Kedudukan Wanita Dalam Islam

Berikut ini adalah jawaban dari pertanyaan yang terdapat dalam majalah Al-Jail di Riyadh (Arab Saudi) tentang kedudukan wanita dalam Islam yang disampaikan oleh Syaikh Ibnu Baz.

***

Segala puji hanya milik Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi dan Rasul yang paling mulia, kepada keluarganya, sahabatnya, serta kepada siapa saja yang meniti jalannya sampai hari pembalasan.

Sesungguhnya wanita muslimah memiliki kedudukan yang tinggi dalam Islam dan pengaruh yang besar dalam kehidupan setiap muslim. Dia akan menjadi madrasah pertama dalam membangun masyarakat yang shalih, tatkala dia berjalan di atas petunjuk Al-Qur’an dan sunnah Nabi. Karena berpegang dengan keduanya akan menjauhkan setiap muslim dan muslimah dari kesesatan dalam segala hal.

Kesesatan dan penyimpangan umat tidaklah terjadi melainkan karena jauhnya mereka dari petunjuk Allah dan dari ajaran yang dibawa oleh para nabi dan rasul-Nya. Rasulullah bersabda, “Aku tinggalkan pada kalian dua perkara, di mana kalian tidak akan tersesat selama berpegang dengan keduanya, yaitu Kitab Allah dan sunnahku.” (Diriwayatkan oleh Imam Malik dalam al-Muwaththa’ kitab Al-Qadar III)

Sungguh telah dijelaskan di dalam Al-Qur’an betapa pentingnya peran wanita, baik sebagai ibu, istri, saudara perempuan, mapun sebagai anak. Demikian pula yang berkenaan dengan hak-hak dan kewajiban-kewajibannya. Adanya hal-hal tersebut juga telah dijelaskan dalam sunnah Rasul.

Peran wanita dikatakan penting karena banyak beban-beban berat yang harus dihadapinya, bahkan beban-beban yang semestinya dipikul oleh pria. Oleh karena itu, menjadi kewajiban bagi kita untuk berterima kasih kepada ibu, berbakti kepadanya, dan santun dalam bersikap kepadanya. Kedudukan ibu terhadap anak-anaknya lebih didahulukan daripada kedudukan ayah. Ini disebutkan dalam firman Allah,

“Dan Kami perintahkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu. Hanya kepada-Ku lah kamu akan kembali.” (QS. Luqman: 14)

Begitu pula dalam firman-Nya, “Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada ibu bapaknya. Ibunya telah mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandung dan menyapihnya adalah tiga puluh bulan.” (QS. Al-Ahqaf: 15)

Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa pernah ada seorang laki-laki datang kepada Rasulullah dan berkata, “Wahai Rasulullah, siapa orang yang paling berhak bagi aku untuk berlaku bajik kepadanya?” Nabi menjawab, “Ibumu.” Orang itu bertanya lagi, “Kemudian setelah dia siapa?” Nabi menjawab, “Ibumu.” Orang itu bertanya lagi, “Kemudian setelah dia siapa?” Nabi menjawab, “Ibumu.” Orang itu bertanya lagi, “Kemudian setelah dia siapa?” Nabi menjawab, “Ayahmu.” (HR. Bukhari, Kitab al-Adab no. 5971 juga Muslim, Kitab al-Birr wa ash-Shilah no. 2548)

Dari hadits di atas, hendaknya besarnya bakti kita kepada ibu tiga kali lipat bakti kita kepada ayah. Kemudian, kedudukan isteri dan pengaruhnya terhadap ketenangan jiwa seseorang (suami) telah dijelaskan dalam Al-Qur’an.

Allah berfirman,
“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untuk kalian istri-istri dari jenis kalian sendiri, supaya kalian cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan menjadikan rasa kasih dan sayang di antara kalian.” (QS. Ar-Rum: 21)

Al-Hafizh Ibnu Katsir -semoga Alah merahmatinya- menjelaskan pengertian firman Allah: “mawaddah wa rahmah” bahwa mawaddah adalah rasa cinta, dan rahmah adalah rasa kasih sayang.

Seorang pria menjadikan seorang wanita sebagai istrinya bisa karena cintanya kepada wanita tersebut atau karena kasih sayangnya kepada wanita itu, yang selanjutnya dari cinta dan kasih sayang tersebut keduanya mendapatkan anak.

Sungguh, kita bisa melihat teladan yang baik dalam masalah ini dari Khadijah, isteri Rasulullah, yang telah memberikan andil besar dalam menenangkan rasa takut Rasulullah ketika beliau didatangi malaikat Jibril membawa wahyu yang pertama kalinya di goa Hira’. Nabi pulang ke rumah dengan gemetar dan hampir pingsan, lalu berkata kepada Khadijah, “Selimuti aku, selimuti aku! Sungguh aku khawatir dengan diriku.” Demi melihat Nabi yang demikian itu, Khadijah berkata kepada beliau, “Tenanglah. Sungguh, demi Allah, sekali-kali Dia tidak akan menghinakan dirimu. Engkau adalah orang yang senantiasa menyambung tali silaturahim, senantiasa berkata jujur, tahan dengan penderitaan, mengerjakan apa yang belum pernah dilakukan orang lain, menolong yang lemah dan membela kebenaran.” (HR. Bukhari, Kitab Bad’ al-Wahyi no. 3, dan Muslim, Kitab al-Iman no. 160)

Kita juga tentu tidak lupa dengan peran ‘Aisyah. Banyak para sahabat, baik yang laki-laki maupun yang perempuan, menerima hadits darinya berkenaan dengan hukum-hukum agama.

Kita juga tentu mengetahui sebuah kisah yang terjadi belum lama ini berkenaan dengan istri Imam Muhammad bin Su’ud, raja pertama kerajaan Arab Saudi. Kita mengetahui bahwa isteri beliau menasehati suaminya yang seorang raja itu untuk menerima dakwah Imam al-Mujaddid Muhammad bin Abdul Wahhab. Sungguh, nasehat isteri sang raja itu benar-benar membawa pengaruh besar hingga membuahkan kesepakatan antara Imam al-Mujaddid Muhammad bin Abdul Wahhab dengan Imam Muhammad bin Su’ud untuk menggerakkan dakwah. Dan -alhamdulillah— kita bisa merasakan hasil dari nasehat istri raja itu hingga hari ini, hal mana aqidah merasuk dalam diri anak-anak negeri ini. Dan tidak bisa dipungkiri pula bahwa ibuku sendiri memiliki peran dan andil yang besar dalam memberikan dorongan dan bantuan terhadap keberhasilan pendidikanku. Semoga Allah melipat gandakan pahala untuknya dan semoga Allah membalas kebaikannya kepadaku tersebut dengan balasan yang terbaik.

Tidak diragukan bahwa rumah yang penuh dengan rasa cinta, kasih dan sayang, serta pendidikan yang islami akan berpengaruh terhadap kehidupan seseorang. Dengan izin Allah seseorang yang hidup dalam lingkungan rumah seperti itu akan senantiasa mendapatkan taufik dari Allah dalam setiap urusannya, sukses dalam pekerjaan yang ditempuhnya, baik dalam menuntut ilmu, perdagangan, pertanian atau pekerjaan-pekerjaan lain.

Kepada Allah-lah aku memohon semoga Dia memberi taufik-Nya kepada kita semua sehingga dapat melakukan apa yang Dia cintai dan Dia ridhai. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi kita Muhammad, keluarganya dan sahabat-sahabatnya. (Majmu’ Fatawa Syaikh Ibnu Baz III/348)

Tidak Suka Dengan Kelahiran Anak Wanita Termasuk Perilaku Jahiliyah

Tanya: Pada zaman ini, kita sering mendengar perkara-perkara yang biasa menjadi bahan perdebatan orang karena ganjilnya. Di antaranya mungkin kita pernah mendengar sebagian orang mengatakan, “Kami tidak suka menggauli istri kami jika yang lahir adalah anak perempuan.” Sebagian lagi mengatakan kepada istrinya, “Demi Allah, jika engkau melahirkan anak perempuan, saya akan menceraikanmu.” -Kita berlepas diri dari orang-orang seperti itu-. Sebagian dari wanita ada yang mendapatkan perlakuan semacam itu dari suaminya. Mereka merasa gelisah dengan perkataan suaminya yang seperti itu. Bagaimana dan apa yang mesti mereka perbuat terhadap perkataan suami seperti itu? Apa nasehat Syaikh dalam masalah ini?

Jawab: Saya yakin apa yang dikatakan saudara penanya adalah sesuatu yang sangat jarang terjadi. Saya tidak habis pikir, bagaimana ada seorang suami yang kebodohannya sampai pada taraf seperti itu; mengultimatum akan menceraikan isterinya jika anak yang dilahirkannya anak perempuan. Lain masalahnya, kalau sebenarnya dia sudah tidak suka dengan isterinya, kemudian ingin menceraikannya dan menjadikan masalah ini sebagai alasan agar dapat menceraikannya. Jika ini masalah yang sebenarnya; dia sudah tidak bisa bersabar lagi untuk hidup bersama isterinya, dan telah berusaha untuk tetap hidup berdampingan dengannya akan tetapi tidak berhasil; jika ini masalah yang sebenarnya, hendaknya dia mencerai istrinya dengan cara yang jelas, bukan dengan alasan seperti itu.

Karena perceraian dibolehkan asalkan dengan dengan alasan yang syar’i. Akan tetapi, meskipun demikian, kami menasehatkan kepada para suami yang mendapatkan hal-hal yang tidak disukai pada diri isterinya agar bersabar, sebagaimana yang difirmankan Allah, “Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka (isteri-isteri kamu), (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.” (QS. An-Nisa’: 19)

Adapun membenci anak perempuan, tidak diragukan bahwa itu merupakan perilaku jahiliyah, dan di dalamnya terkandung sikap tasakhuth (tidak menerima) terhadap apa yang telah menjadi ketetapan dan takdir Allah. Manusia tidak tahu, mungkin saja anak-anak perempuan yang dimilikinya akan lebih baik baginya daripada mempunyai banyak anak laki-laki. Berapa banyak anak-anak perempuan justru menjadi berkah bagi ayahnya baik semasa hidupnya maupun setelah matinya. Dan berapa banyak anak-anak lelaki justru menjadi bala dan bencana bagi ayahnya semasa hidupnya dan tidak memberi manfaaat sedikit pun setelah matinya.

Rujukan:
Fatawa Ulama al-Balad al-Haram hal. 519.
Majmu’ Fatawa Syaikh Ibnu Baz (III/348).

Sumber: Majalah Fatawa

***

Artikel www.muslimah.or.id

Donasi dakwah YPIA

30 Comments

  1. www.muslimah.or.id says:

    1. nur asma

    Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuhu

    Subhanallah!!,,syukron sudah mau posting artikel ini,,sangat mengena..

    Dulu, ana sempat berpikir betapa tidak enaknya menjadi seoarang akhwat dengan banyak keterbatasan yang dimiliki,
    Namun,, setelah mengerti lebih dalam,,ana sangat bersyukur ana seorang wanita dimana kedudukannya di dalam Islam sangat mulia dan sangat dijaga,,

    Jazakumullah Khoiron Katsiro

    Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuhu

    2. del

    assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

    saya pernah baca hadis bahwa istri itu tahanan suami. maksudnya apa ya?
    trus…apakah benar Rasulullah SAW menjima’ budak wanitanya?
    saya ingin sekali muslimah membahas mengenai hadis-hadis yang ditujukan kepada wanita seperti “istri masuk surga setelah ridho suami”,”siksa yang paling keras istri yang durhaka kepada suami” dan seterusnya.
    maklum, saya baru belajar, jadi suka nanya-nanya.
    jazakillah :)

    3. Shofia

    Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

    Subhanallah, alhamdulillah
    setelah membaca artikel ini ana sadar kalo ana harus bangga menjadi seorang wanita dengan sedikit batasan dan terlalu banyak kemuliaan.
    saya merasa kedudukan saya tinggi sebagai seorang wanita yang kelak akan menjadi ibu. Insya ALLOH.
    saya merasa menjadi manusia yang sangat…sangat…sangat dijaga.
    Alhamdulillah
    Mohon sering menampilkan tentang artikel-artikel tentang kewanitaan.
    Jazakumullohu Khoiron Katsiron

    Wassalamu’alaikum Warahmatullohi Wabarakatuh

  2. nano says:

    ass.da pertanyaan nih.kmren komputer ak kena virus yg brnama yuyun versi 1.0 yg mengalamat muslimah.or.id,sampe skarang blum terhapus total,aku mnta script obatnya donk,trma ksh.wass

  3. nano says:

    ass.mau nanya nih,kmren kompter aku kena virus yg brnama yuyun versi 1.0 dan mengalamatkan muslimah.or.id,ada vaksin scriptnya gak soalnya kompter aku lum sembuh total.trima ksh.wass

  4. dita rahmawati says:

    Assalammualaikum.wr.wb.
    Wanita adalah kaum yang sensitife namun mereka memiliki kekuatan yang terpendam.tolong kasih penjelasan yang lebih detila dan contoh-contoh nyata yang mudah dimengerti tentang wanita dunkzt.
    wassalammualaikum.wr.wb.

  5. aslmkum saudara2 ku,sungguh mulia kedudukan wanita dalam islam.jadi jangan permalukan kaum hawa……….so good luck for engels se dunia………….allah hu akbar………….

  6. marini says:

    Subhanallah saya benar2 merasakan betapa besarnya peran wanita dalam islam,terutama seorang ibu yg benar2 telah mengorbankan banyak waktunya utk keluarganya tanpa meminta balaan apapun

  7. Lisa ade Lina says:

    Artikel d’ataz membuat aqu bangga menjady se’orang perempuan ,,
    yang tady’a aqu berfikir menjady seorang perempuan itu tidak enak karena t’LLu banyak keterbAtAsan dan atUran , tapy cekarang que sadar betapa muLya’y keDudukan wanita daLam iSLam ,,,

  8. attayaya says:

    bener, derajat wanita sangat tinggi di mata Islam
    mereka tidak pernah dan jangan pernah disia-siakan dan direndahkan

  9. assalamualaikum wr,wb.
    alhamdulilah setelah membaca artikel ini sy bangga dgn menjadi wanita muslimah.biarpun sebagian orang tdk suka melihat keadaan sy yg berjilbab.tp sy bangga dgn menutup aurat maka harga diri seorang wanita lbh terjunjung.itulah keadilan allah s. w. t.semoga semua akhwati muslimah dilindungi allah amiiin.

  10. kartina hasan says:

    subhanollah,maha benar Allah dg segala firmannya. saya banyak berhub dg masyarakat,saya kadang terbentur dg pertanyaan2 mereka yg lbh menyudutkn peran pr dlm pembangunan skrg ini.yg dianggap sdh melanggar ajaran agama islam.dg adanya artikel ini akan menambah wawasan saya dlm memberdayakn pr.

  11. irfan says:

    kalau sdh terlanjur keluar kata yg menyakitkan hati istri & saya menyesal(SAYA SERING LOST CONTROL),sementara istri minta cerai,bolehkah saya mempertahankan perkawinan & BAGAIMANA CARANYA,SAYA BINGUNG,CEMAS,TAKUT.TERIMAKASIH YG TAK TERHINGGA SEBELUMNYA.

  12. Fatmia Az Zahra says:

    AssalaMu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, ……..
    sykron untuk artikel ini, ana dapet banyak ilmu dari sini. betapa pentingnya seorang akwat. sebenaarnya dulu ana pernah berfikir, ….’ ana ingin menjadi seorang ikhwan, mereka bisa bebas seperti burung, ………” terbang, lepas. tidak seperti akwat seperti saya ini, yang hanya diam di rumah. saya seperti di dalam sangkar…….” tetapi ana tahu itu semua juga demi kebaikan ana sendiri, ………….’
    dan sekarang ana ingin menjadi seorang muslimah yang kaffah……” amiin,… jazakumullah khoiron katsiro,…
    Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, …-

  13. nila says:

    Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuhu

    saya sangat setuju dengan kita harus menhormati ibu lebih dari menghormati ayah, tetapi bila keadaannya seorang ibu yg hanya menyulitkan dan mencelakai suami dan anak2nya, tidak patuh terhadap suaminya, melakukan maksiat, dan dengan sengaja memberi kesulitan yg amat sangat pada suami dan anak2nya…bagaimanakah sikap kita yg baik sebagai seorang anak?

    Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuhu

  14. wardatul wahidah says:

    zmoga tausiah x lbh brmanfa’at……….

  15. elita says:

    assalamualaikum…

    sya jg sgd bsyukur krena Allah telah memuliakan hambanya..khususnya wanita.

  16. nimaz says:

    wanita itu permata…
    para wanita,wajib menjaga kemilau permata dalam hatinya..

  17. osamah says:

    assalamu alaikum …
    saya sering mendapatkan kritik bahwa kedudukan wanita adalah rendah dalam islam.pengkritik saya mengemukakan ayat yang berhubungan dgn waris,hadits(..pendidikan mengenai nuzyuz,bahwa laknat malaikat atas wanita yang menolak permintaan suami di malam hari..dan sejenisnya.).jujur,saya kesulitan memberi tanggapan pada pengkritik oleh karena waktu dan penguasaan ilmu yang terbatas.mhn bantuan atas beberapa dalil di atas.semoga bermanfaat bagi saya dan keluarga saya dan umat muslim seluruhnya.
    wassalam wa rahmatullaah alaikum.

    • @ Osamah
      Wa’alaikumussalam warahmatullah wabarakatuh,
      Islam sangat memuliakan wanita. Yaitu menempatkan wanita sebagaimana tempat yang semestinya. Dan kita semua yakin bahwa syariat Allah tentang wanita tidak ada yang cacat sedikitpun, jauh dari kedzaliman dan penuh dengan keadilan. Peraturan yang Allah berlakukan kepada hambaNya yang bernama wanita pasti penuh dengan hikmah meskipun manusianya sendiri yang jahil terhadapnya. Apapun aturan tersebut wajib kita yakini sebagai aturan yang membawa mashlahat dunia dan akherat. Jadi omong ksosong bila ada orang yang mengatakan islam merendahkan wanita. Perkataan itu tidak lah keluar kecuali dari lisan orang yang tidak mengerti tentang hikmah syariat yang Allah turunkan. Sebagai contoh kecil yang kita lihat dikehidupan sehari-hari, bila ada seorang dokter yang memotong kaki pasiennya (amputasi) karena dikhawatirkan penyakitnya akan merambat keanggota tubuh yang lain. Apakah Anda akan mengatakan bahwa dokter tersebut telah berbuat dzalim dan merendahkan si pasein? tidakkah perbuatan tersebut nyata-nyata menyakiti si pasien? tapi adakah orang yang memprotes tindakan dokter tersebut? bahkan sebaliknya saudaraku si pasien malah berterimakasih kepada si dokter yang telah memotong kakinya! kenapa si pasien bisa berkata demikian? karena dia tahu hikmah amputasi dan paham akan mashlahat yang akan dia capai. Ini manusia! bagaimana lagi dengan ketetapan Allah dan aturan Allah tentang wanita maka jauh lebih membawa mashlahat dari yang kita duga.
      Sedikit kami menanggapi,tentang hukum warisan. Dimana wanita mendapatkan jatah lebih sedikit daripada laki-laki. Tidakkah mereka berpikir apa jadinya bila seorang laki-laki mendpatkan hak waris lebih sedikit dari perempuan atau sama dengan perempuan? bukankah tanggung jawab nafkah keluarga itu ada dipundak seorang laki-laki? bukankah wanita itu tanggung jawab laki-laki dalam keluarga? apakah mereka tidak berpikir demikian? Allahu A’lam.

  18. maya says:

    bagaimanapun seorang perempuan khusunya seorang ibu adalah org yang termulia..:)

  19. koeswanti says:

    Assalamualaikum,
    harusnya para suami juga buka artikel ini.agar mengerti menikah itu tujuannya ibadah bukan hanya nafsu yang dihalalkan.
    membacanya begitu indah kedudukan wanita di mata Islam.tapi kenapa masih banyak yang kurang menghargai wanita?
    Wasalamualaikum.

  20. ANA says:

    ASSALAMUALAIKUM WR.WB
    Bagaimana jika seorang wanita didustai suaminya yang terlalau teramat sering sekali,apakah dia boleh mengeluarkan kata2 yg kotor/berkata ingin cerai saja.Apakah itu dosa besarrrrrrrrrrrrrrrr1

  21. anaka says:

    Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillah, pengetahuan ana setelah membaca artikel ini sangatlah bertambah. Namun ana memiliki pertanyaan, mohon bantuan sarannya. Ana seorang anak perempuan, keluarga ana sebenarnya bahagia, namun ayah dan ibu ana kerap kali berantem adu mulut, bahkan ayah sering kali tak pernah pulang, dan ibu ana sangat kesal, sehingga sering kali ibu ana mengeluarkan kata2 yang kasar serta tingkah yg kasar terhadap ayah, ana kesal dan pusing mendengarkann mereka bertengkar, tak sengaja keluar kata dari mulut ana yang menyuruh mereka utk cerai, sebenarnya ana menyesal mengatakan itu, lantas ibu ana menampar ana dan menyumpahi ana, bahkan ana disuruh melepas kerudung ana karna mulut ana yang tdk bisa dijaga, sebenarnya ana sangat menyesali segala yang telah ana perbuat. Ana memohon maaf kepada ibu ana, namun hingga sekarang ibu ana tak juga memaafkan ana, mohon nasihatnya? Sebaiknya apa yang harus ana lakukan? Apa ana sudah termasuk kedalam golongan anak durhaka, nauzdubillah, lantas bgmn ana bs menebus kesalahan ana!? Dan bgmn ana bs menghapus dosa2 ana?? Mohon jawabannya.. Terima kasih, wassalammualaikum wr.wb

    • @ Anaka
      Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,
      Kami nasehatkan kepada Ukhti agar bersegera bertaubat kepada Allah, memohon ampun kepada Nya serta meminta maaf kepada ibu. Berusahalah terus meraih ridha orangtua terutama ibu dengan berbakti kepada keduanya meski keduanya sering bertengkar. Anda tidak bertangggungjawab atas perbuatan mereka berdua akan tetapi Anda bertanggungjawab atas kewajiban yang Allah bebankan kepada seorang anak yaitu bebakti dan berbuat baik kepada orangtua. Dan tidak lupa untuk bersabar dalam berbuat baik kepada orangtua. Namun jika Anda bisa menasehati keduanya dengan lemah lembut maka tentu ini jauh lebih baik. semoga Allah mengampuni dosa-dosa kita semua. innaallaha ghafurururrahim.

  22. rara says:

    ass…
    apkh pnglmn sy ini trmsuk zaman jahiliyah?
    tdk mnghormti kedudukn wanita?
    keluarga dengn 4 org anak perempuan mmbuat kepala keluarga mmbnci istri dn anaknya, shingga ank dn istrinya ditelntrkn..apkh ini tmsuk zmn jahiliyah>

  23. lidya says:

    izin copas, cz artikel x bgus bnget..

  24. Sindyastuti says:

    SUBHANALLAH,, bangganya aku menjadi seorang wanita…

  25. getris says:

    Begitu Mulya Kedudukan Perempuan/Ibu, Islam banyak Mengungkapkan Keistimewaan Seorang Wanita. Dunia adalah Perhiasan dan Sebaik-baiknya perhiasan adalah wanita Sholeha..

    nb. Buat yg komen Tolong Jangan Persingkat Salam. ass (maaf) artinya dlm bahasa indonesia adalah Pantat. jd tolong tulis dan ucapkan salam dengan sempurnya agar artinya jg sempurna. Trims

  26. Sesungguhnya wanita muslimah memiliki kedudukan yang tinggi dalam Islam dan pengaruh yang besar dalam kehidupan setiap muslim. Dia akan menjadi madrasah pertama dalam membangun masyarakat yang shalih, tatkala dia berjalan di atas petunjuk Al-Qur’an dan sunnah Nabi. Karena berpegang dengan keduanya akan menjauhkan setiap muslim dan muslimah dari kesesatan dalam segala hal.
    Kesesatan dan penyimpangan umat tidaklah terjadi melainkan karena jauhnya mereka dari petunjuk Allah dan dari ajaran yang dibawa oleh para nabi dan rasul-Nya. Rasulullah bersabda, “Aku tinggalkan pada kalian dua perkara, di mana kalian tidak akan tersesat selama berpegang dengan keduanya, yaitu Kitab Allah dan sunnahku.” (Diriwayatkan oleh Imam Malik dalam al-Muwaththa’ kitab Al-Qadar III)
    Sungguh telah dijelaskan di dalam Al-Qur’an betapa pentingnya peran wanita, baik sebagai ibu, istri, saudara perempuan, mapun sebagai anak. Demikian pula yang berkenaan dengan hak-hak dan kewajiban-kewajibannya. Adanya hal-hal tersebut juga telah dijelaskan dalam sunnah Rasul.

  27. iswady says:

    wanita memang sangat istimewa di mata Islam, cuma kadang wanita tidak sadar betapa istimewanya mereka

Leave a Reply