<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Wanita: Antara Pembela dan Pencela (2)</title>
	<atom:link href="http://muslimah.or.id/akhlak-dan-nasehat/wanita-antara-pembela-dan-pencela-2.html/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://muslimah.or.id/akhlak-dan-nasehat/wanita-antara-pembela-dan-pencela-2.html</link>
	<description>Meraih Kebahagiaan Muslimah di Atas Jalan Salaful Ummah</description>
	<lastBuildDate>Sat, 11 Feb 2012 05:08:03 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
	<item>
		<title>By: muslimah.or.id</title>
		<link>http://muslimah.or.id/akhlak-dan-nasehat/wanita-antara-pembela-dan-pencela-2.html/comment-page-1#comment-14078</link>
		<dc:creator>muslimah.or.id</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 06 Jun 2011 17:40:42 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslimah.or.id/?p=107#comment-14078</guid>
		<description>@ Sashi
Saran kami, hendaklah wanita tersebut bersegera untuk menikah. Namun apabila belum &#039;mampu&#039; maka hendaknya dengan sekuat tenaga meminimalisir kemungkaran yang terjadi. Allahu A&#039;lam</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ Sashi<br />
Saran kami, hendaklah wanita tersebut bersegera untuk menikah. Namun apabila belum &#8216;mampu&#8217; maka hendaknya dengan sekuat tenaga meminimalisir kemungkaran yang terjadi. Allahu A&#8217;lam</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: sashi</title>
		<link>http://muslimah.or.id/akhlak-dan-nasehat/wanita-antara-pembela-dan-pencela-2.html/comment-page-1#comment-13828</link>
		<dc:creator>sashi</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 23 May 2011 13:07:42 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslimah.or.id/?p=107#comment-13828</guid>
		<description>Assalamu&#039;alaykum...
bagaimana dg seorang wanita muslimah yg blum menikah sedangkan dia kuliah/blajar d luar kota??
lalu yg kedua,jika seandainya seorang wanita ingin menghadiri sebuah kajian,tp tdk ada mahrom yg bsa menemaninya,bolehkah ia pergi sndiri dan naik kndaraan umum yg sdh pasti banyak pria-pria ajnabinya??

Wassalamu&#039;alaykum</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu&#8217;alaykum&#8230;<br />
bagaimana dg seorang wanita muslimah yg blum menikah sedangkan dia kuliah/blajar d luar kota??<br />
lalu yg kedua,jika seandainya seorang wanita ingin menghadiri sebuah kajian,tp tdk ada mahrom yg bsa menemaninya,bolehkah ia pergi sndiri dan naik kndaraan umum yg sdh pasti banyak pria-pria ajnabinya??</p>
<p>Wassalamu&#8217;alaykum</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: farhanim</title>
		<link>http://muslimah.or.id/akhlak-dan-nasehat/wanita-antara-pembela-dan-pencela-2.html/comment-page-1#comment-8913</link>
		<dc:creator>farhanim</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 12 Jun 2010 05:28:25 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslimah.or.id/?p=107#comment-8913</guid>
		<description>sLm...sUbHAnaLlah...MaSYaAllaH...INDhnyA wnitA2 iNi....seiNdAH tJUkNye...AnTrA pEmbElA dAn pNcElA....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>sLm&#8230;sUbHAnaLlah&#8230;MaSYaAllaH&#8230;INDhnyA wnitA2 iNi&#8230;.seiNdAH tJUkNye&#8230;AnTrA pEmbElA dAn pNcElA&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Ummu Hamzah</title>
		<link>http://muslimah.or.id/akhlak-dan-nasehat/wanita-antara-pembela-dan-pencela-2.html/comment-page-1#comment-8877</link>
		<dc:creator>Ummu Hamzah</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 09 Jun 2010 16:10:54 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslimah.or.id/?p=107#comment-8877</guid>
		<description>Subhanallah.. wastaghfirullah... semoga ALLAH SWT menerima taubat hamba seorang wanita yang belajar meniti hidup dalam sunnah yang kaffah. Sungguh wahai para saudariku pekerjaan di luar rumah itu sangat melelahkan dan terlalu banyak hal yang dikorbankan.. sungguh Islam telah memuliakan kita tinggal di dalam rumah kita. Jika kita renungkan (khususnya yang telah menjadi ummahat) pekerjaan di dalam rumah saja tak pernah selesai (contoh: apakah mendidik anak bisa kita katakan bisa selesai???)lalu mengapa kita sok merasa kekurangan pekerjaan atau kelebihan energi dengan menyibukkan diri di luar rumah yang sangat sangat sangat banyak mudharat daripada manfaat. mungkin dalam perasaan kita, kita dapat menjaga diri dsb tetapi gara-gara kita keluar rumah banyak wanita lain terinspirasi dan mereka belum tentu bisa menjaga diri, tetapi keluarnya mereka gara2 kita.. sungguh saya tidak menuding siapapun.. ini hany pengalaman pribadi..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Subhanallah.. wastaghfirullah&#8230; semoga ALLAH SWT menerima taubat hamba seorang wanita yang belajar meniti hidup dalam sunnah yang kaffah. Sungguh wahai para saudariku pekerjaan di luar rumah itu sangat melelahkan dan terlalu banyak hal yang dikorbankan.. sungguh Islam telah memuliakan kita tinggal di dalam rumah kita. Jika kita renungkan (khususnya yang telah menjadi ummahat) pekerjaan di dalam rumah saja tak pernah selesai (contoh: apakah mendidik anak bisa kita katakan bisa selesai???)lalu mengapa kita sok merasa kekurangan pekerjaan atau kelebihan energi dengan menyibukkan diri di luar rumah yang sangat sangat sangat banyak mudharat daripada manfaat. mungkin dalam perasaan kita, kita dapat menjaga diri dsb tetapi gara-gara kita keluar rumah banyak wanita lain terinspirasi dan mereka belum tentu bisa menjaga diri, tetapi keluarnya mereka gara2 kita.. sungguh saya tidak menuding siapapun.. ini hany pengalaman pribadi..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Aswad</title>
		<link>http://muslimah.or.id/akhlak-dan-nasehat/wanita-antara-pembela-dan-pencela-2.html/comment-page-1#comment-1877</link>
		<dc:creator>Aswad</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 16 Nov 2008 02:19:32 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslimah.or.id/?p=107#comment-1877</guid>
		<description>Akhi Rico, semoga Allah memudahkan urusan anda...
Menganalogikan para wanita yang menjadi menteri dengan Khadijah -radhiyallahu&#039;anha- sangatlah tidak layak dan tidak sepadan! Analogi (qiyas) ini pun tidak sesuai. Benar bahwa Khadijah -radhiyallahu&#039;anha- adalah wanita pedagang. Dan berdagang bukanlah hal yang diharamkan bagi wanita. Bahkan sebagian ulama yang mengharamkan memandang wajah lawan jenis, mengecualikannya (membolehkan) pada saat transaksi jual beli.

Analogi anda tidak sesuai dipandang dari beberapa sisi:

 Walau Khadijah adalah seorang wanita pedagang, apakah beliau sering keluar rumah, safar dan menunjukkan diri di hadapan umum? Wallahu&#039;alam. Berbeda dengan para menteri wanita yang ada sekarang, mereka bertabarruj, sering keluar rumahnya dan ini tentunya bertentangan dengan syari&#039;at.
Khadijah -radhiyallahu&#039;anha- hidup di masa sebelum turun ayat hijab
Khadijah -radhiyallahu&#039;anha- adalah istri Rasulullah yang mana perbuat Rasulullah adalah bimbingan dari Allah Ta&#039;ala. Mustahil Allah mentakdirkan Rasulullah untuk menikah dengan Khadijah jika Khadijah bukan wanita terhormat yang mulia bahkan telah dipastikan baginya surga. Lalu para menteri wanita itu, siapa mereka? Apakah mereka orang-orang yang faham akan agama Allah? Ataukah mereka orang-orang yang tidak mengindahkan aturan Allah Ta&#039;ala?

Wanita yang diberi kelebihan oleh Allah dalam hal kepandaian, kecerdasan, kepiawaian berorganisasi, kelebihan harta, makna hendaknya ia bersyukur atas nikmat yang diberikan ini. Cara bersyukur adalah dengan memuji Allah dan menggunakan karunia yang Allah berikan untuk mendekatkan diri kepada Allah, &lt;b&gt;bukan malah untuk bermaksiat kepada Allah&lt;/b&gt;. Allah Ta&#039;ala berfirman yang artinya:
&quot;&lt;i&gt;Jika kamu bersyukur, sungguh Kami akan menambahkan ni&#039;mat kepadamu, namun jika kamu mengingkari ni&#039;mat sesungguhnya azab-Ku amat pedih&lt;/i&gt;” [Ibrahim: 7]

Ukhti Dian semoga Allah menjaga anda dalam kebaikan...
Dalil-dalil yang memerintahkan berda&#039;wah, sifatnya umum. Artinya berda&#039;wah di syariatkan bagi laki-laki dan perempuan. Da&#039;wah adalah ibadah, Allah Ta&#039;al berfirman yang artinya:
&quot;&lt;i&gt;Serulah (Berda&#039;wahlah) ke jalan Tuhanmu dengan hikmah...&lt;/i&gt;&quot; [An Nahl: 125] 
maka janganlah seseorang berda&#039;wah dengan cara-cara yang melanggar syariat Allah. Ingin mengajak pada jalan Allah dengan cara melanggar syariat Allah? Aneh sekali bukan? 
Maka wanita tentu boleh berda&#039;wah namun tentunya dengan memperhatikan batasan syariat seperti yang dijelaskan artikel di atas, yaitu antara lain:

Tidak bercampur-baur dengan laki-laki non-mahrom
Atas izin suami / orang tua
Memakai hijab syar&#039;i
Tidak bertabarruj
Tidak memakai parfum


Wallahu&#039;alam.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Akhi Rico, semoga Allah memudahkan urusan anda&#8230;<br />
Menganalogikan para wanita yang menjadi menteri dengan Khadijah -radhiyallahu&#8217;anha- sangatlah tidak layak dan tidak sepadan! Analogi (qiyas) ini pun tidak sesuai. Benar bahwa Khadijah -radhiyallahu&#8217;anha- adalah wanita pedagang. Dan berdagang bukanlah hal yang diharamkan bagi wanita. Bahkan sebagian ulama yang mengharamkan memandang wajah lawan jenis, mengecualikannya (membolehkan) pada saat transaksi jual beli.</p>
<p>Analogi anda tidak sesuai dipandang dari beberapa sisi:</p>
<p> Walau Khadijah adalah seorang wanita pedagang, apakah beliau sering keluar rumah, safar dan menunjukkan diri di hadapan umum? Wallahu&#8217;alam. Berbeda dengan para menteri wanita yang ada sekarang, mereka bertabarruj, sering keluar rumahnya dan ini tentunya bertentangan dengan syari&#8217;at.<br />
Khadijah -radhiyallahu&#8217;anha- hidup di masa sebelum turun ayat hijab<br />
Khadijah -radhiyallahu&#8217;anha- adalah istri Rasulullah yang mana perbuat Rasulullah adalah bimbingan dari Allah Ta&#8217;ala. Mustahil Allah mentakdirkan Rasulullah untuk menikah dengan Khadijah jika Khadijah bukan wanita terhormat yang mulia bahkan telah dipastikan baginya surga. Lalu para menteri wanita itu, siapa mereka? Apakah mereka orang-orang yang faham akan agama Allah? Ataukah mereka orang-orang yang tidak mengindahkan aturan Allah Ta&#8217;ala?</p>
<p>Wanita yang diberi kelebihan oleh Allah dalam hal kepandaian, kecerdasan, kepiawaian berorganisasi, kelebihan harta, makna hendaknya ia bersyukur atas nikmat yang diberikan ini. Cara bersyukur adalah dengan memuji Allah dan menggunakan karunia yang Allah berikan untuk mendekatkan diri kepada Allah, <b>bukan malah untuk bermaksiat kepada Allah</b>. Allah Ta&#8217;ala berfirman yang artinya:<br />
&#8220;<i>Jika kamu bersyukur, sungguh Kami akan menambahkan ni&#8217;mat kepadamu, namun jika kamu mengingkari ni&#8217;mat sesungguhnya azab-Ku amat pedih</i>” [Ibrahim: 7]</p>
<p>Ukhti Dian semoga Allah menjaga anda dalam kebaikan&#8230;<br />
Dalil-dalil yang memerintahkan berda&#8217;wah, sifatnya umum. Artinya berda&#8217;wah di syariatkan bagi laki-laki dan perempuan. Da&#8217;wah adalah ibadah, Allah Ta&#8217;al berfirman yang artinya:<br />
&#8220;<i>Serulah (Berda&#8217;wahlah) ke jalan Tuhanmu dengan hikmah&#8230;</i>&#8221; [An Nahl: 125]<br />
maka janganlah seseorang berda&#8217;wah dengan cara-cara yang melanggar syariat Allah. Ingin mengajak pada jalan Allah dengan cara melanggar syariat Allah? Aneh sekali bukan?<br />
Maka wanita tentu boleh berda&#8217;wah namun tentunya dengan memperhatikan batasan syariat seperti yang dijelaskan artikel di atas, yaitu antara lain:</p>
<p>Tidak bercampur-baur dengan laki-laki non-mahrom<br />
Atas izin suami / orang tua<br />
Memakai hijab syar&#8217;i<br />
Tidak bertabarruj<br />
Tidak memakai parfum</p>
<p>Wallahu&#8217;alam.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: dian</title>
		<link>http://muslimah.or.id/akhlak-dan-nasehat/wanita-antara-pembela-dan-pencela-2.html/comment-page-1#comment-1872</link>
		<dc:creator>dian</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 15 Nov 2008 03:25:52 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslimah.or.id/?p=107#comment-1872</guid>
		<description>assalamu&#039;alaikum.
kalo istri keluar rumah untuk berdakwah tidak apa2kn??bukankh wanita jg diwajibkan untuk berdakwah??</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>assalamu&#8217;alaikum.<br />
kalo istri keluar rumah untuk berdakwah tidak apa2kn??bukankh wanita jg diwajibkan untuk berdakwah??</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

