Macam-Macam Najis dan Cara Membersihkannya (1): Air Kencing dan Kotoran Manusia

Menyucikan kedua najis tersebut dapat dilakukan dengan beberapa cara berikut:

Najis berupa air kencing bayi/anak laki-laki yang belum mengkonsumsi makanan selain ASI, cara membersihkannya adalah dengan memerciki air pada tempat yang terkena air kencing bayi/anak laki-laki tanpa harus dibasuh dan diperas dengan tangan. Adapun jika anak tersebut sudah mengkonsumsi makanan lain disamping ASI, maka bagian yang terkena air kencingnya harus dicuci. Sementara untuk anak perempuan, maka kewajibannya adalah mencuci bagian yang terkena air kencingnya, baik dia belum mengkonsumsi makanan ataupun sudah.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

بول الغلام ينضح وبول الجار يه يغسل. (وهذا ما لم يطعما فإذا طعما غسلا جميعا

“Kencing anak laki-laki itu dengan diperciki, sedangkan kencing anak perempuan dengan dicuci. (Hal ini dilakukan selama keduanya belum mengkonsumsi makanan. Adapun bila sudah mengkonsumsi makanan, maka harus dibasuh kedua-duanya).” (Shahih, riwayat Ahmad dalam Al-Musnad (I/76), Abu Dawud (no. 377), Tirmidzi (no. 610), Ibnu Majah (no. 525). Adapun lafazh di dalam kurung merupakan riwayat Abu Dawud (no.378))

Najis yang mengenai bagian bawah sandal/sepatu, cara membersihkannya adalah dengan mengusap-usapkannya ke tanah, sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

إذا وطئ أحدكم بنعله الأذى فإن التراب له طهور

“Jika salah seorang di antara kalian menginjak kotoran dengan sandalnya, sesungguhnya tanah itu dapat menyucikannya.” (Shahih, riwayat Abu Dawud (no. 383) dan Tirmidzi (no. 143))

Najis yang menempel pada ujung pakaian wanita akan disucikan oleh tanah yang berikutnya, sebagaimana keterangan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

يطهره ما بعده

“Ia (ujung pakaian wanita) disucikan oleh tanah sesudahnya.” (Shahih, riwayat Ibnu Majah dalam Shahih-nya (no. 430), Malik dalam Muwaththa’ (no. 44), Abu Dawud dalam ‘Aunul Ma’bud (II/44 no. 379), Tirmidzi (no. 143))

Najis yang mengenai lantai atau karpet, cara membersihkannya adalah dengan membuang kotorannya kemudian bekasnya disiram dengan air hingga bersih. Sedangkan untuk najis berupa air kencing, maka cukup dengan memperbanyak siraman air kepada bagian yang terkena najis tersebut. Sebagaimana perintah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada para sahabat ketika ada seorang arab badui yang kencing di dalam masjid,

دعوه وهريقوا على بوله سجلا من ماء أو ذنوبا من ماء فإنما بعثتـم ميسرين ولم تبعثوا معسرين

“Biarkanlah orang itu, dan siramkanlah satu timba air atau satu ember air pada bagian yang terkena kencingnya karena sesungguhnya kalian diutus untuk memberi kemudahan dan tidak diutus untuk memberikan kesulitan.” (Shahih, riwayat Bukhari (no. 220) dan Muslim (no. 284))

Istinja’ atau istijmar juga dapat membersihkan kedua najis (air kencing dan kotoran manusia) tersebut. Istinja’ adalah bersuci dengan menggunakan air, dan istijmar adalah bersuci dengan menggunakan benda padat, seperti batu, tissue, sapu tangan, kayu, dan semacamnya. Istinja’ terdapat tiga tingkatan, yaitu:

  1. Istinja’ dengan batu kemudian istinja’ dengan air. Tingkatan ini paling sempurna tanpa adanya kesulitan dan madharat.
  2. Istinja’ dengan air saja.
  3. Istinja’ dengan batu saja (istijmar), dan harus dilakukan dengan tiga batu, tidak boleh kurang. Yang lebih afdhal adalah jumlah ganjil jika batu-batu itu suci. (Ensiklopedi Shalat, I/46)

Bersambung insya Allah…

Penyusun: Ummu Sufyan Rahmawaty Woly  bintu Muhammad
Muroja’ah: Ust. Aris Munandar

***
Artikel muslimah.or.id

Donasi dakwah YPIA

39 Comments

  1. ega says:

    assalamu’alaikum wr.wb.
    ummu, saya mau tanya ttg bagaimana cara bersuci dari percikan air kencing orang dewasa laki2 & perempuan?

  2. budi says:

    Afawan, bagaimana hukumnya kalo kita menyentuh kain atau benda yang sebelumnya terkena kencing (Najis) tetapi kencing tersebut sudah kering,apakah tetap najis?maksudnya apa harus wudhu lagi? syukron

  3. Ummu Hamzah says:

    assalamu’alaikum..
    ustdz/ustadzah,
    1. bagaimana jika kencing anak balita mengenai tempat tidur atau sprei dan kemudian kering sebelum dicuci lalu kita tidur di atasnya sesudah kering, apakah pakaian kita suci untuk shalat?

    2. baju terkena muntah (orang dewasa atau anak2 sucikah untuk shalat?

    3. apakah muntah membatalkan wudhu?

    jazakumullah khairan

    • @ Ukhti Ummu Hamzah
      Wa’alaikumussalam warahmatullah,
      1. Jika sifat najis (bau,rasa dan warna) telah hilang maka benda yang terkena najis tersebut kembali menjadi suci.
      2. Menurut pendapat yang peling kuat, muntah bukanlah najis. Inilah pendapat Syaikhul Islam dan Ibnu Hazm rahimahumullah.
      3. Tidak membatalkan wudhu, tidak diwajibkan berwudhu setelah muntah, namun disunnahkan wudhu setelah muntah.
      Allahua’lam

  4. bahril Kirom says:

    al adatu al muhakamah….

  5. Boby says:

    apakah benda yang terkena najis air kencing harus dialiri air? boleh kah dilap dengan kain basah saja? misal untuk barang2 elektronik tidak boleh dialiri air, lantai dll.

    apakah benda yang terkena air kencing lalu kering dapat menularkan najis kepada kaki jika dilewati dengan keadaan basah?

  6. Widya says:

    Asw. saya mau tanya.
    waktu itu lantai rmh terkena najis tpi tdk saya sucikan dengan air smpi sekarang. jdi bgaimana status lantainya? kan skrg sdh tdk ada lgi dan kering. apakah masih najis? krna sdh lama. bgimana mensucikannya?
    mhon bantuan.
    wassalam.

    • @ Widya
      Para ulama berbeda-beda pendapat tentang masalah ini. Dan pendapat yang paling benar sebagaimana hal ini ditegaskan Syaikh Utsaimin dlm Syarh Mumti bahwasanya benda yang terkena najis bisa kembali suci jika dzat najis itu sendiri sudah hilang baik karena terkena angin, sinar matahari atau siraman air hujan. jadi untuk kasus yang Saudari paparkan lantai tersebut sudah suci dengan sendirinya karena dzat najis sudah tidak ada. Allahu A’lam
      Sekedar mengingatkan alangkah banyak pahala yang kita dapat jika menulis salam dengan kalimat yang sempurna.

  7. yuni eka suarni says:

    asslm’alkum wr.wb…
    mau tanya,. bagaimana cara menghilangkan najis (kencing) di kasur, mksdx kasurnya dikencingin bgtu,.??
    mksi,.
    wasslm’alakum wr.wb…

    • @ Yuni
      Wa’alaikumussalam,
      Benda yang terkena najis dan najisnya sudah kering dan dzatnya telah hilang baik karena terkena sinar matahari, angin maka otomatis benda tersebut kembali suci dengan sendirinya. Demikianlah perndapat terkuat diantara pendapat para ulama. AllahuA’lam

  8. lana suta says:

    saya bingung kepada ulama .ko bisa merka berbedea pendapat .tentang menghalalkan dan mengharamkan sesuatu ……. contohnya tentang musik. sedangkan yg saya liat sekarang banyak kiyai ceramah di iringi musik

    • @ Lana Suta
      Jika Anda belajar agama dengan benar insyaallah tidak ada lagi yang akan dibingungkan. Yang menjadi patokan dalam beragama adalah dalil dan dalil itu ada 4 (Al Qur’an, hadits, ijma ulama dan qiyas). Adapun perbuatan kiyai bukanlah dalil sama sekali apalagi kiayai yang berlumuran perbuatan maksiat lebih-lebih bid’ah.

  9. Indra says:

    Asslm ‘laikum wr.wb..,
    saya mau tanya ustadz,apakah najis mugholadzhoh yang sudah kering dapat di hukumi suci.?m0hon jawbnya uztadz.Wasslm ‘laikum wr.wb…

  10. widi says:

    Assalamualaikum Wr.Wb
    Kami mau bertanya, lantai rumah kami terkena air kencing anak wanita yg berumur 5 th, setelah itu pembantu kami langsung mengepel lantai yang sdh terkena air kencing itu, pertanyaan kami apakah lantai kami masih najis, dan bagaimana cara menghilangkan najis tersebut, Terima kasih, Wassalamaualaikum Wr.Wb

  11. mhajirin says:

    assalamualaikum

    gimana kalau cuci baju yang terkena najis ,,
    tapi dengan cara bukan dialiri dengan air
    melainkan bajunya kita celup-celup atau di rendam ..
    apakah air rendaman tsb menjadi najis?ataukah tidak

    bisa tak cuci baju macam tu(celup2)?

    • @ mhajirin
      ??????????? ?????????? ?????????? ????? ?????????????
      Air tsb mnjadi najis jika sifatnya telah brubah. Adapun baju yg dicuci dg cara dicelup-celup maka boleh-boleh saja asalkan najisnya telah hilang.

  12. alex says:

    assalamualaikum wr wb

    sebelumnya mohon maaf jika tulisan ini menyinggung perasaan saudara seislam. ketika saya baca komentar-komentar dan pertanyaan di atas. saudara menuliskan “Sekedar mengingatkan alangkah banyak pahala yang kita dapat jika menulis salam dengan kalimat yang sempurna.”

    akan tetapi sauadara sendiri tidak menjawabnya. padahal mengucapkan salam itu sunah sedang menjawab hukumnya lebih berat, artinya wajib hukumnya.

    dan saya juga masi banyak salah. sebagai saudara seislam saya hanya mengingatkan saja. dalam QS. al-Ashr “Nasehat menasehati dalam kebaikan dan kesabaran”.

    wassalamualaikum wr wb

  13. retno says:

    bagaimana cara membersihkan jika terkena najis bayi laki-laki 2bln yang masih full asi,,tetapi pernah sekali diberi air putih satu sendok oleh khodimat saya?terima kasih

  14. Azka says:

    Assalamualaikum Wr.Wb.
    1.)Ummu saya mau nanya. kalo misalnya sepetu bagian dalam kitakena najis terus cara mensucikannya cuma didiamkan saja hanya terkena angin dan sinar matahari.apakah sepatu sudah jadi suci??
    2.)kalo kita udah keluar dari kamar mandi habis kencing, kemudian kita keluar kamar mandi dan merasa keluar lagi, cairan itu sudah keluar dari lubang kencingnya dan hanya sedikit. tetapi belum menetes. apakah cairan itu suci jika kita dalam keadaan sakit maupun sembuh???? mohon jawabannya ummu

  15. nanang says:

    terima kasih telah berbagi ilmu moga bermanfaat,

  16. nanang says:

    terimakasih moga bermanfaat,

  17. khairul says:

    saya baca dri jwban saudara brarti setelah kencing bole tidak kita cuci kemaluan,memadai dengan kita tunggu sampai kering saja trus jdi suci gitu…

  18. ummi says:

    jika menyentuh kotoran yg kering dan tidak meninggalkan bekas saat shalat apakah sholatnya batal??

  19. tri says:

    Assalamualaikm wr.wb
    Saya mau tanya kalo waktu solat, terus terkena kotoran cicak trus saya tau setelah solatnya selesai. Apakah saya harus mengulang solat saya?

  20. dyah says:

    trimaksih… atas informasinya

  21. dwi says:

    Sukron…

  22. zahra says:

    salam..

    bagaimana hukum nya minyak goreng yg terkena kotoran cicak.?

  23. ummi kunigawa says:

    assalamu’alaikum..

    ummi mo nanya,
    kalo mencuci baju bayi yang terkena pipis boleh ga digabung dengan mencuci baju orang dewasa?
    apakah baju yang dicuci bersamaan dengan baju yang terkena najis, boleh digunakan untuk sholat (setelah kering) ?

    jazzakallah.
    wasaalamualaikum..

  24. rosid says:

    aslamuaalaikum..
    bagaimana cara membersihkan nakjis(darah) yang melekat di kasur
    ??

  25. ackqu shemud chiliq says:

    bagaimana kalau lntai yg trkena pipis bayi lki”… digunakan sholat tp di lapisi tikar baru sjadah.. apakah itu msh najis ???

  26. handri says:

    Assalamualaikum
    ustd sy mau tanya tentang bayi, apakah harus istinjak (diceboki) dengan air saat dia ngompol.? soalnya jika diceboki nanti malah membangunkannya saat bayi itu tertidur.

    • @ Handri
      Wa’alaikumussalam,
      Pertama,perlu kami sampaikan anak kecil terlebih lagi bila masih bayi tentunya belum bisa dikatakan baligh sehingga anak tersebut belum terbebani aturan syariat seperti halnya berkewajiban istinja’ setelah buang air. Namun demikian membersihkan kencing bayi adalah hal yang patut dilakukan orangtua untuk menjaga kebersihan dan kesehatan si bayi dan inilah kewajiban mereka. Membersihkan nya tidak harus dicebok tapi bisa dilap dengan tisue basah atau kain himgga hilanglah kotoran-kotoran yang menempel dikulit bayi atau mungkin cuma diganti celananya saja jika dikhawatirkan mengganggu tidur si anak.
      Kedua,istinja’ itu dengan dua cara pertama bisa dengan batu,tisue,atau benda-benda lain yang bisa menghilangkan najis kecuali benda yang dilarang untuk beristinja’ dan kedua dengan air. maka jika orangtua sudah membersihkan kencing bayi dengan tisu atau kain dan sudah hilang najisnya maka sudah cukup dikatakan istinja’. AllahuA’lam

  27. Ibnu Fajri says:

    Assalamualaikum W.W

    Mohon tanya Ummu, anak saya perempuan berumur 3 tahun pipis di celana ketika berada di dalam masjid. Setelah dicari bekas ngompol atau pipis yang menetes ke karpet masjid tidak terlihat. Dalam pikiran saya sich bakal ada karpet masjid yang terkena oleh rembesan pipis tersebut.

    Pertanyaan nya :
    1. Apakah wajib saya mencuci karpet tersebut walau ragu akan kena pipis?
    2. Jika saya hendak mencuci karpet tersebut, apakah harus di bongkar dan dikeluarkan dari dalam masjid, trus dicuci seperti pakaian trus dijemur sampai kering? Atau apakah bisa dicuci dengan memngusap pakai kain basah yang diberi detergen?
    3. Karena ini kejadiannya sdh ahmpir satu bulan, dan hari kemaren saya check tidak ada yg bau pipis dan atau sdh kembali suci

  28. Alya says:

    Assalaamu’alaikum. jika baju/celana terkena air seni manusia, sudah d cuci berkali-kali pakai sabun dan di kucek berkali-kali namun belum hilang baunya, lalu d masukkan k dalam plastik yg d dalamnya ada baju kotor, stelah d buka bau trsebut hilang, bgaimana hukumnya? Apakah msh najis? Bagaimna dgn plastik dan pakaian d dalamnya? Apakah trmasuk najis jg? Mohon d jawab krn saya sgt bingung, syukran, Wassalaamu’alaikum

  29. Sara says:

    Assalamualaikum,
    Saya mau tanya apakah seorang wanita boleh mandi tanpa baju di dalam kamar mandi? Saya merasa bersalah di dalam hati ketika mandi oleh karena itu mohon dijawab. Terima kasih.

  30. asrul says:

    assalamualaikum
    apakah hukum percikan didalam kamar mandi

Leave a Reply