Demam Pada Anak

Gejala sakit pada anak yang sering kita jumpai adalah demam. Sebenarnya apakah demam itu dan bagaimana kita menyikapinya, khususnya bila demam terjadi pada anak-anak kita? Insya Allah, dalam tulisan ini akan dibahas tentang demam pada anak.

Apa itu Demam dan Bagaimana Terjadinya?

Demam adalah gejala berupa naiknya suhu tubuh sebagai respon normal tubuh terhadap suatu gangguan. Suhu tubuh diukur dengan termometer, dikatakan demam bila:

  • Suhu rektal (di dalam dubur): lebih dari 38ºC
  • Suhu oral (di dalam mulut): lebih dari 37.5ºC
  • Suhu ketiak: lebih dari 37.2ºC
  • Termometer bentuk dot bayi digital: lebih dari 37.8ºC
  • Suhu telinga: mode rektal: lebih dari 38ºC; mode oral: lebih dari 37.5ºC

Suhu tubuh dikendalikan oleh suatu bagian dari otak yang disebut hipotalamus. Hipotalamus berusaha agar suhu tubuh tetap hangat (36,5-37,5 ºC ) meskipun lingkungan luar tubuh berubah-ubah. Hipotalamus mengatur suhu dengan cara menyeimbangkan antara produksi panas pada otot dan hati dan pengeluaran panas pada kulit dan paru-paru. Ketika ada infeksi, sistem kekebalan tubuh meresponnya dengan melepaskan zat kimia dalam aliran darah. Zat kimia tersebut akan merangsang hipotalamus untuk menaikkan suhu tubuh dan akhirnya akan menambah jumlah sel darah putih yang berguna dalam melawan kuman.

Apa saja penyebab demam?

Infeksi merupakan penyebab terbanyak demam pada anak-anak. Infeksi adalah keadaan tubuh yang dimasuki kuman penyebab penyakit, bisa virus, parasit, atau bakteri. Contoh penyakit infeksi dengan gejala demam adalah flu, radang saluran pencernaan, infeksi telinga, croup, dan bronkhiolitis. Beberapa imunisasi anak-anak juga dapat menyebabkan demam. Kapan demam akan timbul tergantung dari vaksinasi yang diberikan (biasanya imunisasi DTP, HiB, dan MMR). Sedangkan anak yang sedang tumbuh gigi, menurut suatu penelitian, tidak menyebabkan demam.

Bagaimana cara mengukur suhu tubuh anak?

Cara paling akurat adalah dengan suhu rektal. Namun, mengukur suhu oral bisa akurat bila dilakukan pada anak di atas 4-5 tahun, atau suhu telinga pada anak di atas 6 bulan. Mengukur suhu ketiak adalah yang paling kurang akurat, namun dapat berguna saat dilakukan pada anak kurang dari 3 bulan. Bila suhu ketiak lebih dari 37.2ºC, maka suhu rektal harus diukur. Di sisi lain, tidaklah akurat bila mengukur suhu tubuh dengan merasakan kulit anak. Hal ini disebut suhu taktil (sentuhan) karena bersifat subyektif, yaitu pengukuran sangat dipengaruhi oleh suhu orang yang merasakan kulit si anak. Berikut cara mengukur suhu anak:

  • Suhu rektal: anak dibaringkan di pangkuan pemeriksa dengan perut sebagai dasarnya, sebelumnya oleskan sedikit krim atau jely pelumas (misal: Vaseline) pada ujung termometer, masukkan termometer dengan hati-hati ke dubur anak sampai ujung perak termometer tidak terlihat (0,5-1,25 cm di dalam dubur), tahan termometer pada tempatnya. Tahan selama 2 menit untuk termometer raksa atau kurang dari 1 menit untuk digital.
  • Suhu oral: yang perlu diperhatikan adalah jangan mengukur suhu pada mulut anak bila anak makan atau minum yang panas atau dingin dalam 30 menit terakhir. Sebelumnya bersihkan termometer dengan air dingin dan sabun kemudian bilas dengan air sampai bersih. Tempatkan ujung termometer di bawah lidah ke arah belakang. Minta anak untuk menahan termometer dengan bibirnya. Upayakan bibirnya menahan termometer selama kira-kira 3 menit untuk termometer raksa atau kurang dari 1 menit untuk digital.
  • Suhu ketiak: tempatkan ujung termometer di ketiak anak yang kering kemudian Tahan termometer dengan mengempitnya antara siku dengan dada selama 4-5 menit.
  • Suhu telinga: perlu diperhatikan bahwa termometer telinga tidak digunakan untuk anak di bawah 6 bulan. Bila anak baru dari luar rumah di mana cuaca sedang dingin, tunggu 15 menit sebelum mengukur suhu telinga. Infeksi telinga tidak mempengaruhi akurasi suhu telinga. Caranya, ibu harus menarik telinga ke arah luar-belakang sebelum memasukkan termometer kemudian tahan alat di telinga anak selama kira-kira 2 detik.

Bagus mana? Termometer digital atau raksa?

Termometer digital murah, mudah didapat, dan cara paling akurat untuk mengukur suhu. Sedangkan termometer raksa mengandung merkuri yang berbahaya saat terpapar ke tubuh, bila termometer pecah. Bila yang ada hanya termometer raksa, pastikan untuk hati-hati saat menggoyang-goyang termometer gelas sebelum digunakan.

Bagaimana sikap kita saat anak demam?

Sangatlah penting bagi orang tua untuk tahu kapan anak demam harus diperiksakan ke dokter atau dirawat sendiri.Di bawah ini adalah kondisi anak demam yang harus diperiksakan ke dokter atau tempat pelayanan kesehatan:

  • Anak di bawah 3 bulan dengan suhu 38ºC atau lebih, tanpa melihat penampakan anak (meskipun anak tampak baik).
  • Anak di atas 3 bulan dengan suhu 38ºC atau lebih selama lebih dari 3 hari atau tampak sakit (rewel dan menolak minum).
  • Anak 3-36 bulan dengan suhu 38.9ºC atau lebih.
  • Anak segala usia dengan suhu 40ºC atau lebih.
  • Anak segala usia yang mengalami kejang demam (step). Kejang demam adalah kejang yang terjadi pada anak berumur 6 bulan – 5 tahun dengan suhu 38º C atau lebih.
  • Anak segala usia yang mengalami demam berulang.
  • Anak segala usia yang demam dengan penyakit kronis, seperti penyakit jantung, kanker, lupus, atau anemia bulan sabit.
  • Anak demam yang disertai munculnya ruam-ruam di kulit.

Anak dapat dirawat sendiri oleh orang tua bila anak berumur lebih dari 3 bulan dengan suhu kurang dari 38.9ºC, dan anak tampak sehat serta berperilaku normal.

Langkah-langkah yang bisa kita lakukan saat anak demam antara lain:

Obat untuk Demam pada Anak

Perawatan paling efektif untuk demam adalah menggunakan obat penurun panas seperti Parasetamol (contoh: Pamol®, Sanmol®, Tempra®l) atau Ibuprofen (contoh: Proris®). Terdapat berbagai macam sediaan di pasaran seperti: tablet, drops, sirup, dan suppositoria. Pengobatan ini dapat mengurangi ketidaknyamanan anak dan menurunkan suhu 1 sampai 1,5 ºC. Sedangkan Aspirin tidak direkomendasikan untuk anak di bawah 18 tahun karena dapat menyebabkan efek samping penyakit serius yang disebut sindrom Reye, meskipun angka kejadian penyakit ini jarang.

Parasetamol dapat diberikan setiap 4 sampai 6 jam sesuai kebutuhan. Bila suhu tetap tinggi meskipun parasetamol telah diberikan dan anak berumur lebih dari 6 bulan, Parasetamol diganti dengan Ibuprofen yang dapat diberikan setiap 6-8 jam. Dosis parasetamol atau ibuprofen harus diperhitungkan berdasarkan berat badan (bukan umur), yaitu: parasetamol: 10-15 mg/kilogram berat badan anak setiap kali pemberian, maksimal 60 mg/kilogram berat badan/hari. Sedangkan Ibuprofen: 5-10 mg/kilogram berat badan anak setiap kali pemberian, maksimal 40 mg/kilogram berat badan/hari. Contoh: bila anak dengan berat 12 kg, diberikan sirup Parasetamol 12 x (10 sampai 15) mg = 120 mg sampai 180 mg sekali minum. Apabila orang tua kesulitan dalam menghitung dosis hendaknya berkonsultasi dengan apoteker atau farmasis. Jangan asal-asal dalam menentukan dosis obat pada anak. Adapun obat yang telah diresepkan oleh dokter maka patuhilah aturan pemakaian obat dari dokter. Apabila orang tua merasa ragu jangan segan-segan meminta informasi kepada dokter yang meresepkan.

Sekilas tentang Kompres

Mengompres dilakukan dengan handuk atau washcloth (washlap atau lap khusus badan) yang dibasahi dengan dibasahi air hangat (30ºC) kemudian dilapkan seluruh badan. Penurunan suhu tubuh terjadi saat air menguap dari permukaan kulit. Oleh karena itu, anak jangan “dibungkus” dengan lap atau handuk basah atau didiamkan dalam air karena penguapan akan terhambat. Tambah kehangatan airnya bila demamnya semakin tinggi. Dengan demikian, perbedaan antara air kompres dengan suhu tubuh tidak terlalu berbeda. Jika air kompres terlalu dingin akan mengerutkan pembuluh darah anak. Akibatnya, panas tubuh tidak mau keluar. Anak jadi semakin menggigil untuk mempertahankan keseimbangan suhu tubuhnya.

Mengompres dapat pula dilakukan dengan meletakkan anak di bak mandi yang sudah diisi air hangat. Lalu basuh badan, lengan, dan kaki anak dengan air hangat tersebut. Sebenarmya mengompres kurang efektif dibandingkan obat penurun demam. Bila ibu memakai metode kompres, hendaknya digabungkan dengan pemberian obat penurun demam, kecuali anak alergi terhadap obat tersebut.

Ingat! Jangan mengompres dengan alkohol karena uap alkohol dapat terserap ke kulit atau paru-paru anak. Membedong anak di bawah umur 3 bulan dengan banyak pakaian atau selimut dapat sedikit menaikkan suhu tubuh. Menurut penelitian, suhu rektal 38.5ºC atau lebih tidak dihubungkan dengan membedong dengan kain tebal tadi. Oleh karena itu, dianjurkan bila anak demam, cukup memakai baju atau selimut tipis saja sehingga aliran udara berjalan baik.

Menaikkan Asupan Cairan Anak

Demam pada anak dapat meningkatkan risiko terkena dehidrasi (kekurangan cairan). Tanda dehidrasi paling mudah adalah berkurangnya kencing dan air kencing berwarna lebih gelap daripada biasanya. Maka dari itu, orang tua sebaiknya mendorong anak untuk minum cairan dalam jumlah yang memadai. Anak dengan demam dapat merasa tidak lapar dan sebaiknya tidak memaksa anak untuk makan. Cairan seperti susu (ASI atau sapi atau formula) dan air harus tetap diberikan atau bahkan lebih sering. Anak yang lebih tua dapat diberikan sup atau buah-buahan yang banyak mengandung air. Bila anak tidak mampu atau tidak mau minum dalam beberapa jam, orang tua sebaiknya diperiksakan ke dokter.

Istirahatkan Anak Saat Demam

Demam menyebabkan anak lemah dan tidak nyaman. Orang tua sebaiknya mendorong anaknya untuk cukup istirahat. Sebaiknya tidak memaksa anak untuk tidur atau istirahat atau tidur bila anak sudah merasa baikan dan anak dapat kembali ke sekolah atau aktivitas lainnya ketika suhu sudah normal dalam 24 jam.

Selama anak demam, orang tua hendaknya tetap memperhatikan gejala-gejala lain yang muncul. Tanyakan pada anak, adakah keluhan lain yang dirasakan, semisal: pusing, sakit kepala, nyeri saat kencing, kesulitan bernafas, dan lain-lain. Karena demam bisa jadi merupakan tanda bahwa ada gangguan pada kesehatan anak atau gejala dari penyakit tertentu. Oleh karena itu, para orang tua hendaknya bijaksana dalam menghadapinya. Orang tua hendaknya tahu kapan anak dengan demam dapat dirawat sendiri di rumah atau diperiksakan ke tempat pelayanan kesehatan.

Referensi:
www.mims.com
www.uptodate.com

***

Penulis: dr. Ian Danny Kurniawan (Abu ‘Ammar)
Artikel muslimah.or.id

Donasi dakwah YPIA

130 Comments

  1. nayla says:

    bagaimana megurus yang 7 bulan

  2. Alex says:

    apa pnyebab kerontokan rambut pd anak saat demam

  3. nurul says:

    saya mau tanya…..
    anak saya sakit panas sudah 6 hari tapi panas anget2 aza
    main seperti biasa dan tetap lincah…..kira2 kena sakit apa karena anak saya punya amandel…..trims

  4. dr. avie says:

    # Nurul : Mungkin yang anda maksud, amandel anak anti membesar dan mengalami peradangan sehingga badannya demam. Ya, bisa jadi memang karena radang amandel (tonsilitis). Sebaiknya Anda melakukan pengecekan suhu tubuh dengan termometer, karena “anget” yang merupakan perabaan tangan Anda tidak bisa dijadikan patokan. Apalagi mengingat cukup lamanya kejadian demam, maka saya sarankan Anda untuk membawa anak Anda ke dokter sehingga bisa dicari tahu penyebab demamnya dan mendapatkan penanganan yang tepat.
    # Alex : rambut rontok biasanya terjadi karena kurangnya nutrisi, jadi tidak secara langsung disebabkan oleh demam. Namun, jika rontoknya berlebihan, segera bawa ke dokter untuk dicari tahu penyebabnya.
    # Fanny : Daya tahan tubuh anak (apalagi yang masih bayi seperti anak Anda) memang masih sangat rentan terhadap berbagai macam gangguan kesehatan. Jadi tidak perlu risau karena Anda sudah melakukan usaha yang tepat dengan memberinya ASI eksklusif.
    # M.Sabri : Kami sarankan untuk membawanya ke dokter kembali, mengingat sudah > 3 hari demamnya tidak turun juga padahal sudah mendapatkan obat. Mengenai perlu atau tidaknya pemberian antibiotik, tentu dokter yang memeriksa yang akan memutuskan. Adalah hal yang wajar ketika dokter mendiagnosis dengan flu biasa mengingat Anda membawanya ketika demam hari pertama. Sementara tidak menutup kemungkinan, flu yang dialami anak Anda ternyata berlanjut ke radang tenggorokan atau infeksi telinga yang melibatkan infeksi bakteri sehingga membutuhkan antibiotik.
    # Siti Maryati : Kemnungkinan besar demamnya karena sariawan. Sedangkan sariawan itu sendiri bisa disebabkan oleh bakteri, atau jamur, atau adanya gangguan/permasalahan pada saluran cerna. Untuk itu, perlu pemeriksaan lebih detail untuk mengatasi penyebab demam dengan tepat.

  5. manda says:

    Assalamualaikum..
    Saya ingin bertanya..anak saya saat usia 9 bulan tumbuh gigi pertamanya. Dan dia demam.
    Lalu sekarang usianya 11 bulan, demam dan sy beri penurun panas, panasnya turun.yg saya liat..gigi ke 2 nya mau keluar..
    Yg ingin saya tanyakan apakah tumbuh gigi bisa menyebabkan bayi demam.
    Terimakasih..

  6. dila says:

    ass,,,makasih infonya dok,
    Dok, saya mau tanya anak saya umur 2 tahun demam sudah 5 hari di sertai batuk dan filek,hidung meler,bibir kering.saya sudah berobat ke puskesmas namun belum ada perubahan,gini dok kok panasnya naik turun ya, 2 jam turun kemudian naik lagi naiknya bisa mencapai 39.5c, sebenarnya itu gejala penyakit apa ya dok? dan lebih baik penyembuhanya pakai obat apa ya dok,atas jawaban dokter saya ucapkan terima kasih.

  7. ummuzhib says:

    Assalamualaikum, saya mau tanya..
    anak saya usia 4th,sdh 6hr ini demam dan telah sy bw ke dokter. hasil tes darahnya: leukosit 12250/mm3,lymphosyte 40%,monosyte10%. widal: S.Typhi H Positif 1/160 dan S.Paratyphi BH Positif 1/320. sementara malaria Negatif. Apakah benar hasil tes trsebut mengindikasikan anak saya demam karna tipes? Bagaimana penanganannya? Sejauh ini dokternya memberikan antibiotik, sanmol dan obat racik utk sakit perut. Mohon Penjelasannya, syukron.

  8. ummu maritza says:

    assalamu’alaikum
    Syukron artikelnya, sangat bermanfaat terlebih si kecil jg lg demam tinggi. Jd tdk panik lg…

  9. tuti trianto says:

    ass.dok anak saya umur 7 bln, kalau pagi suka demam 37,6 kadang sampai 38 tapi kalau keluar keringat banyak suhunya normal kembali apa perlu pemberian obat dan mengapa demikian?

  10. rico says:

    Assallamuallaikum. Mau tanya anak saya berumur 22bulan. Seperti biasa radang tenggorokan yg akhirnya menyebabkan demam tinggi hingga 39^ lebih. Saya minumkan proris ditambah obat batuk comtusi dan obat pilek. Koq sudah hari ke 3 setiap malam anak saya msh naik panasnya ya? Bolehkah saya tambahkan vermint untuk membantu proses penyembuhan? Kl iya, bagaimana dosisnya? Terimakasih

  11. anik says:

    ass…
    anak saya kena muntaber seminggu yang lalu,sempat mondok selama 3 hari kmd diperbolehkan pulang,selama anak muntaber tsb DSA menyarankan mengganti dengan susu rendah laktosa,kmd setelah pulang krn BAB nya sudah bagus dan tidak muntah lagi,saya langsung mengganti dengan susu yang biasanya diminum..
    selang sehari anak saya diare lagi sehari 8 kali dan demam ,saya periksakan lagi keDSA,ktnya selama 14 hari pencernaan anak yang diare sedang dalam masa pemulihan,jadi selama itu diharuskan minum susu rendah laktosa tsb..
    sehari setelah periksa tsb diare sudah berkurang tapi kenapa demamnya masih ada.
    atas jawabannya btk
    wss

  12. aisyah ummu ibrohim says:

    bismillah
    afwan,izin copast

  13. Travel umroh says:

    Info yang sangat bagus dan bermanfaat. Pada dasarnya anak itu sangat rentan dengan penyakit,dan sebagai orang tua sangat sulit mendeteksi secara dini gejala yang terjadi pada anak. Satu hal yang paling mudah adalah, siapakn thermoter di rumah, jika terjadi panas yang melebihi batas normal segera bawa saja ke rumah sakit apalagi kalu sudah melebihi dari 2 hari.

  14. dr.avie says:

    # manda
    Ketika gigi bayi mau tumbuh, akan terjadi robekan pada gusinya yang menimbulkan nyeri dan bisa juga disertai demam. Namun demikian, orangtua hendaknya tetap mengamati gejala lain yang mungkin menyertai demam dan tidak terfokus pada giginya yang tumbuh saja. Hal ini bertujuan supaya anak mendapatkan penanganan yang tepat sesuai dengan penyebab demamnya.

    # dila
    Kami sarankan supaya ibu memeriksakan kembali anak ibu karena demamnya masih menetap meski sudah mengonsumsi obat. Ada kemungkinan batuk pilek yang dialami anak ibu sudah mengarah ke radang tenggorokan. Untuk itu, diperlukan pemeriksaan yang lebih detail sehingga bisa tertangani dengan baik.

    # ummuzhib
    Jika melihat dari hasil cek darah memang telah terjadi infeksi bakteri (angka leukosit tinggi) dan dari tes widalnya juga mengarah ke diagnosis tifus

    # tuti trianto
    jika gejalanya hanya demam, bisa diberi penurun panas. Namun demikian kami sarankan hanya memberikan penurun panas ketika suhunya sudah lebih dari 38 aSau 38,5 derajat (kecuali jika anak punya riwayat kejang demam). Selain itu, amati gejala penyerta demam untuk mengetahui penyebab demam. Misal, apakah anak batuk, pilek, keluar cairan dari telinga, dan lain-lain

    # rico
    Kami sarankan untuk memeriksakannya ke dokter karena demam sudah berlangsung selama lebih dari 3 hari. Ada kemungkinan penyebab demamnya adalah bakteri sehingga dibutuhkan antibiotik dalam penanganannya.

    #anik
    Demam pada anak yang sedang mengalami diare bisa karena infeksi saluran cernanya tapi bisa juga karena dehidrasi (kekurangan cairannya). Kami sarankan untuk terus melakukan rehidrasi dengan memberikan cairan rumah tangga dan oralit.

  15. Ardi says:

    Assalamualikum dok, anak saya kmrn demam hingga 39C, trus di bawa ke dokter, setelah 3 hr normal. Sekarsng di tubuhnya timbul biang keringat yg lebih besar dari biasanya, apakah itu normal? Sbg tambahan, kmrn waktu dibawa ke dokter, sempat di cek darah & urin, tp semuanya normal, obat yg diresepkan ke anak saya antibiotik, sebelumnya jg dimasukkan proris. Terimakasih atas jawabannya dok

  16. Assalamualaikum, tulisan yang sangat bermanfaat. Semoga terus berkarya

  17. dr.avie says:

    # ardi : munculnya ujud kelainan kulit semacam itu tidak berbahaya pak, biasanya akan hilang sendiri dalam waktu 2-3 hari. Boleh ditaburi bedak salicyl jika anak nampak menggaruk-garuk tubuhnya karena gatal

  18. alifha says:

    Assalamualaikum dok..saya mau tanya..baby saya umur 2thn perempuan sudah dari sabtu kemarin sakit jadi sudah sekitar 5 hari.awalnya panas kemudian saya beri paracetamol.tpi ngak turun juga seninnya mlh tambah tinggi rasanya…sorenya sy bwa kebidan dikasih puyer..cuma yg heran panasnya turun naik2.mlm sampsi pagi tinggi, siang agak mending ntsr msgrib naik lgi.mkn susah minum susu juga.saya coba pke pediasure untuk menggantikan asupan nasi.tapi susah sekali.kemarin saya bwa lgi ke yarsi untuk cek darah..hasilnya leukosit 18.300..hemoglobin 12.8.trombosit 402000.hematrokit33.1% .tes widal typi o -type h – true kemarin dikasih obat aksil kalau tidak salah sama puyer dan obat penurun panas.tambahan sebelumnya ada bintik2 seperti berairi didananya tapi cuma satu trus sekarang sudah hilang. Dan batuk 2 yg mkin sering kalau mlm datang.sudah hmpir 2minggu batuknya dok.mohon petunjuknya dok.terimakssih sebelumnya

  19. Mariana says:

    Anak saya 3 tahun dalam 2 bulan ini types nya sudah kambuh 3 kali. Dan selama demam itu sering dilakukan pengambilan darah di lab. Yang ingin saya tanyakan bolehkan setiap 1 minggu di ambil darah terus. setiap pengambilan darah dilakukan di lengan siku. Saya khawatir karena ank sy jg Anemia.
    Dan bolehkah minum obat penambah darah selama sakit ?

  20. dr. avie says:

    # alifha : melihat dari hasil lab, angka leukosit di atas normal, dan ini mengindikasikan adanya infeksi bakteri. Kemungkinan terbesarnya adalah infeksi saluran pernafasan (menilik dari gejala batuknya). Jika batuk masih menetap, kami sarankan untuk kembali menemui dokter.

  21. dr. avie says:

    # Mariana : pada asalnya, pengambilan darah untuk keperluan pemeriksaan lab hanya mengurangi sedikit sekali volume darah anak, jadi kemungkinan untuk memperparah kondisi anemia anak ibu sangat kecil. Pemberian suplemen besi (penambah darah) tidak dianjurkan ketika anak masih mengalami demam karena infeksi. Maka sebaiknya tunda dulu pemberian suplemen besinya sampai anak ibu sembuh.

  22. Syaifuddin says:

    Assalaamu’alaikum wr.wb.
    Terima kasih atas artikel kesehatan yang Anda tuliskan di blog ini. Hidup sehat dan bertakwa, itulah yang paling utama. Hidup di dunia hanya sementara. Apa saja yang bermanfaat yang telah kita berikan kepada orang lain, itulah yang bakal kekal menemani kita di akhirat nanti.
    Jika Anda seorang dokter medis, jadilah dokter pemurah, pasien miskin mohon digratiskan. Ini akan lebih bernilai dibanding uang yang mereka berikan kepada Anda. Karena selama hidup saya, belum pernah saya mendengar ada dokter yang pemurah. Yang ada dan fakta, hampir semua dokter menjadi kaya raya namun jarang ada yang peduli dan pemurah kepada sesama terutama kepada yang fakir miskin dan yang lemah.
    Dari Syaifuddin, Melak,Kutai Barat, Kalimantan Timur.

  23. ummu firda says:

    Aslm wrwb. Afwwn sblmnya. Jika mengacu pd buku praktek kedokteran nabi(ibnu qayyim al-jauziyah) bahwa jika demam dikompres dengan air dingin. Bagaimana dok?syukron

  24. Amanda says:

    Assalamualaikum…Saya mau nanya.. anak sy beberapa hari ini batuk.. lalu bangun tengah malam..saya periksa badannya panas.. hanya saja tdk sempat cek suhu karna sikecil ngga mau..lalu 2 jam setelahnya panasnya perlahan turun.. dan ngga ada sy kasi penurun panas.yang mau saya tanyakan itu demam apa ya Dok.. yang saya tau demam paling sebentar 2 hari.. terimakasih sebelumnya..

  25. dr. avie says:

    # amanda : demam bisa terjadi kapan saja dengan lama yang variatif. Bisa jadi hanya satu hari, bahkan kadang hanya beberapa jam, misalnya ketika terpapar sinar matahari yang panas dan mengalami dehidrasi maka suhu tubuh bisa meningkat (demam) namun akan segera turun ketika sudah mendapat asupan cairan dan berteduh dari terik matahari. Demam juga merupakan usaha bagi tubuh untuk melawan virus atau bakteri yang masuk ke dalam tubuh. Ketika daya tahan tubuhnya baik, demam bisa segera turun bahkan meski tanpa obat. Demam yang terjadi pada anak ibu kemungkinan karena tubuh melawan virus penyebab sakit batuknya. Mudah-mudahan Allah memberi kesembuhan bagi anak ibu yang sedang sakit.

  26. arie l says:

    Asslm wr.wb, dokter.
    Anak sy perempuan usia 5 th, sudah 2 minggu ini panasnya naik turun. Panas lbh kelihatan pd malam hari. Sudah berulang kali ke dokter, diberikan antibiotik tp panasnya selalu muncul lg. Antibiotik yg diberikan dlm 2 minggu ini: lapicef, cefixim & terakhir zibramax 500 mg (1 tablet dibuat jadi 4 puyer).

    Trombosit sempat turun (137.000) pada hari ke-5, namun hasil pemeriksaan akhir,hari ke-7 demam, trombosit sdh naik jd 155.000. Dokter kami mengatakan bhw anak kami bkn terkena DBD.

    Mohon info dari dokter, apa sebenarnya penyebab panas anak kami ini, mengingat sdh 2 minggu ini begitu terus. Sbg info tambahan, tidak disertai batuk- pilek. Suhu tubuh mencapai 39 ketika demam. Parasetamol forte (250 mg) diberikan setiap 6 jam sekali.

    Demikian dokter, mohon infonya. Terima kasih.

    Wasalamualaikum wr.wb.

  27. syafii jamal says:

    Jazakaiulah khairan khasiran atas info bagus bangat .ana saran kalau bisa dipadukan dengan pengobatan tibun nabawi. Biar lebih baik

  28. Subhan says:

    Putra Kami berumur 10 bulan brat 9kg.Sudah 2 hari mengalami demam,selama 2 hari demam naik turun dari 38,5 turun 37,7 trus naik lg gitu terus. Hari ini suhu 37,5 tapi ada bercak merah di kakinya. Sebenarnya kenapa ya anak Saya?selama ini hanya Kami kasih Paracetamol.

  29. Paket Umroh Murah says:

    umur anak saya 10bln, Beberpa hari ini anak saya demam dok,sudah diberi obat penurun tapi ko naik lagi, bagaimana dok untuk mengatasinya?

    • @ Paket Umroh
      Panasnya sdh brp hari? Suhu sekitar berapa derajat? Ada gejala lain yg menyertai panas? Kalau panas tinggi >38,5°C selama 3 hr bisa disebabkan karena infeksi virus. Umumnya tdk berbahaya kecuali infeksi dengue penyebab demam berdarah..tapi kalau panas menetap lebih dari 3 hari sebaiknya diperiksakan ke dokter.

      dr. Reni A

Leave a Reply