olahraga saat hamil

Haid adalah salah satu najis yang menghalangi wanita untuk melaksanakan ibadah sholat dan puasa (pembahasan mengenai hukum-hukum seputar haidh telah disebutkan dalam beberapa edisi yang lalu), maka setelah selesai haidh kita harus bersuci dengan cara yang lebih dikenal dengan sebutan mandi haid.

Agar ibadah kita diterima Allah maka dalam melaksanakan salah satu ajaran islam ini, kita harus melaksanakannya sesuai tuntunan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam dan Rasulullah telah menyebutkan tata cara mandi haid dalam hadits yang diriwayatkan oleh Muslim dari ‘Aisyah Radhiyallahu ‘Anha bahwa Asma’ binti Syakal Radhiyallahu ‘Anha bertanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam tentang mandi haidh, maka beliau bersabda:

تَأْخُذُإِحْدَا كُنَّ مَائَهَا وَسِدْرَهَا فَتََطَهَّرُ فَتُحْسِنُ الطُّهُورَ أوْ تَبْلِغُ فِي الطُّهُورِ ثُمَّ تَصُبُّ عَلَى رَأْسِهَا فَتَدْلُكُُهُ دَلْكًا شَدِ يْدًا حَتََّى تَبْلِغَ شُؤُونَ رَأْسِهَا ثُمَّ تَصُبُّ عَلَيْهَا المَاءَ ثُمَّ تَأْخُذُ فِرْصَةً مُمَسَّكَةً فَتَطْهُرُ بِهَا قَالَتْ أسْمَاءُ كَيْفَ أتََطَهَّرُبِهَا قَالَ سُبْحَانَ الله ِتَطَهُّرِي بِهَا قَالَتْْ عَائِشَةُ كَأنَّهَا تُخْفِي ذَلِكَ تَتَبَّعِي بِهَا أثَرَالدَّمِ

“Salah seorang di antara kalian (wanita) mengambil air dan sidrahnya (daun pohon bidara, atau boleh juga digunakan pengganti sidr seperti: sabun dan semacamnya-pent) kemudian dia bersuci dan membaguskan bersucinya, kemudian dia menuangkan air di atas kepalanya lalu menggosok-gosokkannya dengan kuat sehingga air sampai pada kulit kepalanya, kemudian dia menyiramkan air ke seluruh badannya, lalu mengambil sepotong kain atau kapas yang diberi minyak wangi kasturi, kemudian dia bersuci dengannya. Maka Asma’ berkata: “Bagaimana aku bersuci dengannya?” Beliau bersabda: “Maha Suci Allah” maka ‘Aisyah berkata kepada Asma': “Engkau mengikuti (mengusap) bekas darah (dengan kain/kapas itu).”

Dari ‘Aisyah Radhiyallahu ‘Anha bahwa seorang wanita bertanya kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam tentang mandi dari haid. Maka beliau memerintahkannya tata cara bersuci, beliau bersabda:

تَأْخُذُ فِرْصَةً مِنْ مِسْكٍ فَتَطَهُّرُ بِهَا قَالَتْ كَيْفَ أَتَطَهُّرُ بِهَاقَالَ تَطَهَّرِي بِهَاسُبْحَانَ اللهِ.قَالَتْ عَائِشَةُ وَاجْتَذَبْتُهَا إِلَيَّ فَقُلْتُ تَتَبْعِي بِهَاأَثَرَا لدَّمِ

“Hendaklah dia mengambil sepotong kapas atau kain yang diberi minyak wangi kemudian bersucilah dengannya. Wanita itu berkata: “Bagaimana caranya aku bersuci dengannya?” Beliau bersabda: “Maha Suci Allah bersucilah!” Maka ‘Aisyah menarik wanita itu kemudian berkata: “Ikutilah (usaplah) olehmu bekas darah itu dengannya(potongan kain/kapas).” (HR. Muslim: 332)

An-Nawawi rahimahullah berkata (1/628): “Jumhur ulama berkata (bekas darah) adalah farji (kemaluan).” Beliau berkata (1/627): “Diantara sunah bagi wanita yang mandi dari haid adalah mengambil minyak wangi kemudian menuangkan pada kapas, kain atau semacamnya, lalu memasukkannya ke dalam farjinya setelah selesai mandi, hal ini disukai juga bagi wanita-wanita yang nifas karena nifas adalah haid.” (Dinukil dari Jami’ Ahkaam an-Nisaa’: 117 juz: 1).

Syaikh Mushthafa Al-‘Adawy berkata: “Wajib bagi wanita untuk memastikan sampainya air ke pangkal rambutnya pada waktu mandinya dari haidh baik dengan menguraikan jalinan rambut atau tidak.Apabila air tidak dapat sampai pada pangkal rambut kecuali dengan menguraikan jalinan rambut maka dia (wanita tersebut) menguraikannya-bukan karena menguraikan jalinan rambut adalah wajib-tetapi agar air dapat sampai ke pangkal rambutnya, Wallahu A’lam.” (Dinukil dari Jami’ Ahkaam An-Nisaa’ hal: 121-122 juz: 1 cet: Daar As-Sunah).

Maka wajib bagi wanita apabila telah bersih dari haidh untuk mandi dengan membersihkan seluruh anggota badan; minimal dengan menyiramkan air ke seluruh badannya sampai ke pangkal rambutnya; dan yang lebih utama adalah dengan tata cara mandi yang terdapat dalam hadits Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, ringkasnya sebagai berikut:

  1. Wanita tersebut mengambil air dan sabunnya, kemudian berwudhu’ dan membaguskan wudhu’nya.
  2. Menyiramkan air ke atas kepalanya lalu menggosok-gosokkannya dengan kuat sehingga air dapat sampai pada tempat tumbuhnya rambut. Dalam hal ini tidak wajib baginya untuk menguraikan jalinan rambut kecuali apabila dengan menguraikan jalinan akan dapat membantu sampainya air ke tempat tumbuhnya rambut (kulit kepala).
  3. Menyiramkan air ke badannya.
  4. Mengambil secarik kain atau kapas(atau semisalnya) lalu diberi minyak wangi kasturi atau semisalnya kemudian mengusap bekas darah (farji) dengannya.

TATA CARA MANDI JUNUB BAGI WANITA

Dari ‘Aisyah Radhiyallahu ‘Anha, beliau berkata:

كُنَّاإِذَأَصَابَتْ إِحْدَانَاجَنَابَةٌأَخَذَتْ بِيَدَيْهَاثَلَاثًافَوْقَ رَأْسَهَا ثُمَََّ تَأْخُذُ بِيَدِهَا عَلَى شِقِّهَاالْأيَْمَنِ وَبِيَدِهَااْلأُخْرَى عََََلَى شِقِّهَااْلأ يْسَرِ

“Kami ( istri-istri Nabi) apabila salah seorang diantara kami junub, maka dia mengambil (air) dengan kedua telapak tangannya tiga kali lalu menyiramkannya di atas kepalanya, kemudian dia mengambil air dengan satu tangannya lalu menyiramkannya ke bagian tubuh kanan dan dengan tangannya yang lain ke bagian tubuh yang kiri.” (Hadits Shahih riwayat Bukhari: 277 dan Abu Dawud: 253)

Seorang wanita tidak wajib menguraikan (melepaskan) jalinan rambutnya ketika mandi karena junub, berdasarkan hadits berikut:

Dari Ummu Salamah Radhiyallahu ‘Anha berkata:

قُاْتُ ياَرَسُولَ اللهِ إِنِّي امْرَأَةٌ أَشُدُّ ضَفْرَرَأْسِي أَفَأَنْقُضُهُ لِغُسْلِ الْجَنَابَةِ؟ قَالَ:لاَإِنَّمَايَكْفِيْكِ أَنْ تَحْثِيْنَ عَلَى رَأْسِكِ ثَلاَثَ حَثَيَاتٍ مِنْ مَاءٍثُمََّ تُفِيْضِيْنَ عَلَى سَائِرِ جَسَادِكِ الماَءَ فَتَطْهُرِيْن

Aku (Ummu Salamah) berkata: “Wahai Rasulullah, aku adalah seorang wanita, aku menguatkan jalinan rambutku, maka apakah aku harus menguraikannya untuk mandi karena junub?” Beliau bersabda: “Tidak, cukup bagimu menuangkan air ke atas kepalamu tiga kali kemudian engkau mengguyurkan air ke badanmu, kemudian engkau bersuci.” (Hadits Shahih riwayat Muslim, Abu Dawud: 251, an-Nasaai: 1/131, Tirmidzi:1/176, hadits: 105 dan dia berkata: “Hadits Hasan shahih,” Ibnu Majah: 603)

Ringkasan tentang mandi junub bagi wanita adalah:

  1. Seorang wanita mengambil airnya, kemudian berwudhu dan membaguskan wudhu’nya (dimulai dengan bagian yang kanan).
  2. Menyiramkan air ke atas kepalanya tiga kali.
  3. Menggosok-gosok kepalanya sehingga air sampai pada pangkal rambutnya.
  4. Mengguyurkan air ke badan dimulai dengan bagian yang kanan kemudian bagian yang kiri.
  5. Tidak wajib membuka jalinan rambut ketika mandi.

Tata cara mandi yang disebutkan itu tidaklah wajib, akan tetapi disukai karena diambil dari sejumlah hadits-hadits Rasululllah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Apabila dia mengurangi tata cara mandi sebagaimana yang disebutkan, dengan syarat air mengenai (menyirami) seluruh badannya, maka hal itu telah mencukupinya. Wallahu A’lam bish-shawab.

***

Diringkas dari majalah As Sunah Edisi 04/Th.IV/1420-2000, oleh Ummu ‘Athiyah
Muroja’ah: Ustadz Aris Munandar
Artikel www.muslimah.or.id

Donasi dakwah YPIA

442 Comments

  1. www.muslimah.or.id says:

    1. Hamba-hamba 4JJ1
    April 3rd, 2007 at 12:32 am

    Assalamu’alaikum warahmatullah..
    mohon dijelaskan mengenai hal2 yang mewajibkan seorang wanita utk mandi. beberapa waktu yang lalu, kami berdiskusi mengenai hukum masturbasi baik bagi laki2 maupun perempuan. dan kami masih belum tau hukumnya bagaimana, mohon hal ini juga dijelaskan.
    lalu, jika seorang wanita melakukan masturbasi hingga keluar cairan (sekret) dari farji’nya, apa wanita tersebut diharuskan mandi wajib..??
    mohon dijelaskan lebih lanjut.
    Jazakumullah khairan katsiira.
    Wassalamu’alaikum warahmatullah..

    2. Abdullah
    April 6th, 2007 at 4:19 am

    waalaikum salam, ada beberapa faktor yang mewajibkan mandi. seperti: kluarnya air mani/sperma (baik lelaki ato perempuan), bertemunya 2 alat kelamin laki2 dan perempuan, habis dari haidh dan nifas.

    tentang hukum masturbasi dalam islam jelas sekali hukumnya haram. jika seorang wanita melakukan perbuatan terlarang masturbasi dan keluar cairan dari farjinya, maka untuk amannya, sebaiknya dia mandi junub dan kemudian bertobat kepada Allah untuk tidak mengulangi perbuatan tersebut. semoga Allah menolong kita dalam menjalankan ketaatan kepada-Nya. “setiap anak adam pasti pernah berdosa, dan sebaik2nya orang yang berdosa adalah yang bertobat”.

    3. yulisna
    May 4th, 2007 at 7:53 pm

    assalamu’alaikum
    dalam keadaan apa saja seseorang harus mandi ( mandi wajib atau mandi sunah ).
    jazakumullah

    4. hamba alloh
    May 14th, 2007 at 10:08 pm

    Assalamu’alaikum warahmatullah
    mohon dijelaskan bagaimana hukumnya jika seorang wanita mempunyai keinginan-keinginan yang tidak diridhoi alloh,seperti suka membaca komik remaja yang isinya bisa membuat hati kita terkotori(misal komik2 jepang)

    5. hamba allah
    May 21st, 2007 at 2:24 am

    Assalamualaikum Warahmatullahiwabarokatuh…

    saya mau tanya apakah masturbasi pada wanita harus mandi wajib? dan bgaimana cara tuk menghilangkan kebiasaan itu. sebelum dan sesudah terima kasih.

    Wassalmualaikum Warahmatullahiwabarokatu.

    6. FENTY LITIA
    June 21st, 2007 at 12:16 am

    Assalamu’alaikum…
    mau nanya…
    kalo mandi wajib haid itu, apakah bid’ah kalau menggunakan lafadz niat..????? atau mungkin hanya dengan niat didalam Qolbu saja???

    terima kasih sebelumnya
    Jazakillah

    7. ahmad choir
    June 23rd, 2007 at 11:00 am

    dalam setiap aktifitas kita hendaknya yang bermanfaat, termasuk membaca komik, komik2 jepang jarang (mungkin 0) yang mengajak kita kearah pendekatan diri kepada ALLOH, malah kebenyakan cenderung kearah syirik, contohnya : batu dan tanaman mempunyai roh. Saran saya timggalkan
    semua kesenagan yg bisa menjauhkan kifa dari ALLOHUROBBI, agar mahabbatullah tercaspai oleh kita. amin.

    8. hamba Allah
    August 27th, 2007 at 8:40 pm

    saya seorang mahasiswi, perjalanan dari rumah ke kampus kira2 1 jam, belum lagi banyaknya kegiatan yang saya ikuti sering membuat saya sampai di rumah pukul 6 malam. jika Haid telah selesai biasanya saya usahakan pulang lebih awal, itupun paling sampai rumah pukul 5 sore, padahal jika telah selesai haid bukankah harus segera bersuci. truz harus bagaimana?

    9. dea
    August 29th, 2007 at 12:21 am

    Assalamualaikum…

    jika membaca atau melihat adegan syur,biasanya akan keluar cairan dari kemaluan, apakah harus mandi wajib?

    10. umm izdihaar
    September 5th, 2007 at 8:30 pm

    Asalamualaikumwarrahmatullahiwabarakatuh.Afwan,,,ana waktu itu telah haid waktu tidur ana mimpi(basah) dlm bahasa kita apakah ana harus mandi junub?ini pertanyaan yg pertama,pertanyaan yg kedua apa hukumna martubation/onani itu sebenanrna?apakah itu haram mohon penjelasanna,,ana ucapkan jazakillah khoir..wasalamwarrahmatullahiwabarakatuh.

    11. ummu hamzah
    September 5th, 2007 at 10:40 pm

    wa’alaikumussalaam wa rohmatullaahi wa barokaatuhu..
    kepada saudari fenty litia :
    lafadz niat pada saat mandi, tidaklah diajarkan oleh nabi shallallahu’alaihi wa salam. jika melakukannya justru dosa yang akan kita dapatkan (baca : “mengenal kata bid’ah”)
    kepada saudari ammatullah (hamba Allah) :
    jika memungkinkan, mandilah di rumah teman yang dekat denga kampus sehingga tidak menunda waktu sholat hingga waktu yang dilarang. jika tetap tidak bisa dilakukan, pergunakan waktu yang ada untuk segera bersuci dan sholat ashar (jia masih mendapatkannya).
    Allahu a’lam

    12. susiswo
    September 12th, 2007 at 10:17 pm

    sahkah puasa, jika mandi junub haid setelah waktu subuh

    13. Eti
    September 30th, 2007 at 9:53 am

    Bagaimana dengan kain atau pakaian yang terkena sperma atau cairan dari farji.
    Apakah harus dibawa mandi bersuci?

  2. athafunisa says:

    Assalumuallaikum.

    saya ingintau doa nya mandi junub.
    boleh kah menunda nunda mandi junub
    apa mandi junub di haruskan keramas juga? kl misalnya udah niat mandi junub tapi lupa keramas giman a??

  3. ismi says:

    Assalamualaikum,

    afwan mo tanya untuk jawabannya mohon dikirim lewat email ana saja. ana terkadang kalau lagi mandi haid menguraikan rambut saya, bgmn itu?trus minta penjelasan lagi ttg mmberikan wewangian dgn kapas kebagian farji?syukron

  4. Ika says:

    Assalamua’alaikum.
    Saya sempat bertanya2, bgmana cara mandi wajib pd seorang wanita yg sedang haid merangkap berjunub? Bgmn niat mandi wajibnya?Mhn dijelaskan. Terima ksh..Wassalam

  5. shah says:

    Assalamualaikum,
    sy inigin bertanya doa yg betul untuk mandi junub (haid).
    mohon di ajarin doa nya

  6. iffa says:

    assalamu’alykum
    saya ingin tau do’a mandi junub…kalo mandi junub tidak mengucap doa gmn?..hanya niat aj?..tolong berikan jawabanya ke alamat email saya.makasih

  7. syifa says:

    Assalamu’alaikum….
    Saya mau tanya, apakah mengucapkan niat utk mandi haid itu diharuskan?bukankah niat itu tempatnya di hati??

    Truz saya ingin tau niat mandi haid beserta artinya….
    jawabnya ke email saya aja…. syukran jazakallah,,

  8. shishe says:

    sya ingin bertnyakan saya bersetubuh di pengujung haid saya dimana tiada lagi darah haid yg keluar. sebelum sempat mandi wajid untuk haid saya telah bersetubuh. jadi bgi mana cara mandi wajib yg betul utk kes saya ini. minta bantu!

  9. bill says:

    saya minta doa untuk mandi junub bagi lelaki plisss

  10. Iyoeta says:

    Assallamualaikum
    saya mau tanya,kalau dibulan puasa berhubungan tetapi tidak dengan mr.p melainkan dg jari suami.
    apa itu hukumnya?
    dan apakah wajib mandi?
    dan juga apa boleh tetap melakukan sahur tanpa mandi wajib terlebih dahulu?
    Tolong saya sgt butuh penjelasannya…terimakasih

  11. cizkah says:

    #iyouta
    Maksudnya apakah berhubungan pada siang hari atau apa? Karena kalau pada siang hari (pada bulan ramadhan) dilarang “berhubungan”. Adapun bercumbu (dan bisa mengendalikan syahwat) maka diperbolehkan.

    Sedangkan ukuran mandi junub atau tidak adalah jika dua khitan bertemu atau mengeluarkan mani. Jadi jika saudari iyoeta sampai orgasme, maka tetap wajib mandi karena mengeluarkan mani.

    Sedangkan mandi junub ditunda sampai setelah sahur (setelah terbit fajar) diperbolehkan karena Rasulullah shalallahu’alaihi wa sallam pernah melakukannya (HR. Bukhari)

  12. cizkah says:

    oya…untuk yang bertanya tentang lafal niat untuk pria atau wanita…jawabannya sama

    niat merupakan amalan hati…dan Rasulullah shalallahu’alaihi wa sallam tidak pernah mengajarkan lafal khusus untuk mandi junub.

    Jadi cukup niatkan dalam hati kita saja. Wallahu a’lam

  13. ucie says:

    assalamu alaikum Wr.Wb
    saya mo tanya : saya sudah selesai haid dan sh mandi wajib tp setelah 5 hari kemudian pas saya ke toilet masih ad bercak coklat dicelana saya
    yng mo saya tanya apakah saya hrs mandi wajib lg atau tidak trus shalat dan puasa yg saya kerjakan sah atau tidak? sebelumnya terima kasih kirim jawabannya k email saya thanks

  14. Tina says:

    Assalammu’alaikum wr. wb

    Afwan, saya mau tau tentang tatacara mandi wajib/junub untuk laki2? Apakah sama dengan perempuan?
    Lalu, apakah dalam mandi junub, berwudhu itu hukumnya wajib atau sunnah? Di awal atau di akhir mandikah, wudhu itu dilakukan?
    Mohon penjelasannya lewat email saya saja. Terima kasih.

    Wassalammu’alikum wr. wb

  15. cizkah says:

    #ucie:
    sebenarnya perlu dirinci lagi, Ucie mandi setelah berapa hari haid? Dan normalnya berapa hari? Atau memang biasanya tidak teratur?

    Kalau biasanya teratur tetapi kemudian muncul lagi, dan darahnya tidak seperti darah haidh yang biasa ucie dapatkan, maka kemungkinan besar itu adalah darah istihadhah dan ucie tetap menjalankan aktifitas ibadah seperti biasa, hanya saja setiap kali shalat, ucie harus berwudhu terlebih dahulu (walaupun mungkin wudhu sebelumnya belum batal).

  16. dianputri says:

    Assalamualaikum,

    saya mau tanya,

    memang ada hukum dilarang menggunting kuku dan memotong rambut dikala haid ?
    berwudhu sebelum atau sesudah mandi haid ? karena saya pernah baca, berwudhu sebelum mandi, padahal kan kita masih dalam keadaan kotor.
    saya pernah dengar, ketika kita haid boleh membaca Al Quran dengan tujuan belajar atau darurat, benarkah itu ?
    kalau habis bermimpi basah walaupun tidak dalam keadaan haid, kita harus mandi wajib atau tidak ?

    jazakumulah atas perhatiannya.
    wassalam

  17. khoirunnisaa says:

    aslmkm wr.wb.

    saya mau bertanya..

    bagaimanakah haid itu dikatakan selesai?..

    apakah wanita yang sudah tidak mengeluarkan darah haid tetapi masih mengeluarkan flek coklat dikatakan belum selesai haidnya dan tidak diperkenankan untuk mandi wajib?..

    jazzakumullah atas jawabannya..
    was wr.wb.

  18. Irwansyah says:

    Mandi wajib itU sngat pnting loch soalx apabla seTelah berhadats baik

  19. rina says:

    asslamualikum,saya nak tanya? saya telah bersetubuh dengan suami saya.tetapi ke esok harinya saya haid.apa di haruskan lagi mandi haid selepas habis@ mandi wajib untuk kedua2 nya.

  20. Ummuhu says:

    Assalaamu’alaykum..
    Bolehkah sblm mandi wajib dimulai dg mandi biasa dl? seperti pakai sabun, sampo, gosok gigi dll. br kemudian aktifitas mandi wajib yg dimulai dr wudhu sampai akhir.
    yang kedua, di tengah2 mandi wajib bl menyentuh kemaluan apa mandinya hrs dimulai dr awal?
    Mahon bantuannya.
    Wassalaamualaykum.

  21. dian says:

    1. Apakah klo mandi junub atau mandi wajib harus telanjang atau gmn???
    2. Air mani itu bentuknya encer atau kental? karena sering keluar cairan tapi ga jelas apakh karena keputihan atau gmn.

  22. zaza says:

    assalamualaikum..
    saya ingin tanya
    saya masih bingung hukum masturbasi …. apakah wanita yang keluar cairan lubrikasi jg wajib mandi? keluarnya tanpa berjima?

  23. Bismillah,

    @Rina: Apabila anti berjima’ dengan suami anti setelah isya’ dan sebelum shubuh, dan mendapatkan haidh setelah sholat shubuh maka anti wajib mandi junub untuk melaksanakan sholat shubuh. Tapi jika anti mendapatkan haidh sebelum waktu shubuh datang, maka anti tidak wajib mandi junub. Namun begitu ahsannya, anti mandi junub. Wallahu a’lam.

    @Ummuhu: Insya Allah, tidak apa-apa jika anti melakukan mandi junub tidak sesuai dengan urutannya. Yang terpenting dari mandi junub adalah niat, karena setiap amal tergantung dari niatnya.
    Apabila pada saat mandi, anti menyentuh farji’, maka anti hanya diharuskan untuk berwudhu, dan tidak wajib untuk mandi lagi. Karena pada hakikatnya mandi junub sama fungsinya dengan berwudhu, yaitu menghilangkan hadats. Wallahu a’lam.

    @Dian: Mandi wajib atau mandi besar boleh telanjang dan boleh tidak, sepanjang air yang digunakan untuk mandi tersebut dapat membasahi seluruh tubuh dari ujung rambut sampai ujung kaki.
    Air mani perempuan bentuknya sedikit kental dan bening. Dan air mani itu hanya akan keluar apabila terjadi orgasme, baik karena syahwat yang bersifat langsung ataupun tidak. Semisal: jima’, mimpi basah, masturbasi, ataupun syahwat yang timbul karena hal-hal yang dapat menimbulkan orgasme secara tidak langsung. Sedangkan keputihan itu terjadi karena beberapa faktor seperti kelelahan, adanya bakteri, stress, dan lainnya. Dan cairan berupa keputihan itu merupakan cairan wadi’ yang sifatnya najis. Wallahu a’lam.

    @Zaza: Terjadi ikhtilaf di kalangan para ulama mengenai hukum masturbasi dan onani, ada yang mengatakan makruh dan ada yang mengatakan haram. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah mengatakan dalam kitabnya Fataawa an-Nisa’ bahwa hukum onani adalah haram dan pelakunya harus di ta’zir, namun tidak sama dengan pelaku zina.
    Apabila setelah melakukan masturbasi keluar cairan yang disertai dengan syahwat maka itulah air mani, dan wajib bagi pelakunya untuk mandi. Namun, jika cairan keluar tanpa ada syahwat maka yang keluar itu adalah madzi, dan tidak diwajibkan bagi pelakunya untuk mandi.
    Namun, sebaiknya perilaku seperti ini dihindarkan dan dibuang jauh-jauh, karena akan merusak jiwa dan fisik seorang muslimah. Wallahu a’lam.

  24. Arie says:

    Kurang lengkap

  25. Ana says:

    Askum ummi n akhwat yg drahmati Allah mohon kirany bantu, tlg ana dkasi doa yg bs diucapkn u mandi junub n haid- lewat imel ana, jazikilh khairan..

  26. Nitha says:

    Mw tnya nech,d0’a sesudah haid kl0 mw mndi wjib tu 9m4n4?
    Blz ke emailq 4j y? Thank’z bef0r3,

  27. iji says:

    ass.” qlo Qita junub,. cara mensucikan selain mandi wajib apa donk.?

  28. anum says:

    mestinya nih yang dimunculnya itu lafadz niat shalat Jum’at

  29. LUNA says:

    ass…
    saya luna saya msih bingung ne masalah cara-caranya mandi wajib haid yg benar tolong lebih dijelasin yah,,besok-besok saya bka lgi web ini

  30. Ria says:

    Minta lebih jelas bgt dong beserta hadisnya tentang tata cara mandi junub

  31. Gema says:

    ‘afwan. Ttg menyentuh kemaluan pd saat mandi junub,sebatas ilmu yg prnh sy dptkan dr seorang ustadz,hal itu tdk menyebabkan qt hrs mengulang wudhu. Krn,yg membatalkan wudhu adalah mnyentuh kemaluan dg syahwat. Mohon penjelasannya..

  32. lia says:

    maaf,,

    niat ntu di baca pas di kamar mndi??
    ato di mana???

    trus low wudu qt bilank basmalah gpp qn ???
    wlpn qt wudu di kmr mndi…..

    les k email saya ajah yua..

    makasih bnyk

  33. @Iji:
    Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah menyebutkan dalam kitabnya Fatawa an-Nisa’ ketika ditanya tentang seorang wanita yang digauli oleh suaminya namun dia tidak mampu untuk mandi, maka apakah dia boleh bertayamum?

    asy-Syaikh rahimahullah menjawab: Untuk setiap orang yang junub, baik laki-laki maupun perempuan, jika tidak ada air atau dia takut akan bahaya yang mungkin menimpanya jika menggunakan air atau dia tidak memiliki kemampuan untuk membeli air dan lain sebagainya, maka dibolehkan baginya untuk bertayamum.

    Jadi, apabila seseorang yang dalam keadaan junub dan karena udzur yang syar’i dia tidak dapat bersuci dengan air (mandi), maka dibolehkan baginya untuk bertayamum.

    Wallahu a’lam

    [Silakan merujuk pada kitab Fatawa an-Nisa' Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah]

    @Luna dan Ria:
    Untuk tata cara mandi haidh dan junub yang sesuai dengan dalil-dalil ash-shahihah, antun bisa merujuk kembali pada artikel diatas.

    @Gema:
    Dalam kitab Fatwa-Fatwa Tentang Wanita, Lajnah ad-Daimah menyebutkan bahwa apabila seseorang yang menyentuh farji/kemaluan, maka wudhunya batal.

    Namun, Syaikh Utsaimin rahimahullah menyebutkan (dalam kitab yang sama) bahwa seorang wanita yang menyentuh kemaluan anak-anaknya, baik laki-laki maupun perempuan, wudhunya tidak batal, dia hanya perlu mencuci najis yang mengenai dirinya saja. Karena menyentuh kemaluan tanpa syahwat tidak membatalkan wudhu. Dan telah diketahui bahwa seorang ibu tidak akan memiliki syahwat terhadap anak-anaknya.

    Wallahu a’lam.

    [Silakan merujuk pada kitab Fatwa-Fatwa Tentang Wanita Kitab Thaharah, Bab Hal-Hal yang Membatalkan Wudhu]

    @Lia:
    Ukhti, niat itu tidak harus dilafadzkan, cukup didalam hati saja. Dan niat itu dilakukan ketika akan mandi.
    Sedangkan untuk talafudz basmallah didalam kamar mandi, menurut pendapat yang rajih/kuat adalah dibolehkan.

    Wallahu a’lam.

  34. @Iji:
    Berikut dalil yang terkait dengan pertanyaan antum dan fatwa asy-Syaikh Ibnu Taimiyah rahimahullahu Ta’ala diatas:

    “Dari ‘Imran bin Hushain radhiyallahu ‘anhu, menuturkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melihat seseorang yang menyingkir dan tidak mengerjakan shalat bersama yang lain. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam lalu bertanya: ‘Wahai fulan, apa yang menghalangimu untuk mengerjakan shalat bersama yang lain?’
    Orang itu menjawab: ‘Wahai Rasulullah, saya sedang junub, padahal sedang tidak ada air.’
    Nabi bersabda: ‘Kamu bisa menggunakan permukaan bumi (tayamum). Itu sudah cukup bagimu.’

    [Riwayat Bukhari dalam at-Tayamum (348), an-Nasa'i dalam ath-Thaharah (319)]

    Dari ‘Ammar bin Yasir radhiyallahu ‘anhu menuturkan bahwa dirinya diutus Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam untuk suatu keperluan. Namun, kemudian dia junub dan tidak mendapatkan air. Dirinya lantas bergulung-gulung di tanah seperti binatang. Setelah itu, dia menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan menceritakan hal itu kepada beliau. Nabi bersabda: ‘Sesungguhnya engkau cukup berbuat dengan kedua tanganmu sebagai berikut.’
    Nabi lantas menepukkan kedua telapak tangannya ke tanah sekali, lalu mengusapkan tangan kiri pada tangan kanan, mengusap punggung kedua telapak tangan dan wajahnya.

    [Riwayat Muslim dalam al-Haidh (112)]

    @Gema:
    Berikut dalil yang terkait dengan pertanyaan antum:

    Diriwayatkan dari Ummu Habibah radhiyallahu ‘anha, ia berkata, “Aku telah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Barangsiapa menyentuh kemaluannya, maka hendaknya dia berwudhu.'”
    [Riwayat Ibnu Majah, no. 481, 482. Dishahihkan oleh Ahmad dan Abu Zurah]

    Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Nabi shallalahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Barangsiapa menyentuh kemaluannya, maka janganlah melaksanakan shalat hingga berwudhu.”
    [Riwayat Khamsah dan telah dishahihkan oleh Tirmidzi, hadits no. 82. Bukhari berkata dalam bab ini, inilah yang paling shahih]

    “Apabila salah seorang di antara kalian tangannya menyetuh kemaluannya, maka wajib atasnya untuk berwudhu.”
    [Riwayat Imam asy-Syafii dan Ahmad, no. 8199]

    Dalam riwayat lain, “Kalau tanpa kain pembatas.”

    Dari Umar bin Syuaib radhiyallahu ‘anhuma dari bapaknya dari kakeknya dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallm bersabda, “Setiap laki-laki yang menyentuh kemaluannya, maka hendaknya dia berwudhu dan setiap wanita yang menyentuhnya maka berwudhulah.”
    [Riwayat Ahmad]

    Wallahu a’lam.

  35. masmakhin says:

    assalamu’alaikum wr.wb

    saya kurang tahu bagaimana cara mandi junub itu bagaimana ya????? karena saya ingin sekali cepat-cepat untuk beribadah. apalagi kan mau puasa!!!

    wassalamu’alaikum wr.wb

  36. dyna says:

    apakah ketika haid dilarang untuk mandi junub atau keramas dan jangan sampai ramut rontok atau menggunting kuku. jika terjadi rambut rontok apa yang harus dilakukan?

  37. usi says:

    assalamualaikum wr.wb mo nax ni dalam mandi wajib haid itu yang mana duluan dilakukan niat ato wudhu lalu membasuh seluruh anggota tubuh to gimana syukron wassalam

  38. hamba Allah says:

    bagaimana jika seseorang yg melakukan masturbrasi tanpa tahu hukum islamnya ingin bertobat, apakah harus mandi junub?? sedangkan dia melakukannya sudah beberapa minggu yg lalu.

    tlg di balas ke email saya.
    terimakasih sebelumnya.

  39. kartono says:

    saya mau tanya doa mandi wajib bagi laki2

  40. kartono says:

    say amau tanya apa yang seharus nya saya lakukan apa bila rambut dan kuku saya ada yang rontok atau kuku patah

  41. Agunk says:

    Asallam muallaikum wr.wb apakah saat sedang menghayal dengan sengaja kemudian keluar mani apakah harus mandi wajib. . ? Terima kasih wasallam muallaikum wr.wb

  42. Venny says:

    Apakah puasany sah klo kt mandi junub ny setelah subuh?

  43. www.muslimah.or.id says:

    #kartono:
    Tidak ada doa khusus yang diajarkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika mandi wajib, baik bagi laki-laki maupun perempuan.

    Adapun ketika kuku atau rambut rontok, maka tidak perlu diikutsertakan ketika mandi junub, karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak memerintahkan hal tersebut.

    #agunk:
    Harus mandji wajib. Namun, kami sarankan agar tidak melakukan perbuatan tersebut (menghayal dengan sengaja sampai mengeluarkan mani). Pergunakanlah waktu anda untuk hal-hal bermanfaat yang dapat mendatangkan pahala di sisi Allah. Semoga Allah memberi keberkahan pada setiap waktu kita.

    #Venny
    Sah insya ALlah berdasar hadits berikut,

    Sesungguhnya Nabi shallallahu alaihi wa sallam memasuki waktu subuh dalam keadaan junub karena jima dengan istrinya, kemudian beliau mandi dan berpuasa. (HR. Bukhari dan Muslim)

    Wallahu a’lam

  44. nisa says:

    Ass.wr.wb
    Saya mau nanya kalo misalkan terangsang kan sering keluar cairan dan itu tanpa masturbasi,apakah perlu mandi wajib?
    Lalu ada ga hadis yg menjelaskan ttg wanita harus mandi wajib setelah masturbasi?
    Makasih
    Wass

  45. arief purwanto says:

    asslm’alkm…
    saya mau tanya,apa iya kalo sebelum mandi junub/mandi wajib,diharuskan mengambil air wudlu terlebih dahulu? tlng blz ke email saya..trims’

  46. Wati says:

    Yg sy bca di buku kunci ibadah ada niatx jd mana yg btul niatx dikunci ibadah: nawaitu qusla lirafil hadasil akbar fardha lilahi ta’la.

  47. reza says:

    apa doa mandi wajib yang benar
    tolong di blz y
    terimakasih sebelum dan sesudh ny

  48. umy says:

    Assalamu Alaykum.. sy mau tanya,
    1. apabila kita mengeluarkan cairan dr farji tanpa masturbasi, apakah harus mandi wajib
    2. ketika mandi junub, apakah kita tidak boleh menyentuh sama sekali bagian kemaluan? dan bagaimana kalau kita menyentuhnya, apakah harus mandi ulang??

  49. #Ukhti Wati dan yang lain yg menanyakan serupa
    Berikut ini sedikit penjelasan tentang niat semoga bisa difahami dan dimengerti.
    1. Definisi Niat
    Niat secara bahasa berarti maksud,tujuan. Kata niat juga sering disamakan dengan kata ‘azm(keinginan kuat).
    Secara syar’i, sebagaimana definisi Imam Nawawi rahimahullah,niat berarti bermaksud kepada sesuatu dan berkeinginan kuat untuk melakukannya. Alqirofi rahimahullah juga memberikan definisi yang senada, niat berarti keinginan seseorang dengan hatinya atas apa-apa yang dia perbuat.
    Kesimpulannya niat adalah amalan hati dan bukan amalan anggota badan.
    2. Hukum Melafadzkan Niat
    Syaikh Utsaimin rahimahullah menjelaskan, Tidak ada dalil shahih yang datang dari Rasulullah shalallahu’alaihi wasallam dan juga tidak dari para sahabat radhiallahu’anhum, bahwasanya mereka mengucapkan niat dan oleh karena itu melafadzkan niat termasuk bid’ah terlarang baik dengan suara lirih maupun keras.
    Sudah kita ketahui bersama bahwa hukum asal ibadah adalah terlarang, dan tidaklah ibadah itu ditetapkan kecuali harus dengan dalil.
    Pelajaran yang bisa diambil
    Melafadzkan niat baik untuk niat sholat, niat wudhu, niat mandi wajib semua itu merupakan bid’ah terlarang yang wajib dijauhi oleh setiap muslim sejauh-jauhnya. Allahuta’ala A’lam
    -Syarh Arbain Annawawiyah, Syaikh Utsaimin
    -Qawa’id Wa Fawaid, Nadzim Muhammad Shulthan

  50. Wina says:

    assalam….
    saya mau tanya jika saya pada malam hari setelah solat isya’ bersetubuh dgn suami saya, misalnya saya bangun kesiangan setelah lewat subuh, padahal esok harinya saya mau puasa. Apakah masih boleh saya bersuci kemudian berpuasa.?
    thx atas jawabanya. Wassalam…

Leave a Reply