Penyusun Ulang: Ummu Aufa
Muroja’ah: Ust. Abu Mushlih
Saudariku, setelah di edisi kemarin kita dapat mengetahui hakikat kesyirikan maka kini kami ingin menjelaskan mengenai macam-macam syirik. Syirik tidak hanya menyembah berhala, menyembah selain-Nya namun riya’ juga merupakan syirik. Dengan demikian marilah saudariku kita simak penjelasan di bawah ini.
Pembagian syirik ada berbagai macam tergantung dikelompokkan pada kelompok yang mana.
1. Syirik yang Terkait dengan Kekhususan Allah Ta’ala
a. Syirik di dalam Rububiyyah
Yaitu meyakini bahwa selain Allah mampu menciptakan, memberi rezeki, menghidupkan atau mematikan dan lainnya dari sifat-sifat rububiyyah.
b. Syirik di dalam Uluhiyyah
Yaitu meyakini bahwa selain Allah bisa memberikan madharat atau manfaat, memberikan syafaat tanpa izin Allah, dan lainnya yang termasuk sifat-sifat uluhiyyah.
c. Syirik di dalam Asma’ wa Sifat
Yaitu seorang meyakini bahwa sebagian makhluk Allah memiliki sifat-sifat khusus yang Allah ta’alla miliki, seperti mengetahui perkara gaib, dan sifat-sifat lainnya yang merupakan kekhususan Rabb kita yang Maha Suci.
2. Syirik Menurut Kadarnya
a. Syirik Akbar (besar)
Yaitu syirik dalam keyakinan, dan hal ini mengeluarkan pelakunya dari agama islam.
- Syirik dalam berdoa
Adalah merendahkan diri kepada selain Allah dengan tujuan untuk istighatsah dan isti’anah kepada selain-Nya.
- Syirik dalam niat, kehendak dan maksud
Adalah manakala melakukan ibadah tersebut semata-mata ingin dilihat orang atau untuk kepentingan dunia semata.
- Syirik dalam keta’atan
Yaitu menjadikan sesuatu sebagai pembuat syariat selain Allah Subhanahu wa Ta’ala atau menjadikan sesuatu sebagai sekutu bagi Allah dalam menjalankan syariat dan ridho atas hukum tersebut.
- Syirik dalam kecintaan
Adalah mengambil makhluk sebagai tandingan bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala. Menyetarakan kecintaan makhluk dengan Allah.
b. Syirik Ashghar (kecil)
Yaitu riya’, hal ini tidak mengeluarkan pelakunya dari agama islam, akan tetapi pelakunya wajib untuk bertaubat. Akan tetapi bukan hanya riya’ saja yang termasuk syirik Ashgar. Riya’ termasuk Syirik Ashghar namun tidak semua Syirik Ashghar hanya berupa riya’.
c. Syirik Khafi (tersembunyi)
Yaitu seorang beramal dikarenakan keberadaan orang lain, hal ini pun termasuk riya’, dan hal ini tidak mengeluarkan pelakunya dari agama islam sebagaimana anda ketahui, namun pelakunya wajib bertaubat.
3. Syirik Menurut Letak Terjadinya
a. Syirik I’tiqodi
Syirik yang berupa keyakinan, misalnya meyakini bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala yang telah menciptakan kita dan memberi rizki pada kita namun di sisi lain juga percaya bahwa dukun bisa mengubah takdir yang digariskan kepada kita. Hal ini termasuk Syirik Akbar yang mengeluarkan pelakunya dari agama islam, kita berlindung kepada Allah dari hal ini.
b. Syirik Amali
Yaitu setiap amalan fisik yang dinilai oleh syari’at islam sebagai sebuah kesyirikan, seperti menyembelih untuk selain Allah, dan bernazar untuk selain Allah dan lainnya.
c. Syirik Lafzhi
Yaitu setiap lafazh yang dihukumi oleh syari’at islam sebagai sebuah kesyirikan, seperti bersumpah dengan selain nama Allah, seperti perkataan sebagian orang, “Tidak ada bagiku kecuali Allah dan engkau”, dan “Aku bertawakal kepadamu”, “Kalau bukan karena Allah dan si fulan maka akan begini dan begitu”, dan lafazh-lafazh lainnya yang mengandung unsur kesyirikan.
Dengan mengetahui beberapa kategori syirik diatas dapat membantu kita untuk menghindarinya agar tidak terjatuh dalam kesyirikan dalam bentuk apapun dan cara bagaimana pun. Semoga kita semua bisa terhindar dari syirik tersebut di manapun dan kapan pun jua. Wallohu a’lam bishowab.
Maraji’:
Penjelasan Al-Qaul Al-Mufid fii Adillati At-Tauhid (terj)
***
Artikel www.muslimah.or.id
© 2006 - 2009 muslimah.or.id - Meraih Kebahagiaan Muslimah di Atas Jalan Salaful Ummah
1. abu najla’
August 6th, 2007 at 12:36 am
Assalamualaikum Ustadz.
saya mau tanya tentang darah nifas, apakah darah yang keluar satu hari sebelum melahirkan juga disebut darah nifas? karena dulu istri saya waktu akan melahirkan, mengeluarkan darah sedikit-sedikit disertai rasa sakik. waktu itu saya mengira kalau darah nifas hanya keluar waktu setelah melahirkan, jadi istri saya tetap saya suruh sholat, zuhur sampai isya. setelah saya baca artikel tentang nifas di almanhaj.or.id, ternyata darah yang keluar sebelum melahirkan dan disertai rasa sakit adalah darah nifas. saya jadi sangat menyesal ustadz karena telah memberi ilmu yang salah kepada istri saya. saya takut termasuk orang yang menghalalkan apa yang diharamkan Allah dan mengharamkan apa yang dihalalkan ALLah, dan ini juga termasuk syirik. mohon jawaban ustadz.
2. muslimah.or.id
August 7th, 2007 at 4:42 am
Waalaikum salam warohmatullah wabarokatuh,
Jika keluarnya darah sebelum melahirkan tersebut disertai dengan rasa sakit, maka insya Allah itu sudah nifas. Rasa sakit kontraksi akan melahirkan dan keluarnya darah biasanya terjadi +/- 18 Jam sebelum melahirkan. Wallahu a’lam.
Untuk sekarang, yang pertama kali harus dilakukan adalah bertobat kepada Allah dan kemudian meralat perihal tersebut kepada istri antum. Mudah-mudahan ini menjadi pelajaran bagi kita semua untuk tidak beramal dan berfatwa tanpa ilmu. Jika tidak mengetahui sesuatu, apalagi yang berhubungan dengan agama, maka hendaklah kita tanyakan kepada ahlinya. Wallahu a’lam.
3. rudi
September 6th, 2007 at 11:53 pm
Assalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh,
Ustadz. ana mau bertanya. Istri saya telah melahirkan anak pertama. pada saat masa nifas, pada hari ke 37 tinggal cairan putih dan kadang-kadang coklat dan berlangsung terus sampai hari 46 dan sempat berhenti selama satu hari kemudian setelah itu datang lagi darah sampai memasuki masa haidnya yang berlangsung sampai hari ke 54 masa persalinan setelah masa haidnya selesai tapi masih mengeluarkan cairan kecoklatan dan sesekali mengeeluarkan darah tapi sedikit dan masih berlangsung sampai hari ke 59. bagaimanakah hukumya cairan yang keluar setelah masa haidnya tersebut? apakah masih di hukumi darah nifas atau istihadah?
terimakasih atas jawaban ustadz
4. izhar
October 17th, 2007 at 9:40 pm
Assalamualaikum wr.wb
Pak saya mau menanyakan doa untuk menghindari kita dari guna-guna/ santet yang menyebabkan kita sakit karena dibuat orang lain yang tidak suka dengan kita, karena hal ini telah terjadi terhadap adik saya,
saya mohon bapak dapat memberikan petunjuk, terima kasih atas perhatiannya.
wassalam.
5. ibnu rahman
November 2nd, 2007 at 3:19 am
Assalammu’alaikum warohmatullohi wabarokatuh
Mohon maaf sebelumnya, ana mohon ijin untuk menanggapi komentar akhi izhar.
Mengenai masalah akhi izhar, silahkan antum merujuk pada kitab karangan Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas yang berjudul Do’a & Wirid, Mengobati Guna-guna dan Sihir menurut Al Qur’an dan as Sunnah, Penerbit Pustaka Imam Syafi’i.
Insya Allah kitab itu berisi kumpulan do’a-do’a berdasarkan Al Qur’an dan Hadits yang Shohih.
Wassalammu’alaikum warohmatullohi wabarokatuh.
musim kemarau yang mencipta Allah , musim hujan yang mencipta Allah
subhanallah
Ass.wr.wb
Bagaimana dng sebagian suku di negara kita ini yg masih meyakini adanya Hari baik atau buruk untuk menentukan hari pernikahan, pindah rumah/kantor,dll??
Bukankah sebagai seorang muslim, kita diharuskan bertawakkal kpd Allah dlm segala urusan? bukannya justru meyakini/menyandarkan baik atau buruknya urusan kita kpd HARI???….
Jazakullah
Wasalammualaikum wr.wb
pengobatan alternatif yang menggunakan air doa, syirik kah????? dengan serangkaian ritual seperti memasukan sesuatu ke badan pasien di titik2 penyakit. tidak dapat dilihat apa yang dimasukan, hanya berbunyi ‘ceklik’.
apakah memanggil nm se2org dg nm julukan,”misal si ayam” bsakh d katagorikn dlm syirik khafi?
saya mau yang ada syirik khafi nya
Ass.kum
Tanya: Apakah mengatakan “makan obat ini bisa menyembuhkan penyakit” adalah syirik? mohon penjelasanya. Terima kasih
ramudeng
@ Muh Jati
First, nama kita hampir sama.. ^^
>> Baca baik-baik akhi, insya Allah mudah dipahami…
>> Malu ah, laki-laki tidak bisa pahami tulisannya si tulang rusuk yang bengkok.
نسأل الله أن يزيد علمك
@eko
wa’alaikumussalam, tergantung keyakinan dalam perkataannya akh, kalau dia beranggapan bahwa obat itu adalah penyebab sembuhnya sakit secara sendirinya tanpa mengaitkannya dengan kehendak Allah maka perkataan ini termasuk syirik.
Akan tetapi kalau keyakinan dalam dirinya adalah obat ini hanyalah merupakan salah satu sebab kesembuhan yang ada buktinya secara medis, dan dia menggantungkan kesembuhan tersebut kepada Allah, maka perkataan ini tidak apa-apa.
‘ala kulli hal, pembahasannya masih lebih panjang dari yang bisa kemi tuliskan di komentar ini, karena ada kaidah-kaidah lain dan pembahasan pengantar yang harus dimengerti terlebih dahulu, pembahasan tersebut diantaranya bisa disimak melalui pelajaran kitab tauhid.
bagaimna jika kita memakai pemanis ya ktanya itu halal……
Assallamualaikum
Maaf saya mau tanya apabila ada seorang berbuat syirik besar tetapi dia ingin bertobat lagi apa tobatnya di terima?
Trimakasih
Wasalam
assalamualaikum.. artikel ini sangat bermanfaat buat saya. karena pemehaman saya tentang Islam masih terbatas. meski dari lahir agama udah Islam … tanks. wassalamualaikum wr wb
MAU TANYA: BAGAIMANA HUKUMAN DI AKHIRAT YG PELAKU SIRIK DAPAT BILA DIA TDK TAU KALO YG DILAKUKAN ITU SYIRIK..MISALNYA PERCAYA AKAN DUKUN ATAU ADANYA WALLI……DAN MINTA PERTOLONGAN KPD YG DI ANGGAP WALLI..
Bolehkah ana ngopas tulisan-tulisan ustadz di blog ini dengan menyertakan link sumbernya? Habis bagus-bagus sih. Sukron.
Alhamdulillah akhirnya ada penjelasan tentang macam-macam syirik,,,jadi nambah ilmu nech
Assalamualaikum Ustadz ,,
saya mau tanya ustad ,,
jika saya sekedar mencoba ikutan kuis kuis ato ramalan tapi tidak saya yakini ,,
bagaimana hukumnya ustad…???
mohon di jawab ustad…
Wa’alaikumussalam warahmatullah,
Mengikuti kuis itu sendiri perlu dipoertanyakan apakah ada unsur judi (untung-untungan) ataukah tidak. Ditambah lagi kuis yang berkaitan tentang ramalan, hukumnya tetap terlarang, meski tidak meyakini ramalan tersebut. Sama halnya kita iseng-iseng mendatangi dukun menanyakan ramalan nasib dengan tetap tidak memepercayainya maka hukumnya terlarang karena merupakan jalan yang dapat menghantarkan pelakunya jatuh ke perbuatan syirik besar. Allahu A’lam
bismillah.assalamu’alaikum warohmatulloh.alhamdulilah artikel ini sangat bagus.ana minta izin untuk copy semua artikel yang ada di web ini.jazaakumulloh khoiron katsiiron
Aslmkm
pak, saya mau tnya, sewaktu saya datang ke pesta pernikahan teman kerja berbarengan dg teman2 yg lain, saat bersalaman dengan kedua mempelai, tiba2 mempelai perempuan memnyuruh teman2nya yg cewek u/ mengambil bunga melati yang ada di pedang yg ditaruh punggung belakang mempelai pria, dg maksud, agar orang yg mengambil bunga melati tsb segera menikah,,
apakah itu syirik?
syukron u/ jawabannya
mohon di jelaskan
@ Eka Wulandari
wa’alaikumussalam..
bisa jadi orang tersebut berbuat syirik kecil bahkan syirik besar jika diikuti dengan keyakinan bahwa bunga tersebut menjadi penyebab datangnya jodoh. Sehingga bunga tersebuut diyakini bisa mendatangkan manfaat dan madharat. Wal iyyadzubillah..
assalmmualaikum wb
saya mau nanya ni pak buk,termasuk golongna sirik apakah apabila dihati seseorang terlintas dia mengaku tuhan.mhon penjelasan nya dengan dali.trim.
@ Jailani
Wa’alaikumussalam, manusia yang mengaku tuhan jelas melakukan bentuk kekufuran dan kesyirikan yang amat besar, sebagaimana hal ini kita jumpai penjelasan dalam Al-Qur’an tentanga kisah Fir’aun yang mengaku sebagai tuhan yang disembah. wal iyyadzubillah
Silahkan baca artikel kisah Fir’aun tersebut disni
http://muslimah.or.id/aqidah/benarkah-firaun-seorang-muslim-bagian-1.html
http://muslimah.or.id/aqidah/benarkah-firaun-seorang-muslim-bagian-2.html