<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Saat Buah Hati Tak Kunjung Hadir</title>
	<atom:link href="http://muslimah.or.id/akhlak-dan-nasehat/saat-buah-hati-tak-kunjung-hadir.html/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://muslimah.or.id/akhlak-dan-nasehat/saat-buah-hati-tak-kunjung-hadir.html</link>
	<description>Meraih Kebahagiaan Muslimah di Atas Jalan Salaful Ummah</description>
	<lastBuildDate>Sat, 11 Feb 2012 05:08:03 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
	<item>
		<title>By: Hadi Setyono</title>
		<link>http://muslimah.or.id/akhlak-dan-nasehat/saat-buah-hati-tak-kunjung-hadir.html/comment-page-1#comment-17269</link>
		<dc:creator>Hadi Setyono</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 10 Dec 2011 09:40:52 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslimah.or.id/?p=210#comment-17269</guid>
		<description>Subhanallah walhamdulillah,

Semoga Allah memberikan petunjuk dan memberikan kekuatan kepada siapa yang bersabar menanti sang buah hati untuk terlahir di muka bumi ini. 

Syukron atas artikelnya yang menyentuh dan membawa kekuatan bagi kita semua.
Jazakallahu ahsanal jaza.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Subhanallah walhamdulillah,</p>
<p>Semoga Allah memberikan petunjuk dan memberikan kekuatan kepada siapa yang bersabar menanti sang buah hati untuk terlahir di muka bumi ini. </p>
<p>Syukron atas artikelnya yang menyentuh dan membawa kekuatan bagi kita semua.<br />
Jazakallahu ahsanal jaza.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: eka setya</title>
		<link>http://muslimah.or.id/akhlak-dan-nasehat/saat-buah-hati-tak-kunjung-hadir.html/comment-page-1#comment-17262</link>
		<dc:creator>eka setya</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 09 Dec 2011 16:52:23 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslimah.or.id/?p=210#comment-17262</guid>
		<description>semoga menjadi hikmah untuk kami, dan kami mohon doanya. terimakasih sehingga kami akan lebih sabar dan tawakhal menanti buah hati kami.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>semoga menjadi hikmah untuk kami, dan kami mohon doanya. terimakasih sehingga kami akan lebih sabar dan tawakhal menanti buah hati kami.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Ummu Zahratin Nisa Lathifah</title>
		<link>http://muslimah.or.id/akhlak-dan-nasehat/saat-buah-hati-tak-kunjung-hadir.html/comment-page-1#comment-15605</link>
		<dc:creator>Ummu Zahratin Nisa Lathifah</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 28 Aug 2011 09:39:34 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslimah.or.id/?p=210#comment-15605</guid>
		<description>Bismillah...
Ingin menambahkan, ini adalah nasehat yg sangat bagus sekali. Khususnya bagi saudari-saudari kita lainnya yg seringkali bertanya ttg hal ini bahkan ada juga cibiran-cibiran jika kita belum hamil, yg bahkan seringkali diucapkan oleh saudari2 kita yg juga udah &quot;ngaji&quot;. Yg mungkin tanpa sadar mereka ucapkan tanpa ada maksud apa2 hanya sekedar ingin tahu berita gembira dari kita. Namun, setiap orang berbeda-beda ada yg cuek &amp; ada yg sensitif, bisa jadi pertanyaan/cibiran-cibiran seperti itu malah akan membuat hati saudari kita sedih. Mungkin bagi sebagian orang berkata: &quot;kita ga bisa menuntut orang untuk mengerti kita, tapi tuntutlah diri kita untuk lebih sabar meskipun pertanyaan2 seperti itu bikin kita eneg.&quot; Bukankah setiap muslim harus saling menjaga perasaan saudarinya? Mungkin kita bisa lebih bijak untuk berusaha memahami keadaan saudari kita yg belum diamanahi anugerah tsb.

Dalam hadits disebutkan:
عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ : لاَ تَحَاسَدُوْا ، وَلاَ تَنَاجَشُوْا ، وَلاَ تَبَاغَضُوْا ، وَلاَ تَدَابَرُوْا ، وَلاَ يَبِعْ بَعْضُكُمْ عَلَى بَيْعِ بَعْضٍ ، وَكُوْنُوْا عِبَادَ اللهِ إِخْوَانًا ، اَلْـمُسْلِمُ أَخُوْ الْـمُسْلِمِ ، لاَ يَظْلِمُهُ ، وَلاَ يَخْذُلُهُ ، وَلاَ يَحْقِرُهُ ، اَلتَّقْوَى هٰهُنَا ، وَيُشِيْرُ إِلَى صَدْرِهِ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ ، بِحَسْبِ امْرِئٍ مِنَ الشَّرِّ أَنْ يَحْقِرَ أَخَاهُ الْـمُسْلِمَ ، كُلُّ الْـمُسْلِمِ عَلَى الْـمُسْلِمِ حَرَامٌ ، دَمُهُ وَمَالُهُ وَعِرْضُهُ.

&quot;Dari Abu Hurairah Radhiyallahu &#039;anhu ia berkata, Rasûlullâh Shallallahu &#039;alaihi wa sallam bersabda, “Kalian jangan saling mendengki, jangan saling najasy, jangan saling membenci, jangan saling membelakangi ! Janganlah sebagian kalian membeli barang yang sedang ditawar orang lain, dan hendaklah kalian menjadi hamba-hamba Allâh yang bersaudara. Seorang muslim itu adalah saudara bagi muslim yang lain, maka ia tidak boleh menzhaliminya, menelantarkannya, dan menghinakannya. Takwa itu disini –beliau memberi isyarat ke dadanya tiga kali-. Cukuplah keburukan bagi seseorang jika ia menghina saudaranya yang Muslim. Setiap orang Muslim, haram darahnya, hartanya, dan kehormatannya atas muslim lainnya.&quot;

TAKHRIJ HADITS:
Hadits ini Shahih, diriwayatkan oleh :
1. Muslim (no. 2564).
2. Imam Ahmad (II/277, 311-dengan ringkas, 360)
3. Ibnu Mâjah (no. 3933, 4213-secara ringkas)
4. Al-Baihaqi (VI/92; VIII/250)
5. Al-Baghawy dalam Syarhus Sunnah (XIII/130, no. 3549).
Penjelasan lengkapnya bisa dibaca di: http://almanhaj.or.id/content/2795/slash/0

Syaikh Abdul &#039;Aziz bin Fathi as-Sayyid Nada dalam kitabnya Ensiklopedia Adab Islam Jilid 1 hal. 58 berkata: “Hendaknya seorang muslim menampakkan kesedihannya ketika sahabatnya sedang sedih &amp; membantunya dengan harta &amp; kata-kata yang baik, kemudian beliau menukil sebuah hadits HR. Bukhari: “Seorang mukmin terhadap mukmin yang lain ibarat sebuah bangunan yang saling menguatkan antara satu dengan lain” [HR. Bukhari 2443, 2444, 6952 dari Anas radhiyallahu anhu.]”

Syaikh juga menyebutkan dalam hal.65 bahwa: “Hendaknya seorang Muslim menjaga perasaan saudaranya &amp; tidak menyakitinya, baik dengan perkataan maupun perbuatan meski tanpa disengaja. Bahkan, selayaknya kita harus berhati-hati dan menjaga jangan sampai itu terjadi. Betapa banyak seorang yang mengucapkan perkataan di hadapan saudaranya tanpa ada maksud buruk sedikit pun. Namun, akhirnya kata-kata dipahami tidak sebagaimana yang dimaksud hingga mengakibatkan rusaknya hubungan antara keduanya.”

وَقُل لِّعِبَادِي يَقُولُوا الَّتِي هِيَ أَحْسَنُ ۚ إِنَّ الشَّيْطَانَ يَنزَغُ بَيْنَهُمْ ۚ إِنَّ الشَّيْطَانَ كَانَ لِلْإِنسَانِ عَدُوًّا مُّبِينًا [١٧:٥٣]

“Dan katakanlah kepada hamha-hamba-Ku: &quot;Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar). Sesungguhnya syaitan itu menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia.” (QS. Al-Israa&#039;: 53)

&quot;Dan ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia.&quot; (QS. Al-Baqarah : 83)

Bagi kita yg mendapati saudari2 kita yg mungkin mengolok-olok, bertanya secara terus-terusan tanpa melihat situasi, sebaiknya memberi nasehat kepada saudari2 kita yg masih melakukan hal tsb karena memberi nasehat &amp; menegakkan amar ma&#039;ruf wajib hukumnya terhadap saudari kita jg. Bukankah kita sepantasnya menasehati ketika saudari kita tidak sadar akan kelalaiannya? Dalam Al-Qur&#039;an QS. Ali Imran: 110
كُنتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ ۗ وَلَوْ آمَنَ أَهْلُ الْكِتَابِ لَكَانَ خَيْرًا لَّهُم ۚ مِّنْهُمُ الْمُؤْمِنُونَ وَأَكْثَرُهُمُ الْفَاسِقُونَ [٣:١١٠]
“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma&#039;ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.”

Dari Abu Sa&#039;id Al Khudri radhiyallahu &#039;anhu, dia berkata, &quot;Aku mendengar Rasulullah shallallahu &#039;alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَرًا فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ وَذَلِكَ أَضْعَفُ الإِيمَانِ
&quot;Barangsiapa di antara kalian melihat kemungkaran, hendaklah dia merubahnya dengan tangannya. Apabila tidak mampu, hendaklah dia merubah hal itu dengan lisannya. Apabila tidak mampu lagi, hendaknya dia ingkari dengan hatinya dan inilah selemah-lemah iman.&quot; (HR. Muslim no. 49)

Dalam hadits tersebut pun Syaikh Abdul &#039;Aziz bin Fathi as-Sayyid Nada dalam kitabnya hal. 149 berkata: “Seandainya ia mampu melarang kemungkaran tanpa menimbulkan kerusakan lain, hendaklah ia melakukannya. Jika ia mengkhawatirkan akan menimbulkan kejahatan &amp; kerusakan, hendaklah ia menasehati mereka dengan kata-kata. Apabila ia seorang lemah &amp; takut terhadap kerusakan yang akan timbul, maka penolakan terhadap kemungkaran itu sudah cukup di dalam hatinya. Selama nasehat bermanfaat, maka hal ini lebih dikedepankan daripada celaan. Jika melarang dengan lisan memiliki pengaruh, maka hal itu sudah cukup, tidak perlu lagi meluruskannya dengan tangan (kekuasaan).”

Dan insya ALLAH ketika beramar ma&#039;ruf pun kita semua paham adab2nya, tahu bagaimana kita harus beramar ma&#039;ruf (bersikap lembut) dalam menyuruh &amp; melarang &amp; bersabar di dalam menegakkan amar ma&#039;ruf tsb. Lebih lengkapnya baca di kitab Syaikh Abdul &#039;Aziz bin Fathi as-Sayyid Nada dalam kitabnya, Ensiklopedia Adab Islam Jilid 1, terbitan Pustaka Imam Syafi&#039;i.

Insya ALLAH kita semua tahu keutamaan sabar, tapi jangan jadikan sabar itu sebagai alasan untuk tidak menasehati, insya ALLAH nasehat yg disampaikan dengan cara yg ma&#039;ruf &amp; tidak mengurangi sabar kami (akhwat2 yg sering ditanya pertanyaan tsb).

Perlu diketahui akibat &amp; pengaruh meninggalkan amar ma&#039;ruf nahi mungkar.
1. Mendapat laknat ALLAH

لُعِنَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِن بَنِي إِسْرَائِيلَ عَلَىٰ لِسَانِ دَاوُودَ وَعِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ ۚ ذَٰلِكَ بِمَا عَصَوا وَّكَانُوا يَعْتَدُونَ [٥:٧٨]
Telah dilaknati orang-orang kafir dari Bani Israil dengan lisan Daud dan Isa putera Maryam. Yang demikian itu, disebabkan mereka durhaka dan selalu melampaui batas.

﴿٧٨﴾


كَانُوا لَا يَتَنَاهَوْنَ عَن مُّنكَرٍ فَعَلُوهُ ۚ لَبِئْسَ مَا كَانُوا يَفْعَلُونَ [٥:٧٩]
Mereka satu sama lain selalu tidak melarang tindakan munkar yang mereka perbuat. Sesungguhnya amat buruklah apa yang selalu mereka perbuat itu.
﴿٧٩﴾
(QS. Al-Maidah: 78-79)

Maksud dilaknat dalam ayat ini adalah dijauhkan dari rahmat ALLAH Subhanahu Wa Ta&#039;ala (Tafsir Kariimir Rahmaan fii Tafsiiri Kalaamil Mannaan (hal. 241)

2. Orang yang meninggalkan amar ma&#039;ruf nahi mungkar mendapat celaan
لَوْلَا يَنْهَاهُمُ الرَّبَّانِيُّونَ وَالْأَحْبَارُ عَن قَوْلِهِمُ الْإِثْمَ وَأَكْلِهِمُ السُّحْتَ ۚ لَبِئْسَ مَا كَانُوا يَصْنَعُونَ [٥:٦٣]
Mengapa orang-orang alim mereka, pendeta-pendeta mereka tidak melarang mereka mengucapkan perkataan bohong dan memakan yang haram? Sesungguhnya amat buruk apa yang telah mereka kerjakan itu. (QS. Al-Maidah: 63)

Ibnu Jarir Ath-Thabari rahimahullah berkata: “Para ulama berkata, tidak ada ayat Al-Qur&#039;an yang lebih keras teguran &amp; celaannya terhadap para ulama melainkan ayat ini &amp; ayat ini lebih ditakuti oleh mereka. (Tafsiir Ath-Thabaari [IV/638].)

3. Hati menjadi sakit bahkan mati
Ibnu Qayyim rahimahullah dalam kitabnya Ighaatsatul Lahafaan, membagi hati menjadi 3 macam, salah satunya hati yang sakit yaitu hati yang sakit akan membiarkan adanya kemungkaran, sebagaimana yang disebutkan dalam ayat tentang orang munafik, “Dalam hati mereka ada penyakit...” (QS. Al-Baqarah: 10 ). Beliau mengatakan bahwa orang yang hatinya sakit, tidak dapat merasakan hatinya yang luka karena perbuatan dosa &amp; maksiatnya. Apabila ia berbuat maksiat atau melihat maksiat, maka dibiarkannya begitu saja &amp; dirinya tidak merasa sakit dengan kebodohannya (ketidaktahuannnya) terhadap kebenaran.

Sesungguhnya berbagai maksiat yang telah merajalela yang tidak diingkari merupakan sebab datangnya berbagai siksa &amp; hukuman serta berbagai musibah. Selain itu, diam dari kemungkaran &amp; tidak menyuruh berbuat ma&#039;ruf juga merupakan perbuatan maksiat, dimana pelakunya berhak mendapat hukuman. (Lihat al-amru bil ma&#039;ruf wan nahyu &#039;anil munkar: ushuluhu wa dhawaabithuhu wa adabuhu (halm. 87).)

Abu Bakar ash-Shiddiq radhiyallahu &#039;anhu telah menjelaskan kesalahan orang2 yang berdalil dengan ayat ini:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا عَلَيْكُمْ أَنفُسَكُمْ ۖ لَا يَضُرُّكُم مَّن ضَلَّ إِذَا اهْتَدَيْتُمْ ۚ إِلَى اللَّهِ مَرْجِعُكُمْ جَمِيعًا فَيُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ [٥:١٠٥]
Hai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu; tiadalah orang yang sesat itu akan memberi mudharat kepadamu apabila kamu telah mendapat petunjuk. Hanya kepada Allah kamu kembali semuanya, maka Dia akan menerangkan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan. (QS. Al-Maidah: 105)
tentang tidak wajibnya amar ma&#039;ruf nahi mungkar. Abu Bakar radhiyallahu anhu berkata setelah beliau memuji ALLAH &amp; menyanjung-Nya, “Wahai manusia! Sesungguhnya kalian telah membaca ayat ini &amp; tidak meletakkannya pada tempatnya, “jagalah dirimu; tiadalah orang yang sesat itu akan memberi mudharat kepadamu apabila kamu telah mendapat petunjuk.” dan sesungguhnya kami mendengar Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Sungguh, apabila manusia melihat orang yang melakukan kezhaliman (kemungkaran), tetapi tidak menghentikannya (mengubahnya) hampir saja ALLAH meratakan azab kepada mereka.” (HR. Abu Dawud no. 4338, Tirmidzi no. 3057, Ibnu Majah no. 4005)

Ibnu Mas&#039;ud radhiyallahu anhu berkata: “Binasalah orang yang hatinya tidak mengetahui hal yang ma&#039;ruf &amp; tidak mengingkari kemungkaran.” (Atsar SHAHIH diriwayatkan oleh Ath-Thabrani dlm Al-Mujamul Kabiir [IX/8564].)

Tapi terkadang nasehat tidak selalu diterima, mungkin beberapa di antara ada yg sulit menerima masukan (kebenaran) yg salah satu di antaranya diakibatkan oleh kerasnya hati. Sebab-sebab yg bisa menjadikan hati menjadi keras dapat dibaca di link ini: http://abumushlih.com/sebab-sebab-hati-menjadi-keras.html/

Semoga nasehat singkat ini dapat bermanfaat bagi kita semua &amp; hendaklah sebagai sesama Muslim kita saling menguatkan &amp; saling memotivasi, sebagaimana perkataan Abul Qa&#039;qa:
    و من هنا ينبغي للمرء أن يبحث له عن زميل صالح, و خل جاد ناصح, بحيث يكونان متلازمين في أغلب الأوقات, و يحث كل منهما صاحبه على الطلب و التحصيل, و يشد كل منهما من أزر الآخر و يسد كل منهما الآخر إن أخطأ, و يعينه و يحفزه إن أصاب و وفق, و يغيب كل منهما للآخر ما حفظه من العلم, و يقرآن سوياً, و يراجعان سويا, و يبحثان المسائل, و يحققا سويا

    “Seseorang harus mencari kawan yang shalih, rajin dan suka menasehati, agar (ia) selalu bisa bersamanya pada sebagian besar waktunya, saling memotivasi dalam belajar dan saling menguatkan semangat sesamanya, mengingatkannya bila ia salah, dan mendukungnya bila ia benar dan mengevaluasi apa yang telah ia hafal, baca, diskusikan, dan kaji tentang sebuah permasalahan dengan selalu bersama-sama.&quot;

    [كيف تتحمس لطلب العلم الشرعي/Kaifa Tatahammas Li Thalabil ‘Ilmi Asy-Syar’i/. محمد بن صالح بن إسحاق الصيعري / Muhammad ibn Shalih ibn Ishaq Ash-Shi’ri /. 1419 H. فهرسة مكتبة الملك فهد الوطنية أثناء النشر /Fahrasah Maktabah Al-Malik Fahd Al-Wathaniyyah Ats-naa`a An-Nasyr.]

Semoga ALLAH menetapkan hati kita &amp; senantiasa berada pada jalan yang lurus,
اللَّهُمَّ يَامُقَلِّبَ القُلُوْبِ ثَبِّتْ قُلُوْبَنَا عَلَى دِيْنِكَ،يَامُصَرِّفَ القُلُوْبِ صَرِّفْ قُلُوْبَنَا إِلَى طَاعَتِكَ
Ya Allah, yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hati kami pada agama-Mu, Wahai Rabb yang mengarahkan hati, arahkanlah hati kami untuk taat kepada-Mu. Amiin...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bismillah&#8230;<br />
Ingin menambahkan, ini adalah nasehat yg sangat bagus sekali. Khususnya bagi saudari-saudari kita lainnya yg seringkali bertanya ttg hal ini bahkan ada juga cibiran-cibiran jika kita belum hamil, yg bahkan seringkali diucapkan oleh saudari2 kita yg juga udah &#8220;ngaji&#8221;. Yg mungkin tanpa sadar mereka ucapkan tanpa ada maksud apa2 hanya sekedar ingin tahu berita gembira dari kita. Namun, setiap orang berbeda-beda ada yg cuek &amp; ada yg sensitif, bisa jadi pertanyaan/cibiran-cibiran seperti itu malah akan membuat hati saudari kita sedih. Mungkin bagi sebagian orang berkata: &#8220;kita ga bisa menuntut orang untuk mengerti kita, tapi tuntutlah diri kita untuk lebih sabar meskipun pertanyaan2 seperti itu bikin kita eneg.&#8221; Bukankah setiap muslim harus saling menjaga perasaan saudarinya? Mungkin kita bisa lebih bijak untuk berusaha memahami keadaan saudari kita yg belum diamanahi anugerah tsb.</p>
<p>Dalam hadits disebutkan:<br />
عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ : لاَ تَحَاسَدُوْا ، وَلاَ تَنَاجَشُوْا ، وَلاَ تَبَاغَضُوْا ، وَلاَ تَدَابَرُوْا ، وَلاَ يَبِعْ بَعْضُكُمْ عَلَى بَيْعِ بَعْضٍ ، وَكُوْنُوْا عِبَادَ اللهِ إِخْوَانًا ، اَلْـمُسْلِمُ أَخُوْ الْـمُسْلِمِ ، لاَ يَظْلِمُهُ ، وَلاَ يَخْذُلُهُ ، وَلاَ يَحْقِرُهُ ، اَلتَّقْوَى هٰهُنَا ، وَيُشِيْرُ إِلَى صَدْرِهِ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ ، بِحَسْبِ امْرِئٍ مِنَ الشَّرِّ أَنْ يَحْقِرَ أَخَاهُ الْـمُسْلِمَ ، كُلُّ الْـمُسْلِمِ عَلَى الْـمُسْلِمِ حَرَامٌ ، دَمُهُ وَمَالُهُ وَعِرْضُهُ.</p>
<p>&#8220;Dari Abu Hurairah Radhiyallahu &#8216;anhu ia berkata, Rasûlullâh Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam bersabda, “Kalian jangan saling mendengki, jangan saling najasy, jangan saling membenci, jangan saling membelakangi ! Janganlah sebagian kalian membeli barang yang sedang ditawar orang lain, dan hendaklah kalian menjadi hamba-hamba Allâh yang bersaudara. Seorang muslim itu adalah saudara bagi muslim yang lain, maka ia tidak boleh menzhaliminya, menelantarkannya, dan menghinakannya. Takwa itu disini –beliau memberi isyarat ke dadanya tiga kali-. Cukuplah keburukan bagi seseorang jika ia menghina saudaranya yang Muslim. Setiap orang Muslim, haram darahnya, hartanya, dan kehormatannya atas muslim lainnya.&#8221;</p>
<p>TAKHRIJ HADITS:<br />
Hadits ini Shahih, diriwayatkan oleh :<br />
1. Muslim (no. 2564).<br />
2. Imam Ahmad (II/277, 311-dengan ringkas, 360)<br />
3. Ibnu Mâjah (no. 3933, 4213-secara ringkas)<br />
4. Al-Baihaqi (VI/92; VIII/250)<br />
5. Al-Baghawy dalam Syarhus Sunnah (XIII/130, no. 3549).<br />
Penjelasan lengkapnya bisa dibaca di: <a href="http://almanhaj.or.id/content/2795/slash/0" rel="nofollow">http://almanhaj.or.id/content/2795/slash/0</a></p>
<p>Syaikh Abdul &#8216;Aziz bin Fathi as-Sayyid Nada dalam kitabnya Ensiklopedia Adab Islam Jilid 1 hal. 58 berkata: “Hendaknya seorang muslim menampakkan kesedihannya ketika sahabatnya sedang sedih &amp; membantunya dengan harta &amp; kata-kata yang baik, kemudian beliau menukil sebuah hadits HR. Bukhari: “Seorang mukmin terhadap mukmin yang lain ibarat sebuah bangunan yang saling menguatkan antara satu dengan lain” [HR. Bukhari 2443, 2444, 6952 dari Anas radhiyallahu anhu.]”</p>
<p>Syaikh juga menyebutkan dalam hal.65 bahwa: “Hendaknya seorang Muslim menjaga perasaan saudaranya &amp; tidak menyakitinya, baik dengan perkataan maupun perbuatan meski tanpa disengaja. Bahkan, selayaknya kita harus berhati-hati dan menjaga jangan sampai itu terjadi. Betapa banyak seorang yang mengucapkan perkataan di hadapan saudaranya tanpa ada maksud buruk sedikit pun. Namun, akhirnya kata-kata dipahami tidak sebagaimana yang dimaksud hingga mengakibatkan rusaknya hubungan antara keduanya.”</p>
<p>وَقُل لِّعِبَادِي يَقُولُوا الَّتِي هِيَ أَحْسَنُ ۚ إِنَّ الشَّيْطَانَ يَنزَغُ بَيْنَهُمْ ۚ إِنَّ الشَّيْطَانَ كَانَ لِلْإِنسَانِ عَدُوًّا مُّبِينًا [١٧:٥٣]</p>
<p>“Dan katakanlah kepada hamha-hamba-Ku: &#8220;Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar). Sesungguhnya syaitan itu menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia.” (QS. Al-Israa&#8217;: 53)</p>
<p>&#8220;Dan ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia.&#8221; (QS. Al-Baqarah : 83)</p>
<p>Bagi kita yg mendapati saudari2 kita yg mungkin mengolok-olok, bertanya secara terus-terusan tanpa melihat situasi, sebaiknya memberi nasehat kepada saudari2 kita yg masih melakukan hal tsb karena memberi nasehat &amp; menegakkan amar ma&#8217;ruf wajib hukumnya terhadap saudari kita jg. Bukankah kita sepantasnya menasehati ketika saudari kita tidak sadar akan kelalaiannya? Dalam Al-Qur&#8217;an QS. Ali Imran: 110<br />
كُنتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ ۗ وَلَوْ آمَنَ أَهْلُ الْكِتَابِ لَكَانَ خَيْرًا لَّهُم ۚ مِّنْهُمُ الْمُؤْمِنُونَ وَأَكْثَرُهُمُ الْفَاسِقُونَ [٣:١١٠]<br />
“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma&#8217;ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.”</p>
<p>Dari Abu Sa&#8217;id Al Khudri radhiyallahu &#8216;anhu, dia berkata, &#8220;Aku mendengar Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wa sallam bersabda,<br />
مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَرًا فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ وَذَلِكَ أَضْعَفُ الإِيمَانِ<br />
&#8220;Barangsiapa di antara kalian melihat kemungkaran, hendaklah dia merubahnya dengan tangannya. Apabila tidak mampu, hendaklah dia merubah hal itu dengan lisannya. Apabila tidak mampu lagi, hendaknya dia ingkari dengan hatinya dan inilah selemah-lemah iman.&#8221; (HR. Muslim no. 49)</p>
<p>Dalam hadits tersebut pun Syaikh Abdul &#8216;Aziz bin Fathi as-Sayyid Nada dalam kitabnya hal. 149 berkata: “Seandainya ia mampu melarang kemungkaran tanpa menimbulkan kerusakan lain, hendaklah ia melakukannya. Jika ia mengkhawatirkan akan menimbulkan kejahatan &amp; kerusakan, hendaklah ia menasehati mereka dengan kata-kata. Apabila ia seorang lemah &amp; takut terhadap kerusakan yang akan timbul, maka penolakan terhadap kemungkaran itu sudah cukup di dalam hatinya. Selama nasehat bermanfaat, maka hal ini lebih dikedepankan daripada celaan. Jika melarang dengan lisan memiliki pengaruh, maka hal itu sudah cukup, tidak perlu lagi meluruskannya dengan tangan (kekuasaan).”</p>
<p>Dan insya ALLAH ketika beramar ma&#8217;ruf pun kita semua paham adab2nya, tahu bagaimana kita harus beramar ma&#8217;ruf (bersikap lembut) dalam menyuruh &amp; melarang &amp; bersabar di dalam menegakkan amar ma&#8217;ruf tsb. Lebih lengkapnya baca di kitab Syaikh Abdul &#8216;Aziz bin Fathi as-Sayyid Nada dalam kitabnya, Ensiklopedia Adab Islam Jilid 1, terbitan Pustaka Imam Syafi&#8217;i.</p>
<p>Insya ALLAH kita semua tahu keutamaan sabar, tapi jangan jadikan sabar itu sebagai alasan untuk tidak menasehati, insya ALLAH nasehat yg disampaikan dengan cara yg ma&#8217;ruf &amp; tidak mengurangi sabar kami (akhwat2 yg sering ditanya pertanyaan tsb).</p>
<p>Perlu diketahui akibat &amp; pengaruh meninggalkan amar ma&#8217;ruf nahi mungkar.<br />
1. Mendapat laknat ALLAH</p>
<p>لُعِنَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِن بَنِي إِسْرَائِيلَ عَلَىٰ لِسَانِ دَاوُودَ وَعِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ ۚ ذَٰلِكَ بِمَا عَصَوا وَّكَانُوا يَعْتَدُونَ [٥:٧٨]<br />
Telah dilaknati orang-orang kafir dari Bani Israil dengan lisan Daud dan Isa putera Maryam. Yang demikian itu, disebabkan mereka durhaka dan selalu melampaui batas.</p>
<p>﴿٧٨﴾</p>
<p>كَانُوا لَا يَتَنَاهَوْنَ عَن مُّنكَرٍ فَعَلُوهُ ۚ لَبِئْسَ مَا كَانُوا يَفْعَلُونَ [٥:٧٩]<br />
Mereka satu sama lain selalu tidak melarang tindakan munkar yang mereka perbuat. Sesungguhnya amat buruklah apa yang selalu mereka perbuat itu.<br />
﴿٧٩﴾<br />
(QS. Al-Maidah: 78-79)</p>
<p>Maksud dilaknat dalam ayat ini adalah dijauhkan dari rahmat ALLAH Subhanahu Wa Ta&#8217;ala (Tafsir Kariimir Rahmaan fii Tafsiiri Kalaamil Mannaan (hal. 241)</p>
<p>2. Orang yang meninggalkan amar ma&#8217;ruf nahi mungkar mendapat celaan<br />
لَوْلَا يَنْهَاهُمُ الرَّبَّانِيُّونَ وَالْأَحْبَارُ عَن قَوْلِهِمُ الْإِثْمَ وَأَكْلِهِمُ السُّحْتَ ۚ لَبِئْسَ مَا كَانُوا يَصْنَعُونَ [٥:٦٣]<br />
Mengapa orang-orang alim mereka, pendeta-pendeta mereka tidak melarang mereka mengucapkan perkataan bohong dan memakan yang haram? Sesungguhnya amat buruk apa yang telah mereka kerjakan itu. (QS. Al-Maidah: 63)</p>
<p>Ibnu Jarir Ath-Thabari rahimahullah berkata: “Para ulama berkata, tidak ada ayat Al-Qur&#8217;an yang lebih keras teguran &amp; celaannya terhadap para ulama melainkan ayat ini &amp; ayat ini lebih ditakuti oleh mereka. (Tafsiir Ath-Thabaari [IV/638].)</p>
<p>3. Hati menjadi sakit bahkan mati<br />
Ibnu Qayyim rahimahullah dalam kitabnya Ighaatsatul Lahafaan, membagi hati menjadi 3 macam, salah satunya hati yang sakit yaitu hati yang sakit akan membiarkan adanya kemungkaran, sebagaimana yang disebutkan dalam ayat tentang orang munafik, “Dalam hati mereka ada penyakit&#8230;” (QS. Al-Baqarah: 10 ). Beliau mengatakan bahwa orang yang hatinya sakit, tidak dapat merasakan hatinya yang luka karena perbuatan dosa &amp; maksiatnya. Apabila ia berbuat maksiat atau melihat maksiat, maka dibiarkannya begitu saja &amp; dirinya tidak merasa sakit dengan kebodohannya (ketidaktahuannnya) terhadap kebenaran.</p>
<p>Sesungguhnya berbagai maksiat yang telah merajalela yang tidak diingkari merupakan sebab datangnya berbagai siksa &amp; hukuman serta berbagai musibah. Selain itu, diam dari kemungkaran &amp; tidak menyuruh berbuat ma&#8217;ruf juga merupakan perbuatan maksiat, dimana pelakunya berhak mendapat hukuman. (Lihat al-amru bil ma&#8217;ruf wan nahyu &#8216;anil munkar: ushuluhu wa dhawaabithuhu wa adabuhu (halm. 87).)</p>
<p>Abu Bakar ash-Shiddiq radhiyallahu &#8216;anhu telah menjelaskan kesalahan orang2 yang berdalil dengan ayat ini:<br />
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا عَلَيْكُمْ أَنفُسَكُمْ ۖ لَا يَضُرُّكُم مَّن ضَلَّ إِذَا اهْتَدَيْتُمْ ۚ إِلَى اللَّهِ مَرْجِعُكُمْ جَمِيعًا فَيُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ [٥:١٠٥]<br />
Hai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu; tiadalah orang yang sesat itu akan memberi mudharat kepadamu apabila kamu telah mendapat petunjuk. Hanya kepada Allah kamu kembali semuanya, maka Dia akan menerangkan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan. (QS. Al-Maidah: 105)<br />
tentang tidak wajibnya amar ma&#8217;ruf nahi mungkar. Abu Bakar radhiyallahu anhu berkata setelah beliau memuji ALLAH &amp; menyanjung-Nya, “Wahai manusia! Sesungguhnya kalian telah membaca ayat ini &amp; tidak meletakkannya pada tempatnya, “jagalah dirimu; tiadalah orang yang sesat itu akan memberi mudharat kepadamu apabila kamu telah mendapat petunjuk.” dan sesungguhnya kami mendengar Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Sungguh, apabila manusia melihat orang yang melakukan kezhaliman (kemungkaran), tetapi tidak menghentikannya (mengubahnya) hampir saja ALLAH meratakan azab kepada mereka.” (HR. Abu Dawud no. 4338, Tirmidzi no. 3057, Ibnu Majah no. 4005)</p>
<p>Ibnu Mas&#8217;ud radhiyallahu anhu berkata: “Binasalah orang yang hatinya tidak mengetahui hal yang ma&#8217;ruf &amp; tidak mengingkari kemungkaran.” (Atsar SHAHIH diriwayatkan oleh Ath-Thabrani dlm Al-Mujamul Kabiir [IX/8564].)</p>
<p>Tapi terkadang nasehat tidak selalu diterima, mungkin beberapa di antara ada yg sulit menerima masukan (kebenaran) yg salah satu di antaranya diakibatkan oleh kerasnya hati. Sebab-sebab yg bisa menjadikan hati menjadi keras dapat dibaca di link ini: <a href="http://abumushlih.com/sebab-sebab-hati-menjadi-keras.html/" rel="nofollow">http://abumushlih.com/sebab-sebab-hati-menjadi-keras.html/</a></p>
<p>Semoga nasehat singkat ini dapat bermanfaat bagi kita semua &amp; hendaklah sebagai sesama Muslim kita saling menguatkan &amp; saling memotivasi, sebagaimana perkataan Abul Qa&#8217;qa:<br />
    و من هنا ينبغي للمرء أن يبحث له عن زميل صالح, و خل جاد ناصح, بحيث يكونان متلازمين في أغلب الأوقات, و يحث كل منهما صاحبه على الطلب و التحصيل, و يشد كل منهما من أزر الآخر و يسد كل منهما الآخر إن أخطأ, و يعينه و يحفزه إن أصاب و وفق, و يغيب كل منهما للآخر ما حفظه من العلم, و يقرآن سوياً, و يراجعان سويا, و يبحثان المسائل, و يحققا سويا</p>
<p>    “Seseorang harus mencari kawan yang shalih, rajin dan suka menasehati, agar (ia) selalu bisa bersamanya pada sebagian besar waktunya, saling memotivasi dalam belajar dan saling menguatkan semangat sesamanya, mengingatkannya bila ia salah, dan mendukungnya bila ia benar dan mengevaluasi apa yang telah ia hafal, baca, diskusikan, dan kaji tentang sebuah permasalahan dengan selalu bersama-sama.&#8221;</p>
<p>    [كيف تتحمس لطلب العلم الشرعي/Kaifa Tatahammas Li Thalabil ‘Ilmi Asy-Syar’i/. محمد بن صالح بن إسحاق الصيعري / Muhammad ibn Shalih ibn Ishaq Ash-Shi’ri /. 1419 H. فهرسة مكتبة الملك فهد الوطنية أثناء النشر /Fahrasah Maktabah Al-Malik Fahd Al-Wathaniyyah Ats-naa`a An-Nasyr.]</p>
<p>Semoga ALLAH menetapkan hati kita &amp; senantiasa berada pada jalan yang lurus,<br />
اللَّهُمَّ يَامُقَلِّبَ القُلُوْبِ ثَبِّتْ قُلُوْبَنَا عَلَى دِيْنِكَ،يَامُصَرِّفَ القُلُوْبِ صَرِّفْ قُلُوْبَنَا إِلَى طَاعَتِكَ<br />
Ya Allah, yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hati kami pada agama-Mu, Wahai Rabb yang mengarahkan hati, arahkanlah hati kami untuk taat kepada-Mu. Amiin&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Ummu Zahratin Nisa Lathifah</title>
		<link>http://muslimah.or.id/akhlak-dan-nasehat/saat-buah-hati-tak-kunjung-hadir.html/comment-page-1#comment-15604</link>
		<dc:creator>Ummu Zahratin Nisa Lathifah</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 28 Aug 2011 09:03:11 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslimah.or.id/?p=210#comment-15604</guid>
		<description>لِّلَّهِ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۚ يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ ۚ يَهَبُ لِمَن يَشَاءُ إِنَاثًا وَيَهَبُ لِمَن يَشَاءُ الذُّكُورَ [٤٢:٤٩] أَوْ يُزَوِّجُهُمْ ذُكْرَانًا وَإِنَاثًا ۖ وَيَجْعَلُ مَن يَشَاءُ عَقِيمًا ۚ إِنَّهُ عَلِيمٌ قَدِيرٌ [٤٢:٥٠]
Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi, Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki. Dia memberikan anak-anak perempuan kepada siapa yang Dia kehendaki dan memberikan anak-anak lelaki kepada siapa yang Dia kehendaki, atau Dia menganugerahkan kedua jenis laki-laki dan perempuan (kepada siapa) yang dikehendaki-Nya, dan Dia menjadikan mandul siapa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa. (QS. Asy-Syuraa&#039;: 49-50)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>لِّلَّهِ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۚ يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ ۚ يَهَبُ لِمَن يَشَاءُ إِنَاثًا وَيَهَبُ لِمَن يَشَاءُ الذُّكُورَ [٤٢:٤٩] أَوْ يُزَوِّجُهُمْ ذُكْرَانًا وَإِنَاثًا ۖ وَيَجْعَلُ مَن يَشَاءُ عَقِيمًا ۚ إِنَّهُ عَلِيمٌ قَدِيرٌ [٤٢:٥٠]<br />
Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi, Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki. Dia memberikan anak-anak perempuan kepada siapa yang Dia kehendaki dan memberikan anak-anak lelaki kepada siapa yang Dia kehendaki, atau Dia menganugerahkan kedua jenis laki-laki dan perempuan (kepada siapa) yang dikehendaki-Nya, dan Dia menjadikan mandul siapa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa. (QS. Asy-Syuraa&#8217;: 49-50)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: qonita</title>
		<link>http://muslimah.or.id/akhlak-dan-nasehat/saat-buah-hati-tak-kunjung-hadir.html/comment-page-1#comment-15497</link>
		<dc:creator>qonita</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 23 Aug 2011 07:45:20 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslimah.or.id/?p=210#comment-15497</guid>
		<description>ummu, sy juga sedang menanti kehadiran buah hati... seringkali  merasa sedih, tapi tetap harus berikhtiar, berdoa dan tawakal... semoga penantian ini bernilai ibadah...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ummu, sy juga sedang menanti kehadiran buah hati&#8230; seringkali  merasa sedih, tapi tetap harus berikhtiar, berdoa dan tawakal&#8230; semoga penantian ini bernilai ibadah&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: asih tresnani</title>
		<link>http://muslimah.or.id/akhlak-dan-nasehat/saat-buah-hati-tak-kunjung-hadir.html/comment-page-1#comment-14786</link>
		<dc:creator>asih tresnani</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 25 Jul 2011 15:04:38 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslimah.or.id/?p=210#comment-14786</guid>
		<description>terimakasih atas artikel ini, smg sy bs lbh bersabar lagi dlm menghadapi ujian dr Allah....bg tmn2 yg blm dikaruniai buah hati yuk tetap berdoa dan berikhtiar...smg berhasil...:)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>terimakasih atas artikel ini, smg sy bs lbh bersabar lagi dlm menghadapi ujian dr Allah&#8230;.bg tmn2 yg blm dikaruniai buah hati yuk tetap berdoa dan berikhtiar&#8230;smg berhasil&#8230;:)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

