Tuntunan Pemberian Nama (Nama-Nama yang Haram)

Nama-nama yang diharamkan dalam syariat adalah nama-nama berikut: Para ulama sepakat mengenai haramnya memakai nama yang mengandung makna penghambaan diri kepada selain Allah, seperti Abdul ‘Uzza, Abdusy Syams …

9 75

Nama-nama yang diharamkan dalam syariat adalah nama-nama berikut:

  1. Para ulama sepakat mengenai haramnya memakai nama yang mengandung makna penghambaan diri kepada selain Allah, seperti Abdul ‘Uzza, Abdusy Syams (hamba matahari), Abdud Daar, Abdur Rasuul, Abdun Nabi dan lain-lainDiriwayatkan dari Hani bin Zaid bahwa ketika ia datang menghadap Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai utusan beserta kaumnya, beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mendengar mereka memanggil salah seorang di antara mereka dengan nama Abdul Hajar (hamba batu). Lantas Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya kepadanya, “Siapa namamu?” Ia menjawab, “Abdu hajar.” Beliau bersabda, “Tidak, kamu adalah Abdullah (hamba Allah) bukan Abdu Hajar (hamba batu)!” (lihat kitab Shahihul Adabil Mufraad, halaman 623)Termasuk pula dalam hal ini adalah pemberian nama Abdul Haarits, karena al-Hariits adalah manusia. Adapun “Haarits” itu sendiri bukanlah nama Allah. Yang ada adalah Allah disifati dengan adz-Dzaari’ (menanam, menumbuhkan) dann itu bukan termasuk nama Allah.

    أَفَرَأَيْتُم مَّا تَحْرُثُون أَأَنتُمْ تَزْرَعُونَهُ أَمْ نَحْنُ الزَّارِعُونَ

    Maka terangkanlah kepadaku tentang yang kamu tanam. Kamukah yang menumbuhkan atau Kami-kah yang menumbuhkan.” (QS. Al-Waaqi’ah: 63-64)

  2. Memberi nama dengan nama-nama Allah, seperti ar-Rahman, ar-Rahiim, al-Khaliq dan al-Bari.Syaikh Utsaimin memiliki penjelasan yang bagus berkenaan memberi nama dengan nama Allah Ta’ala. Pemberian nama ini memiliki dua sisi:Sisi pertama, terbagi menjadi dua macam:
    1. Penyebutan nama dengan huruf alif dan lam. Yang dimikian tidak boleh diberikan kepada selain Allah, seperti al-‘Aziz, as-Sayyid, al-Hakiim dan lain-lain Alasannya karena dengan adanya penambahan alif dan lam berarti menunjukkan kepada ushul dari makna yang terkandung dalam nama tersebut.
    2. Maksud pemberian nama untuk menunjukkan sifat yang terkandung dalam nama tersebut walau tanpa alif dan lam. Sebagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengganti kunyah Abu Hakam karena teman-temannya selalu minta putusan hukum kepadanya. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepadanya, “Sesungguhnya Allah adalah al-Hakam dan hanya Dia-lah yang berhak menetapkan hukum.” Lalu beliau memberi kunyah dengan nama anak sulungnya yang bernama Syuraih. Ini menunjukkan apabila seseorang memiliki nama dengan salah satu dari nama Allah yang mengandung makna sifat (sengaja disesuaikan dengan sifat, pekerjaan atau keadaan penyandang nama), maka hal itu dilarang syariat.

    Sisi kedua:

    Menamai dengan nama-nama Allah tanpa didahului alif dan lam dan tidak bermaksud menyesuaikan dengan makna sifat yang terkandung dalam nama tersebut. Hal ini dibolehkan seperti nama Hakiim. Di antara sahabat ada yang bernama Hakiim bin Hizam. Seorang sahabat yang pernah dinasehati Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Jangan kamu menjual sesuatu yang bukan milikmu.”

    Tetapi ada nama Allah lainnya yang tidak pantas dijadikan sebagai nama manusia, seperti Jabbar, meskipun tidak bermaksud menetapkan makna sifat yang terkandung dalam nama tersebut. Karena bisa jadi nama itu mempengaruhi diri orangnya sehingga dirinya menjadi orang yang sombong, angkuh dan takabbur terhadap orang lain. (Al-Majmu’ Ats-Tsamiin (I/144))

  3. Memberi nama dengan nama Malikul Muluk (Rajanya Raja), Sulthanus Salathin dan Syahin Syah.

    أَغْيَظُ رَجُلٍ عَلَى اللهِ يَومَ الْقِيَامَتِ وَ أَخْبَثُهُ وَ أَغْيَظُهُ عَلَيْهِ رَجُلٌ كَانَ يُسَمَّى مَلِكَ الأَمْلاَكِ لاَ مَلِكَ إِلاَّ اللَّهِ

    Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Muslim, beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Manusia yang paling dimurkai Allah nanti pada hari kiamat yang paling keji dan yang paling dibenci-Nya adalah laki-laki yang bernama Malikul Amlak. Sesungguhnya tiada raja yang haq selain Allah subhanahu wa ta’ala.”

    Semakna dengan nama di atas adalah Qadhi Qudhaat, Haakimul Hukkam (artinya, hakim dari para hakim).

  4. Memberi nama dengan Sayyidun Naas, Sayyidul Kul, Sittul Kul sebagaimana diharamkan memberi nama dengan nama Sayyidu waladi Adam untuk selain Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.
  5. Memberi nama dengan nama berhala yang disembah seperti Isaaf dan Naailah.
  6. Memberi nama dengan nama orang-orang non arab yang menjadi ciri khas orang kafir, seperti George, Diana, Ros, Suzan dan lain-lain.
  7. Memberi nama dengan nama-nama setan, seperti Khinzab, Walhaan, A’war, Ajda’. Demikian disebutkan oleh Ibnul Qayyim rahimahullah.Syaikh Bakr Abu Zaid juga mengharamkan nama-nama orang non arab, seperti Turki, Farsi, Barbar dan nama-nama lain yang sulit diucapkan oleh lisan arab, seperti Naariman, Syiirihan, Niifiin, Syiiriin, Syaadi (monyet) dan lain-lain. Namun menurut penulis, nama-nama itu hukumnya makruh kecuali jika berkeyakinan bahwa nama tersebut lebih baik daripada nama-nama kaum muslimin. Wallahu a’lam.

Pembahasan kami sebelumnya:
Pilihlah Nama Terbaik Untuk Buah Hati Anda
Waktu Pemberian Nama bagi Buah Hati
Tuntunan Pemberian Nama (Pendahuluan)
Tuntunan Pemberian Nama (Nama-Nama yang Disunnahkan)
Tuntunan Pemberian Nama (Nama-Nama yang Makruh)

***
Artikel muslimah.or.id
disusun ulang oleh tim muslimah.or.id dari Buku Ensiklopedia Anak Tanya Jawab Tentang Anak Dari A sampai Z karya Abu Abdillah Ahmad bin Ahmad Al-Isawi

Sebarkan!
192 0 0 0 0 36
In this article

Ada pertanyaan?

75 comments

  1.    Reply

    assalamu alaikum. Wr.Wb
    nama saya Muhammad syafar insya ALLAH dalam wakru dekat ini saya akan dikaruniai seorang anak laki-laki dan saya ingin memberikan nama Muhammad Ashabul Kahfi. Apakah nama tersebut boleh diberikan kepada anak? mohon penjelasannya

  2.    Reply

    nama saya ALFIN ADIL ILYASYAH apkah arti nama itu? dan apakah nama itu boleh digunakan?
    dan satu nama lagi yaitu KAMA ALHANDAN apkah arti nama itu? dan apakah nama itu boleh digunakan?
    tolong penjelasannya

  3.    Reply

    nama saya ALFIN ADIL ILYASYAH apkah arti nama itu? dan apakah nama itu boleh digunakan?
    dan satu nama lagi yaitu KAMA ALHANDAN apkah arti nama itu? dan apakah nama itu boleh digunakan?
    tolong penjelasannya

  4.    Reply

    bila saya ingin memberi nama putri saya ‘mueeza’, dri nama kucing ksayangan Rasulullah., bolehkah ??
    insyaAllah lengkap’nya Mueeza Rabiul Khairiyah, krna lhir dbulan rabiul dn khairiyah sndiri yg artinya kebaikan..
    mohon djwab,

  5.    Reply

    bila saya ingin memberi nama putri saya ‘mueeza’, dri nama kucing ksayangan Rasulullah., bolehkah ??
    insyaAllah lengkap’nya Mueeza Rabiul Khairiyah, krna lhir dbulan rabiul dn khairiyah sndiri yg artinya kebaikan..

  6.    Reply

    Assalaamu’alaikum. Bagaimana dengan mengganti-ganti nama kunyah? apakah dibolehkan? syukran wajazaakumullohu khoiron

  7.    Reply

    naailah di atas diterangkan nama berhala yang disembah,,,,,nama anak saya nayla..apa jg sama artinya dg naailah ??/

  8.    Reply

    Assalamualaikum wr.wb.
    Pak ustad sya mau tanya apakah nama putra pertama kami termasuk nama yg diharamkan?
    Nama putra kami Sulthanul az zahidin basyira yg kurang lebih artinya pemimpin yang rendah hati. Basyira adalah gabungan nama saya dan suami.
    Mohon jawabannya karena ada yg mengatakan nama sulthanul tdk boleh dipakai pdahal nama itu kami dpatkan dari buku.
    Terima kasih atas jawaban dan penjelasannya.
    Wasslamualaikum wr.wb

  9.    Reply

    Assalammualaikum w.b.t.. Saya mahu tanya. Adakah nama Ilyah (Il-yah) bermaksud ‘Jehovah Adalah Tuhanku’? Saya tengah runsing kerana nama adik bongsu saya bernama Ilyah. Adakah nama ini dilarang sama sekali dalam Islam? Tolong saya. Bagaimana jika nama ini dilarang dalam Islam? Adakah ibubapa saya harus menukar namanya dengan pergi ke pejabat pendaftaran dan menukar nama yang dipaparkan di dalam surat beranak nya? Tolong saya yang sedang kebingungan ini. Nama Ilyah ini pun dapat kerana seorang kawan ibubapa saya yang mencadangkannya. Beliau berkata nama ini mempunyai makna yang baik. Tetapi, selepas 5 tahun (2013-tahun ini), saya membuat research tentang nama yang ibubapa beri kepada adik bongsu saya dan mendapati nama Ilyah itu adalah daripada Russian, Hebrew, Russian dan Bulgarian. Saya amat terkejut bila mendapat tahu nama adik saya bermaksud ‘Jehovah Adalah Tuhanku’. Tolong saya yang sedang dalam kebingungan ini. Saya tidak lgi memberi tahu ibubapa saya tentang hal ini. Saya mahu memastikan perkara ini betul atau tidak. Minta reply a.s.a.p. Terima Kasih. Wassalam.

  10.    Reply

    Assalam..

    bagaimana dengan nama GABRIEL ARKAAN FEMORA, apakah dalam ajaran islam dibolehkan??

    wassalam..

  11.    Reply

    Saya memberikan nama anak laki laki saya MUHAMMAD QAISER ZIQRI, apakah nama tersebut termasuk nama yang dilarang agama islam, saya mohon saran dan penjelasanya

  12.    Reply

    Assalamu’alaikum.
    Tanya, bila nama “assyifa’ cahya khurin’in”, boleh tidak?
    Trus nama kunyahnya gmn? Apa “abu assyifa’ atau abu syifa'”.
    Syukron..

  13.    Reply

    bagaimana jika seorang perempuan punya nama afifah lifi apa boleh dalam islam dan maknanya apa ?. kemudian juga jika seorang laki2 punya nama gumilang sandriwinata, apa boleh dalam islam dan maknanya apa ?. makasih.

  14.    Reply

    nama anak saya raka diandra alghifari, apakah alghifarinya harus di ganti? terima kasih…

  15.    Reply

    Assalamu’alaikum…
    Insya Allah awal bulan Ramadhan istri melahirkan. Dari hasil USG dinyatakan calon bayi perempuan, namun mohon kami bisa diberi alternatif masukan nama baik untuk anak laki-laki maupun untuk anak perempuan. Ini adalah anak kami yang ketiga, dua anak sebelumnya meninggal sewaktu masih bayi sehingga kami berharap bisa memberikan nama yang baik sebagai ungkapan syukur kepada Allah.
    Beberapa arti nama yang kami inginkan adalah :
    – pemberian/karunia Allah di awal bulan Ramadhan
    – anak yang cerdas dan bermanfaat
    Terima kasih atas jawabannya..
    Wassalamu’alaikum.

  16.    Reply

    assalamualaikum wr wb..
    perkenalkan nama saya RADEN CHRIESTIAN YUDHA WIDHATAMA SURYA SAPUTRA.
    saya seorang muslim.. saya mendapatkan nama tersebut dari orangtua sejak lahir yang kalau secara arti bahasa, nama saya berarti orang nasrani/kristen. karena kurang adanya pemahaman dr orangtua saya dahulu. sy takut, bahwasanya nanti pada waktu diakhirat yg dipanggil terlebih dahulu adalah nama2 orang muslim. setelah itu kaum nasrani dan yahudi. sy kadang malu dengan nama atau gelar orang nasrani/kristen sedangkan sy seorang muslim. bolehkah dan apakah sy harus mengganti nama menjadi nama muslim untuk mendapatkan akhirat tanpa merubah semua data dunia seperti ktp, ijasah, akte lahir dll. mohon saran nama yg baik buat saya.
    jazakallahu khairan.
    wassalamualaikum wr wb

  17.    Reply

    assalamualaikum, saya pny anak brnama GHAFFARIEL INSANI, menurut ustadz apkh nama ank saya dibolehkan menurut syar’i? Maksud saya memberikan nama tsb krn ada gabungan nama saya dan istri dan agr ank saya tsb mnjadi org yg mudah memaafkan org lain..mhn pnjelasannya, mksh byk

    1.    Reply

      @ Nahriel
      ??????????? ?????????? ?????????? ????? ?????????????
      Alangkah baiknya Anda membaca ulasan tentang kaidah pemberian nama anak pada artikel kami berikut:
      muslimah.or.id/pendidikan-anak/pilihlah-nama-terbaik-untuk-buah-hati-anda.html
      muslimah.or.id/pendidikan-anak/tuntunan-pemberian-nama-nama-nama-yang-disunnahkan.html
      Smoga bermanfaat

  18.    Reply

    Assalamu’alaikum wr.wb, nama anak saya Abrar Atthalah assyarif dan Akhtar Azka Alfarisy. mohon sekali sarannya apa namanya sudah sesuai tuntutan nama baik atau tidak, kalau tidak apa yang harus saya lakukan mengingat nama nama sudah tercantum dalam akte kelahiran, mohon penjelasannya. Terima Kasih semoga Allah SWT membalas kebaikan Anda menjawab pertanyaan saya.
    Wassalamu’alaikum wr.wb

  19.    Reply

    ass, wr wb… mohon penjelasannya, apakah boleh memakai nama dengan nama Allah. contoh : Rahmat Allah

    1.    Reply

      @ Hamba Allah
      Tidak boleh menamai makhluk dengan nama-nama Allah. Karena nama Allah adalah mutlak kesempurnaannya tidak ada cacat sedikitpun dan Allah satu-satunya Dzat yang berhak menyandang nama tersebut. adapun makhluk maka penuh dengan kelemahan dan kehinaan. Rahmat Allah bukan termasuk dari nama-nama Allah.

  20.    Reply

    Ass. wr wbmohon informasi..betulkah pemberian nama aflah yang berarti orang yang beruntung itu tidak oleh ?

  21.    Reply

    wah gampang kalau mau nyari namapang tinggal ke site ini

  22.    Reply

    wah mantbs nih artikel boleh tuh share ke tmpat ane ya dan salm silaturahim bang atau bu n kunjungi blik blog saya klu perlu koment yah

  23.    Reply

    nama anak saya Ajeng Shalihatunnisa Gumilang, bagaimana pendapat bpk/ibu atas nama tersebut secara islam?apakah secara syariah diperbolehkan?dan apakah memasukan nama ortu anak ke nama anak itu boleh? mohon penjelasannya via email

    terima kasih,

  24.    Reply

    Assalamu`alaikum.
    Adik saya wanita telah diberi nama Zahra Nur Azizah. Ia biasa dipanggil Zahra. Penamaan Azizah tanpa hurf alif dan lam, dan juga tidak bermaksud supaya ia nanti mempunyai sifat perkasa. Maksudnya hanya karena Allah mempunyai nama Al-Aziz maka ingin memberi nama seperti nama Allah. Bagaimanakah hukumnya?
    Jazakallahu khoir.

  25.    Reply

    assalamualaikum, kalau nama namanya ilya bagaimana? saya bertanya pada ortu artinya ratu/raja,diambil dari kisah nabi ilya [sebelum ilyas] tapi saya cari di google namanya dari bahasa rusia yang artinya utusan tuhan, bagaimana? apa menurut anda nama saya ini termasuk dilarang? syukron,wassalam..

  26.    Reply

    ijin share ya..jazakillah.

  27.    Reply

    Ass. wr wb…mohon informasi..betulkah pemberian nama “aflah” yang berarti orang yang beruntung itu tidak boleh ?

  28.    Reply

    Admin yth,

    Anak saya dalam waktu dekat ini akan lahir, rencana akan saya beri nama Rafa Mikail. Mohon saran dari pengasuh apakah itu dibolehkan?

    Atas bantuannya saya ucapkan banyak terima kasih.

  29.    Reply

    asslkm..
    mohon minta penjelasan tentang hadis ato qur’an yg memuat tentang penyelimpangan nama yang sudah diberikan orang tua,, sebenarnya ini pengalaman pribadi, jd nama asli saya siti fitiyah nurrakhmi,oleh orang tua dipanggil pipit dr kecil karena pada awalnya mau buat akta nama pipit siti fitiyah nurrakhmi, tapi tidak tertulis pipit, tapi nama kecil nya tetap dipanggil pipit, sampe saat sy mau menikah, tiba2 keluarga suami meminta utk berganti nama jd ajeng, krn ada kaka ipar yg bernama pipit, saat itu sy yg sebenarnya tdk menyetujui, hanya bisa diam, setelah 3thn berlalu sy hidup dgn panggilan ajeng, pdhal selama sy dipannggil dgn nama itu rasanya sakiitt sekali entah apa ini seperti bukan memanggil diri sy, sebelum terlambat akhirnya sy memberanikan diri utk meminta kpd orng2 sekitar terutama keluarga suami utk tdk memanggil sy dengan nama ajeng,, panggil saja dgn “Rakhmi”, jika nama “pipit” berat bagi mereka, tp seolah mereka tidak mau terima, dengan alaasan canggung,, kalo sy balikan alasan itu siapa yg lebih cnggung?? sy yg sudah 24thn dipanggil pipit(siti) oleh keluarga dn teman2 tiba2 dipanggil ajeng yg ga tau apa arti dari nama tersebut, sy yg skrg sdh menikah dan jauh dr ortu dan tidak bisa memberikan perhatian lebih kpd ortu, rasanya lebih menghianati ortu jika saya menerima org2 memanggil sy dgn nama Ajeng, orng tua saya msh ada sy hanya ingin menghormati apa yg telah mereka berikan kepada saya meskipun hanya sebuah nama, mka dari itu, sy mau minta tolong adakah hadis ato quran yg membahas ttg ini agar sy punya alasan kuat utk mengemukakan keinginan sy agar mereka memangggil sy dengan Rakhmi bukan dengan Ajeng.. mohon bantuannya ,,terimakasih

    1.    Reply

      @ Pipit
      Bermusyawarahlah dengan suami secara baik-baik agar mau menerima dan memanggil Anda dengan nama yang diberikan orangtua. Karena orangtualah yang berhak memberi nama kepada anaknya bukan oranglain.

  30.    Reply

    assalamualaikum, wr, wb
    maaf saya mau tanya saya mempunyai anak perempunyai perempuan yang akan lahir beberapa hari lagi,, dan apakah boleh saya memebri nya nama nabila nursyafa al-ghani,,,, dan hari apa yang baik untuk melahiran seorang anak dengan operasi sesar???
    terima kasih
    mohon info nya,,,,

  31.    Reply

    Assalamu’alaikum…
    nama anak saya “Farras Zakiya Annisa Rizki”, apakah nama tsb syar’i?
    terima kasih jawabannya…
    wassalamu’alaikum….

  32.    Reply

    Insya’allah anak saya lahir 2.bln lg,dan Insya’allah menurut USG jenis kelaminya laki2..
    Insya’allah akan saya beri nama “Muhammad Arkan Al-ghifari Effendi” blhkah secara syar’i saya menamai anak saya dgn nama trsebut,mohon penjelasanya…saya bth jawabanya scepatnya…sukron

    1.    Reply

      @ Effendi

      Ada tiga faktor yang perlu diperhatikan ketika memilih nama:
      1. Nama tersebut diambil dari nama-nama orang-orang shalih dari kalangan nabi, rasul dan orang shalih lainnya. Maksudnya untuk mendekatkan diri kepada Allah dengan cara mencintai dan menghidupkan nama mereka serta melaksanakan apa yang dicintai Allah dengan memilih nama para wali yang telah membawa agama-Nya.
      2. Nama yang singkat, hurufnya sedikit dan mudah diucapkan serta mudah dihafal.
      3. Maknanya bagus, sesuai dengan kondisi orangnya, derajat agama serta martabatnya.

      http://muslimah.or.id/pendidikan-anak/tuntunan-pemberian-nama-pendahuluan.html

      Semoga Allah mengaruniakan anak yang saleh/salehah lagi mushlih/mushlihah bagi Anda dan istri Anda. Amin ….

  33.    Reply

    bagaimana dengan nama “khairunnisa”?
    rencananya insya Allah setelah anak saya lahir saya beri nama itu….apakah nama itu baik untuk anak bayi perempuan? terima kasih…

    1.    Reply

      @ Maya

      Lebih baik bila Ukhti Maya mencari nama lain, karena nama “Khairunnisa” (yang artinya: sebaik-baik wanita) adalah nama yang makruh karena mengandung unsur tazkiyah (penyucian diri). Uraian selengkapnya silakan disimak di http://muslimah.or.id/pendidikan-anak/tuntunan-pemberian-nama-nama-nama-yang-makruh.html

  34.    Reply

    nama anak saya rania zavira. rania saya maksudkan agar anak saya sepintar dan sebaik ratu rania, kemudia zavira, sy dapatkan dari buku berarti berhasil. tapi kemudian belakangan saya membaca bahwa arti zavira = ahli neraka. benarkah?

  35.    Reply

    Assalamu`alaikum
    Maaf ustadzah,ana tanya lagi nih apakah nama2 asmaul husnah tanpa disertai `abd seperti abdurrahman hanya ditulis rahman harus dignti juga atau harus diapakan . Hal ini ana tanyakn karena nama dari keponakan ana Sultan Ghani Kanaka dan dipanggil sehari2 yaitu Ghani(setahu ana nama ini termsuk dalam Asmul Husnah) mohon bimbingan dan penjelasannya. Jazakallah.

  36.    Reply

    Assalamu`alaikum
    Ana mau tanya bagaimana dengan penamaan abdul muthalib dan bagaimana denag anak/orang yang sudah diberikan nama tersebut?
    Serta bagaimana dengan nama maruh dan haram yang melekat pada muslimin dan muslimah yang sudah meninggal,apakah harus diganti atau tidak? Jazakallah

    1.    Reply

      @ Fahrul

      Wa’alaykumussalam warahmatullah wabarakatuh

      Hukum Mengubah Nama yang Tidak Syar’i

      Oleh: Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Bazz

      Pertanyaan:
      Jika seseorang diberi nama dengan sebuah nama yang dikemudian hari diketahui bahwa nama tersebut tidak syar’i, apa yang Anda nasehatkan?

      Jawaban:
      Wajib merubahnya, misalkan seseorang yang menamakan dirinya ‘Abdu Al-Husain (Hamba Husain) atau ‘Abdu An-Nabi (Hamba Nabi) atau ‘Abdu Al-Ka’bah (Hamba Ka’bah), kemudian dia mengetahui bahwasanya penghambaan tidak boleh kecuali hanya kepada Allah, dan tidak boleh bagi siapapun diibadahi kecuali Allah.

      Bahkan penghambaan hanya boleh disandarkan kepada Allah saja, seperti nama ‘Abdullah, ‘Abdurrahmaan, ‘Abdul Malik. Maka wajib atasnya untuk merubah nama seperti ‘Abdun An-Nabi atau ‘Abdu Al-Ka’bah menjadi ‘Abdullah atau ‘Abdu Ar-Rahmaan, atau Muhammad atau ahmad atau Shalih, atau yang lainnya dari nama-nama yang syar’i, dan perkara ini adalah sesuatu yang wajib.

      Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah merubah banyak nama-nama yang tidak syar’i. Sementara jika nama itu adalah milik ayahnya, maka jika ayahnya masih hidup maka diberitahu agar mengganti namanya, sementara jika sudah meninggal maka tidak ada keperluan untuk menggantinya dan dibiarkan apa adanya. Karena Nabi tidak mengganti nama Abdul Muthallib dan tidak mengganti nama-nama lainnya yang menghambakan ke selain Allah, seperti Abdu Manaf, karena mereka sudah dikenal dengan nama-nama itu.

      Majmu’ Fatawa wa Maqalat Mutanawwi’ah, jilid 28.

      Diterjemahkan dari:http://www.binbaz.org.sa/mat/4228

      ==========
      http://www.perpustakaan-islam.com/index.php?option=com_content&view=article&id=258:hukum-mengubah-nama-yang-tidak-syari&catid=42:keluarga

  37.    Reply

    assalammu’alaikum

    bagaimana jika memberi nama seperti IBNU RAHMAN dsb?

    jazakillahu khoiron

  38.    Reply

    tanya, bagaimana kalau memberi nama dengan nama malaikat tapi seperti yang dipakai oleh non islam misalnya gabriel, michael..?

    terima kasih

  39.    Reply

    kalau menamai nama dengan nama surat di Al Qur’an
    seperti Toha. Yasiin. DLL bgaimn hukumnya?
    jazakallahu khoyr

  40.    Reply

    hm, kalau untuk nama cowo yg bagus apa ya? lahirnya bulan september.

  41.    Reply

    Subhanallah,
    Jika ada yang memakai namanama di atas karena ketidaktahuan orang tuanya, harap segera diganti dengan nama yang baik dan benar.

  42.    Reply

    Kami memberi nama Muhammad Islam bagi anak ketiga kami. Dengan harapan dia akan mencintai dan menjadikan Muhammad dan Islam sebagai pedoman sepanjang hidupnya. Apakah nama itu tepat?

  43.    Reply

    1. Memberi nama berhala itu yg seperti apa? Untuk berhala2 seperti Wadd, Uzza bukankah itu dulunya adalah orang alim pada zaman nabi Nuh? lalu bagaimana dengan nama Isa? sekarang kan jadi berhala juga (disembah oleh kaum Nasrani).
    2. Memberi nama setan. Lalu tau sebuah nama adalah nama setan atau bukan itu dari mana?

    1.    Reply

      @ Anto
      1. Anda benar. Wadd, Suad, Ya’uq dan Nashr dulunya adalah nama-nama orang shalih di jaman Nabi Nuh alaihissalam. Namun berjalannya waktu karena semakin bodohnnya manusia dan semakin jauhnya mereka dari tauhid maka nama-nama tersebut dijadikan sebagai nama berhala. Dan selayaknya tidak menamakan anak dengan nama yang telah terkenal menjadi nama berhala saat itu meskipun dulunya adalah nama orang shalih. Untuk Isa, setahu kami orang nashrani menamai sesembahan mereka dengan jesus, bapa, roh kudus. Meskipun yang mereka maksudkan dengan jesus adalah nabi isa. Dan Isa adalah nama seorang nabi yang shalih maka tidak mengapa menamakan anak dengan Isa bahkan dianjurkan karena beliau adalah salah satu nabi pilihan. Allahu A’lam.
      2. Dengan banyak-banyak belajar agama. Salah satunya dengan membaca buku karangan Ibnul Qayyim, Tuhfatul Maudud bi Ahkamil Maulud.