Hukum Cadar: Kesimpulan Antara 2 Pendapat Ulama (5)

Pertama, wanita menutup wajahnya bukanlah sesuatu yang aneh di zaman kenabian. Karena hal itu dilakukan oleh ummahatul mukminin (para istri Rasulullah) dan sebagian para wanita sahabat. Sehingga merupakan sesuatu yang disyariatkan dan keutamaan.


Kedua, membuka wajah juga dilakukan oleh sebagian sahabiah. Bahkan hingga akhir masa kehidupan Nabi shallallahu ‘alaihin wa sallam, dan berlanjut pada perbuatan wanita-wanita pada zaman setelahnya.

Ketiga, seorang muslim tidak boleh merendahkan wanita yang menutup wajahnya dan tidak boleh menganggapnya berlebihan.

Keempat, dalil-dalil yang disebutkan para ulama yang mewajibkan cadar begitu kuat; menunjukkan kewajiban wanita untuk berhijab (menutupi diri dari laki-laki) dan berjilbab serta menutupi perhiasannya secara umum. Dalil-dalil yang disebutkan para ulama yang tidak mewajibkan cadar begitu kuat; menunjukkan bahwa wajah dan telapak tangan wanita bukan aurat yang harus ditutup.

Inilah jawaban kami tentang masalah cadar bagi wanita. Mudah-mudahan kaum muslimin dapat saling memahami permasalahan ini dengan sebaik-baiknya. Wallahu a’lam bishshawwab.

Baca Artikel Sebelumnya:
Dalil yang mensunnahkan cadar adalah sebagai berikut:
http://muslimah.or.id/fikih/hukum-cadar-dalil-dalil-ulama-yang-tidak-mewajibkan-3.html
http://muslimah.or.id/fikih/hukum-cadar-dalil-dalil-ulama-yang-tidak-mewajibkan-4.html
Sedangkan dalil-dalil yang mewajibkan cadar adalah sebagai berikut:
http://muslimah.or.id/fikih/hukum-cadar-dalil-dalil-ulama-yang-mewajibkan-1.html
http://muslimah.or.id/fikih/hukum-cadar-dalil-dalil-ulama-yang-mewajibkan-2.html

***

Penulis: Ustadz Kholid Syamhudi, Lc.
Sumber: Kumpulan tulisan ustadz Kholid Syamhudi
Dipublikasikan kembali oleh www.muslimah.or.id

Donasi dakwah YPIA

171 Comments

  1. del_milano says:

    assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh…
    Sangat menarik artikel yang ustadz tampilkan dalam beberapa halaman website ini. Ustadz mengutarakan pendapat para ulama yang berhubungan dengan cadar dan mengutarakan bagaimana dalil mereka, jazakumullah khairal jaza’. Namun saya melihat – dari kacamata seorang yang awam dg mslh agama- ustadz agak “kurang adil” dalam memposisikan diri dalam melihat perbedaan ulama ini. Ketika ustadz mengutarakan dalil ulama yang mewajibkan cadar, dari sekian dalil yang ada tidak ada satupun komentar ataupun kritik terhadap dalil tersebut, sementara ustadz “sangat bersemangat” memberikan komentar terhadap dalil yang dikemukakan oleh ulama yang tidak mewajibkan cadar. Dari hal ini saya menangkap kesan, ustadz sudah memiliki posisi tertentu terlebih dahulu kemudian baru “mencari” dalil yang mendukung posisi ustadz tersebut. Tentu ini akan menimbulkan sikap subjektif ketika membahas suatu permasalahan termasuk masalah cadar. Hal ini pernah saya dengar juga dari teman yang mengerti dalam ilmu perbandingan mazhab dan fiqh, bahwa kritik dilakukan terhadap semua dalil yang dipakai oleh masing-masing pihak yang berbeda pendapat.
    Barangkali alangkah baiknya ustadz mengutarakan apa adanya pendapat ulama yang ada beserta dalilnya, baru kemudian dg objektif dilakukan kritik terhadap dalil yang dipakai oleh para ulama tersebut sehingga didapat kesimpulan yang kuat terlepas dari sikap subjektif.
    Terakhir, permohonan maaf saya kpd ustadz kalau ada ungkapan yang tidak berkenan. Mdh2an ustadz ada waktu untuk mengomentari pendapat saya ini. Terimaksih.
    wassalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh…

  2. Ummu Khumaira says:

    “Dalil-dalil yang disebutkan para ulama yang tidak mewajibkan cadar begitu kuat; menunjukkan bahwa wajah dan telapak tangan wanita bukan aurat yang harus ditutup.”

    Mohon maaf, maksudnya seperti saat kita ber-ihrom ya? karena pada saar ber-ihrom (baik pada saat mengerjakan umroh maupun haji) wajah wanita & telapak tangan bagian dalam harus terbuka. malah beberapa wanita yg dalam kondisi batuk, sering ragu untuk menggunakan masker kesehatan karena takut ihrom nya tidak sah.

    terima kasih,
    Wassalammu’alaykum wr.wb.

  3. ummu mu'adz says:

    assalamu’alaikum,
    Klo ana cenderung ke ulama yang berpendapat cadar sunnah,but jk sikon mendukung ana pake,klo tak mendukung ana nggak pake.

  4. Abu alif says:

    Izin share ya akhi…

  5. najmi says:

    Assalamualaikum…

    ustadz,ana ingin sekali memakai cadar sebagai bntuk kesempurnaan dalam menutup aurat dan meminimalisir fitnah yang timbul, InsyaAllah.
    Tapi org tua sangat melarang keras keinginan ana tersebut.selama ini ortu beranggapan bahwa wanita2 bercadar itu sangat identik dgn teroris.padahal ana prnah mengatakan pda mreka, bahwa tidak semua wanita bercadar ikut dalam tindakan troris.mereka hanya menjalankan sunnah yg juga kita yakini.
    akhirnya ana memakai cadar tanpa sepengetahuan org tua ana.
    skrg ana tinggal di lingkungan salaf, jdi ana dengan leluasa memakai cadar.tp jika pulang ke kampung ( masyarakat kampung ana blom familiar dgn cadar n kbanyakan masih menganggap negatif wanita bercadar), ana terpaksa melepaskan cadar.
    dosakah ana yang tidak berterus terang kpada ortu, durhaka kah ana yg melanggar larangan mereka?dan dosakah ana yang terkesan bongkar pasang cadar???mohon sekali nasehatnya
    mohon dikirim juga ke email ana.

    syukron wa jazakallah khoir

  6. rahmmat djafar says:

    ikhwah fillahi….
    jazakumullahu kher atas keingintahuan antum semua mengenai hukum bercadar, itun artinya bahwa kita masih memiliki perhatian bsar atas hukum Allah ini. saya ingin mengutarakan sedikit dari apa yang ana fahami tentang surah An-Nur yang Allah mewajibkan di dalamnya untuk kaum laki agar menundukan pandangan mereka. itu adalah sebuah dalil yang kuat bahwa seandainya hukum cadar adalah wajib, maka Allah swt. tidak akan menyuruh kaum laki2 untuk menundukan pandangan mereka. antum bisa baca dalam penjelasan dalam kitab TAFSIR AYATUL AHKAM karangan Imam As-Shobuni. wallahu a’lam bis showab.

  7. willy says:

    assalamualaikum warohmatullahi wabarokatu…

    hukum cadar..??? Mubah..!!!

    jika wajib:
    tentu lebih wajib lagi digunakan ketika shalat..!!! adakah ulama yang membatalkan shalat wanita tanpa cadar?? (ayo jawab hai org2 yg berlebih2an dlm msalah agama) pada hal tidak sah shalat tanpa menutup aurat!!
    tentu semua sahabiah memakainya!! tidak hanya sebagian.Bukankah sahabiah org yg antusias mengamalkan sunnah rasul??? katanya antum bermanhaj shalafussaleh?? jk benar maka ini jg termasuk sebagian dalil bahwa cadar tidak wajib…
    tidak ada dalil yg shahih mengenai ancaman bagi wanita yg tdk memakai cadar (apalagi sebagian sahabiah),dlm ilmu fiqh berarti ini menunjukan sesuatu yg tdk wajib….

    Ingin bantahan sesuai AlQuran & Assunnah?? Lihat jilbab almar’ah almuslimah karya syeikh Albani yg yg hujahnya begitu kuat yg disembunyikan oleh penulis..!!!

    telah rusak agama ini karena org2 yg berlebih2an dlm mslah agama (ghuluw) karena mewajibkan sesuatu yg tdk diwajibkan Allah & Rasul-Nya….

    kusus bagi Ustadz Kholid Syamhudi, Lc.Mohon ketika menyampaikan pendapat Ulama,sampaikanlah apa adanya dan bersikap netral baru merajih pendapat yg kuat. Jgn hanya “semangat” mengkritik salah satu pendapat. Dlm berdakwah janganlah mengecoh umat!! Bertaqwalah pada Allah..
    semoga Allah memberi hidayah pada antum!!!!

    • @ Willy
      Wa’alaikumussalam warahmatullah wabarakatuh,
      Sepertinya Anda belum memahami apa yang disampaikan Ustadz Khalid Syamhudi diartikel diatas. Kami berharap Anda membaca tulisan beliau kembali dengan seksama. Barakallahu fik.

  8. Hidayat says:

    Assalaamu ‘alaykum,
    Saya sudah membaca buku Jilbab Wanita Muslimah, yang ditulis oleh Syekh Albani rahimahullah, versi terjemahan dalam bahasa Indonesia dengan penerbit Media Hidayah. Mulai halaman 118 disebutkan tentang hukum menutup wajah.
    Ada satu pertanyaan, yang menurut saya belum jelas diterangkan di buku tersebut. Yaitu, apa hukum menutup wajah (dan juga telapak tangan) buat isteri-isteri Rasulullah sholallahu ‘alaihi wa salam? Apakah sunnah atau wajib?
    Mungkin muslimah.or.id bisa menjelaskan. Jazaakumullah khoiron katsiiroo..

    Wassalaamu ‘alaykum.

  9. Hidayat says:

    @muslimah.or.id
    Terima kasih atas jawabannya. Tetapi yang saya tanyakan hanyalah tentang Hukum cadar buat isteri-isteri Rasulullah sholallahu ‘alaihi wa salaam menurut Syekh Albani. Atau, berarti memang hukum cadar antara semua wanita dengan isteri Rasulullah shollahu ‘alaihi wa salam menurut Syekh Albani rahimahullah adalah sama, yaitu Sunnah Muakkad.

    @Willy.
    Anda sepertinya kurang cermat membaca. Anda menganjurkan membaca buku Syekh Albani. Padahal dalil-dalil ulama yang men-sunnah-kan di artikel ini, diambil dari buku Syekh Albani.
    Anda bilang hukum cadar adalah mubah. Padahal menurut Syekh Albni rahimahullah, hukum cadar adalah sunnah muakkad. Sepertinya anda juga kurang cermat membaca bukunya Syekh Albani rahimahullah.

  10. sari says:

    assalamu’alaykum warohmatullohi wabarokatuh..
    pertanyaan saya tidak jauh dari ulasan ukhti najmi sebelumnya..perihal orang tua tidak membolehkan memakai cadar karena identik dengan teroris.dan beliau pernah berkata tidak ridho jika saya terlihat ekstrim di matanya.
    saya sendiri mencoba belajar salafi tanpa sepengetahuan orang tua.beliau tidak suka kalau saya mengikuti ajaran yg dianggapnya ekstrim..saya berusaha memantapkan iman saya. suami juga menganjurkan saya bercadar..tapi hati ini ragu karna takut menyakiti hati orangtua..kebetulan saya masih bertemu cukup intensif dengan orang tua..
    baiknya bagaimana kalau ternyata hukumnya sunnah…
    jazakallah khairon katsiron..

  11. willy says:

    assalamualaikum warohmatullahi wabarokatu…

    @muslimah
    ana sudah membacanya berkali-kali & memberikan pilihan kepada pembaca sesuai dengan keyakinan masing-masing…
    tp yg jd masalahnya adalah ketika ustadz mengutarakan dalil ulama yang mewajibkan cadar, dari sekian dalil yang ada tidak ada satupun komentar ataupun kritik terhadap dalil tersebut, sementara ustadz “sangat bersemangat” memberikan komentar terhadap dalil yang dikemukakan oleh ulama yang tidak mewajibkan cadar pd hal hujahnya begitu kuat yg disembunyikan oleh penulis..!!!

    @hidayat
    afwan..
    Anda sepertinya yg kurang cermat membaca….
    1.”mubah” tu mnurut ana
    2.klo pendapat syeikh albani dlm kitab Jilbab Al-Mar`ah Al-Muslimah fi Al-Kitab wa As-Sunnahal hukum cadar “sunnah (mustahab)” bukan seperti kata antum “Sunnah Muakkad” (hati-hati antum bisa memfitnah syeikh albani secara tdk sngaja).!!!!
    3.yg jls hukum cadar tdk wajib
    4.lihat juga: Ar-Radd Al-Mufhim Hukum Cadar (Ar-Radd Al-Mufhim ‘Ala Man Khalafa Al-‘Ulama wa Tasyaddada wa Ta’ashshaba wa Alzama Al-Mar`ah bi Satri Wajhiha wa Kaffayha wa Awjaba)karya syaikh albani yg hujahnya begitu kuat….

    Innahu sunnatun wa mustahabbun. Ia adalah sunnah lagi disukai, begitulah ucapan kita tentang cadar…………

    • @ Willy
      Wa’alaikumussalam warahmatullah wabarakatuh,
      Semoga diskusi kita kali ini diskusi yang benar-benar membawa ilmu yang bermanfaat dengan tujuan tidak lain dan tidak bukan hanya untuk mencari kebenaran bukan pembenaran.
      Pertama, perlu untuk diketahui bahwa masalah ini yaitu hukum tentang cadar termasuk permasalahan yang masuk dalam ranah ijtihadiyyah. Jadi siapa saja yang mengikuti salah satu pendapat berpedoman dengan dalil yang dibawakan dan meyakini dalil tersebut sebagai dalil yang kuat maka tidak selayaknya mencaci saudaranya yang berbeda pendapat dengannya dimana iapun juga telah memilih pendapatnya berdasar dalil yang yakini sebagai dalil yang kuat. Perlu diingat saudaraku kaidah fikih mengatakan laa inkara fi masaail ijtihadi “Tidak ada nahi munkar dalam permasalahan ijtihadiyyah”. Sehingga tidak selayaknya kita mencegah atau mengingkari saudara kita yang berbeda pendapat dengan kita. Hal ini jika memang Ustadz Khalid Syamhudi berpendapat sebagaimana yang Anda sangka. Namun dalam pemahaman kami, dalam artikel-artikel yang beliau tulis, beliau hanya sebatas memaparkan dali-dalil ulama yang mewajibkan dan ulama yang mensunnahkan tanpa mentarjih (menguatkan) salah satu pendapat. Kesimpulan ini bisa dibaca pada pernyataan beliau di artikel diatas. Mohon dicermati lagi.

      Kedua, tentang istilah mubah dan mandzub. Tentu kedua istilah ini memiliki makna yang sangat berbeda. Mubah menurut pakar fikih bermaksud segala sesuatu yang tidak ada kaitannya dengan perintah dan larangan. Adpun mandzub bermakna segala sesuatu yang diperintahkan oleh syariat tanpa ada keharusan dan diberi pahala bagi yang mengerjakannya semata-mata karena mengikuti perintah Allah dan tidak ada dosa bagi yang meninggalkannya. (Lihat Ushul min ‘Ilmi Ushul). Dan seyogyanya tidaklah seseorang berpendapat kecuali ada ulama yang mendahuluinya. Adakah ulama yang menghukumi cadar hanya mubah saja? ingatlah saudaraku jika kita memilih suatu pendapat maka wajib berdasarkan dalil. Mana dalil yang mengatakan hukum cadar adalah mubah? Benarlah apa yang dikatakan Abdullah Ibnul Mubarak, “Sanad adalah bagian dari agama. Jika tanpa sanad maka orang akan berkata semaunya”
      Demikian semoga menambah pemahaman. Allahu A’lam

  12. Qadhafi says:

    saya kalo melihat wanita bercadar rasanya segan kali untuk menyapa sangkin terhormatnya dia di mata saya! SUBHANALLAH!

  13. Khusnul Khotimah says:

    Na’am…karena wajah adalah fitnah terbesar, mangkanya hrs ditutup..

  14. Indra says:

    Assalamualaikum…

    Mmm… ana jd binggung!!!!

    @willy
    akhi willy, hujjah antum bgitu ilmiah, kuat & membuka pikiran yg jumud (kaku)…
    dlm beragama ana hanya mlihat pd dalil & hujjah, tdk pd org! sehingga qt tdk ikut2n pd ketergelinciran fatwa yg qt anggap “ulama”..
    bwt akhi willy ana ucapkan “jazakallahu khairan”..

    @ muslimah
    apakah pendapat ukhti muslimah (mf jk bkn ukhti) ttg niqab (cadar)..?? wjib atau tdk..??
    apakah ukti pke niqab ktika shalat..?? trus mnurut ukti, bgaimana hukum shalat tanpa niqab..?? apa yg ukhti ktakan pd sebagian sahabiyah yg tdk bercadar..??
    Mhn jwbn ukhti yg jujur trhadap ana “si penuntut ilmu”..
    sukran!!!

  15. willy says:

    @muslimah
    ana akan jawab syubhatnya seringkas mngkin..
    1.Adakah ulama yang menghukumi cadar hanya mubah saja?
    2.ingatlah saudaraku jika kita memilih suatu pendapat maka wajib berdasarkan dalil. Mana dalil yang mengatakan hukum cadar adalah mubah?
    jawab :
    1.”…mengharamkan apa yg dimubahkan oleh Allah bagi kaum wanita, yaitu membuka bagian wajah….” (jilbab al mar’ah al muslimah oleh Syaikh Albani edisi Indonesia terbitan attibyan hal.38 mukadimah cetakan kedua) mubah disini tdk perlu ana terangkan krn anda telah mngetahui mksudnya…
    2.teramat bnyak dalil dr alquran & hadits slah satunya kisah Al Fadhl bin Abbas ra. Bahwa wanita khats,am minta ftwa pd Nabi SAW swktu hji wada’ sedangkan Al Fadhl brada dkat Nabi…Lalu Nabi pun memberi fatwa..Al Fadhl memandang wanita itu. Kecantikanya amat menarik hatinya kemudian Rasulullah memegang dagunya & memalingkanya ke arah lain (kisah lengkap lihat: Bukhari (III/295;IV/54;XI/8), Muslim (IV/101), Abu Daud (I/286), Annasai (II/5), Ibnu Hazm (III/218), Ibnu Majah,Muslim & Baihaqi)
    Apakah perlu ana jelaskn ttg kandungan hadits ini?? Rasanya anda sudah paham!!!

    Anda bilang “hukum tentang cadar termasuk permasalahan yang masuk dalam ranah ijtihadiyyah.” Mana buktinya ulama salaf atau mahdzab yg berpendapat wajah wanita adalah aurat..???
    Mewajibkan wanita menutup wajah & telapak tangan jelas menyelisihi para ulama, bersikap keras & fanatik (ghuluw)..!!

    @Khusnul Khotimah
    jk bnr kata khusnul tentu tdk hanya wanita yg msti brcadar tp jg laki-laki(krn jg memiliki wajah)Bukankah khusnul beralasan wajah merupakan fitnah terbesar..??
    Jk dmikian tentu Allah mewajibkan cadar tp coba liat QS.Annur:31. tu adalah slahstu ayat yg memerintahkan mnundukkan pandangan…
    solusinya adalah kita mesti menundukan pndangan sbagaimana yg dperintahakn Allah!! bukan mengada2 (bid’ah) dlm mslah agama…

    Allahualam…

  16. achalamualaicoem…..

    mohon dong d sebukan dalil-dalil yg d sebutkan para ulama tentang wajibnya memakai cadar dan dalil-dalil yang tidak memakai cadar…

    trimakasih…

    wasallam

  17. aminah says:

    saya agak bingung untuk memakai cadar tapi ada keinginan…cmn kondisi saya seprtinya tidak memungkinkan,saya seorang PNS dan PNS dikota saya tidak ada yg bercadar,dan dilingkungan saya jga tidak ada,jadi saya rgu,bingung untuk mau memakainya tapi disatu sisi suami saya ingin sekali saya bercadar.apakah saya durhaka kepada suami saya….

    • @ Aminah

      Kepada Ukhti Aminah dan muslimah lainnya, kami ingin berbagi semangat melalui sebuah hadits,

      مَنْ سَنَّ فِي الْإِسْلَامِ سُنَّةً حَسَنَةً فَلَهُ أَجْرُهَا وَأَجْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا بَعْدَهُ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْءٌ

      “Barang siapa yang membuat contoh yang baik dalam Islam, maka ia mendapatkan pahalanya dan pahala orang yang mengamalkannya setelahnya, tanpa mengurangi pahala mereka (orang yang mengamalkan), sedikit pun ….” (HR. Muslim, Ahmad, An-Nasa’i, At-Tirmidzi, dan Ibnu Majah)

      Jika belum ada yang memakai cadar di lingkungan Ukhti, mudah-mudahan dengan bercadarnya Ukhti, mereka pun akan ikut mengamalkan syariat cadar ini. Semoga Allah mudahkan urusan ini bagi Ukhti Aminah dan muslimah yang lain. Allahul musta’an ….

  18. aminah says:

    bismillah…doakan saya ya mudah-mudahan dapat secepat memakai cadar, dan jalannya menuju kesana dipermudahkan….

  19. tiffany says:

    anak kecil boleh pake cadar ngga sih? soalnya saya liat orang2 pake cadar keren gitu lho,beneran. terima kasih.

    • @tiffany
      Anak kecil tentu saja boleh memakai cadar. Tapi hendaknya dengan niat yang lebih baik, yaitu ikhlas karena Allah semata. Kalau niat supaya “keren” tentu tidak mendapat pahala. Semoga Allah menjadikan saudari kecilku ini menjadi anak muda yang tumbuh dalam ketaatan, sehingga kelak mendapat naungan dari Allah dimana pada hari itu tidak ada naungan selain naungan-Nya.
      Barakallahu fik

  20. Taufik says:

    Assalamu’alaykum ustadz

    Saya meninginkan istri saya bercadar, setelah beberapa kali dialog, istri saya belum bersedia. Kira-kira bagaimana ya caranya meyakinkannya? Syukron.

  21. an najiyah says:

    “sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan berupa keterangan-keterangan (yang jelas) dan petunjuk, setelah Kami menerangkannya pada manusia dalam Al-Kitab, mereka itu dilaknati Allah dan dilaknati oleh semua (makhluk) yang dapat melaknati”(QS Al Baqarah:159)

    semoga kita bukan termasuk orang2 yang di laknati tersebut… tetap semangat dalam berdakwah dan menyampaikan kebenaran…

  22. harun al rosyid says:

    pak ustadz tlong sekalian dalil dalil nya di camtumkan sekalian supaya lebih afdhol

  23. tiffany says:

    terima kasih ya ukhti… :D
    saya sekarang memang belum pakai jilbab, apalagi cadar, tapi saya berusaha sedikit2 pakai jilbab kalau lagi ada event2 tertentu. doakan saya semoga suatu saat saya bisa menutup aurat dengan penuh. amin.

  24. imam.rochdin says:

    mohon maaf, saya pernah melihat perempuan yang bercadar,kebetulan pada waktu itu ketemu di sebuah acara resepsi perkawinan,pada saat acara santap malam dimulai,saya melihat pada saat menyantap makanan kelihatan susahnya bukan maian,harus menyingkapkan cadarnya,dan saya juga melihat cadarnya berlepotan dengan makanan,kemungkinan cadar tesebut akan berbau karaena kena /berlepotan dengan makanan,
    kira kira bagaimana caranya untuk menggunakan cadar flexible.

    • @ Imam
      Bila ingin makan maka wanita tersebut bisa mengambil tempat yang “aman” atau bisa juga membelakangi tamu laki-laki atau dipojok ruangan. Alla kulli hal masalah seperti ini bukanlah kendala bagi muslimah yang memakai cadar. Insya Allah bisa teratasi diberbagai kesempatan dan keadaan tinggal bagaimana kita mensiasatinya.

  25. Syamsul Hadi says:

    Assalamualaikum. af1, yang jadi pertanyaan ana adalah, apakah Raslullah mewajibkan kepada istri-istrinya dan kaum muslimat pada zaman ini untuk menggunakan cadar atau hijab.tapi beberapa artikel yang saya baca mengatakn bahwa,telapak tangan dan wajah tidak wajib untu ditutupi..ana mohon penjelasanya lebih detail, supaya kita kaum muslim tidak salah dalam menjalankan sunnah.syukron jazakallah.

  26. Syamsul Hadi says:

    Assalamualaikum,bolekah kita tidak bermazhab,dan apa hukumnya? atau apa boleh kita bermazhab dengan seluruh mazhab.tolong dijelaskan dengan dalil yang jelas.

  27. Syamsul Hadi says:

    Assalamualaikum.gimana hukumnya kita sholat tanpa sehelai busana? dan apakah boleh juga kita sholat berjamaah dengan istri tanpa sehalai busana.dalam keadaan tidak mempunyai sehelai pakaian. mohon penjelasannya.karena ada pertanyaan dari salah satu jama’ah pengajian.

    • @ Syamsul Hadi
      Wa’alaikumussalam,
      Menutup aurat adalah salah satu syarat sah shalat bagi orang yang mampu melakukannya. Jumhur ulama berpendapat bahwa jika seseorang tidak mendapatkan sesuatupun untuk menutup aurat kecuali pakaian yang terkena najis ataupun kain sutra (dimana haram dipakai oleh kaum laki-laki) maka wajib bagi nya memakai pakian tersebut. Akantetapi jika memang benar-benar tidak ada satupun yang bisa dipakai untuk menutup aurat maka ia boleh shalat dalam keadaan telanjang. Hal ini berdasarkan firman Allah ta’ala,
      فا تقوا الله ما استطعتم
      “Bertaqwalah kalian semampu kalian” (At Taghabun: 16). [Shahih Fiqh Sunnah I/303]

  28. istiqomah says:

    Assalamu’alaikum…

    Jazakillah artikelnya, ijin share ya…

  29. nahla says:

    assalamualaikum warohmatulloh…
    ana ingin sekali bercadar, tapi ana ingin menikmati proses tersebut. dari ana berjilbab, melepasnya (krena satu dan lain hal) kemudian berjilbab lagi, memanjangkan jilbab ana, meninggalkan jilbab yang tidak syri sambil mencari kemantapan hati tentang hukum cadar…iri rasanya melihat akhwatifillah yang lemah lembut dalam hijab…
    oia, dulu ana juga mengira wanita yang bercadar itu “terlalu”, tapi setelah ana bergaul dengan mereka. Subhanalloh…mereka wanita2 yang memelihara kecantikannya atas dasar syukur, mereka wanita2 berilmu(tdk sekedar ikut2an), mereka lembut, paham agama, takut akan Robb dan cinta sekali dg Nabi. Sungguh “terlalu” orang2 yang mencibir mereka…ana sampai berfikir, apakah ana sedang bersama bidadari, sebelum Alloh menunjukkan bidadari di Surga nanti (aamiin)…
    intinya: keep istiqomah ya ukhti…i love you cz Alloh…doakan ana juga ya…
    syukran…

    • @ nahla

      Semoga Allah menjaga kita semua, begitu juga Ukhti Nahla dan seluruh kaum muslimin di atas jalan yang dicintai dan diridhai Allah. Semoga Allah mengumpulkan kita di Firdaus Al-A’la-Nya. Amin ….

  30. poespieta says:

    bismillah…doakan an bisa memakai cadar sebelum an menemui ajal…

  31. Rasanya segan kalau melihat wanita bercadar….

  32. abdullah says:

    Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Al Ahzab : 59)

    kan sudah jelas hukumnya,, ini perintah ALLOH lho..! ‘SELURUH TUBUH’ apakah muka dan tangan bukan anggota tubuh?

    jangan mencari-cari dalil dan hadis untuk menutupi ketidak mampuan kita melaksanakan perintah ALLOH,,,

  33. marlia sugiarti says:

    Assalamu’alaikum wr wr.
    Ustadz yang dirahmati Allah, saya disini tidak untuk berkomentar tapi untuk bertanya, Ustadz, apakah yang harus saya persiapkan agar niat saya dalam bercadar itu semakin mantap? karena sepertinya tantangan yang terberat adalah dari 2 orang yang sangat saya cinta yaitu papah dan mamah saya, sedikit saja ucapan mereka yang melukai hati bisa membuat saya down.Saya mohon jawabannya, terima kasih banyak Ustadz..

  34. ummu fathimah says:

    assalamu’alaikum….
    ‘afwan,ana mau tanya. alhamdulillah sudah setahun lebih ana mngenal dakwah salaf. dan sekarang sudah memakai cadar. perlu di ketahui, saat ini ana masih duduk di bangku SMA. msalahnya, di skolah ana dilarang memakai cadar. dulu jga pernah di BP krena memakai jilbab panjang. apa yg harus ana lkukan??? berdosakah jika ana melepas cadar jika sekolah???lntas memakainya lgi saat pulang sekolah.
    mohon penjelasannya. jazakumulloh khoir

    • @ Ummu Fathimah

      Wa’alaykumussalam warahmatullah wabarakatuh.

      Jika Ukhti memilih pendapat yang menyatakan bahwa bercadar bagi muslimah itu hukumnya sunnah, berarti Ukhti tidak berdosa jika melepas cadar saat bersekolah. Alasannya, Ukhti sebatas tidak melakukan perkara sunnah, bukannya tidak melakukan perkara wajib. Wallahu a’lam.

  35. lena lestari says:

    Assalamu’alaikum…
    Bagaimana sebenarnya adab makan wanita berniqob di tempat umum?
    Saya pernah mendengar bahwa wanita berniqob harus membuka niqobnya / tidak boleh mengenakan niqob (walaupun di tempat umum) ketika ia sedang makan, karena adab makan adalah membuka niqob.
    Apakah hal tersebut benar?

  36. Mbarep says:

    Assalamu’alaikum
    Bolehkah kiranya saya secara pribadi berpendapat tentang memakai
    cadar bagi wanita , bagi saya memakai cadar adalah satu hal yg
    tdk bisa diterima untuk masa sekarang , bagaimana seseorang bisa
    berinteraksi & beraktifitas dalam pergaulan dg sesama , bagaimana
    kita mengenali dia , bagaimana kita mengetahui mimik wajahnya apakah
    senyum , cemberut , senang , sedih . terus terang saya pribadi merasa seperti tidak dihargai ketika berhadapan dg seorang wanita
    yg bercadar , seperti merasa berhadapan dg seorang yg angkuh .
    Memakai cadar adalah hak seseorang ‘ silahkan ‘ saya hanya ingin
    berpendapat terimakasih .

    • @Mbarep
      Memakai cadar merupakan sebuah amalan ibadah (sunnah atau wajib) dan bukan permasalahan adat/kebiasaan. Maka kita berbicara tentangnya dengan menggunakan dalil dan bukan perasaan. Dan agama ini adalah agama yang sempurna, yang telah diturunkan oleh Dzat yang Maha Mengetahui, Dzat yang Maha Bijaksana. Seluruh syari’at di dalamnya adalah kebaikan dan berlaku sampai akhir zaman. Maka tidak ada istilah “usang”, “tidak cocok untuk masa sekarang”, atau yang lainnya.

      Sesungguhnya teladan kita, istri-istri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabiyah mereka menutup muka-muka mereka. Akankah kita katakan kepada mereka “saya tidak bisa melihat mimik-mimik wajah kalian, saya seperti berhadapan dengan orang yang angkuh” padahal mereka adalah sebaik-baik generasi manusia yang telah Allah puji dalam kitab-Nya.

      Berbeda dengan permasalahan kemeja batik atau kemeja kotak-kotak, ini adalah permasalahan adat/kebiasaan. maka silahkan kita memilih dengan perasaan kita mana yang kita sukai dan kita anggap cocok.

      Allah lah yang telah menciptakan manusia. Allah lebih tahu tentang apa yang baik dan buruk bagi manusia. Mari kita tempatkan diri kita pada tempatnya.

  37. Syarifa says:

    “Syukron sangat bermanfaat buat para wanita di zaman ini”

  38. chaca says:

    Afwan sebelumnya, saya butuh dalil yang menjelaskan tentang wajibnya wanita muslim mengenakan cadar… atas bantuannya saya ucapakan jazakilahu khairan…

  39. annahl says:

    Salaam ‘Alaykum.., afwan, bagaimana cara wanita bercadar apabila ingin makan di tempat umum? Syukron, Jazakillah khair..

  40. ratu says:

    Assalamualaikum warahmatullah

    JAzakullah khoir atas artikelny. Saya kirim link ini ke suami saya. Saat ini saya sedang melobi beliau supaya mensupport saya untuk ber-niqob. Beliau tidak melarang dan tidak pula mensupport. Mungkin karena beliau takut sesuatu menimpa saya, karena saat ini kami tinggal di negara kafir. Pernah dilecehkan dan dihina ketika mengenakan hijab oleh seseorang warga sini. Dan ustadzah dari Indonesia yg tinggal disini tidak mengenakan niqob. Sedang saya hanya muslimah biasa dengan ilmu agama yang masih dangkal. Semoga Allah memberi saya kemudahan untuk ber-niqab, karena saya pribadi lebih cenderung ke pendapat bahwa niqab itu wajib hukumny. Insya Allah

  41. ummi hasna says:

    Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, adakah dalil yang mengatakan bahwa memakai cadar harus berwarna hitam? mohon penjelasannya…

  42. ukhti fillah says:

    assalamu’alaikum

    sebenarnya ana ingiiin sekali memakai cadar,
    tetapi di sekolah tidak ada santriwati yg bercadar
    padahal ana sudah punya cadar
    tetapi sekarang hanya bisa memakai gamis + jilbab panjang untuk berpergian dan untuk solat
    ana sering sekali menangis melihat org2 yang bercadar
    ana ingiin seperti mereka
    dan menjadi “qurrota a’yun”

    doakan ana ya

  43. ammar says:

    Masya Allah, Smoga Allah karuniakan hamba beristri seperti itu

  44. Q perempuan umur 12 tahun, mau tanya

    Q ingin pke krudung+cadar, tapi di kota Q itu di anggap aneh, jadi bagaimana cara menghilangkan rasa takut di ejek itu??

  45. Aruel says:

    Apkh Istri dan keluarga Rasulullah yang perempaun, salah satunya ada yang menggunakan cadar???

  46. Aruel says:

    Assalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh…
    Aku mau nanya nih, Apkh Istri dan keluarga Rasulullah yang perempaun, salah satunya ada yang menggunakan cadar???

  47. imam rofii says:

    sangat di sesalkan orang yang berusaha untuk lebih sempurna dalam menutup aurot, malah di lecehkan dan di ejek oleh umat islam sendiri. jika mereka meragukan niat dan hati wanita bercadar, mengapa merka tidak pernah meragukan dan mempertanyakan wanita yang tidak bercadar.

  48. ummu khanza says:

    ana pengen banget pk cadar..
    tp g tw bli d mn..
    pdhl suami sdh mndukung..
    ad yg bs share g bgmn memulai bercadar..

  49. Ai rustia says:

    mohon maaf menurut saya yang awam terhadap agama , memang bagusnya perempuan bercadar atau menutup mukanya,karena menurut pengalaman saya walaupun sudah usia senja masih saja ada laki2 yang panangannya tidak sopan padahal saya sudah memakai tudung dad pakai rok longgar,jadi kalau perempuan bercadar berarti tidak memberi kesempatan pada laki2 berbuat zina mata,namun dengan sangat menyesal saya sendiri belum menutup wajah saya,karena suami tidak mengizinkan,dan saya masih bingung menurut sama suami atuau saya harus menjalankan prinsip saya yang ingin bercadar,apakah saya berdosa pada suami jika saya memaksa becadar? tolong diberi penjelaasan,terimakasih.

  50. Muhammad saleh says:

    Saya sebenarnya masih bingung dari berbagai pendapat tentang hukum cadar ini,misal ada pendapat mengatakan “cadar wajib jika menimbulkan fitnah” saya menanggapi justru jika memakai cadar justru lebih memungkinkan munculnya fitna,contoh saya mengatakan dia memakai cadar karena bibirnya sumbing,wajahnya korengan,dsb.mohon penjelasan.wassalam!

Leave a Reply