olahraga saat hamil

Haid adalah salah satu najis yang menghalangi wanita untuk melaksanakan ibadah sholat dan puasa (pembahasan mengenai hukum-hukum seputar haidh telah disebutkan dalam beberapa edisi yang lalu), maka setelah selesai haidh kita harus bersuci dengan cara yang lebih dikenal dengan sebutan mandi haid.

Agar ibadah kita diterima Allah maka dalam melaksanakan salah satu ajaran islam ini, kita harus melaksanakannya sesuai tuntunan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam dan Rasulullah telah menyebutkan tata cara mandi haid dalam hadits yang diriwayatkan oleh Muslim dari ‘Aisyah Radhiyallahu ‘Anha bahwa Asma’ binti Syakal Radhiyallahu ‘Anha bertanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam tentang mandi haidh, maka beliau bersabda:

تَأْخُذُإِحْدَا كُنَّ مَائَهَا وَسِدْرَهَا فَتََطَهَّرُ فَتُحْسِنُ الطُّهُورَ أوْ تَبْلِغُ فِي الطُّهُورِ ثُمَّ تَصُبُّ عَلَى رَأْسِهَا فَتَدْلُكُُهُ دَلْكًا شَدِ يْدًا حَتََّى تَبْلِغَ شُؤُونَ رَأْسِهَا ثُمَّ تَصُبُّ عَلَيْهَا المَاءَ ثُمَّ تَأْخُذُ فِرْصَةً مُمَسَّكَةً فَتَطْهُرُ بِهَا قَالَتْ أسْمَاءُ كَيْفَ أتََطَهَّرُبِهَا قَالَ سُبْحَانَ الله ِتَطَهُّرِي بِهَا قَالَتْْ عَائِشَةُ كَأنَّهَا تُخْفِي ذَلِكَ تَتَبَّعِي بِهَا أثَرَالدَّمِ

“Salah seorang di antara kalian (wanita) mengambil air dan sidrahnya (daun pohon bidara, atau boleh juga digunakan pengganti sidr seperti: sabun dan semacamnya-pent) kemudian dia bersuci dan membaguskan bersucinya, kemudian dia menuangkan air di atas kepalanya lalu menggosok-gosokkannya dengan kuat sehingga air sampai pada kulit kepalanya, kemudian dia menyiramkan air ke seluruh badannya, lalu mengambil sepotong kain atau kapas yang diberi minyak wangi kasturi, kemudian dia bersuci dengannya. Maka Asma’ berkata: “Bagaimana aku bersuci dengannya?” Beliau bersabda: “Maha Suci Allah” maka ‘Aisyah berkata kepada Asma': “Engkau mengikuti (mengusap) bekas darah (dengan kain/kapas itu).”

Dari ‘Aisyah Radhiyallahu ‘Anha bahwa seorang wanita bertanya kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam tentang mandi dari haid. Maka beliau memerintahkannya tata cara bersuci, beliau bersabda:

تَأْخُذُ فِرْصَةً مِنْ مِسْكٍ فَتَطَهُّرُ بِهَا قَالَتْ كَيْفَ أَتَطَهُّرُ بِهَاقَالَ تَطَهَّرِي بِهَاسُبْحَانَ اللهِ.قَالَتْ عَائِشَةُ وَاجْتَذَبْتُهَا إِلَيَّ فَقُلْتُ تَتَبْعِي بِهَاأَثَرَا لدَّمِ

“Hendaklah dia mengambil sepotong kapas atau kain yang diberi minyak wangi kemudian bersucilah dengannya. Wanita itu berkata: “Bagaimana caranya aku bersuci dengannya?” Beliau bersabda: “Maha Suci Allah bersucilah!” Maka ‘Aisyah menarik wanita itu kemudian berkata: “Ikutilah (usaplah) olehmu bekas darah itu dengannya(potongan kain/kapas).” (HR. Muslim: 332)

An-Nawawi rahimahullah berkata (1/628): “Jumhur ulama berkata (bekas darah) adalah farji (kemaluan).” Beliau berkata (1/627): “Diantara sunah bagi wanita yang mandi dari haid adalah mengambil minyak wangi kemudian menuangkan pada kapas, kain atau semacamnya, lalu memasukkannya ke dalam farjinya setelah selesai mandi, hal ini disukai juga bagi wanita-wanita yang nifas karena nifas adalah haid.” (Dinukil dari Jami’ Ahkaam an-Nisaa’: 117 juz: 1).

Syaikh Mushthafa Al-‘Adawy berkata: “Wajib bagi wanita untuk memastikan sampainya air ke pangkal rambutnya pada waktu mandinya dari haidh baik dengan menguraikan jalinan rambut atau tidak.Apabila air tidak dapat sampai pada pangkal rambut kecuali dengan menguraikan jalinan rambut maka dia (wanita tersebut) menguraikannya-bukan karena menguraikan jalinan rambut adalah wajib-tetapi agar air dapat sampai ke pangkal rambutnya, Wallahu A’lam.” (Dinukil dari Jami’ Ahkaam An-Nisaa’ hal: 121-122 juz: 1 cet: Daar As-Sunah).

Maka wajib bagi wanita apabila telah bersih dari haidh untuk mandi dengan membersihkan seluruh anggota badan; minimal dengan menyiramkan air ke seluruh badannya sampai ke pangkal rambutnya; dan yang lebih utama adalah dengan tata cara mandi yang terdapat dalam hadits Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, ringkasnya sebagai berikut:

  1. Wanita tersebut mengambil air dan sabunnya, kemudian berwudhu’ dan membaguskan wudhu’nya.
  2. Menyiramkan air ke atas kepalanya lalu menggosok-gosokkannya dengan kuat sehingga air dapat sampai pada tempat tumbuhnya rambut. Dalam hal ini tidak wajib baginya untuk menguraikan jalinan rambut kecuali apabila dengan menguraikan jalinan akan dapat membantu sampainya air ke tempat tumbuhnya rambut (kulit kepala).
  3. Menyiramkan air ke badannya.
  4. Mengambil secarik kain atau kapas(atau semisalnya) lalu diberi minyak wangi kasturi atau semisalnya kemudian mengusap bekas darah (farji) dengannya.

TATA CARA MANDI JUNUB BAGI WANITA

Dari ‘Aisyah Radhiyallahu ‘Anha, beliau berkata:

كُنَّاإِذَأَصَابَتْ إِحْدَانَاجَنَابَةٌأَخَذَتْ بِيَدَيْهَاثَلَاثًافَوْقَ رَأْسَهَا ثُمَََّ تَأْخُذُ بِيَدِهَا عَلَى شِقِّهَاالْأيَْمَنِ وَبِيَدِهَااْلأُخْرَى عََََلَى شِقِّهَااْلأ يْسَرِ

“Kami ( istri-istri Nabi) apabila salah seorang diantara kami junub, maka dia mengambil (air) dengan kedua telapak tangannya tiga kali lalu menyiramkannya di atas kepalanya, kemudian dia mengambil air dengan satu tangannya lalu menyiramkannya ke bagian tubuh kanan dan dengan tangannya yang lain ke bagian tubuh yang kiri.” (Hadits Shahih riwayat Bukhari: 277 dan Abu Dawud: 253)

Seorang wanita tidak wajib menguraikan (melepaskan) jalinan rambutnya ketika mandi karena junub, berdasarkan hadits berikut:

Dari Ummu Salamah Radhiyallahu ‘Anha berkata:

قُاْتُ ياَرَسُولَ اللهِ إِنِّي امْرَأَةٌ أَشُدُّ ضَفْرَرَأْسِي أَفَأَنْقُضُهُ لِغُسْلِ الْجَنَابَةِ؟ قَالَ:لاَإِنَّمَايَكْفِيْكِ أَنْ تَحْثِيْنَ عَلَى رَأْسِكِ ثَلاَثَ حَثَيَاتٍ مِنْ مَاءٍثُمََّ تُفِيْضِيْنَ عَلَى سَائِرِ جَسَادِكِ الماَءَ فَتَطْهُرِيْن

Aku (Ummu Salamah) berkata: “Wahai Rasulullah, aku adalah seorang wanita, aku menguatkan jalinan rambutku, maka apakah aku harus menguraikannya untuk mandi karena junub?” Beliau bersabda: “Tidak, cukup bagimu menuangkan air ke atas kepalamu tiga kali kemudian engkau mengguyurkan air ke badanmu, kemudian engkau bersuci.” (Hadits Shahih riwayat Muslim, Abu Dawud: 251, an-Nasaai: 1/131, Tirmidzi:1/176, hadits: 105 dan dia berkata: “Hadits Hasan shahih,” Ibnu Majah: 603)

Ringkasan tentang mandi junub bagi wanita adalah:

  1. Seorang wanita mengambil airnya, kemudian berwudhu dan membaguskan wudhu’nya (dimulai dengan bagian yang kanan).
  2. Menyiramkan air ke atas kepalanya tiga kali.
  3. Menggosok-gosok kepalanya sehingga air sampai pada pangkal rambutnya.
  4. Mengguyurkan air ke badan dimulai dengan bagian yang kanan kemudian bagian yang kiri.
  5. Tidak wajib membuka jalinan rambut ketika mandi.

Tata cara mandi yang disebutkan itu tidaklah wajib, akan tetapi disukai karena diambil dari sejumlah hadits-hadits Rasululllah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Apabila dia mengurangi tata cara mandi sebagaimana yang disebutkan, dengan syarat air mengenai (menyirami) seluruh badannya, maka hal itu telah mencukupinya. Wallahu A’lam bish-shawab.

***

Diringkas dari majalah As Sunah Edisi 04/Th.IV/1420-2000, oleh Ummu ‘Athiyah
Muroja’ah: Ustadz Aris Munandar
Artikel www.muslimah.or.id

Donasi dakwah YPIA

441 Comments

  1. Insan Baru says:

    Ass’kum..
    sye biasa mandi junub, dgn pertama sye berwuduk, kemudian sye siram air 1 badn.. Kemudia sye siram kepala 3x kiri 3x kanan.. Dan terakhir sye membasuh kemaluan dn berwuduk.. Adakah betol cara sye mandi junub itu??

  2. Noval says:

    mohon diposkan juga niat mandi junub bagi pria dan mandi haid bagi wanita.

  3. ct says:

    1. Jika bersama suami mesti suci daripada hadas besar.So,contohnya jika dalam 1 malam tu 2 kali bersetubuh dengan suami.bersetubuh kali yang kedua tu kena mandi wajib dulu ke?

    2. Apa hukumnya mandi wajib dalam keadaan bogel kerana ingin memudahkan meratakan air diseluruh tubuh badan..

    • @ Ct
      1. Jika suami istri menginginkan untuk bersetubuh lebih dari sekali maka disunnahkan berwudhu diantara 2 jima’. Dan jika telah terpenuhi hajat keduanya maka suami istri tersebut diwajibkan mandi.
      2. Dibolehkan membuka semua aurat ketika mandi baik mandi wajib ataupun tidak wajib.

  4. dewi says:

    assalamu’alaikum

    Saya mau tanya, bagaimana kalau wanita junub belum sempat mandi junub terus dia haid bagaimana mandi wajibnya setelah haid? 2x mandi dgn niat yang terpisah? dan bagaimana mandi wajibnya wanita yang menunda-nunda mandi wajib padahal sudah junub/ selesai haid beberapa minggu?
    terimakasih.

  5. Nada Nabilah says:

    ow ia.
    kaLau wanita yang sedang haid, apa tidak pantangannya ?

    makasih.
    :)

  6. rafika says:

    bahasanya tolong diperjelas.karena aku orang awam jadi tidak mengerti.makasi…………..

  7. wanita2 says:

    Assalamu alaikum wrwb
    apakah mimpi basah itu pasti mimpi bersetubuh?, saya belum menikah jadi tidak tahu pasti bersetubuh. tapi pernah mimpi dan setelahnya seperti keluar cairan. apakah perlu mandi wajib ?

    • @ Wanita
      Wa’alaikumussalam,
      Yang menjadi patokan adalah keluarnya cairan. Jika seorang wanita bermimpi dan menyebabkan keluarnya cairan maka wajib mandi. Begitupula sebaliknya meskipun seorang wanita bermimpi namun tidak keluar cairan maka tidak ada kewajiban mandi. Hal ini berdasarkan kisah Ummu Sulaim yang bertanya kepada Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam : “Wahai Rasulullah, apakah diwajibkan bagi seorang wanita untuk mandi jika ia bermimpi?” Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam menjawab: ” Ya, jika ia melihat air”.

  8. nahar says:

    maf setau saya kita tidak boleh memotong kuku atau rambut ketika orang hait bolesi cuman disimpan dan diikutkan ketika dia mandi wailb… mohon pemahamannya

  9. ana says:

    sy ingin tanya bagaimanakah cr2 mandi unzur bagi wanita dan bhn2 ye skl…

  10. sister says:

    Assalamu’laikum,

    Adakah mandi hadas dari haidh seperti ini sudah mencukupi/sah : Pertama – Membersihkan terlebih dahulu sekelian badan seperti ber-sabun (bagi badan) dan ber-shampoo (bagi rambut) kemudian membersihkan badan (termasuk kemaluan) dam rambut sebersih-bersihnya dari kesan sabun dan shampoo.
    Kedua – Kemudian barulah berniat mengangkat hadas besar, menyampaikan air keseluruh badan (termasuk kemaluan) dan pangkal rambut (dilakukan sebanyak tiga kali dengan menggogok-gosok).

    Ataupun ianya keterlaluan, yang mana sudah mencukupi dengan membersihkan diri pada tahap yang pertama (ber-sabun dan ber-shampoo).

    Ada pendapat yang mengatakan wanita yang telah berkahwin semasa mandi haidh/junub harus bertinggung (squatting) supaya air boleh sampai ke kemaluan.

    Apakah cara yang terbaik untuk menyampaikan air ke kemaluan semasa mandi haidh/junub ? Maksud saya adakah dengan cara menggosok-gosokkan bahagian kemaluan semasa atau selepas air disiramkan.

    JazakaAllahkhair. Semoga Allah merahmati usaha-usaha saudari dan sesiapa sahaja yang menyumbang usaha di website ini – untuk jalan Allah yang Maha Agung. Ameen.

    • @ Sister

      Waalaykumussalam warahmatullah wabarakatuh

      Jika artikel di atas dibaca lebih cermat, bisa diambil kesimpulan bahwa tata cara mandi setelah suci dari haid bisa dirinci:

      Pertama, tata cara yang wajib: menyiramkan air ke seluruh badannya sampai ke pangkal rambutnya.

      Kedua, tata cara yang lebih sempurna/utama:
      1. Wanita tersebut mengambil air dan sabunnya, kemudian berwudhu’ dan membaguskan wudhu’nya.
      2. Menyiramkan air ke atas kepalanya lalu menggosok-gosokkannya dengan kuat sehingga air dapat sampai pada tempat tumbuhnya rambut. Dalam hal ini tidak wajib baginya untuk menguraikan jalinan rambut kecuali apabila dengan menguraikan jalinan akan dapat membantu sampainya air ke tempat tumbuhnya rambut (kulit kepala).
      3. Menyiramkan air ke badannya.
      4. Mengambil secarik kain atau kapas(atau semisalnya) lalu diberi minyak wangi kasturi atau semisalnya kemudian mengusap bekas darah (farji) dengannya.

      Adapun pertanyaan Ukhti Sister tentang keharusan bagi wanita yang telah menikah untuk melakukan squatting (jongkok) saat mencuci kemaluan pada mandi haid/junub, kami tidak mengetahui jawabannya. Wallahu a’lam.

  11. iptek says:

    sudah belajar tentang ini, jadi lebih inget lagi…

  12. reski jaya safitri says:

    apakah ada larangan dalam islam bagi seorang muslimah memotong kuku dan membiarkan rambut lepas dari kepalanya ketika masa haid?
    mohon jawabannya….
    trims…

  13. reski jaya safitri says:

    ketika saya mandi wajib(haid), setelah mengguyurkan air ke badan (kanan dan kiri), saya lanjut dengan memakai shampo dan sabun, apa bisa seperti itu?

    terima kasih…

  14. nurul salina says:

    bagaimana cara mandi junud yg betul???

  15. Arinda says:

    Assalamualaikum….
    ukhti,,.saya mau tanya…apakah ketika kita sedang haid kita harus menyimpan rambut kita yang berjatuhan, dan disucikan bersama ketika kita mandi besar????
    terima kasih ukhti…

  16. assalamualaikum wr.wb

    saya mau tanya apa yang dimaksud dengan tidak wajib membuka jalinan rambut ketika mandi junub ?

    mohon informasi’y

    Terimakasih

    Wassalamualaikum wr.wb

    • @ Nurfitri
      Wa’alaikumussalam warahmatullah,
      Jalinan rambut maksudnya ikatan rambut atau rambut yang dikepang. Ketika mandi junub seorang wanita tidak diwajibkan membuka kepangan rambut jadi cukup diguyur saja.

  17. WINDA says:

    ass..kalau mndi wajib langsung keramas boleh g?

    • @ Winda

      Keramas itu dilakukan di luar urutan langkah-langkah mandi wajib (dilakukan sebelum memulai mandi wajib atau setelah menyelesaikan keseluruhan tata cara mandi wajib), dan hendaknya, keramas tersebut diniatkan sebagai kegiatan yang bukan bagian dari mandi wajib.

  18. devi says:

    assalamu’alaikum….

    adakah doa / niat khusus untuk mandi besar / junub? klo ada tlong ksh tau.

    • @devi
      wa’alaikumussalam warahmatullah wabarakatuh
      Tidak ada do’a khusus ketika mau mandi wajib. Cukup berniat di dalam hati. Tidak ada lafadz niat tertentu yang diajarkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

  19. devi says:

    klo bleh tau niatnya seperti apa?

  20. Widya says:

    Assalamualaikum.
    saya mau tanya, saya ragu, saya hampir selesai haid,tpi ternyata masih ada carian lendir berwarna coklat gtu. jdi apakah itu blm bisa mandi wajib?
    mhon jawabannya. trims.
    Wassalam.

    • @ Widya

      Wa’alaykumussalam warahmatullah wabarakatuh. Cairan lendir kecoklatan termasuk dalam masa haid, karena demikianlah yang terjadi pada umumnya wanita, dan sepertinya pada Ukhti Widya juga demikian. Silakan Ukhti Widya tunggu dahulu sampai keluar cairan putih kekuningan (warnanya mirip seperti [maaf] ingus), karena keluarnya cairan putih kekuningan menandakan bahwa masa haid Ukhti telah berakhir.

  21. NN says:

    Assallammualaikum wr.wb

    Saya mau tnya,pada mlm hari sy mlakukan hub intim dengan suami,trus paginya sblm subuh sy mau mandi,wktu sy mau mandi,ternyata sy mndapt haid,,!!
    Yg mau sy tnya,ap kah saya harus mandi junub atau mnunggu slesai haid baru bisa mandi wajib?
    Trus ap kah tuk mandinya bisa d gabungkan niat mandi junub dgn mandi haid?

    Trus ap hukum nya,jika seseorang,sesudah mlakukan hub intim dgn pasangnnya tp tidak langsung mandi( mnunda2 mandinya) hingga berhari2?
    Tolong beri tau sy,agar sy tidak kbingungn n mngerti,,!!! Trima kasih
    Wslm…!
    Bls k e_mail sya kalau bisa.

    • @ NN

      Wa’alaykumussalam warahmatullah wabarakatuh.

      1. HAID DATANG SAAT INGIN MANDI JUNUB

      Apabila seorang wanita mengalami junub kemudian sebelum mandi datang haidh maka dia tidak berkewajiban mandi janabah, dan boleh mengakhirkannya sampai berhenti dari haidhnya, karena wanita haidh tidak mengerjakan shalat sehingga tidak wajib baginya segera bersuci dari hadats besar.
      Penjelasan selengkapnya silakan dilihat di http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/2010/03/wanita-yang-junub-kemudian-datang-haidh.html

      2. MENUNDA MANDI JUNUB HINGGA BERHARI-HARI

      Menunda-menunda mandi junub hingga berhari-hari adalah perbuatan dosa, dan bisa jadi termasuk dosa besar, karena dengan menunda mandi junub hingga berhari-hari, berarti orang tersebut juga tidak mengerjakan shalat; tidak mengerjakan shalat dengan sengaja termasuk dosa besar, bahkan para ulama berselisih pendapat apakah orang yang meninggalkan shalat dengan sengaja itu sudah tergolong kafir atau tidak.

      Kalau terhalang mandi junub karena tidak ada air, misalnya, maka mandi junub bisa diganti dengan tayammum.

  22. lyani says:

    ass, saya masih kurang mengerti dengan tata cara mandi bersih diatas, maklum saya juga belum bekeluarga.

  23. NN says:

    assalamualaikum
    mba saya mau tanya haram ngga hukumnya jika wanita bermasturbasi? dan bermasturbasinya pas setelah ia berhenti haidh(belum mandi haidh) jadi bisa ngga jika mandi junub dan mandi haidh di gabungkan dalam satu kali mandi saja ? atau kita harus mandi haidh dulu baru mandi junub ? tolong dibalas ya.
    terima kasih :)

    • @ NN

      Wa’alaykumussalam warahmatullah wabarakatuh

      1. Hukum masturbasi/onani adalah HARAM, dan pelakunya berdosa, karena Allah berfirman,
      ??????????? ???? ????????????? ?????????? ? ?????? ????? ????????????? ???? ??? ???????? ????????????? ??????????? ?????? ?????????? ? ?????? ???????? ??????? ?????? ??????????? ???? ???????????
      Artinya, “Dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali kepada isteri-isterinya atau budak yang mereka miliki, maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tidak tercela . Barang siapa yang mencari di balik itu maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas.” (QS. Al-Mukminun: 5–7)
      Onani termasuk tindakan “mencari di balik itu”. Penjelasan tambahan silakan lihat di:
      http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/2009/06/hukum-meracap-onani-masturbasi.html
      http://al-atsariyyah.com/hukum-onani-atau-masturbasi.html

      2. Mandi junub dan mandi haid boleh digabungkan dalam satu kali mandi.

  24. shasha says:

    apakah bacaan yang harus dibaca selepas habis haid?

  25. muhammad ratno says:

    @ratno
    ktika ssorang ingin mndi junu ssorang trsbt apkh d wjibkn untuk mmbca niat lalau apakah ada lafazd atau niat untuk mndi junub..bukan kah setiap tmpaat -tmpat ktor tidak di prkenankan untuk mnyebut lafazd allh……..

  26. nurul ayani bt abdul rahim says:

    bilakah masanya saya hendak mngambil wuduk ketika mandi wajib??
    adakah wajib mengambil wuduk ketika mandi wajib?
    saya tidak pasti samada mandi wajib saya itu sah ataupun tidak.
    sekiranya mandi wajib saya tidak betul bagaimanakah amalan yang saya lakukan sebelum ini?

  27. wahda says:

    Assalamu’alaykum…
    Afwan ana mau tanya. Bolehkah setelah bersih dari haid tanpa mandi junub terlebih dahulu kemudian berhubungan dengan suami, setelah itu baru mandi wajib digabung dengan mandi junub? Jazakillah khaiir.

    • @ Wahda
      Wa’alaikumussalam,
      Jika suami menginginkan jima’ (hubungan badan) sementara si istri belum mandi wajib selepas haid maka wajib baginya mandi terlebih dahulu. Berdasarkan firman Allah Ta’ala yang artinya, “Dan janganlah kamu mendekati mereka sampai mereka suci, maka campurilah mereka itu ditempat yang diperintahkan Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang orang yang tobat dan menyukai orang-orang yang menyucikan diri.” (QS. Al-Baqarah: 222) Mujahid memaknai kata “sampai mereka suci” bahwasanya seorang suami diharamkan menggauli istrinya sehingga dia mandi wajib terlebih dahulu. (Lihat Shahih Fiqh Sunnah I/213)

  28. MUSLIMAH says:

    assalamualaikum.. drp hadis di atas, rasullullah ada mengatakan tidak perlu membuka ikatan rambut, dan hanya perlu menyiram kepala sebanyak 3 kali kemudian badan.
    sy ingin bertanya,adakah sah mandi wajib ,jika tidak membasahkan sepenuhnya bahagian kepala (rambut) kerana rambut masih basah untuk memakai tudung pada waktu pagi untuk pergi kerja.

    • @ Muslimah

      Seluruh bagian kepala wajib untuk dibasahi. Jika tidak membasahi seluruhnya, apalagi dengan alasan tidak ingin membasahi kerudung (tudung), maka mandi wajibnya tidak sah.

      Supaya kerudung tidak basah akibat kepala yang basah seluruhnya setelah mandi wajib, Ukhti bisa mengeringkan rambut dengan menggunakan kipas angin atau hair-dryer.

  29. nurhidayah says:

    Assalamualaikum,,
    saya mau tanya, karena apa saja wanita itu harus mandi wajib??apakah ketika keluar cairan bening jg harus mandi wajib?
    saya berharap penjelasan yg sedetailnya…trimakasih,,

  30. azie says:

    cara-cara mandi wajib yang betul.

  31. rahmah says:

    bolehkah mandi junub dengan rambut terurai

  32. Mona says:

    Assalammu’alaikum

    Cairan yg kluar pd d-v, jika krna teransang diwajibkan bwudhu, jika krna masturbrasi dwajibkan mandi. Jika kluarny tanpa memikirkan jimak dan tanpa mnyentuh daerah v, tapi kluarny cairan mbuat lega. Apakah wajib mandi atw bwudhu. Apakah hal tsb tmasuk kategori teransang atw masturbrasi. Trimakasi sblumnya.

  33. ani says:

    kok niatnya gg disebutkan pdahal tanpa adanya niat kan mandinya g’ sah

    syukron,,,,,,,,,,

  34. nonie says:

    asalamualaikum…nak tanya adakah mandi wajib untuk wanita dan lelaki sama??

  35. rhezy says:

    kalau kita tdk di wajibkan membuka ikatan rambut saat mandi,,,jadi gimana kalau orang tersebut memiliki rambut panjang???????????

  36. kiki says:

    Ass…
    sy mau bertanya.kalau setelah berhubungan kemudian membersihkan skitar vagina d akhiri wudhu apakah sudah sah??

  37. nursha says:

    assalamualaikum..adakah bacaan doa mandi haid dan selepas bersetubuh dgn suami adalah sama…dan berapa kali bacaan ka harus dilakukan..terima kasih assalam…

  38. nursha says:

    assalamualikum..terima kasih akhirnya aku bisa memahami semuanya..amin ya rabbal alamin…makasih banget…

  39. tere says:

    kalo masalah airnya gmn?kalo mandi air panas boleh tidak?misal dingin…atau hujan atau takut sakit?

  40. silvia says:

    saya ingin brtnya: apabila saya sedang bercumbu dengan suami, kemaluan kami saling menempel tapi kami masing-masing memakai celana dalam.apakah tetap hrus mandi wajib?????????
    terimakasih………..
    saya tunggu jawabanya yng memuaskan

  41. putri says:

    asslamualaikum…

  42. putri says:

    assalamualaikum..
    m”p saya mau tanya…seorang wanita sehabis junub lalu ia mandi dan sudah mengikuti tata cara mandi junub.{tp setelah selesai mandi{maap}air yang dari suaminya keluar}apakah ia di wajib kan mandi lagi??…
    terimakasih…wslm

  43. siti hardika says:

    assalamu’alaikum,,
    ukhti, saya mau tanya. apah hukumnya wanita yang sedang haid memegang Al-Qur’an hanya sekedar untuk mengajari anak2 mengaji?
    terima kasih.
    mohon di balas ke e-mail say

  44. Rhistin says:

    Saya ingin bertanya, baiknya do’a niat haid itu dilakukan sebelum mandi atau sesudah bersih dari mandi?

    • @ Rhistin
      Apakah maksud yang ditanyakan adalah niat mandi haid? Jika iya, maka tidak ada do’a khusus yang Rasulullah ajarkan untuk niat mandi. Cukup berniat dalam hati ketika sebelum mandi.

  45. puspa says:

    apakah rambut yang rontok pada saat haid harus ikut di sucikan?
    apa benar jika rambut itu tidak di sucikan kelak di akhirat akan di cambuk sejumlah rambut yang rontok itu?
    kalau bisa, tlong kasih bukti-buktinya.. makasih…

    • @ Puspa

      Wanita yang mandi suci tidak perlu menyucikan rambutnya yang rontok. Mandi suci termasuk ibadah, dan ibadah tidak boleh dilakukan jika tidak ada dalil yang memerintahkannya. Oleh karena itu, tidak perlu membebani diri dengan menyucikan rambut rontok saat selesai haid, karena tidak ada dalil yang memerintahkannya.

      Yang perlu kita pertanyakan adalah: apakah dalil tentang wajibnya menyucikan rambut rontok itu adalah dalil yang sahih? Jika kesahihan dalil tersebut tidak bisa dibuktikan, berarti tidak ada syariat menyucikan rambut saat mandi suci.

      Wallahu a’lam.

  46. icha says:

    wah saya baru tahu tata cara yang benar seperti ini, biasanya saya mandi utk bersuci dari haid dengan cara mengguyur air ke kepala dan seluruh badan lalu mengakhirkan berwudhu. Dan tidak pernah mengusap farji dengan kapas dengan minyak kesturi. Apakah tata cara ini harus berurutan ustadz? dan mengusap itu wajib dilakukan?

  47. rika says:

    apa bacaan niat saat kita hendak melaksanakan mandi bersih tersebut??????tolong dibalas

  48. rika says:

    assalamu alaikum…
    aku mau nanya?????apa boleh disaat kita sedang dalam masa haid,kita selalu keramas?????karna ada yang pernah berkata kalo lagi datang bulan,,,,seorang wanita ga boleh jatuhin rambutx sekalipun itu hanya sehelai saja…tolong petunjukx…wassalam

    • @rika
      wa’alaikumussalam warahmatullah wabarakatuh
      mengenai niat: Tidak ada lafadz khusus untuk niat yang diajarkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Cukup berniat di hati, karena niat adalah amalan hati.
      Mengenai tidak boleh ada rambut rontok ketika haid, atau rambut yang rontok harus dicuci: Hal itu sama sekali tidak ada dasarnya dari al Quran maupun as Sunnah.
      Dan ketika haidh tidak ada larangan untuk berkeramas, silahkan berkeramas sesuai kebutuhan

    • @ rika

      Wa’alaikumussalam warahmatullah wabarakatuh.

      Tidak ada dalil yang melarang keramas saat haid.

  49. rika says:

    aku mau tanya lagi nie,,ap kah seorang dikatakan haram oleh Allah apabila ia lupa melakukan mandi junub setelah haid…jujur aku pernah lupa mandi junub dan sampai akhirx aku datang bulan lagi…nah itu gimana hukumx menurut islam???????

    • @Rika
      Jika seseorang tidak mandi wajib setelah bersih dari haid, tentu shalat yang dia lakukan tidak syah. Karena salah satu syarat syah shalat adalah suci dari hadats. Begitu juga ibadah2 lain yang mempunyai syarat suci dari hadats menjadi tidak syah. Kedepannya, perlu untuk menjadi perhatian supaya masalah ini tidak terulang karena akibatnya fatal. Dan bertaubat atas dosa yang telah lewat, semoga Allah mengampuni dosa-dosa kita karena kebodohan/ketidak tahuan kita. Dan berusaha untuk terus belajar dan mencari ilmu. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat..
      barakallahu fik

  50. rika says:

    assalamun alaikum..
    apa hukumnya bagi seorang wanita yang melalaikan mandi junub tersebut???dan bagaimana caranya agar terhindar dosa ketika kita tidak melakukan mandi junub tersebut????????
    wassalam…

Leave a Reply