Suami Istri Bergandengan tangan di Tempat Umum

Pertanyaan:

Bolehkah suami istri saling bergandengan tangan ketika jalan-jalan di tempat umum?

Jawab:

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, wa ba’du

Wajib bagi muslim dan muslimah, apabila berjalan bersamaan, untuk menjaga rasa malu dan memperhatikan sopan santun. Terlebih jika mereka telah mengenal sunah dan adab-adab islam. Karena umumnya masyarakat menjadikannya sebagai panutan, menghormati dan memuliakannya. Untuk itu, dia harus menjaga kewibawaan dirinya.

Bergandengan tangan antara suami istri di jalan umum, pada asalnya tidak masalah, dan tidak ada dosa untuk perbuatan yang mereka lakukan. Bahkan terkadang keadaan tertentu menuntut dilakukan tindakan ini. Seperti ketika berjalan di keramaian dan jalan yang sesak.

Akan tetapi, ketika hendak melakukan perbuatan semacam ini, selayaknya mempertimbangkan adat dan kebiasaan yang berlaku di masyarakat setempat. Jika perbuatan semacam ini biasa dilakukan oleh masyarakat, termasuk tokoh agama di lingkungannya maka semacam ini tidak masalah.

Sebaliknya, jika bergandengan tangan suami istri semacam ini termasuk perbuatan yang bisa menjatuhkan wibawa, atau tercela secara adab dan akhlak di masyarakat setempat, maka pasangan suami istri tidak boleh bergandengan tangan di tempat yang banyak dilihat orang lain. Misalnya, di masyarakat tersebut, perbuatan semacam ini hanya dilakukan oleh orang jelek, orang pacaran, orang kafir, atau semacamnya.

Hanya saja, ketika bergandengan tangan di tempat umum antara suami istri diterima di masyarakat, yang harus dinampakkan adalah bergandengan tangan untuk menunjukkan keharmonisan keluarga atau saling menbantu antara suami istri. Bukan bergandengan tangan seperti layaknya orang yang sedang pacaran, yang itu termasuk zina tangan. Karena itu, tidak selayaknya melakukan hal yang berlebihan dalam perkara mubah, sampai menyebabkan kita meniru orang fasik.

Allahu a’lam

***

Artikel muslimah.or.id
Sumber: Islamqa: 126404

Donasi dakwah YPIA

11 Comments

  1. agus says:

    memang cara membedakan gandengan tangan yang di situ seperti anak pacaran dan keharminisan keluarga seperti apa contoh nya?
    (berikan contoh yang logis)

  2. eti says:

    Semoga Allah s.w.t selalu memudahkan qt utk menerima semua kebaikan yg diridhai-NYA, amin…

  3. flo says:

    bismillah. mhon disertakan dalil yg jelas

  4. Zhey says:

    bismillah.,. afwan ya umii,. ana mau tanya,, apakah pacaran setelah menikah itu tdak boleh ya mi’? Masak itu ndak boleh sih mi’?.,. klo itu ndak boleh, Lalu bagaimana dgn hadis aisyah yang minta digendong oleh rosululloh ktika melihat pertunjukan? smpai2 Aisyah menempelkan pipinya ke pipi rosulullah? bukankah ini sbuah keromantisan yang diidamkan oleh Pasutri.. klo menempelkan pipi dgn pipi saja boleh, bukankah lebih boleh lagy jka hanya bergandengan tangan saja?
    bukankah kemesraan suami istri adalah berpahala,.,

  5. cahaya says:

    Afwan, hanya ingin menyampaikan pendapat.. kok agak aneh mengenai 2 paragraf terakhir. Bergandengan tangan menjatuhkan wibawa itu di daerah mana ya? yang menjatuhkan wibawa itu kalo gandengan tangan bukan dengan istrinya (contoh: pacaran). Kalau di lingkungan kita banyak yang pacaran dan gandengan tangan harusnya yang nikah juga bebas begandengan tangan, agar yang pacaran malu sendiri. Kok malah yang udah nikah malu sama yang pacaran? malu sama orang kafir yang gandengan tangan?

    • @ Cahaya
      Tergantung adat kebiasaan di daerah tersebut. Bila bergandengan tangan itu menjadi ciri khas orang pacaran di daerah tsb maka tentu meninggalkannya lebih utama. Meskipun sbenernya sah sah saja suami istri bergandengan tangan. Perlu Anda ketahui keromantisan suami istri adalah sbuah rahasia. Cukuplah Anda dan pasangan Anda yang tahu dan menikmatinya. Jadi tidak perlu dipertontonkan kepada oranglain.

  6. jadi berpegangan tangan suami istri di tempat umum itu boleh?

  7. Nisa Risya says:

    Assalamualaikum Waromatullah Hiwabarokatuh.

    Kalau saya pribadi, bepegangan tangan dengan suami atau Istri sendiri yang sudah sah, tidak apa-apa, tidak jadi masalah. Saya setuju-setuju saja.
    Memangnya hanya orang pacaran saja, yang sudah menikah juga bisa Romantis.

    Terimakasih

  8. hendry says:

    kalau saya setujunya menjaga adab ditengah keramaian,walaupun halal, tapi kadang kita lupa, ada anak kecil/ belum baligh atau anak usia remaja.Nanti bisa menjadi contoh atau kebiasaan,apalagi saat ini sangat sulit dibedakan mana yang menikah atau belum,ya terlihatlah seperti orang pacaran. Jadi jangan sampai kita menjadi contoh bagi para remaja muslim.
    kecuali mungkin kita udah punya anak, atau menggendong bayi jadi orang bisa maklum oh udah suami istri.tapi kalau tidak, wah orang non muslim pun bisa bilang gaja aja sok jilbab tapi pegang tangan juga mesra2.kan gak mungkin kalo kita tempel stiker kami suami istri :)

  9. syafii jamal says:

    Barakaulah wafikum atas buletin dakwah sukron khasiran

Leave a Reply