<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Ketika Kita Ingin Dilihat</title>
	<atom:link href="http://muslimah.or.id/aqidah/ketika-kita-ingin-dilihat.html/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://muslimah.or.id/aqidah/ketika-kita-ingin-dilihat.html</link>
	<description>Meraih Kebahagiaan Muslimah di Atas Jalan Salaful Ummah</description>
	<lastBuildDate>Fri, 10 Feb 2012 06:41:24 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
	<item>
		<title>By: asepz</title>
		<link>http://muslimah.or.id/aqidah/ketika-kita-ingin-dilihat.html/comment-page-1#comment-13480</link>
		<dc:creator>asepz</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 01 May 2011 14:39:34 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslimah.or.id/aqidah/ketika-kita-ingin-dilihat.html#comment-13480</guid>
		<description>ria itu ada dalam hati, fikiran, atau lidah
makash kpd smwa pengelola situs ini,istiqomah terus ya?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ria itu ada dalam hati, fikiran, atau lidah<br />
makash kpd smwa pengelola situs ini,istiqomah terus ya?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: oomar khattab</title>
		<link>http://muslimah.or.id/aqidah/ketika-kita-ingin-dilihat.html/comment-page-1#comment-10445</link>
		<dc:creator>oomar khattab</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 27 Sep 2010 07:01:17 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslimah.or.id/aqidah/ketika-kita-ingin-dilihat.html#comment-10445</guid>
		<description>subhanalloh tnyata sirik yak terlihat n tak terasa...tw2 diakhiran di jembrengin daftar riya qt oleh Alloh ktika dihisab....
astghfirulloh....smga sy tdk riya dlm cmment ini...jzklloh ilmu&#039;y</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>subhanalloh tnyata sirik yak terlihat n tak terasa&#8230;tw2 diakhiran di jembrengin daftar riya qt oleh Alloh ktika dihisab&#8230;.<br />
astghfirulloh&#8230;.smga sy tdk riya dlm cmment ini&#8230;jzklloh ilmu&#8217;y</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: muslimah.or.id</title>
		<link>http://muslimah.or.id/aqidah/ketika-kita-ingin-dilihat.html/comment-page-1#comment-9732</link>
		<dc:creator>muslimah.or.id</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 09 Aug 2010 08:54:30 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslimah.or.id/aqidah/ketika-kita-ingin-dilihat.html#comment-9732</guid>
		<description>@ Novi
Wa&#039;alaikumussalam warahmatullah,

Al-Imam Al-Fudhail bin ‘Iyadh rahimahullah berkata, “&lt;em&gt;Meninggalkan amalan karena manusia adalah riya’ dan beramal karena manusia adalah syirik. Sedang ikhlas, jika Allah Ta’ala menyelamatkanmu dari keduanya.”&lt;/em&gt; (Riwayat Al-Baihaqi dalam Syu’abul Iman, no. 6879)

Al-Imam An-Nawawi rahimahullah menjelaskan, “Makna perkataan beliau, barangsiapa yang telah bertekad melakukan suatu amalan, kemudian ia meninggalkan amalan tersebut karena khawatir dilihat orang, maka ia telah melakukan riya’, sebab ia meninggalkan amalan karena manusia. Adapun jika ia meninggalkan shalat sunnah di keramaian untuk kemudian mengerjakannya saat tidak dilihat orang, maka yang seperti ini disunnahkan. Kecuali shalat wajib, atau zakat wajib, atau ia seorang ulama yang menjadi panutan, maka lebih afdhal dikerjakan secara terang-terangan.” (Syarhul Arba’in, Al-Imam An-Nawawi, hal. 11)

Silahkna membaca selengkapnya diartikel bermanfaat ini Ukhti,
http://www.ahlussunnah-jakarta.com/artikel_detil.php?id=445</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ Novi<br />
Wa&#8217;alaikumussalam warahmatullah,</p>
<p>Al-Imam Al-Fudhail bin ‘Iyadh rahimahullah berkata, “<em>Meninggalkan amalan karena manusia adalah riya’ dan beramal karena manusia adalah syirik. Sedang ikhlas, jika Allah Ta’ala menyelamatkanmu dari keduanya.”</em> (Riwayat Al-Baihaqi dalam Syu’abul Iman, no. 6879)</p>
<p>Al-Imam An-Nawawi rahimahullah menjelaskan, “Makna perkataan beliau, barangsiapa yang telah bertekad melakukan suatu amalan, kemudian ia meninggalkan amalan tersebut karena khawatir dilihat orang, maka ia telah melakukan riya’, sebab ia meninggalkan amalan karena manusia. Adapun jika ia meninggalkan shalat sunnah di keramaian untuk kemudian mengerjakannya saat tidak dilihat orang, maka yang seperti ini disunnahkan. Kecuali shalat wajib, atau zakat wajib, atau ia seorang ulama yang menjadi panutan, maka lebih afdhal dikerjakan secara terang-terangan.” (Syarhul Arba’in, Al-Imam An-Nawawi, hal. 11)</p>
<p>Silahkna membaca selengkapnya diartikel bermanfaat ini Ukhti,<br />
<a href="http://www.ahlussunnah-jakarta.com/artikel_detil.php?id=445" rel="nofollow">http://www.ahlussunnah-jakarta.com/artikel_detil.php?id=445</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Novi</title>
		<link>http://muslimah.or.id/aqidah/ketika-kita-ingin-dilihat.html/comment-page-1#comment-9692</link>
		<dc:creator>Novi</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 06 Aug 2010 03:54:55 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslimah.or.id/aqidah/ketika-kita-ingin-dilihat.html#comment-9692</guid>
		<description>assalamualaikum ustadzah..

saya adalah anak kost yang menyewa 1 kamar untuk 2 orang bersama teman saya. di artikel atas tertulis salah satu cara menghindari riya&#039; adalah ibadah yang sembunyi sembunyi untuk ibadah sunnah.
yang ingin saya tanyakan, jika saya bangun malam untuk shalat tahajud, otomatis saya melakukan shalat di kamar yang juga ada teman saya. lalu apa yang bisa saya lakukan untuk menghindari riya&#039; yang berbahaya itu?

Mohon penjelasan Ustadzah.
Jazakallahu khair.

wassalamualaikum.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>assalamualaikum ustadzah..</p>
<p>saya adalah anak kost yang menyewa 1 kamar untuk 2 orang bersama teman saya. di artikel atas tertulis salah satu cara menghindari riya&#8217; adalah ibadah yang sembunyi sembunyi untuk ibadah sunnah.<br />
yang ingin saya tanyakan, jika saya bangun malam untuk shalat tahajud, otomatis saya melakukan shalat di kamar yang juga ada teman saya. lalu apa yang bisa saya lakukan untuk menghindari riya&#8217; yang berbahaya itu?</p>
<p>Mohon penjelasan Ustadzah.<br />
Jazakallahu khair.</p>
<p>wassalamualaikum.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: defnie</title>
		<link>http://muslimah.or.id/aqidah/ketika-kita-ingin-dilihat.html/comment-page-1#comment-8461</link>
		<dc:creator>defnie</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 06 May 2010 19:01:34 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslimah.or.id/aqidah/ketika-kita-ingin-dilihat.html#comment-8461</guid>
		<description>izin copas artikelnya, jazakillah khoir !</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>izin copas artikelnya, jazakillah khoir !</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Irwin Ananta</title>
		<link>http://muslimah.or.id/aqidah/ketika-kita-ingin-dilihat.html/comment-page-1#comment-5423</link>
		<dc:creator>Irwin Ananta</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 31 Aug 2009 08:52:18 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslimah.or.id/aqidah/ketika-kita-ingin-dilihat.html#comment-5423</guid>
		<description>Bagus sekali artikelnya.......</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bagus sekali artikelnya&#8230;&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

