Oleh: Syaikh Muhammad Bin Jamil Zainu
Soal 1:
Bolehkah kita ber-istighatsah (meminta keselamatan dari kesulitan dan kebinasaan) kepada orang mati atau ghaib?
Jawab 1:
Tidak boleh, sebagaimana firman ‘Azza wa Jalla:
وَالَّذِينَ يَدْعُونَ مِن دُونِ اللّهِ لاَ يَخْلُقُونَ شَيْئاً وَهُمْ يُخْلَقُونَ . أَمْواتٌ غَيْرُ أَحْيَاء وَمَا يَشْعُرُونَ أَيَّانَ يُبْعَثُونَ
Artinya: “Dan berhala-berhala yang mereka seru selain Allah, tidak dapat membuat sesuatu apapun. Berhala-berhala itu sendiri dibuat orang. Berhala-berhala itu adalah benda mati, tidak hidup, dan berhala-berhala itu tidak dapat mengetahui kapankah penyembah-penyembahnya akan dibangkitkan.” (Terj. An-Nahl: 20-21)
Dan firman Allah:
إِذْ تَسْتَغِيثُونَ رَبَّكُمْ فَاسْتَجَابَ لَكُمْ
Artinya: “Ingatlah ketika kamu mohon pertolongan kepada Rabb-mu, maka Dia mengabulkan permintaanmu.” (Terj. Al-Anfaal: 9)
Dan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:
يا حي يا قيوم برحمتك أستغيث .حديث حسن رواه الترمذي
Artinya: “Wahai yang Maha Hidup, wahai yang Maha Berdiri sendiri, dengan rahmat-Mu aku ber-istighatsah (meminta pertolongan).” (Hadits riwayat Tirmidzi)
Soal 2:
Bolehkah kita melakukan isti’anah (minta perotolongan) kepada selain Allah?
Jawab 2:
Tidak boleh, sebagaimana firman Allah:
وَالَّذِينَ يَدْعُونَ مِن دُونِ اللّهِ لاَ يَخْلُقُونَ شَيْئاً وَهُمْ يُخْلَقُونَ . أَمْواتٌ غَيْرُ أَحْيَاء وَمَا يَشْعُرُونَ أَيَّانَ يُبْعَثُونَ
Artinya: “Dan berhala-berhala yang mereka seru selain Allah, tidak dapat membuat sesuatu apapun. Berhala-berhala itu sendiri dibuat orang. Berhala-berhala itu adalah benda mati, tidak hidup, dan berhala-berhala itu tidak dapat mengetahui kapankah penyembah-penyembahnya akan dibangkitkan.” (Terj. An-Nahl: 20-21)
Dan firman Allah:
إِيَّاكَ نَعْبُدُ وإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ
Artinya: “Hanya kepada-Mu kami beribadah dan hanya kepada-Mu kami memohon pertolongan.” (Terj. Al-Fatihah: 5)
Dan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:
إذا سألت فسأل الله، وإذا استعنت فاستعن بالله.حديث صحيح رواه الترمذي
Artinya: “Apabila kamu meminta, maka mintalah kepada Allah dan bila kamu meminta pertolongan maka mintalah pertolongan kepada Allah.” (Hadits riwayat Tirmidzi: hasan shohih)
Soal 3:
Bolehkah kita minta pertolongan kepada orang hidup?
Jawab 3:
Boleh, selama dalam batas kemampuannya, sesuai dengan firman Allah:
وَتَعَاوَنُواْ عَلَى الْبرِّ وَالتَّقْوَى وَلاَ تَعَاوَنُواْ عَلَى الإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ
Artinya: “Tolong-menolonglah dalam berbuat baik dan taqwa dan janganlah kamu tolong-menolong dalam dosa dan permusuhan.” (Terj. Al-Maidah: 2)
Dan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:
والله في عون العبد، ما كان العبد في عون أخيه.حديث صحيح رواه مسلم
Artinya: “Allah itu akan menolong hamba-Nya selama hamba itu menolong saudaranya.” (Hadits shohih riwayat Muslim)
Soal 4:
Bolehkah kita bernadzar untuk selain Allah?
Jawab 4:
Tidak boleh, dalilnya firman Allah:
إِذْ قَالَتِ امْرَأَةُ عِمْرَانَ رَبِّ إِنِّي نَذَرْتُ لَكَ مَا فِي بَطْنِي مُحَرَّراً
Artinya: “Ya Rabb-ku, sesungguhnya aku manadzarkan kepada-Mu apa yang ada di dalam perutkku menjadi penjaga Baitil Maqdis.” (Terj. Ali Imran: 35)
Dan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:
من نذرا عن يطيع الله فليطعه، ومن نذر أن يعصيه فلا يعصه .حديث صحيح رزاه البخاري
Artinya: “Barangsiapa yang bernadzar kepada Allah untuk mentaati-Nya, maka taatilah dan barangsiapa yang bernadzar untuk bermaksiat kepada-Nya, maka janganlah bermaksiat kepada-Nya.” (Hadits shohih riwayat Bukhari)
Soal 5:
Bolehkah kita menyembelih kurban untuk selain Allah?
Jawab 5:
Tidak boleh, dalilnya firman Allah:
فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ
Artinya: “Maka shalatlah karena Rabb-mu dan berkurbanlah.” (Terj. Al-Kautsar: 2)
Dan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:
لعن الله من ذبح لغير الله.رواه مسلم
Artinya: “Allah melaknat orang yang menyembelih kurban untuk selain Allah.” (Hadits riwayat Muslim)
Soal 6:
Bolehkah kita melakukan thawaf di kuburan?
Jawab 6:
Tidak boleh kita thawaf kecuali di Ka’bah, dalilnya firman Allah:
وَلْيَطَّوَّفُوا بِالْبَيْتِ الْعَتِيقِ
Artinya: “Dan berthawaflah di rumah yang kuno (Ka’bah) ini.” (Terj. Al-Hajj: 29)
Dan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:
من طاف بالبيت سبعا و صلى ركعتين، كان كعتق رقبلة .حديث صحيح رواه إبن ماجه
Artinya: “Barangsiapa yang thawaf di Ka’bah tujuh kali dan shalat dua raka’at, adalah pahalanya seperti memerdekakan seorang budak.” (Hadits riwayat Ibnu Majah: shohih)
Soal 7:
Apa hukum sihir?
Jawab 7:
Sihir termasuk kufur (perbuatan kekafiran), dalilnya firman Allah:
وَلَـكِنَّ الشَّيْاطِينَ كَفَرُواْ يُعَلِّمُونَ النَّاسَ السِّحْرَ
Artinya: “Akan tetapi syetan itulah yang kafir, mereka mengajarkan sihir kepada manusia.” (Terj. Al-Baqoroh: 102)
Dan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:
اجتنبوا السبع المبيقات الشرك بالله و السحر…. .حديث صحيح رزاه مسلم
Artinya: “Jauhilah tujuh hal yang membinasakan (yaitu) syirik kepada Allah, sihir, …..” (Hadits shohih riwayat Muslim)
Soal 8:
Bolehkah kita membenarkan (mempercayai) para peramal (apranormal) dan dukun tentang ilmu ghaib?
Jawab 8:
قُل لَّا يَعْلَمُ مَن فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ الْغَيْبَ إِلَّا اللَّهُ وَمَا يَشْعُرُونَ أَيَّانَ يُبْعَثُونَ
Artinya: “Katakanlah: Tidak ada seorangpun di langit dan yang di bumi yang mengetahui tentang yang ghaib itu kecuali Allah.” (Terj. An-Naml: 65)
Dan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:
من أتى عرافا، أو كاهنا، فصدقه بما يقول، فقد كفر بما أنزل على محمد .حديث صحيح رواه أحمد
Artinya: “Barangsiapa yang mendatangi para peramal dan dukun, kemudian dia membenarkan apa yang dikatakannya, maka ia telah kafir terhadap apa yang diturunkan kepada Muhammad.” (Hadits riwayat Ahmad: shohih)
Soal 9:
Adakah yang dapat mengetahui perkara ghaib?
Jawab 9:
Tidak ada satupun yang mengetahui tentang yang ghaib kecuali orang yang dikehendaki oleh Allah dari rasul-rasul-Nya. Allah berfirman:
عَالِمُ الْغَيْبِ فَلَا يُظْهِرُ عَلَى غَيْبِهِ أَحَداً . إِلَّا مَنِ ارْتَضَى مِن رَّسُولٍ فَإِنَّهُ يَسْلُكُ مِن بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهِ رَصَدا
Artinya: “Dialah yang mengetahui yang ghaib dan tidak seorangpun yang diberitahu tentang keghaiban itu kecuali orang yang dikehendaki-Nya daripara Rasul.” (Terj. Jin: 26-27)
Dan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:
لا يعلم الغيب إلا الله .حديث حصن رواه الطبراني
Artinya: “Tidak ada yang mengetahui perkara ghaib kecuali Allah.” (Hadits riwayat Thabrani: hasan)
Soal 10:
Bolehkah kita memakai benang dan kalung untuk mengobati penyakit (tolak bala)?
Jawab 10:
Tidak boleh, dalilnya firman Allah:
وَإِن يَمْسَسْكَ اللّهُ بِضُرٍّ فَلاَ كَاشِفَ لَهُ إِلاَّ هُوَ
Artinya: “Jika Allah menimpakan kepadamu musibah, maka tidak ada yang bisa menolaknya kecuali Dia.” (Terj. Al-An’am: 17)
Dan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:
أما إنها لا تزيدك إلا وهنا، إنبذها عتك، فإنك لو مت ما أفلحت أبدا .حديث صحيح رواه الحاكم و صحيحه و وافقه الذهبي
Artinya: “Ketahuilah, sesungguhnya semua itu hanya akan menambah kelemahan daja, buanglah ia karena sesungguhnya jika kamu mati sedang kamu masih memakainya, maka kamu akan merugi selamanya.” (Hadits riwayat Hakim: shohih)
-bersambung insya Allah-
***
Artikel www.muslimah.or.id
© 2006 - 2011 muslimah.or.id - Meraih Kebahagiaan Muslimah di Atas Jalan Salaful Ummah
September 8th, 2008 at 21:30
ustadz,apakah benar bahwa orbit matahari dan bulan meliputi 7 lapis langit? dan apakah benar bintang,bulan,dan matahari yang kita lihat setiap hari ada di setiap langit?dan apakah kisah tentang orang yang pernah mendarat di bulan dapat dibenarkan menurut al-qurán dan as-sunnah?
September 11th, 2008 at 07:02
apa hukumnya apabila kt meminta kpd’orang pintar’ spya rumah yg akan kt jual cpt laku,lalu kita diberi kertas doa untuk dismpan didpn rmh,apa itu trmsk musyrik ?
September 11th, 2008 at 09:13
#erna : adalah lebih tepat jika dikatakan itu adalah melakukan perbuatan syirik. Dan mengenai hukum pelakunya musyrik atau bukan mesti di perinci dan bukan hak perorangan untuk menentukan seperti itu.
Yang jelas kita tidak dibenarkan meminta bantuan yang itu adalah hak Allah semata.
Meminta bantuan itu boleh apabila
1. Orang yang kita mintai hadir atau berstatus hadir (seperti di telpon)
2. Orang yang dimintai bantuin memiliki kemampuan.
Adapun ‘orang pintar’ yang dimaksud sebenarnya bahasa halus dari kata ‘dukun’ dan tidaklah ia menggunakan jin dalam prakteknya. Dan do’a-do’a itupun lebih tepat dikatakan jimat. Dan kita sebagai muslim hendaknya menjauhi perkara-perkara tersebut dan hendaknya kita hanya bergantung kepada Allah semata diiringi usaha yang sesuai dengan syari’at. Misalnya memasang iklan dll (bukan berusaha dengan menghubungi dukun atau orang pintar).
Wallahu a’lam
October 17th, 2008 at 00:45
adakah manusia umum seperti saya ini yang tidak pandai membaca arab (mengaji) diberi oleh allah satu ilmu yang membolehkan saya menyembuhkan penyakit orang dangan hanya berdoa dan membaca Bismillah saja.sesiapa yang mengetahuinya saya ingin berhubung dengan mereka.untuk mendapat tunjuk ajar.terus terang saya selama ini jarang mengerjakan 5 waktu tapi bila hati saya menyuruh mengerjakanya saya akan buat walau dimana saja saya berada.
December 23rd, 2008 at 05:31
assalamualaikum ,ustad saya mau tanya membaca nama allah salah satu yaaa lalu membacanya ditentukan kan dan disebar luaskan itu juga ditentukan jumlah orang ,bagaimana hukum yaaa?
September 13th, 2011 at 22:15
assalamualaikum ustadz. mengapa begitu sulit berkonsentrasi ketika hendak salat. bahkan ketika takhbiratul ikram ada ada saja yang muncul di kepala sy, bahkan simbol agama lain, sedangkan sy tidak sedikitpun menginginkannya. apakah sy salah? adakah itu syirik? trima kasih. wassalam
September 14th, 2011 at 06:30
@ fadlan
Itu adalah was-was dari setan. Baca ta’awudz lalu meludah (cipratan air ludahnya sedikit saja) ke kiri tiga kali. Semoga Allah membantu kita untuk khusyu’ dalam shalat. Amin ….