Mandi Wajib Tanpa Sabun

Mandi identik dengan pemakaian sabun. Namun sahkah bila mandi wajib tanpa memakai sabun? Berikut ini adalah fatwa Syaikh Muhammad Shalih Al- Munajjid yang kami jumpai disitus beliau.

Pertanyaan,

Jika seseorang junub kemudian mandi. Apakah ia harus menggosok-gosok badanya dengan pembersih seperti sabun ataukah tidak?

Jawab,

Segala puji hanyalah milik Allah.

Yang menjadi kewajiban ketika seseorang mandi dari hadats besar adalah mengguyurkan air kesuluruh tubuhnya. Tidak diharuskan baginya menggunakan sabun ataupun alat pembersih lainnya. Karena semua sahabat yang menceritakan tata cara mandi janabah Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam tidak ada satupun dari mereka yang menyebutkan bahwa beliau shallallahu’alaihi wasallam mandi janabah dengan daun bidara, sabun ataupun pembersih lainnya. Akan tetapi beliau shallallahu’alaihi wasallam menyukupkan diri dengan mengguyurkan air keseluruh badan (termasuk rambut kepala-pen). Diantara riwayat yang menyebutkan hal tersebut adalah hadits yang datang dari Aisyah radhiallahu’anha, “Jika Nabi shallallahu’alaihi wasallam mandi janabah… kemudian menuangkan air diatas kepalanya tiga cidukan dengan tangan kemudian mengguyurkannya keseluruh tubuh.”(HR. Bukhari 240)

Dari Ummu Salamah radhiallahu’anha berkata, “Wahai Rasulullah, aku adalah seorang wanita yang menggelung rambut, apakah aku harus menguraikannya ketika mandi junub?” Beliau menjawab, ‘Tidak, cukup bagimu menuangkan air diatas kepalamu tiga kali kemudian engkau mengguyurkan air ke badanmu, kemudian engkau bersuci.’”(HR. Muslim 497)

Ulama Al-Lajnah Ad-Daimah (lembaga fatwa Saudi Arabia-pen)pernah ditanya (5/315),

Apakah mandi janabah harus menggunakan sabun, kenapa?

Mereka (para ulama)menjawab,

“Seseorang diwajibkan mandi ketika junub dengan air dan tidak diwajibkan baginya menggunakan pembersih seperti sabun dan yang sejenis. Demikianlah yang ditunjukkan oleh sunnah Nabi shallallahu’alaihi wasallam. Akan tetapi jika ingin menggunakannya, tidaklah mengapa.” Demikian wallahu a’lam.

Maraji’: http://www.islamqa.com/ar/ref/163826

Penerjemah: Tim Penerjemah Muslimah.or.id

Donasi dakwah YPIA

12 Comments

  1. wiwit says:

    Sungguh Islam memudahkan ummatnya untuk beribadah dengan mensucikan diri.
    Subhanallah…

  2. nurulaely says:

    Assalaamu’alaikum ;
    ntuk muslimah.or.id
    sudah kami ketahui bahwa sebelum berangkat sholat jum’at ada mandi yang dianjurkan .
    yang menjadi pertanyaan saya ; bagaimana dengan muslimah apakah ada sunnah ntuk mandi (sunnah khusus)di hari jum’at ?
    jazaakumullohu khoir

    • @ Nurulaely
      Wa’alaikumussalam,
      Kewajiban mandi jum’at dibebankan kepada orang yang diwajibkan shalat jum’at. Adapun wanita tidak ada kewajiban untuk shalat jum’at.

  3. Ummu 'Affaf says:

    Di dlm hadist di atas dijelaskan, bahwa Ummu Salamah tdk menguraikan gelungan rambutnya, sedangkan pernah sy baca kalu saat mandi janabah dg menggosok-gosokkan bagian kepala yaitu pd sela-sela rambut.. Kalau di gelung kan sulit utk menggosoknya. Itu bagaimana ya Umm?

  4. Haris says:

    sukron
    admin ane bleh ijin copas ga ?

  5. Azzahra Isabella says:

    Assalamu’alaikum wr wb
    Maaf, saya mau bertanya,
    Mohon maaf, apakah flek yg keluar sebelum haid (berwarna coklat agak pekat) adalah hadats juga atau tidak?
    Sekian pertanyaan saya.
    Terima kasih.
    Wassalamu’alaikum wr wb. :)

  6. logikanya zaman dulu kira2 sabun/shampoo udah ada atau belum?. di pesantren2 juga demikian mereka kalau mandi junub cukup menyebur kedalamm kolam dengan bacaan2 tentunya :)

  7. Nono sugihartono says:

    Afwan,mau tanya apa hukum menerima makanan dari keluarga yg meninggal dunia. Syukran

  8. Firman Hrp says:

    Assalamualaikum Wr. Wb…..
    Ustadt, apakah boleh kalau mandi wajib tidak menghadap KIBLAT..?

  9. santi nuraini says:

    apa yg harus di sucikan terlebih dahulu,ktika sehabis berhubungan dengan suami belum mandi junub,lalu tiba tiba datang haid,yg mana yg harus di sucikan terlebih dahulu,mandi junub dulu/mandi haid dulu???

    • @ santi nuraini

      Setelah berkumpul ukhti mandi junub. Orang yang dalam keadaan junub makrun untuk makan, tidak boleh membaca al Quran, dll. Jika setelahnya haid, maka setelah haid bersih maka mandi wajib (mandi bersuci dari haid)

Leave a Reply