Penulis: Ummu Habibah
Muroja’ah: Ustadz Abu Salman
Saudariku muslimah… ketahuilah bahwa engkau dan manusia seluruhnya di muka bumi ini diciptakan dengan tujuan untuk beribadah kepada Allah, demikian pula tujuan jin diciptakan tidak lain adalah untuk meyembah Allah.
Allah berfirman,
“Tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk menyembahKu (yaitu mengesaknKu).” (Adz Dzariyat 56)
Ibadah dilakukan oleh seorang muslimah karena kebutuhannya terhadap Allah sebagai tempat sandaran hati dan jiwa, sekaligus tempat memohon pertolongan dan perlindungan. Dan ketahuilah saudariku bahwa ikhlas merupakan salah satu syarat diterimanya amal seorang muslimah, di samping dia harus mencontoh gerak dan ucapan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam ibadahnya.
“Dan mereka tidaklah disuruh kecuali supaya beribadah kepada Allah dengan memurnikan dien (agama) kepadaNya, dengan mentauhidknnya.” (Al Bayyinah 5)
Ikhlas adalah meniatkan ibadah seorang muslimah hanya untuk mengharap keridhoan dan wajah Allah semata dan tidak menjadikan sekutu bagi Allah dalam ibadah tersebut. Ibadah yang dilakukan untuk selain Allah atau menjadikan sekutu bagi Allah sebagai tujuan ibadah ketika sedang beribadah kepada Allah adalah syirik dan ibadah yang dilakukan dengan niat yang demikian tidak akan diterima oleh Allah. Misalnya menyembah berhala di samping menyembah Allah atau dengan ibadah kita mengharapkan pujian, harta, kedudukan dunia, dan lain-lain. Syirik merusak kejernihan ibadah dan menghilangkan keikhlasan dan pahalanya.
Abu Umamah meriwayatkan, seseorang telah menemui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan bertanya, “Bagaimana pendapatmu tentang seseorang yang berperang untuk mendapatkan upah dan pujian? Apakah ia mendapatkan pahala?”
Rasululllah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, ” Ia tidak mendapatkan apa-apa.”
Orang tadi mengulangi pertanyaannya sebanyak tiga kali, dan Rasululllah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun tetap menjawab, ” Ia tidak akan mendapatkan apa-apa. ” Lalu beliau bersabda, “Sesungguhnya Allah tidak menerima suatu amal, kecuali jika dikerjakan murni karenaNya dan mengharap wajahNya.” (HR. Abu Dawud dan Nasai)
Ketahuilah saudariku… bahwa ikhlas bukanlah hal yang mudah dilakukan. Ikhlas adalah membersihkan hati dari segala kotoran, sedikit atau pun banyak – sehingga tujuan ibadah adalah murni karena Allah.
Ikhlas hanya akan datang dari seorang muslimah yang mencintai Allah dan menjadikan Allah sebagi satu-satunya sandaran dan harapan. Namun kebanyakan wanita pada zaman sekarang mudah tergoda dengan gemerlap dunia dan mengikuti keinginan nafsunya. Padahal nafsu akan mendorong seorang muslimah untuk lalai berbuat ketaatan dan tenggelam dalam kemaksiatan, yang akhirnya akan menjerumuskan dia pada palung kehancuran di dunia dan jurang neraka kelak di akhirat.
Oleh karena itu, hampir tidak ada ibadah yang dilakukan seorang muslimah bisa benar-benar bersih dari harapan-harapan dunia. Namun ini bukanlah alasan untuk tidak memperhatikan keikhlasan. Ingatlah bahwa Allah sentiasa menyayangi hambaNya, selalu memberikan rahmat kepada hambaNya dan senang jika hambaNya kembali padaNya. Allah senatiasa menolong seorang muslimah yang berusaha mencari keridhoan dan wajahNya.
Tetaplah berusaha dan berlatih untuk menjadi orang yang ikhlas. Salah satu cara untuk ikhlas adalah menghilangkan ketamakan terhadap dunia dan berusaha agar hati selalu terfokus kepada janji Allah, bahwa Allah akan memberikan balasan berupa kenikmatan abadi di surga dan menjauhkan kita dari neraka. Selain itu, berusaha menyembunyikan amalan kebaikan dan ibadah agar tidak menarik perhatianmu untuk dilihat dan didengar orang, sehingga mereka memujimu. Belajarlah dari generasi terdahulu yang berusaha ikhlas agar mendapatkan ridho Allah.
Dahulu ada penduduk Madinah yang mendapatkan sedekah misterius, hingga akhirnya sedekah itu berhenti bertepatan dengan sepeninggalnya Ali bin Al Husain. Orang-orang yang yang memandikan beliau tiba-tiba melihat bekas-bekas menghitam di punggung beliau, dan bertanya, “Apa ini?” Sebagian mereka menjawab, “Beliau biasa memanggul karung gandum di waktu malam untuk dibagikan kepada orang-orang fakir di Madinah.” Akhirnya mereka pun tahu siapa yang selama ini suka memberi sedekah kepada mereka. Ketika hidupnya, Ali bin Husain pernah berkata, “Sesungguhnya sedekah yang dilakukan diam-diam dapat memadamkan kemurkaan Allah.”
Janganlah engkau menjadi orang-orang yang meremehkan keikhlasan dan lalai darinya. Kelak pad hari kiamat orang-orang yang lalai akan mendapati kebaikan-kebaikan mereka telah berubah menjadi keburukan. Ibadah mereka tidak diterima Allah, sedang mereka juga mendapat balasan berupa api neraka dosa syirik mereka kepada Allah.
Allah berfirman,
“Dan (pada hari kiamat) jelaslah bagi azab mereka dari Allah yang belum pernah mereka perkirakan. Dan jelaslah bagi mereka keburukan dari apa-apa yang telah mereka kerjakan.” (Az Zumar 47-48)
“Katakanlah, Maukah kami kabarkan tentang orang yang paling merugi amalan mereka? Yaitu orang-orang yang telah sia-sia usaha mereka di dunia, sedang mereka menyangka telah mengerjakan sebaik-baiknya.” (Al Kahfi 103-104)
Saudariku muslimah… bersabarlah dalam belajar ikhlas. Palingkan wajahmu dari pujian manusia dan gemerlap dunia. Sesungguhnya dunia ini fana dan akan hancur, maka sia-sia ibadah yang engkau lakukan untuk dunia. Sedangkan akhirat adalah kekal, kenikmatannya juga siksanya. Bersabarlah di dunia yang hanya sebentar, karena engkau tidak akan mampu bersabar dengan siksa api neraka walau hanya sebentar.
Maraji’:
Aina Nahnu Min Akhlaqis Salaf
Tazkiyatun Nufus
***
Artikel www.muslimah.or.id
© 2006 - 2009 muslimah.or.id - Meraih Kebahagiaan Muslimah di Atas Jalan Salaful Ummah
1. Dhifa
Penulis. Tapi kalo hanya mengharapkan Allah saja hati saya merasa tidak senang. Bukankah orang yang ikhlas itu merasa senang. Apa yang anda rasakan setelah anda memahami ikhlas dalam pencarian hidup anda?
2. dian
Penulis. Tapi kadang rasa tidak rela itu datang dengan tanpa cepet,
Apalagi klo kta di rampas hak kta oleh orang lain, untuk mengikhlaskannya sangat berat, bagaimana kah caranya??
3. siti
saya adalah seorang ibu yang dengan penuh ikhlas mencari nafkah untuk keluarga (suami tidak bekerja) namun sebagai umat manusia yang hina saya kadang tidak menerima kalau dikatakan tidak becus mendidik anak. Kalau masalahnya sudah begini saya merasa hina sekali kenapa saya harus meninggalkan anak2… tapi saya tak punya pilihan saya harus bekerja dan juga membesarkan serta mendidik anak2. Memang berat, tapi semua ini aku lakukan sebagai rasa tanggung jawab saya kepada Allah yang telah mempercayakan anak2 kepadaku…. Masih belum iklhaskah aku??
4. Abu Syifa
untuk Dhifa:
Alloh adalah yg memberikan kebahagiaan pada seluruh makhluq-NYA. jadi kebahagiaan yg hakiki adalah ketika kita dalam Ridho-NYA. sedangkan rasa tidak senang yg tumbuh itu adalah tipu daya syetan untuk menggoda hati manusia.
Seorang yg ikhlas akan selalu bahagia dan tidak ada kesusahan, karena mereka bersandar pada Dzat Yang Maha Sempurna. Maha Kuasa atas segala sesuaru. luruskan niat ya Ukhti…IKHLAS hanya kepada Alloh subhana wata’ala.
Kepada Ibu Siti:
Semoga Alloh memberikan kemudahan dan kekuatan pada ibu untuk melaksanakan perintahNYA dan menjauhi laranganNYA. Ikhlas ataua tidak hati kita hanyalah Alloh yang tau. kita sebagai hamba-NYA hanya bisa berusaha ikhlas. bisa dipelajari dari kisah para sahabat dan para ulama dalam meraih keikhlasn dan menjaga keikhlasan tersebut. Barokallohu fikum
5. abu abdillah AL-Fadangi
Dengan ikhlas kepada ALLOH maka kita akan merasakan nikmat dalam beribadah dan banyak lagi yang kita rasakan. memang ikhlas pada awalnya sangat sulit, ada perasaan tidak rela dan bisikan-bisikan yang menggoda hati kita, justru disitulah kita melatih diri kita untuk ikhlas,jika kita merasa ada bisikan-bisikan tertentu pada hati kita, usahakan bisikan tersebut hilang, lawan saat itu juga, dan juga perbanyak amalan-amalan yang tidak diketahui oleh orang lain seperti sholat malam, sedekah dll.
tapi bagaimana jika ada orang memuji kita didepan kita dan teman-teman kita? mungkin bisikan-bisikan syetan akan muncul saat itu, jika kita merasa tidak dapat melawannya maka tinggalkanlah untuk sementara teman-teman tersebut, dan jika telah selesai mereka memuji-muji kita maka kembali kepada teman-teman tersebut, untuk itu dianjurkan kita untuk tidak memuji orang didepan orang tersebut karena siapa tau orang tersebut sedang berjuang untuk ikhlas..
Dan Ikhlas itu hanya ALLOH yang menilainya dan kita hanya berusaha untuk Ikhlas kepada-NYA.Barokallohu fikum
6. agus
ikhlas itu timbul kalo kita benar-benar mencintai Allah. seorang pecinta yang sejati adalah yang kebahagiaannya terletak pada ridho/kesenangan yang dicinatinya meski dia harus menderita.
sekarang yang harus kita jawab adalah mengapa kita harus mencintai Allah?
Bukankah Allah sudah menciptakan kita dan membaguskan rupa dan penampilan kita? mencukupkan rizki kita sejak masih berupa embrio dalam kandungan hingga kita mati? sesungguhnya cinta Allah sangatlah besar kepada kita, mengapa kita tidak membalasnya?
Seandainya Allah tidak menjanjikan surga (dan janji Allah pasti terjadi) bagi orang yang bertaqwa itu pun sudah cukup, bahkan masih timpang karena terlalu banyak kebaikan Allah dibandingkan dengan ketaqwaan manusia. bukankah ada diantara malaikat yang diciptakan kemudian kerjaanya hanya bertasbih dan bersujud kepadaNya sepanjang kehidupannya? bukankah tumbuhan dan hewan-hewan baik yang didarat dan dilautan bahkan batu-batuan bertasbih kepadaNya sepanjang waktu dan tidak pernah bermaksiat kepadaNya? bukankah Allah tidak menjanjikan bagi mereka surga? bahkan diantara batu-batuan itu menjadi bahan bakar neraka?
berapa banyak sih amalan kita, sehingga kita BERANI mengharapkan surga dengan amalan kita???
Jika kita menyadari hal tersebut maka kita akan tahu bahwa tidaklah orang yang bertakwa itu masuk surga kecuali dengan kebaikan (rahmat) Allah.
Pahala amalan kita, bahkan seorang Nabipun tidaklah cukup untuk MEMBELI surga. bukankah amalan sholeh kita tidak akan terjadi pula tanpa ditakdirkan Allah?
Lalu dimanakah nilai usaha kita, sehingga patut diberi pahala? bukankah pahala amal itu juga merupakan kebaikan (rahmat) dari Allah?
Allah memasukkan orang yang bertakwa karena cintaNya kepada mereka.
Mengapa kita tidak mencintai Allah melebihi cinta kita kepada selainNya?
Betapa durhakanya kita jika masih BAKHIL untuk beramal sholeh dan mengikhlashkan segala amalan kita hanya kepada Allah? betapa BAKHILnya kita jika kita tidak bisa mengikhlashkan sebagian dari rizki kita untuk berinfak dijalannya? Atau mengikhlashkan sebagian dari rizki kita yang dirampas oleh orang lain, yang mana hal tersebut tidak terjadi tanpa takdir dan kehendak dari Allah?
Jika kita dizhalimi orang maka ingatlah bahwa hal tersebut tidaklah terjadi kecuali dengan kehendak Allah. oleh sebab itu ikhlashkanlah…
karena Allah menjanjikan pahala yang besar bagi orang yang ridho dengan takdirNya.
mengapa kita bisa ridho (mudah memaafkan) dengan kezaliman kekasih kita dikalangan manusia akan tetapi tidak terhadap orang lain yang padahal Allah telah menakdirkannya bagi kita??? sedangkan kebaikan Allah sangatlah besar kepada kita. ingatlah hal tersebut.
Biarkan Allah yang membalas kezhaliman orang tersebut….
Apakah kita ragu terhadap keadilan dan kebaikan (rahmat) Allah?
Fabiayyi aalaa-i rabikumaa tukadzdzibaan….
(Nikmat Allah yang manakah yang hendak engkau dustakan?)
Allahumma Akhlish lanaa Qolbanaa…
7. Ammah Ayyasy
Subhanallah, artikel ini cukup membuat saya lebih yakin akan dampaknya jika kita melakukan dan mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. semoga saja kita termasuk muslimah yang ikhlas dalam segala masalah yang kita temui. memang kata ini cukup sulit untuk melakukannya tetapi kalau di dasari oleh iman yang kuat insya allah pasti kita bisa. allah akan membantu hambanya yang mau mengadakan perubahan yang lebih baik.
8. puput
memang suatu ketika kita bisa merasa ikhlas dengan apa yang telah kita lakukan namun kadang bila ada orang yang tidak menghargai hasil kerja kita kadang rasa tidak ikhlas itu kemudian muncul padahal sebelumnya kita benar – benar ikhlas mengerjakan pekerjaan itu, gimana ya caranya agar hati kita tidak terkotori oleh rasa benci dan dendam pada orang yang telah menghina hasil karya kita ?
9. syahidah
assalamua’laikum,ustad!saya gak akan komentar,tapi saya igin konsultasi.saya fikir ini berkaitan dengan keikhlasan dan seberapa besar rasa cinta saya terhadap 4W1.stad, entah kenapa dan apa yang sedang terjadi pada saya.Saat saya sedang berusaha bermujahadah untuk ma’rifatullah dan berusaha untuk mengejar cintaNya,4W1 menguji saya dengan mendatangkan cinta lain yaitu cinta seorang makhluk(laki-laki yah,stad!).Awalnya, pertemanan kami biasa saja hanya sering kerja bareng.Karena sering memiliki urusan yang sama, saat itu pula kami sering ngobrol bahkan saling mentausyiahi bahkan kami sering tahajud call.saat itu, perasaan masih biasa saja.Tapi, anehnya saya selalu teringat dia dimanapun saya berada.saya bertanya dalam diri kenapa terus teringat dia?Sampai suatu saat saya sakit flu dan sakit tenggorokan.kemudian,di suatu malam saat saya ke masjid dia datang dan mengungkapkan sesuatu yang aneh. Dia bilang dia pun merasakan rasa sakit yang sama dan trus teringat saya.singkat cerita, di suatu malam yang lain dia mengungkapkan kalo selama ini dia tidak bisa melupakan saya.Dia pun aneh dengan perasaannya dan belum pernah mengalami ini sebelumnya.langsung dia minta maaf dan menyuruh saya untuk lebih meningkatkan ibadah.Terhentak saya kaget karena saya pun mengalami hal yang sama.Dia bertanya bagaimana tapi saya tidak menjawab apapun.Saya takut ini akan semakin diselipi oleh syetan.Semenjak saya terus teringat dia saya menangis dan memohon pertolongan kepada alloh agar dihilangkan rasa itu. Tapi lama kelamaan perasaan itu semakin dalam. saat saya berdoa kepada Alloh saya memohon kepada alloh agar menjarangkan pertemuan kami.dan saya fikir alloh mengabulkannya.kami tidakj pernah lagi tahajud call bertemu pun sangat jarang.masalahnya sekarang saya masih mengingat dia bahkan merindukan tausiyah, candaan, dan lainnya. Bagaimana menurut ustad tolong berikan saya solusinya!
10. Ummu Syaima
Saudariku Syahidah..
Coba lihat firman Allah ta’ala,
“Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama.” (Al Fathir:28).
Kenapa bisa demikian. Karna para ulama lah yang palng mengenal ALlah. Dan manusia yang paling bertakwa dan paling takut kepada Allah adalah Nabi Muhammad sholallahu ‘alaihi wa sallam.
Jadi, langkah awal yang perlu diperbaiki adalah perbaikan dalam usaha mengenal Allah dan mengenal din ini seutuhnya.
Kita juga perlu mengetahui bahwa syetan adalah musuh yang akan terus berusaha mencari celah dari manusia untuk bisa menghasutnya keluar dari ketaatan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Jadi, apa yang ukhti lakukan sejak awal sebenarnya tidak dapat dibenarkan. Karena tidak ada hubungan antara seorang wanita dan laki-laki (dalam Islam) secara bebas sehingga dapat berhubungan intens dan ngobrol disertai canda.
Sekalipun itu selipi dengan tausyiah, hati-hatilah ukhti…terkadang setan juga memanfaatkan yang seperti ini. Sehingga terbersit dalam hati, “Kita kan cuma sekedar saling menasehati”.
Belum lagi dengan tahajjud call. Mungkin perlu ditelaah lagi hukumnya.
Sebenarnya amalan ini dapat dikerjakan oleh seseorang yang telah menjadi sepasang suami istri. Bahkan hal ini berpahala. Apalagi jika seorang suami bangun malam kemudian membangunkan istrinya juga untuk sholat malam.Ana lupa hadits tepatnya. Bahkan sebuah candaan yang merupakan perbuatan sia-sia mendapat pahala jika dilakukan suami istri.
Itu dari ana.
Semoga Allah memberi hidayah taufik dalam ketaatan. Banyak-banyak bergaul dengan teman yang menjauhi kemaksiatan.
Perbanyaklah menghadiri majelis ilmu. Sehingga pikiran kita beralih sibuk memikirkan bagaimana bisa memperdalam ilmu agama Islam.
Wallahu a’lam bishowab
11. ummu ‘azzah
ikhlas,nyatanya itu yang sedang saya ushaknan sekarang. bagaimana ya kita bisa mengikhlaskan hati atas kekhilafan suami yang nyatanya telah membuat retak hati… moahon doanya agar saya bisa ikhlas menerima apapun yang telah Allah gariskan buat saya.
12. sri
bagaimana membuat hati saya bisa lebih ikhlas untuk menerima semua kelakuan suami saya yang benar2 telah melukai hati dan perasaan saya…..sebagai kepala rumah tangga suami saya cukup sayang kepada anak2… hanya satu perbuatannya yg sampai saat ini tidak pernah berhenti yaitu bermain perempuan, baik secara terang2an atau secara sembunyi2….. dan suami saya pernah meminta kepada saya untuk boleh menikah lg dan dia meminta saya untuk turut mencarikan istri baginya… Ustad.. apa yg hrs saya perbuat dan saya lakukan… saya pernah bilang kepadanya…kalau ayah( kpd suami saya) mau menikah lg silahkan..tp secara tertulis saya tdk mengijinkan tp klau suami saya mau nikah sirih saya ijinkan… ustad apakah yang saya sarankan kepada suami saya ini adalah benar..dg adanya permasalahan ini saya coba mengikhlaskan hati dan perasaan saya, demi anak2…. mohon petunjuk apa yang hrs saya lakukan…..
13. antii
bagaimana meyakinkan hati untuk tetap selalu ikhlas dalam menghadapi permasalahan…..krn untuk ikhlas itu sptnya susah ya….
14. Wong Agung Sumbut
Bismillah,
“IKHLAS adalah RAHASIA dari RAHASIAKU yang KUtempatkan pada hati hamba-hambaKU yang KUCINTAI” (Qudsi)
terlalu naif kalau kita menganggap ikhlas hanya sekedar TANPA PAMRIH, atau MELUPAKAN satu perbuatan. Hadis Qudsi diatas mengajak kita berfikir ; Ikhlas dulu baru dicintai Allah, atau dicintai Allah dulu baru bisa dilapangkan dada kita untuk ikhlas. Surat 112 pada Al Qur’an dinamakan AL IKHLAS karena konsep MEN-TUHANKAN ALLAH, bukan karena ada kata “IKHLAS” dalam rangkaian kalimatnya. Jadi menurut saya RASA IKHLAS akan kita MILIKI, bila kita telah mencapai tahapan MEN-TUHANKAN ALLAH, sudahkah kita??
Tuhan adalah target sebuah obsesi, maka mari kita tanya pada diri kita, sudahkan kita TER-OBSESI kepada Allah, ataukah kita masih sering melanggar larangan-larangan Allah untuk tujuan lain……….nuwun
15. alif alfiatun az-zahra
Assalamualikum wr wb
Subhanallah…Kita telah diingatkan kembali untuk senantiasa ikhlas…Karena qt tidak ingin semua amalan yang kita kerjakan sia-sia begitu saja…Ikhlas adalah ilmu yang jarang orang bisa…tapi ukhi semua…percaya dan bertawakallah..Hanya kepada Allah SWT semata…Resapi hati kita…dan evaluasi atas apa yang kita kerjakan..atas niat apa kita melakukannya…Jazzakillah
16. anah
saya adalah seorang pelajar. Bagaimana ya agar saya dapat menjadi wanita yang dalam menjalani hidup ini penuh keiklasan dalam segala hal. Dan selalu dapat memberikan manfaat dari apa yang telah saya lakukan kepada orang lain. Aku mencoba sabar dan tegar menghadapi teman ku yang mungkin selalu cuek padaku dan dia lebih memilih teman yang bisa dikatakan sejajar dengan dia. Bagaimana mengatasi dia agar dia mau sedikit saja peduli padaku. Trim’s
17. soleha octaria
Assalamu’alaikum…
Saya akan memberikan sedikit solusi kepada ukhti Anah, semoga bisa bermanfaat yah. Memang gak gampang menjadi pribadi yg ikhlas, tapi klu kita berusaha kearah situ, insya Allah akan dipermudah. Mungkin ada baiknya kita bermuhasabah diri dulu, minta petunjuk kepada Allah SWT supaya diberikan kemudahan…
Didalam Islam kita gak dilarang berteman dengan siapapun, tapi tetap tujuan utama kita untuk mencari keridhaan-Nya. Kita juga harus pintar dalam memilih bitonah (teman dekat), karena kita akan merasa tenang jika kita memiliki teman yang satu visi dgn kita. Ukhti jangan bersedih hati, karena Allah selalu bersama kita. Coba ukhti baca surah Ali ‘Imran ayat 118, yg artinya ” Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya.” Mari kita ciptakan persahabatan karena Allah SWT…
Wassalamu’alaikum…
18. umi kulsum
Allah yang menghendaki manusia menjadi baik maupun buruk.bersyukurlah bagi manusia yang memiliki hati yang punya keinginan untuk menjadi baik..karena Allah pasti akan menolongnya.mungkin dengan tiba2 mendapat nasihat dari seorang teman yang sudah lama tidak bertemu, mungkin tiba2 menemukan buku yang isinya tentang ilmu ikhlas, mungkin tiba2 sedang mendengarkan radio trus ada ceramah tentang ikhlas@ridho, mungkin sedang browsing2 mencari artikel di internet tiba2 menemukan artikel tentang ikhlas….mungkin sekilas bagi kita itu tiba2 dan kebetulan.tapi sungguh tidak ada kejadian yang kebetulan.segala sesuatu sudah ada dalam rencana-Nya.dan Allah SWT pasti akan menunjukan jalan sepertia yang Dia kehendaki.Mari hidupkan hati kita selalu untuk terus minta pertolongan agar diberi hati yang bersih, hati yang ikhlas@ridho kepada Allah atas semua pemberian-Nya.Yakinkan terus dalam hati kita bahwa yang diberikan-Nya adalah yang terbaik.menjadi bahagia kita syukuri dan terus mendekat kepada-Nya.menjadi sedih, kita sabari dan terus minta perlindungan kepada-Nya, jangan putus asa dan jangan buruk sangka.Alloh lebih tau yang terbaik untuk diri kita..tugas kita hanya 3 : meluruskan niat, menyempurnakan ikhtiar, Tawakal.InsayAlloh.ridho..ridho…ridho…jangan merasa lebih karena kita akan merasa somong dan tidak seharusnya di uji dan akibatnya tidak ridho jika benar2 diuji..
19. david kuncoro
pacar saya memutuskan cinta saya.dia bersikukuh tak ingin kembali pada saya,dengan alasan tak ada lagi rasa cinta,akhirnya saya mengiklaskannya tp saya selalu melaksanakan sholat hajat agar ia kembali mencintai saya.apakah ini keiklasan..mohon bantuanya pak ushtad
20. muslimah.or.id
Mas David Kuncoro, satu poin penting adalah bahwa pacaran terlarang dalam agama Islam, tegasnya adalah “HARAM”.
Tidak ada alasan yang bisa dibenarkan secara syar’i terhadap apa yang mas lakukan; yaitu berdo’a dalam sholat agar wanita tersebut kembali kepada mas David, hal itu sama saja dengan berdo’a agar mas David kembali melakukan hubungan yang diharamkan Allah dengan wanita yang sama sekali bukan Mahrom mas David.
Ingatlah mas David, bahwa wanita itu bukanlah siapa-siapa bagi mas David, dan begitupun sebaliknya Anda mas David bukanlah siapa-siapa bagi wanita tersebut. Berusahalah untuk meninggalkan yang haram, dan mudah-mudahan Allah menolong kita. Wallahu a’lam…
21. david kuncoro
assalamua’laikum,pak ustad!terima kasih untuk jawaban sebelumya.untuk data tambahan, saya 28 tahun seorang pegawai negri,kami sudah saling kenal selama 5 tahun.saya punya beberapa pertanyaan lagi bersangkutan dengan komentar saya sebelumnya(No:20)
1.bagaimana saya mengobati rasa kecewa ini??padahal kami tinggal selangkah menuju pernikahan?saya jg masih sangat mencintai dia.
2.apa yang harus saya lakukan??mengiklaskan begitu saja(pasrah 100% pada Alloh tampa berbuat apapun)????.
3.mengiklaskan dan berdoa (melakukan sholat hajat)dan usaha lain agar dia sadar dan kembali pada saya???.
4.ada seorang teman yg mengenal seorang ustad yang konon bisa mengikat batin dua manusia.teman saya berkata itu tidak musrik karna tdak melanggar ajaran agama,terlebih yang melakukan adaah seorang ustad.
5.jika memang ada jalan yg menurut pak ustad paling baik untuk saya.dalam pesoalan saya ini,tolong saya di berikan penjelasan agar saya tidak tersesat
mohon bantuan,mengingat pengetahuan saya tentang agama tidak dalam…
22. muslimah.or.id
Waalaikum salam warohmatullah wabarokatuh
Mas David, kami ingin sedikit mengkritisi poin ke-4 pertanyaan mas David di atas. Ketahuilah bahwa perbuatan pak ustadz tersebut (bisa mengikat batin 2 manusia) adalah salah satu contoh perbuatan syirik yang bertentangan dengan ajaran Islam. Sebutan ‘ustadz’ tidaklah melegitimasi perbuatan seseorang yang bertentangan dengan agama, dan tidaklah bisa menutupi hakekat perbuatan tersebut. Seorang ‘dukun’ atau ‘tukang sihir’ pada zaman sekarang bisa dikenal dengan sebutan macam-maca mas David, bisa disebut ‘paranormal’, ‘ustadz’, ‘kyai’, bahkan disebut ‘orang pintar’, akan tetapi semua sebutan tersebut tidaklah menutupi hakekat perbuatan mereka! dan selain itu mereka para dukun menutupi kedok mereka dengan menggunakan do’a-do’a dari Al Qur’an dan bermacam-macam do’a atau aji-aji yang semuanya TIDAK PERNAH diajarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Mas David, mendatangi dukun termasuk syirik akbar yang ancamannya adalah kekal di dalam neraka. Berusahalah sekuat tenaga untuk menghindarinya, semoga Allah menolong Anda…
Mas David, seberapa kecewanya Anda ditinggalkan wanita tersebut? seberapa cintanya Anda dengan wanita tersebut? kami ingin bertanya, apakah wanita tersebut cinta dengan Anda? dan sekarang dia begitu saja meninggalkan Anda karena tidak ada lagi rasa cinta dengan Anda (lihat komentar Anda no. 19) Mas David, apakah Anda ingin menikahi seorang wanita yang sama sekali tidak cinta dengan Anda? Mas David, coba mas berdiri tegak dan tatap sekeliling Anda, ketahuilah mas David bahwa Anda adalah seorang laki-laki dan bukan seorang wanita lemah atau banci yang bisa larut hancur lebur dengan perasaan Anda sendiri!
Salah satu cara untuk Anda adalah mendekatkan diri kepada Allah ‘Azza wa Jalla dengan ikhlas dan benar-benar ikhlas, berdo’alah dan mintalah pertolongan Allah dalam sholat-sholat Anda, untuk sholat fardhu sholatlah secara berjama’ah di masjid karena hukum sholat fardhu secara berjama’ah di masjid adalah wajib bagi laki-laki, jika Anda mampu lakukanlah puasa sunnah, hilangkan dalam hati dan perasaan Anda untuk kembali ke wanita tersebut atau sebaliknya agar wanita tersebut kembali kepada Anda, carilah lingkungan baru, carilah aktivitas baru dengan ikut berbagai pengajian dan majelis taklim, jika mas tinggal di kota Yogyakarta, Anda bisa bergabung dengan teman-teman mahasiswa di Yogyakarta dalam menuntut ilmu agama. Wallahu a’lam…
23. eni
Ikhlas hanya dapat diperoleh oleh seseorang yg selalu berusaha untuk mendekat kepada Allah tanpa itu semua akan sia2.Dgn kita mendekat kpdNya berarti nilai2 spritual secara otomatis akan masuk didalam hatinya.Ikhlas hanya diperutukkan kepada orang2 yg selalu gembira dlm memberi tanpa berharap untuk menerima dari sisi keduniawian.
24. soleha octaria
Assalamu’alaikum…
Saya turut prihatin dengan masalah yang menimpa mas David. Terus terang saja, saya juga pernah mengalami hal yg sama seperti mas David, kami juga udah selangkah lagi menuju pernikahan, tapi Allah berkehendak lain. Pada awalnya saya sangat shock, tapi Alhamdulillah saya bisa melewatinya, itu semua karena Allah yang memberi petunjuk. Kalau kita berusaha untuk ikhlas insya Allah akan dimudahkan jalannya. Pertama-tama yang mesti dilakukan adalah bermuhasabah diri terlebih dahulu, sadari apa sebenarnya yg kurang pada diri kita…Tidaklah Allah membebani melebihi batas kemampuan kita, karena dibalik semua itu tersimpan hikmah yang hanya bisa dirasakan oleh hamba2-Nya yg mukmin.
Semoga mas David bisa sabar dalam menghadapi ujian ini. Berharaplah mudah2an Allah menggantikan dengan wanita yang lebih baik akhlaqnya. Amiin…
Wassalam…
25. slamet jasaraharja
orang ikhlas itu selalu sabar dan menerima setiap keadaan yang di alami dan selalu bersyukur ketika mendapat keberkahan nikmat yang diperoleh.selagi kita belum bersabar dengan keadaan yang dialami dan masih menggerutu, mengeluh, dan menyalahkan orang lain bahkan Sang Maha Pencipta serta tidak mau bersyukur dengan nikmat yang ada, maka kita tidak akan pernah beroleh kesenangan ataupun kebahagiaan walaupun secara lahiriah kita telah melaksanakan dengan ikhlas setiap aktivitas yang dilakukan.
26. amik
hatiq terenyuh aq sudah mencoba u berbuat ikhlas tp susah sekali banyak faktor yang mempengaruhi keihlasan aq .tolong saran u ikhlas bener2 ikhlas
27. Qubailil
ASs,,.! komenTar Sy G’ AnEh2X Sy cma menGinForMsikN Ma Smuw Orng AlngKh BaekNya BerKta SambiL dI LaKukan.Biar Seimbang Dri Pa Yng DkwahkaNnyA.JuSt That My OpiNn. There ArE MistAkE 4GiVe Me. AllAH MelihaT Bkan Dri Apa Yng Di UcApkAn, Tp Dri APA YaNg Di KeRJAaaKan…!!
28. Qubailil
Disa’at wakTu brhenti, ksong…!dimensi membutakan mta me2ka’kan tlinga.Jika kita menyadari hal tersebut maka kita akan tahu bahwa tidaklah orang yang bertakwa itu masuk surga kecuali dengan kebaikan (rahmat) Allah.iiiiiiiih kok agak g’donkkkk.. tapi yang pnting beri komenTAR
Assalamu’alaikum…
Mas David saya juga pernah mengalami hal seperti anda, saya tau rasa nya..hati terasa sesak, males ngapa2in, males bergaul, jd rendah diri karena kita merasa kita di tinggalkan karena kekurangan2 kita…Untuk melalui semua ini butuh proses emang mas, tapi bukan berarti ga bisa…
Yang saya lakukan wkt itu adh semakin mendekatkan diri sama Allah, pasrah dan ikhlas bahwa apapun yg terjadi menimpa saya itu adh atas izin allah dan yakin itu adh yg terbaik utk saya kedepan nya, memperbanyak istigfar ketika saya sedih teringat dia, berusaha u setiap hari sholat dhuha, membaca almatsurat minimal sekali dlm sehari, memperbanyak sholat istiqorah agar bisa semakin ikhlas (coba mas pahami doa istiqorah,subhanallah inspiring bgt), mencoba memperbaiki ibadah2 wajib saya spt mencoba khusyuk di setiap sholat dan mencoba merasakan(menumbuhkan) nikmat melaksanakan sholat..dan msh byk hal2 lain nya yg bisa di lakukan untuk bisa lepas dari situasi yg tidak enak ini..jgn pernah nyerah untuk memotivasi diri agar bisa keluar dr masalah ini…semoga ini bisa membantu…
Ikhlas…sungguh itu adalah kata yang mudah diucapkan tapi terasa sulit untuk diejowantahkan dalam kehidupan nyata tanpa hidayah dari Allah.
Subhanallah, Maha Suci Allah yang telah memberi ana takdir suami berpoligami meski pada awalnya ana tak bisa menerima hal itu.
Jujur saat ini ana butuh nasehat bagaimana sikap yang seharusnya saya lakukan sebagai istri pertama agar keikhlasan ini tidak lagi ternodai oleh bisikan syetan yang senantiasa mengajak kita kepada kemaksiatan, karena baru sebulan yang lalu suami ana mengakui telah menikah lagi dan saat ini mereka baru saja dikaruniai baby.
Sebagai wanita kadang timbul perasaan sakit karena dikhianati, tapi ketika ana sadar bahwa ini sudah terjadi dan merupakan takdir dari Allah, maka ana ikhlaskan itu karena ana mengharapkan jannahNya.
Menurut ana tiap desir luka yang ada, jika kita pasrahkan kepadaNya, kemudian kejadian itu (suami berpoligami) bisa kita jadikan sarana untuk lebih mendekatkan hati kita kepada Allah, insyaallah kita akan lebih mudah menjalani hari- hari selanjutnya.
sudah benarkah pola pikir ana itu?
Mohon nasehatnya…..
bismillah….
ana sependapat dg ummu hanna, terkdg ana merasa minder dg diri ana sendiri. Ana merasa tidaka ada yang bisa dibanggakan dlm diri ana, fisik sangat standar, otak biasa aja, dan kebetulan ana berasal dari keluarga ekonomi bawah. Jujur sebagai seorang perempuan yang cukup umur, ana ingin menyempurnakan setengah dien ini dg menikah tp smp skg blm satu pun ikhwan yg melamar. Sedangkan beberapa akhwat teman saya yang kebetulan dikaruniai kecantikan fisik dan berasal dari keluarga menengah ke atas kewalahan menolak pinangan dari ikhwan2 yag datang bertubi-tubi. Layaknya lebah yg memperebutkan madu pd bunga yg indah. Hati ini sedih dan ingin menangis kalau temen ana tsb cerita ttg ikhwan fans baru mrk. Meski demikian ana yakin kalau tidak ada satupun yg diciptakan Allohu Ta’ala sia2, bgt pula ana. Setiap peristiwa pasti ada hikmah yg indah di baliknya. Ada yg berkenan memberi saran? oh ya ana jg mau tny dg pr ikhwan, apakah kecantikan menjadi syarat yg penting dlm memilih istri? apakah benteng hati laki2 bgt rapuh terhadap godaan mata dlm hal ini akhwat cantik?ana tdk bermksd menghakimi, ini jujur pertanyaan
Assalamu alaikum wr wb
Ikhlas, kata itu yang sekarang diperlukan hati saya. Anak saya meninggal dalam kandungan setelah sudah 9 bln umurnya. Pikiran saya mengatakan bahwa saya harus ikhlas menerima semua ini, karena Allahlah yang memberi dan Dialah jua yang mengambil. Tapi kenapa mata ini tetap menangis?? Apakah ini tandanya saya belum ikhlas?? Berdosakah saya menangis?
Kl qt ikhlas qt ga blh brprasangka buruk sdkit pun ke Allah,qt hrs slalu yakin 1000% ma Allah,smua yg dbrikan ma Allah/takdir yg dbrikan Allah tu pasti yg terbaik,Allah ga prnh menzalimi hamba’A,krn Allah Maha Penyayang diantara para Penyayang,bhkan mlebihi dri qt sndri maupun ibu qt sndri,,tp kdg qt ga bs liat itu krn pa,mngkn krn qt krg bs mnsyukuri sm pa yg ud dbrikan Allah k qt slama ni,syukurilah pa yg qt miliki wlaupun sdkit mnurut qt,kl yg sdkit ja ga bs qt syukuri gmn mw mnsyukuri hal yg besar,,
ummu habibah…
artikelnya sangat bagus, setidaknya aku bisa terinspirasi untuk aku terapkan dalam kehidupanku. aku akan berusaha untuk ikhlas menghadapi cobaan ini. meskipun terasa sulit sekali.aku yakin dibalik kesulitan yang aku alami pasti ada kemudahan, tentu ada hikmah. semoga Allah swt memberiku kekuatan, amin.