Cairan Kuning Dan Keruh Yang Keluar Setelah Masa Suci

Shufrah (Cairan berwarna Kuning) atau Kudrah (Cairan berwarna Keruh) yang keluar setelah masa suci

Shufrah adalah cairan seperti nanah dengan dominasi warna kekuningan, adapun Kudrah adalah cairan yang berwarna keruh kehitaman.

Jika cairan tersebut keluar di tengah-tengah masa haid atau bersambung dengan masa haid sebelum masa suci maka cairan tersebut dihukumi sebagai darah haid dan berlaku padanya hukum-hukum seorang wanita yang sedang haid.

Adapun jika cairan tersebut keluar setelah masuk masa suci maka cairan tersebut tidak dianggap sebagai darah haid. Hal ini berdasarkan perkataan Ummu ‘Athiyyah radhiyallahu ‘anhaa

كُنَّا لَا نَعُدُّ الصُفْرَةَ وَالْكُدْرَةَ بَعْدَ الطُّهْرِ شَيْئًا

“Kami tidaklah memperhitungkan cairan berwarna kuning maupun keruh setelah masa suci sedikitpun.” (HR Abu Dawud)

Adapun hadits ‘Aisyah radhiyallahu ‘anhaa ketika seorang wanita mendatangi beliau dengan membawa durjah (sesuatu yang digunakan oleh wanita untuk mengetahui masih ada atau tidaknya sisa-sisa darah haid) yang di dalamnya terdapat kapas dengan cairan berwarna kekuningan (shufrah), maka ‘Aisyah berkata kepada wanita tersebut:

لَا تَعْجَلْنَ حَتَّى تَرَيْنَ القَصَّةَ البَيْضَاءَ

“Janganlah kalian tergesa-gesa (untuk bersuci) hingga kalian melihat al-qashshatul baidha.” (HR. Bukhari dalam Kitaabul Haid)

Al Qashshatul baidha adalah cairan berwarna putih yang dikeluarkan oleh rahim ketika haid telah selesai.

Ibnu Hajar Al ‘Atsqalaniy rahimahullah (pensyarah Shahih Bukhari) dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa kompromi antara hadits ‘Aisyah radhiyallahu ‘anhaa yang mengatakan

حَتَّى تَرَيْنَ القَصَّةَ البَيْضَاءَ

“Hingga kalian melihat al qashshatul baidhaa.”

Dengan hadits Ummu ‘Athiyyah yang disebutkan di atas adalah bahwa hadits ‘Aisyah dipahami untuk keadaan ketika seorang wanita melihat cairan warna kuning atau keruh bersambung dengan masa haidnya, adapun jika cairan tersebut keluar di luar hari-hari haidnya maka yang berlaku adalah hadits Ummu ‘Athiyyah.

Wallahu Ta’ala A’lam bis Showwab

***
Artikel muslimah.or.id
Penyusun: Wakhidatul Latifah
Murajaah: Ustadz Ammi Nur Baits

Referensi:

  • Risaalah fid-dimaa’I Ath-Thaabi’iyyah Lin-Nisaa’, Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin, Maktabah Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin (islamspirit.com) dan terjemahnya dengan judul Problema Darah Wanita, penerbit Ash-Shaf media.
  • Tanbiihaat ‘ala Ahkaamin Takhtashshu bil Mu’minaat, Dr. Shalih bin Fauzan Al Fauzan, Wizaaratusy Syu un Al Islaamiy Wal Auqaaf Wad-Da’wah Wal Irsyaad
Donasi dakwah YPIA

12 Comments

  1. Ummu Ubaidillah says:

    Afwan, mau tanya.. Bagaimana kalau sudah keluar cairan hitam, dan tidak terlihat lg darah yg keluar, kemudian di atas pembalut jg tdk terlihat lagi ada yg keluar, apakah sdh cukup dikatakan sdh suci? atau harus menunggu cairan putih dulu?
    karena pernah sdh seharian di atas pembalut tdk nampak ada bekas cairan apa2, tp setelah mandi wajib dan sholat, besoknya keluar darah lagi sedikit..
    Mohon penjelasannya. Jazakumulloh..

    • @ Ummu Ubaidillah
      Tentunya kembali kepada kebiasaan Ukhti. Apakah tanda haid dg al jufuf (keringnya rahim) atau qashshatul baidha yaitu dg keluarnya cairan putih. Maka tiap wanita memiliki kebiasaan yg berbeda-beda. Jika ukhti biasa suci saat keluarnya caiaran putih maka ukhti hrs menunggu cairan tsb meskipun tdk ada darah lg yg keluar. Allahua’lam

  2. ummu nawwaf says:

    Assalamualaikum… bgmn klo qt biasa haid 11 hr lalu bln berikutnya keluar tanda suci pd hr ke 10.tp setelah mandi dan sholat ternyata keluar lg cairan coklat msh dihari ke 10 tsb..apakah itu msh dianggap haid?

    • @ Ummu Nawwaf
      وعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

      Tberarti tanda suci yg Ukhti maksud belum bs dianggap sbg tanda suci. Perlu diketahui tanda suci dg keluarnya cairan putih itu putih jernih bukan putih-kuning atau putih coklat. Jd kedepan untuk lebih teliti dan hati-hati. Allahua’lam

  3. putri says:

    Afwan, di luar masa haid, sy biasa mengalami keputihan yg berwarna putih agak kekuningan.

    Di akhir masa haid, sy tidak mengalami keringnya rahim (dicek dgn tissue) maupun keluarnya cairan putih. Seselesainya flek coklat, yg keluar adlh cairan putih kekuningan seperti yg keluar di luar masa haid.

    Bagaimanakah sy menentukan tanda sudah suci? Mohon penjelasannya, jazaakumullah khair

  4. Sharfina says:

    Assalamu’alaikum. Saya mau nanya, biasa saya haid mengeluarkan darah merah selama 5-6 hari. Keesokannya keluar cairan kuning kecoklatan, maka saya mandi wajib. Tapi keesokan harinya lagi keluar cairan kuning, kadang itu terjadi selama 2-3 hari. Saya sendiri bigung masa haid saya brp hari, apa sampai cairan kuning kecoklatan itu keluar (7 hari) atau setelah cairan kuning yg terjadi selama beberapa hari itu benar2 berhenti keluar (sekitar 8-10) hari. Biasanya saya merasa benar2 suci kalau cairan kuning itu benar2 berhenti karena saya ragu. Tolong penjelasannya.. Maaf jika pertanyaannya terlalu rumit. Dan terima kasih banyak jika bisa dijelaskan..

  5. wati susilawati says:

    assalaamu’alaikum…sy mw bertanya apakh termasuk darah haid ap bukan ketika tiba2 keluar flek coklat sampai hri brikuty jg trus gtu..sy tunggu smpai 3hri ttpi tdk kluar darh haed sprti biasay hy coklat sja itupun hy flek,,sya jd ragu apakh itu haed apakh hy pykit, mlksankn shlt pun jd ragu, mhon pencerahannya terimakasih..

  6. RANI says:

    SAYA MAU BERTANYA,, APAKAH PUASA DAN SHOLAT SAYA SAH JIKA ADA KEPUTIHAN COKLAT SETELAH SEMINGGU MASA SUCI HAID SAYA,, TERIMA KASIH

  7. vanny says:

    Assalamualaikum….saya mau tanya.saya sudah 5 hari mengalami masa haid,lalu saya mandi wajib.stlhnya itu saya beruhubungan dengan suami dan saya mandi junub lagi.tp keesokan harinya keluar flek coklat agak banyak.apakah saya masih tetap bs menjalankan ibadah puasa saya?

  8. Assalamu’alaikum ukhti
    Di saat akhir-akhir masa haid, biasanya jikalau hendak mandi pagi sebelum atau sesudah shubuh, pembalut saya sangat bersih. Namun jikalau mandi sore, pembalut saya terlihat cairan kuning. Lalu bagaimana saya menyikapinya? Hal ini sangat sering sekali, bahkan menjadi kebiasaan. Apakah saya harus bersuci saat mandi pagi hari? ataukah menunggu sampai saat mandi sore pembalutnya bersih nda ada cairan sedikitpun? Punten sangat ditunggu jawabannya. ‘Afwan. Jazakillah.

  9. salsa says:

    Assalammualaikum,

    Saya senang sekali ada yg membahas ini dengan jelas karena saya bingung. Sebetulnya saya batu tau kalau harus melihat cairannya sampai benar2 putih. Biasanya saya langsung mandi ketika saya yakin tidak ada darah lagi dan keluar cairan kuning. Saya fikir itu tanda selesai, tp belakangan saya baca ternyata itu masuk masa haid. Saya jd bingung. Karena kadang cairan seperti itu juga ada diluar masa haid saya.

    Mohon sekali jawabannya. Apakah cairan kuning di akhir2 masa haid (hari ke 6 atau ke 7) itu dihitung masih haid atau sudah tidak ?
    Saya mohon jawabannya untuk menyempurnakan ibadah.

  10. nindy says:

    Assalammualaykum. ustadz saya mau tanya. saya haid sudah 6hari, pada hari keenam pagi masih keluar darah, kemudian siangnya keluar lagi cairan tetapi berwarna kuning kecoklatan. apakah hari keenam sore tersebut saya sudah dianggap suci atau harus menunggu hingga keesokan harinya? terimakasih, mohon dijawab ustadz, agar saya tidak bingung dan tidak meninggalkan kewajiban untuk sholat, karena saya takut jika selama ini pemahaman saya salah. wassalammualaykum

Leave a Reply