Memberi Senyuman Kepada Laki-laki Yang Bukan Mahram

Pertanyaan:

Apa hukumnya bila seorang wanita memberi senyuman kepada sekumpulan laki-laki agar mereka merasa bahwa mereka adalah saudara kita dan kita adalah saudara mereka. Apa hukum senyuman wanita kepada laki-laki dan sebaliknya senyuman laki-laki kepada wanita secara umum?

Jawab:

Alhamdulillah,

Pertama,

Kewajiban seorang wanita adalah menutupi wajahnya dari pandangan laki-laki yang bukan mahram. Hal ini berdasarkan banyak dalil yang telah disebutkan pada soal jawab no. 11774. Dengan demikian seorang wanita jelas tidak diperbolehkan menebar senyuman kepada laki-laki yang bukan mahram.

Kedua,

Banyak sekali dalil syar’i yang melarang segala sesuatu yang bisa mendatangkan fitnah perempaun bagi laki-laki ataupun sebaliknya.

Diantara larangan tersebut adalah jabat tangan lawan jenis yang bukan mahram, berdua-duan, mendayu-dayukan suara, wanita yang keluar rumah dengan memakai minyak wangi hingga tercium baunya, larangan lainnya adalah laki-laki melihat perempaun dan perempuan melihat laki-laki disertai dengan syahwat. Silakan lihat jawab soal no 84089 tentang dalil-dalilnya.

Adapun senyuman wanita kepada laki-laki yang bukan mahram dengan tujuan sebagaimana yang Anda sebutkan seperti melembutkan hati atau semata-mata berbuat baik maka tindakan ini berkonsekwensi adanya pandangan satu dengan yang lainnya. Hal ini tentu hukumnya terlarang. Berdasarkan firman Allah Ta’ala,

قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ذَلِكَ أَزْكَى لَهُمْ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ . وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَى جُيُوبِهِنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا لِبُعُولَتِهِنَّ أَوْ آبَائِهِنَّ أَوْ آبَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ أَبْنَائِهِنَّ أَوْ أَبْنَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي أَخَوَاتِهِنَّ أَوْ نِسَائِهِنَّ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُنَّ أَوِ التَّابِعِينَ غَيْرِ أُولِي الْإِرْبَةِ مِنَ الرِّجَالِ أَوِ الطِّفْلِ الَّذِينَ لَمْ يَظْهَرُوا عَلَى عَوْرَاتِ النِّسَاءِ وَلَا يَضْرِبْنَ بِأَرْجُلِهِنَّ لِيُعْلَمَ مَا يُخْفِينَ مِنْ زِينَتِهِنَّ وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَا الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Katakanlah (wahai Muhammad) kepada orang-orang lelaki yang beriman supaya mereka menyekat pandangan mereka (dari memandang yang haram), dan memelihara kehormatan mereka. Yang demikian itu lebih suci bagi mereka sesungguhnya Allah Amat Mendalam PengetahuanNya tentang apa yang mereka kerjakan. Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. (Qs. Nur 31)

Senyuman semacam ini terkadang membekas di hati. Minimal, seperti halnya pengaruh suara yang dilembutkan hingga terjadilah fitnah yang Allah peringatkan dalam firmanNya,

يَا نِسَاءَ النَّبِيِّ لَسْتُنَّ كَأَحَدٍ مِنَ النِّسَاءِ إِنِ اتَّقَيْتُنَّ فَلَا تَخْضَعْنَ بِالْقَوْلِ فَيَطْمَعَ الَّذِي فِي قَلْبِهِ مَرَضٌ وَقُلْنَ قَوْلًا مَعْرُوفًا

“Hai istri-istri nabi, kamu sekalian tidaklah seperti wanita lain, jika kamu bertaqwa. Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya, dan ucapkanlah perkataan yang baik” (Qs Ah Ahzab 32)

Lembaga Fatwa Saudi (Lajnah Daimah Lil Ifta’) pernah ditanya,

Apa hukumnya bila seorang wanita memberi senyuman kepada laki-laki yang bukan mahram tanpa memperlihatkan giginya dan tanpa suara?

Jawab,

Diharamkan bagi seorang wanita menyingkap wajahnya dan memberi senyuman kepada laki-laki yang bukan mahram. Demikian ini dikarenakan bahaya yang ditimbulkannya.

Wabillahittaufiq, washallallahu’ala Nabiyyina Muhammad wa alihi washahbihi wasallam.

Allajnah addaimah lilbuhuts al’ilmiyyah wal ifta’

Abdul’Aziz bin Abdillah bin Baz…Abdurrazzaq ‘Afifi…Abdullah bin Ghudyan. Demikian nukilan dari Fatawa Allajnah Ad Daimah (17/25)

Adapun (adab) seseorang kepada masyarakat muslim hendaknya ia memuliakan mereka,menghargai dan menghormati mereka tanpa terjatuh pada perkara yang dilarang. Laki-laki tentunya hanya berkumpul dengan laki-laki, sementara Wanita saling tolong menolong sesama wanita. Maka akan Anda dapati banyak sekali muslimah yang membutuhkan perhatian dan kebaikan Anda.

Semoga Allah menambahkan taufiq dan kebenaran pada kami dan Anda.

Wallahua’lam

***
artikel muslimah.or.id
Sumber : http://islamqa.info/ar/ref/102415
Diterjemahkan oleh Tim Penerjemah Muslimah.Or.Id

Donasi dakwah YPIA

23 Comments

  1. ummu hani says:

    ijin share di blog ana syukron

  2. Rizki Andini says:

    penjelasan yg bagus, semoga kita semua terhindar dari maksiat dan jauh dari azab Alloh SWT. amin

  3. vhio menggila racink says:

    alhamdulillah
    artikel yaa memberi manfaat bagi saya
    terima kasih
    :)

  4. kafaka says:

    pernyataan yg menyatakan bhw perempuan hrs menutupi wajahnya apakah muthlaq? bukankah ada jg ulama’ yg tdk mewajibkannya(termasuk syeh albani)?
    bgmn jk itu(senyum) terjadi dlm transaksi, dagang misalnya?atau di tmpt kuliah yg sdh menjd rahasia umum msh byk yg mencampur mahasiswanya. apakah ktk berpapasan dijalan tdk boleh memberi senyum.
    apakah hadist yg mengatakan tabassumuka fi wajhi akhika laka sodaqoh bkn termask hadist yg berkhitob ‘amm?
    syukron utk jwabanya.

  5. Liesti says:

    Assalamualaikum Wr. WB

    Terimakasih artikelnya…
    Saya mohon maaf sebelumnya..
    Didalam kehidupan masyarakat kita tidak luput dari perjumpaan atau tatap muka dengan laki2 (bukan muhrim). Dan apabila kita diam dan tidak senyum apabila ada laki2 bukan muhrim itu mendahului senyum maka hal itu akan memberikan tanggapan negatif dr mereka.
    Mohon maaf sebelumnya, ya mungkin kita boleh senyum kepada semua orang tapi dengan etika yang sudah diajarkan oleh agama.

    Menurit saya begitu..sukron sebelumnya..

    Wasalamualaikum Wr. Wb..
    tiyok liesti

  6. ita hartati says:

    subhanallah artikelnya sangat bermanfaat
    dan menambah ilmu bagi ana mudah-mudahan
    Allah SWT memberikan ilmu yang bermanfaaat
    bagi umatnya.

  7. Rezky Amelia says:

    Terima kasih atas artikelnya ini, sangat bagus dan inspiratif. Saya jadi tahu memberi senyum pada yang bukan muhrim itu haram :D

  8. aisyah says:

    lantas, bgaimana dgan wanita yg mngucaokan salam ktika berjumpa dgan rasul??
    apakh itu mnunjukkan bahwa kita bleh mngucap salam pda ikhwan, nmun tdak bleh tersnyum kpadanya??
    syukron sbelu dan ssudahnya..

  9. Zultami Ardiana says:

    sangat bagus pertanyaan dan jawaban beliau. semoga kita semua selalu dijaga ALLAH untuk selalu menjauhi perbuatan yang melanggar syar’i.

  10. roza nurlia says:

    syukron….
    sangat bermanfaat

  11. mualimin says:

    Assalamualaikum,, y hamba Allah yg insyaallah dirahmati Allah,, izin copy untuk pengetahuan diri, & insyaallah untuk disampaikan sobat-sobat yg seiman,, terima kasih wassalamualaikum,,

  12. cak jok says:

    berarti wanita harus pake cadar ya ?
    karena nggak mungkin nggak senyum sepanjang hidup dengan laki-laki non muhrim.

  13. Rizky Kurnia Rahman says:

    Izin copas lagi. Syukron. Wassalam…

  14. Desy Ps. says:

    bagaimana kalau orang yang lebih tua? atau orang yang kita kenal, misalnya tetangga?

  15. terimakasih artikelnya ya. tapi bagaimna tad kalau misalkan ada laki” yg bukan mahramnnya tersenyum pada kita dan mengucapkan salam. apakah kita membalas salamnnya dan tidak melihat wajahnya?

  16. Janganlah kita tersenyum kepada orang yang tidak dikenal, sebab akan menimbulkan salah pengertian.

  17. why says:

    kl skirany misalny ana sbgai pjual dsbuah toko elektronik,kmudian ada pbeli.bukankah kita hrs bsikap ramah n mberikn senyuman kpd pbeli tsb.apa senyuman ini jg dlarang?

  18. cloudself says:

    syukron artikelx,, lalu sbg tenaga kesehatan, bagaimana saya harus bersikap terhadap pasien” saya?? karena pasien saya bukan hanya wanita saja.. kalo tdk tersenyum & bersikap ramah bisa” pasien saya bkalan takut!!

  19. Nurul Kharsita S. says:

    Assalamu’alaikum, ukh.
    Saya mau tanya.
    Sewaktu itu saya meminta ijin kepada ummi saya tentang bolehkah saya memakai cadar.
    Akan tetapi ummi saya bilang, jika di masyarakat kita ini belum umum bagi seorang wanita memakai cadar.
    Bagaimana ukh?
    Syukron

  20. mutia says:

    kalo senyum kpd pak guru,atau om2 tetangga supy tdk d kenal jutek n supy d kenal ramah,dan senyum yg sekedarnya saja,boleh? lalu bagaimana supy tdk d katakan’muslimah sombong!’ ??

Leave a Reply