Darah Kebiasaan Wanita

Penulis: Ummul Hasan
Muraja’ah: Ust. Aris Munandar

Haid bagi wanita merupakan salah satu bentuk nikmat dari Allah. Keberadaan darah haid pada wanita menunjukkan bahwa wanita tersebut memiliki kemampuan untuk memiliki keturunan. Islam memberikan penjelasan tentang beberapa hal berkaitan dengan darah haid wanita.

Makna Haid

Menurut bahasa, haid berarti sesuatu yang mengalir (سَيْلاً،جَرْيً).

Adapun menurut istilah syar’i, haid adalah darah yang terjadi pada wanita secara alami, bukan karena suatu sebab dan terjadi pada waktu tertentu. Jadi, darah haid adalah darah normal, bukan disebabkan oleh suatu penyakit, luka, gangguan atau proses melahirkan. Darah haid antara wanita yang satu dengan yang lain memiliki perbedaan, misalnya jumlah darah yang keluar, masa dan lama keluar darah haid setiap bulan. Perbedaan tersebut terjadi sesuai kondisi setiap wanita, lingkungan, maupun iklimnya.

Masa Haid

Menurut pendapat yang paling kuat diantara para ulama, masa haid wanita tidak memiliki batas minimal maupun maksimal. Hal ini berdasarkan dua alasan:

1. Dalil pertama adalah dari Al-Qur’an

Allah berfirman, yang artinya:

“Mereka bertanya kepadamu tentang haid. Katakanlah: ‘Haid itu suatu kotoran.’ Oleh sebab itu, hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita pada tempat keluarnya darah (farji), dan janganlah kamu mendekati mereka sebelum mereka suci.” (Qs. Al-Baqarah:222)

Dalam ayat ini yang dijadikan Allah sebagai batas larangan adalah kesucian, bukan sehari-semalam ataupun tiga hari, ataupun lima belas hari. Hal ini menunjukkan bahwa illat (alasan) nya adalah ada atau tidaknya darah haid. Jadi, jika ada haid maka berlakulah hukum itu dan jika telah suci (tidak haid) maka tidak berlaku lagi hukum-hukum berkaitan dengan haid tersebut.

2. Dalil kedua adalah dari As-Sunnah

Diriwayatkan dalam Shahih Muslim bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada Aisyah radhiyallahu ‘anhu yang mendapatkan haid ketika dalam keadaan ihram untuk umrah, “Lakukanlah segala sesuatu yang dilakukan jama’ah haji, akan tetapi jangan melakukan thawaf di Ka’bah sebelum kamu suci.”Kata Aisyah, “Setelah masuk hari raya kurban barulah aku suci.”

Dalam Shahih Bukhari diriwayatkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada Aisyah radhiyallahu ‘anhu, “Tunggulah. Jika kamu suci, maka keluarlah ke Tan’im.”

Dalam hadits tersebut yang dijadikan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai batas akhir larangan adalah kesucian, bukan suatu masa tertentu. Ini menunjukkan bahwa hukum tersebut berkaitan dengan haid, yakni ada atau tidaknya.

Akhir masa haid wanita dapat ditentukan dengan dua cara, yaitu ketika darah haid telah berhenti, tandanya jika kapas dimasukkan ke dalam tempat keluarnya darah setelah dikeluarkan tetap dalam kondisi kering, tidak ada darah yang melekat di kapas (-ed.). Yang kedua yaitu ketika telah terlihat atau keluar lendir putih agak keruh (قُصَّةُ الْبَيْضَاءُ). Pada saat tersebut seorang wanita muslimah diwajibkan untuk segera mandi dan mengerjakan sholat jika telah masuk waktu sholat. Hal ini sekaligus merupakan nasehat agar para wanita tidak bermudah-mudah untuk meninggalkan sholat padahal dia telah suci, dengan alasan bahwa mereka belum mandi suci.

Wahai saudariku, ketika masa haid telah berakhir dan tidak ada udzur syar’i bagimu untuk menunda mandi suci, maka segeralah mandi suci! Tidakkah kita takut kepada Allah ketika sengaja menunda waktu mandi suci agar tidak melaksanakan shalat?! Semoga Allah melindungi kita dari tipu daya setan.

Darah Haid yang Terputus dan Istihadhah

Selama masa haid, terkadang darah keluar secara terputus-putus, yakni sehari keluar dan sehari tidak keluar. Dalam hal ini terdapat dua kondisi:

  • Jika kondisi ini selalu terjadi pada seorang wanita setiap waktu, maka darah itu adalah darah istihadhah (darah karena penyakit), dan berlaku baginya hukum istihadhah.
  • Jika kondisi ini selalu terjadi pada seorang wanita tetapi kadangkala saja datang dan dia mempunyai saat suci yang tepat.

Maka para ulama berbeda pendapat dalam hal ini. Adapun penjelasan yang benar dalam masalah ini adalah sebagaimana yang dijelaskan oleh Ibnu Qudamah dalam kitab Al-Mughni,
“Jika berhentinya darah kurang dari sehari maka seyogyanya tidak diangap sebagai keadaan suci. Berdasarkan riwayat yang kami sebutkan berkaitan dengan nifas, bahwa berhentinya darah yang kurang dari sehari tidak perlu diperhatikan dan inilah pendapat yang shahih, insyaa Allah. Alasannya adalah bahwa dalam keadaan keluarnya darah yang terputus-putus (sekali keluar dan sekali tidak) bila diwajibkan bagi wanita pada setiap saat terhenti keluarnya darah untuk mandi, tentu hal ini akan menyulitkan, padahal Allah berfirman, yang artinya: “Dan Dia (Allah) sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan.” (Qs. Al-Hajj:78)

Atas dasar ini, berhentinya darah yang kurang dari sehari bukan merupakan keadaan suci kecuali jika si wanita mendapatkan bukti yang menunjukkan bahwa dia suci. Misalnya, berhentinya darah tersebut terjadi pada akhir masa kebiasaan atau melihat lendir putih.”

“Sehari” yang dimaksud pada penjelasan diatas adalah dua belas jam. Adapun contoh kasus dalam masalah ini adalah:

Seorang wanita biasanya haid selama enam hingga tujuh hari setiap bulan. Pada hari ke-5 biasanya darah hanya akan keluar sedikit seperti noktah seukuran uang logam (berbekas pada pakaian dalamnya). Pada malam hari (saat aktivitas sedikit) darah tidak keluar. Pada hari ke-6 darah akan tetap keluar namun sangat sedikit. Dalam kasus ini, wanita tersebut belum dianggap suci pada malam di hari ke-5 karena menurut kebiasaan haidnya, pada hari-hari akhir haid darah hanya akan keluar pada pagi hingga sore hari (yaitu di saat dia banyak melakukan aktivitas). Kemudian pada pagi di hari ke-7 dia melakukan banyak aktivitas tetapi darah haid tidak lagi keluar sama sekali dan telah keluar pula lendir putih yang biasanya memang muncul jika masa haidnya telah selesai. Pada hari ke-7 itulah, wanita tersebut telah suci dari haid.

Hukum-Hukum Haid

Ketika seorang wanita sedang dalam keadaan haid, ada hal-hal yang terlarang untuk dilakukan:

  1. Shalat, baik shalat fardhu maupun shalat sunnah. Wanita haid tidak disyariatkan untuk mengganti shalat fardhu yang tidak dikerjakannya selama masa haid.
  2. Puasa, baik puasa fardhu maupun puasa sunnah. Akan tetapi, puasa fardhu (misalnya puasa Ramadhan) wajib diganti (qadha’) di hari lain di luar masa haidnya.
  3. Thawaf.
  4. Jima’. Suami tidak boleh melakukan jima’ (senggama) dengan istrinya yang sedang haid. Dalilnya adalah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala yang artinya,“Hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita pada tempat keluarnya darah (farji), dan janganlah kamu mendekati mereka sebelum mereka suci.” (Qs. Al-Baqarah:222)

Sedangkan hal-hal yang tetap boleh dilakukan oleh wanita yang sedang haid adalah:

  1. Berdiam diri di masjid.
    Dalam masalah ini terdapat perbedaan yang luas dikalangan ulama (-ed.). tetapi, pendapat yang lebih kuat menurut kami, wanita yang sedang haid tetap boleh berdiam diri di masjid karena suatu kebutuhan (misalnya, mengikuti kajian yang dilangsungkan di masjid). Hal ini didasarkan pada kisah seorang wanita di masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang bertugas mengurus masjid. Dia membangun tenda di dalam masjid dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak mengingkari hal tersebut.
  2. Membaca Al-Qur’an dan menyentuh mushaf
    Sebagian wanita menghentikan sama sekali rutinitasnya membaca Al-Qur’an, padahal tidak ada larangan sama sekali membaca Al-Qur’an bagi wanita haidh. Masalah yang diperselisihkan adalah boleh tidaknya menyentuh mushaf Al-Qur’an (-ed.). Sebagian ulama’ berpendapat bahwa wanita haid tidak boleh menyentuh mushaf Al-Qur’an. Mereka berdalil dengan ayat Al-Qur’an yang artinya,“Dan dia (Al-Qur’an) tidaklah disentuh kecuali oleh al-muthohharuun (orang-orang yang suci).” (Qs. Al-Waaqi’ah: 79)

    Hal tersebut tidaklah benar, sebagaimana penjelasan Syaikh Al-Albani bahwa yang dimaksud al-muthohharuun pada ayat tersebut adalah para malaikat. Pendapat lain yang menyatakan bolehnya wanita haid menyentuh mushaf Al-Qur’an, yaitu pendapat Ibnu Hazm.

Meski demikian, sebaiknya jika mau menyentuh mushaf, memilih mushaf yang memuat terjemahnya dalam rangka keluar dari khilaf ulama, karena menurut ulama yang melarang menyentuh mushaf ketika haid, mushaf yang dimaksudkan adalah mushaf asli. Adapun mushaf yang saat ini banyak digunakan oleh kaum muslimin, seperti mushaf yang memuat ayat-ayat Al-Qur’an beserta terjemahannya atau yang memuat ayat-ayat Al-Qur’an beserta keterangan tambahan mengenai kaidah tajwid, bukanlah mushaf yang terlarang untuk disentuh oleh wanita haid.

Tetap Bersemangat Meskipun Sedang Haid

Sebagian wanita muslimah akan mengalami penurunan semangat beribadah atau bahkan penurunan iman di saat sedang haid. Padahal hal tersebut merupakan kesempatan emas bagi syaithan untuk menggoda mereka. Dijumpai beberapa kejadian wanita yang terkena gangguan jin terjadi di saat wanita tersebut sedang haid. Berikut ini adalah amalan-amalan bernilai ibadah yang bisa dilakukan di masa haid:

  1. Memperbanyak dzikir kepada Allah.
  2. Menghadiri majelis-majelis ta’lim.
  3. Membaca buku-buku agama.
  4. Bergaul dengan orang-orang shalihah yang dapat menjaga semangatnya.
  5. Mengisi waktu luang dengan hal-hal yang bermanfaat bagi akhiratnya.
  6. Membaca Al-Qur’an.

Wallahu a’lam bishshawab.

[Disarikan dari "Darah Kebisaan Wanita” (terjemah kitab Risalatu Fiid Dimaa' Ath-Thabii'iyah Lin-Nisaa') oleh Syaikh Ibnu 'Utsaimin, penerbit: Darul Haq, Juni 2005, dengan beberapa tambahan]

***
Artikel www.muslimah.or.id

Donasi dakwah YPIA

102 Comments

  1. ria says:

    Assalamualaikum… saya mempunyai masalah seputar waktu suci.. biasanya haid saya berlangsung sekitar 8 hari. pada hari ke 8 saya cek, terkadang ada lendir warna keruh, tp baunya khas vagina, tidak berbau darah… apakah itu termasuk darah haid atau keputihan.. untuk mensiasatinya, saya lebihkan waktu haid saya (bersuci di hari ke 9 atau 10) tapi saya mengqodho’ sholat di hari 9 atau 10.. bukan karena saya mengentengkan, tapi saya benar2 bingung… mohon bantuannya… Wassalamualaikum…

  2. nining says:

    saya mau tanya,dulu saya slalu mengalami haid dngan normal tapi akhir2 ini setiap saya haid satu minggu slesai tapi dlm wktu satu minggu kmudian kluar darah lagi tapi warnanya coklat tiga hari kmudian berhenti tapi setelah satu minggu kluar lagi dengan warna yang sama.
    apa itu darah haid/penyakit,trimakash

  3. Ummu Abdillah says:

    Assalamu’alaikum warohmatullohi wa barokatuh..
    afwan ukhty ana ada bbrp pertnyaan sputar haid,
    1. apakh mksd ADAT HAID berpatokan pd masa kluarx Darah sj smpe hari tak trlihat darah lg ?
    2. bila ana haid biasax Darah sdh tak kluar pd hr ke 5 ato 6, lalu hr2 brikutx yg muncul hanya brupa cairan/ flek kecoklatan lalu kdg putih kekuningan ato keruh ( itu sj bergantian), pertanyaanx apkah masa ini jg trmsuk adat haid ?
    3. kebiasaan tanda suci ana adalah keluarx cairan bening, apakh ana sdh wajib mandi walopun cairan bening x kluar cmn sdikit sj ? krn ana prnh bca artkel di internet bhwa jk tnd suci sdh kluar mk wjib mandi, walopun stelh itu kluar jg wrna2 lain.
    4. apakah ana hrs mngulang mndi jk tanda suci sdh kluar tp kdg sesaat kmudian (ato hr 2 brikutx) kluar jg warna pth kekuningan ato flek cklat pudar ?
    5. apakah ana sdh boleh mandi jk haid berhenti tp slh stu tnda suci blum kluar (ykni cairan bening) krn trkdang cairan itu trlmbt kluar ?

    afwan ukhty pertanyaan ana lmyan banyak krn kdg ana bingung dn was2, jd ana mohon dgn sangat penjelasan ukhty utk stiap pertanyaan ana .. ana tggu jwbnx,,
    Syukron wa jazaakillahu khoir

  4. rina says:

    assalamu’alaikum…mw tanya bolehkah saya jima’ dengan suami dimana saya belom sempat bersuci(mandi) karena sakit?dan bagaimana cara sya bersuci jika tidak bleh terkena air?

  5. norliza ahmad says:

    assalamualaikum wbrkth….
    masalah saya ialah saya selalu datang period yang banyak dari hari yg pertama hingga ke hari yg ketiga…
    pada hari yang keempat,kelima, atau keenam tidak datang lagi….(menjadi amalan biasa saya utk mencuci faraj saya itu dgn memasukkan air ke dalamnya selepas period hari yg ketiga tidak ada….)
    selalunya saya akan solat bila hari yg kelima setelah saya periksa dgn putik kapas utk memastikan period saya masih ada atau tidak,adakah masih dikira tempoh haid bilamana period saya datang semula pada hari yg ketujuh atau kesepuluh selepas itu walaupun tempoh period itu tidak lama(maksud saya keluar period itu kalau keluar pagi ptg tidak keluar lagi hingga saya boleh solat hingga datang period utk bulan berikutnya}.
    persoalannya adakah hari yang haid itu tidak keluar,saya boleh solat?

  6. Rina says:

    Assalamu’alaikum..sy mau tanya, setelah melahirkan saya ikut KB suntik,tp pengaruhnya haid saya lama sampe 30 hari,,,kapankah sy bisa solat kembali?

  7. raskyra says:

    terimakasih atas ilmunya, sangat bermanfaat

  8. aran says:

    Assalamualaikum
    ukhti mau nnya bgaimna jika kta sedang puasa dan stlah mndi wjib wktu sholat ashar ada flek coklat,lalu sya tnya tmn sya hrus dbatlkan puasa nya,lalu akhirnya sya btalkan,apa itu bnar ukhti?saya tkut nya aturan ga ush dbatalkan?bagaimna ukhti saya bnar bnar ga tau,apa sya dosa?mhon pnjlasannya
    Wassalam

  9. Fita says:

    Assalamu’alaikum
    saya ,au nanya
    saya memiliki suatu “kebiasaan” jika sebelum datang haid itu keluar semacam flek darah yang berwarna merah kecoklatan, yang keluar juga sedikit-sedikit. hal itu juga terjadi ketika saya menunaikan puasa saya di bulan Romadhon. apakah saya harus mengganti puasa saya?
    mohon penjelasannya
    terima kasih :)

  10. nila says:

    Assalamualaikum wr wb…mohon jawabannya ya…
    saya haid dalam 6 hari sudah berhenti…tapi dihari ke 10 disiang harinya keluar darah sedikit…disaat itu saya lagi berpuasa…jadi untuk puasa saya itu gimana…batal atau tidak…terima kasih

    • @ Nila
      وعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
      Darah yang keluar diluar masa haid bukanlah darah haid. Karena jarak minimal dua haid itu 13 hari. Demikianlah pendapat yg dinukil Syaikh Ustaimin dikitab Risalah Fiddima’ Ath thabi’iyyah linnisa’. Sehingga darah yang keluar dihari ke 10 tersebut bukan haid melainkan istihadhah. Allahua’lam

  11. Dian says:

    As.wr.wb Ya Ukhti,
    Usia saya 43 thn saat ini dikatakan saya menderita kista, sehingga saya mendapatkan haid yang berkepanjangan. Pernah satu waktu haid saya datang selama 1 bulan penuh dan pernah juga berselang 1 minggu lalu haid saya datang kembali. Maka saya memmohon bantuan memahaman agar saya dalam beribadah tidak bimbang dalam melaksanakannya. beberapa pertanyaan yang ingin saya ajukan adalah:
    1. Bagaimanakah hukumnya bersuci apabila dalam 1 bulan haid saya berlangsung 2 kali dengan jeda waktu 1 minggu atau 10?
    2. Apakah saya haid yang kedua itu penyakit ataukah ataukah tanda2 menopause dini?
    Terima kasih atas waktunya. wassalam

  12. Ummu unaisah says:

    Assalamu’alaykum.. Barakallahu fiik. Saya mau tanya, apakah patokan bersih tdknya haid dgn menyapukan kapas ke dalam vagina? ketika menyapukan kapas sudah tdk ada darah yg menempel tetapi ketika beraktifitas siang hari maka di celana dalam masih terdapat noda keruh kecoklatan ataupun keruh kekuningan. Manakah yg menjadi patokannya? Apakah dgn memasukkan kapas atau ada tidaknya noda pada celana dalam? Jazakumullah khair..

  13. dewi says:

    bagaimana kalo masa haid sekitar 7 atau 8 hari, tapi bulan ini hari ke-6 malamnya sudah kering ,lendir putih sedikit seperti keputihan yang menempel pada saluran keluar,tapi tidak keluar (pada hari ke-6, dari pagi sampai sore masih ada bercak kecoklatan dan darah disertai lendir).

    keluar lendir putih mengalir baru hari ke-7 paginya. yang mana dihukumi suci?
    tapi saya baru bersuci ketika lendir putih mengalir karena melihat masa haid biasanya yang 7hari.

    nah, hari ke-7 sorenya, ternyata ada sedikit noda coklat..tapi sangat sedikit? apakah saya perlu mengulang mandi besar?

    jazakallah. mohon dijawab

  14. lina says:

    assalamualaykum ukhti, sy mau bertanya.. sy biasa haid 5-6 hr… kmrn sy haid.. di hari ke 5 sejak siang sy sdh bersih kmd mandi junub… pd hr ke 6 sy juga tidak mengeluarkan darah menstruasi lg dan pd saat itu saya berpuasa, kemudian malamnya keluar lendir agak kecoklatan itupun cm sedikit (jd bersih selama lebih dari 24 jam/ 1hr lebih).. yg ingin sy tanyakan disini adalah puasa saya batal atau tidak? dan apakah saya perlu mandi junub lagi atau tidak? terimakasih…
    wassalamualaykum wr.wb.

  15. Putri says:

    Assalamualaykum
    Sejak mengalami keguguran siklus haid saya jadi sulit ditentukan, sebelumnya sekitar 7-8 hari
    Dijelaskan di atas bahwa ciri suci haid adalah keringnya jalan darah atau keluarnya cairan putih. Dua kali terakhir, sekitar hari ke-8 haid keluar flek coklat, dan sekitar hari ke-10 cairan yang keluar agak keruh kekuningan dan terus keluar sampai masa haid selanjutnya. Jalan darah pun tidak kering, ada saja cairan yang menempel di kain walaupun sangat sedikit.
    Bagaimana menghukuminya ya? Apakah saat keluar cairan agak keruh kekuningan itu sudah bisa dianggap suci?
    Mohon penjelasannya, terima kasih banyak sebelumnya.

  16. liffi says:

    Assalamu’alaikum
    Kmrn pagi sy kluar flek tp kuning keruh,memang sdh msk siklus haid tp sy blm mnglami tnda2 haid jd sy tetap sholat lalu malam hr nya keluar flek coklat.yg mau sy tny kan apakah sholat sy sah ,sy jd kepikiran terus tlg pencerahannya ukhti..wslam..

  17. arie says:

    Assalamu’alaikum. Pada bln mei kmrn sy hbs keguguran, stlh kuret klr flek2 smp 40 hari, sy tdk sholat krn menurut sy itu darah nifas. Bln juni sy tdk dpt haid. Baru pd bln juli (pertengahan ramadhan) kmrn sy haid tp itupun ga lancar, hny brp flek, keluarnya pun 2 hari flek lalu 1 hari tidak, terus berulang shg sy memutuskan unt tidak puasa. Bln agustus ini sy blm dpt haid, tp kmrn stlh berhubungan dgn suami klr flek berupa cairan coklat di pantyliner. Hari ini sudah ga keluar lg. Bagaimana hukumnya bila stlh sy berhubungan dgn suami lalu klr flek lg, boleh atau tidak sy sholat? Terima kasih
    Wassalamu’alaikum

  18. mita says:

    assalamualaikum
    apakah kalau keluar darah coklat,bagi yang pertama mendapatkannya sudah di sebut haid?

  19. sari asih says:

    alhamdulillah..terjawab sudah keragu raguan q..terima kasih banyak..wassalam:-D

  20. Sonia sari says:

    Apakah dosa jika seorang wanita yg sedang haid melakukan hubungan sex dgn suami , jika suami maksa.

  21. Andi Shuzan says:

    Assalamualaikum Wr. Wb. ~

    Kenalkan saya Shuzan sekarang berusia 18 tahun dan telah memiliki anak laki-laki berusia 17bulan. Saya menikah umur 14 tahun dan riwayat pernikahan pernah mengalami keguguran (hamil anggur)saat kehamilan pertama berusia 3bulan dan harus dikuret.
    Lima bulan kemudian saya hamil lagi dan alhamdulillah lahirlah anak saya laki-laki melalui proses saecar. Tapi masalahnya setelah melahirkan, haid saya tidak pernah lancar kadang haid kadang enggak, itupun darahnya keluar sedikit-sedikit dan berwarna kecoklatan sampai sekarang.
    Yang mau saya tanyakan apakah darah saya penyakit atau apa ?
    Terima Kasih
    Wassalamu Alaikum Wr. Wb. ~

    • www.muslimah.or.id says:

      @andi shuzan
      apakah Anda aktif menyusui? Kalau ya, mungkin itu salah satu penyebabnya.
      Saya sendiri (admin) telah memiliki 2 anak. Saya haid setelah usia bayi sekitar 6-8 bulan.
      Untuk jenis darah itu pada setiap wanita juga berbeda-beda. Yang paling bisa mengenali itu darah haid atau darah istihadhh insyaAllah adalah wanita itu sendiri.
      Untuk lebih jelasnya silakan periksa ke dokter kandungan.
      wallahu a’lam

  22. Andi Shuzan says:

    Assalamualaikum Wr. Wb.
    @muslimah.or.id
    terima kasih banyak atas jawabannya, sampai sekarang anak saya memang aktif ASI ! jadi, pertanyaan saya apakah selama saya masih menyusui haid saya akan terus seperti itu ?
    Terima kasih banyak sebelumnya
    Walaikumsalam Wr. Wb

  23. Saya says:

    begini ukhti, tahun lalu saya prnah mengalami haid yg lama yaitu 1 bln lbh beberapa hari. sayapun di beri beberapa obat sampai haid saya berhenti.
    setelah kejadian itu mens sy sering berlangsung lama kadang 8, 10,12 hari pokonya beda beda

    dan pada mens saya bln ini sdh mencapai hri ke 14, tp katanya kalau sdh lbh dr 15 hari itudarah penyakit. ukh sy jadi resah.

    apakah pada hari ke 15 sy sdh blh mandi besar lalu sholat?

    jazaakillahu khairon katsiran

  24. Rahmawati says:

    Saya mau tanya,saat haid mencapi 6 hari boleh tidak saya melakukan sholat sunnah atau fardu walaupun masih keluar darah sedikit?tolong bls y,tolong bls di nomor hp saya?08***

    • @ Rahmawati
      Jika masih keluar darah, maka tidak boleh shalat (baik shalat fardhu atau shalat yang lain.
      Akhir masa haid wanita dapat ditentukan dengan dua cara, yaitu ketika darah haid telah berhenti, tandanya jika kapas dimasukkan ke dalam tempat keluarnya darah setelah dikeluarkan tetap dalam kondisi kering, tidak ada darah yang melekat di kapas (-ed.). Yang kedua yaitu ketika telah terlihat atau keluar lendir putih agak keruh (قُصَّةُ الْبَيْضَاءُ ). Pada saat tersebut seorang wanita muslimah diwajibkan untuk segera mandi dan mengerjakan sholat jika telah masuk waktu sholat.

  25. hesty dwi prastika says:

    saya tanya tdi pagi saya ud mandi suci karena pada hari k 5 kmaren darah uda tidak klwar tp tadi pagi stelah mandi besar padaa hari k 6 hari ini klwar flek sedikit, ,tp itu klwarnya hxa td pagi setelahj mandi dan mpek sekarang tidak klwar lagi flek itu , ,, saya tnya it sudah termasuk suci ap blm,,, mhon jwbnya maksih

  26. yayan says:

    Assalamualaikum.
    Sabtu-kamis haid normal sprti biasanya,jumat-minggu kluar flek atau lendirkecoklatan sdikit2 dlm shari..berhubung ini ramadhan,sy sllu khawatir apkah puasa sy diterima hari ini (minggu) krna ktanya kalau lewat 7hri itu bukan haid melainkan penyakit.sy jdi bingung,:(.tolong penjelasannya

  27. alifah muzaky says:

    bagai mn dngan wanita yg datang bulan lebih dari 1 bulan,bagainm dangan sholat, dan puasanya???

  28. liliyana says:

    Assalamualaikum, saya mau bertanya ni karna saya bingung, saya sedang berpuasa tetapi paginya sebelum sahur saya mendapati ada cairan coklat muda keluar sedikit padahal saya belum haid, apakah cairan itu pertanda saya mau mens dan apakah saya batalkan saja puasa saya atau gimana ya, terima kasih sebelumnya

  29. annisa says:

    Assalamualaikum.. Saya sedang mengalami kebingungan, mungkin bisa dibantu.
    Bulan lalu, siklus haid saya terlambat 3 minggu, kemudian haid normal seperti biasanya, sekitar 10 hari. kemudian sekitar seminggu setelahnya, saya haid lagi, namun haid saya kali ini diawali dengan bercak coklat sekitar 2cm-an, setelah 4 hari ini belum juga berhenti atau menderas seperti haid saya biasanya. Apakah ini haid, atau istihadhoh? Dan karena sekarang bulan ramadhan, apakah saya harus tetap berpuasa? Syukron ukhti, bila berkenan menjawab.

    • @annisa
      Wa’alaikumussalam warahmatullah wabarakatuh
      Jika darah tidak seperti sifat darah haid, dan hanya berupa flek maka berarti darah istihadhah. Adapun tentang flek, dijelaskan secara detail pada link artikel ini, silahkan membaca
      Mengalami Flek, Puasa Batal?
      Jadi ukhti tetap berpuasa seperti biasa. Adapun untuk shalat, setiap waktu shalat ukhti membersihkan darah, kemudian menahannya dengan kapas atau pembalut, berwudhu kemudian shalat seperti biasa.
      Barakallahu fik

  30. Ayu says:

    Assalamualaikum…
    Saya mau menanyakan, pada waktu malam hari jam 10 saya keluar flek coklat, kemudian waktu sebelum sahur saya mandi karna flek tidak keluar lagi. Di pagi hari jam 9 keluar flek coklat lagi pada waktu ke toilet tapi setelah itu flek tidak keluar. Saya memutuskan untuk tetap sholat dan puasa tanpa harus mandi wajib, apakah keputusan saya benar atau bagaimana? mohon penjelasan… terima kasih…

    • @ ayu
      Wa’alaikumussalam warahmatullah wabarakatuh.
      Mengenai flek, jika memang sekedar flek maka tidak dihukumi haid.

      Imam Ibnu Utsaimin pernah ditanya tentang status puasa wanita yang mengalami flek-flek, apakah puasanya sah? Dan itu terjadi sepanjang bulan ramadhan. Jawab beliau,

      نعم ، صومها صحيح ، وأما هذه النقط فليست بشيء لأنها من العروق

      “Ya, puasanya sah. Flek semacam ini tidak dianggap (sebagai haid), karena asalnya dari pembuluh.” (Fatawa Al-Mar’ah Al-Muslimah, 1/137)

      Lebih lengkapnya silahkan baca pada artikel ini
      http://muslimah.or.id/ramadhan/mengalami-flek-puasa-batal.html

  31. Riani says:

    Assalamu’alaikum, Mohon bantuannya untuk menjawab masalah saya.. Saya haid tgl 13 juli 2013 & suci tgl 23 juli 2013.jadi masa suci sya sampai sekarang 15hari.pada tgl 02 agustus kmrin sya mengeluarkan flek coklat.biasany itu tanda mau haid.tp sdah ada 5 hari tetap mengeluarkan flek coklat cukup lumayan.Apakah iu berbahaya??& bagaimana hukum puasany??

  32. icha says:

    assalamualaikum, 2 minggu abis saya menstruasi, ada darah kecokatan lagi yang muncul di setiap pagi, tapi kalo malem udah ngga ada, itu saya harus solat apa tidak, tolong di jawab ya secepatnya. please, terimakasih

    • muslimah.or.id says:

      itu namanya darah istihadhah, tetap sholat tapi ketika mau sholat harus berwudhu, dengan wudhu yang baru

  33. ummuaels says:

    السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
    @admin Muslimah : انا mau bertanya : apakah ada hadist shohihnya Mengenai tidak bolehnya memotong rambut dan kuku ketika haid,,dan ketika haid harus mengumpulkan rambut yg terlepas kemudian disucikan bersamaan dengan mandi haid? جزاكم الله خير

  34. anis says:

    assalamualaikum.. saya mau tanya.. masa adab haid saya biasanya 7-8 hari.. tapi kali ini agak aneh. setelah hari ke 8 sempat bersih pada siang hari. tapi pada sore harinya keluar flek kecoklatan. kemudian hingga hari ke 12 ini flek kecoklatan itu keluar terputus-putus dengan jarak waktu yang tidak sampai sehari. apakah flek kecoklatan itu masih termasuk darah haid? atau sudah bukan? lalu apakah jika saya mau shalat setelah keluar flek tersebut, harus mandi junub dahulu?

Leave a Reply