Macam-Macam Najis dan Cara Membersihkannya (3): Madzi dan Wadi, Kotoran Hewan yang Dagingnya Tidak Boleh Dimakan, dan Air Liur Anjing

Madzi dan Wadi

Madzi adalah cairan bening, halus dan lengket yang keluar ketika adanya dorongan syahwat, seperti bercumbu, mengingat jima’ (persetubuhan) atau menginginkannya. Keluarnya madzi tidak memancar dan tidak diakhiri dengan rasa lemas atau kendornya syahwat, bahkan terkadang seseorang tidak merasakan keluarnya madzi. Air ini terjadi pada kaum lelaki maupun kaum wanita, akan tetapi lebih sering pada kaum wanita. Air tersebut adalah najis berdasarkan kesepakatan ulama.

Sedangkan wadi adalah cairan berwarna putih dan kental, biasanya keluar setelah buang air kecil. Air tersebut najis berdasarkan ijma’. (Al-Wajiz, hal. 58; Ensiklopedi Fiqh Wanita, I/25; Ensiklopedi Shalat, I/19; Fiqhus Sunnah, I/48)

Cara membersihkan madzi dan wadi adalah dengan mencuci kemaluan, berdasarkan riwayat dari ‘Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu yang menyuruh Miqdad bin al-Aswad radhiyallahu ‘anhu untuk bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam perihal dirinya yang sering mengeluarkan madzi, dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

يغـسل ذكره ويتـوضأ

“(Hendaklah) dia mencuci kemaluannya dan berwudhu’.” (Shahih, riwayat Bukhari (no. 269), dalam Fat-hul Baari (I/230 no. 132) dan Muslim (no. 303))

Dan apabila air madzi mengenai pakaian, maka cukup dibersihkan dengan menyiramkan air setelapak tangan ke pakaian yang terkena madzi tersebut. Hal ini berdasarkan riwayat Sahl bin Hunaif radhiyallahu ‘anhu, dia bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengenai madzi yang mengenai pakaiannya, maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab,

يكفيك أن تأخذ كفا من ماء فتـنضح به ثو بك حيث ترى أنه قد أصاب منه

“Cukuplah bagimu mengambil air satu telapak tangan, lalu tuangkanlah ke pakaianmu (yang terkena madzi) sampai engkau lihat air tersebut mengenainya (membasahinya).” (Hasan, riwayat Abu Dawud (no. 215), Tirmidzi (no. 115) dan Ibnu Majah (no. 506))

*Catatan:

Mani adalah cairan yang keluar dari kemaluan yang disertai dengan rasa nikmat. Dan keluarnya cairan ini menyebabkan seseorang wajib mandi janabat. Sebagian orang menganggap mani itu najis, akan tetapi menurut pendapat yang kuat hukum mani tidaklah najis. (Lihat Ensiklopedi Shalat, I/19-20; Fiqhus Sunnah, I/49-50)

Kotoran Hewan yang Dagingnya Tidak Boleh Dimakan

Kotoran hewan yang dagingnya tidak boleh dimakan adalah najis, hal ini berdasarkan riwayat dari ‘Abdullah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata,

أراد النبي صلى الله عليه وسلم أن يتبرز. فقال: ائتني بثلاثة أحجار. فو جدت حجرين وروثة فأمسك الحجرين وطرح الروثة, وقال: هي رجس

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam hendak buang air besar, lalu beliau berkata, ‘Bawakan untukku tiga batu!’ Kemudian kudapati untuk beliau dua batu dan satu kotoran. Beliau mengambil dua batu dan melemparkan kotoran, lalu bersabda, ‘Ia kotor lagi keji (najis).’” (Shahih, riwayat Bukhari Shahih-nya(no. 156), Ibnu Majah dalam Shahih-nya (no. 253), Ibnu Khuzaimah dalam Shahih-nya (I/39 no. 70), an-Nasa’i (I/39), Tirmidzi (I/13))

Kata رِجْسٌ bermakna najis.

Dan cara membersihkannya sama dengan membersihkan kotoran manusia (point A).

Air Liur Anjing

Air liur anjing adalah najis. Adapun seluruh tubuh dan bulunya, kecuali mulutnya, pada dasarnya adalah suci. (Ensiklopedi Fiqh Wanita, I/26-27)

Untuk membersihkan air liur anjing yang mengenai benda, maka bisa dilakukan dengan cara mencucinya sebanyak tujuh kali dan cucian pertama dicampur dengan tanah. Jika yang dikenai adalah makanan, maka hendaklah membuang bagian yang terkena air liur tersebut dan yang disekelilingnya, sedang sisanya masih dianggap suci. (Fiqhus Sunnah, I/55)

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

طهـور إناء أحدكم إذا ولغ فيه الكلب أن يغسله سبع مرات أولا هن بالتراب

“Sucinya bejana salah seorang di antara kalian jika dijilati anjing adalah dengan mencucinya sebanyak tujuh kali, dan yang pertama kali dicampur dengan tanah.” (Shahih, riwayat Muslim (no. 279). Lihat juga Shahih Jami’ush Shaghir (no. 3933))

Bersambung insya Allah…

Penyusun: Ummu Sufyan Rahmawaty Woly  bintu Muhammad
Muroja’ah: Ust. Aris Munandar

***
Artikel muslimah.or.id

Kirim Komentar

Mohon memberikan komentar yang sesuai dengan topik artikel. Komentar Anda akan kami review dahulu sebelum ditampilkan.





17 Komentar

  • Bismillah Assalamualaikum… afwan mau tanya bagaimana hukumnya dengan keputihan yang sering dialami pada wanita apakah termasuk dari madzi ??? mohon jawabannya ya.. jazakumulloh

  • wa’alaikumussalam warahmatullah…
    Insya Allah keputihan bukan madzi ukhti. Seperti telah disebutkan di atas, madzi keluar ketika adanya syahwat (insya Allah kalau ukhti sudah menikah, hal ini lebih mudah dipahami : ))

    Sedangkan keputihan berkaitan dengan keadaan rahim seseorang. Wallahu a’lam.

  • semuanya harus dibersihkan

  • Mohon jawabannya, kadang wanita itu kan lewat jalan depan ada keluar seperti angin… apakah itu membatalkan wudhu? terlebih itu agak sering karena bagi wanita yang telah melahirkan…

  • @ Ukhti Rizky Eka K
    Jika memang yang keluar lewat jalan depan (qubul)itu adalah angin seperti halnya angin yang keluar lewat jalan belakang (dzubur) maka ia membatalkan wudhu. Hal ini sebagaimana pendapat jumhur yang berpendapat bahwa angin yang keluar lewat qubul membatalkan wudhu.
    Allahua’lam.

  • afwan, mau tanya. jadi kalau kotoran hewan yang dagingnya boleh dimakan itu najis atau tidak najis ?

  • Tidak najis Ukhti. seperti kotoran ayam, kambing, sapi dan hewan lain yang boleh dimakan semuanya tidak najis.

  • Assalamualaikum,
    teh,,mau tanya…
    berarti kalo tiba tiba ada rangsangan syahwat dan keluar cairan itu madzi ya?
    kalo rangsangan nya diikuti rasa lemas, yang keluar sudah mani atau masih madzi?
    terus kalo masturbasi gitu dalam islam dosa? Apa sama dengan zina?
    Mohon maaf teteh, saya baru belajar
    mohon bimbingannya…
    Jazakillah khair

  • @ Ukhti Reni
    Wa’alaikumussalam warahmatullah..
    1. iya benar. jika diikuti rasa lemas berarti mani.
    2. tentang hukum onani silahkan Ukhti baca artikel ini
    http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/2009/06/hukum-meracap-onani-masturbasi.html
    semoga bermanfaat. wajazakillahukhaira..

  • bagaimana hukumnya madzi ato wadi yang kering

  • @ Budi
    Madzi atau wadzi yang kering tetap dihilangkan dengan mencucinya. Allahu A’lam

  • sucilan hati dan jiwa

  • semua yang kotor harus di bersihkan.

  • @ Cakra
    Tidak harus. Karena tidak semua kotoran itu najis.

  • assalamualaikum…

    mengutip pertanyaan berikut :
    “afwan, mau tanya. jadi kalau kotoran hewan yang dagingnya boleh dimakan itu najis atau tidak najis ?”

    dan jawaban berikut :
    “Tidak najis Ukhti. seperti kotoran ayam, kambing, sapi dan hewan lain yang boleh dimakan semuanya tidak najis.”

    yang ingin saya tanyakan :
    - kalau kotoran cicak itu sebenarnya najis apa tidak?
    - sedangkan kotoran kuda gimana? karena di jalan2 sangat banyak kotoran kuda…
    terimakasih…

  • @ Ruudv
    1. Kotoran cicak tidak najis, silahkan simak penjelasan legkap di audio berikut
    http://muslim.or.id/soal-jawab/soal-31-kotoran-cicak-najis.html
    2. Kuda boleh dimakan-sepengetahuan kami- jadi kotorannya tidak najis.

  • assalamualaikum…
    saya mau tanya…kan terkadang madzi itu keluarnya tidak kita sadari. misal kalo kita lagi sholat rasanya tidak ada apa-apa, namun setelah selesai sholat ternyata keluar mdzi. itu hukumnya gimana a???
    terima kasih atas jawabannya

donasi muslimah
Toko Muslim presiden pulsa Radio Al-Hikmah KonsultasiSyariah.com Donasi Buletin yufid.com
Semarak Ramadhan
Buletin Tauhid

Design by cizkah powered by Wordpress