Demam Pada Anak

Gejala sakit pada anak yang sering kita jumpai adalah demam. Sebenarnya apakah demam itu dan bagaimana kita menyikapinya, khususnya bila demam terjadi pada anak-anak kita? Insya Allah, dalam tulisan ini akan dibahas tentang demam pada anak.

Apa itu Demam dan Bagaimana Terjadinya?

Demam adalah gejala berupa naiknya suhu tubuh sebagai respon normal tubuh terhadap suatu gangguan. Suhu tubuh diukur dengan termometer, dikatakan demam bila:

  • Suhu rektal (di dalam dubur): lebih dari 38ºC
  • Suhu oral (di dalam mulut): lebih dari 37.5ºC
  • Suhu ketiak: lebih dari 37.2ºC
  • Termometer bentuk dot bayi digital: lebih dari 37.8ºC
  • Suhu telinga: mode rektal: lebih dari 38ºC; mode oral: lebih dari 37.5ºC

Suhu tubuh dikendalikan oleh suatu bagian dari otak yang disebut hipotalamus. Hipotalamus berusaha agar suhu tubuh tetap hangat (36,5-37,5 ºC ) meskipun lingkungan luar tubuh berubah-ubah. Hipotalamus mengatur suhu dengan cara menyeimbangkan antara produksi panas pada otot dan hati dan pengeluaran panas pada kulit dan paru-paru. Ketika ada infeksi, sistem kekebalan tubuh meresponnya dengan melepaskan zat kimia dalam aliran darah. Zat kimia tersebut akan merangsang hipotalamus untuk menaikkan suhu tubuh dan akhirnya akan menambah jumlah sel darah putih yang berguna dalam melawan kuman.

Apa saja penyebab demam?

Infeksi merupakan penyebab terbanyak demam pada anak-anak. Infeksi adalah keadaan tubuh yang dimasuki kuman penyebab penyakit, bisa virus, parasit, atau bakteri. Contoh penyakit infeksi dengan gejala demam adalah flu, radang saluran pencernaan, infeksi telinga, croup, dan bronkhiolitis. Beberapa imunisasi anak-anak juga dapat menyebabkan demam. Kapan demam akan timbul tergantung dari vaksinasi yang diberikan (biasanya imunisasi DTP, HiB, dan MMR). Sedangkan anak yang sedang tumbuh gigi, menurut suatu penelitian, tidak menyebabkan demam.

Bagaimana cara mengukur suhu tubuh anak?

Cara paling akurat adalah dengan suhu rektal. Namun, mengukur suhu oral bisa akurat bila dilakukan pada anak di atas 4-5 tahun, atau suhu telinga pada anak di atas 6 bulan. Mengukur suhu ketiak adalah yang paling kurang akurat, namun dapat berguna saat dilakukan pada anak kurang dari 3 bulan. Bila suhu ketiak lebih dari 37.2ºC, maka suhu rektal harus diukur. Di sisi lain, tidaklah akurat bila mengukur suhu tubuh dengan merasakan kulit anak. Hal ini disebut suhu taktil (sentuhan) karena bersifat subyektif, yaitu pengukuran sangat dipengaruhi oleh suhu orang yang merasakan kulit si anak. Berikut cara mengukur suhu anak:

  • Suhu rektal: anak dibaringkan di pangkuan pemeriksa dengan perut sebagai dasarnya, sebelumnya oleskan sedikit krim atau jely pelumas (misal: Vaseline) pada ujung termometer, masukkan termometer dengan hati-hati ke dubur anak sampai ujung perak termometer tidak terlihat (0,5-1,25 cm di dalam dubur), tahan termometer pada tempatnya. Tahan selama 2 menit untuk termometer raksa atau kurang dari 1 menit untuk digital.
  • Suhu oral: yang perlu diperhatikan adalah jangan mengukur suhu pada mulut anak bila anak makan atau minum yang panas atau dingin dalam 30 menit terakhir. Sebelumnya bersihkan termometer dengan air dingin dan sabun kemudian bilas dengan air sampai bersih. Tempatkan ujung termometer di bawah lidah ke arah belakang. Minta anak untuk menahan termometer dengan bibirnya. Upayakan bibirnya menahan termometer selama kira-kira 3 menit untuk termometer raksa atau kurang dari 1 menit untuk digital.
  • Suhu ketiak: tempatkan ujung termometer di ketiak anak yang kering kemudian Tahan termometer dengan mengempitnya antara siku dengan dada selama 4-5 menit.
  • Suhu telinga: perlu diperhatikan bahwa termometer telinga tidak digunakan untuk anak di bawah 6 bulan. Bila anak baru dari luar rumah di mana cuaca sedang dingin, tunggu 15 menit sebelum mengukur suhu telinga. Infeksi telinga tidak mempengaruhi akurasi suhu telinga. Caranya, ibu harus menarik telinga ke arah luar-belakang sebelum memasukkan termometer kemudian tahan alat di telinga anak selama kira-kira 2 detik.

Bagus mana? Termometer digital atau raksa?

Termometer digital murah, mudah didapat, dan cara paling akurat untuk mengukur suhu. Sedangkan termometer raksa mengandung merkuri yang berbahaya saat terpapar ke tubuh, bila termometer pecah. Bila yang ada hanya termometer raksa, pastikan untuk hati-hati saat menggoyang-goyang termometer gelas sebelum digunakan.

Bagaimana sikap kita saat anak demam?

Sangatlah penting bagi orang tua untuk tahu kapan anak demam harus diperiksakan ke dokter atau dirawat sendiri.Di bawah ini adalah kondisi anak demam yang harus diperiksakan ke dokter atau tempat pelayanan kesehatan:

  • Anak di bawah 3 bulan dengan suhu 38ºC atau lebih, tanpa melihat penampakan anak (meskipun anak tampak baik).
  • Anak di atas 3 bulan dengan suhu 38ºC atau lebih selama lebih dari 3 hari atau tampak sakit (rewel dan menolak minum).
  • Anak 3-36 bulan dengan suhu 38.9ºC atau lebih.
  • Anak segala usia dengan suhu 40ºC atau lebih.
  • Anak segala usia yang mengalami kejang demam (step). Kejang demam adalah kejang yang terjadi pada anak berumur 6 bulan – 5 tahun dengan suhu 38º C atau lebih.
  • Anak segala usia yang mengalami demam berulang.
  • Anak segala usia yang demam dengan penyakit kronis, seperti penyakit jantung, kanker, lupus, atau anemia bulan sabit.
  • Anak demam yang disertai munculnya ruam-ruam di kulit.

Anak dapat dirawat sendiri oleh orang tua bila anak berumur lebih dari 3 bulan dengan suhu kurang dari 38.9ºC, dan anak tampak sehat serta berperilaku normal.

Langkah-langkah yang bisa kita lakukan saat anak demam antara lain:

Obat untuk Demam pada Anak

Perawatan paling efektif untuk demam adalah menggunakan obat penurun panas seperti Parasetamol (contoh: Pamol®, Sanmol®, Tempra®l) atau Ibuprofen (contoh: Proris®). Terdapat berbagai macam sediaan di pasaran seperti: tablet, drops, sirup, dan suppositoria. Pengobatan ini dapat mengurangi ketidaknyamanan anak dan menurunkan suhu 1 sampai 1,5 ºC. Sedangkan Aspirin tidak direkomendasikan untuk anak di bawah 18 tahun karena dapat menyebabkan efek samping penyakit serius yang disebut sindrom Reye, meskipun angka kejadian penyakit ini jarang.

Parasetamol dapat diberikan setiap 4 sampai 6 jam sesuai kebutuhan. Bila suhu tetap tinggi meskipun parasetamol telah diberikan dan anak berumur lebih dari 6 bulan, Parasetamol diganti dengan Ibuprofen yang dapat diberikan setiap 6-8 jam. Dosis parasetamol atau ibuprofen harus diperhitungkan berdasarkan berat badan (bukan umur), yaitu: parasetamol: 10-15 mg/kilogram berat badan anak setiap kali pemberian, maksimal 60 mg/kilogram berat badan/hari. Sedangkan Ibuprofen: 5-10 mg/kilogram berat badan anak setiap kali pemberian, maksimal 40 mg/kilogram berat badan/hari. Contoh: bila anak dengan berat 12 kg, diberikan sirup Parasetamol 12 x (10 sampai 15) mg = 120 mg sampai 180 mg sekali minum. Apabila orang tua kesulitan dalam menghitung dosis hendaknya berkonsultasi dengan apoteker atau farmasis. Jangan asal-asal dalam menentukan dosis obat pada anak. Adapun obat yang telah diresepkan oleh dokter maka patuhilah aturan pemakaian obat dari dokter. Apabila orang tua merasa ragu jangan segan-segan meminta informasi kepada dokter yang meresepkan.

Sekilas tentang Kompres

Mengompres dilakukan dengan handuk atau washcloth (washlap atau lap khusus badan) yang dibasahi dengan dibasahi air hangat (30ºC) kemudian dilapkan seluruh badan. Penurunan suhu tubuh terjadi saat air menguap dari permukaan kulit. Oleh karena itu, anak jangan “dibungkus” dengan lap atau handuk basah atau didiamkan dalam air karena penguapan akan terhambat. Tambah kehangatan airnya bila demamnya semakin tinggi. Dengan demikian, perbedaan antara air kompres dengan suhu tubuh tidak terlalu berbeda. Jika air kompres terlalu dingin akan mengerutkan pembuluh darah anak. Akibatnya, panas tubuh tidak mau keluar. Anak jadi semakin menggigil untuk mempertahankan keseimbangan suhu tubuhnya.

Mengompres dapat pula dilakukan dengan meletakkan anak di bak mandi yang sudah diisi air hangat. Lalu basuh badan, lengan, dan kaki anak dengan air hangat tersebut. Sebenarmya mengompres kurang efektif dibandingkan obat penurun demam. Bila ibu memakai metode kompres, hendaknya digabungkan dengan pemberian obat penurun demam, kecuali anak alergi terhadap obat tersebut.

Ingat! Jangan mengompres dengan alkohol karena uap alkohol dapat terserap ke kulit atau paru-paru anak. Membedong anak di bawah umur 3 bulan dengan banyak pakaian atau selimut dapat sedikit menaikkan suhu tubuh. Menurut penelitian, suhu rektal 38.5ºC atau lebih tidak dihubungkan dengan membedong dengan kain tebal tadi. Oleh karena itu, dianjurkan bila anak demam, cukup memakai baju atau selimut tipis saja sehingga aliran udara berjalan baik.

Menaikkan Asupan Cairan Anak

Demam pada anak dapat meningkatkan risiko terkena dehidrasi (kekurangan cairan). Tanda dehidrasi paling mudah adalah berkurangnya kencing dan air kencing berwarna lebih gelap daripada biasanya. Maka dari itu, orang tua sebaiknya mendorong anak untuk minum cairan dalam jumlah yang memadai. Anak dengan demam dapat merasa tidak lapar dan sebaiknya tidak memaksa anak untuk makan. Cairan seperti susu (ASI atau sapi atau formula) dan air harus tetap diberikan atau bahkan lebih sering. Anak yang lebih tua dapat diberikan sup atau buah-buahan yang banyak mengandung air. Bila anak tidak mampu atau tidak mau minum dalam beberapa jam, orang tua sebaiknya diperiksakan ke dokter.

Istirahatkan Anak Saat Demam

Demam menyebabkan anak lemah dan tidak nyaman. Orang tua sebaiknya mendorong anaknya untuk cukup istirahat. Sebaiknya tidak memaksa anak untuk tidur atau istirahat atau tidur bila anak sudah merasa baikan dan anak dapat kembali ke sekolah atau aktivitas lainnya ketika suhu sudah normal dalam 24 jam.

Selama anak demam, orang tua hendaknya tetap memperhatikan gejala-gejala lain yang muncul. Tanyakan pada anak, adakah keluhan lain yang dirasakan, semisal: pusing, sakit kepala, nyeri saat kencing, kesulitan bernafas, dan lain-lain. Karena demam bisa jadi merupakan tanda bahwa ada gangguan pada kesehatan anak atau gejala dari penyakit tertentu. Oleh karena itu, para orang tua hendaknya bijaksana dalam menghadapinya. Orang tua hendaknya tahu kapan anak dengan demam dapat dirawat sendiri di rumah atau diperiksakan ke tempat pelayanan kesehatan.

Referensi:
www.mims.com
www.uptodate.com

***

Penulis: dr. Ian Danny Kurniawan (Abu ‘Ammar)
Artikel muslimah.or.id

Donasi dakwah YPIA

131 Comments

  1. ummu_hanif says:

    Alhamdulillah, demam merupakan alarm bagi tubuh untuk membuat pertahanan tubuh melawan infeksi virus atau bakteri. Yang jelas jangan sampai anak kekurangan cairan, jika infkesinya karena virus, maka tidak perlu obat karena akan hilang dengan sendirinya, semoga mencerahkan.

  2. Ummu Ayyub says:

    Jazakullahu Khoir

  3. Hidet says:

    Salam.

    Anak2 demam memang akan merisaukan si ibu dan ayah.
    Jagalah anak betul2 agar suhu badannya tidak terlalu tinggi. Jangan lupa dapatkan ubat dan rawatan untuk anak.

    Regard

  4. Ian Danny K. says:

    Yang perlu diketahui, demam karena infeksi virus adalah mendadak tinggi, sedangkan karena infeksi bakteri adalah demam dengan suhu tubuh yang naik secara perlahan-lahan. Namun untuk lebih baiknya dilakukan pemeriksaan oleh dokter atau laboratorium.
    Infeksi virus tertentu sebenarnya ada obatnya, namun sebagian besar infeksi virus bersifat penyakit yang dapat sembuh sendiri (self limited disease), utamanya daya tahan tubuh kitalah yang melawan virus sehingga diperlukan kondisi badan yang baik, seperti cukup istirahat, cukup minum dan makan makanan yang bergizi.
    Sedangkan pada infeksi bakteri, biasanya diperlukan obat antibiotik.

  5. Mutia says:

    Kapankah kita menghubungi dokter ketika anak demam? Harus dibawa langsung ketika teridentifikasi demam atau nunggu berapa jam dulu? Syukran

  6. Ian Danny K. says:

    Sesuai artikel di atas, yaitu: anak dapat dirawat sendiri oleh orang tua bila anak berumur lebih dari 3 bulan dengan suhu kurang dari 38.9C, dan anak tampak sehat serta berperilaku normal.
    Segera periksakan anak ke dokter bila:
    * Demam pada anak tidak turun meskipun telah dilakukan perawatan di rumah (pengobatan benar, makan teratur, cukup istirahat cukup) selama 2 hari
    * Anak di bawah 3 bulan dengan suhu 38C atau lebih, tanpa melihat penampakan anak (meskipun anak tampak baik).
    * Anak di atas 3 bulan dengan suhu 38C atau lebih selama lebih dari 3 hari atau tampak sakit (rewel dan menolak minum).
    * Anak 3-36 bulan dengan suhu 38.9C atau lebih.
    * Anak segala usia dengan suhu 40C atau lebih.
    * Anak segala usia yang mengalami kejang demam (step). Kejang demam adalah kejang yang terjadi pada anak berumur 6 bulan – 5 tahun dengan suhu 38 C atau lebih.
    * Anak segala usia yang mengalami demam berulang.
    * Anak segala usia yang demam dengan penyakit kronis, seperti penyakit jantung, kanker, lupus, atau anemia bulan sabit.
    * Anak demam yang disertai munculnya ruam-ruam di kulit.

  7. ABU AZHLA says:

    Tapi bagaimana dengan obat yang sekarang ini banyak beredar, banyak sekali bahan kimianya yang secara tak langsung dapat membahayakan tubunya. dan ana belum menemukan obat kimia yang mendapatkan label HALAL. apakah bahan kimia yang terkandung dalam obat kimia adalah halal. juga kebanyakan obat penurun panas mengunakan alkohol yang hukumnya “HARAM”.
    Syukron.

  8. asy sYifa says:

    # abu Azhla

    1. Ada bbrp obat yg memiliki label halal. Akan tetapi, jumlahnya memang sedikit.

    Proses shg sbuah obat bs dipasarkan umumnya lebih ketat drpd makanan. berbagai tes mulai dr formulasi, efikasi (kemanjuran), keamanan, dll.

    saya sendiri, belum tahu knapa pr produsen obat yg belum m’cantumkan label Halal, tidak mengusahakannya. Mgkn bisa antum ditanyakan pd ahlinya (bs tanya kpd ahli Farmasi yg kompeten di bidangnya atau mgkn pd MUI-yg punya hak untuk memberikan izin m’cantumkan label Halal pd sst produk-)

    akan tetapi, dlm hal ini, produsen obat memiliki kewajiban untuk mencantumkan pada info produk obat, bila obat tsb mengandung sst zat yg tidak halal.

    sbg contoh, obat X (sy lupa namanya), sang produsen obat telah m’cantumkan dlm info produk bhw obat tsb m’kdg enzim Babi. & Medical representation produsen tsb pnya kewajiban m’jelaskn pd apoteker & dokter mengenai hal tsb. agar praktisi ksehatan tdk m’berikannya pd pasien muslim.

    Setau sy, ada jg obat yg sampai saat ini blm dipasarkan krn masih diragukan kehalalalnnya. tp di sisi lain, jg tak sdkt obat yg jelas2 m’kdg zat haram msh dipasarkan.

    krn itu, kita sbg pasien sbaiknya lbh hati2 m’milih obat.
    t’utama utk obat sprt insulin, obt dlm sediaan kapsul/ soft kapsul, dll. usahakan memilih obat yg kita ketahui kapsulnya halal (bkn dr gelatin babi) atau saat m’minumnya serbuk obat kita keluarkan dr kapsulnya.

    minimal, hal ini yg smentara bs kita lakukan saat kita t’paksa hrs minum obat.

    smoga pr praktisi ksehatan lbh concern utk tdk meresepkan & m’beri pasien obat yg blm jelas khalalannya & obat yg jls2 haram.

    smoga pr produsen obat sgera m’cantumkan label Halal utk produk obat mereka. krn sbnrnya itu jg lbh m’untungkan utk mereka (krn lbh m’dpt kpercayaan konsumen)

    * Mohon dikoreksi jika sy salah

    2. Mengenai hukum alkohol yg digunakan dlm obat, mgkn antum bisa baca di artikel berikut:

    http://muslim.or.id/akhlaq-dan-nasehat/bahaya-minuman-memabukkan-khomr-4.html

    Alkohol di dalam dunia farmasi, biasanya digunakan untuk pelarut, terutama utk sediaan2 cair. Jadi, alkohol itu sendiri adalah zat tambahan/pembantu (eksipien). Bukan zat aktif obat.

    Alhamdulillah, saat ini ilmu farmasi sdh b’kembang cukup pesat. skrg sdh ckp byk obat yg tdk m’kdg alkohol. Baik obat utk anak2 maupun dewasa.

    Maka, jk antum masih ragu utk m’makai obat yg m’kdg alkohol, antum bs m’milih obat2 yg tidak m’kdg alkohol.
    Bahkan, ada kok obat (penurun panas) yg tidak m’kdg alkohol dan ada label halalnya (maaf, sy tidak bisa nyebut merek. Takut mlh iklan). Atau, antum bisa lebih memilih obat dalam bentuk sediaan padat, misal tablet (umumnya tdk pakai alkohol dlm proses p’buatannya).

    Kita sbg pasien hendaknya lebih kritis dan proaktif thd obat apa yg kita minum. Klo misalnya beli obat bebas di apotek, kita bisa minta tolong apoteker utk memilihkan obat yg tdk mkdg alkohol. Atau jika periksa ke dokter, kita bisa meminta pd dokter utk tidak meresepkan obat yg mkdg alkohol.

    Wallohu Ta’ala a’lam

  9. indra ardy onggo says:

    hello bapak/ibu. mohon sarannya nih. anak saya umur 2 tahun. sudah 3x kena step demam kejang. kira-kira apa ya penyebab? trus apa dampaknya ke anak kalo sampai 3x? trus bila kena step langkah apa yang pertama harus saya ambil? terima kasih.

  10. Abu Salwa says:

    Assalamua’laikum,

    maaf ana mau tanya apa hukum imunisasi dalam syariat agama, halal atau haram?

    Jazakumullah Khairan

  11. Ian Danny K. says:

    Kepada Indra Ardy Onggo,

    Menurut cerita antum, kejadian tersebut disebut Kejang Demam. Kejang demam terjadi karena adanya loncatan listrik di otak yang diakibatkan karena naiknya suhu tubuh.
    Pada beberapa anak, demam dapat menimbulkan kejang. Kejang demam terjadi pada 2-5% anak antara usia 6 bulan sampai 5 tahun.
    Kejang demam dibagi menjadi 2, yaitu: Kejang Demam Simpleks (KDS) dan Kejang Demam Kompleks (KDK).
    KDS: kejang 1x dalam 24 jam, lama kejang 1x dalam 24 jam, lama kejang > 15 menit, kejang hanya pada bagian tubuh tertentu
    Kalau KDS umumnya tidak berbahaya, sedangkan KDK biasanya menandakan penyebab selain demam, misalnya ada gangguan otak, infeksi, dll.

    Jika anak antum mengalami kejang demam, cepat bertindak untuk mencegah luka.

    * Letakkan anak antum di lantai atau tempat tidur dan jauhkan dari benda yang keras atau tajam
    * Palingkan kepala ke salah satu sisi sehingga ludah atau muntah dapat mengalir keluar dari mulut
    * Jangan menaruh apapun di mulut anak. Anak antum tidak akan menelan lidahnya sendiri.
    * Hubungi dokter anak antum.
    Sebagai catatan: Obat pereda demam seperti paracetamol dan ibuprofen dapat menolong menurunkan demam, tetapi tidak mencegah kejang demam.

  12. Ian Danny K. says:

    Afwan, ralat,
    “KDS: kejang 1x dalam 24 jam, lama kejang 1x dalam 24 jam, lama kejang > 15 menit, kejang hanya pada bagian tubuh tertentu” seharusnya “KDS: kejang 1x dalam 24 jam, lama kejang < 15 menit, kejang terjadi pada seluruh tubuh “. Sedangkan di luar itu adalah KDK.
    Jazakumullah khaira

  13. Habib says:

    anak saya saat ini sedang dirawat di RS karena demam tinggi yg menyebabkan kejang.

    kronologi:
    malam jumat jam 9 malam anak mulai panas, jumat pagi langsung saya bawa ke dokter, dan pada jumat sore pukul 17.00 WIB mengalami kejang, saya ndak tau itu KDS atau KDK. Mohon pencerahannya.

    thanks

  14. ummi anis says:

    anak saya umur 3 tahun setengah..kerap demam..dan demam nya terlalu tinggi 39c selalu mcm tue…tlg lah saya..sah pergi ke klinik banyak kali tapi macam tue juga..anak demam lame sampai satu minggu

  15. Ian Danny Kurniawan says:

    Kepada Habib,

    Afwan baru balas. Semoga Allah Azza Wa Jalla memberikan anak antum kesembuhan.]

    KDS: Kejang Demam Sederhana, yaitu kejang menyeluruh
    yang berlangsung kurang dari 10 menit dan tidak
    berulang dalam 24 jam

    KDK: Kejang Demam Kompleks, yaitu kejang pada salah
    satu lengan/tungkai saja (kejang fokal) yang berlangsung
    ?10 menit, dan berulang dalam 1 hari atau
    selama demam berlangsung.

  16. Ian Danny Kurniawan says:

    Kepada Ummi Anis,

    Demam merupakan gejala dari banyak penyakit. Pola demam pada suatu penyakit ada yang berbeda satu sama lain. Apakah demam tinggi mendadak atau berjalan pelan-pelan. Demam yang intermiten, remiten, ataukah kontinyu.
    Intermiten: demam yang diselingi suhu tubuh yang normal.
    Remiten: demam yang diselingi suhu tubuh yang turun namun tidak sampai normal.
    Kontinyu: demam terus-menerus.
    Apakah anak antum, disertai gejala lain, seperti: batuk, pilek, mencret, susah buang air besar, dsb. Tolong antum cantumkan.
    Atau bawa anak antuk ke dokter atau laboratorium untuk dilakukan pemeriksaan.
    Di laboratorium, dilakukan pemeriksaan darah seperti leukosit, eritrosit, hematokrit, trombosit, hemoglobin, dan laju enap darah.

  17. sugeng riadi says:

    Ingat! Jangan mengompres dengan alkohol karena uap alkohol dapat terserap ke kulit atau paru-paru anak. Membedong anak di bawah umur 3 bulan dengan banyak pakaian atau selimut dapat sedikit menaikkan suhu tubuh. Menurut penelitian, suhu rektal 38.5C atau lebih tidak dihubungkan dengan membedong dengan kain tebal tadi. Oleh karena itu, dianjurkan bila anak demam, cukup memakai baju atau selimut tipis saja sehingga aliran udara berjalan baik

    assalam mualaikum ,

    untuk hal tersebut diatas berlaku untuk anak umur berapa dok ??

  18. abbas says:

    Trima kasih untuk artikel ini, semoga dapat membantu saya dalam menangani anak jika sedang demam

  19. yanti basyir says:

    Assalammualaikum dok,kata ibu mertua saya kalo anak lg demam tidak boleh dikasih makan telur,apa itu benar dok?trimakasih.

  20. vionissa says:

    sepengetahuan sy, mslh penyakit yg disebabkan infeksi bs diatasi dgn ikhtiar mengusahakn daya tahan tubuh anak. Yaitu dgn memberi ketenangan jiwa/spiritual, makanan yg bergizi & halal dan istirahat yg teratur.. Senang bisa berbagi pengalaman..

  21. erry says:

    saya punya keponakan berumur 19 bulan, dan sudah 3 kali masuk rumah sakit karena panas (demam) yang pertama kali diduga terkena virus dan yang kedua diduga terkena radang karena leukosit nya tinggi dan yang terakhir di vonis tipes krn tes salmonela nya menunjukan angka tertinggi yaitu “6″, sekarang sudah kembali kerumah baru 3 hari dan kemarin suhu tubuhnya kembali ke angka 37,4 dan kami beri tempra dan suhunya kemarin malam kembali ke angka 36,7…yang mau saya tanyakan adalah, apakah kami harus khawatir dengan kondisi ini? dan apa yang harus kami lakukan? bisakah anda memberikan penjelasan tentang gejala ini?
    trima kasih…

  22. Bimbo Tri Prasetyo, S. St says:

    Salam hangat,
    Anak adalah karunia yang sangat indah dalam hidup. Saya sebagai ayahnda dari Nadia Khansa Prasetyo, 3 thn sangat peduli akan kesehatannya. Laki-laki ataupun perempuan pasti sama-sama mempunyai nilai berharga yang sama. Nadia begitu dekat dengan saya sampai-sampai ibunya iri akan hal tersebut. Saat ini, Nadia sedang demam dan saya sangat bersukur mendapat pengetahuan yang lebih dengan membaca artikel ini. Pengetahuan sangat penting untuk mengatasi masalah kesehatan khususnya pada anak. Terimakasih dan semoga 4JJI membalas lebih atas informasinya. Amin

  23. ummu farih says:

    jazakallahu khair..pernah ketika demam suhu badan anak saya mencapai 40,8 drjt..Saat itu saya hanya memberi paracetamol tiap 4 jam dan mengompres degn air hangat hingga panasnya turun.. (anak saya,seizin allah,tidak pernah kejang sekalipun demam tinggi)
    Keesokannya saya bawa ke dokter,ternyata juga mndapat paracetamol..
    pertanyaan saya,apakah tujuan segera membawa ke dokter jika panas tinggi? Barakallahufiik..

  24. PUJIANA says:

    Informasi ini sangat bermanfaat bagi saya. Tapi ada satu hal yang ingin saya tanyakan. Kenapa tiap kali anak saya (5th) demam dan diberi obat penurun panas, selalu muncul tanda merah (sebesar uang logam ) terutama dibagian paha, pinggang, dan punggung. Setelah beberapa hari tanda itu berubah warna menjadi kecokelatan dan mirip dengan luka bakar dan bekasnya susah untuk dihilangkan.
    Mohon penjelasan apa penyebanya dan apakah itu berbahaya?
    Atas jawabannya saya ucapkan terima kasih.

  25. rifan says:

    subhanallah… ^^

  26. irawan says:

    data-data yang saya baca kurang lengkap…. anak saya umur 7 bulan setengah demam malam dan selalu menangis….bagaimana cara solusinya

  27. Setyo arif w says:

    assalamualaikum dok.
    anak ane berumur 8 bulan
    pagi mulai demam dsertai batuk pilek anak jadi rewel trus. malam hari suhu tubuhny naik smp 39,9 C.
    esok hariny anak kembali segar,doyan makan, bermain.
    malam hari suhu badan naik lagi 38,6. esok hari segar lg suhu tubuh normal.
    tapi malam naik lagi.
    ini sudah malam ke 3.
    mohon penjelasanny dok?
    apa perlu anak d periksa darah?

  28. nugraha says:

    malem dok

    mau tanya :
    1. apa ciri2 kerusakan otak akibat demam
    2. apa benar demam padaanak laki2 beresiko kemandulan

  29. ummi zahra says:

    ass….
    saya berterimaksih atas informasinya ini sangat bermanfaat sekali bagi saya sebagai ibu muda…tetapi dalam beberapa kali deman pada anak-anak saya ( 6 tahun dan 2 tahun) alhamdulillah kami hanya memakai pengobatan attibunnabawi (madu, zaitun dan zait sauda) disertai herbal lainnya seperti kelapa muda/ kelapa ijo, dan makanan2 lain yang berair seperti yang anada sebutkan….alhamdulillah kesembuhannya membawa kami pada bertambahnya keimanan…InsyaAlloh
    dan setiap penyakit pasti mendatangkan ilmu bagi kami…jazakillah

  30. wahyu says:

    mau ikut nanya….
    apakah demam tinggi pada anak (umur 7 tahun) bisa menimbulkan perilaku atau halusinasi? Anak saya waktu demam berperilaku aneh tidak seperti biasa, ia seperti melihat bunga atau kupu kupu lalu ingin meraih. bicaranya tidak jelas kaya cadel. tatapan kosong. tolong ada yang tahu akan hal ini? saya blm pernah melihat hal ini sebelumnya?

  31. IRMANDANI says:

    terima kasih atas artikelnya…
    moga menjadi amal baik dan mendapat balasan dari Allah SWT
    Amin

  32. jazakalloh..sependapat..

  33. @ Sugeng riadi
    Anjuran untuk tidak mengompres menggunakan alkohol dan anjuran untuk memakai pakaian tipis ketika demam berlaku untuk semua umur, bahkan juga untuk orang dewasa.

    @ Yanti Basyir
    Sebenarnya tidak ada pengkhususan larangan memakan telur ketika demam. Akan tetapi memang dianjurkan untuk mengurangi makanan berlemak dan sulit dicerna, seperti telur, jeroan, daging, dan lain-lain. Namun, hal ini bukanlah pelarangan mutlak, melainkan hanya anjuran untuk mengurangi saja, karena tetap dibutuhkan makanan bergizi lengkap dan seimbang untuk mempercepat proses penyembuhan.

    @ Erry
    Anti tidak perlu terlalu cemas, mengingat suhunya yang 37,4 C belum bisa dikategorikan demam yang membutuhkan obat penurun panas (batasnya 38,5 C). Cukup dengan banyak minum, kompres hangat (jika anak merasa tidak nyaman), diberi pakaian tipis, istirahat, dan makan makanan bergizi. Tubuh manusia mempunyai pengatur suhu di otak yaitu hipothalamus. Biarkanlah hipothalamus bekerja secara alami untuk menurunkan suhu tubuh yang meningkat. Hindari pemberian obat yang sebenarnya belum perlu diminumkan pada anak.

    @ Ummu Farih
    Pada kasus anak anti, dokter hanya memberikan parasetamol karena memang baru demam hari pertama. Belum perlu dilakukan tes laboratorium darah ataupun pemberian antibiotik. Dokter juga tidak meresepkan obat kejang mengingat dari hasil wawancara diketahui bahwa tidak ada riwayat kejang pada suhu yang sudah sangat tinggi. Hal ini menunjukkan ambang batas kejang anak anti yang tinggi sehingga tidak perlu khawatir terjadi kejang. Biasanya dokter akan meminta pasien kembali jika dalam waktu 3 hari masih demam.

    @ Setyo Arif W
    Pada kasus anak antum, demam yang muncul sangat dimungkinkan karena batuk pilek yang dialaminya. Hanya saja belum bisa dipastikan apakah penyebabnya virus atau bakteri. Demam yang lama (lebih dari 3 hari) biasanya mengarah pada infeksi bakteri dan membutuhkan antibiotik dalam pengobatannya. Kondisi rewel pada anak antum bisa jadi karena selain batuk-pilek, anak antum juga mengalami radang tenggorokan (faringitis) sehingga terasa nyeri atau sulit menelan. Dokter akan memeriksa amandel dan tenggorokan anak antum, untuk melihat apakah ada tanda-tanda peradangan. Jika gejalanya sudah mengarah pada infeksi bakteri, dokter akan meresepkan antibiotik.
    Salah satu fungsi dilakukan tes darah pada hari ke-3 adalah untuk menyingkirkan kemungkinan terjadinya demam berdarah. Namun demikian, tes darah hanya akan dilakukan jika memang gejalanya mengarah. Jadi, tidak setiap anak yang demam selama 3 hari harus menjalani tes darah, melainkan dilihat juga gejala-gejala yang menyertainya.

    – Ummu Shofiyya dr. Avie Andriyani –

  34. via says:

    selama ini orang membahas step yang terjadi pada anak-anak,,! btw adakah dampak step yang pernah di alami wkt anak, pada orang dewasa?? msl nya saya yang pernah mengalami step wktu msh anak-anak,,dari umur 3 tahun smpai 5 tahun,, step itu dapat hilang,, tp sekarang saya pernah mengalami gemater dari tangan smapei kaki secara tiba-tiba,, dan tenaga yang saya punya sangat kurang di bandingkan orang lain,,tuk menhan benda berat,, mengangkat benda yang saya anggap berat ternyata tidak buat orang lain,, itu sangat sering terjadi,, pakah itu bs dikatakan dampak step wktu kecil dulu? atau ??

  35. maria says:

    bagaimana bila termometer air raksa pecah? Apa tindakan yang harus dilakukan? terutama berkaitan dengan pembersihan air raksanya. trimakasih.

  36. @ Via
    Memang tidak banyak pembahasan tentang efek step setelah seorang anak menginjak usia dewasa. Hal ini disebabkan oleh sangat jarangnya efek step. Biasanya step sembuh sendiri tanpa dampak yang mengganggu, kalopun ada biasanya tanda-tandanya sudah muncul sejak masih anak-anak, misalnya saja kelumpuhan sehingga seorang anak terhambat kemampuan berjalannya. Kami sarankan supaya anti memeriksakan diri ke dokter spesialis saraf untuk memastikan penyebab kurangnya kekuatan tangan anti ketika mengangkat sesuatu. Pada waktu anamnesis (wawancara), sebaiknya anti ceritakan secara detail kepada dokter bagaimana proses perjalanan penyakit anti, apakah kurangnya kekuatan tangan anti baru-baru saja anti rasakan (setelah dewasa) atau sudah sejak kecil. Biasanya dokter akan menanyakan apakah ada riwayat trauma (jatuh, terbentur), apakah ada riwayat kejang (seperti apa kejangnya, apakah disertai dengan demam sebelumnya, apakah berlangsung lama tiap kali kejang, dan lain-lain). Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik yang terkait dengan sistem persarafan, seperti reflek-reflek pada ekstremitas (tangan, kaki), apakah refleks fisiologisnya positif atau justru ada refleks patologis (abnormal) yang muncul. Selain itu, akan dites juga kemampuan anti untuk menggenggam, mengangkat, dan lain-lain. Akan dibandingkan juga apakah kekuatan anggota gerak sebelah kanan dan kiri sama atau berbeda. Dari pemeriksaan fisik tersebut akan diambil kesimpulan saraf mana yang terganggu. Setelah diketahui, dokter biasanya akan menyarankan untuk melakukan fisioterapi dan mungkin juga ditambah dengan terapi lain.

    -dr. Avie Andriyani (Ummu Shofiyya)-

  37. lidia says:

    Anak sy 3bln sdh 2hari demam,,td mlm suhu badannya smpt normal,trus paginya agak panas lg.sy udh ksh sanmol+bnyak minum air putih+dikompres air hangat.tp kadang saat dikasih sanmol dia mual dan muntah,tp tdk bnyak.apakah hrs segera sy bw ke dsa nya?tx

  38. @ Lidia
    Jika anak memuntahkan kembali setiap kali diminumi obat penurun panas, padahal panasnya sangat tinggi, maka bisa dengan pemberian obat lewat dubur/suppositoria (merk dumin atau yang lain). Karena usianya masih 3 bulan (masih dalam masa ASI eksklusif), teruskan menyusui ASI sesering mungkin, karena cairan yang diberikan tidak harus dalam bentuk air putih. Bahkan, ASI jauh lebih baik karena selain bisa menghindarkan dari dehidrasi, juga mengandung zat-zat kekebalan tubuh yang penting dalam proses penyembuhan. Jika anak masih demam sampai dengan hari ketiga sebaiknya dibawa ke dokter untuk dilakukan pemeriksaan guna mencari penyebab yang mendasari terjadinya demam dan kemudian mendapatkan pengobatan yang sesuai. Semoga Allah memberi kesembuhan pada anak anti. Baarakallahu fiik.
    -dr.Avie Andriyani Ummu Shofiyya-

  39. eny susilowati says:

    anak saya sejak umur 1.5 th spi 7 th,mengalami step.dulu hampir setiap panas terjadi step.saat ini umur anak saya 9 th.telah terjadi step tadi jam 2 dini hari.umumnya kejadian step sekitar umur 0-5 th.tapi lain dengan anak saya.sampai umur 9 th masih mengalami step.apa yang terjadi dengan anak kami?apa ada kelainan di syaraf otaknya?bagi pembaca yang mempunyai pengalaman dan pengetahuan,tolong beri saran atau pendapat yang bisa kami terima dan untuk kami dan kesehatan anak kami.terima kasih.

  40. @ Eni Susilowati
    Untuk mengetahui apakah ada kelainan pada saraf yang memicu terjadinya kejang, maka kami sarankan untuk memeriksakan anak anti ke dokter Spesialis anak (lebih bagus lagi jika sub spesialis neurologi anak. Ada beberapa hal yang mungkin ditanyakan oleh dokter kepada anti, seperti bagaimana kejangnya terjadi, apakah didahului dengan demam ataukah didahului pemicu lainnya (kelelahan, kurang tidur, dan sebagainya), berapa lama terjadinya, berapa lama durasinya sampai dengan berhenti kejang dan anak tersadar, seperti apa kejangnya (apakah seluruh tubuh atau hanya bagian tubuh tertentu yang kejang). Memang pada anak yang seusia anak anti, tidak menutup kemungkinan kejang tersebut merupakan gejala epilepsi, yaitu suatu gangguan atau berhentinya fungsi otak secara mendadak dan berkala yang disebabkan oleh terjadinya lepas muatan listrik berlebihan dan tidak teratur pada sel-sel otak secara tiba-tiba, sehingga penerimaan dan pengiriman rangsang antara bagian-bagian otak dan dari otak ke bagian-bagian tubuh lain jadi terganggu. Yang dimaksud dalam pengertian berkala dalam istilah tersebut tidak berarti memiliki rentang waktu tertentu, tetapi dapat muncul sewaktu-waktu dan kemudian berulang lagi secara tiba-tiba pula. Penderita epilepsi memiliki ambang serangan yang lebih rendah dibanding orang normal. Yang dimaksud dengan ambang serangan adalah batas tingkatan rangsang (stimulasi) yang memungkinkan otak mengalami serangan atau tidak.

    Ada beragam ekspresi serangan epilepsi seperti kejang, gerakan tidak normal, dan aneh. Satu hal yang harus diingat, bahwa epilepsi tidak selalu harus berarti kejang dan sebaliknya, kejang juga belum tentu epilepsi.

    Beberapa faktor penyebab maupun faktor risiko epilepsi yang sudah diketahui, antara lain trauma kepala, demam tinggi (seperti yang terjadi pada anak anti), stroke, keracunan, tumor otak, masalah jantung dan pembuluh darah, gangguan keseimbangan elektrolit, infeksi (meningitis dan ensefalitis).

    Untuk memastikan, selain dari hasil anamnesis/wawancara, beberapa tipe epilepsi membutuhkan pemeriksaan lab darah, EEG (Electro Encephalography), atau jika perlu MRI (Magnetic Ressonance Imaging).

    Selanjutnya, apapun diagnosis dokter nantinya, hendaknya anti bersabar dan bertawakal pada Allah semata, tentunya dengan tetap menempuh ikhtiar/usaha dalam rangka kesembuhan anak anti. Semoga Allah memberikan kesembuhan pada anak anti. Amin.

    (dr. Avie Andriyani)

  41. teti says:

    thanks cukup membantu, walau anak kami dah gede tapi kalo lg demam cukup bikin pusing…

  42. akus kusdian says:

    Penjelasan yg Luar biasa jelasnya pak dr. Ian Danny Kurniawan (Abu Ammar), terimakasih dan mohon perkenan utk copy paste

  43. lisna says:

    apa yang membuat mu, untuk tidak siap memakai jilbab?

  44. bambang says:

    terima kasih, artikel ini sangat membantu
    saya juga mau tanya dok, kapan anak harus dibawa ke dokter apabila demam. anak perempuan saya 1 tahun demam tapi tidak terlalu tinggi saya kasih ibuprofen demamnya sudah turun, tapi selang beberapa jam naik lagi. pada saat demam rewel tapi saat demamnya turun bisa beraktifitas normal. sudah tiga hari ini suhunya naik turun seperti itu apakah berbahaya? perlukah segera dibawaa ke dokter? terima kasih atas jawabanya

  45. @ bambang : dari penuturan antum, sepertinya tdk ada gejala lain yg menyertai demam (spt batuk, pilek, diare, muntah, dll). Utk itu, kami sarankan utk membawa putri antum ke dokter, mengingat demamnya yg sdh berlangsung selama 3hari. Supaya bisa dilakukan pemeriksaan fisik utk menentukan penyebab demam, dan pemeriksaan penunjang lain (lab) jika diperlukan. -dr.Avie-

  46. Asep Awaluddin says:

    wajib baca

  47. buang hadi santoso says:

    mohon tanya dok.
    anak saya umur 2 tahun panas turun hampir 2 minggu ini.
    tes darah hasilnya negatif.
    rontsen paru2 baik.
    yang paling baru tes kotoran juga baik.
    malah sekarang badannya jadi sangat lemah,untuk duduk aja belum mampu apalagi berdiri dan belum ada ngomongnya kecuali nangis dan ketawa.tapi sudah mau main2.sebelumnya malah tatapan matanya kosong dan tidak mau beraktifitas kecuali hanya tidur dan ngantuk aja.
    sekarang masih panas dan diare(sebelumnya tidak).
    sekarang masih opname.
    makasih.

  48. Dolly says:

    terima kasih sangat atas infonya Ibu, sangat membantu. Kali ini kami minta bantuan Ibu, terima kasih sebelumnya. Putri kami, yang umur mendekati 11 thn, baru pertama kali ini step, yang tidak diiringi demam. 12 jam sebelumnya (menjelang tidur malam), dia mengeluh tenggorokannya sakit, saya fikir, itu gejala radang tenggorokan, saya beri dia 1 gelas air, dan 1 gelas saat dia bangun. Kira2 satu jam setelah dia minum air, saat dia berdiri, merasa pusing, lalu jatuh ke belakang, dan dalam kondisi step. Alhamdulillah, kami bisa mengatasinya saat itu, dan stepnya kira2 2 menit. Beberapa jam setelah itu, kami bawa ke puskesmas, kata dokter bisa jadi karena sedang terjadi perubahan hormon (2 bulan sebelumnya-oktober- dia telah menstruasi yang pertama, tapi tidak ada di bulan november) dan dokter tidak memberi obat, hanya penganjuran pemberian makanan yang lebih berprotein. Sekarang dia sedang tidur, dan dlm 3 jam sudah 3X mimpi/mengigau. Sebagai antisipasi, kami sudah beri parasetamol sebelumnya. Barusan suhu badannya mulai naik, sehingga saya beri lagi parasetamol dan neurodex. Yang menjadi pertanyaan kami;
    1. Apa penyebab step pada putri kami?
    2. Adakah gejala2 suatu penyakit? Dari riwayat keluarga, tidak ada yang epilepsi.
    3. Adakah efek jangka panjang dari benturan yg terjadi saat dia jatuh? (kebetulan tulang kedudukannya mengenai kursi dan kepala langsung ke lantai)
    Terima kasih banyak sebelumnya.

  49. soleh says:

    bagaimana cara mencegah datangx step?????
    klo emang gak ada,cara mengatasi yang baik????
    trus bagaimna cara menkom pres yang baik???

  50. delila says:

    ass,
    ada seorang anak usianya 10 thn dia mengalami demam disertai kejang,suhu tubuhnya 42 drajat C.kemudian ibunya meminta supaya di kompres dengan alkohol di atas 70% (80%).kira-kira anak ini menderita penyakit apa ya?
    setelah di kompres dengan alkohol demam turun dalam 10 menit menjadi 38.
    mengapa kandungan alkohol ini dapat menurunkan demam padahal penggunaan alkohol d larang seperti dalam artikel ini.
    tolong d jelaskan ..
    trimz
    wss

Leave a Reply