<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Baby Blues Syndrome</title>
	<atom:link href="http://muslimah.or.id/kesehatan-muslimah/baby-blues-syndrome.html/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://muslimah.or.id/kesehatan-muslimah/baby-blues-syndrome.html</link>
	<description>Meraih Kebahagiaan Muslimah di Atas Jalan Salaful Ummah</description>
	<lastBuildDate>Thu, 29 Jul 2010 10:48:51 +0700</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.4</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: ummu shofiyya</title>
		<link>http://muslimah.or.id/kesehatan-muslimah/baby-blues-syndrome.html/comment-page-1#comment-9266</link>
		<dc:creator>ummu shofiyya</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 10 Jul 2010 13:09:03 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslimah.or.id/?p=255#comment-9266</guid>
		<description>@ Nining Nurhayati
Ana doakan semoga ukhty Nining bisa segera sembuh dan tidak lagi mengonsumsi obat anti depresan. Sekedar  meluruskan, apa yang ukhty Nining alami sudah tidak bisa dikategorikan sebagai baby blues melainkan sudah masuk pada depresi pasca persalinan. Hal ini mengingat, lamanya yang sudah 1 tahun dan juga sampai harus mengonsumsi obat anti depresan. 
Perlu diketahui bahwa depresi setelah persalinan adalah suatu depresi yang ditemukan pada perempuan setelah melahirkan, yang terjadi dalam kurun waktu 4 pekan. Hal ini dapat berlangsung hingga beberapa bulan bahkan beberapa tahun bila tidak diatasi. Sedangkan baby blues merupakan jenis depresi yang lebih ringan pada ibu setelah melahirkan, biasanya dialami oleh perempuan setelah melahirkan antara hari ke-7 hingga 14, yang terjadi untuk sementara waktu dan akan hilang dengan sendirinya tanpa pengobatan.

@ Abu Syifa

Ketika antum menyadari bahwa sepertinya istri antum mengalami baby blues syndrome, itu sudah menunjukkan bahwa antum memperhatikan kondisi istri antum. Karena tidak sedikit suami yang tidak memahami bahkan marah dengan kondisi istri, sehingga makin memperburuk kondisi kejiwaan istri. Satu hal yang bisa antum lakukan adalah dengan memberinya dukungan. Bahkan, hal ini sudah diteliti oleh Alfiben dkk di RSCM Jakarta, yang melaporkan bahwa dukungan suami dapat menurunkan terjadinya depresi pasca persalinan. Tentu saja bentuk dukungan yang bisa antum lakukan sangatlah banyak dan disesuaikan dengan kondisi istri. Jika istri sepertinya kecapekan, antum bisa menawarkan untuk memijitnya, dan menggantikannya menggendong dan merawat bayi. Jangan hanya menyaksikan istri memandikan bayi, tapi bantulah mengambilkan pakaian bayi atau menyiapkan peralatan mandinya. Selain membantu meringankan pekerjaan fisik istri, antum juga bisa menghiburnya dengan hadiah yang tentunya diharapkan bisa bermanfaat, misalnya buku tentang mengasuh anak atau tentang pendidikan anak. Karena dari penjelasan antum, sepertinya ini merupakan pengalaman pertama memiliki anak, sehingga sangat wajar jika istri belum berpengalaman mengurus bayi dan kemudian menimbulkan kekhawatiran tersendiri dalam diri istri. Selain usaha tersebut di atas, jangan lupa untuk selalu berdoa dan tawakal. Semoga apa yang dialami oleh istri antum bisa segera berlalu. 

@ Rina Paridayanti
Seseorang bisa mengalami baby blues syndrom pada kelahiran yang keberapapun. Emosi tidak stabil yang anti alami setelah kelahiran anak kelima sangat mungkin merupakan gejala baby blues. Jika pada kelahiran anak pertama, mungkin lebih banyak karena faktor belum siap atau belum berpengalaman mempunyai anak. Maka pada anak yang kelima, seperti apa yang anti alami, kemungkinan besar lebih pada banyaknya beban pikiran anti. Seperti memikirkan semakin banyak anak yang harus diurus, makin banyak pengeluaran, makin repot, makin banyak pekerjaan rumah, dsb. Saran ana, bersyukurlah karena anti dikarunia banyak anak. Selanjutnya, anti kerjakan saja pekerjaan semampunya. Lakukan pekerjaan secara bertahap, tidak perlu sekaligus harus selesai, supaya anti tidak kecapekan. Tidak perlu pula menargetkan pekerjaan selesai dengan sempurna, tapi semampunya saja. InsyaAllah suami memahami kalau anti pastilah sangat repot mengurus anak-anak sehingga tidak lagi menuntut kondisi rumah harus bersih dan rapi. Jangan memaksakan diri, tapi mintalah bantuan pada suami. Biasakanlah anak-anak yang lebih tua untuk mandiri dan melakukan pekerjaan yang sekiranya mampu mereka lakukan, seperti misalnya membereskan mainan setelah selesai bermain, merapikan tempat tidur, dll. Sebenarnya, dengan memiliki banyak anak berarti makin banyak pula yang bisa membantu menjagakan bayi ketika anti ada keperluan seperti misalnya mau ke kamar mandi. Bahkan, tidak menutup kemungkinan anak yang tertua sudah bisa diajari untuk merawat adik-adiknya (tentu saja disesuaikan dengan kemampuan mereka). Dengan memikirkan hal-hal positif karena banyaknya anak akan jauh lebih bermanfaat daripada memikirkan kerepotan yang akan anti alami. Selain itu, tetaplah percaya diri, tidak perlu merasa minder dengan kondisi anti yang mungkin secara usia sudah tidak muda lagi dan sudah berkali-kali melahirkan. Percayalah bahwa setiap perempuan memiliki kelebihan masing-masing. Dengan menjadi ibu yang baik bagi anak-anak anti insyaAllah sudah menjadi nilai tambah di mata suami dan anak-anak. Bahkan cinta seorang suami akan makin bertambah demi melihat pengorbanan seorang istri dalam merawat dan mendidik anak-anak dengan penuh kasih sayang. Buang jauh-jauh pikiran yang negatif dan banyak do’a serta jangan lupakan tawakal pada Allah. Baarakallahu fiik</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ Nining Nurhayati<br />
Ana doakan semoga ukhty Nining bisa segera sembuh dan tidak lagi mengonsumsi obat anti depresan. Sekedar  meluruskan, apa yang ukhty Nining alami sudah tidak bisa dikategorikan sebagai baby blues melainkan sudah masuk pada depresi pasca persalinan. Hal ini mengingat, lamanya yang sudah 1 tahun dan juga sampai harus mengonsumsi obat anti depresan.<br />
Perlu diketahui bahwa depresi setelah persalinan adalah suatu depresi yang ditemukan pada perempuan setelah melahirkan, yang terjadi dalam kurun waktu 4 pekan. Hal ini dapat berlangsung hingga beberapa bulan bahkan beberapa tahun bila tidak diatasi. Sedangkan baby blues merupakan jenis depresi yang lebih ringan pada ibu setelah melahirkan, biasanya dialami oleh perempuan setelah melahirkan antara hari ke-7 hingga 14, yang terjadi untuk sementara waktu dan akan hilang dengan sendirinya tanpa pengobatan.</p>
<p>@ Abu Syifa</p>
<p>Ketika antum menyadari bahwa sepertinya istri antum mengalami baby blues syndrome, itu sudah menunjukkan bahwa antum memperhatikan kondisi istri antum. Karena tidak sedikit suami yang tidak memahami bahkan marah dengan kondisi istri, sehingga makin memperburuk kondisi kejiwaan istri. Satu hal yang bisa antum lakukan adalah dengan memberinya dukungan. Bahkan, hal ini sudah diteliti oleh Alfiben dkk di RSCM Jakarta, yang melaporkan bahwa dukungan suami dapat menurunkan terjadinya depresi pasca persalinan. Tentu saja bentuk dukungan yang bisa antum lakukan sangatlah banyak dan disesuaikan dengan kondisi istri. Jika istri sepertinya kecapekan, antum bisa menawarkan untuk memijitnya, dan menggantikannya menggendong dan merawat bayi. Jangan hanya menyaksikan istri memandikan bayi, tapi bantulah mengambilkan pakaian bayi atau menyiapkan peralatan mandinya. Selain membantu meringankan pekerjaan fisik istri, antum juga bisa menghiburnya dengan hadiah yang tentunya diharapkan bisa bermanfaat, misalnya buku tentang mengasuh anak atau tentang pendidikan anak. Karena dari penjelasan antum, sepertinya ini merupakan pengalaman pertama memiliki anak, sehingga sangat wajar jika istri belum berpengalaman mengurus bayi dan kemudian menimbulkan kekhawatiran tersendiri dalam diri istri. Selain usaha tersebut di atas, jangan lupa untuk selalu berdoa dan tawakal. Semoga apa yang dialami oleh istri antum bisa segera berlalu. </p>
<p>@ Rina Paridayanti<br />
Seseorang bisa mengalami baby blues syndrom pada kelahiran yang keberapapun. Emosi tidak stabil yang anti alami setelah kelahiran anak kelima sangat mungkin merupakan gejala baby blues. Jika pada kelahiran anak pertama, mungkin lebih banyak karena faktor belum siap atau belum berpengalaman mempunyai anak. Maka pada anak yang kelima, seperti apa yang anti alami, kemungkinan besar lebih pada banyaknya beban pikiran anti. Seperti memikirkan semakin banyak anak yang harus diurus, makin banyak pengeluaran, makin repot, makin banyak pekerjaan rumah, dsb. Saran ana, bersyukurlah karena anti dikarunia banyak anak. Selanjutnya, anti kerjakan saja pekerjaan semampunya. Lakukan pekerjaan secara bertahap, tidak perlu sekaligus harus selesai, supaya anti tidak kecapekan. Tidak perlu pula menargetkan pekerjaan selesai dengan sempurna, tapi semampunya saja. InsyaAllah suami memahami kalau anti pastilah sangat repot mengurus anak-anak sehingga tidak lagi menuntut kondisi rumah harus bersih dan rapi. Jangan memaksakan diri, tapi mintalah bantuan pada suami. Biasakanlah anak-anak yang lebih tua untuk mandiri dan melakukan pekerjaan yang sekiranya mampu mereka lakukan, seperti misalnya membereskan mainan setelah selesai bermain, merapikan tempat tidur, dll. Sebenarnya, dengan memiliki banyak anak berarti makin banyak pula yang bisa membantu menjagakan bayi ketika anti ada keperluan seperti misalnya mau ke kamar mandi. Bahkan, tidak menutup kemungkinan anak yang tertua sudah bisa diajari untuk merawat adik-adiknya (tentu saja disesuaikan dengan kemampuan mereka). Dengan memikirkan hal-hal positif karena banyaknya anak akan jauh lebih bermanfaat daripada memikirkan kerepotan yang akan anti alami. Selain itu, tetaplah percaya diri, tidak perlu merasa minder dengan kondisi anti yang mungkin secara usia sudah tidak muda lagi dan sudah berkali-kali melahirkan. Percayalah bahwa setiap perempuan memiliki kelebihan masing-masing. Dengan menjadi ibu yang baik bagi anak-anak anti insyaAllah sudah menjadi nilai tambah di mata suami dan anak-anak. Bahkan cinta seorang suami akan makin bertambah demi melihat pengorbanan seorang istri dalam merawat dan mendidik anak-anak dengan penuh kasih sayang. Buang jauh-jauh pikiran yang negatif dan banyak do’a serta jangan lupakan tawakal pada Allah. Baarakallahu fiik</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: muthe</title>
		<link>http://muslimah.or.id/kesehatan-muslimah/baby-blues-syndrome.html/comment-page-1#comment-9184</link>
		<dc:creator>muthe</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 03 Jul 2010 00:17:26 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslimah.or.id/?p=255#comment-9184</guid>
		<description>bnr bgt...wkt hamil saya smpt baca artikel &quot;baby blues&quot;,saya pikir saya bisa utk tidak begitu tp trnyt saya mengalaminya juga..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>bnr bgt&#8230;wkt hamil saya smpt baca artikel &#8220;baby blues&#8221;,saya pikir saya bisa utk tidak begitu tp trnyt saya mengalaminya juga..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: reni yunita</title>
		<link>http://muslimah.or.id/kesehatan-muslimah/baby-blues-syndrome.html/comment-page-1#comment-9119</link>
		<dc:creator>reni yunita</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 28 Jun 2010 13:26:32 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslimah.or.id/?p=255#comment-9119</guid>
		<description>mksh,stlh baca jd sdikit tao cara ngatasi baby blus syndrm.mang nyiksa bngt klo ngalamin ni smua,skrg pun aku sdng alami</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>mksh,stlh baca jd sdikit tao cara ngatasi baby blus syndrm.mang nyiksa bngt klo ngalamin ni smua,skrg pun aku sdng alami</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: marni</title>
		<link>http://muslimah.or.id/kesehatan-muslimah/baby-blues-syndrome.html/comment-page-1#comment-8677</link>
		<dc:creator>marni</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 24 May 2010 07:58:24 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslimah.or.id/?p=255#comment-8677</guid>
		<description>ana mau donk kopas biar lebih pede jadi umi2.....boleh ya...syukron jiddan</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ana mau donk kopas biar lebih pede jadi umi2&#8230;..boleh ya&#8230;syukron jiddan</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: rina paridayanti</title>
		<link>http://muslimah.or.id/kesehatan-muslimah/baby-blues-syndrome.html/comment-page-1#comment-8066</link>
		<dc:creator>rina paridayanti</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 06 Apr 2010 04:37:07 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslimah.or.id/?p=255#comment-8066</guid>
		<description>pasca melahirkan anak kelima mungkinkah bisa mengalami syndrom baby blues ? pasca melahirkan anak ke 5 emosi sy ga stabil ,kl ada mslh sedikit sj bawaannya pengen nangis terus.merasa minder dan ga pede .merasa lebih kurang bila dibandingkan dgn wanita lain.sebenarnya sebelum melahirkan sudah ada rasa takut yg berlebih ,takut susah melahirkan ,takut penyakit kambuh dll..  mohon saran dari teman2 terima kasih.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>pasca melahirkan anak kelima mungkinkah bisa mengalami syndrom baby blues ? pasca melahirkan anak ke 5 emosi sy ga stabil ,kl ada mslh sedikit sj bawaannya pengen nangis terus.merasa minder dan ga pede .merasa lebih kurang bila dibandingkan dgn wanita lain.sebenarnya sebelum melahirkan sudah ada rasa takut yg berlebih ,takut susah melahirkan ,takut penyakit kambuh dll..  mohon saran dari teman2 terima kasih.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Siti Rohana</title>
		<link>http://muslimah.or.id/kesehatan-muslimah/baby-blues-syndrome.html/comment-page-1#comment-7945</link>
		<dc:creator>Siti Rohana</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 25 Mar 2010 09:14:39 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslimah.or.id/?p=255#comment-7945</guid>
		<description>terima kasih artikelnya
salam kenal,
Siti Rohana</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>terima kasih artikelnya<br />
salam kenal,<br />
Siti Rohana</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
