Seorang Wanita Bukanlah Mahram Wanita Lain

Pertanyaan:

Apakah seorang wanita dianggap sebagai mahram untuk wanita lain ketika berada dalam perjalanan, dalam majelis atau sejenisnya?

Jawaban:

Seorang wanita bukanlah mahram untuk wanita lain, karena yang dimaksud dengan mahram adalah laki-laki yang kemahramannya disebabkan karena nasab (keturunan) seperti bapak dan saudara laki-laki, atau karena sebab yang mubah seperti seorang suami, bapak mertua dan anak suami, atau seperti bapak sepersusuan dan saudara sepersusuan dan yang semacam keduanya. Tidak boleh bagi seorang laki-laki berkhalwat (berdua-duaan) dan bepergian berdua dengan wanita ajnabi (bukan mahram), hal ini berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

لا تسافر المرأة إلا مع ذي محرم

Tidak diperbolehkan seorang wanita melakukan safar kecuali bersama dengan mahramnya.” (HR. Bukhari)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,

لا يخلون رجل بامرأة فإن ثالثهما الشيطان

Tidaklah seorang laki-laki berdua-duaan dengan seorang wanita (yang bukan mahram) kecuali yang ketiganya adalah setan.” (HR. Ahmad dari sahabat Umar radhiallaahu ‘anhu dengan sanad shahih).

***
muslimah.or.id
Sumber: http://www.ibnbaz.org.sa/mat/673
Diterjemahkan oleh Tim Penerjemah Muslimah.or.id

Donasi dakwah YPIA

5 Comments

  1. Terima kasih atas informasinya, sangat bermanfaa

  2. dewiyanti says:

    Assalamualaikum

    Saya ingin menanyakan tentang hukum yang menyebabkan seseorang menjadi mahram karena sesusuan. Kapankah seseorang dikatakan mahram karena sesusuan?

    Wassalam

    • @ Dewiyanti
      Wa’alaikumussalam
      Syarat yang harus dipenuhi agar terjadi hubungan mahram persusuan adalah lima kali persusuan sampai kenyang dan bayi dibawah umur 2thn. Allahua’lam

  3. Assalamualaikum, saya mau tanya, jika wanita bukan mahram wanita lain, apakah kita tidak boleh memperlihatkan aurat ke wanita lain ?

Leave a Reply