Iman Kepada Rasul

Penyusun: Ummu Ziyad
Muroja’ah: Ust. Abu Mushlih Ari Wahyudi

Saudariku! Jangan Pandang Sebelah Mata Pembahasan Ini

Mungkin ada diantara kita yang merasa cukup dengan apa yang telah dipelajari selama ini dari bangku SD hingga bangku SMA (bahkan bangku perkuliahan) atau merasa tidak ada yang perlu dibahas lagi, sudah tahu bahwa Nabi itu ada 25, sifat nabi yang wajib ada 4, shidiq, fatonah, amanah, dan tabligh. Jika demikian pemahamanmu wahai saudariku, maka kebutuhanmu semakin besar dalam membaca tulisan kali ini, sehingga dengan izin Allah, engkau akan menyadari makna dan konsekuensi yang benar dari pernyataan keimananmu kepada Nabi dan Rasul-Nya ‘alaihimush shalatu wassalam.

Definisi Nabi dan Rasul

Nabi dalam bahasa Arab berasal dari kata naba. Dinamakan Nabi karena mereka adalah orang yang menceritakan suatu berita dan mereka adalah orang yang diberitahu beritanya (lewat wahyu). Sedangkan kata rasul secara bahasa berasal dari kata irsal yang bermakna membimbing atau memberi arahan. Definisi secara syar’i yang masyhur, nabi adalah orang yang mendapatkan wahyu namun tidak diperintahkan untuk menyampaikan sedangkan Rasul adalah orang yang mendapatkan wahyu dalam syari’at dan diperintahkan untuk menyampaikannnya (*). Sebagian ulama menyatakan bahwa definisi ini memiliki kelemahan, karena tidaklah wahyu disampaikan Allah ke bumi kecuali untuk disampaikan, dan jika Nabi tidak menyampaikan maka termasuk menyembunyikan wahyu Allah. Kelemahan lain dari definisi ini ditunjukkan dalam hadits dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

(*) Syaikh Ibn Abdul Wahhab menggunakan definisi ini dalam Ushulutsalatsah dan Kasyfu Syubhat, begitu pula Syaikh Muhammad ibn Sholeh Al Utsaimin.

“Ditampakkan kepadaku umat-umat, aku melihat seorang nabi dengan sekelompok orang banyak, dan nabi bersama satu dua orang dan nabi tidak bersama seorang pun.” (HR. Bukhori dan Muslim)

Hadits ini menunjukkan bahwa Nabi juga menyampaikan wahyu kepada umatnya. Ulama lain menyatakan bahwa ketika Nabi tidak diperintahkan untuk menyampaikan wahyu bukan berarti Nabi tidak boleh menyampaikan wahyu. Wallahu’alam. Perbedaan yang lebih jelas antara Nabi dan Rasul adalah seorang Rasul mendapatkan syari’at baru sedangkan Nabi diutus untuk mempertahankan syari’at yang sebelumnya.

Bagaimana Beriman Kepada Nabi dan Rasul ?

Ketahuilah saudariku! Beriman kepada Nabi dan Rasul termasuk ushul (pokok) iman. Oleh karena itu, kita harus mengetahui bagaimana beriman kepada Nabi dan Rasul dengan pemahaman yang benar. Syaikh Muhammad ibn Sholeh Al Utsaimin menyampaikan dalam kitabnya Syarh Tsalatsatul Ushul, keimanan pada Rasul terkandung empat unsur di dalamnya (*).

(*) Perlu diperhatikan bahwa penyebutan empat di sini bukan berarti pembatasan bahwa hanya ada empat unsur dalam keimanan kepada nabi dan rosul-Nya.

  1. Mengimani bahwa Allah benar-benar mengutus para Nabi dan Rasul. Orang yang mengingkari – walaupun satu Rasul – sama saja mengingkari seluruh Rasul. Allah ta’ala berfirman yang artinya, “Kaum Nuh telah mendustakan para rasul.” (QS. Asy-Syu’araa 26:105). Walaupun kaum Nuh hanya mendustakan nabi Nuh, akan tetapi Allah menjadikan mereka kaum yang mendustai seluruh Rasul.
  2. Mengimani nama-nama Nabi dan Rasul yang kita ketahui dan mengimani secara global nama-nama Nabi dan Rasul yang tidak ketahui. – akan datang penjelasannya -
  3. Membenarkan berita-berita yang shahih dari para Nabi dan Rasul.
  4. Mengamalkan syari’at Nabi dimana Nabi diutus kepada kita. Dan penutup para nabi adalah Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam yang beliau diutus untuk seluruh umat manusia. Sehingga ketika telah datang Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka wajib bagi ahlu kitab tunduk dan berserah diri pada Islam Sebagaimana dalam firman-Nya yang artinya, “Maka demi Tuhanmu, mereka tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa dalam hati mereka sesuatu keberatan terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya.” (QS. An-NisaA’ 4:65)

Jumlah Nabi dan Rasul

Ketahuilah saudariku, jumlah Nabi tidaklah terbatas hanya 25 orang dan jumlah Rasul juga tidak terbatas 5 yang kita kenal dengan nama Ulul ‘Azmi. Hal ini berdasarkan hadits dari Abu Dzar Al-Ghifari, ia bertanya pada Rasulullah, “Ya Rasulullah, berapa jumlah rasul?”, Nabi shallallahu’alaihiwasallam menjawab, “Tiga ratus belasan orang.” (HR. Ahmad dishahihkan Syaikh Albani). Dalam riwayat Abu Umamah, Abu Dzar bertanya, “Wahai Rasulullah, berapa tepatnya para nabi?”, Nabi shallallahu’alaihiwasallam menjawab, “124.000 dan Rasul itu 315 orang.” Namun terdapat pendapat lain dari sebagian ulama yang menyatakan bahwa jumlah Nabi dan Rasul tidak dapat kita ketahui. Wallahu’alam.

Oleh karena itulah, walaupun dalam Al-Qur’an hanya disebut 25 nabi, maka kita tetap mengimani secara global adanya Nabi dan Rasul yang tidak dikisahkan dalam Al-Qur’an. Allah ta’ala berfirman yang artinya, “Dan sesungguhnya telah Kami utus beberapa orang rasul sebelum kamu, di antara mereka ada yang Kami ceritakan kepadamu dan di antara mereka ada yang tidak Kami ceritakan kepadamu.” (QS. Al-Mu’min 40:78). Selain 25 nabi yang telah disebutkan dalam Al-Qur’an, terdapat 2 nabi yang disebutkan Nabi shalallahu’alaihiwasalam, yaitu Syts dan Yuusya’.

Berkenaan dengan tiga nama yang disebut dalam Al-Qur’an yaitu Zulkarnain, Tuba’ dan Khidir terdapat khilaf (perbedaan pendapat) di kalangan ulama apakah mereka Nabi atau bukan. Akan tetapi, untuk Zulkarnain dan Tuba’ maka yang terbaik adalah mengikuti Rasulullah shalallahu’alaihiwasalam, Beliau shalallahu’alaihiwasalam bersabda, “Aku tidak mengetahui Tubba nabi atau bukan dan aku tidak tahu Zulkarnain nabi atau bukan.” (HR. Hakim dishohihkan Syaikh Albani dalam Shohih Jami As Soghir). Maka kita katakan wallahu’alam. Untuk Khidir, maka dari ayat-ayat yang ada dalam surat Al-Kahfi, maka seandainya ia bukan Nabi, maka tentu ia tidak ma’shum dari berbagai perbuatan yang dilakukan dan Nabi Musa ‘alaihissalam tidak akan mau mencari ilmu pada Khidir. Wallahu’alam.

Tugas Para Rasul ‘alaihissalam

Allah mengutus pada setiap umat seorang Rasul. Walaupun penerapan syari’at dari tiap Rasul berbeda-beda, namun Allah mengutus para Rasul dengan tugas yang sama. Beberapa diantara tugas tersebut adalah:

  1. Menyampaikan risalah Allah ta’ala dan wahyu-Nya.
  2. Dakwah kepada Allah subhanahu wa ta’ala.
  3. Memberikan kabar gembira dan memperingatkan manusia dari segala kejelekan.
  4. Memperbaiki jiwa dan mensucikannya.
  5. Meluruskan pemikiran dan aqidah yang menyimpang.
  6. Menegakkan hujjah atas manusia.
  7. Mengatur umat manusia untuk berkumpul dalam satu aqidah.

Kesalahan-Kesalahan Dalam Keimanan Kepada Nabi dan Rosul

Terdapat berbagai pemahaman yang salah dalam hal keimanan pada Nabi dan Rasul-Nya ‘alaihisholatu wassalam. Beberapa di antara kesalahan itu adalah:

  1. Memberikan sifat rububiyah atau uluhiyah pada nabi. Ini adalah suatu kesalahan yang banyak dilakukan manusia. Mereka meminta pertolongan pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika telah wafat, menyebut Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam cahaya di atas cahaya (sebagaimana kita dapat temui dalam sholawat nariyah) dan sebagainya yang itu merupakan hak milik Allah ta’ala semata. Nabi adalah manusia seperti kita. Mereka juga merupakan makhluk yang diciptakan Allah ta’ala. Walaupun mereka diberi berbagai kelebihan dari manusia biasa lainnya, namun mereka tidak berhak disembah ataupun diagungkan seperti pengagungan pada Allah ta’ala. Mereka dapat dimintai pertolongan dan berkah ketika masih hidup namun tidak ketika telah wafat.
  2. Menyatakan sifat wajib bagi Nabi ada 4, yaitu shidiq, amanah, fatonah dan tabligh. Jika maksud pensifatan ini untuk melebihkan Nabi di atas manusia lainnya, maka sebaliknya ini merendahkan Nabi karena memungkinkan Nabi memiliki sifat lain yang buruk. Yang benar adalah Nabi memiliki semua sifat yang mulia. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, “Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung.” (QS. Al-Qolam 68:4) Mustahil bagi orang yang akan memperbaiki akhlak manusia tapi memiliki akhlak-akhlak yang buruk dan yang lebih penting lagi, pensifatan ini tidak ada dasarnya dari Al-Qur’an dan As-Sunnah.
  3. Mengatakan bahwa ada nabi perempuan.

Kekhususan Bagi Nabi

  1. Mendapatkan wahyu.
  2. Ma’shum (terbebas dari kesalahan).
  3. Ada pilihan ketika akan meninggal.
  4. Nabi dikubur ditempat mereka meninggal.
  5. Jasadnya tidak dimakan bumi.

Kebutuhan manusia pada para Nabi dan Rasul-Nya adalah sangat primer. Syaikhul Islam Ibn Taimiyah mengatakan, “Risalah kenabian adalah hal yang pasti dibutuhkan oleh hamba. Dan hajatnya mereka pada risalah ini di atas hajat mereka atas segala sesuatu. Risalah adalah ruhnya alam dunia ini, cahaya dan kehidupan. Lalu bagaimana mau baik alam semesta ini jika tidak ada ruhnya, tidak ada kehidupannya dan tidak ada cahayanya.”

Demikianlah saudariku. Kita mengetahui kebutuhan hamba akan risalah yang disampaikan oleh Rasul-Nya sangatlah besar. Karena tidaklah seorang hamba dapat melaksanakan ibadah yang dicintai dan diridhoi oleh Allah ta’ala kecuali dengan pengajaran Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dan dengan diutusnya para Rasul ini, kita mengetahui bahwa Allah menyayangi dan memberi pertolongan pada hambanya. Oleh karena itulah kita wajib bersyukur dengan nikmat yang besar ini. Wallahu ‘alam.

Maraji’:

  1. Syarh Tsalatsatul Ushul. Syaikh Muhammad bin Sholih Al-’Utsaimin.
  2. Rekaman kajian Iman kepada Nabi dan Rosul, Dauroh Muslim Muslimah Dasar 2004. Ustadz Kholid Syamhudi.

***

Artikel www.muslimah.or.id

Donasi dakwah YPIA

56 Comments

  1. www.muslimah.or.id says:

    1. Dedi Ganedi
    May 2nd, 2007 at 5:07 am

    Assalamualaikum, wr. wb.

    Apakah perbedaan antara wahyu dan ilham? Masuk kategori apakah petunjuk melalui mimpi setelah sholat istiqarah?

    2. febriani
    May 15th, 2007 at 5:27 am

    bagaimana cara menjalankan perintah nabi dan rasul sedangkan diera globalisasi ini banyak hambatan yang kita hadapi?

    dan lebih baik anda menulis lagi tentang riwayat nabi dan rasul semuanya, itu lebih bagus.

    3. ima
    May 17th, 2007 at 7:49 pm

    Assalamu’alikum….
    Sebenarnya pa hubungan rosul dengan manusia?apakah manusia yang butuh rosul atukah sebalikanya?
    jazakillah……..

    4. tiia
    August 7th, 2007 at 7:35 pm

    knp gag ada sii nama nabi-nabi selain 25 ..
    lg ada tugas agama ..
    bantuin donk ..

    5. herlambang
    January 31st, 2008 at 5:41 am

    Memang Maha Besar Allah. Yang menciptakan nabi dan rasul dengan sangat banyak. Yang mempunyai arti bahawa Allah memang sayang sama kita. Dia ngga pengen kita masuk neraka. Alhamdullilah.

  2. atif niam says:

    Sebutin dong nama-nama nabi, kan katanya hadis diatas jumlah nabi secara keseluruhan ada 124000. nabi dan rosul yang wajib kita ketahui ada 25 terus yang lain pada kemana? kan kita dituntut untuk terus belajar!

  3. dristin says:

    assalammualaikum wr wb bagaimanakah supaya kita terus taat kepada rosul allah dan apa fungsi iman kepada rosul allah mohon bantuan nya yach

  4. Ijunk says:

    Asalamu’alaikum,? Rosul adlh utusan alloh di bumi dan di beri amanah tuk menegakan aturan alloh ( al-quran) jd dmna ada manusia yg menegakan aturan” alloh, di situlah rosul yg memimpinya dan atas kehendak dan kekuasaan alloh swt. Insyaalloh.

  5. WaOdE eVha riSvi says:

    aSsaLamu Alaikium
    hAi kakak,,
    eVha Mao nAX neh Cara” shalat istiharah?
    ktx Shalat istiharah itu Adalah sHalat mnta ptnjuk ma ALLAH

    Please y kakak ptXanya eVha d jwb??? mksh
    wassalam

  6. abu umar says:

    wa’alaikumussalam…
    ade’ eVha yang semoga dirahmati Allah…
    silakan ade’ buka alamat situs:
    http://www.almanhaj.or.id/content/2355/slash/0
    alhamdulillah,
    moga manfaat…
    wassalamu’alaikum…

  7. abu umar says:

    assalamu’alaikum…
    bonus untuk ade’ eVha:
    http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/fiqih-wudhu.html
    wassalamu’alikum…

  8. Najma jamilah ghaytsa says:

    ass.

    kak , lala mau tanya .

    fungsi iman kepada rasul allah tu apa ajja c ?

    tlg d’jwb yaa kak .

    thx b4 . .

    wass.

  9. cikibo says:

    ada yang kurang dari artikelnya sifat-sifat nabinya ngak ada ?????????………….

  10. arifai bone says:

    terima kasih kak sudah ada usaha untuk mendakwahkan Islam melalui dunia maya ini.

    wassalam

  11. arifai bone says:

    mau nanya kak klo mau shalat niat yang benarnya apa sih?

  12. vina says:

    assalamualaikum.wr.wb

    Saya mau tanya apa perbedaan antara nabi dan rasul dalam arti pengertiannya dan tugas-tugasnya.

    Terima kasih

  13. riekha says:

    #ukhti vina
    Wa’alaikumussalam warahmatullah
    Secara umum perbedaan nabi dan rasul telah diuraiakn ukhtuna ummu ziyad pd artikel diatas,tapi saya mau mmperjelas sdikit aja,
    1.Setiap rasul adalah nabi ,dan tidak semua nabi itu rasul.
    2.seorang rasul itu membawa syari’at baru, sementara seorang nabi itu hanya mengikuti syari’at nabi2 sebelumnya.
    Sbagai contoh, Nabi-nabi yg diutus kpd bani israil, mereka semua datang dengan mambawa taurat, menyeru manusia untuk berpegang teguh kepada taurat, dimana taurat adalah kitab yg diturnkan kpd nabi musa ‘alaihissalam.shg nabi musa adalah seorang nabi sekaligus rasul
    Demikian ya ukhti,semoga menjadi jelas..
    Allahu yubarik fiik

  14. fitrianz says:

    tolong dong ditambahin manfaat iman kpd nabi dan rasul… thanks,,,

  15. ipin says:

    yang lebih komplit aja yaaaaaaaaaaaa.

  16. ainun muthoharoh says:

    AssaLamu’aLiakum

    sya mau bertanya. Bagaimana cara beriman dengan mental, lahir, dan bathin ?

    terima kasih

    wassaLamu’aLaikum wr wb

  17. ezha anag theater says:

    hehe

    thanz yawh bisa bantu gw dalam belajar agama…

  18. bengbeng says:

    ka..tolong dong.
    .ap sii fugsi iman kpd rasul allah.
    .n hikmah orang percaya adanya kehidupan d akhirat.
    .mohon bantuan nya iia kak~~
    .makasiie :))

  19. Hasan Munadi says:

    Tugas Para Rosul Alaihissalam………..
    Poin ke 2 maksudnya gmn Ustd……..?

  20. Rere says:

    assalamualaikum mau nanya ni k
    cari situs web 25 nabi dan mukjizat nya kok g ada” ya ?? tolong kasih tau dong

  21. apa perbedaan nabi dan rosul menurut syari’at islam

  22. eva says:

    bagaimana menerapkan ajaran rosulullah pada anak usia dini?

  23. rizki says:

    assalammualaikum wr.wb weh bagus bagt q suka ma ini sebagai pelajaran q ..

    thanks ok..

    terima kasih ya ALLAH SWT.

  24. Mohd Ali Sabtu says:

    salam ustaz. saya nak minta pandangan dari ustaz, (1) bagaimana saya nak bantu orang tantang iman kepada nabi yang mana dia ni sudah hilang kepercayaan dan pandangan baik terhadap Islam. (2) Adakah bersalahan dalam masyarakat kini yang banayk memohon syafaat dari Nabi Muhammad dalam doa? adakah ianya dikira khurafat atau sebagainya… (3) pandanagn saya terhadap penyataan sifat2 nabi tadi ada betolnya,,,kerana ianya diajar pada peringkat sekolah lagi. namun ianya perlu dimaklumkan kepada tenaga pengajar bahawa banyak lagi sifat2 mulia yang dimiliki…ustaz setuju tak

  25. zul istiqomah says:

    apkah bila manusia melupakan sejarah nabi/rasul akan dapat

    trus bagaimana cra.a agar qta sbgai umat mnusia dpat mengetahui ajaran” islam & rasul”

  26. murnie says:

    bagaimana bisa mempercai nama nabi yang tidak di ceritakan di dalam al-Qur’an di area globalisasi ini banyaknya bermunculan para nabi palsu

    • @ Murnie
      Jika ada orang yang mengaku sebagai Nabi setelah diutusnya Muhammad shallallahu’alaihiwasallam maka jelas ia adalah seorang pendusta alias nabi palsu. Adapun maksud bahwa kita harus mengimani nabi-nabi yang tidak diceritakan dalam Al-Qur’an adalah bahwasanya Allah menurunkan nabi-nabi sebelum diutusnya Muhammad shallallahu’alaihiwasallam dimana nama-nama mereka tidak disebutkan dalam A-Qur’an. Maka sudah selayaknya kita mengimani keberadaan mereka. Dan perlu untuk diketahui bahwa setiap nabi yang diutus Allah memiliki tanda kenabian sehingga terbedakan dengan orang yang hanya mengaku-ngaku sebagai nabi. Allahua’lam

  27. masjan says:

    Ada baiknya kalau ada artikel tentang NABI DAN RASUL itu dilakukan crosscheck ke sumber utama yaitu al-Qur’an. kalau hanya ikut-ikutan takutnya ada yang kurang tepat. Mayoritas menyatakan bahwa tiap Rasul pasti Nabi tetapi tidak tiap Nabi adalah Rasul, Nabi mendapat wahyu tidak untuk disampaikan..

    Jelas sekali pendapat di atas sangat keliru dan tidak tepat manakala kita cek dengan al-Quran, perhatikan QS: ali-Imran:81 [i]3:81] Dan (ingatlah), ketika Allah mengambil perjanjian dari para nabi: “Sungguh, apa saja yang Aku berikan kepadamu berupa kitab dan hikmah kemudian datang kepadamu seorang rasul yang membenarkan apa yang ada padamu, niscaya kamu akan sungguh-sungguh beriman kepadanya dan menolongnya…[/i]

    Dari ayat di atas sudah jelas bahwa Nabi itu menerima kitab untuk memberi peringatan, keputusan suatu perkara [2:213] sedang tugas Rasul adalah menyambung tugas kenabian.

    kembali kepada Quran sebgai standard tertinggi, ulama bisa saja salah.

  28. deasy sam says:

    assalamualaikum,wr.wb

    saya ucapkan terimakasih kepada yang membuat artikel ini .. berkat artikel ini saya dapat mengerjakan tugas dengan baik dan tepat waktu.. selain itu saya juga dapat memperdalam ilmu pengetahuan.

    wassalam.

  29. rio says:

    kk kok fungsi iman kpd rasulnya gak ada kak

  30. amy says:

    Pada kenyataannya dalam Quran ada manusia yang disebut Allah sebagai rasul saja (Ilyas 37:123), sebagai nabi saja (Idris 19:56), adapula sebagai nabi dan rasul (Ismail 19:54).

    Apa iya nabi diberi wahyu untuk dirinya sendiri???? Nabi itu mendapat kitab, dengan kitab itu diputuskan perkara manusia, memberi peringatan, memberi khabar. kita simak salah satu ayat dalam al-Baqarah ayat 213 berikut :
    “Manusia itu adalah umat yang satu. (setelah timbul perselisihan), maka Allah mengutus para nabi, sebagai pemberi peringatan, dan Allah menurunkan bersama mereka Kitab yang benar, untuk memberi keputusan di antara manusia tentang perkara yang mereka perselisihkan…”

    • @ Amy
      Perlu untuk diketahui bahwa setiap rasul adalah nabi dan tidak semua nabi itu rasul. Sehingga jika dalam Al-Qur’an disebutkan sebagai nabi saja itu berarti bisa jadi ia juga seorang rasul. Begitupula jika disebutkan sebagai rasul pasti beliau itu adalah nabi.

      Tentang perbedaan nabi dan rasul. Pada intinya nabi dan rasul sama-sama diberikan wahyu oleh Allah Ta’ala namun dalam sisi kewajiban menyampaikan lah yang berbeda. Seorang nabi tidak diperintahkan untuk menyampaikan wahyu sedangkan rasul berkewajiban menyampaikan wahyu yang ia terima kepada manusia. Dan perbedaan menyampaikan ini dilihat dari sisi yaitu seorang rasul mengharuskan manusia untuk mengikuti wahyu yang diturunkan kepadanya dan memerangi orang yang yang membangkang dan tidak menaati perintah rasul. Tentu hal ini tidak berlaku bagi seorang nabi. Demkian yang disampaikan Syaikh Fauzan saat mensyarh kitab Aqidah Thahawiyyah.

      Dan seorang nabi hanyalah menyampaikan risalah dari rasul sebelumnya. Seperti halnya nabi-nabi yang diutus kepada Bani Israil mereka semua menyeru manusia untuk berpegang teguh kepada Taurat dimana Taurat adalah kitab yang diturunkan kepada Nabi Musa ‘alaihissalam. Sehingga Nabi Musa adalah seorang rasul sekaligus nabi. Allahu a’lam.

  31. WILDAN says:

    hidup ini hanya 1 kali kesempatan berbuat baik hanya 1 kali mari lah kita tobat kpd Allah

  32. amri says:

    ada satu lagi sifat bagi rasul yang belum termaktub dalam pembahasan di atas, yaitu sifat yang jaiz bagi rasul yaitu: a’rad basyariah. yaitu memiliki sifat yang sama seperti manusia biasa. karna pada dasarnya nabidan rasul adalah manusia biasa, namun allah memberikan mereka kemuliaan yang lebih di bandingkan manusia lainnya{biasa}.. gimana menurut anda????

  33. amri says:

    saya ingin menayakan apa maksud dari pembahasan tentang kekhususan bagi nabi yaitu {ada pilihan ketika akan meninggal}. apa maksud nya?

  34. supriyadi says:

    syukron ya…. atas infonya…
    wassalamu’alaikum

  35. abdurrohman says:

    alhamdulillah,,,, artikel ini membantu sekali dan memberikan ilmu kepada saya yang baru saja merasakan hidayah,,,,,

  36. Rizky Buana Putra R. says:

    waduh nih yg qw cari tu fungsi imannya, eh mlah gk da, ya udh gpp deh, mkasih buat infony, klo bsa cpet postingin yg fungsinya y, qw tunggu…. thanks…..:D

  37. ujangzapo says:

    mas/mbak..

    banner anda sudah saya pasang di wp saya trims atas infonya

  38. Linggar says:

    Makasih atas artikelnya yaaa…..

  39. sista says:

    bagus artikelya tuk menambah ilmu.. Jazakalloh..
    Izin ngopi..

  40. i love islam says:

    kak mau nanyak

    arti dari sifat nabi apa ya

    mohon dijawab

  41. usman says:

    syukron katsiiir semoga tetap dalam ridha Allah Swt.

  42. yudy syarif says:

    1. Mohon Beri penjelasanya dari semua Nabi Apakah Nama LUKMANUL HAKIM. bisa di katogorikan sebagai nabi, Karna nama Beliau ada di dalam Al-Qur’an ??
    2. Apakah Nabi- nabi yang ada dengan jumlah 124.000 ada didalam alquraan maupun hadist ?? mohon jawabanya.. Trimakasih

    • @ Yudi
      1. Jumhur Ulama berpendapat Lukman adalah seorang wali dan bukan nabi. Sementara Ikrimah dan Asy-Sya’bi berpendapat kenabiannya akantetapi yang benar sebagaimana pendapat Imam Qurtubi dalam tafsir beliau (14/59) bahwa Lukman adalah seorang yang Allah berikan hikmah kepadanya. Meski demikian ketudaktauan kita tentang hal tersebut apakah beliau seorang nabi ataukah seorangwali tidaklah membahaykan sama sekali karena yang terpenting bagi kita adalah meneledani perjalanan beliau serta mengambil hikmah darinya. Sumber diforum ini.
      2. Tentang jumlah nabi dan rasul maka Al-Lajnah Ad-Daimah (Lembaga Fatwa Saudi Arabia) mengatakan, “Tidak ada yang mengetahui jumlah mereka kecuali Allah berdasarkan firman Allah Ta’ala,
      ???????? ??????????? ?????? ???? ???????? ???????? ???? ????????? ???????? ?????????? ???? ???? ???????? ????????
      Sumber: http://www.alifta.net/Fatawa/FatawaChapters.aspx?View=Page&PageID=895&PageNo=1&BookID=3
      Adapun hadits-hadits yang memberitakan jumlah nabi dan rasul maka semuanya tidak lepas dari kelemahan (hadits lemah) sebagaimana yang difatwakan oleh Syaikh Ibnu Jibrin dan Syaikh Ibnu Baz rahimahumullah. Silahkan baca penjelasannya [di sini].

  43. nurul says:

    kekhususan yang diberi kepada nabi kan salah satunya jasadnya tidak dimakan bumi. apa maksud dari pernyataan tersebut???

  44. irwan says:

    ass.
    maz.. aq mau tanya,,
    maksud ” nabi ada pilihan ketika meninggal”??

    • @ Irwan
      Maksud “nabi ada pilihan ketika meninggal” adalah ketika malaikat maut mendatangi seorang nabi maka nabi tersebut diberi pilihan apakah ia ingin diperpanjang umurnya ataukah mati saat itu juga. Sebagai contoh kisah malaikat maut menghampiri Nabi Musa ‘alaihissalam. Hingga akhirnya beliau diberi pilihan tetap hidup ataukah mati. Allahua’lam

  45. ass…

    kak ap sih fungsi iman kpd rasul ..?

    tlong d.jwab yah …

    wss…

  46. zulfa says:

    makasih udah ngasih tau tentang para rasul jadi ak bisa ngerjain pr ku tugas nya harus 90 soaal sekali lagi makasih ya :D

  47. Ririn says:

    ijin copas untuk keperluan pendidikan

  48. Fahrul Ilmi says:

    Alhamdulillah saya sudah mengerti dngn pengetahuan ini.
    Mdh2an semua ini bisa bermanfaat.

Leave a Reply