<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Muslimah.or.id &#187; www.muslimah.or.id</title>
	<atom:link href="http://muslimah.or.id/author/admin/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://muslimah.or.id</link>
	<description>Meraih Kebahagiaan Muslimah di Atas Jalan Salaful Ummah</description>
	<lastBuildDate>Thu, 24 May 2012 00:00:04 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.4</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Kemuliaan dan Keutamaan Aisyah</title>
		<link>http://muslimah.or.id/keluarga/kemuliaan-dan-keutamaan-aisyah.html</link>
		<comments>http://muslimah.or.id/keluarga/kemuliaan-dan-keutamaan-aisyah.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Apr 2012 00:00:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>www.muslimah.or.id</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keluarga dan Wanita]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah]]></category>
		<category><![CDATA[Aisyah]]></category>
		<category><![CDATA[Biografi]]></category>
		<category><![CDATA[Istri]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah Sahabat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muslimah.or.id/?p=2833</guid>
		<description><![CDATA[Beliau adalah Ummul Mukminin Ummu Abdillah Aisyah binti Abu Bakr, Shiddiqah binti Shiddiqul Akbar, istri tercinta Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau lahir empat tahun setelah diangkatnya Muhammad menjadi seorang Nabi. Ibu beliau bernama Ummu Ruman binti Amir bin Uwaimir bin Abdi Syams bin Kinanah yang meninggal dunia pada waktu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Beliau adalah Ummul Mukminin Ummu Abdillah Aisyah binti Abu Bakr, Shiddiqah binti Shiddiqul Akbar, istri tercinta Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau lahir empat tahun setelah diangkatnya Muhammad menjadi seorang Nabi. Ibu beliau bernama Ummu Ruman binti Amir bin Uwaimir bin Abdi Syams bin Kinanah yang meninggal dunia pada waktu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam masih hidup yaitu tepatnya pada tahun ke-6 H.</p>
<p>Rasulullah<em> shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> menikahi Aisyah dua tahun sebelum hijrah melalui sebuah ikatan suci yang mengukuhkan gelar Aisyah menjadi ummul mukminin, tatkala itu Aisyah masih berumur enam tahun. Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membangun rumah tangga dengannya setelah berhijrah, tepatnya pada bulan Syawwal tahun ke-2 Hijriah dan ia sudah berumur sembilan tahun.</p>
<p>Aisyah menceritakan, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menikahiku pasca meninggalnya Khadijah sedang aku masih berumur enam tahun, dan aku dipertemukan dengan Beliau tatkala aku berumur sembilan tahun. Para wanita datang kepadaku padahal aku sedang asyik bermain ayunan dan rambutku terurai panjang, lalu mereka menghiasiku dan mempertemukan aku dengan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (Lihat Abu Dawud: 9435).</p>
<p>Kemudian biduk rumah tangga itu berlangsung dalam suka dan duka selama 8 tahun 5 bulan, hingga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam meninggal dunia pada tahun 11 H. Sedang Aisyah baru berumur 18 tahun.</p>
<p>Aisyah adalah seorang wanita berparas cantik berkulit putih, sebab itulah ia sering dipanggil dengan “Humaira”. Selain cantik, ia juga dikenal sebagai seorang wanita cerdas yang Allah Subhanahu wa Ta’ala telah mempersiapkannya untuk menjaid pendamping Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam mengemban amanah risalah yang akan menjadi penyejuk mata dan pelipur lara bagi diri beliau. Suatu hari Jibril memperlihatkan (kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam) gambar Aisyah pada secarik kain sutra berwarna hijau sembari mengatakan,</p>
<h3>“Ia adalah calon istrimu kelak, di dunia dan di akhirat.” (HR. At-Tirmidzi (3880), lihat Shahih Sunan at-Tirmidzi (3041))</h3>
<p>Selain menjadi seorang pendamping setiap yang selalu siap memberi dorongan dan motivasi kepada suami tercinta di tengah beratnya medan dakwah dan permusuhan dari kaumnya, Aisyah juga tampil menjadi seorang penuntut ilmu yang senantiasa belajar dalam madrasah nubuwwah di mana beliau menimba ilmu langsung dari sumbernya. Beliau tercatat termasuk orang yang banyak meriwayatkan hadits dan memiliki keunggulan dalam berbagai cabang ilmu di antaranya ilmu fikih, kesehatan, dan syair Arab. Setidaknya sebanyak 1.210 hadits yang beliau riwayatkan telah disepakati oleh Imam Bukhari dan Muslim dan 174 hadits yang hanya diriwayatkan oleh Imam Bukhari serta 54 hadits yang hanya diriwayatkan oleh Imam Muslim. Sehingga pembesar para sahabat kibar tatkala mereka mendapatkan permasalahan mereka datang dan merujuk kepada Ibunda Aisyah.</p>
<h2>Kedudukan Aisyah di Sisi Rasulullah</h2>
<p>Suatu hari orang-orang Habasyah masuk masjid dan menunjukkan atraksi permainan di dalam masjid, lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memanggil Aisyah, “Wahai Humaira, apakah engkau mau melihat mereka?” Aisyah menjawab, “Iya.” Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berdiri di depan pintu, lalu aku datang dan aku letakkan daguku pada pundak Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan aku tempelkan wajahku pada pipi beliau.” Lalu ia mengatakan, “Di antara perkataan mereka tatkala itu adalah, ‘Abul Qasim adalah seorang yang baik’.” Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan, “Apakah sudah cukup wahai Aisyah?” Ia menjawab: “Jangan terburu-buru wahai Rasulullah.” Maka beliau pun tetap berdiri. Lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengulangi lagi pertanyaannya, “Apakah sudah cukup wahai Aisyah?” Namun, Aisyah tetap menjawab, “Jangan terburu-buru wahai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Aisyah mengatakan, “Sebenarnya bukan karena aku senang melihat permainan mereka, tetapi aku hanya ingin memperlihatkan kepada para wanita bagaimana kedudukan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam terhadapku dan kedudukanku terhadapnya.” (HR. An-Nasa’i (5/307), lihat Ash Shahihah (3277))</p>
<h2>Canda Nabi kepada Aisyah</h2>
<p>Aisyah bercerita, “Suatu waktu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam datang untuk menemuiku sedang aku tengah bermain-main dengan gadis-gadis kecil.” Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya kepadaku, “Apa ini wahai Aisyah.” Lalu aku katakan, “Itu adalah kuda Nabi Sulaiman yang memiliki sayap.” Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pun tertawa. (HR. Ibnu Sa’ad dalam Thabaqat (8/68), lihat Shahih Ibnu Hibban (13/174))</p>
<p>Suatu hari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berlomba lari dengan Aisyah dan Aisyah menang. Aisyah bercerita, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berlari dan mendahuluiku (namun aku mengejarnya) hingga aku mendahuluinya. Tetapi, tatkala badanku gemuk, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajak lomba lari lagi namun beliau mendahului, kemudian beliau mengatakan, “Wahai Aisyah, ini adalah balasan atas kekalahanku yang dahulu’.” (HR. Thabrani dalam Mu’jamul Kabir 23/47), lihat Al-Misykah (2.238))</p>
<h2>Keutamaan-keutamaan Aisyah</h2>
<p>Banyak sekali keutamaan yang dimiliki oleh Ibunda Aisyah, sampai-sampai Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> pernah mengatakan dalam sabdanya:</p>
<p>“Orang yang mulia dari kalangan laki-laki banyak, namun yang mulia dari kalangan wanita hanyalah Maryam binti Imron dan Asiyah istri Fir’aun, dan keutamaan Aisyah atas semua wanita sepeerti keutamaan tsarid atas segala makanan.” (HR. Bukhari (5/2067) dan Muslim (2431))</p>
<p>Beberapa kemuliaan itu di antaranya:<br />
Pertama: Beliau adalah satu-satunya istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang dinikahi tatkala gadis, berbeda dengan istri-istri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang lain karena mereka dinikahi tatkala janda.</p>
<p>Aisyah sendiri pernah mengatakan, “Aku telah diberi <strong>sembilan</strong> perkara yang tidak diberikan kepada seorang pun setelah Maryam. Jibril telah menunjukkan gambarku tatkala Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam diperintah untuk menikahiku, beliau menikahiku tatkala aku masih gadis dan tidaklah beliau menikahi seorang gadis kecuali diriku, beliau meninggal dunia sedang kepalanya berada dalam dekapanku serta beliau dikuburkan di rumahku, para malaikat menaungi rumahku, Al-Quran turun sedang aku dan beliau berada dalam satu selimut, aku adalah putri kekasih dan sahabat terdekatnya, pembelaan kesucianku turun dari atas langit, aku dilhairkan dari dua orang tua yang baik, aku dijanjikan dengna ampunan dan rezeki yang mulia.” (Lihat al-Hujjah Fi Bayan Mahajjah (2/398))</p>
<p><strong>Kedua</strong>: Beliau adalah orang yang paling dicintai oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dari kalangan wanita.</p>
<p>Suatu ketika Amr bin al-Ash bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Wahai Rasulullah, siapakah manusia yang paling engkau cintai?” Beliau menjawab, “Aisyah.” “Dari kalangan laki-laki?” tanya Amr. Beliau menjawab, “Bapaknya.” (HR. Bukhari (3662) dan Muslim (2384))</p>
<p>Maka pantaskah kita membenci apalagi mencela orang yang paling dicintai oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam?!! Mencela Aisyah berarti mencela, menyakiti hati, dan mencoreng kehormatan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Na’udzubillah.</p>
<p><strong>Ketiga</strong>: Aisyah adalah wanita yang paling alim daripada wanita lainnya.</p>
<p>Berkata az-Zuhri, “Apabila ilmu Aisyah dikumpulkan dengna ilmu seluruh para wanita lain, maka ilmu Aisyah lebih utama.” (Lihat Al-Mustadrak Imam Hakim (4/11))</p>
<p>Berkata Atha’, “Aisyah adalah wanita yang paling faqih dan pendapat-pendapatnya adalah pendapat yang paling membawa kemaslahatan untuk umum.” (Lihat al-Mustadrok Imam Hakim (4/11))</p>
<p>Berkata Ibnu Abdil Barr, “Aisyah adalah satu-satunya wanita di zamannya yang memiliki kelebihan dalam tiga bidang ilmu: ilmu fiqih, ilmu kesehetan, dan ilmu syair.”</p>
<p><strong>Keempat</strong>: Para pembesar sahabat apabila menjumpai ketidakpahaman dalam masalah agama, maka mereka datang kepada Aisyah dan menanyakannya hingga Aisyah menyebutkan jawabannya.</p>
<p>Berkata Abu Musa al-Asy’ari, “Tidaklah kami kebingungan tentang suatu hadits lalu kami bertanya kepada Aisyah, kecuali kami mendapatkan jawaban dari sisinya.” (Lihat Shahih Sunan at-Tirmidzi (3044))</p>
<p><strong>Kelima</strong>: Tatkala istri-istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam diberi pilihan untuk tetap bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dengna kehidupan apa adanya, atau diceraikan dan akan mendapatkan dunia, maka Aisyah adalah orang pertama yang menyatakan tetap bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bagaimanapun kondisi beliau sehingga istri-istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang lain mengikuti pilihan-pilihannya.</p>
<p><strong>Keenam</strong>: Syari’at tayammum disyari’atkan karena sebab beliau, yaitu tatkala manusia mencarikan kalungnya yang hilang di suatu tempat hingga datang waktu Shalat namun mereka tidak menjumpai air hingga disyari’atkanlah tayammum.</p>
<p>Berkata Usaid bin Khudair, “Itu adalah awal keberkahan bagi kalian wahai keluarga Abu Bakr.” (HR. Bukhari (334))</p>
<p><strong>Ketujuh</strong>: Aisyah adalah wanita yang dibela kesuciannya dari langit ketujuh.</p>
<p>Prahara tuduhan zina yang dilontarkan orang-orang munafik untuk menjatuhkan martabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lewat istri beliau telah tumbang dengan turunnya 16 ayat secara berurutan yang akan senantiasa dibaca hingga hari kiamat. Allah Subhanahu wa Ta’ala mempersaksikan kesucian Aisyah dan menjanjikannya dengan ampunan dan rezeki yang baik.</p>
<p>Namun, karena ketawadhu’annya (kerendahan hatinya), Aisyah mengatakan, “Sesungguhnya perkara yang menimpaku atas diriku itu lebih hina bila sampai Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman tetnangku melalui wahyu yang akan senantiasa dibaca.” (HR. Bukhari (4141))</p>
<p>Oleh karenanya, apabila Masruq meriwayatkan hadits dari Aisyah, beliau selalu mengatakan, “Telah bercerita kepadaku Shiddiqoh binti Shiddiq, wanita yang suci dan disucikan.”</p>
<p><strong>Kedelapan</strong>: Barang siapa yang menuduh beliau telah berzina maka dia kafir, karena Al-Quran telah turun dan menyucikan dirinya, berbeda dengan istri-istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang lain.</p>
<p><strong>Kesembilan</strong>: Dengan sebab beliau Allah Subhanahu wa Ta’ala mensyari’atkan hukuman cambuk bagi orang yang menuduh wanita muhShanat (yang menjaga diri) berzina, tanpa bukti yang dibenarkan syari’at.</p>
<p><strong>Kesepuluh</strong>: Tatkala Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sakit, Beliau memilih tinggal di rumah Aisyah dan akhirnya Beliau pun meninggal dunia dalam dekapan Aisyah.</p>
<p>Berkata Abu Wafa’ Ibnu Aqil, “Lihatlah bagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memilih untuk tinggal di rumah Aisyah tatkala sakit dan memilih bapaknya (Abu Bakr) untuk menggantikannya mengimami manusia, namun mengapa keutamaan agung semacam ini bisa terlupakan oleh hati orang-orang Rafidhah padahal hampir-hampir saja keutamaan ini tidak luput sampaipun oleh binatang, bagaimana dengan mereka…?!!”</p>
<p>Aisyah meninggal dunia di Madinah malam selasa tanggal 17 Ramadhan 57 H, pada masa pemerintahan Muawiyah, di usianya yang ke 65 tahun, setelah berwasiat untuk dishalati oleh Abu Hurairah dan dikuburkan di pekuburan Baqi pada malam itu juga. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala meridhai Aisyah dan menempatkan beliau pada kedudukan yang tinggi di sisi Rabb-Nya. Aamiin.</p>
<p>Wallahu A’lam.</p>
<p>Sumber: Majalah Al-Furqon, Edisi 06 Tahun kiadhan 1427 H / Oktober 2006</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muslimah.or.id/keluarga/kemuliaan-dan-keutamaan-aisyah.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>SEMINAR NASIONAL: Mengkritisi Praktek Perbankan Syariah di Indonesia</title>
		<link>http://muslimah.or.id/info-dauroh-kajian/seminar-nasional-mengkritisi-praktek-perbankan-syariah-di-indonesia.html</link>
		<comments>http://muslimah.or.id/info-dauroh-kajian/seminar-nasional-mengkritisi-praktek-perbankan-syariah-di-indonesia.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Mar 2012 04:41:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>www.muslimah.or.id</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info Dauroh dan Kajian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muslimah.or.id/?p=2808</guid>
		<description><![CDATA[Segera daftar! tempat terbatas&#8230;
Dengan tema besar:
Masih Adakah Riba di Bank Syariah?

Nara Sumber:
Seminar ini akan dihadiri tiga Nara Sumber:
1. Direktorat Perbankan Syariah Bank Indonesia (BI)
&#8220;Undang-undang Perbankan Syariah &#38; Sistem Regulasi BI terhadap Bank Syariah&#8221;
2. Prof. Dr. Muhamad (Dewan pakar Masyarakat Ekonomi Syariah DIY)
&#8220;Studi Komparasi Konsep Perbankan Konvensional &#38; Perbankan Syariah&#8221;
3. Ust. Dr. Muhamad Arifin Baderi (Pembina [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Segera daftar! tempat terbatas&#8230;</p>
<p>Dengan tema besar:</p>
<h2>Masih Adakah Riba di Bank Syariah?</h2>
<p><span id="more-2808"></span><br />
Nara Sumber:</p>
<p>Seminar ini akan dihadiri tiga Nara Sumber:</p>
<p>1. Direktorat Perbankan Syariah Bank Indonesia (BI)<br />
&#8220;Undang-undang Perbankan Syariah &amp; Sistem Regulasi BI terhadap Bank Syariah&#8221;</p>
<p>2. Prof. Dr. Muhamad (Dewan pakar Masyarakat Ekonomi Syariah DIY)<br />
&#8220;Studi Komparasi Konsep Perbankan Konvensional &amp; Perbankan Syariah&#8221;</p>
<p>3. Ust. Dr. Muhamad Arifin Baderi (Pembina Komunitas Pengusaha Muslim Indonesia)<br />
&#8220;Mengkritisi Praktek Riba Perbankan Syariah&#8221;</p>
<p>Waktu:<br />
Seminar ini -insya Allah- dilaksanakan pada:</p>
<p>Hari: Sabtu, 24 Maret 2012<br />
Pukul: 08.00 – 15.00 WIB</p>
<p>Tempat:<br />
Gedung Theatrikal Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.</p>
<p>Peserta:<br />
Terbuka untuk umum</p>
<p>Kontribusi &amp; fasilitas:</p>
<p>a. Mahasiswa: Rp 50.000 (fas. Sertifikat seminar + majalah edisi lama)<br />
b. Umum: Rp 80.000 (fas. Majalah edisi terbaru)</p>
<p>NB:<br />
Pemegang majalah Pengusaha Muslim edisi terbaru diskon 20%<br />
Semua peserta mendapatkan snack, softdrink, dan makan siang.<br />
Disediakan info penginapan dengan biaya terjangkau untuk peserta luar Jogja.</p>
<p>Contact Person:</p>
<p>a. <a href="tel:0274-8378008" target="_blank">0274-8378008</a><br />
b. <a href="tel:081567989028" target="_blank">081567989028</a><br />
c. <a href="tel:081228048666" target="_blank">081228048666</a></p>
<p>Segera daftar! tempat terbatas&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muslimah.or.id/info-dauroh-kajian/seminar-nasional-mengkritisi-praktek-perbankan-syariah-di-indonesia.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Donasi Peduli Ahlus Sunnah Yaman</title>
		<link>http://muslimah.or.id/dari-redaksi/donasi-peduli-ahlus-sunnah-yaman.html</link>
		<comments>http://muslimah.or.id/dari-redaksi/donasi-peduli-ahlus-sunnah-yaman.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Dec 2011 21:08:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>www.muslimah.or.id</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dari Redaksi]]></category>
		<category><![CDATA[Ahlus Sunnah]]></category>
		<category><![CDATA[Dammaj]]></category>
		<category><![CDATA[Jihad]]></category>
		<category><![CDATA[Muharram]]></category>
		<category><![CDATA[Perang]]></category>
		<category><![CDATA[Sunni]]></category>
		<category><![CDATA[Syiah]]></category>
		<category><![CDATA[Yaman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muslimah.or.id/?p=2580</guid>
		<description><![CDATA[Segala puji bagi Allah, salawat dan salam semoga tercurah kepada Rasulullah, keluarganya, para sahabatnya, dan segenap pengikut setia mereka hingga kiamat tiba. Amma ba’du.
Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah bersaudara.” (QS. al-Hujurat: 10)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak sempurna keimanan salah seorang dari kalian sampai dia mencintai kebaikan bagi saudaranya sebagaimana yang dia cintai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; outline-width: 0px; outline-style: initial; outline-color: initial; font-size: 12px; vertical-align: baseline; background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; color: #333333; font-family: Verdana, Arial, sans-serif; text-align: left; padding: 0px; border: 0px initial initial;">Segala puji bagi Allah, salawat dan salam semoga tercurah kepada Rasulullah, keluarganya, para sahabatnya, dan segenap pengikut setia mereka hingga kiamat tiba. <em>Amma ba’du</em>.</p>
<p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; outline-width: 0px; outline-style: initial; outline-color: initial; font-size: 12px; vertical-align: baseline; background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; color: #333333; font-family: Verdana, Arial, sans-serif; text-align: left; padding: 0px; border: 0px initial initial;">Allah <em>ta’ala</em> berfirman (yang artinya), <em>“Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah bersaudara.”</em> (<strong>QS. al-Hujurat: 10</strong>)</p>
<p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; outline-width: 0px; outline-style: initial; outline-color: initial; font-size: 12px; vertical-align: baseline; background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; color: #333333; font-family: Verdana, Arial, sans-serif; text-align: left; padding: 0px; border: 0px initial initial;">Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda, <em>“Tidak sempurna keimanan salah seorang dari kalian sampai dia mencintai kebaikan bagi saudaranya sebagaimana yang dia cintai bagi dirinya sendiri.”</em> (<strong>HR. Bukhari dan Muslim</strong>)</p>
<p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; outline-width: 0px; outline-style: initial; outline-color: initial; font-size: 12px; vertical-align: baseline; background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; color: #333333; font-family: Verdana, Arial, sans-serif; text-align: left; padding: 0px; border: 0px initial initial;">Kaum muslimin –<em>yang semoga senantiasa dirahmati Allah</em>- apa yang menimpa saudara-saudara kita di Dammaj dan sekitarnya di negeri Yaman berupa pengepungan dan penyerangan oleh Kaum Syi’ah Hutsiyin –hingga menjatuhkan korban jiwa- adalah sebuah musibah bagi umat Islam. Memang demikianlah ulah kaum Syi’ah di sepanjang perjalanan sejarah.</p>
<p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; outline-width: 0px; outline-style: initial; outline-color: initial; font-size: 12px; vertical-align: baseline; background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; color: #333333; font-family: Verdana, Arial, sans-serif; text-align: left; padding: 0px; border: 0px initial initial;"><span id="more-2580"></span></p>
<p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; outline-width: 0px; outline-style: initial; outline-color: initial; font-size: 12px; vertical-align: baseline; background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; color: #333333; font-family: Verdana, Arial, sans-serif; text-align: left; padding: 0px; border: 0px initial initial;">Para ulama sangat merasa prihatin. Hal ini telah diungkapkan oleh Syaikh Abdul Muhsin al-Abbad, Syaikh Rabi’ bin Hadi al-Madkhali [fatwa terlampir], dan para ulama yang lain -<em>semoga Allah menjaga mereka semua</em>-. Mereka menghimbau kaum muslimin untuk mendoakan kebaikan dan keselamatan untuk saudara-saudara kita di sana. Pihak-pihak terkait juga diharapkan bantuannya sesuai kemampuan dan kapasitasnya masing-masing.</p>
<p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; outline-width: 0px; outline-style: initial; outline-color: initial; font-size: 12px; vertical-align: baseline; background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; color: #333333; font-family: Verdana, Arial, sans-serif; text-align: left; padding: 0px; border: 0px initial initial;">Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari bermaksud untuk mengajak segenap umat Islam di Indonesia yang memiliki kemampuan untuk membantu kesusahan yang sedang dialami saudara kita secara khusus para penuntut ilmu dari Indonesia yang sedang menimba ilmu di sana, dan umat Islam di Yaman yang terzalimi secara umum. Insya Allah bantuan yang terkumpul nantinya akan disalurkan melalui sebagian penuntut ilmu dari Indonesia yang sekarang berada di Yaman.</p>
<p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; outline-width: 0px; outline-style: initial; outline-color: initial; font-size: 12px; vertical-align: baseline; background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; color: #333333; font-family: Verdana, Arial, sans-serif; text-align: left; padding: 0px; border: 0px initial initial;">Bantuan dapat disalurkan melalui:</p>
<p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; outline-width: 0px; outline-style: initial; outline-color: initial; font-size: 12px; vertical-align: baseline; background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; color: #333333; font-family: Verdana, Arial, sans-serif; text-align: left; padding: 0px; border: 0px initial initial;">Rekening Bank <strong>BNI Syari’ah, No. Rekening 0105338917</strong></p>
<p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; outline-width: 0px; outline-style: initial; outline-color: initial; font-size: 12px; vertical-align: baseline; background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; color: #333333; font-family: Verdana, Arial, sans-serif; text-align: left; padding: 0px; border: 0px initial initial;">Atas nama: Syarif Mustaqim QQ LBIA</p>
<p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; outline-width: 0px; outline-style: initial; outline-color: initial; font-size: 12px; vertical-align: baseline; background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; color: #333333; font-family: Verdana, Arial, sans-serif; text-align: left; padding: 0px; border: 0px initial initial;">Bagi yang telah menyalurkan donasi mohon mengirimkan sms konfirmasi dengan format:</p>
<p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; outline-width: 0px; outline-style: initial; outline-color: initial; font-size: 12px; vertical-align: baseline; background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; color: #333333; font-family: Verdana, Arial, sans-serif; text-align: left; padding: 0px; border: 0px initial initial;"><strong>peduliyaman [spasi] nama [spasi] alamat [spasi] jumlah donasi [spasi] tanggal donasi</strong></p>
<p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; outline-width: 0px; outline-style: initial; outline-color: initial; font-size: 12px; vertical-align: baseline; background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; color: #333333; font-family: Verdana, Arial, sans-serif; text-align: left; padding: 0px; border: 0px initial initial;">Kemudian dikirimkan ke nomor: <strong>0856 4326 6668</strong></p>
<p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; outline-width: 0px; outline-style: initial; outline-color: initial; font-size: 12px; vertical-align: baseline; background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; color: #333333; font-family: Verdana, Arial, sans-serif; text-align: left; padding: 0px; border: 0px initial initial;">Sebagai pertanggungjawaban atas kegiatan ini, laporan donasi insya Allah akan kami update secara berkala dan perkembangan penyaluran dana –apabila sudah tiba waktunya- juga akan kami sampaikan kepada segenap khalayak melalui website <strong>www.muslim.or.id</strong>.</p>
<p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; outline-width: 0px; outline-style: initial; outline-color: initial; font-size: 12px; vertical-align: baseline; background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; color: #333333; font-family: Verdana, Arial, sans-serif; text-align: left; padding: 0px; border: 0px initial initial;">Semoga Allah <em>ta’ala</em> mengikhlaskan ucapan dan perbuatan kita untuk ikut serta meringankan beban dan derita yang dialami oleh saudara-saudara kita di sana. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengabulkan doa.</p>
<p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; outline-width: 0px; outline-style: initial; outline-color: initial; font-size: 12px; vertical-align: baseline; background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; color: #333333; font-family: Verdana, Arial, sans-serif; text-align: left; padding: 0px; border: 0px initial initial;">Yogyakarta, 6 Muharram 1433 H/ 2 Desember 2011</p>
<p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; outline-width: 0px; outline-style: initial; outline-color: initial; font-size: 12px; vertical-align: baseline; background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; color: #333333; font-family: Verdana, Arial, sans-serif; text-align: left; padding: 0px; border: 0px initial initial;">—</p>
<p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; outline-width: 0px; outline-style: initial; outline-color: initial; font-size: 12px; vertical-align: baseline; background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; color: #333333; font-family: Verdana, Arial, sans-serif; text-align: left; padding: 0px; border: 0px initial initial;">:: Lampiran 1: <strong>Fatwa Syaikh Abdul Muhsin al-Abbad</strong></p>
<p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; outline-width: 0px; outline-style: initial; outline-color: initial; font-size: 12px; vertical-align: baseline; background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; color: #333333; font-family: Verdana, Arial, sans-serif; text-align: left; padding: 0px; border: 0px initial initial;">Berikut ini adalah teks pertanyaan <em>akhuna</em> Abdurrahman Al Umaysan (penuntut ilmu asal Yaman yg studi di Jami’ah Islamiyyah) terhadap <em>Syaikhuna</em> Al Abbad:</p>
<p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; outline-width: 0px; outline-style: initial; outline-color: initial; font-size: 18px; vertical-align: baseline; background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; color: #333333; font-family: Verdana, Arial, sans-serif; text-align: right; padding: 0px; border: 0px initial initial;">قد سألت شيخنا العلامة عبدالمحسن العباد البدر – حفظه الله – ظهر يوم الثلاثاءالموافق 4 من شهر الله المحرم هـ1433 في مسجدهعن الجهاد في دماج وماذا تنصحوننا أن نفعل وكذلك أهل اليمن – إذ إن شيخنا متتبع لأخبارهم منذ فرض عليهم الحصار ؟</p>
<p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; outline-width: 0px; outline-style: initial; outline-color: initial; font-size: 12px; vertical-align: baseline; background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; color: #333333; font-family: Verdana, Arial, sans-serif; text-align: left; padding: 0px; border: 0px initial initial;">Saya bertanya kepada syaikhuna Al ‘Allamah Abdul Muhsin Al ‘Abbad -<em>hafizhahullah</em>- pada hari Selasa siang, tanggal 4/1/1433 H di mesjid beliau; tentang jihad di Dammaj dan apa yang antum nasehatkan supaya kami dan warga Yaman lakukan, mengingat engkau -wahai Syaikh- selalu mengikuti berita mereka sejak pengepungan dimulai?</p>
<p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; outline-width: 0px; outline-style: initial; outline-color: initial; font-size: 18px; vertical-align: baseline; background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; color: #333333; font-family: Verdana, Arial, sans-serif; text-align: right; padding: 0px; border: 0px initial initial;">فأجاب شيخنا متألما: لا شك أن ما يحصل في دماج من قتال هو جهاد في سبيل الله فمن استطاع من أهل اليمن أن يقاتلهم فليفعل لكن لابد من استئذان الأبوين وأنا أقول مناوشة الرافضة من جوانب متعددة هو الأولى، لأن الوصول لدماج والقتال معهم صعب لأنهم محاصرون من كل جانب</p>
<p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; outline-width: 0px; outline-style: initial; outline-color: initial; font-size: 12px; vertical-align: baseline; background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; color: #333333; font-family: Verdana, Arial, sans-serif; text-align: left; padding: 0px; border: 0px initial initial;">Maka Syaikh menjawab dengan nada sedih: Tidak diragukan bahwa perang yang terjadi di Dammaj adalah JIHAD FI SABILILLAH. Siapa pun dari warga Yaman yang bisa memerangi mereka, hendaklah turut serta, namun harus minta izin terlebih dahulu kepada kedua orang tuanya. Menurutku, menyerang kaum rafidhah dari banyak sisi lebih diutamakan, mengingat sulitnya untuk masuk ke Dammaj dan sulitnya berperang bersama mereka  (saudara kita -pent), karena mereka dikepung dari seluruh penjuru.</p>
<p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; outline-width: 0px; outline-style: initial; outline-color: initial; font-size: 18px; vertical-align: baseline; background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; color: #333333; font-family: Verdana, Arial, sans-serif; text-align: right; padding: 0px; border: 0px initial initial;">ختم الشيخ بقوله:الله يدمر الرافضة الله يدمرهم</p>
<p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; outline-width: 0px; outline-style: initial; outline-color: initial; font-size: 12px; vertical-align: baseline; background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; color: #333333; font-family: Verdana, Arial, sans-serif; text-align: left; padding: 0px; border: 0px initial initial;">Syaikh lantas menutup jawabannya dengan mengatakan: Semoga Allah menghancurkan kaum Rafidhah, semoga Allah menghancurkan mereka !</p>
<p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; outline-width: 0px; outline-style: initial; outline-color: initial; font-size: 12px; vertical-align: baseline; background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; color: #333333; font-family: Verdana, Arial, sans-serif; text-align: left; padding: 0px; border: 0px initial initial;">Sumber: <strong>Blog Ust. Sufyan Basweidan, Lc.</strong>.</p>
<p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; outline-width: 0px; outline-style: initial; outline-color: initial; font-size: 12px; vertical-align: baseline; background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; color: #333333; font-family: Verdana, Arial, sans-serif; text-align: left; padding: 0px; border: 0px initial initial;"><a style="outline-width: 0px; outline-style: initial; outline-color: initial; vertical-align: baseline; background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; color: #ce2e20; text-decoration: none; padding: 0px; margin: 0px; border: 0px initial initial;" href="http://basweidan.wordpress.com/2011/12/01/fatwa-syaikh-al-allamah-abdul-muhsin-al-abbad-ttg-jihad-di-dammaj/">http://basweidan.wordpress.com/2011/12/01/fatwa-syaikh-al-allamah-abdul-muhsin-al-abbad-ttg-jihad-di-dammaj/</a></p>
<p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; outline-width: 0px; outline-style: initial; outline-color: initial; font-size: 12px; vertical-align: baseline; background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; color: #333333; font-family: Verdana, Arial, sans-serif; text-align: left; padding: 0px; border: 0px initial initial;">
<p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; outline-width: 0px; outline-style: initial; outline-color: initial; font-size: 12px; vertical-align: baseline; background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; color: #333333; font-family: Verdana, Arial, sans-serif; text-align: left; padding: 0px; border: 0px initial initial;">:: Lampiran 2: <strong>Fatwa Syaikh Rabi’ bin Hadi al-Madkhali</strong></p>
<p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; outline-width: 0px; outline-style: initial; outline-color: initial; font-size: 12px; vertical-align: baseline; background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; color: #333333; font-family: Verdana, Arial, sans-serif; text-align: left; padding: 0px; border: 0px initial initial;"><strong>Himbauan Syaikh Rabi’ bin Hadi al Madkhali hafizhahullah</strong></p>
<p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; outline-width: 0px; outline-style: initial; outline-color: initial; font-size: 12px; vertical-align: baseline; background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; color: #333333; font-family: Verdana, Arial, sans-serif; text-align: left; padding: 0px; border: 0px initial initial;">Seruan kepada seluruh Ahlu Sunnah untuk menolong para saudara kita di Dammaj</p>
<p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; outline-width: 0px; outline-style: initial; outline-color: initial; font-size: 18px; vertical-align: baseline; background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; color: #333333; font-family: Verdana, Arial, sans-serif; text-align: right; padding: 0px; border: 0px initial initial;">بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ</p>
<p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; outline-width: 0px; outline-style: initial; outline-color: initial; font-size: 12px; vertical-align: baseline; background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; color: #333333; font-family: Verdana, Arial, sans-serif; text-align: left; padding: 0px; border: 0px initial initial;">Segala puji hanya mililk Allah <em>Ta’ala</em> semata, shalawat serta salam semoga tetap tercurah kepada Rasulullah <em>Shallallahu’alaihi Wasallam</em>, para keluarga beliau, para shahabat beliau, dan kepada orang-orang yang mengikuti petunjuk beliau.</p>
<p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; outline-width: 0px; outline-style: initial; outline-color: initial; font-size: 12px; vertical-align: baseline; background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; color: #333333; font-family: Verdana, Arial, sans-serif; text-align: left; padding: 0px; border: 0px initial initial;">Adapun setelah itu,</p>
<p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; outline-width: 0px; outline-style: initial; outline-color: initial; font-size: 12px; vertical-align: baseline; background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; color: #333333; font-family: Verdana, Arial, sans-serif; text-align: left; padding: 0px; border: 0px initial initial;">Sungguh telah sampai berita kepada kami disertai rasa keprihatinan, yakni ulah yang diperbuat oleh orang-orang Rafidhah batiniyah, yang mana mereka itu adalah musuh Islam, musuh para shahabat yang mulia, yakni aksi pengepungan dan anacaman yang mereka lakukan terhadap saudara-saudara kita salafiyin di Dammaj dan di markaznya salafy sunni dilakukan dengan penuh kebencian dan penuh permusuhan terhadap Islam dan kaum muslimin.</p>
<p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; outline-width: 0px; outline-style: initial; outline-color: initial; font-size: 12px; vertical-align: baseline; background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; color: #333333; font-family: Verdana, Arial, sans-serif; text-align: left; padding: 0px; border: 0px initial initial;">Kami wasiatkan kepada para saudara-saudara kita di Dammaj untuk senantiasa istiqamah di atas sunnah dan untuk senantiasa sabar dan terus memohon pertolongan kepada Allah <em>Ta’ala</em> dalam melawan kezaliman ini dan untuk melawan permusuhan orang-orang Rafidhah.</p>
<p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; outline-width: 0px; outline-style: initial; outline-color: initial; font-size: 12px; vertical-align: baseline; background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; color: #333333; font-family: Verdana, Arial, sans-serif; text-align: left; padding: 0px; border: 0px initial initial;">Dan hendaklah bagi saudara-saudara mereka dari kalangan Ahlu Sunnah untuk bangkit bersama saudaranya di Dammaj untuk menghadapi tindakan pelampauan batas ini dan untuk membasmi para pelakunya, dan untuk membersihkan negeri Yaman -dan negeri selainnya- dari kotoran yang bernama Rafidhah jika mereka sanggup untuk melakukan hal itu, Allah <em>Ta’ala</em> berfirman:</p>
<p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; outline-width: 0px; outline-style: initial; outline-color: initial; font-size: 18px; vertical-align: baseline; background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; color: #333333; font-family: Verdana, Arial, sans-serif; text-align: right; padding: 0px; border: 0px initial initial;">وَلَيَنْصُرَنَّ اللَّهُ مَنْ يَنْصُرُهُ إِنَّ اللَّهَ لَقَوِيٌّ عَزِيزٌ</p>
<p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; outline-width: 0px; outline-style: initial; outline-color: initial; font-size: 12px; vertical-align: baseline; background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; color: #333333; font-family: Verdana, Arial, sans-serif; text-align: left; padding: 0px; border: 0px initial initial;"><em>“Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa.”</em> (<strong>Al-Hajj: 40</strong>)</p>
<p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; outline-width: 0px; outline-style: initial; outline-color: initial; font-size: 12px; vertical-align: baseline; background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; color: #333333; font-family: Verdana, Arial, sans-serif; text-align: left; padding: 0px; border: 0px initial initial;">Dan dalam surat lain Allah <em>Ta’ala</em> berfirman:</p>
<p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; outline-width: 0px; outline-style: initial; outline-color: initial; font-size: 18px; vertical-align: baseline; background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; color: #333333; font-family: Verdana, Arial, sans-serif; text-align: right; padding: 0px; border: 0px initial initial;">وَمَا النَّصْرُ إِلَّا مِنْ عِنْدِ اللَّهِ الْعَزِيزِ الْحَكِيمِ (126) لِيَقْطَعَ طَرَفًا مِنَ الَّذِينَ كَفَرُوا أَوْ يَكْبِتَهُمْ فَيَنْقَلِبُوا خَائِبِينَ (127)</p>
<p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; outline-width: 0px; outline-style: initial; outline-color: initial; font-size: 12px; vertical-align: baseline; background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; color: #333333; font-family: Verdana, Arial, sans-serif; text-align: left; padding: 0px; border: 0px initial initial;"><em>“Dan kemenanganmu itu hanyalah dari Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (Allah menolong kamu dalam perang Badar dan memberi bala bantuan itu) untuk membinasakan segolongan orang-orang yang kafir , atau untuk menjadikan mereka hina, lalu mereka kembali dengan tiada memperoleh apa-apa.”</em>(<strong>Ali Imran: 126-127</strong>)</p>
<p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; outline-width: 0px; outline-style: initial; outline-color: initial; font-size: 12px; vertical-align: baseline; background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; color: #333333; font-family: Verdana, Arial, sans-serif; text-align: left; padding: 0px; border: 0px initial initial;">Sesungguhnya pertikaian yang terjadi antara Ahlus Sunnah dan Rafidhah <em>batiniyah</em> adalah sebagaimana pertikaian yang terjadi antara kekufuran dan Islam, maka hendaklah Ahlus Sunnah di seluruh tempat di Yaman dan selainnya agar memberikan pertolongan kepada suadara-saudara mereka, baik pertolongan itu dengan wujud tenaga ataupun harta; kami memohon kepada Allah <em>Ta’ala</em> agar Dia memporak-porandakan makar orang-orang Rafidhah <em>batiniyah</em> dan makar seluruh musuh Islam di semua tempat.</p>
<p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; outline-width: 0px; outline-style: initial; outline-color: initial; font-size: 12px; vertical-align: baseline; background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; color: #333333; font-family: Verdana, Arial, sans-serif; text-align: left; padding: 0px; border: 0px initial initial;">Sesungguhnya Rabb-ku benar-benar Maha mendengarkan do’a para hamba-Nya.</p>
<p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; outline-width: 0px; outline-style: initial; outline-color: initial; font-size: 12px; vertical-align: baseline; background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; color: #333333; font-family: Verdana, Arial, sans-serif; text-align: left; padding: 0px; border: 0px initial initial;">
<p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; outline-width: 0px; outline-style: initial; outline-color: initial; font-size: 12px; vertical-align: baseline; background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; color: #333333; font-family: Verdana, Arial, sans-serif; text-align: left; padding: 0px; border: 0px initial initial;">Ditulis oleh:</p>
<p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; outline-width: 0px; outline-style: initial; outline-color: initial; font-size: 12px; vertical-align: baseline; background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; color: #333333; font-family: Verdana, Arial, sans-serif; text-align: left; padding: 0px; border: 0px initial initial;">Rabi’ bin Hadi Umair Al-Madkhali</p>
<p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; outline-width: 0px; outline-style: initial; outline-color: initial; font-size: 12px; vertical-align: baseline; background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; color: #333333; font-family: Verdana, Arial, sans-serif; text-align: left; padding: 0px; border: 0px initial initial;"><strong>4 Dzulhijjah 1432H</strong></p>
<p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; outline-width: 0px; outline-style: initial; outline-color: initial; font-size: 12px; vertical-align: baseline; background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; color: #333333; font-family: Verdana, Arial, sans-serif; text-align: left; padding: 0px; border: 0px initial initial;"><strong> </strong>Sumber naskah: <a style="outline-width: 0px; outline-style: initial; outline-color: initial; vertical-align: baseline; background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; color: #ce2e20; text-decoration: none; padding: 0px; margin: 0px; border: 0px initial initial;" href="http://www.sahab.net/forums/index.php?showtopic=124187">http://www.sahab.net/forums/index.php?showtopic=124187</a></p>
<p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; outline-width: 0px; outline-style: initial; outline-color: initial; font-size: 12px; vertical-align: baseline; background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; color: #333333; font-family: Verdana, Arial, sans-serif; text-align: left; padding: 0px; border: 0px initial initial;">Sumber terjemah: <a style="outline-width: 0px; outline-style: initial; outline-color: initial; vertical-align: baseline; background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; color: #ce2e20; text-decoration: none; padding: 0px; margin: 0px; border: 0px initial initial;" href="http://darussunnah.or.id/materi-khusus/fatwa-asy-syaikh-rabi%E2%80%99-sehubungan-boikot-syiah-terhadap-dammaj/">http://darussunnah.or.id/materi-khusus/fatwa-asy-syaikh-rabi%E2%80%99-sehubungan-boikot-syiah-terhadap-dammaj/</a></p>
<p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; outline-width: 0px; outline-style: initial; outline-color: initial; font-size: 12px; vertical-align: baseline; background-image: initial; background-attachment: initial; background-origin: initial; background-clip: initial; color: #333333; font-family: Verdana, Arial, sans-serif; text-align: left; padding: 0px; border: 0px initial initial;">Mohon disebarkan seluas-luasnya, <em>Jazakumullahu khairan</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muslimah.or.id/dari-redaksi/donasi-peduli-ahlus-sunnah-yaman.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Penyakit Lupa dalam Menuntut Ilmu</title>
		<link>http://muslimah.or.id/akhlak-dan-nasehat/penyakit-lupa-dalam-menuntut-ilmu.html</link>
		<comments>http://muslimah.or.id/akhlak-dan-nasehat/penyakit-lupa-dalam-menuntut-ilmu.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 28 Oct 2010 23:00:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>www.muslimah.or.id</dc:creator>
				<category><![CDATA[Akhlak dan Nasehat]]></category>
		<category><![CDATA[Ilmu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muslimah.or.id/?p=1277</guid>
		<description><![CDATA[Pertanyaan.
Syaikh Shalih bin Abdul Aziz Ali Syaikh ditanya, &#8220;Saya seorang yang mempunyai keinginan untuk menuntut ilmu dan ingin memberi manfaat kepada orang lain. Akan tetapi problem yang dihadapi adalah selalu lupa dan tidak teringat sedikitpun dalam pikiran saya akan ilmu yang saya dengar. Apakah nasehat Syaikh kepada saya ? Semoga subhanahu wa ta&#8217;ala membalas kebaikan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pertanyaan.<br />
Syaikh Shalih bin Abdul Aziz Ali Syaikh ditanya, &#8220;Saya seorang yang mempunyai keinginan untuk menuntut ilmu dan ingin memberi manfaat kepada orang lain. Akan tetapi problem yang dihadapi adalah selalu lupa dan tidak teringat sedikitpun dalam pikiran saya akan ilmu yang saya dengar. Apakah nasehat Syaikh kepada saya ? Semoga subhanahu wa ta&#8217;ala membalas kebaikan antum ya Syaikh.<br />
<span id="more-1277"></span></p>
<p>Jawaban<br />
Segala puji bagi Allah subhanahu wa ta&#8217;ala, manusia berbeda-beda dalam menuntut ilmu, tidak setiap penuntut ilmu menghafal ilmu yang telah ia dengarkan. Akan tetapi (ia tentu) hafal sedikit dari ilmu yang ia dengar. Ilmu itu diperoleh sedikit demi sedikit. Jika terus menerus diulang maka akan hafal. Saya menasehati agar berusaha dan bersungguh-sungguh menghafal Al-Qur&#8217;an. Karena<strong> menghafal itu adalah suatu tabiat</strong>, dengan menghafal dan mengulang-ulangi, maka hafalan akan terus bertambah dan akan semakin kuat.</p>
<p>Barangsiapa bersungguh-sungguh ia akan dapati bahwa dengan menghafal Al-Qur&#8217;an akan memulai jalan untuk membuka &#8220;daya hafalannya&#8221;. Jika penanya belum hafal Al-Qur&#8217;an, hendaklah menghafal Al-Qur&#8217;an. Oleh karena itu sejumlah ulama pada masa lalu tatkala seorang penuntut ilmu masuk ke masjid ingin berguru dan menuntut ilmu kepada para syaikh setiap hari, sedangkan ia belum hafal Al-Qur&#8217;an, maka para syaikh tersebut berkata kepadanya,&#8221;Hafalkan Al-Qur&#8217;an terlebih dahulu! Setelah hafal kembalilah kepada kami! (yang demikian itu) karena menghafal Al-Qur&#8217;an akan membukakan &#8220;kekuatan untuk mengingat&#8221;.</p>
<p>Oleh karena seseorang yang telah mencoba menghafal Al-Qur&#8217;an, misalnya ia menghafal 10 juz, butuh waktu 8 jam untuk menghafalkannya. Ia pun harus mengulangnya kala itu. Akan tetapi setelah pada 20 juz yang terakhir, akan mudah dan mudah (sekali), hingga barangkali ia hafal 3/8 dari ½ juz dalam waktu antara maghrib dan isya atau sesudah subuh. Ini adalah suatu kenyataan, karena daya ingat akan terus bertambah jika selalu dilatih dan dipraktekkan. Oleh karena itu saya menasehatinya agar menghafal Al-Qur&#8217;an dan sungguh-sungguh dalam menuntut ilmu, karena ilmu akan bertambah dengan izin Allah Jalla Jalaluhu dan hafalan akan datang insya Allah.</p>
<p>[Disalin dari<em> Majalah Adz-Dzakhiirah Al-Islamiyyah</em>, Edisi 02 Dzulqo'dah 1423/Januari 2003. Diterbitkan : Ma'had Ali Al-Irsyad Jl Sultan Iskandar Muda 45 Surabaya]</p>
<p>***</p>
<p>Artikel <a href="http://muslimah.or.id/akhlak-dan-nasehat/penyakit-lupa-dalam-menuntut-ilmu.html ">muslimah.or.id</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muslimah.or.id/akhlak-dan-nasehat/penyakit-lupa-dalam-menuntut-ilmu.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>20</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Aku Cinta Rasul (Kelahiran Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wa sallam)</title>
		<link>http://muslimah.or.id/kisah/aku-cinta-rasul-kelahiran-rasulullah-shallallahu-alaihi-wa-sallam.html</link>
		<comments>http://muslimah.or.id/kisah/aku-cinta-rasul-kelahiran-rasulullah-shallallahu-alaihi-wa-sallam.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 25 Oct 2010 23:00:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>www.muslimah.or.id</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisah]]></category>
		<category><![CDATA[Siroh Nabi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muslimah.or.id/?p=1275</guid>
		<description><![CDATA[Anakku sayang, semoga Allah menjaga kita di dunia dan akhirat. Ke sinilah, Nak&#8230;. Ibu akan membacakan sebuah kisah. Kisah tentang teladan terbaik untukmu, Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wa sallam. Insya Allah, engkau tak akan jemu mendengarnya. Semoga Allah menambahkan kecintaan kita kepada manusia terbaik ini.

Beliau lahir di kota Mekkah, tanggal 9 Rabi&#8217;ul Awwal, pada hari Senin [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Anakku sayang, semoga Allah menjaga kita di dunia dan akhirat. Ke sinilah, Nak&#8230;. Ibu akan membacakan sebuah kisah. Kisah tentang teladan terbaik untukmu, Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wa sallam. Insya Allah, engkau tak akan jemu mendengarnya. Semoga Allah menambahkan kecintaan kita kepada manusia terbaik ini.</p>
<p><span id="more-1275"></span><br />
Beliau lahir di kota Mekkah, tanggal 9 Rabi&#8217;ul Awwal, pada hari Senin pagi pada<strong> Tahun Gajah</strong>. Kenapa disebut Tahun Gajah? Karena pada tahun itu Ka&#8217;bah diserang oleh pasukan gajah yang dipimpin <strong>Abrahah</strong>. Allah Ta&#8217;ala kisahkan peristiwa ini dalam Al-Quran surat <strong>Al-Fiil</strong>.</p>
<p>Saat kelahiran beliau, ada kejadian-kejadian yang menunjukkan kerasulan beliau. Sepuluh buah balkon istana <strong>Kisra </strong>runtuh, api yang biasa disembah orang Majusi padam, beberapa gereja di sekitar Buhairah amblas ke tanah lalu runtuh.</p>
<p>(<em>Ar-Rakhiqul Makhtum</em>, hlm. 71)</p>
<p>Disadur ulang dari buku <em>Aku Cinta Rosul shallallahu &#8216;alaihi wa sallam,</em> cetakan pertama (Juni 2006/Februari 2007), Abu Usamah Masykur, Penerbit: Darul Ilmi, Yogyakarta.</p>
<p>***<br />
Artikel <a href="http://muslimah.or.id/kisah/aku-cinta-rasul-kelahiran-rasulullah-shallallahu-alaihi-wa-sallam.html">muslimah.or.id</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muslimah.or.id/kisah/aku-cinta-rasul-kelahiran-rasulullah-shallallahu-alaihi-wa-sallam.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Aku Cinta Rasul (Nasab Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wa sallam)</title>
		<link>http://muslimah.or.id/kisah/aku-cinta-rasul-nasab-rasulullah-shallallahu-alaihi-wa-sallam.html</link>
		<comments>http://muslimah.or.id/kisah/aku-cinta-rasul-nasab-rasulullah-shallallahu-alaihi-wa-sallam.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 23 Oct 2010 07:36:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>www.muslimah.or.id</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisah]]></category>
		<category><![CDATA[Siroh Nabi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muslimah.or.id/?p=1273</guid>
		<description><![CDATA[Nama beliau adalah Muhammad bin &#8216;Abdillah bin &#8216;Abdil Mutthalib bin Hasyim bin &#8216;Abdu Manaf bin Qushay bin Kilab bin Murrah bin Ka&#8217;b bin Lu&#8217;ay bin Ghalib bin Fihr bin Malik bin An-Nadhr bin Kinanah bin Khuzaimah bin Mudrikah bin Ilyas bin Mudhar bin Nizar bin Ma&#8217;ad bin Adnan, dan seterusnya hingga Nabi Ismail bin Ibrahim [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Nama beliau adalah Muhammad bin &#8216;Abdillah bin &#8216;Abdil Mutthalib bin Hasyim bin &#8216;Abdu Manaf bin Qushay bin Kilab bin Murrah bin Ka&#8217;b bin Lu&#8217;ay bin Ghalib bin Fihr bin Malik bin An-Nadhr bin Kinanah bin Khuzaimah bin Mudrikah bin Ilyas bin Mudhar bin Nizar bin Ma&#8217;ad bin Adnan, dan seterusnya hingga Nabi Ismail bin Ibrahim &#8216;alaihimassalam. Ayahnya bernama<strong> &#8216;Abdullah</strong>. Ibunya bernama <strong>Aminah</strong>. (Ar-Rakhiqul Makhtum, hlm.63)</p>
<p><span id="more-1273"></span></p>
<p>Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> merupakan keturunan Nabi Ibrahim. Dari Nabi Ismail, Allah pilih keturunan terbaik yaitu <strong>Kinanah</strong>. Dari Kinanah, Allah pilih  keturunan terbaik yaitu <strong>Quraisy</strong>. Lalu dari Quraisy,  Allah pilih keturunan terbaik yaitu <strong>Bani Hasyim</strong>. Sampai akhirnya, dari anak-anak keturunan Bani Hasyim, Allah pilih yang terbaik untuk diutus menjadi rasul, yaitu Muhammad <strong>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</strong>. (Sumber: HR. Muslim, hadits no. 2276)</p>
<p>Disadur dari buku<em> &#8220;Aku Cinta Rosul shallallahu &#8216;alaihi wa sallam&#8221;</em>, cetakan pertama (Juni 2006/Februari 2007), Abu Usamah Masykur, Penerbit: Darul Ilmi, Yogyakarta.</p>
<p>***<br />
Artikel <a href="http://muslimah.or.id/kisah/aku-cinta-rasul-nasab-rasulullah-shallallahu-alaihi-wa-sallam.html">muslimah.or.id</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muslimah.or.id/kisah/aku-cinta-rasul-nasab-rasulullah-shallallahu-alaihi-wa-sallam.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: http://www.w3-edge.com/wordpress-plugins/

Page Caching using disk (enhanced)
Database Caching 2/10 queries in 0.003 seconds using disk
Object Caching 413/433 objects using disk
Content Delivery Network via cdn.muslimah.or.id

Served from: muslimah.or.id @ 2012-05-24 10:39:56 -->
