<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Surga Diliputi Perkara Yang Dibenci Jiwa, Neraka Diliputi Perkara Yang Disukai Nafsu</title>
	<atom:link href="http://muslimah.or.id/hadits/surga-diliputi-perkara-yang-dibenci-jiwa-neraka-diliputi-perkara-yang-disukai-nafsu.html/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://muslimah.or.id/hadits/surga-diliputi-perkara-yang-dibenci-jiwa-neraka-diliputi-perkara-yang-disukai-nafsu.html</link>
	<description>Meraih Kebahagiaan Muslimah di Atas Jalan Salaful Ummah</description>
	<lastBuildDate>Sun, 12 Feb 2012 06:54:03 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
	<item>
		<title>By: santi warsodoedi</title>
		<link>http://muslimah.or.id/hadits/surga-diliputi-perkara-yang-dibenci-jiwa-neraka-diliputi-perkara-yang-disukai-nafsu.html/comment-page-1#comment-12895</link>
		<dc:creator>santi warsodoedi</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 16 Mar 2011 17:06:58 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslimah.or.id/?p=888#comment-12895</guid>
		<description>ijin copas ukh...
syukron</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ijin copas ukh&#8230;<br />
syukron</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ummu yasmin subrata</title>
		<link>http://muslimah.or.id/hadits/surga-diliputi-perkara-yang-dibenci-jiwa-neraka-diliputi-perkara-yang-disukai-nafsu.html/comment-page-1#comment-9346</link>
		<dc:creator>ummu yasmin subrata</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 15 Jul 2010 17:58:36 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslimah.or.id/?p=888#comment-9346</guid>
		<description>assalamu&#039;alaykum warohmatullohi wabarokatuh...

alhamdulillaah...jazakallohu khoyron. blog ini merupakan salah satu sumber ilmu yang dapat ana akses dimana saja dan kapan saja. ana begitu terbantu dengan adanya blog ini.

ana ingin menambahkan pendapat,
1. tentang judul, 
ana rasa tidak ada masalah dan judulnya cukup menarik. namun dengan adanya masukan dari pembaca, alangkah bijaksananya jika akhi dan ukhti admin blog muslimah.or.id ini mempertimbangkannya lagi, karena pembaca merupakan sasaran dari artikel ini bukan?

selain itu judul juga merupakan salah satu media &quot;penarik minat&quot; pembaca, sehingga memang harus dibuat menarik. namun tentu saja dengan judul yang sesuai dengan isinya.

misalnya dapat ditambahkan &quot;mengkaji hadits tentang surga diliputi oleh perkara-perkara yang dibenci jiwa...dst&quot;

2. tentang kemudahan
pendapat ana, Islam memang agama yang mudah, karena begitu banyak perkara-perkara yang dimudahkan oleh Allah untuk hamba-hambaNya.
misalnya : Allah memaafkan dosa-dosa seorang hamba yang dilakukannya karena ketidaktahuan, Allah memperbolehkan orang yang sedang safar untuk menjama&#039; dan atau meng-qoshor sholatnya, Allah membolehkan wanita hamil, orang sakit, musafir, untuk membatalkan puasanya karena khawatir memberatkannya, dan masih banyak lagi kemudahan-kemudahan lain yang Allah berikan untuk kita.
bahkan Rasululloh shollallahu &#039;alaihi wasallam pun memberi beberapa kemudahan bagi kita, misalnya dalam hal bersiwak dan shalat Isya.

namun ketahuilah saudaraku, tidak semua orang dapat merasakan kemudahan itu, benarlah apa yang dikatakan oleh ummu fatimah (semmoga Allah merahmatinya) bahwa orang yang gemar bermudah-mudahan tidak akan bisa merasakan kemudahan-kemudahan tersebut, karena memang mereka selalu menuntut agar segala sesuatu menjadi lebih mudah, lebih simpel, bahkan tanpa ragu2 mereka membuat syariat sendiri. subhaanalloh...

ingatlah firman Allah subhaanahu wa ta&#039;ala dalam surah al-Baqarah ayat 45 &quot;Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) shalat. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk,&quot;

kita tahu bahwa jumlah bilangan raka&#039;at sholat juga merupakan salah satu kemudahan yang Allah berikan kepada Rasululloh dan seluruh umat Islam. Imam Al-Bukhari meriwayatkan, pada saat peristiwa Mi’raj, Nabi Muhammad SAW berada di Baitul Ma’mur, Allah SWT mewajibkannya beserta umat Islam yang dipimpinnya untuk mengerjakan shalat limapuluh kali sehari-semalam. Nabi Muhammad menerima begitu saja dan langsung bergegas.

Namun Nabi Musa AS memperingatkan, umat Muhammad tidak akan kuat dengan limapuluh waktu itu. ”Aku telah belajar dari pengalaman umat manusia sebelum kamu. Aku pernah mengurusi Bani Israil yang sangat rumit. Kembalilah kepada Tuhanmu dan mitalah keringanan untuk umatmu.”

Nabi Muhammad kembali menghadap Sang Rabb, meminta keringanan dan ternyata dikabulkan. Tidak lagi lipapuluh waktu, tapi sepuluh waktu saja. Nabi Muhammad pun bergegas. Namun Nabi Musa tetap tidak yakin umat Muhammad mampu melakukan shalat sepuluh waktu itu. ”Mintalah lagi keringanan.” Nabi kembali dan akhirnya memeroleh keringanan, menjadi hanya lima waktu saja.

Sebenarnya Nabi Musa masih berkeberatan dengan lima waktu itu dan menyuruh Nabi Muhammad untuk kembali meminta keringanan. Namun Nabi Muhammad tidak berani. “Aku sudah meminta keringanan kepada Tuhanku, sampai aku malu. Kini aku sudah ridha dan pasrah.”

Nabi Muhammad memang mengakui bahwa pendapat Nabi Musa AS itu benar adanya. Lima kali shalat sehari semalam itu masih memberatkan. Namun lima waktu itu bukankah sudah merupakan bentuk keringanan?! 

lihatlah, untuk perkara yang telah dimudahkan-NYA saja Allah azza wa jalla mengatakan hal itu berat (kecuali bagi orang-orang yang khusyuk), apalagi perkara-perkara yang lain yang tidak diberi kemudahan, tentu akan lebih berat, terlebih lain manusia diciptakan cenderung kepada kejelekan, jelas sudah bahwa &quot;kemudahan dalam Islam (yang memang merupakan agama yang memiliki syariat-syariat yang mudah jika dijalani dengan ikhlas)&quot; di sini hanya akan dirasakan oleh orang-orang yang khusyuk saja.

sementara orang-orang yang gemar bermudah-mudahan akan mengatakan Islam itu sulit atau ribet.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :
“Apa yang dikatakan Rasul kepadamu maka terimalah dia dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah.” (QS. Al-Hasyr : 7)
maka sudah sewajibnyalah kita menerima dan mengimani hadits di atas, karena sudah jelas keshohihannya.

kepada penulis, ana ucapkan jazakillahu khoyron. semoga kita termasuk dalam golongan orang-orang yang khusyuk dan ikhlas dalam menjalankan syariat Islam yang mulia ini sehingga kelak dapat memasuki surga bersama orang-orang yang kita cintai, amiin yaa robbal &#039;aalamiin.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>assalamu&#8217;alaykum warohmatullohi wabarokatuh&#8230;</p>
<p>alhamdulillaah&#8230;jazakallohu khoyron. blog ini merupakan salah satu sumber ilmu yang dapat ana akses dimana saja dan kapan saja. ana begitu terbantu dengan adanya blog ini.</p>
<p>ana ingin menambahkan pendapat,<br />
1. tentang judul,<br />
ana rasa tidak ada masalah dan judulnya cukup menarik. namun dengan adanya masukan dari pembaca, alangkah bijaksananya jika akhi dan ukhti admin blog muslimah.or.id ini mempertimbangkannya lagi, karena pembaca merupakan sasaran dari artikel ini bukan?</p>
<p>selain itu judul juga merupakan salah satu media &#8220;penarik minat&#8221; pembaca, sehingga memang harus dibuat menarik. namun tentu saja dengan judul yang sesuai dengan isinya.</p>
<p>misalnya dapat ditambahkan &#8220;mengkaji hadits tentang surga diliputi oleh perkara-perkara yang dibenci jiwa&#8230;dst&#8221;</p>
<p>2. tentang kemudahan<br />
pendapat ana, Islam memang agama yang mudah, karena begitu banyak perkara-perkara yang dimudahkan oleh Allah untuk hamba-hambaNya.<br />
misalnya : Allah memaafkan dosa-dosa seorang hamba yang dilakukannya karena ketidaktahuan, Allah memperbolehkan orang yang sedang safar untuk menjama&#8217; dan atau meng-qoshor sholatnya, Allah membolehkan wanita hamil, orang sakit, musafir, untuk membatalkan puasanya karena khawatir memberatkannya, dan masih banyak lagi kemudahan-kemudahan lain yang Allah berikan untuk kita.<br />
bahkan Rasululloh shollallahu &#8216;alaihi wasallam pun memberi beberapa kemudahan bagi kita, misalnya dalam hal bersiwak dan shalat Isya.</p>
<p>namun ketahuilah saudaraku, tidak semua orang dapat merasakan kemudahan itu, benarlah apa yang dikatakan oleh ummu fatimah (semmoga Allah merahmatinya) bahwa orang yang gemar bermudah-mudahan tidak akan bisa merasakan kemudahan-kemudahan tersebut, karena memang mereka selalu menuntut agar segala sesuatu menjadi lebih mudah, lebih simpel, bahkan tanpa ragu2 mereka membuat syariat sendiri. subhaanalloh&#8230;</p>
<p>ingatlah firman Allah subhaanahu wa ta&#8217;ala dalam surah al-Baqarah ayat 45 &#8220;Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) shalat. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk,&#8221;</p>
<p>kita tahu bahwa jumlah bilangan raka&#8217;at sholat juga merupakan salah satu kemudahan yang Allah berikan kepada Rasululloh dan seluruh umat Islam. Imam Al-Bukhari meriwayatkan, pada saat peristiwa Mi’raj, Nabi Muhammad SAW berada di Baitul Ma’mur, Allah SWT mewajibkannya beserta umat Islam yang dipimpinnya untuk mengerjakan shalat limapuluh kali sehari-semalam. Nabi Muhammad menerima begitu saja dan langsung bergegas.</p>
<p>Namun Nabi Musa AS memperingatkan, umat Muhammad tidak akan kuat dengan limapuluh waktu itu. ”Aku telah belajar dari pengalaman umat manusia sebelum kamu. Aku pernah mengurusi Bani Israil yang sangat rumit. Kembalilah kepada Tuhanmu dan mitalah keringanan untuk umatmu.”</p>
<p>Nabi Muhammad kembali menghadap Sang Rabb, meminta keringanan dan ternyata dikabulkan. Tidak lagi lipapuluh waktu, tapi sepuluh waktu saja. Nabi Muhammad pun bergegas. Namun Nabi Musa tetap tidak yakin umat Muhammad mampu melakukan shalat sepuluh waktu itu. ”Mintalah lagi keringanan.” Nabi kembali dan akhirnya memeroleh keringanan, menjadi hanya lima waktu saja.</p>
<p>Sebenarnya Nabi Musa masih berkeberatan dengan lima waktu itu dan menyuruh Nabi Muhammad untuk kembali meminta keringanan. Namun Nabi Muhammad tidak berani. “Aku sudah meminta keringanan kepada Tuhanku, sampai aku malu. Kini aku sudah ridha dan pasrah.”</p>
<p>Nabi Muhammad memang mengakui bahwa pendapat Nabi Musa AS itu benar adanya. Lima kali shalat sehari semalam itu masih memberatkan. Namun lima waktu itu bukankah sudah merupakan bentuk keringanan?! </p>
<p>lihatlah, untuk perkara yang telah dimudahkan-NYA saja Allah azza wa jalla mengatakan hal itu berat (kecuali bagi orang-orang yang khusyuk), apalagi perkara-perkara yang lain yang tidak diberi kemudahan, tentu akan lebih berat, terlebih lain manusia diciptakan cenderung kepada kejelekan, jelas sudah bahwa &#8220;kemudahan dalam Islam (yang memang merupakan agama yang memiliki syariat-syariat yang mudah jika dijalani dengan ikhlas)&#8221; di sini hanya akan dirasakan oleh orang-orang yang khusyuk saja.</p>
<p>sementara orang-orang yang gemar bermudah-mudahan akan mengatakan Islam itu sulit atau ribet.</p>
<p>Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :<br />
“Apa yang dikatakan Rasul kepadamu maka terimalah dia dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah.” (QS. Al-Hasyr : 7)<br />
maka sudah sewajibnyalah kita menerima dan mengimani hadits di atas, karena sudah jelas keshohihannya.</p>
<p>kepada penulis, ana ucapkan jazakillahu khoyron. semoga kita termasuk dalam golongan orang-orang yang khusyuk dan ikhlas dalam menjalankan syariat Islam yang mulia ini sehingga kelak dapat memasuki surga bersama orang-orang yang kita cintai, amiin yaa robbal &#8216;aalamiin.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: acr</title>
		<link>http://muslimah.or.id/hadits/surga-diliputi-perkara-yang-dibenci-jiwa-neraka-diliputi-perkara-yang-disukai-nafsu.html/comment-page-1#comment-9325</link>
		<dc:creator>acr</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 14 Jul 2010 16:26:23 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslimah.or.id/?p=888#comment-9325</guid>
		<description>Alhamdulillah.

sungguh artikel yg sangat bermanfaat ,terus posting artikel tntang Islam,krna bnyk manfaatnya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Alhamdulillah.</p>
<p>sungguh artikel yg sangat bermanfaat ,terus posting artikel tntang Islam,krna bnyk manfaatnya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: humaira</title>
		<link>http://muslimah.or.id/hadits/surga-diliputi-perkara-yang-dibenci-jiwa-neraka-diliputi-perkara-yang-disukai-nafsu.html/comment-page-1#comment-9310</link>
		<dc:creator>humaira</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 13 Jul 2010 20:35:16 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslimah.or.id/?p=888#comment-9310</guid>
		<description>ijin copas ya ukh...
artikelnya sgt bermanfaat jazakillah</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ijin copas ya ukh&#8230;<br />
artikelnya sgt bermanfaat jazakillah</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: abu arum</title>
		<link>http://muslimah.or.id/hadits/surga-diliputi-perkara-yang-dibenci-jiwa-neraka-diliputi-perkara-yang-disukai-nafsu.html/comment-page-1#comment-9296</link>
		<dc:creator>abu arum</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 12 Jul 2010 13:58:48 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslimah.or.id/?p=888#comment-9296</guid>
		<description>Assalamu&#039;alaikum.

Alhamdulllah, itulah kata yang tepat dan paling tinggi dalam mensyukuri nikmat Alloh Ta’ala. Ana sendiri &lt;del datetime=&quot;2010-07-12T15:10:29+00:00&quot;&gt;kagum&lt;/del&gt; dengan antum-antum yang ada di blog ini karena kedewasaan antumm sekalian dalam ber-hujjah, semoga hal ini tetap terjaga dan marilah kita bersama-sama menjaga apa yang sekarang sudah baik ini.

Dan Judul di atas yang dinukil dari sabda Rasululloh shallallahu’alaihi wa sallam sangatlah pas dalam memaknai tulisan tersebut. Ana ucapkan Jazakumulloh khairan katsira.

“Subhaanka Allohumma Wa Bihamdika Asyhadu Allaa Ilaaha Illa Anta Astaghfiruka Wa Atubu Ilaika”</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu&#8217;alaikum.</p>
<p>Alhamdulllah, itulah kata yang tepat dan paling tinggi dalam mensyukuri nikmat Alloh Ta’ala. Ana sendiri <del datetime="2010-07-12T15:10:29+00:00">kagum</del> dengan antum-antum yang ada di blog ini karena kedewasaan antumm sekalian dalam ber-hujjah, semoga hal ini tetap terjaga dan marilah kita bersama-sama menjaga apa yang sekarang sudah baik ini.</p>
<p>Dan Judul di atas yang dinukil dari sabda Rasululloh shallallahu’alaihi wa sallam sangatlah pas dalam memaknai tulisan tersebut. Ana ucapkan Jazakumulloh khairan katsira.</p>
<p>“Subhaanka Allohumma Wa Bihamdika Asyhadu Allaa Ilaaha Illa Anta Astaghfiruka Wa Atubu Ilaika”</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Taufiq</title>
		<link>http://muslimah.or.id/hadits/surga-diliputi-perkara-yang-dibenci-jiwa-neraka-diliputi-perkara-yang-disukai-nafsu.html/comment-page-1#comment-9295</link>
		<dc:creator>Taufiq</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 12 Jul 2010 09:42:16 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslimah.or.id/?p=888#comment-9295</guid>
		<description>Assalaamu &#039;alaykum,
Ikut komentar tentang judul.
Menurut saya, judulnya sudah tepat. Karena penekanan hadits yang ingin disampaikan oleh penulis memang seperti itu. Coba baca hadits tersebut lebih teliti dan baca juga hadits penjelas yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi. Kalau mau diganti dengan saran Abu Arum, itu malah tidak tepat. &lt;i&gt;wallahu a&#039;lam&lt;/i&gt;
Wassalaam</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalaamu &#8216;alaykum,<br />
Ikut komentar tentang judul.<br />
Menurut saya, judulnya sudah tepat. Karena penekanan hadits yang ingin disampaikan oleh penulis memang seperti itu. Coba baca hadits tersebut lebih teliti dan baca juga hadits penjelas yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi. Kalau mau diganti dengan saran Abu Arum, itu malah tidak tepat. <i>wallahu a&#8217;lam</i><br />
Wassalaam</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

