Gejala sakit pada anak yang sering kita jumpai adalah demam. Sebenarnya apakah demam itu dan bagaimana kita menyikapinya, khususnya bila demam terjadi pada anak-anak kita? Insya Allah, dalam tulisan ini akan dibahas tentang demam pada anak.
Apa itu Demam dan Bagaimana Terjadinya?
Demam adalah gejala berupa naiknya suhu tubuh sebagai respon normal tubuh terhadap suatu gangguan. Suhu tubuh diukur dengan termometer, dikatakan demam bila:
Suhu tubuh dikendalikan oleh suatu bagian dari otak yang disebut hipotalamus. Hipotalamus berusaha agar suhu tubuh tetap hangat (36,5-37,5 ºC ) meskipun lingkungan luar tubuh berubah-ubah. Hipotalamus mengatur suhu dengan cara menyeimbangkan antara produksi panas pada otot dan hati dan pengeluaran panas pada kulit dan paru-paru. Ketika ada infeksi, sistem kekebalan tubuh meresponnya dengan melepaskan zat kimia dalam aliran darah. Zat kimia tersebut akan merangsang hipotalamus untuk menaikkan suhu tubuh dan akhirnya akan menambah jumlah sel darah putih yang berguna dalam melawan kuman.
Apa saja penyebab demam?
Infeksi merupakan penyebab terbanyak demam pada anak-anak. Infeksi adalah keadaan tubuh yang dimasuki kuman penyebab penyakit, bisa virus, parasit, atau bakteri. Contoh penyakit infeksi dengan gejala demam adalah flu, radang saluran pencernaan, infeksi telinga, croup, dan bronkhiolitis. Beberapa imunisasi anak-anak juga dapat menyebabkan demam. Kapan demam akan timbul tergantung dari vaksinasi yang diberikan (biasanya imunisasi DTP, HiB, dan MMR). Sedangkan anak yang sedang tumbuh gigi, menurut suatu penelitian, tidak menyebabkan demam.
Bagaimana cara mengukur suhu tubuh anak?
Cara paling akurat adalah dengan suhu rektal. Namun, mengukur suhu oral bisa akurat bila dilakukan pada anak di atas 4-5 tahun, atau suhu telinga pada anak di atas 6 bulan. Mengukur suhu ketiak adalah yang paling kurang akurat, namun dapat berguna saat dilakukan pada anak kurang dari 3 bulan. Bila suhu ketiak lebih dari 37.2ºC, maka suhu rektal harus diukur. Di sisi lain, tidaklah akurat bila mengukur suhu tubuh dengan merasakan kulit anak. Hal ini disebut suhu taktil (sentuhan) karena bersifat subyektif, yaitu pengukuran sangat dipengaruhi oleh suhu orang yang merasakan kulit si anak. Berikut cara mengukur suhu anak:
Bagus mana? Termometer digital atau raksa?
Termometer digital murah, mudah didapat, dan cara paling akurat untuk mengukur suhu. Sedangkan termometer raksa mengandung merkuri yang berbahaya saat terpapar ke tubuh, bila termometer pecah. Bila yang ada hanya termometer raksa, pastikan untuk hati-hati saat menggoyang-goyang termometer gelas sebelum digunakan.
Bagaimana sikap kita saat anak demam?
Sangatlah penting bagi orang tua untuk tahu kapan anak demam harus diperiksakan ke dokter atau dirawat sendiri.Di bawah ini adalah kondisi anak demam yang harus diperiksakan ke dokter atau tempat pelayanan kesehatan:
Anak dapat dirawat sendiri oleh orang tua bila anak berumur lebih dari 3 bulan dengan suhu kurang dari 38.9ºC, dan anak tampak sehat serta berperilaku normal.
Langkah-langkah yang bisa kita lakukan saat anak demam antara lain:
Obat untuk Demam pada Anak
Perawatan paling efektif untuk demam adalah menggunakan obat penurun panas seperti Parasetamol (contoh: Pamol®, Sanmol®, Tempra®l) atau Ibuprofen (contoh: Proris®). Terdapat berbagai macam sediaan di pasaran seperti: tablet, drops, sirup, dan suppositoria. Pengobatan ini dapat mengurangi ketidaknyamanan anak dan menurunkan suhu 1 sampai 1,5 ºC. Sedangkan Aspirin tidak direkomendasikan untuk anak di bawah 18 tahun karena dapat menyebabkan efek samping penyakit serius yang disebut sindrom Reye, meskipun angka kejadian penyakit ini jarang.
Parasetamol dapat diberikan setiap 4 sampai 6 jam sesuai kebutuhan. Bila suhu tetap tinggi meskipun parasetamol telah diberikan dan anak berumur lebih dari 6 bulan, Parasetamol diganti dengan Ibuprofen yang dapat diberikan setiap 6-8 jam. Dosis parasetamol atau ibuprofen harus diperhitungkan berdasarkan berat badan (bukan umur), yaitu: parasetamol: 10-15 mg/kilogram berat badan anak setiap kali pemberian, maksimal 60 mg/kilogram berat badan/hari. Sedangkan Ibuprofen: 5-10 mg/kilogram berat badan anak setiap kali pemberian, maksimal 40 mg/kilogram berat badan/hari. Contoh: bila anak dengan berat 12 kg, diberikan sirup Parasetamol 12 x (10 sampai 15) mg = 120 mg sampai 180 mg sekali minum. Apabila orang tua kesulitan dalam menghitung dosis hendaknya berkonsultasi dengan apoteker atau farmasis. Jangan asal-asal dalam menentukan dosis obat pada anak. Adapun obat yang telah diresepkan oleh dokter maka patuhilah aturan pemakaian obat dari dokter. Apabila orang tua merasa ragu jangan segan-segan meminta informasi kepada dokter yang meresepkan.
Sekilas tentang Kompres
Mengompres dilakukan dengan handuk atau washcloth (washlap atau lap khusus badan) yang dibasahi dengan dibasahi air hangat (30ºC) kemudian dilapkan seluruh badan. Penurunan suhu tubuh terjadi saat air menguap dari permukaan kulit. Oleh karena itu, anak jangan “dibungkus” dengan lap atau handuk basah atau didiamkan dalam air karena penguapan akan terhambat. Tambah kehangatan airnya bila demamnya semakin tinggi. Dengan demikian, perbedaan antara air kompres dengan suhu tubuh tidak terlalu berbeda. Jika air kompres terlalu dingin akan mengerutkan pembuluh darah anak. Akibatnya, panas tubuh tidak mau keluar. Anak jadi semakin menggigil untuk mempertahankan keseimbangan suhu tubuhnya.
Mengompres dapat pula dilakukan dengan meletakkan anak di bak mandi yang sudah diisi air hangat. Lalu basuh badan, lengan, dan kaki anak dengan air hangat tersebut. Sebenarmya mengompres kurang efektif dibandingkan obat penurun demam. Bila ibu memakai metode kompres, hendaknya digabungkan dengan pemberian obat penurun demam, kecuali anak alergi terhadap obat tersebut.
Ingat! Jangan mengompres dengan alkohol karena uap alkohol dapat terserap ke kulit atau paru-paru anak. Membedong anak di bawah umur 3 bulan dengan banyak pakaian atau selimut dapat sedikit menaikkan suhu tubuh. Menurut penelitian, suhu rektal 38.5ºC atau lebih tidak dihubungkan dengan membedong dengan kain tebal tadi. Oleh karena itu, dianjurkan bila anak demam, cukup memakai baju atau selimut tipis saja sehingga aliran udara berjalan baik.
Menaikkan Asupan Cairan Anak
Demam pada anak dapat meningkatkan risiko terkena dehidrasi (kekurangan cairan). Tanda dehidrasi paling mudah adalah berkurangnya kencing dan air kencing berwarna lebih gelap daripada biasanya. Maka dari itu, orang tua sebaiknya mendorong anak untuk minum cairan dalam jumlah yang memadai. Anak dengan demam dapat merasa tidak lapar dan sebaiknya tidak memaksa anak untuk makan. Cairan seperti susu (ASI atau sapi atau formula) dan air harus tetap diberikan atau bahkan lebih sering. Anak yang lebih tua dapat diberikan sup atau buah-buahan yang banyak mengandung air. Bila anak tidak mampu atau tidak mau minum dalam beberapa jam, orang tua sebaiknya diperiksakan ke dokter.
Istirahatkan Anak Saat Demam
Demam menyebabkan anak lemah dan tidak nyaman. Orang tua sebaiknya mendorong anaknya untuk cukup istirahat. Sebaiknya tidak memaksa anak untuk tidur atau istirahat atau tidur bila anak sudah merasa baikan dan anak dapat kembali ke sekolah atau aktivitas lainnya ketika suhu sudah normal dalam 24 jam.
Selama anak demam, orang tua hendaknya tetap memperhatikan gejala-gejala lain yang muncul. Tanyakan pada anak, adakah keluhan lain yang dirasakan, semisal: pusing, sakit kepala, nyeri saat kencing, kesulitan bernafas, dan lain-lain. Karena demam bisa jadi merupakan tanda bahwa ada gangguan pada kesehatan anak atau gejala dari penyakit tertentu. Oleh karena itu, para orang tua hendaknya bijaksana dalam menghadapinya. Orang tua hendaknya tahu kapan anak dengan demam dapat dirawat sendiri di rumah atau diperiksakan ke tempat pelayanan kesehatan.
Referensi:
www.mims.com
www.uptodate.com
***
Penulis: dr. Ian Danny Kurniawan (Abu ‘Ammar)
Artikel muslimah.or.id
© 2006 - 2011 muslimah.or.id - Meraih Kebahagiaan Muslimah di Atas Jalan Salaful Ummah
January 2nd, 2011 at 14:38
@ Buang hadi santoso
Dari penuturan antum, gejala demam mengarah pada demam typhoid (typhus), yaitu demam lama (lebih dari 7 hari), naik turun (biasanya naik pada malam hari), badan lemah, apatis (tatapan mata kosong, tidak berespon terhadap lingkungan sekitar), dan disertai masalah pada pencernaan (bisa diare atau justru sembelit). Sayang antum tidak merinci tes darah negatif maksudnya apa, apakah tes darah rutin (termasuk di dalamnya untuk mengetahui angka trombosit, leukosit, dan lain-lain) atau tes Widal, atau tes lainnya. Sebagai tambahan informasi, pemeriksaan yang direkomendasikan untuk kasus suspect (diduga typhus) adalah dengan Gaal kultur (kultur empedu).
@ Dolly
Penyebab step bisa banyak sekali, seperti demam tinggi (kejang demam), epilepsi, dan lain-lain. Untuk mengetahuinya, kami sarankan untuk memeriksakan putri ibu ke dokter spesialis saraf, supaya dilakukan pemeriksaan baik fisik maupun skrining dengan EEG (Electro Encephalography). Perlu diketahui, bahwa perubahan hormonal (terutama pada wanita menjelang, saat, dan setelah haid) bisa menjadi salah satu pemicu/pencetus serangan kejang pada penderita epilepsi. Untuk masalah benturan di kepalanya, selama tidak menunjukkan tanda bahaya (seperti muntah, sakit kepala hebat, keluar darah dari hidung atau telinga, pingsan/tidak sadar) maka insyaAllah tidak ada efek yang perlu dikhawatirkan.
@ Soleh
Jika step (kejang) yang antum maksudkan adalah kejang demam, maka pencegahannya adalah dengan menurunkan demam secara segera (tidak ditunda-tunda). Jika step pada kasus epilepsi, maka pencegahannya dengan menghindari faktor yang memicu terjadinya kejang. Beberapa hal yang bisa mengakibatkan munculnya serangan epilepsi pada penderita, antara lain kurang tidur, stres emosional, kelelahan fisik, infeksi (biasanya disertai demam), suhu tinggi, alkohol, rangsang ahaya (berkedip-kedip,menyilaukan), obat-obatan tertentu, perubahan hormonal (terutama pada wanita menjelang, saat, dan setelah haid), rangsang suara (nada tinggi dan keras), dll.
Hal-hal yang bisa dilakukan untuk mengatasi step (kejang), antara lain:
1) Jangan panik, usahakan tetap tenang
2) Cegah jangan sampai lidah penderita tergigit saat kejang
3) Jangan memasukkan benda apapun ke dalam mulut penderita
4) Biarkan serangan berlalu, insya Allah serangan akan berhenti dengan sendirinya.
5) Amankan penderita dari lingkungan yang membahayakan dirinya.
6) Longgarkan pakaian agar tidak ketat.
7) Miringkan posisi kepala bila kejang sudah berhenti.
8) Bila serangan berkepanjangan. Segera kirim penderita ke Rumah Sakit.
Cara mengompres yang baik ketika suhu tubuh anak sangat panas : kompres dengan air hangat pada bagian kening, ketiak leher, dan lipatan paha. Hindarkan mengompres dengan air dingin, hal ini akan menyebabkan tubuh makin menggigil untuk menaikkan suhunya karena mengira suhu di luar tubuhnya lebih dingin.
-dr. Avie Andriyani Ummu Shofiyyah-
March 21st, 2011 at 13:59
assalamualaikun. ijin copy untuk blog http://enkripsi.wordpress.com ya.
jazakumullah khoiron katsiro
April 4th, 2011 at 09:33
dr, anak saya sering demam, hampir setiap bulan sekali.lamanya 3-4 hari, s.d 38.5^C.amandel anak saya besar,bila salah makan atau kecapekan sering demam.karena terlalu sering akhir2 ini jarang saya bawa ke dokter hanya saya beri parasetamol&saya kompres.apakh penggunaan penurun panas hampir setiap bulan sekali ada efek sampingnya.bagaimana cara agar tidak sering demam. trimakasih.
April 26th, 2011 at 10:42
#sri rejeki
Jika memang ada indikasi, penggunaan parasetamol sebenarnya boleh saja. Namun, terlalu sering mengonsumsi obat penurun panas tanpa mencari tahu sebabnya tentu tidak bijaksana. Perlu diingat, bahwasanya demam bukan penyakit, melainkan pertanda adanya sesuatu yang tidak beres pada tubuh. Dalam hal ini, amandel yang mngalami peradangan dan infeksi merupakan penyebab munculnya demam. Ana anjurkan menemui dokter spesialis THT, supaya diperiksa sejauh mana pembesaran amandelnya dan apakah sudah perlu dioperasi. Selain itu, hendaknya melakukan pencegahan supaya radang amandel tidak kambuh tiap bulan, sehingga menimbulkan demam, yaitu dengan menjaga kondisi tubuh anak supaya fit, mengurangi konsumsi es dan makanan ber-MSG, menjaga kebersihan mulut, dsb. (dr. Avie Andriyani)
July 17th, 2011 at 03:35
Ass.. Trims infonya..
Anak saya (8 th pi )tengah malam mengeluh sakit di dada, dan badan panas tinggi setelah beberapa jam sebelumnya dia mengkonsumsi minuman bersoda juga minuman berisotonik….. saya kompres ( krn belum baca blog ini ngompresnya pakai air es ) dan berikan saja dia obat flu (karena didalam lampiran ada tulisan untuk demam dll). Alhamdulillah paginyapun sembuh…
sebetulnya apa yang terjadi dengan anak saya ya..
Wass
September 23rd, 2011 at 21:01
Trims infonya…
anak saya umur 5th hiperaktif,makan agak susah ,klo makan kurang malam
nya sedikit demam/flu .minum susu kurang suka/ngk rutin.gmn antisipasinya?apa perlu diberi vitamin tambahan?yg cocok ksh vitamin merk apa sbg contoh?klo lg demem cukup diksh parcetamol+kompres aja?m
asalahnya anak sy klo panas dah turun sering bergerak aktif dan kembali panas lg.jd gmn antisipasinya?
October 10th, 2011 at 20:26
aduh artikel y panjang bener baik sekali berbagi ilmu terima kasih yach detil bgt sukses yach
October 13th, 2011 at 15:18
Assalamualaikum dokter, anak saya umur 1,5 tahun. Karena ini anak pertama maka setiap mengalami demam membuat gampang cemas dan bingung yang berulang-ulang. Bingung karena apakah harus diberikan antibiotik disamping hanya memberikan sanmol? Misalnya suhunya 38′ . Keadaan saat ini tiap ia demam saya hanya memberi sanmol namun bisa lebih 3 hari demam hanya turun naik dan lama sembuhnya. Akhirnya ujung2nya tetap pergi ke dokter. Kalau memang harus diberi antibiotik sebaiknya antibiotik yang mana dokter?
October 16th, 2011 at 02:53
Assalamualaikum wr wb
saya tertarik dengan artikel demam panas pada anak ini.dr, anak saya berumur 1 tahun dan klo sy perhatikan setiap dia kena angin karena membonceng motor maka selang 2 hari badannya panas/demam dan kadangkala disertai (maaf) mencret. klo sy priksa ke dokter dikasih obat parasetamol. Pertanyaan sy apakah anak sy masuk angin biasa atau ada infeksi ? trima kasih.
Waalaikumsalam wr wb
October 19th, 2011 at 18:33
kenapa penderita panas sudah dikasih obat penurun panas tapi panasnya tetap tidak mau turun??????????????
October 24th, 2011 at 15:52
kenapa anak saya setiap malam badannya panas,dan pada pagi hari panasnnya turun….
October 30th, 2011 at 01:31
jika anak yg sedang deman (suhunya udah di atas 38 c) seharusnya di kompres air dingin ato air hangat?
November 7th, 2011 at 01:13
terima kasih atas tulisannya,sangat membantu memberi pengetahuan bagi orang tua yang menghadapi anak yang demam.
November 8th, 2011 at 21:34
Terima kasih atas infonya dan sangat membantu! sekali lagi terima kasih.
November 10th, 2011 at 16:06
Bagaimana cara yang paling praktis mengkompres pada saat anak mencapai suhu yang tinggi dan rewel, apakah minyak collogne dapat dipergunakan sebagai obat kompres
November 17th, 2011 at 09:51
dr,anak saya kebetulan sudah demam 2 hari ini. hari pertama kmgkinan krn efek dr imunisasi PIN (campak & polio),tp sy hanya ambil yg polio dikarenakan campak jarum yg digunakan bayi lain dipki juga tuk bayi yg lain.malamnya demam sudah sy kasih sanmol n sy kompres. dipagi hariinya demam turun. tapi dihari yg kedua sore harinya badannya hangat n malam hari cenderung demam 38C,sy minumin sanmol n pada malam jam 24.00 anak saya mimisan(keluar darah dihidungnya)itu kenapa y dok? apa hanya kecapekan ato emang mau flu & batuk. dan apakah mimisan itu menurun? karena saya dulu waktu kecil kata ortu juga klu kecapekan sering mimisan. mohon dibantu dok… terima kasih
November 21st, 2011 at 13:46
# wibowo
Parasetamol dan kompres hangat hanya penanganan pertama untuk mengatasi demam. Sedangkan penyebab demam harus tetap dicari & diatasi. Susu dan suplemen pada anak usia 5thn bukanlah suatu keharusan. Justru menu makan sehari-hari yang harus diperhatikan agar kebutuhan gizinya tercukupi. Kebutuhan istirahat pada anak juga harus terpenuhi, supaya daya tahan tubuhnya kuat, tidak mudah capek & sakit.
Dr. Avie Andriyani (Ummu Shofiyya)
November 21st, 2011 at 13:51
# mintas
Demam bukanlah pnyakit dan hanya gejala/pertanda bahwa ada masalah pada tubuh, mungkin karena dehidrasi, infeksi virus, bakteri, atau yang lain. Sehingga perlu dicaritahu juga gejala lain yang menyertai seperti batuk, pilek, diare, nyeri telan, nyeri saat buang air kecil, dll. Jika demam pada anak anti berulang dan selalu disertai nyeri dada, maka sebaiknya segera dperiksakan ke dokter.
Dr. Avie Andriyani (Ummu Shofiyya)
November 21st, 2011 at 13:55
#jeany aquino
Prinsipnya adalah selama pemicu demamnya masih belum diatasi, demam bisa muncul kembali. Jadi kalau misalnya ternyata penyebabnya adalah bakteri, tidak bisa dengan obat penurun panas saja, tapi diperlukan antibiotik.
Dr. Avie Andriyani (Ummu Shofiyya)
November 21st, 2011 at 14:00
# nansy
Antibiotik hanya diberikan pada infeksi bakteri. Sedangkan demam tidak hanya disebabkan oleh infeksi bakteri, tapi bisa juga karena virus & penyebab lain yang tidak membutuhkan pengobatan dengan antibiotik.
Dr. Avie Andriyani (Ummu Shofiyya)
November 21st, 2011 at 14:03
# radithya
Jika tinjanya pada saat diare tidak mengandung lendir & darah, maka bukanlah infeksi bakteri. Dimungkinkan karena infeksi virus yang bisa sembuh dengan sendirinya, tergantung pada daya tahan tubuh anak.
Dr. Avie Andriyani (Ummu Shofiyya)
November 21st, 2011 at 14:15
# fauziyah
Sayang sekali anti tidak menjelaskan secara detail bagaimana demamnya, apakah ada gejala penyerta, dsb. Sehingga kami tidak bisa menangkap maksud pertanyaan anti.
Dr. Avie Andriyani (Ummu Shofiyya)
November 21st, 2011 at 14:19
# ana
Kompres hangat. Jika diberikan kompres dingin, tubuh justru akan merespon dengan menaikkan suhu, karena menangkap adanya suhu yang lebih rendah di luar tubuh.
Dr. Avie Andriyani (Ummu Shofiyya)
November 21st, 2011 at 15:50
# hamdani
Kompres dengan handuk/washlap yang sudah dicelup air hangat, letakkan pada dahi, dada, dan ketiak. Awalnya, anak biasanya akan menolak, tapi kemudian akan merasa nyaman. Pakai air hangat saja, tidak dianjurkan dengan collogne, alcohol, atau yang lainnya.
Dr. Avie Andriyani (Ummu Shofiyya)
November 22nd, 2011 at 06:45
#meilia
Mimisan biasa terjadi pada anak karena pembuluh darah hidungnya lebih rapuh dibanding orang dewasa. Sehingga berbagai pemicu seperti suhu, cuaca, lendir ketika flu, tekanan, trauma, dll, bisa menyebabkan mimisan. Sebenarnya tidak bisa dikatakan mimisan itu menurun pada keturunan, hanya saja mimisan biasa menyertai orang yang punya bakat alergi. Dan kita tahu bahwa alergi mempunyai kecenderungan menurun dalam satu keluarga.
Dr. Avie Andriyani (Ummu Shofiyya)
November 23rd, 2011 at 21:48
Assalamu’alaykum.
Dok, klu panasnya naik turun, sampai kpn kah ttp diberikan parasetamol?? Sdh dua hari ini klu pagi suhu normal, siang skitar 38, malam 39 lebih. Dua hari lalu sempat pilek, tp skrg sepertinya sdh tdk pilek, hanya demam sj. Anak sy perempuan 1 thn 4 bln.
Apakah demam krn tumbuh gigi atau tambah kepandaian = mitos??
Jazakumullahu khayran.
November 25th, 2011 at 03:21
dr,,,Putri saya 3 thn terkena demam,badan panas,,Sekali sewaktu tidur keluar dari hidung darah (mimisan). Mohon inf : Apa gejala dan penyebabnya ? Bgm upaya penyembuhan ? Dan bgm kondisi fisik si anak terlihat dalam proses kembali normal atau sebaliknya menjadi lebih parah ?
November 27th, 2011 at 13:16
# Efelia
Jika demam sampai hari ke-3, maka segera bawa ke dokter. Demam karena akan bertambah kepandaian hanya mitos saja. Sedangkan karena tumbuh gigi, masih ada kemungkinan, tapi sebaiknya dipikirkan terakhir sebagai penyebab demam setelah menyingkirkan kemungkinan penyebab demam lainnya (infeksi, dll). Pada anak anti, kemungkinan besar demamnya disebabkan oleh infeksi saluran pernafasan (batuk, pilek).
Dr. Avie Andriyani (Ummu Shofiyya)
November 27th, 2011 at 23:59
bagus tips nya, jadi komppres dengan air dingin bagaimana aturannya ya.?
November 28th, 2011 at 17:13
# Oki Zaki Ahmad
Pada sebagian anak, ada yang mudah mimisan ketika mengalami demam. Tidak perlu khawatir, selama darah yang keluar tidak banyak dan bisa berhenti segera dengan pemencetan. Yang perlu diwaspadai adalah ketika darah keluar sangat banyak dan tidak berhenti, sehingga perlu dibawa segera ke rumah sakit.
Dr. Avie Andriyani (Ummu Shofiyya)
November 28th, 2011 at 17:15
#Tommy
Kompres dingin tidak dianjurkan untuk menurunkan demam
Dr. Avie Andriyani (Ummu Shofiyya)
November 30th, 2011 at 22:03
Assalamualaikum wr wb,
Dok,anak saya laki2 2y3m sedang demam sudah 8harian, 3 hari pertama demamnya tdk tinggi (sumeng2 dan hanya pada mlm hari) hari berikutnya demam mulai konsisten (siang hari demam tp kdg turun) tadi siang demam turun,tp malam ini naik lg 38,7derce,suka mencret dan terkadang batuk tdk berdahak,cek darah dbd negatif,sudah cek ke dokter katanya infeksi bakteri,diberi parcet,ab renasistin dan obat sariawan (ada sariawan 1 bh) antibiotiknya baru saya minumkan hari ini,saya pikir seperti gejala campak ato roseola tp tdk ada bintik merah,sakit apa kira2 anak saya dok? Saya browsing gejalanya mirip demam typhoid,tindakan apa yg hrs saya lakukan? Skrg anaknya lemes,tp kdg siang aktif,terima kasihh dok
Wassalamualaikum
December 16th, 2011 at 06:05
izin copas ustadz di website al-furqon.tk sukron.
January 4th, 2012 at 22:38
info sangat bermanfaat,
demam tinggi dan Step kadang bila tidak disikapi dengan benar akan sangat berbahaya,
dan orang tua tidak perlu terlalu khawatir sehingga tidak disikapi dengan benar anak yang mengalami demam tinggi….
January 6th, 2012 at 19:23
Asslm….dok anak saya belum lama ini sakit dan sudah ke dokter lalu divonis terkena gejala tifus dan ada flek pada paru2nya, saat ini dia demam kembali suhu’y sekitar 38′C. Tindakan apa yang harus saya lakukan, apakah langsung dbawa ke dokter atau dirawat dulu dirumah dengan pengobatan tradisional atau diberi obat penurun panas seperti parasetamol dan ibuprofen karena kebetulan saya sudah sedia obat2an dirumah. Mohon sarannya dan terima kasih atas perhatiannya…
Wassalam….
January 11th, 2012 at 11:38
ass, dok saya mau tanya.
anak saya perempuan umur 19 bulan, berat 10 kg. selasa minggu lalu dia sumeng hingga rabu, hari kamis ormal. hari jumatnya saya bawa keluar rumah sampai sore, malam sabtunya mulai panas lagi 39,4 C. dan tidak turun-turun sampai ahad. sudah coba dikasih sanmol tapi di lepeh.pada saat itu tidak ada mencret, batuk ataupun pilek tapi pipinya agak bengkak dan tidak mau makan. senin sy ke dokter dan diminta ke lab. hasilnya trombosit, hemoglobin, leukosit normal, salmonella skala 4. diberi resep tempra drop, obat sariawan, antibiotik dan vit.setelah diberi obat pertama kali dia mencret tp di hari 2 dia gak BAB. Panasnya turun setelah diberi obat dengan berkeringat tp sekitar 3 jam setelahnya panas tinggi lagi. pengennya hanya ASI saja, menurut dokter yang memeriksanya katanya hampir gejala tipes dan ada sariawan. sebelumnya anak sy tidak pernah lama jika sakit dan bisa dikatakan jarang sakit, menurut dokter anak saya kenapa? apa tidak apaW dia berkeringat hebat setelah diberi obat? tp kambuh lg setelah beberapa jam. Apa yang harus sy lakukan? sy bingung…ditunggu sekali dok diagnosanya…
January 12th, 2012 at 09:53
terima kasih,,, sangat bermanfaat
January 20th, 2012 at 21:43
trima kasih ats infox,,,
penyebab demam adalah lebih karena faktor kuman/virus/bakteri yg masuk kdlm tubuh,pertanyaanx adalah bagaimana cara mperkuat sistem imun/kekebalan tubuh pd anak,mohon diberikan resep obat baik yg farmasi maupun herbal,aku tunggu infox,trimah kasih,wassalam