulu istri sy pernah hamil di luar kandungan,dr.menyarankan utk di operasi(K E T),setelah 1th,kami melakukan pemeriksaan HSG,hasilnya ternyata nonpaten kedua tuba,dr.menyarankan jika ingin punya anak harus bayi tabung,kami blm puas dg hasil ini,akhir kami konsultasi ke dr.kandungan yg lain,ternyata hasilnya sama jg,nonpaten kedua tuba,dan ternyata tubapalopi istri sy yg satunya telah di angkat(di buang) sy tdk tahu persis apakah yg sebelah kiri atau kanan,dan rupanya tuba yg satunya lg mengalami penyumbatan/buntu,yg ingin sy tanyakan apakah ada solusi lain utk istri sy selain bayi tabung?krn kami berdua sangat2 mendambakan sekali seorang anak,apakah istri sy harus di laparascopi?kalau memang harus di laparascopi,kira2 brpkah biayanya dok?dan di rmh sakit mana kami harus di rujuk,mhn infonya dok,syukron…