Seputar Aqiqah

Pengertian Aqiqah

Menurut Syaikh Ibnu ‘Utsaimin, aqiqah yaitu sembelihan dengan niat mendekatkan diri kepada Allah dan sebagai ungkapan rasa syukur atas nikmat diberi anak yg dilakukan pada hari ketujuh dari kelahiran si bayi. Untuk bayi laki-laki 2 ekor kambing, sedangkan untuk bayi perempuan 1 ekor kambing.

Hukum Aqiqah

Para ulama berselisih pendapat tentang hukumnya. Sebagian ada yang mewajibkannya namun mayoritas mengatakan sunnah.

a. Pihak yang Mewajibkan Aqiqah, antara lain:

Syaikh Abdul ‘Azhim Al Badawi Rahimahullah dalam kitab Al-Wajiiz menyatakan bahwa ‘aqiqah adalah suatu kewajiban atas orangtua.

Dari Salman bin Amir adh-Dhabby Radhiyallahu’anhu, ia bertutur:

“Saya pernah mendengar Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda,”Bersama seorang anak itu ada ‘aqiqahnya. Karena itu alirkanlah darah untuknya dan singkirkanlah gangguan darinya.” (Shahih Ibnu Majah no:2562u Fathul Bari IX: 590 no 5472,‘Aunul Ma’bud VIII:41 no:2822u Tirmidzi III: 35 no:1551 dan Nasa’i VII:164)

b. Pihak yang Menyatakan Aqiqah itu Sunnah, antara lain:

– Syaikh Utsaimin Rahimahullah : ‘Aqiqah adalah sunnah muakkadah (sunnah yg amat dianjurkan). Bagi orang yg tidak mampu melakukannya maka gugur kewajiban (sunnah) ini darinya.

– Imam Ahmad Rahimahullah berkata ‘Aqiqah merupakan sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau telah melakukannya untuk Hasan dan Hushain. Para sahabat beliau juga melakukannya. Dan Dari Hasan bin Samurah radhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda,

“Semua anak yg lahir tergadaikan dengan ‘aqiqahnya.” (HR Abu Dawud, At Tirmidzi dan An Nasa’i).

Sehingga tidak patut, jika seorang bapak tidak melakukan ‘aqiqah untuk anaknya. (Al Muntaqa Min Fatawa Syaikh Shalih Fauzan (3/194)).

Waktu Aqiqah

Disunnahkan pada hari ketujuh dari kelahiran jika terlewatkan maka pada hari ke empat belas kemudian jika terlewatkan lagi maka hari ke duapuluh satu.

Dari Burairah dari Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam, beliau bersabda,”Kambing ‘aqiqah disembelih pada hari ketujuh atau ke 14 atau ke 21.” (Shahihul Jami’us Shaghir no: 4132 dan Baihaqi IX: 303).

Namun ada sebagian ulama di antaranya Syaikh Shalih Al Fauzan dan Syaikh Ibnu ‘Utsaimin berpendapat bolehnya melakukan ‘aqiqah selain waktu di atas tanpa batasan sehingga berdasarkan pendapat ini, maka orangtua yang belum mampu pada waktu-waktu tersebut dapat menundanya manakala sudah mampu.

Jumlah Kambing

Dari ‘Aisyah radhiyallahu’anha, ia berkata,”Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam pernah menyuruh kami memotong aqiqah 2 ekor kambing untuk anak laki-laki dan sesekor kambing untuk anak perempuan.” (Shahih Ibnu Majah no:2561u Ibnu Majah II:1056 no:1163u Tirmidzi III:35 no:1549)

Terdapat Keringanan

Menurut Syaikh Ibnu Jibrin Rahimahullah bahwa disunnahkan untuk menyembelih 2 ekor kambing untuk anak laki-laki tapi jika tidak mampu maka insya Allah cukup dengan seekor kambing untuk anak laki-laki. Bisa juga dengan cara penyembelihan yang tidak bersamaan, misalnya yang seekor disembelih setelah 1 pekan, sementara yang seekor lagi setelah 2 pekan. (Aktsar min Alf Jawab lil Mar’ah)

Jenis Kambing

Para Ulama menyatakan bahwa kambing ‘aqiqah sama dengan kambing qurban dalam usia, jenis dan bebas dari aib dan cacat. Akan tetapi mereka tidak merinci tentang disyaratkan jantan/ betina. (Syaikh Utsaimin dalam Syarah Nadzmu Waraqatu hlm 89-90).

Dengan demikian sah bila seseorang menyembelih kambing betina dalam qurban dan ‘aqiqah, walaupun yang utama dan dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam ialah kambing jantan yang bertanduk. Wallahu a’lam

Siapa yang Membiayai ‘Aqiqah ?

Anak memang tanggung jawab orangtua, dengan begitu berarti ‘aqiqah seorang anak juga termasuk tanggungjawab orangtua. Namun boleh jika ‘aqiqah dibiayai oleh selain orangtua. Sebagaimana pendapat syaikh Ibnu Jibrin Rahimahullah, “Jika si anak di ‘aqiqahi oleh kakeknya atau saudaranya atau yang lainnya maka ini juga boleh. Tidak disyaratkan harus oleh ayahnya atau dibiayai sebagiannya.” (Aktsar min Alf Jawab lil Mar’ah)

Aqiqah dibagikan kepada siapa saja?

Menurut syaikh Ibnu Jibrin Rahimahullah: Disunnahkan untuk dimakan 1/3nya, dihadiahkan 1/3nya kepada sahabatnya (teman-teman orangtuanya) dan disedekahkan 1/3nya kepada kaum muslimin. Namun boleh juga mengundang teman-teman dan kerabat untuk menghidangkannya atau disedekahkan semuanya.( Aktsar min Alf Jawab lil Mar’ah)

Apakah untuk Janin Prematur tetap diadakan ‘Aqiqah?

Menurut syaikh Ibnu Utsaimin Rahimahullah: Bila janin terlahir setelah 4 bulan maka hukumnya sebagaimana bayi hidup maupun mati. Karena jika telah sempurna 4 bulan roh telah ditiupkan. Jika terlahir setelah itu, maka dimandikan, dikafani, dishalatkan dan dikuburkan di pekuburan kaum muslimin, dinamai serta di’aqiqahi.

Jika terlahir sebelum ditiupkan roh (kandungannya berumur di bawah empat bulan, ed) maka menurut Al-Lajnah ad Da’imah adalah tidak ada ‘aqiqah baginya walaupun telah tampak sebagai laki-laki atau perempuan.

***
Artikel muslimah.or.id
Penyusun : Ummu Hamzah Galuh Pramita
Murajaah: Ust Muhammad Abduh T

Rujukan:

  • Aktsar min Alf Jawab lil Mar’ah (Terj), Penerbit Darul Haq
  • Al-Wajiz Fi Fiqhis Sunnah Wal Kitabil’aziz (Terj), Pustaka As Sunnah
  • Majalah As Sunnah ed 04/IX/1426H

 

Donasi dakwah YPIA

28 Comments

  1. Assalamualaikum UStd…
    mau tanya jika Aqiqah untuk Almarhum atau Almarhuman bagaimana hukumnya.
    Syukron..

  2. amatullah says:

    assalamu’alaikum..
    afwan, mau tanya, misalkan dulu ketika saya lahir, saya belum diaqiqahi oleh orang tua karena memang pada saat itu mereka tidak mampu, dan jika sekarang saya merasa mampu, apakah wajib bagi saya mengaqiqahi diri saya sendiri?
    jazzakillah khoiron..

  3. rahma says:

    saya mau tanya bagaimana kalau aqiqoh yg diadakan setelah 3 hari kelahiran anak kami…karena dipilih 3 hari setelah lahir agar ayahnya bisa menemani (gak bisa cuti) jadi aqiqohnya dimajukan setelah 3 hari. Apakah sah? atau diulang..makasih

  4. ukhty ayou says:

    Assalamu’alaikum warohmatullah
    ana mau tanya seandainya orang tua tidak memiliki cukup biaya untuk aqiqah apakah boleh aqiqah dilakukan dengan biaya yg berbagi dengan si anak (sokongan)?mohon penjelasan.syukron katsiron

  5. @ rahma aqiqahnya sah dan tidak perlu diulang. Kami turut mendoakan semoga putra/putri ibu menjadi anak yang shalih/shalihah..

  6. isnaniati says:

    saya ingin melaksanakan sunatan semu anak saya..1 lakilaki umur 11 thn,1 perempuan umur 8 thn,1 perempuan umur 100 hari..semua akan di sunat dan di akikah..karna saat mereka bayi belum pernah di akikah…apakah bisa saya akikahkan mereka dengan memotong 1 ekor sapi…tolong bantu saya….

  7. Nona Mills says:

    Assalamu’alaikum warohmatullah ana mau tanya seandainya orang tua tidak memiliki cukup biaya untuk aqiqah apakah boleh aqiqah dilakukan dengan biaya yg berbagi dengan si anak (sokongan)?mohon penjelasan.syukron katsiron

  8. Imogene Love says:

    saya mau tanya bagaimana kalau aqiqoh yg diadakan setelah 3 hari kelahiran anak kami…karena dipilih 3 hari setelah lahir agar ayahnya bisa menemani (gak bisa cuti) jadi aqiqohnya dimajukan setelah 3 hari. Apakah sah? atau diulang..makasih

  9. iptek says:

    jadi nambah ilmu tentang Aiqah…

  10. hijria says:

    terimakasih penjelasannya ust. :)

  11. Idham Mahdiana says:

    Assalaamu ‘alaikum…
    apa hukumnya seorang wanita mengganti nama anaknya tanpa persetujuan (memberitahukan) dari mantan suaminya?

  12. Mudhofar says:

    Td di ats disbutkan plaksanaan aqiqohnya di anjurkan hr ke 7,14 & 21 Pdhl aku pernah membaca & dengar dr P.Ustadz yg lain menganjurkan hr ke 7 atau 3 & 5 ini termasuk bnr atu tdk P.Ustazd bg aqiqoh org2 yg mampu.

  13. Assalaamu’alaykum,
    afwan, Izin copy
    Baarokalloh

  14. Semoga menjadi ilmu yang bermanfaat

  15. ganda says:

    aqiqah dilaksanakan pada hari ke empat puluh kelahiran apa boleh..?? mohon di beri bantuan.terima kasih

  16. ade says:

    Assalamuallaikum wr. wb.

    Bagaimana jika sampe orangtua dari si anak tsb meninggal, tetapi belum sempat mengadakan aqiqah untuk anaknya? Apakah anak tsb mengadaka aqiqah untuk dirinya sendiri? Terima kasih.

    Wassalam

  17. Nur asmah says:

    Assalamu alaikum…
    Saya mau nanya apakah sah aqiqahnya seorang anak bl dlksanakan d pesantren,hanya dngan mberikan biaya,tp saat pemotongan kami tdk hadir dan kami meneyrahkan semua urusan pada ustadz yg bersangkutan

  18. agusanto says:

    trimakasih ustad, ini sangat bermanfaat penjelasannya…

  19. SUHERMAN says:

    ASSALAMMUALAIKUM USTD…
    gimana kalaou aqiqah uangnya boleh minjam ?

  20. abdulaziz says:

    asslm..
    ustdz sy mw nanya bolehkah mengaqiqahkan orang tua?
    sy blm d aqiqah, bolehkah sy berkurban?
    terimakash ustadz.

  21. erizon says:

    Saya punya anak perempuan umur 12 dan 8 belum di aqiqahkan,boleh di gantikan dengan berkorban. Terimakasih

    • erizon says:

      12 Tahun dan 8 Tahun

    • Silakan tetap melakukan aqiqah meski anak Anda telah berusia 12 tahun. Wallohu a’lam.

      Lebih lanjut, bisa dibaca pada:

      http://www.dakwahsunnah.com/artikel/fiqhsunnah/312-fatwa-ulama-hukum-aqiqah-sesudah-dewasa

      Syeikh Al Fawzan hafizhahullah berkata:

      ?????? ??? ?????? ??? ?? ?????? ??????? ????? ??? ????? ?? ??? ??? ??? ???? ??? ?? ???? ????? ??? ?? ??? ??? ????? ???? : ??? ??? ??????? ???? ?????? ??? ??? ??????? ?? ??????? ???????? ??? ??? ?? ???? ?? ??? ??? ??? ???

      “Yang utama (aqiqah) dilakukan pada hari ke tujuhnya, ini adalah paling utama yang telah ditegaskan atasnya, maka jika terlambat dari itu tidak mengapa, dan tidak ada batasan untuk akhir waktunya kecuali sebagian para ulama berkata: Jika anak yang lahir sudah besar maka waktu aqiqahnya sudah lewat, maka tidak dianjurkan untuk melakukan aqiqah atas seorang yang sudah besar. Dan (sedangkan) mayoritas ulama berpendapat bahwa tidak ada larangan untuk itu meskipun sudah besar.” Lihat kitab Al Muntaqa min Fatawa Al Fawzan, (4/84 Asy Syamela).

  22. […] Para ulama berselisih pendapat tentang hukumnya. Sebagian ada yang mewajibkannya namun mayoritas mengatakan sunnah. Lebih jelasnya dapat membaca tautan berikut ini http://muslimah.or.id/fikih/seputar-aqiqah.html […]

Leave a Reply