<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Jagalah Keluargamu dari Neraka (1)</title>
	<atom:link href="http://muslimah.or.id/akhlak-dan-nasehat/jagalah-keluargamu-dari-neraka-1.html/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://muslimah.or.id/akhlak-dan-nasehat/jagalah-keluargamu-dari-neraka-1.html</link>
	<description>Meraih Kebahagiaan Muslimah di Atas Jalan Salaful Ummah</description>
	<lastBuildDate>Tue, 07 Sep 2010 16:30:59 +0700</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.4</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: Rabiatul ikhram</title>
		<link>http://muslimah.or.id/akhlak-dan-nasehat/jagalah-keluargamu-dari-neraka-1.html/comment-page-1#comment-6733</link>
		<dc:creator>Rabiatul ikhram</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 17 Dec 2009 02:09:50 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslimah.or.id/?p=248#comment-6733</guid>
		<description>saya punya tiga putra umi, untuk menyuruh anak2 yang masih kecil untuk mengerjakan  shalat bukanlah suatu hal yang mudah, karena mereka belum mengerti dan memahami apa mamfaat dari shalat, apalagi kami sebagai orang tua belum sempurna juga untuk mendirikannya, saya mau tanya bagaimanakah caranya agar  ayah (bisa jadi imam), ibu dan anak bisa melakukan shalat berjamaah dengan baik, selama ini kami belum pernah melakukannya, bagaimama cara mengawalinya umi , supaya kami bisa menuju syurga. mohon pejelasannya,  terima kasih umi, wassalam</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saya punya tiga putra umi, untuk menyuruh anak2 yang masih kecil untuk mengerjakan  shalat bukanlah suatu hal yang mudah, karena mereka belum mengerti dan memahami apa mamfaat dari shalat, apalagi kami sebagai orang tua belum sempurna juga untuk mendirikannya, saya mau tanya bagaimanakah caranya agar  ayah (bisa jadi imam), ibu dan anak bisa melakukan shalat berjamaah dengan baik, selama ini kami belum pernah melakukannya, bagaimama cara mengawalinya umi , supaya kami bisa menuju syurga. mohon pejelasannya,  terima kasih umi, wassalam</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ummu fatheema</title>
		<link>http://muslimah.or.id/akhlak-dan-nasehat/jagalah-keluargamu-dari-neraka-1.html/comment-page-1#comment-5702</link>
		<dc:creator>ummu fatheema</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 24 Sep 2009 03:03:22 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslimah.or.id/?p=248#comment-5702</guid>
		<description>Ukhti Hale...
Semoga Alloh merahmatimu...
Janganlah ukhti bersedih hati dengan kondisi seperti ini. 
Janganlah ukhti bertindak gegabah memutuskan &#039;khulu&#039;(menuntut cerai kepda suami) hanya gara2 suami kurang romantis. 
Coba Ukhti teliti lebih mendalam, kira2 apa penyebab suami &#039;pasif&#039; dan tidak ada ekspresi cinta dan sayang. Mungkin saja beliau capek, ada masalah diluar rumah atau mungkin saja sikap kita yang kurang enak di depan suami, kita tidak pernah tersenyum, atau bermuka datar2 saja. bahkan ada seorang suami yang mengatakan menikah dengan patung, karena si istri kaku, tidak bisa membawa suasana menjadi &#039;indah&#039;,tidak bisa diajak bercanda dsbnya.
Sehingga suami merasa bosan dirumah dan terbawa suasana hampar dan datar2 saja.
Coba Ukhti renungkan kembali hal ini...  
Ukthi, saya nasehatkan untuk saya pribadi dan kalian semua...bertaqwalah kepada Allah, sungguh tidak pantas bagi kita melihat suami hanya sisi negatifnya saja...
Tidakkah kita takut ancaman bahwa kebanyakan penghuni neraka adalah wanita?
Atas alasan apa mereka menjadi penghuni moyoritas?
Apakah mereka kufur terhadap Rabbnya?
Tidak ukhti...
Sekali-kali tidak...
Mereka memenuhi neraka karena kebanyakan wanita kufur terhadap suaminya...
Mereka tidak bersyukur dan tidak berterimakasih atas kebaikan suami kepada dirinya...
Yang ada hanya cela dan cercaan kepada suami...
Tidakkah kita malu wahai ukhti...
Suami kita bekerja keras, membanting tulang, berkeluh keringat demi menafkahi anak istrinya. Sementara kita dirumah duduk2 saja, menikmati makanan dan minuman tanpa merasakan penderitaan yang dialami suami...kadang malah ada istri yang mengisi waktu dirumah dengan ngobrol sana sini dengan Ibu2 lainnya, nggosip kanan kiri. Wal &#039;iyyadzubillah...
Ukhti...
Bersyukurlah kita sudah dikarunia seorang suami yang bertanggungjawab...
Berbahagialah wahai ukhti...
Justru yang bisa membuat suami bercanda, bisa senyum, bisa mengekspresikan cinta itu adalah kita sebagai istri. Itulah tanggungjawab kita...
Bukan malah kita menunut suami...
Jadi ukhti...
Bersabarlah...
Semoga Alloh menjadikan kalian pasangan keluarga yang bahagia di dunia hingga bertemu disurgaNya kelak. Amin</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ukhti Hale&#8230;<br />
Semoga Alloh merahmatimu&#8230;<br />
Janganlah ukhti bersedih hati dengan kondisi seperti ini.<br />
Janganlah ukhti bertindak gegabah memutuskan &#8216;khulu&#8217;(menuntut cerai kepda suami) hanya gara2 suami kurang romantis.<br />
Coba Ukhti teliti lebih mendalam, kira2 apa penyebab suami &#8216;pasif&#8217; dan tidak ada ekspresi cinta dan sayang. Mungkin saja beliau capek, ada masalah diluar rumah atau mungkin saja sikap kita yang kurang enak di depan suami, kita tidak pernah tersenyum, atau bermuka datar2 saja. bahkan ada seorang suami yang mengatakan menikah dengan patung, karena si istri kaku, tidak bisa membawa suasana menjadi &#8216;indah&#8217;,tidak bisa diajak bercanda dsbnya.<br />
Sehingga suami merasa bosan dirumah dan terbawa suasana hampar dan datar2 saja.<br />
Coba Ukhti renungkan kembali hal ini&#8230;<br />
Ukthi, saya nasehatkan untuk saya pribadi dan kalian semua&#8230;bertaqwalah kepada Allah, sungguh tidak pantas bagi kita melihat suami hanya sisi negatifnya saja&#8230;<br />
Tidakkah kita takut ancaman bahwa kebanyakan penghuni neraka adalah wanita?<br />
Atas alasan apa mereka menjadi penghuni moyoritas?<br />
Apakah mereka kufur terhadap Rabbnya?<br />
Tidak ukhti&#8230;<br />
Sekali-kali tidak&#8230;<br />
Mereka memenuhi neraka karena kebanyakan wanita kufur terhadap suaminya&#8230;<br />
Mereka tidak bersyukur dan tidak berterimakasih atas kebaikan suami kepada dirinya&#8230;<br />
Yang ada hanya cela dan cercaan kepada suami&#8230;<br />
Tidakkah kita malu wahai ukhti&#8230;<br />
Suami kita bekerja keras, membanting tulang, berkeluh keringat demi menafkahi anak istrinya. Sementara kita dirumah duduk2 saja, menikmati makanan dan minuman tanpa merasakan penderitaan yang dialami suami&#8230;kadang malah ada istri yang mengisi waktu dirumah dengan ngobrol sana sini dengan Ibu2 lainnya, nggosip kanan kiri. Wal &#8216;iyyadzubillah&#8230;<br />
Ukhti&#8230;<br />
Bersyukurlah kita sudah dikarunia seorang suami yang bertanggungjawab&#8230;<br />
Berbahagialah wahai ukhti&#8230;<br />
Justru yang bisa membuat suami bercanda, bisa senyum, bisa mengekspresikan cinta itu adalah kita sebagai istri. Itulah tanggungjawab kita&#8230;<br />
Bukan malah kita menunut suami&#8230;<br />
Jadi ukhti&#8230;<br />
Bersabarlah&#8230;<br />
Semoga Alloh menjadikan kalian pasangan keluarga yang bahagia di dunia hingga bertemu disurgaNya kelak. Amin</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: www.muslimah.or.id</title>
		<link>http://muslimah.or.id/akhlak-dan-nasehat/jagalah-keluargamu-dari-neraka-1.html/comment-page-1#comment-5700</link>
		<dc:creator>www.muslimah.or.id</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 23 Sep 2009 14:37:12 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslimah.or.id/?p=248#comment-5700</guid>
		<description>Semoga Allah memudahkan segala urusan saudariku. 
Komunikasi adalah hal yang penting di antara suami istri. Mungkin hal pertama yang perlu dilakukan adalah saling komunikasi agar masing-masing memahami keinginan dan kebutuhan masing-masing pihak. Hal ini untuk mengatasi kesalahpahaman dan jarak di antara suami istri. Karena bisa jadi suami anti memang bukan tipikal orang yang &#039;romantis&#039; sehingga tidak  mudah mengatakan cinta dan sayang. 

Cobalah anti lebih dahulu yang mengatakan, &quot;Abang/mas...adek sayaang banget sama abang/mas.&quot; Ketika kita senang dibegitukan, insya Allah begitu pula dengan suami. Walaupun reaksinya mungkin tidak sesuai yang kita harapkan (mungkin karena malu dan kaget dan tidak biasa). Tapi kita bisa teruskan dengan canda, &quot;Abang/Mas juga sayang kan sama adek?&quot; Begitu seterusnya, insya ALlah akan terjadi komunikasi dan ungkapan rasa juga tersampaikan. 

Semoga Allah memberikan kesabaran kepada anti dan teruslah berdoa semoga Allah menjadikan segala sesuatunya menjadi lebih baik.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Semoga Allah memudahkan segala urusan saudariku.<br />
Komunikasi adalah hal yang penting di antara suami istri. Mungkin hal pertama yang perlu dilakukan adalah saling komunikasi agar masing-masing memahami keinginan dan kebutuhan masing-masing pihak. Hal ini untuk mengatasi kesalahpahaman dan jarak di antara suami istri. Karena bisa jadi suami anti memang bukan tipikal orang yang &#8216;romantis&#8217; sehingga tidak  mudah mengatakan cinta dan sayang. </p>
<p>Cobalah anti lebih dahulu yang mengatakan, &#8220;Abang/mas&#8230;adek sayaang banget sama abang/mas.&#8221; Ketika kita senang dibegitukan, insya Allah begitu pula dengan suami. Walaupun reaksinya mungkin tidak sesuai yang kita harapkan (mungkin karena malu dan kaget dan tidak biasa). Tapi kita bisa teruskan dengan canda, &#8220;Abang/Mas juga sayang kan sama adek?&#8221; Begitu seterusnya, insya ALlah akan terjadi komunikasi dan ungkapan rasa juga tersampaikan. </p>
<p>Semoga Allah memberikan kesabaran kepada anti dan teruslah berdoa semoga Allah menjadikan segala sesuatunya menjadi lebih baik.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: hale</title>
		<link>http://muslimah.or.id/akhlak-dan-nasehat/jagalah-keluargamu-dari-neraka-1.html/comment-page-1#comment-5677</link>
		<dc:creator>hale</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 21 Sep 2009 19:19:08 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslimah.or.id/?p=248#comment-5677</guid>
		<description>Ummi...aku sedih...suamiku sepertinya tidak mencintaiku...tidak ada belaian sayang dan ucapan cinta selama pernikahan (4 thn),
Masa perkenalan kami hanya 5 bulan kemudian kami menikah
aku merasa tersiksa dan membuatku menjadi pribadi yang keras (karena merasa tidak disayang)...mau bercerai tapi aku takut karena tidak ada pekerjaan dan aku masih mencintai suamiku..aku harus bagaimana ummi....please help me....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ummi&#8230;aku sedih&#8230;suamiku sepertinya tidak mencintaiku&#8230;tidak ada belaian sayang dan ucapan cinta selama pernikahan (4 thn),<br />
Masa perkenalan kami hanya 5 bulan kemudian kami menikah<br />
aku merasa tersiksa dan membuatku menjadi pribadi yang keras (karena merasa tidak disayang)&#8230;mau bercerai tapi aku takut karena tidak ada pekerjaan dan aku masih mencintai suamiku..aku harus bagaimana ummi&#8230;.please help me&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: anne</title>
		<link>http://muslimah.or.id/akhlak-dan-nasehat/jagalah-keluargamu-dari-neraka-1.html/comment-page-1#comment-5100</link>
		<dc:creator>anne</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 26 Jul 2009 08:23:23 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://muslimah.or.id/?p=248#comment-5100</guid>
		<description>ya jagalah keluarga,,,ok ijin copas</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ya jagalah keluarga,,,ok ijin copas</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
