Fatwa Ramadhan untuk Muslimah: Memakai Obat Pencegah Haid

Soal:
Bagaimana hukumnya wanita memakai obat pencegah haidh di bulan Ramadhan?

Jawab:
Wanita yang memakai obat pencegah haidh, apabila tidak membahayakan dirinya ditinjau dari sisi medis, maka tidaklah mengapa dengan syarat ia tetap meminta izin kepada suaminya. Yang aku (Syaikh Ibn Utsaimin) ketahui, obat-obat semacam ini membahayakan wanita, karena haidh merupakan darah yang keluar secara alami. Apabila dicegah pada waktunya maka akan membahayakan tubuh. Kemudian perlu diperhatikan pula, obat-obat semacam ini menjadikan kebiasaan para wanita menjadi tidak teratur, akibatnya mereka akan bimbang dan ragu (apakah mereka telah suci atau belum -red) ketika shalat atau saat bersenggama dengan suaminya.


Oleh karena itu, aku tidak mengatakan itu haram, hanya aku tidak menganjurkannya. Selayaknya bagi para wanita untuk ridha menerima takdir yang Allah takdirkan. Dikisahkan, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menemui Aisyah radhiallahu ‘anha sedang menangis pada waktu haji Wada’. Saat itu Aisyah radhiallahu ‘anha sudah mengenakan pakaian ihram. Rasulullah shalallahu’alaihi wa salam bertanya,

“Ada apa denganmu wahai Aisyah? Apakah engkau haidh?”

Aisyah radhiallahu’anha menjawab, “Ya, wahai Rasulullah.”

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menasehati, “Yang demikian itu adalah sesuatu yang Allah telah tetapkan bagi para wanita.”

Maka, selayakanya bagi para wanita untuk bersabar dan mencari pahala dari Allah ketika meninggalkan shalat dan puasa karena haidh. Sesungguhnya, pintu dzikir terbuka luas, ia bisa berdzikir, bertasbih, shadaqah, berlaku baik kepada manusia dengan perkataan maupun perbuatan dan ini adalah amalan yang paling utama. (Fatwa Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin 1/304, lihat pula fatw Lajnah Da’imah 5/400)

***

Dipublikasikan ulang oleh www.muslimah.or.id

Donasi dakwah YPIA

10 Comments

  1. bila buah sudah matang harus segera di petik nanti bisa busuk begitu juga bila sudah waktu merah di cegah akan timbul penyakit

  2. Naurah says:

    Assalamualaikum
    Bagaimana hukumnya kalau menkonsumsi obat pencegah haid karena akan menikah? Karena dlm waktu dekat, saya akan melangsungkan pernikahan, dan sepertinya tangal yg dipilih adalah tanggal dimana saya mendapatkan haid. Mohon segera dijawab. Terima kasih.

  3. satria says:

    Berdasarkan fatwa syaikh utsaimin di atas beliau tidak menganjurkan bagi wanita yang ingin penuh berpuasa untuk memakai obat pencegah haid, karena dampak-dampak yang bisa timbul dari obat tersebut.
    Padahal puasa merupakan ibadah yang utama, maka kalau alasannya karena akan melangsungkan pernikahan, yang bisa saya pahami sebaiknya tidak perlu melakukan hal itu… sebagaimana perkataan syaikh, “Wanita yang memakai obat pencegah haidh, apabila tidak membahayakan dirinya ditinjau dari sisi medis, maka tidaklah mengapa dengan syarat ia tetap meminta izin kepada suaminya. Yang aku (Syaikh Ibn Utsaimin) ketahui, obat-obat semacam ini membahayakan wanita, karena haidh merupakan darah yang keluar secara alami, Apabila dicegah pada waktunya maka akan membahayakan tubuh, Oleh karena itu, aku tidak mengatakan itu haram, hanya aku tidak menganjurkannya. Selayaknya bagi para wanita untuk ridha menerima takdir yang Allah takdirkan.”
    Jadi kalau ukhti ingin menggunakannya tidak apa-apa akan tetapi itu tidak dianjurkan…
    wallahu a’lam

  4. Ummu Zahra says:

    Assalamu’alaikum,

    Dalam suatu tulisan (http ://www.facebook.com/notes/abah-eka/hukum-tentang-penundaan-haid-bagi-wanita-muslim/427438588522), dikatakan bahwa Syeikh Utsaimin termasuk ulama yang melarang (mengharamkan) penggunaan obat penunda haid (dalam Majmu Fatawa al-Utsaimin). Saya tidak punya kitab yang dimaksud sehingga tidak paham kenapa ada 2 pendapat Syeikh Utsaimin yang bertentangan. Barangkali bisa dijelaskan, ukhti….?

    Terima kasih sebelumnya. Jazakumullah khairan.

    Wassalamu’alaikum.

    • Wa’alikumussalam warahmatullah,
      Jika memang demikian bahwa Syaikh Utsaimin memiliki dua pendapat maka hal ini sangat wajar. Karena sepengetahuan kami, para ulama salaf terdahulu semisal Imam Syafi’i, Imam Ahmad dan Imam madzab lainnya rahimahumullah sering berpendapat dengan pendapat yang berbeda-beda dengan satu kasus. Sehingga kita jumpai dibebrapa kitab menukil pendapat ulama A dengan mengatakan, “Ulama A berpendapat dengan Qaul Jadid (pendapat terbaru) demikian dan Qaul qadim (pendapat lama) demikian”. sehinga perlu dirinci pendapat terbaru mana dan pendapat lama yang mana.
      tentang penggunaan obat pencegah haid maka hukumnya boleh,dengn catatan tidak membahayakan dan tidak memberikan efek samping yang merugikan bagi wanita tersebut, meskipun yang lebih baik adalah meninggalkannya. Hal ini sebagaimana fatwa Al Lajnah Ad Daimah sebagai berikut:

      ?????? ?????? ?? ?????? ??? 1216
      ?: ?? ???? ?????? ??????? ???? ???? ????? ?? ????? ?? ???
      ??: ????? ??? ???? ??????? ??????? ??? ????? ???? ?????.. ????:
      ???? ?? ?????? ?????? ????? ?? ????? ???? ?????? ??? ??? ??? ?????? ??????? ?? ???????? ??? ?? ????? ?? ??? ?? ?????? ??? ???? ??? ???? ?????? ???? ??? ?? ??? ?? ???? ??? ??? ???? ??? ???? ?? ????? ??? ????? ????? ?? ?????? ???? ??? ???? ?????? ???? ???????? ???? ??? ???? ????.
      ?????? ??????? ???? ???? ??? ????? ???? ???? ????? ????.
      ?????? ??????? ?????? ??????? ????????
      ??? … ??? … ???? ?????? … ??????
      ??? ???? ?? ?????? ?????? … ??? ???? ?? ????? … ??? ?????? ????? … ??? ?????? ?? ??? ???? ?? ???

      Allahu A’lam

  5. al asri says:

    Assalamu alaikum Wr Wb

    Saya sedang menderita sakit mag yg cukup parah namun saya tidak ingin puasa saya ketinggalan, pada waktu buka, menjelang tidur dan waktu sahur saya sdh minum obat sesuai dg dosis obat yg diberikan dokter, namun saat tengah hari yakni pukul 12.00 s.d. pkl 14.00 siang, sakit mag saya menjadi-jadi sehingga tak tertahankan namun saya merasa sayang untuk membatalkan puasa saya namun saya langsung telan obat mag tanpa air apakah hal ini membatalkan puasa saya ?

    mohon rekan yg mengetahui dalil dan alasanya mohon bantu kami apakah puasa saya wajib di qada atau sah adanya, terima kasih.

  6. meta shofia says:

    bagaimana jika kita mau berangkat haji, apakah boleh memakai obat mencegah haid?

    • @ Meta Shofia
      Diperbolehkan menggunakan obat pencegah haid saat melakukan ibadah haji dengan cacatan tidak menimbulkan bahaya dan atas petunjuk dokter. Demikian pendapat Syaikh Ibnu Utsaimin.

  7. Assalamu’alaikum Wa rahmatullahi Wa barakaatuhu Izin share syukron…

Leave a Reply