Saudariku, Janganlah Engkau Sakiti Kedua Orangtuamu

Penulis: Ummu Rumman
Muroja’ah: Ust. Abu Salman

Segala puji bagi Rabb alam semesta, shalawat dan salam atas Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang diutus sebagai rahmat bagi alam semesta.

Saudariku muslimah…
Pernahkah engkau memperhatikan seorang anak kecil yang tengah bersama orang tuanya? Atau, ingatlah masa kecilmu dulu sampai masa sekarang.

Ingatlah betapa besar kasih sayang kedua orang tuamu kepadamu. Ingatlah betapa besar perhatian mereka akan tempat tinggalmu, makan dan minummu, pendidikanmu, serta penjagaan mereka pada waktu malam dan siang. Ingatlah betapa besar kekhawatiran mereka ketika engkau sakit hingga pekerjaan yang lain pun mereka tinggalkan demi merawatmu. Uang yang mereka cari dengan susah payah rela mereka keluarkan tanpa pikir panjang demi kesembuhanmu. Ingatlah kerja keras siang malam yang mereka lakukan demi menafkahimu. Niscaya engkau akan mengetahui kadar penderitaan kedua orang tuamu pada waktu mereka membimbing dirimu hingga beranjak dewasa.

Allah Subhanahu wa Ta’ala telah memerintahkan di dalam Al qur’an, agar manusia berbakti kepada kedua orang tuanya.

“Dan Rabbmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah melainkan hanya kepada-Nya dan hendaklah berbuat baik kepada kedua orang tua. Dan jika salah satu dari keduanya atau kedua-duanya telah berusia lanjut dalam pemeliharaanmu maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan ‘ah’ dan janganlah kamu membentak keduanya. Dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang mulia, dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah: ‘Wahai Tuhanku, sayangilah mereka keduanya, sebagaimana keduanya telah menyayangi aku waktu kecil.’” (Al Israa’: 23-24)

Allah Subhanahu wa Ta’ala juga berfirman dalam surat An Nisaa’ ayat 36, “Dan sembahlah Allah dan janganlah menyekutukan-Nya dengan sesuatu, dan berbuat baiklah kepada kedua ibu bapak, kepada kaum kerabat, kepada anak-anak yatim, kepada orang-orang miskin, kepada tetangga yang dekat, tetangga yang jauh teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahaya, sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membanggakan dirinya.” (An Nisaa’: 36)

Jika kita perhatikan, berbuat baik kepada kedua orang tua seperti yang tercantum pada ayat-ayat tersebut di atas menunjukkan bahwa berbakti kepada kedua orang tua menduduki peringkat kedua setelah mentauhidkan (mengesakan) Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam beribadah. Karena itu bisa kita pahami bahwa tidak boleh terjadi bagi seorang yang mengaku bertauhid kepada Allah tetapi ia durhaka kepada kedua orang tuanya, wal iyadzubillah nas alullaha salamah wal ‘afiyah.

Allah Subhanahu wa Ta’ala yang Menciptakan dan Allah yang Memberikan rizki, maka Allah Subhanahu wa Ta’ala sajalah yang berhak diibadahi. Sedangkan orang tua adalah sebab adanya anak, maka keduanya berhak untuk diperlakukan dengan baik. Oleh karena itu, merupakan kewajiban bagi seorang anak untuk beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, kemudian diiringi dengan berbakti kepada kedua orang tuanya.

Saudariku, marilah kita belajar dari mulianya akhlaq para salaf dalam berbakti kepada kedua orang tuanya. Sesungguhnya dari kisah mereka kita dapat mengambil pelajaran yang baik. Dari Ibnu Aun diriwayatkan bahwa ia menceritakan, Seorang lelaki ada yang pernah menemui Muhammad bin Sirin di rumah ibunya. Ia bertanya, “Ada apa dengan Muhammad? Apakah ia sakit?” (karena Muhammad bin Sirin suaranya lirih hampir tak terdengar bila berada di hadapan ibunya. red). Orang-orang di situ menjawab, “Tidak. Cuma demikianlah kondisinya bila berada di rumah ibunya.”

Dari Hisyam bin Hissan, dari Hafshah binti Sirin diriwayatkan bahwa ia menceritakan, “Muhammad, apabila menemui ibunya, tidak pernah berbicara dengannya dengan suara keras demi menghormati ibunya tersebut.”

Dari Ibnu Aun diriwayatkan bahwa ia menceritakan, “Suatu hari ibunya memanggil beliau, namun beliau menyambut panggilan itu dengan suara yang lebih keras dari suara ibunya. Maka beliau segera membebaskan dua orang budak.”

Dari Muhammad bin sirin diriwayatkan bahwa ia menceritakan, pada masa pemerintahan Ustman bin Affan, harga pokok kurma mencapai seribu dirham. Maka Usamah bin Zaid bin Haritsah mengambil dan menebang sebatang pokok kurma dan mencabut umbutnya (yakni bagian di ujung pokok kurma berwarna putih, berlemak berbentuk seperti punuk unta, biasa dimakan bersama madu), lalu diberikan kepada ibunya untuk dimakan. Orang-orang bertanya, “Apa yang menyebabkan engkau melakukan hal itu, padahal engkau tahu bahwa pokok kurma kini harganya mencapai seribu dirham?” Beliau menjawab, “Ibuku menhendakinya. Setiap ibuku menginginkan sesuatu yang mampu kudapatkan, aku pasti memberikannya.”

Saudariku, andaikan (kelak) kita menjadi orang tua, tidakkah kita akan kecewa dan bersedih hati bila anak kita berkata kasar kepada kita, orang tuanya yang telah membesarkannya. Lalu, apakah kita akan tega melakukannya terhadap orang tua kita saat ini? Mereka yang selalu berusaha meredakan tangis kita ketika kecil. Ingatlah duhai saudariku, doa orang tua terutama ibu adalah doa yang mustajab. Maka janganlah sekali-kali engkau menyakiti hati mereka meskipun engkau dalam pihak yang benar.

Cermatilah kisah berikut ini saudariku…

Dari Abdurrahman bin Ahmad, meriwayatkan dari ayahnya bahwa ada seorang wanita yang datang menemui Baqi’ dan mengatakan, “Sesungguhnya anakku ditawan, dan saya tidak memilki jalan keluar. Bisakah anda menunjukkan orang yang dapat menebusnya; saya sungguh sedih sekali.” Beliau menjawab, “Bisa. Pergilah dahulu, biar aku cermati persoalannya.” Kemudian beliau menundukkan kepalanya dan berkomat-kamit. Tak berapa lama berselang, wanita itu telah datang dengan anak lelakinya tersebut. Si anak bercerita, “Tadi aku masih berada dalam tawanan raja. Ketika saya sedang bekerja paksa, tiba-tiba rantai di tanganku terputus.” Ia menyebutkan hari dan jam di mana kejadian itu terjadi. Ternyata tepat pada waktu Syaih Baqi’ sedang mendoakannya. Anak itu melanjutkan kisahnya, “Maka petugas di penjara segera berteriak. Lalu melihatku dan kebingungan. Kemudian mereka memanggil tukang besi dan kembali merantaiku. Selesai ia merantaiku, akupun berjalan, tiba-tiba rantaiku sudah putus lagi. Mereka pun terbungkam. Mereka lalu memanggil para pendeta mereka. Para pendeta itu bertanya, ‘Apakah engkau memilki ibu?’ Aku menjawab, ‘Iya.’ Mereka pun berujar, ‘mungkin doa ibunya, sehingga terkabul’.”

Kejadian itu diceritakan kembali oleh al Hafizh Hamzah as Sahmi, dari Abul Fath Nashr bin Ahmad bin Abdul Malik. Ia menceritakan, aku pernah mendengar Abdurrahman bin Ahmad menceritakannya pada ayahku, lalu ia menuturkan kisahnya. Namun dalam kisahnya disebutkan, bahwa mereka berkata, “Allah telah membebaskan kamu, maka tidak mungkin lagi bagi kami menawanmu.” Mereka lalu memberiku bekal dan mengantarkan aku pulang.

Saudariku muslimah…

Maukah engkau kuberitahu amalan utama yang dapat membuatmu dicintai Allah? Tidakkah engkau ingin dicintai Allah, saudariku? maka sambutlah hadist berikut ini.

“Dari Abdullah bin Mas’ud katanya: ‘Aku bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang amal-amal paling utama dan dicintai Allah,’ Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, ‘Pertama shalat pada waktunya (dalam riwayat lain disebutkan shalat di awal waktu), kedua berbakti kepada kedua orang tua, ketiga jihad di jalan Allah.’” (HR. Bukhari I/134, Muslim No.85, Fathul Baari 2/9)

Saudariku muslimah…

Tidakkah engkau ingin selalu dalam keridhaan Allah? Maka, jadikanlah kedua orang tuamu ridha kepadamu, sebab keridhaan Allah berada dalam keridhaan kedua orang tuamu. Dan kemurkaan Allah berada dalam kemurkaan kedua orang tuamu. Seandainya ada seorang hamba datang di hari kiamat dengan membawa amal perbuatan seribu orang shiddiq, namun dia durhaka kepada kedua orang tuanya, maka Allah Tabaaraka wa Ta’ala tidak akan melihat amalannya yang begitu banyak walau sedikit pun. Sedangkan tempat kembali orang seperti ini tidak lain adalah neraka. Dan tidak ada seorang hamba laki-laki atau perempuan yang membuat wajah kedua orang tua atau salah satu dari mereka tertawa, kecuali Allah akan mengampuni semua kesalahan dan dosanya. Dan tempat kembali orang seperti ini adalah surga. Tidakkah kita menginginkan surga, saudariku?

Saudariku muslimah…

Sesungguhnya hak-hak kedua orang tuamu atas dirimu lebih besar dan berlipat ganda banyaknya sehingga apapun yang engkau lakukan dan sebesar penderitaan yang engkau rasakan ketika kamu membantu bapak dan ibumu, maka hal itu tidak akan dapat membalas kedua jasanya. Di dalam hadist yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari disebutkan bahwa ketika sahabat Abdullah bin Umar radhiyallahu anhu melihat seseorang menggendong ibunya untuk thawaf di Ka’bah dan ke mana saja ’si ibu’ menginginkan, orang tersebut bertanya, “Wahai Abdullah bin Umar, dengan perbuatanku ini apakah aku sudah membalas jasa ibuku?” Jawab Abdullah bin Umar radhiyallahu anhu, “Belum, setetes pun engkau belum dapat membalas kebaikan kedua orang tuamu.” (Shahih Al adabul Mufrad no. 9)

Saudariku muslimah…

Tidakkah engkau ingin diluaskan rizkimu dan dipanjangkan umurmu oleh Allah? Maka perhatikanlah dengan baik sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Barang siapa yang suka diluaskan rizkinya dan dipanjangkan umurnya maka hendaklah ia menyambung tali silaturahim.” (HR. Bukhari 7/72, Muslim 2557, Abu dawud 1693)

Saudariku, betapa besar semangat dan bahagianya hati kita ketika silaturrahim kepada teman-teman kita. Perjalanan jauh pun tidak kita anggap sulit. Ketika sudah bersama mereka, waktu seakan berjalan dengan cepat. Lalu, manakah waktu untuk silaturrahim kepada kedua orang tua kita? Beribu alasan pun telah kita siapkan.

Tahukah engkau saudariku, bukankah orang tua adalah keluarga terdekat kita. Maka merekalah yang haknya lebih besar untuk kita dahulukan dalam masalah silaturrahim. Ingatlah pula bahwa merekalah yang selalu berada di sisi kita baik ketika bahagia maupun duka, berkorban dan selalu menolong kita lebih dari teman-teman kita. Lalu, masih enggankah kita membalas segala pengorbanan mereka?

Saudariku muslimah…

Berbuat baik kepada kedua orang tua merupakan sebuah keharusan, bahkan hal ini harus didahulukan daripada fardlu kifayah serta amalan-amalan sunnah lainnya. Didahulukan pula daripada jihad (yang hukumnya fadlu kifayah) dan hijrah di jalan Allah. Pun harus didahulukan daripada berbuat baik kepada istri dan anak-anak. Meski tentu saja hal ini bukan berarti kemudian melalaikan kewajiban terhadap istri dan anak-anak.

Saudariku, taatilah kedua orang tuamu dan janganlah engkau menentang keduanya sedikit pun. Kecuali apabila keduanya memerintahkan padamu berbuat maksiat kepada Tuhanmu, karena sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda, “Tidak ada ketaatan bagi makhluk apabila pada saat yang sama bermaksiat kepada Sang Pencipta.” (HR. Ahmad)

“Dan kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada kedua orang tuanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu, hanya kepada-Kulah tempat kembalimu. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuannya tentang itu, maka janganlah kamu menaati keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, maka Kuberitahukan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” (Luqman 14-15)

Sering kali, ketika rasa kecewa telah memenuhi hati kita, kekecewaan yang muncul akibat orang tua yang tidak tahu dan tidak paham akan kebenaran Islam yang sudah kita ketahui, bahkan ketika mereka justru menjadi penghalang bagi kita dalam tafaquh fiddin, kita jadi seakan-akan mempunyai alasan untuk tidak mempergauli mereka dengan baik.

Saudariku, ingatlah bahwa sejelek apapun orang tua kita, kita tetap tidak akan bisa membalas semua jasa-jasanya. Ingatlah, bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala pun tetap memerintahkan kita untuk mempergauli mereka dengan baik, meskipun mereka telah menyuruh kita berbuat kesyirikan. Ya, yang perlu kita lakukan hanyalah tidak mentaati mereka ketika mereka menyuruh kita untuk bermaksiat kepada Allah dan tetap berlaku baik pada mereka. Lebih dari itu, tidakkah kita ingin agar bisa mereguk kebenaran dan keindahan Islam bersama mereka, saudariku? Tidakkah kita menginginkan kebaikan dan keselamatan bagi mereka sebagaimana mereka yang selalu menginginkan kebaikan dan keselamatan bagi kita? Tidakkah kita ingin agar Allah mempertemukan kita di Jannah-Nya? Karena itu, bersabarlah saudariku. Bersabarlah dalam membimbing dan berdakwah pada mereka sebagaimana mereka selalu sabar dalam membimbing dan mengajari kita dahulu. Jangan pernah putus asa saudariku, batu yang keras sekalipun bisa berlubang karena ditetesi air terus menerus.

Tahukah engkau saudariku, salah satu doa yang mustajab? Yaitu doa dari seorang anak yang shalih untuk orang tuanya. Sambutlah kembali hadiah nabawiyah ini, saudariku.

Dalam hadist Abu Hurairoh radhiyallahu anhu disebutkan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apabila manusia mati, putuslah amalnya kecuali tiga perkara: sadaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat atau anak shalih yang mendoakan orang tuanya.” (HR. Muslim)

Dari Abu Hurairoh radhiyallahu anhu, bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah pasti mengangkat derajat bagi hamba-Nya yang shalih ke surga, maka ia bertanya, ‘Ya Allah, bagaimana itu bisa terjadi?’ Allah menjawab, ‘Berkat istigfar anakmu untukmu.’” (HR. Ahmad)

Diriwayatkan dari Umar bin Khaththab radhiyallahu anhu berkata, “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Kelak akan datang kepada kamu sekalian seseorang bernama Uwais bin ‘Amir, anak muda yang belum tumbuh janggutnya, keturunan Yaman dari kabilah Qarn. Pada tubuhnya terkena penyakit kusta, namun penyakit itu sembuh daripadanya, kecuali tersisa seukuran uang dirham. Dia mempunyai ibu yang ia sangat berbakti kepadanya. Apabila ia berdoa kepada Allah niscaya dikabulkan, maka jika engkau bertemu dengannya dan memungkinkan minta padanya memohonkan ampun untukmu maka lakukanlah.” (HR. Muslim dan Ahmad)

Nah, saudariku. Janganlah engkau enggan untuk berdoa demi kebaikan orang tuamu. Sekeras apapun usaha yang engkau lakukan, bila Allah tidak berkehendak, niscaya tidak akan pernah terwujud. Hanya Allahlah yang mampu Memberi petunjuk dan membukakan pintu hati kedua orang tuamu. Mintalah pada-Nya, karena tidak ada yang tidak mungkin bagi-Nya. Memohonlah terus pada-Nya dan jangan pernah bosan meski kita tidak tahu kapankah doa kita akan dikabulkan. Pun seandainya Allah tidak berkehendak untuk memberi mereka petunjuk hingga ajal menjemput mereka, ingatlah bahwa Allah tidak pernah mendzalimi hamba-Nya. Janganlah berhenti berdoa saudariku, karena tentu engkau sudah tahu bahwa doa seorang anak shalih untuk orang tuanya tidaklah terputus amalannya meski kedua orang tuanya sudah meninggal.

Sesungguhnya perkataan yang paling jujur adalah Kitabullah dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Nabi kita sholallahu ‘alaihi wassalam, dan seburuk-buruk perkara adalah yang baru dan diada-adakan dan setiap yang baru itu bid’ah dan setiap bid’ah adalah sesat dan setiap kesesatan adalah di neraka.

Allahummaghfilana wa li waalidainaa warham huma kamaa robbayanaa shighoro

- Selesai ditulis pada 26 Sya’ban pukul 08.12 di bumi Allah

Untuk bapak ibu, yang telah merawat dan memberikan kasih sayang berlimpah padaku. Tiada yang kuinginkan bagi kalian selain kebaikan dan keselamatan dunia akhirat. Semoga Allah menyelamatkan kita dan keluarga kita dari api neraka yang bahan bakarnya dari batu dan manusia, serta mengumpulkan kita di dalam Jannah-Nya.

Maraji’:

  1. Aina Nahnu min Akhlaq As Salaf (Abdul Aziz bin Nashir al Jalil)
  2. Birrul Walidain (Yazid bin Abdul Qodir Jawas)
  3. Bustaan Al Waa’idziin wa Riyaadh Al Saami’iin (Ibnul Jauzi)

***

Artikel www.muslimah.or.id

Kirim Komentar

Mohon memberikan komentar yang sesuai dengan topik artikel. Komentar Anda akan kami review dahulu sebelum ditampilkan.





23 Komentar

  • 1. yan
    January 6th, 2007 at 12:37 pm

    Sebagai rasa bakti kepada ibuku tercinta aku akan menuruti nasehatnya, walau itu menyangkut masa depan dan pasangan hidupku berumahtangga.

    2. ummu_habibah :
    January 11th, 2007 at 9:05 pm

    Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh…
    Teiring rindu ana selalu untuk anti, ummu rumman…
    Setiap orang yang ada di sekitar kita bagaikan bintang-bintang…
    Entah sahabat atau pun musuh membawa cahayanya sendiri…
    Di hati kita terkadang cahaya it terang, terkadang berkelap-kelip dan terkadang padam…
    Entah apa pun sebabnya yang pasti setiap bintang membuat gugusan yang indah di langit yang tanpa satu dari bintang itu akan membuat hidup kita tidak lengkap…
    Apa pun yang anti kerjakan, di mana pun anti dan kapan pun, Insyaallah ana selalu mendukung anti…
    Bersemangatlah terhadap apa yang bermanfaat bagimu ummu rumman…
    Jadikan diri kita muslimah seutuhnya…
    Semoga Allah jadikan kita sahabat di dunia akhirat

    3. dewy
    January 20th, 2007 at 11:23 pm

    sebagai rasa berbaktiku aku rela menghabiskan masa remajaku dinegri orang, mengadu nasib tuk hanya membahagian ibuku yg sekian lama tlah dihimpit kemiskinan demi menghidupi dan membesarkan diriku. aku ingin meringankan beban orangtuaku.ayah bunda betapa aku sangat merindukanmu………..

    4. yuyun yuningsih
    January 22nd, 2007 at 10:00 pm

    Ya Allah bangunkanlah istana yang maha indah dalam syurga-Mu untuk ayah dan ibuku …

    5. yuyun yuningsih
    January 22nd, 2007 at 10:34 pm

    kalo mau konsultasi ke ustadz bagaimana caranya?

    6. muslimah.or.id
    January 27th, 2007 at 4:10 am

    Afwan ukhti yuyun, untuk sementara kami belum membuka forum khusus untuk konsultasi.

    7. Fathimah as salafyyah
    February 3rd, 2007 at 9:16 am

    Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
    Buat seluruh saudariku muslimah yang kusayangi karena Allah,Jangan lupa untuk saling mendoakan ya …
    Doakan semoga Allah Azza Wa Jalla
    selalu memberikan keistiqomahan kepada kita untuk selalu dijalan-Nya dan semoga Allah selalu memberikan hidayah dan rahmat-Nya dalam aqidah dan manhaj yang lurus,aqidah salafush sholih pada orang
    tua kita,…
    Barokallahu fikum…..

    8. putri
    February 9th, 2007 at 9:22 pm

    betul, berbakti kepada ibu…yang utama.. selagi kita mampu, berikan saja apa yang ada. karena ketika dulu, ibu hanya mempunyai sedikit, tapi dia berusaha untuk memberi banyak kepada kita, apapun yang dia punya.

    seburuk-buruknya ibu kita, tetap saja ibu. ibu yang selalu memberikan yang terbaik untuk anaknya. jangan salahkan persepsi ini. karena terkadang anak menyalahkannya.

    karena ibu kita hidup lebih dahulu dari kita, sehingga dia tahu pahitnya hidup. pasti dia tidak ingin kita merasakan hal yang serupa.

    cobalah, walau kita sudah jadi sampah sekalipun, ibu tetap ingin mengulurkan tangannya.membantu kita untuk keluar dari kubangan.

    beruntunglah yang masih punya ibu, doánya tiada henti setiap saat. tapi berbeda dengan kita yang terkadang suka lupa untuk mendoakannya. beruntunglah yang masih punya ibu..usahakan untuk memenuhi keinginannya…

    9. Ummu Aufa
    February 19th, 2007 at 6:39 pm

    Ibu…… melihatmu,
    hatiku tak kuasa menahan haru
    Saat rapuhmu menopang keinginanku
    Saat sakitmu malah kutak hadir menemanimu
    ………………..

    Yah ibu adalah sesososok manusia yang super kuat. jika kita liat lebih dekat lagi, ibu adalah orang yang sangat perkasa, bisa menjadi apapun dengan menyesuaikan situasi dan kondisi.Ibu adalah sahabat yang paling jujur dan setia.
    Sakit dan lemahnya ibu takkan beliau rasa demi kebahagiaan kita sebagai anaknya.
    Pendidikan kitapun untuk kehidupan yang pertama kali beliau yang memberikan.
    Liatlah kita sekarang berpendidikan bermoral dan beragama pertama kali beliaulah yang mengenalkan kepada kita.
    Tegakah kita untuk melukai hati seorang wanita yang sangat sayang kepada kita?!
    Bertanyalah pada hatimu, sudahkah diri kita menyenangkan hati beliau. Meskipun hanya dengan senyuman kecil dibibir kita, dan selalu patuh pada nasehatnya.

    ibu………….

    10. asih kurnia asih
    February 20th, 2007 at 3:02 am

    assalamualaikum
    subhanallah bagus sekali nasehatnya,aku ingin lebih baik lagi mengabdi pada orang tua wlpn skrg aku masih membebaninya sungguh ingatlah seakan2 kita esok tak ada kesempatan lagi untuk mengabdi pd orang tua kita,ingatlah saudariku jarak tak jadi problem untuk alasan
    terimakasih muslimah

    11. hanifah
    March 16th, 2007 at 11:54 pm

    assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
    Subhanallah nasehat ini membuat hati gerimis dan mata terbuai kerinduan yg dalam buat kedua orang tuaku yang masih hidup (BUNDA) maupun yang telah mendahuluiku (AYAH)..karena mereka sama-sama jauh tak bersamaku saat ini.
    Semoga Rahmat Kasih Sayang Allah selalu meliputi keduanya.
    Rinduku kubalut dengan untaian doa demi doa,
    Semoga qta semua terhindar dari mengecewakan hati mereka. amin
    salam sayang dan rinduku pula buat sodari-sodariku akhwat rifqiyah
    semoga Allah senantiasa menyatukan hati2 qta dalam kebaikan
    jazakillahkhoir
    wassalamualikum warahmatullah wabarakatuh

    12. ika
    April 20th, 2007 at 5:19 am

    Assalamu’alaikum
    Subhanaalloh terima kasih atas nasihatnya, berbahagialah bagi semua yang masih mempunyai orang tua, berbaiklah hatilah pada beliau, seburuk-buruknya orang tua tetap orangtua kita, ibu…aku sangat mencintaimu

    13. Trisna
    April 26th, 2007 at 12:17 am

    doa orang tua terutama doa seorang ibu mustajjabah bagi anaknya

    14. Donna
    April 30th, 2007 at 7:45 am

    Entah bagaimana mamahku mampu memberikan rasa ketenangan dan kehangatan saat disisinya … Betul ibu pasti memang melakukan hal yang terbaik untuk anaknya … dan mamahku melakukan hal itu untuk ku, Terimakasih ya Allah ….

    Dan Terimakasih atas tulisan yang baik ini.

    15. shafiyyah
    May 1st, 2007 at 12:56 am

    orang tua pintu surga yang di tengah,sekiranya engkau mau sia-siakanlah pintu itu atau jagalah(HR.Ahmad)
    Amatlah rugi ketika kita mendapati keduanya masih hidup tapi kita menyia-nyiakan mereka dengan tidak berbakti kepada keduanya
    Marilah kita ajak keduanya meniti jalan menuju jannah

    16. ummu faiz_dian
    May 5th, 2007 at 3:32 am

    Ibu…
    Bukan ku tak mencintaimu..
    Namun ijinkan aku berbakti padamu sesuai yang telah syariat tuntunkan.
    Ya Alloh…Berikanlah hidayahMu untuk kedua orang tuaku terutama ibundaku tercinta…

    17. ary
    June 19th, 2007 at 4:11 am

    ibu……..
    tak ada dekapan sehangat dekapanmu………..
    yg slalu kurindu sepanjang waktu…
    ibu…….
    tak bisa aku membalas kebaikanmu…
    seujung kukupun tak dapat aku membalasnya…….

    18. eko dian pambudi
    September 2nd, 2007 at 8:49 pm

    terima kasih buat pemilik website ini, saya jadi saya Sadar Tentang hirarki antara Ortu dan Anak, ternyata selama ini aku cuma bs menyakiti ortu saya Terima kasih ustad, doakan saya bisa lebih berbakti bagi orang tua saya sampai ajal menjemput saya.

    19. soleha octaria
    September 14th, 2007 at 12:34 am

    Subhanallah, terima kasih muslimah atas artikel2nya, mudah2an bisa bermanfaat buat kita semua… Amiin…

    20. mahmudah
    January 29th, 2008 at 3:02 am

    assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh…
    ustadz,waktu saya kecil (kls 5 SD) saya pernah menyinggung perasaan ibu lewat ucapan.
    awalnya saya tidak tahu kalau pada saat itu perasaan ibu tersinggung sampai menangis. ketika saya kuliah dan bercanda dg ibu (dan menyinggung perasaan beliau) beliau bicara dan mengungkit masa lalu.
    waktu mau ujian saya minta maaf yang sedalam-dalamnya pada ibu, dan ibu memaafkan saya dg ikhlas (katanya).
    ketika ada masalah saya dg ibu, beliau mengungkit masa lalu lagi. apakah ibu saya sudah memaafkan saya dg ikhlas? bukankah kl ikhlas seseorang tidak akan mengingat perbuatannya?
    saya ingin mendapatkan maaf dan ridho ibu karena semuanya bisa terjadi.
    mohon jawabannya ustadz.
    jazakallah atas jawabannya

    21. diani
    February 10th, 2008 at 8:28 pm

    Assalamu’alaikum…………..
    Beberapa waktu yg lalu ada sodara
    saya sdh menyakiti hati ibu saya.Terus terang saya sebagai anak tdk terima,lalu saya membencinya sampai sekarang ini.yang ingin saya tanyakan; Apakah saya dosa karena membenci sodara2 saya yang menyakiti hati org tua saya?? trimakasih

  • Ya Allah…
    Tunjukanlh hamba jalan yg lurus…
    bukakanlh mata hati org tuaQ…agr mrk termasuk org2 yg beruntung,,org2 yg diberi hidaYah oleh-Mu,,,
    Ya Rabb….
    teriris perih hati ini kala melihat org tua hmba…
    Tolong Y Allah,,,berilah mrk petunjuk….
    amiin..

  • ayah dan juga ibu adalah permata hati kita
    tanpa mereka kita tak akan pernah ada di dunia ini

  • lalu bagaimana menyikapi perintah orang tua yang tidak sesuai syar’i, misalnya; ingin berjilbab tidak boleh, ingin ber cadar tapi ortu melarang, ingin menjalankan beberapa sunnah Rasul tapi ortu gak setuju,… gimana cara menyikapinya?

  • assalamu’alakum….
    artikelnya bagus bgt. mf nih saya mau nanya sedikit?
    boleh ya…..
    saya berniat banget u nyantri di alfurqon gresik, alhamdulillah dah da modal, lnsyaalloh cukup u 2 tahunan. skrg saya sedang menunggu SKL(surat kelulusan), ya saya kul di salah satu ptn di jawabarat. hanya saja ortu lebih menginginkan saya langsung lanjut dulu kuliahmya (saya baru S1, harus ambil profesi 1,5 th lagi). memang umur sudah tua, menginjak 26 th. gmn nih muslimah.or.id apa saya tetep nyantri ke alfurqon (sebenarnya secara lahir ortu mau2 aja walau saya tahu beliau kurang setuju, pun kemungkinan saya dapat jatah hanya 1 th aja) ato lanjut ke pendidikan profesi? syukron ya…..
    wassalamu’alaykum…..

  • Assalamualaikum Wr. Wb.

    Ummu Rumman, umiQ udah meninggal kemudian Abi nikah lagi jadi aQ punya umi baru dan mempunyai 2 anak tapi orang tuaQ engga ngurusin anak-anaknya yang dari istri pertama. itu gimana? sampai sekarang anak-anak dari istri yang pertama ( umiQ yang meninggal ) dendam sama orang tuaQ dan mereka tidak tinggal sama orang tuaQ, aQ sendiri awalnya dendam tapi aQ berusaha untuk mengalahkan hawa nafsu dan menghilangkan penyakit hati ini. tolong kasih solusinya y supaya aQ engga kebingungan. apa aQ harus tetep hormat sama mereka atau gimana soalnya klo aQ ngomong sama mereka seperlunya aja jarang banget komunikasi, gimana kabar orang tua aQ sekarang aja aQ g tau… tolong y
    afwan
    Jazakillahu Khairan

  • asslm..,…
    terimakasih atas pemaparannya tentang berbakti kepada orang tua, semoga blog ini semakin berbobot aja deh isinya,amiiiiiiiiiin

  • assalamualaikum,,,, subhanallah setelah membaca ini hatiku tersentuh,,aku sering bertengkar sama ibuku ,sebenarnya aku tidak ingin melawan tapi aku ga bisa menahan amarahku,,,ya ALLAH tolonglah hamba agar menjadi anak yang berbakti kapada orang tua terutama ibu,,,hamba tidak ingin menjadi ank durhaka ,,,muslimah bagaiman cara meminta maaf kepada ibu karena aku merasa malu untuk minta maaf bolehkah hanya dengan doa saja kepada ALLAH ,,apakah ALLAH akan mengampunkan dosaku,,,,bagaimana agar aku terhindar dari sumpah2 ibuku karena setiap bertengkar ibuku selalu berkata kasar /setidaknya sumpah secara tidak langsung aku mohon jawabannya agar hatiku menjadi tenang…wassalalm

  • assalamualikum muslimah pertanyaanku ko belum di jawa via email juga boleh

  • buat mba Siti,

    jangan malu untuk meminta maaf kepada ibu. mumpung kita masih hidup, sebelum di hari kiamat ALLOH meminta tanggung jawab kita atas perbuatan kasar kita pada ibu.
    seringkali ketika kita bertengkar dgn orang tua, penyebabnya adalah kit ayang kurang sabar dan kurang bisa menahan amarah.
    kalau kita mau berpikir jernih, alhamdulillah jaman kita sekarang ilmu agama yang shahih mudah didapatkan. ya lewat hadir di kajian, CD atau internet (seperti muslimah.or.id ini =) ..
    jadi, kita yang lebih mudah dapat ilmu agama, harusnya lebih semangat untuk mencarinya, dan harusnya lebih semangat untuk mengamalkannya.

    dalam bergaul dengan orang tua kan butuh ilmu.
    jadi, ilmu itu kan bukan cuma text book aja.

    contoh kecil yang pernah saya alami..

    dulu saya adalah anak yang kurang perhatian sama orang tua, jarang nanya kabar tapi menunggu ditanyai kabar. saya kuliah di kota yang jauh dari tempat tinggal orang tua.
    kalau boleh dibilang egois, saya waktu itu egois banget, nggak ada lembutnya sama orang tua.

    sampai suatu hari mama saya tumben udah nggak nelepon berhari2, padahal biasanya tiap habis shubuh mama nelepon saya.

    beberapa hari setelahnya saya inisiatif sms mama. maa syaa ALLOH, tahu nggak mba ibu saya bilang apa (kurang lebih isinya begini):
    “saya punya anak kok nggak ada yang perhatian. beberapa hari lalu mama sakit”.

    jeglek…. saya diam dan merenung. maa syaa ALLOH, kalau saya sakit mama dan bapak bisa jadi nggak bisa makan di seberang sana. kok, saya tega begini ya, masa` nanya kabar orang tua aja males. padahal kalau sama temen saya perhatian banget.

    sejak saat itu saya jadi lebih sering komunikasi dengan orang tua, saya sering nanyain kabar mereka meskipun cuma sekedar nanya “mama hari ini masak apa?”.

    sedikit2 saya jadi terlatih untuk lebih perhatian ke orang tua, hati saya melembut. alhmadulillah. apalagi di saat yang sama, saya juga jadi lebih semangat belajar agama. dan alhamdulillah ALLOH membukakan pintu hati saya untuk berpikir “dulu waktu kecil saya itu nggak berdaya, orang tua sayang banget, saya yang rewel nggak dibalas dengan makian dan gerutuan, kok setelah gede saya jadi nggak bisa berakhlak baik pada orang tua.”

    wajar sih mba kalau seringkali emosi itu muncul, memang terkadang kita lebih bisa “sabar” dengan orang lain dibandingkan orang tua. tapi, percayalah, dengan bekal ilmu agama, bertekad untuk mengamalkan ilmu itu, dan terus memohon pertolongan ALLOH untuk mengaruniai kita akhlak mulia dan kesabaran, in syaa ALLOH kita bisa jadi hamba ALLOH yang lebih baik, utamanya untuk kedua orang tua kita.

    faktor temen dekat juga penting, mba. orang yang agak ceplas-ceplos dan emosian, in syaa ALLOH kalau sering bergaul dengan orang yang lembut, penyayang, dan penyabar bisa berubah. teruslah berlatih dan mohon pertolongan ALLOH.

    saya pernah baca suatu hadits yang maknanya: “Ilmu diperoleh dengan belajar, kelembutan diperoleh dengan membiasakn kelembutan.”

    alhamdulillah saya memegang hadits tsb sbg prinsip, dan sekarang saya sudah bisa merasakan manfaatnya.

    cara lain yang bisa kita coba adalah dengan mengamati sekeliling. kalau ngelihat anak kecil digendong ibunya coba deh pikir, kita dulu juga gitu di masa kecil, kok setelah gede sekarang jadi seperti lupa bagaimana dulu di saat kecil kita lemah dan kedua orang tua menyayangi dan merawat kita hingga segede ini sekarang.

    suatu saat mungkin kita juga akan kadi ibu. bayangin coba kalau ktia jadi ibu dan anak kita ngomong dengan kata2 kasar. atau, kita sedang khilaf dan ngomong kasar lalu anak kita bukannya bersikap lembut dan menasehati kita malah balik ngomong kasar. rasanya gmn ya kira2…???

    di al-Quran juga ada larangan berbuat kasar pada orang tua, bahkan ucapan “ah” aja nggak boleh kan? kita biatkan bakti dan sopan santun ktia pada orang tua adalah untuk menaati perintah ALLOH. in syaa ALLOH kalau kita mencoba berbagai jalan yang sudah disebutkan di atas, ALLOH akan mudahkan kita untuk jadi lebih baik. ALLOH tidak akan menyia-nyiakan hamba-Nya yang ingin menjadi lebih baik. PERCAYALAH, mba!!

    kalau ada kata2 saya yang kurang berkenan mohon maaf ya mba. soalnya saya juga masih dangkal dalam ilmu agama dan akhlak. semoga ALLOH senantiasa menyayangi kita dan orang2 yang kita cintai karena ALLOH…

    saya akhiri kalimat panjang ini dengan senyum hangat untuk temen2 muslimah, khususnya buat mba siti. semoga ALLOH mudahkan urusan mba dan kita semua dalam kebaikan =)

  • Assalamu’alaykum, afwan ana mau tanya.orang tua ana tidak sutuju kalau ana dan suami mengikuti manhaj salaf,mereka lebih menginginkan agar kami masuk ke kelompok lain yang tidak sesuai dengan pemahaman salafussholih,mereka juga tidak mengijinkan kami pulang menemui mereka sebelum kami masuk kelompok tersebut.bagaimana sikap kami kepada orang tua agar tidak menyakiti hati beliau dan kami juga tetap bisa istiqomah di jalan-Nya.jazakillah atas jawabannya

  • @Ukh Adin

    Wa’alaykumussalam warahmatullah

    Alhamdulillah karena anti dan zaujuki telah memilih manhajnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para Shahabat ridwanullahu ‘anhum. Semoga Allah memberikan antum berdua keistiqomahan didalam menjalani kehidupan yang penuh dengan ujian dan cobaan.

    Anti harus bijaksana dalam menyikapi perkara anti dengan kedua orang tua anti. Jangan pernah anti membantah perkataan keduanya dengan suara yang keras, sekalipun apa yang mereka katakan itu keliru atau menyimpang. Apabila anti mau membantah perkataan mereka, maka bantahlah dengan perkataan baik dan dengan cara yang masyru’, sesuai dengan firman Allah Ta’ala:

    “Serulah (manusia) kepada jalan Rabb-mu dengan hikmah, dan pengajaran yang baik, dan bantahlah mereka dengan cara yang baik.” (QS. an-Nahl: 125)

    Kedua orang tua anti hanya belum memahami dan mengetahui kebenaran. Oleh karena itu, sudah menjadi tugas anti sebagai anaknya untuk membantu mereka menemukan kebenaran dengan ilmu dan hikmah.
    Apabila anti diajak oleh keduanya untuk mengikuti golongan mereka, maka tolaklah ajakan tersebut dengan lemah lembut dan perkataan yang baik. Jangan sampai anti menyinggung perasaan keduanya.
    Dan apabila keduanya memutus silaturahim antara mereka dengan antum berdua, janganlah antum kemudian memutus silaturahim antara antum dengan mereka. Tetaplah berhubungan baik dengan mereka, sekalipun mereka tidak menanggapinya. Karena sebagai seorang anak, antum berdua harus tetap melaksanakan bakti kepada keduanya.

    Bersabarlah ukht… karena sabar itu adalah perisai seorang mukmin. Jadikanlah sabar dan sholat itu sebagai penolong bagi antum berdua.
    Semoga Allah membantu dan memudahkan urusan antum berdua.

    Wallahu Ta’ala a’lam wal musta’an.

    Wassalamu’alaykum warahmatullah

  • afwan ummu ana baru buka email nya.jazakillahukhoiron katsiron atas nasehatnya, saat ini ana belum bisa pulang karena suami jg masih menyelesaikan urusannya, ana hanya komunikasi lewat hp,tapi gak pernah di balas

  • Assalamualaikum, semoga Allah selalu mencurahkan panjang umur dan rezeki yang di berkahiNya. Walaupun hubungan orang tua saya dan suami kurang baik, saya tetap sabar dan berdoa seraya berharap semoga terjadi perdamaian diantara mereka. jujur sangat berat tanggung jawab yg saya pikul saat ini, berusaha menjaga setiap perasaan orang tua dan suami. Mohon doanya agar segalanya dapat saya lewati dan berujung happy ending.

  • Assalamualaikum…
    Muslimah,
    saya sangat sayang dg kedua ortu saya.
    Ada hal yg sangat ingin saya tnyakan,tolong dijawab ya muslimah.
    Ibu saya sakit stroke sdh 4thn sampe skrg,tp alhamdulillah sdh membaik dan dpt bkerja spt smula,walaupun tangan kanan beliau tdk normal spt dulu.
    Slama sakit dan sampe skrg saya slalu merawat dan mendampingi ibu saya dg baik,walaupun trkadang saya menangis,jengkel dan sakit hati karna beliau sering membentak dan memarahi saya tnpa alasan dan tnpa ada ksalahan yg saya buat.
    Beliau sangat emosional dan pemarah,smua hal yg tdk sesuai dg pikiran ato hatinya dpt membuatnya marah2.
    Yg ingin saya tanyakan,
    Ibu saya,ingin menjodohkan saya dg anak seorang kyai,tp saya tdk menginginkannya.saya ingin menolaknya,tapi saya takut menyakiti hatinya dan takut menjadi anak yg durhaka.
    Saya sdh mempunyai calon suami yg baik,sopan,dri kluarga yg baik pula.tp saya belum berani mgenalkan dirinya kepada ibu saya.karna takut beliau mencaci,menghina calon saya.
    Apa yg harus saya lakukan muslimah?
    Bapak dan saudara2 saya tidak ada yg setuju atas perjodohan ini.
    Tolong dijawab muslimah,saya mohon,anda bisa membalasnya diemail saya ataupun disini.
    Terimakasih banyak sblumnya.
    Wassalam…

  • Asslm..
    Wahai saudariku yang telah menuliskan artikel ini…
    Subhanallah, tulisan anti telah membuat mata hati ana terbuka dan menyadari atas semua kesalahan yang telah banyak ana perbuat terhadap kedua orangtua ana…
    Ana memohon untuk ikut mendo’akan ana agar bisa mencintai kedua orangtua ane…
    Jazakillah Khoiron Katsir..
    Wassalam

  • Assalamu’alaikum wr wb share ummu..

  • Assalamu’alaikum Wr.Wb.

    Alhamdulillah , ini artikel yg sangat bagus. Sangat bermanfaat utk dibaca oleh anak2 yg sudah mulai menginjak dewasa terutama buat 3 putriku tercinta. Terima kasih saya haturkan kepada penulis artikel ini. Semoga Alloh SWT senantiasa melimpahkan karunia-NYA kepada kita semua. Amin. Wassalam.

  • Assalamu ‘alaykum warohmatullohi wabarokatuh

    Subhanalloh..
    saya meneteskan air mata membacanya mengingat saya merasa belum ada apa2nya dalam berbuat baik kepada kedua orang tua saya…

    Jazakumulloh khoiron

  • ya Allaah…
    Ampunilah dosa-dosaku dan dosa kedua orang tuaku, kasihanilah mereka sebagaimana mereka telah mengasihaniku diwaktu kecil.

    ya Allah…
    tutuplah hati kami untuk melakukan kesyirikan kepadamu dan bukalah hati kami untuk bertauhid kepadamu.

  • bagussssss,.,..,.,,.,teruskan la ok

  • ijin copas ya ummu..

  • ya Allah berilah kesempatan kpdku tuk membahagiakan bapak dan ibuku, sayangilah mrk, dan smg ujian yg skrg sdg mrk jalani, dpt membuat mrk semakin menuju kebenaran dan dekat dgnMU….

donasi muslimah
Toko Muslim presiden pulsa Radio Al-Hikmah KonsultasiSyariah.com Donasi Buletin yufid.com
Semarak Ramadhan
Buletin Tauhid

Design by cizkah powered by Wordpress