Pembayaran Fidyah

Muraja’ah: Ust. Aris Munandar

Setelah mengetahui hukum tentang pembayaran puasa bagi ibu hamil dan menyusui, kini kita lengkapi ilmu kita tentang cara pembayaran fidyah.

Jenis dan Kadar Fidyah
Ternyata tidak ada dalam nash secara khusus yang menjelaskan tentang jenis dan kadar fidyah. Namun ada beberapa pendapat ulama berkaitan tentang kadar dan jenis fidyah tersebut,

Pendapat pertama, fidyah tersebut adalah sebanyak 1 mud dari makanan untuk setiap harinya. Jenisnya sama seperti jenis makanan pada zakat fitri.
Pendapat kedua, fidyah tersebut sebagaimana yang biasa dia makan setiap harinya.
Pendapat ketiga, fidyah tersebut dapat dipilih dari makanan yang ada.

Dalam kaidah fikih, untuk permasalahan seperti ini maka dikembalikan ke urf (kebiasaan yang lazim). Maka kita dianggap telah sah membayar fidyah jika telah memberi makan kepada satu orang miskin untuk satu hari yang kita tinggalkan. Namun tetap diingat, sebagaimana Imam Nawawi rahimahullah katakan, “Tidak sah apabila membayar fidyah dengan tepung yang sangat halus (sawiq), biji-bijian yang telah rusak. Tidak sah pula membayar fidyah dengan uang.”

Cara Pembayaran:

Inti pembayaran fidyah adalah mengganti satu hari puasa yang ditinggalkan dengan memberi makan satu orang miskin. Namun, model pembayarannya dapat diterapkan dengan dua cara,

  1. Memasak atau membuat makanan, kemudian memanggil orang miskin sejumlah hari-hari yang ditinggalkan selama bulan Ramadhan.
  2. Memberikan kepada orang miskin berupa makanan yang belum dimasak. Alangkah lebih sempurna lagi jika juga diberikan sesuatu untuk dijadikan lauk.

Pemberian ini dapat dilakukan sekaligus, misalnya membayar fidyah untuk 20 hari disalurkan kepada 20 orang faqir. Atau dapat pula diberikan hanya kepada 1 orang faqir saja sebanyak 20 hari.

Waktu Pembayaran Fidyah

Seseorang dapat membayar fidyah, pada hari itu juga ketika dia tidak melaksanakan puasa. Atau diakhirkan sampai hari terakhir bulan Ramadhan, sebagaimana dilakukan oleh sahabat Anas radhiallahu’anhu ketika beliau telah tua.

Dari Anas bin Malik radhiallahu’anhu, ia mengatakan, bahwa ia tidak mampu berpuasa pada suatu tahun (selama sebulan), lalu ia membuat satu bejana tsarid (roti yang diremuk dan direndam dalam kuah), kemudian mengundang sebanyak 30 orang miskin, sehingga dia mengenyangkan mereka. (Shahih sanadnya: Irwaul Ghalil IV:21 dan Daruquthni II: 207 no. 16)

Yang tidak boleh dilaksanakan adalah pembayaran fidyah yang dilakukan sebelum Ramadhan. Misalnya: Ada orang yang sakit yang tidak dapat diharapkan lagi kesembuhannya, kemudian ketika bulan Sya’ban telah datang, dia sudah lebih dahulu membayar fidyah. Maka yang seperti ini tidak diperbolehkan. Ia harus menunggu sampai bulan Ramadhan benar-benar telah masuk, barulah ia boleh membayarkan fidyahnya.

Wallahu a’lam

Disusun ulang dari majalah As Sunnah Edisi Khusus tahun IX dengan berbagai tambahan dari kitab Al Wajiz, Syaikh Abdul ‘Azhim bin Badawi. Pustaka As-Sunnah cet. 2, 2006

***

Artikel muslimah.or.id

Donasi dakwah YPIA

59 Comments

  1. ustadz, saya mau bertanya. Saya seorang ibu 1 anak. Pada waktu saya hamil dan anak saya berusia 1 tahun, saya pernah tidak puasa beberapa hari. Banyak orang menyarankan saya untuk membayar fidyah saja. Tetapi saya pernah ikut kajian, dan dianjurkan jika masih kuat hendaknya membayar dengan puasa,bukan dengan membayar fidyah. Sehingga saya bayar kekurangan saya dengan puasa. Saya mohon penjelasan dalam kondisi bagaimana sesungguhnya harus membayar fidyah?jika saya sakit, bukankah saya bisa membayarnya di lain hari waktu sehat? Mohon penjelasannya..

  2. yunarsih says:

    ass.wr.wb.
    mohon infonya,
    1. bila seorang muslimah tidak puasa krn hamil & menyusui tp dia tdk sanggup membayar fidyah bagaimana hukumnya?
    2. Bila pembayaran fidyah dilakukan setelah beberapa th kemudian (dikarekan baru ada rezki) bagaimana hukumnya?
    3. Bila pembayaran fidyah terlanjur dibayar hanya dengan uang bagaimana hukumnya?
    terima kasih atas penjelasannya.
    wass.wr.wb.

  3. www.muslimah.or.id says:

    #Ine septya rina: silakan baca artikel sebelumnya, “Antara Qadha dan Fidyah.” Insya ALlah yang ukhti lakukan sudah benar.

    ukhti Yunarsih, afwan, kami juga merupakan tholabul ‘ilmi (penuntut ilmu). Karena itulah tulisan-tulisan pada website ini masih dikoreksi oleh para ustadz pengasuh.

    Oleh karena itu jika ada permasalahan yang sifatnya khusus dan kami tidak mampu menjawabnya maka perlu diajukan ke ustadz. Dan mungkin ada dari pembaca lainnya yang telah mengetahui jawabannya, silakan di sampaikan pada kolom komentar ini.

    Jazakillahu khoiro

  4. siti saniah says:

    askum… saya ingin bertanyakan bagaimanakah caranya jika seseorg itu lupa puasa yang hendak digantikan dari akil baligh sehingga sekarang ? dan bagaimanakah hendak membayar fidyahnya…….. 1 lagi soalan jika org yang kne dibayarkan fidyah itu sendiri tidak mampu membayar fidyah bagaimana pula caranya?

  5. Aswad says:

    #Siti Saniah
    Untuk pertanyaan pertama, hal ini pernah ditanyakan kepada Syaikh Ibnu Baz. Beliau menjawab:
    Pertama, anda harus bertaubat kepada Allah karena menunda-nunda qadha puasa.
    Kedua, anda harus mengira-ngira jumlah puasa yang ditinggalkan sebisa mungkin. Kemudian berpuasa sesuai hari yang diperkiraan tersebut.
    Ketiga, anda harus membayar fidyah juga kepada orang miskin sebanyak jumlah hari hasil perkiraan tadi.
    http://www.ibnbaz.org.sa/mat/565

    Pertanyaan kedua, juga pernah ditanyakan kepada Syaikh Ibnu Baz, beliau menjawab jika kondisinya demikian, yaitu ia tidak mampu membayar fidyah, maka kewajiban membayar fidyah gugur.
    http://www.ibnbaz.org.sa/mat/13368

  6. Ummu Yahya says:

    Bismillah..
    1 mud itu sama dengan berapa ya??

    Mohon dijawab melalui email..

    jazaakumullooh khoiron..

  7. ingin tahu says:

    bayaran 1 cupak sama dengan berapa grm bg negara malaysia

  8. ina says:

    ketika saya bersalin pada tahun 2006 iaitu bulan puasa.. ketika itu saya tidak berpuasa kerana darah nifas dan menyusukan anak,
    sahingga kini tahun 2009 saya belum mengganti puasa ..
    bagaimana kan cara kira puasa yang perlu saya ganti,, dan perlukah saya membayar fidyah.. adakah dengan membeli beras dan disedahkan di fakir miskin dan anak yatim sudah memadai?
    soalan ke 2: ketika bulan puasa.. saya masih dlm berpantang.. tetapi darah sudah tiada..adakah perlu saya berpuasa?

  9. munirah says:

    ustaz..saya ingin bertanya..sekiranya seawal baligh sehingga kini saya tidak pernah menggantikan puasa, bagaimana harus saya gantikannya seandainya saya sendiri tidak mengingati berapa banyak puasa yang telah saya tinggalkan..adakah saya harus membayar fidyah dan dalam masa yang sama saya juga mesti menggantikan puasa? dan bagaimana jika saya tidak mampu menggantikan kesemuanya?

  10. saya says:

    ustaz sy nk tnyer….taun lepas sy ader buat pembedahan mase blan puase…sy ader ganti puasa tp xhabis…jd mcm mner yer…

  11. maya says:

    assalamu’alaikum…. saya mau tanya dibulan puasa sebelumnya saya belum sempat mengganti puasa yang saya tinggalkan, jadi karena sekarang mau bulan puasa kembali apa saya masih bisa membayar fidyah saya sekarang untuk bulan puasa yang tahun lalu. trus apa saya masih bisa mengganti puasa saya 2 tahun sebelumnya ustadzz… mohon penjelasannya.

    • @maya
      wa’alaikumussalam
      iya, ukhti bisa membayar fidyah sekarang untuk mengganti puasa tahun lalu. dengan catatan kemarin meninggalkan puasa dengan sebab yang membolehkan untuk diganti dengan fidyah (misalnya: tua renta, orang sakit yang sulit diharapkan kesembuhannya, ibu hamil atau menyusui jika dikhawatirkan memadharatkan keadaan dirinya atau bayinya). Tetapi jika sebabnya haidh atau sakit, maka harus di qodho (diganti puasa).
      Jika ternyata 2 tahun yang lalu juga masih punya hutang, segera dibayar sekarang. Dan kedepannya perlu untuk diperhatikan supaya tidak bermudah-mudah dalam masalah ini.
      barakallahu fik

    • Sekedar tambahan untuk Maya,
      Pada intinya orang yang menunda-nuda menggati puasa ramadhan tanpa udzur hingga tiba ramadhan berikutnya sementara dia belum melunasi hutangnya wajib baginya untuk bertaubat kepada Allah, segera mengganti puasanya dan membayar fidyah selama puasa yang ia tinggalkan. demikian pendapat yang paling kuat sebagaimana fatwa Syaikh Bin Baz rahimahullah. Silahkan Ukhti simak artikel bermanfaat ini untuk penjelasan lebih lengkap:
      http://muslim.or.id/ramadhan/permasalahan-qodho-puasa-ramadhan.html

  12. santi says:

    Ustadz, Saya mau bertanya. Puasa tahun kemarin saya lagi hamil muda, dan saya tidak berpuasa selama 6 hari, tapi sampai sekarang saya belum melunasi hutang saya karena sekarang saya lagi menyusui. Saya ingin melunasi hutag saya dengan cara fidyah, tapi saya tidak tahu bagai mana caranya. Yang saya ingin tanyakan
    1. Apa Masih bisa saya melunasi hutang saya sekarang?
    2. Bagaimana caranya?
    3. Apakah kalau di uangkan bisa terus bagaimana hitunganya?

    • @ Santi
      1. Masih bisa
      2. Dengan memberikan makan kepada fakir miskin sebanyak jumlah hari yang ditinggalkan. berarti kalau Anda memiliki hutang 6hari maka wajib memberikan makan (seperti nasi bungkus lengkap dengan lauk pauk,sayur, buah yang cukup mengenyangkan atau disesuaikan dengan kebiasaan di daerah Anda tinggal) kepada 6 orang fakir miskin.
      3. Tidak bisa diganti dengan uang. Karena yang diwajibkan adalah memeberi makan bukan memberi uang. Namun jika yang dimaksud adalah Anda memberikan uang kepada seseorang dan orang tersebut nantinya membelikan makan untuk diberikan kepada fakir miskin maka ini tentu boleh-boleh saja. Allahu A’lam

  13. abu fathi says:

    assalamualaikum,

    bagaimana hukumnya membayar fidyah kepada kaum muslimin yang sedang iftar di masjid sedangkan disana berbagaimacam kalangan, ada yang miskin ada juga yang berkecukupan (kaya) bagaimana boleh atau tidak??
    mohon penjelasanya

    • @ Abu Fathi
      Wa’alaikumussalam,
      Fidyah itu hanya diberikan kepada fakir miskin. Saran kami berikanlah makanan tersebut tepat sasaran dengan mendatangi rumahnya atau memanggil fakir miskin makan dirumah kita.

  14. abas says:

    assalamualaikum,

    pak ustadz istri saya hamil terus dia mau membayar fidyah menurut pak ustadz harus memberi makanan ke fakir miskin tapi seandainya dia memberi makanan ke anak yatim piatu atau yayasan boleh tidak pak ustadz, soalnya di daerah kami tidak ada fakir miskin, mohon penjelasan nya pak ustadz…????

    • @ abas
      wa’alaikumussalam
      Fidyah adalah untuk fakir miskin. Adapun anak yatim, belum tentu termasuk fakir miskin. Bisa jadi anak yatim itu mampu atau kaya. Fidyah tidak boleh diberikan kepadanya. Jika anak yatim nya miskin, maka boleh.
      Fidyah juga tidak diberikan kepada yayasan, kecuali kalau yayasan itu menyalurkannya kepada fakir miskin.
      Mengenai kriteria fakir miskin, didasarkan pada urf (kebiasaan) di suatu tempat. Bisa jadi standar disebut fakir miskin di suatu daerah berbeda dengan daerah lain.
      Wallahu a’lam

  15. bunda zahra says:

    Assalamu’alaikum, mw nanya…skrg saya lagi dalam kondisi hamil muda (1,5 bln). saya ga puasa udah 6hr ini krn kondisi saya yg skrg suka mual…apakah 6hr puasa yg saya tinggalkan ini cukup dibayar dg fidyah atau mengqhodonya?? mohon dijawab, Terima kasih sblmnya

  16. Ismaidah says:

    Assalamualaikum wr.wb,

    Ustadz saya mo tanya. 2 th yg lalu saya tdak melaksanakan puasa Ramadhan karena sedang nifas, sampai sekarang sy blm mambayarnya karena lupa. Apakah boleh sya membayarnya dgn fidyah sekarang? haruskah menjadi 3 x lipat? Lalu Apakah boleh klo seandainya saya membayar fidyah dengan susu bayi, karena saya memiliki saudara yg tidak mampu membelikan susu untuk bayinya, sedangkan saya memiliki stock susu yg cukup di rumah? Mohon jawabannya. Terima kasih

    Wssalamu alaikum wr.wb.

    • @ Ismaidah
      Wa’alaikumussalam,
      Berikut inii adalah jawaban dari Ustadz Aris Munandar hafidzahullah,

      Jika karena menyusui maka hutang puasa bisa anda bayar dalam bentuk fidyah berupa beras sebesar 1,5 Kg untuk perharinya.
      Tidak boleh dengan susu.
      Hutang puasa anda tidak berlipat menjadi dua ataupun tiga kali.

      Dengan catatan Anda sedang menyusui saat itu, namun jika tidak maka Anda wajib mengqodho puasa tersebut. Allahu A’lam

  17. imam khambali says:

    dengan adannya tanya jawab onlain seperti ini kami sebagai muslim yang pengetahuan hanya ikut ikutan saya sangat terbantu.dan progaram seperti ini mohon jangan sampai di hilangkan.sekian dan terima kasih.Wassalam.

  18. Rara says:

    Aslmkm..
    misalny ad seorg remja yg 2 tahun lalu meningglkan puasany krn lg berhalangan..
    Tahun lalu juga tidak ia ganti..
    Nah,,d tahun ini dy brniat utk mmbyar puasa ny tsb dr 2 thun yg lalu..
    Apkh dy bisa ikut fidyah?
    pdhl fidyah kn utk wnita hamil yg mnyusui,tw org lg sakit dan sulit dsmbuhkn..
    Mohon pnjlsanny..
    Trim’s
    wslm…

    • @ Rara

      Wanita yang memiliki utang puasa, tetapi belum mengqadhanya hingga datang Ramadhan berikutnya, memiliki 3 kemungkinan:

      1. Keadaan wanita tersebut tidak memungkinkan untuk segera mengqadha puasanya pada Ramadhan yang lalu hingga datang Ramadhan berikutnya, misal: karena alasan sakit.
      2. Kedua: Wanita tersebut dengan sengaja mengulur-ulur waktu untuk mengqadha utang puasanya hingga datang Ramadhan berikutnya.
      3. Wanita tersebut tidak mengetahui kewajiban melaksanakan puasa pada bulan Ramadhan, karena minimnya ilmu agama, dan atau tidak mengetahui secara pasti jumlah hari yang ditinggalkannya selama bulan Ramadhan yang lalu.

      Jika kondisi remaja wanita yang Anda ceritakan itu adalah kondisi kedua maka wanita tersebut harus bertaubat kepada Allah taala dikarenakan kelalaiannya atas suatu ketetapan Allah. Selain itu, dia juga harus bertekad untuk tidak mengulangi perbuatan tersebut. Karena menunda-nunda pelaksanaan qadha tanpa ada udzur syari adalah suatu maksiat, maka bertaubat kepada Allah merupakan suatu kewajiban. Kemudian, wanita tersebut harus segera mengqadha puasanya setelah bulan Ramadhan berikutnya. Allah taala berfirman (yang artinya), Bersegeralah kamu kepada ampunan dari Rabbmu (Qs. Ali Imran: 133)

      http://muslimah.or.id/ramadhan/belum-mengqadha-hutang-puasa-hingga-datang-ramadhan-berikutnya.html

      **

      Orang yang mempunyai kewajiban untuk mengqadha’ puasa, tetapi dia tidak mengerjakannya tanpa udzur hingga Ramadhan berikutnya, maka kewajibannya adalah mengqadha puasanya, bukan membayar fidyah.

      Syaikh Ibnu ‘Utsaimin berkata, “… Sehingga, pendapat yang benar dalam masalah ini (ialah), tidak wajib baginya kecuali untuk berpuasa, meskipun dia berdosa karena mengakhirkan dalam menngqadha.” (Syarhul Mumti’, 6:451)

      http://almanhaj.or.id/content/2807/slash/0

  19. jika kite tidak membayar fidyah boleh kah kite mengantikan dengan b’puasa?dan bagaimanakah cara nya?

  20. naning isnaeni says:

    saya naning saya mau bertanya,bagaimana jika dapat melakukan puasa tapi tidak sepenuhnya,misalkan selama 30 hari hanya dapat lelaksanakan puasa sebanyak 7 hari,fidyah yang harus dibayarkan sebanyak 23 hari atau tetap 30 hari.saya sedang menyusui anak saya sekarang sudah 6 bulan jadi mungkin saya bisa berpuasa tapi tidak penuh,saya mohon penjelasannya terima kasih..

    • @ Naning
      Wanita hamil dan menyusui mendapat keringanan di bulan ramadhan untuk tidak berpuasa namun berkewajiban membayar fidyah sebanyak hari yang ia tinggalkan.

  21. zahro says:

    sip. ini sangat bermanfaat bagi kita” terutama kami yang awam. makasih….

  22. zahro says:

    oya, sebelumnya ma’f.
    ukuran besarnya fidyah ( yang kurang lebih 1,5 liter) itu ditimbang sudah dalam keadaan masak atau mentah?

    • @ zahro

      Ditimbang dalam keadaan mentah.

    • @ zahro

      Dari artikel di atas, sebenarnya pertanyaan Ukhti telah terjawab.

      **

      Cara Pembayaran:

      Inti pembayaran fidyah adalah mengganti satu hari puasa yang ditinggalkan dengan memberi makan satu orang miskin. Namun, model pembayarannya dapat diterapkan dengan dua cara,
      1. Memasak atau membuat makanan, kemudian memanggil orang miskin sejumlah hari-hari yang ditinggalkan selama bulan Ramadhan.
      2. Memberikan kepada orang miskin berupa makanan yang belum dimasak. Alangkah lebih sempurna lagi jika juga diberikan sesuatu untuk dijadikan lauk.

      Pemberian ini dapat dilakukan sekaligus, misalnya membayar fidyah untuk 20 hari disalurkan kepada 20 orang faqir. Atau dapat pula diberikan hanya kepada 1 orang faqir saja sebanyak 20 hari.

  23. sue says:

    saya musykil dlm hal2 agama.saya ibu beranak 1.sesungguhnye saya lahir dlm kluarga yg kurang didikn agama..saya baligh sejak tingkatan 2,dan pada tahun itu sy puasa penuh.mse umur saya 21 dan 22 thn pun saya dapat puasa penuh.sehingga skrg saya tak pernah mnggantikn puasa yg saya tinggalkn atas sebab uzur dari baligh sampaila sekarang.sekarang saya sudah 23 thn.saya nak tahu bagaimana kah harus saya lakukan untuk menyelesaikan masalah saya.

  24. Azeez pay says:

    Assalamu’alaikum…Pa ustad,1 mud sama dgn brp kg beras…mohon di blz ke email in box sy trimz

  25. ghofur says:

    Assalamualaikum Wr. Wb

    saya mau menyanyakan beberapa hal :
    alhamdullilah,istri saya telah hamil dan dari diagnosa dokter usianya sudah 5 minggu. dokter menyarankan agar jangan berpuasa dulu dan beliau juga mengatakan bahwa itu bisa diganti dengan membayar fidyah. sebelumnya istri saya sudah berpuasa selama kurang lebih 22 hari.
    1.apakah dengan kondisi demikian istri saya boleh untuk tidak berpuasa?
    2.apakah boleh hanya dengan membayar fidyah saja atau apakah harus ditambah mengganti juga pada hari yang lain?
    3.berapa ukuran yang dimaksud 1 mud itu ( berapa kira2 dlm ukuran kg karena insya saya akan membayarnya dengan beras)?

    Sebelum dan sesudahnya saya haturkan banyak terima kasih.

  26. azis says:

    saya mau tanya, jk istri sdng hamil utk puasanya tdk di laksanakan krn saya larang. di khawatirkan bagi kondisi bayi yg dikandungan dan bagi si ibu. cara menggantinya apakah ckp dgn membayar fidyah atau mengganti puasa yg ditinggalkan? trm ksh

  27. puspa says:

    subhanallah,,,, informasi yg sngt brmanfaat, tapi kalo bole sy mau tnya, ustadz seandainya bln puasa kemarin terhalang haid + sakit (total 13 hari tidak puasa ramadhan) kemudian bulan selanjutnya hamil dan direkomendasikan oleh dokter kandungan untuk tdk berpuasa. bagaimanakah cara untuk saya mengganti puasa yang saya tinggal? terima kasih atas penjelasannya, Wassalammu’alaikum Wr Wb.

  28. rizka imah lestari says:

    assalamualaikum.
    saya mau bertanya, misalkan saya punya utang puasa di tahun lalu tetapi di tahun berikutnya belum juga membayar, sampai di tahun berikutnya lagi juga belum membayar, lalu di tahun ini mempunyai niat untuk membayar utang puasanya, tolong berikan solusinya, terima kasih.

  29. Rima says:

    assalamualaikum…
    saya ingin bertanya. saya hampir setiap kali membayar hutang puasa selalu disertai pusing dan sakit kepala sehingga saya kesulitan membayarnya, pdhl sudah sahur dgn menu yg baik (saya tdk tahu apakah ini jg krn tekanan darah saya agak rendah atau bagaimana),sehingga hutang puasa saya masih tetap banyak (krn haid saya lebih dari 7 hari).Lalu kemarin2 saya didiagnosa menderita penyakit yg butuh diterapi obat beberapa bulan.dokter menyarankan agar jangan dulu membayar hutang puasa sampai saya betul2 sembuh. yg saya khawatirkan, apabila sampai bulan Ramadhan nanti saya masih tetap harus meminum obat yg menyebabkan saya tidak bisa menjalankan puasa Ramadhan (selama satu bulan penuh itu), apakah saya diperbolehkan membayar fidyah atau harus tetap mengganti puasa (ditambah puasa yg belum saya bayar tahun lalu)pada saat saya sudah betul2 sembuh? terima kasih.

  30. tommy says:

    assalamualaikum,
    saya ingin bertanya mengenai waktu pembayaran fidyah,
    salah satu anggota keluarga saya ada yang sakit keras sehingga, tidak sanggup menjalankan puasa dibulan ramadhan, namun beberapa minggu setelah bulan ramadhan selesai ternyata beliau meninggal dunia. nah yang mau saya tanyakan, bgm status puasa yang ditinggalkan tersebut ? apakah puasa tersebut masih bisa dibayarkan dengan fidyah ?

  31. zubair says:

    ?? ?????????? ?????????? ?????????? ????? ?????????????
    ‘Afwan bila pertanyaan yang akan saya ajukan sudah pernah ditanyakan.
    Bolehkah membayar fidyah setelah ramadhan? Misalnya pada bulan syawal atau setelahnya? Atau harus pada bulan ramadhan?
    Syukron wa jazakumullahu atas jawabannya.
    ?? ?????????? ?????????? ?????????? ????? ?????????????

  32. eka susanti says:

    ass..wr..wb..- gimana hukumnya kalau kita membayar fidyah selesai idul fitri..
    -gimana hukumnya kalau kita membayar fidyah dengan cara memberi uang kepada panitia bazis dimasjid..
    mohon penjelasannya ustaz..

    • @ Eka
      Membayar fidyah boleh dilakukan setelah Ramadhan berakhir hingga tiba Ramadhan berikutnya. Kami sarnakan berikanlah fidyah berupa makanan kepada fakir miskin secara langsung. Karena sangat mudah kita jumpai orang miskin disekeliling kita. Contoh makanan bisa berupa nasi kotak (nasi, lauk pauk sayur lengkap dg buah2an) lebih baik lg ditambah air minum.

  33. bgaimana klo fidiah itu dilakukan setelah bln ramadhan…. dan apakah boleh tidak membyr fidiyah dgn asumsi di byr puasa ny penuh dihr lain

  34. Ifan Nugroho zuwarta says:

    Mau tanya ustadzt sy puasa kemarin terbaring di rmh sakit krn sakit bagaimana cara sy membayar fidyah saya dan apakah saya tetap harus mengganti puasa saya di hari lainnya meskipun saya sudah membayar fidyah saya ?

  35. lia says:

    Assalamualaikum wr.wb
    Ustad sy mau tanya. Dua thn yg lalu sy meninggalkan puasa krn menyusui smp skrg sy blm membayar fidyah. Bagaimana hukumny ustad? Apakah fidyah bs dgn beras. Jika sy byr fidyah k yayasan anak yatim piatu bgmn ?

  36. bambang says:

    Ass Wr Wb.
    Apabila pembayaran fidyah dilakukan serentak (sebanyak 30 makanan) di hari pertama puasa, apakah diperbolehkan ?

    Wass Wr Wb

    • @ Bambang
      Pembayaran fidyah minimal berjarak sehari setelah hari puasa yang ia tinggalkan. Contoh ia tidak berpuasa pada hari Senin maka pembayarn fidyah paling cepat adalah besoknya yaitu hari Selasa. Fidyah berupa makan yang diberikan kepada fakir miskin. Allahua’lam

  37. cempaka putri says:

    ustadz, saya mau bertanya. saya sedang mengandung 5 bulan.tahun lalu saya mempunyai hutang puasa sebanyak 14 hari. saya sudah membayar 10 hari, tersisa 4 hari.ketika akan membayar, kondisi saya mulai masuk masa kehamilan trimester pertama dan kondisi saya sampai saat ini tidak sanggup untuk membayar sisa hutang puasa tersebut.saya ingin bertanya :
    1. bolehkah saya bayar hutang tersebut dengan fidiyah?
    2. kalau boleh,bagaimana cara perhitungannya?
    3. jika tidak, bagaimana cara saya membayar sisa hutang puasa saya?
    mohon penjelasannya.
    terima kasih

  38. sayda says:

    Assalamualaikum pak ustadz, sy mw brtanya, 2 thn yg lalu sy tk brpuasa ramadhan, sy hamil 4 bln dan suami sy melarang untuk puasa krn sy terkadang msh mual dan khawatir trhadap kondisi janin, smpe skrg sy blm membayar fidyah, apakah sy juga harus menqadha puasa yg di tinggal + membayar fidyah, ataukah hanya salah satunya ustadz? Mohon jwbannya… Terima kasih…

  39. Hamba Allah says:

    Mohon ustadz, diberikan dalil saat memberikan jawaban, sehingga kami (ummat) yakin benar bahwa jawaban yg antum berikan benar dari Allah SWT dan RasulNya.

    Karena jika hanya pendapat ustadz, maka akan di khawatirkan adanya faktor hawa nafsu dan keminiman pemahaman saja, sehingga kami ummat tidak makin pintar tapi sebaliknya. Selain itu kami juga sulit utk berdakwah kpd saudara kami yg lain, dan hanya bisa ber hujjah dengan kata “KATA USTADZ INI….”, “KATA USTADZ ITU…”, dsb

    Demikian, syukron, semoga masukan ini bermanfaat bagi ustadz dan kami, syukron, Jazakumullah khoir..

  40. lastri says:

    assalamualaiku..
    pa ustd.. sy ingn tau dptkh sy membayar fidyah scra skaligus?? krn sy tdk ber-puasa slama 5x ramadhan. dikarenakn sy bekerja di luar negri & di keluarga org cina,,!!! bgmanabra mbyr ny? bs kh dg uang?? pd siapa sy hrus membayar??
    tlg jelaskan. terimakasih.

    • www.muslimah.or.id says:

      @lastri pembayaran fidyah dibolehkan untuk orang yang sudah tua dan tidak sanggup puasa atau untuk wanita hamil dan menyusui (berdasarkan salah satu pendapat).
      Adapun jika tidak puasa karena sebab lain (misal sakit atau karena safar) maka pembayarannya dengan qodho.
      Dan tidak boleh meninggalkan puasa Ramadhan dengan sengaja tanpa ada udzur syar’i.

      Pembayaran fidyah tidak boleh dengan uang.
      Wallahu a’lam

  41. atri says:

    Pak uztad saya mau tanya pak,jika saya tidak berpuasa dikarnakan dlm keadaan hamil. Apakah boleh dibyr dg puasa di hari laen?

  42. rahmad ganiyadi says:

    assalamualaikum,,,
    pembayaran fidiyah apakah boleh dilaksanakan setelah selesai ramadhan ?

    terima kasih.

  43. Rokhimah says:

    Saya berumur19 tahun, saya berada dalam kandungan ibu saya saat bulan Ramadhan, sudah dipastikan ibu saya tidak puasa.
    Apakah saya boleh membayarkan utang ibu saya? karena saya yakin Ibu saya sudah lupa akan utang itu.
    Apakah dengan puasa, atau dengan fidyah?
    Dan apakah boleh saya (anak) membayarkan utang puasa ibu saya (anak) sebanyak puasa yang ditinggalkan ibu saya?
    mohon dijawab.

  44. Hambali says:

    assalamu’alaikum,

    saya mau bertanya.. dari uraian diatas dijelaskan pembayaran fidyah dengan menggunakan beras, yang ingin saya tanyakan adalah ukurannya 1.5kg atau 1,5 liter ? perharinya..

    Terimakasih
    Jazakumullah khoir

Leave a Reply