hijab-tutorial-syari-islami

Penyusun: Abu Sa’id Satria Buana (Alumni Ma’had Ilmi)

KEJELEKAN TABARRUJ (BERHIAS)

Pertama, tabarruj adalah maksiat kepada Allah subhanahu wa ta’ala dan Rasul-Nya.

Barang siapa yang maksiat kepada Allah subhanahu wa ta’ala dan Rasul-Nya maka ia hanya akan mencelakakan dirinya sendiri dan tidak akan mencelakakan Allah sedikit pun. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

كل أمتي يدخلون الجنة إلا من أبي ، قالوا : يا رسول الله و من يأبي ؟ قال من أطاعني دخل الجنة ، و من عصاني فقد أبي

“Semua umatku akan masuk surga kecuali orang yang enggan”, para sahabat bertanya: “Ya Rasulullah siapakah orang yang enggan?” Beliau menjawab, “Siapa yang taat kepadaku maka ia akan masuk surga dan siapa yang maksiat kepadaku maka ia telah enggan (untuk masuk surga).” (HR. Bukhari)


Kedua, tabarruj menyebabkan laknat dan dijauhkan dari rahmat Allah.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

سيكون في آخر أمتي نساء كاسيات عاريات ، علي رؤوسهن كأسنمة البخت ، العنوهن فإنهن ملعونات

“Akan ada pada akhir umatku nanti wanita-wanita yang berpakaian tapi telanjang, kepala mereka seakan-akan punuk unta, laknatlah mereka karena sesungguhnya mereka adalah wanita-wanita terlaknat!”

Ada dua tafsiran dalam hadits ini tentang maksud berpakaian tapi telanjang. Pertama adalah wanita yang berpakaian tebal akan tetapi ketat sehingga menggambarkan lekuk-lekuk tubuhnya. Kedua adalah wanita yang memakai pakaian lebar akan tetapi transparan sehingga terlihat tubuhnya. Maka bagaimana dengan keadaan wanita sekarang yang berpakaian minim sekaligus transparan??

Ketiga, tabarruj adalah sifat penghuni neraka.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

صنفان من أهل النار لم أرهما : قوم معهم سياط كأذناب البقر يضربون بها الناس ، و نساء كاسيات عاريات ….

“Ada dua golongan penghuni neraka yang aku belum pernah melihatnya: Kaum yang membawa cemeti seperti ekor sapi yang digunakan untuk memukul manusia, dan wanita-wanita yang berpakaian tetapi telanjang…”

Keempat, tabarruj adalah perbuatan keji.

Wanita adalah aurat dan membuka aurat adalah merupakan keji. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

وَإِذَا فَعَلُوا فَاحِشَةً قَالُوا وَجَدْنَا عَلَيْهَا آبَاءَنَا وَاللَّهُ أَمَرَنَا بِهَا قُلْ إِنَّ اللَّهَ لا يَأْمُرُ بِالْفَحْشَاءِ أَتَقُولُونَ عَلَى اللَّهِ مَا لا تَعْلَمُونَ

“Dan apabila mereka melakukan perbuatan keji, mereka berkata: “Kami mendapati nenek moyang Kami mengerjakan yang demikian itu, dan Allah menyuruh Kami mengerjakannya. “Katakanlah: “Sesungguhnya Allah tidak menyuruh (mengerjakan) perbuatan yang keji” mengapa kamu mengada-adakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui?” (QS. Al A’raf: 28)

Sebenarnya syaitanlah yang memerintahkan manusia melakukan perbuatan keji sebagaimana firman Allah subhanahu wa ta’ala:

الشَّيْطَانُ يَعِدُكُمُ الْفَقْرَ وَيَأْمُرُكُمْ بِالْفَحْشَاءِ وَاللَّهُ يَعِدُكُمْ مَغْفِرَةً مِنْهُ وَفَضْلا وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

“Syaitan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir); sedang Allah menjadikan untukmu ampunan daripada-Nya dan karunia. dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al Baqarah: 268)

Apakah kita ingin menjadikan syaitan sebagai pelindung selain Allah:

وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلائِكَةِ اسْجُدُوا لآدَمَ فَسَجَدُوا إِلا إِبْلِيسَ كَانَ مِنَ الْجِنِّ فَفَسَقَ عَنْ أَمْرِ رَبِّهِ أَفَتَتَّخِذُونَهُ وَذُرِّيَّتَهُ أَوْلِيَاءَ مِنْ دُونِي وَهُمْ لَكُمْ عَدُوٌّ بِئْسَ لِلظَّالِمِينَ بَدَلا

“Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada Para Malaikat: “Sujudlah kamu kepada Adam, Maka sujudlah(*) mereka kecuali iblis. Dia adalah dari golongan jin, Maka ia mendurhakai perintah Tuhannya. Patutkah kamu mengambil Dia dan turanan-turunannya sebagai pemimpin selain daripada-Ku, sedang mereka adalah musuhmu? Amat buruklah iblis itu sebagai pengganti (dari Allah) bagi orang-orang yang zalim.” (QS. Al-Kahfi: 50)

(*) Sujud di sini berarti menghormati dan memuliakan Adam, bukanlah berarti sujud memperhambakan diri, karena sujud memperhambakan diri itu hanyalah semata-mata kepada Allah.

Kelima, tabarruj adalah ajaran iblis.

Pelajaran ini bisa diambil dari kisah Adam dan Hawa yang terbujuk dengan rayuan iblis sehingga akhirnya terlepaslah aurat yang menutupi keduanya akibat bermaksiat kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Kisah Adam dengan iblis memberikan gambaran kepada kita bagaimana musuh Allah tersebut membuka peluang untuk melakukan dosa dan mengoyak tirai pelindung dirinya, tabarruj merupakan tujuan yang diinginkan oleh syaitan, Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

يَا بَنِي آدَمَ لا يَفْتِنَنَّكُمُ الشَّيْطَانُ كَمَا أَخْرَجَ أَبَوَيْكُمْ مِنَ الْجَنَّةِ يَنْزِعُ عَنْهُمَا لِبَاسَهُمَا لِيُرِيَهُمَا سَوْآتِهِمَا إِنَّهُ يَرَاكُمْ هُوَ وَقَبِيلُهُ مِنْ حَيْثُ لا تَرَوْنَهُمْ إِنَّا جَعَلْنَا الشَّيَاطِينَ أَوْلِيَاءَ لِلَّذِينَ لا يُؤْمِنُونَ

“Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh syaitan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapamu dari surga, ia menanggalkan dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya ‘auratnya.” (QS. Al A’raf 27)

Jadi iblislah yang memerintahkan tabarruj dan membuka pakaian di hadapan manusia. Dialah pemimpin utama dari pencetus dengan istilah yang dinamakan sekarang ini dengan sebutan Tahrirul mar’ah (Pembebasan wanita).

Keenam, tabarruj adalah gaya hidup orang-orang Yahudi.

Orang-orang Yahudi memiliki peran yang sangat besar dalam menghancurkan umat ini melalui wanita, dan kaum wanita memang memiliki pengalaman di bidang ini, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Hati-hatilah pada dunia!, hati-hatilah pada wanita! Sesungguhnya fitnah (musibah) pertama yang menimpa bani Israil (kaum Yahudi) adalah dari wanita.”

Ketujuh, tabarruj adalah perbuatan Jahiliah yang sangat tercela.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman dalam rangka mencela orang-orang Yahudi,

أَفَحُكْمَ الْجَاهِلِيَّةِ يَبْغُونَ وَمَنْ أَحْسَنُ مِنَ اللَّهِ حُكْمًا لِقَوْمٍ يُوقِنُونَ

“Apakah hukum Jahiliah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin?” (QS. Al Maidah: 50)

Nabi telah menyifati ajakan Jahiliah sebagai ajakan busuk dan kotor, ajakan jahiliah selaras dengan tabarruj jahiliah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda ketika memperingatkan salah seorang sahabatnya:

(إن فيك امر جاهلية)

“Sesungguhnya pada dirimu ada perkara Jahiliyyah.” (HR. Bukhari)

Dan Jahiliah mencakup semua perkara jahiliah baik tabarruj jahiliah ataupun perbuatan-perbuatan jahiliah lainnya.

Kedelapan, tabarruj adalah keterbelakangan.

Perbuatan buka-bukaan adalah fitrah dari hewan ternak, tidak seorang pun yang condong pada perbuatan tersebut kecuali dia akan hina, dia akan jatuh dari kedudukan tingginya sebagai manusia menuju kedudukan yang paling rendah bahkan lebih rendah dari hewan-hewan ternak. Dari sini tampaklah bahwa tabarruj adalah salah satu tanda dari kerusakan fitrah manusia, tidak adanya rasa malu dan tanda matinya hati.

Seorang penyair berkata:

Anda mengangkat pakaian hingga lutut

Demi Allah, sungai apa yang akan kamu seberangi

Baju itu olehmu seakan naungan di waktu pagi

Yang semakin pendek waktu demi waktu

Anda mengira laki-laki itu tidak punya perasaan

Padahal Anda sendiri yang tidak punya perasaan!!

Kesembilan, tabarruj adalah pintu kerusakan yang sangat nyata.

Bagi orang yang mentadabburi (membaca, memahami, memperhatikan dengan seksama) nash-nash syariat dan sejarah islam maka akan meyakini kerusakan yang besar akibat tabarruj. Fakta di lapangan juga membuktikan hal tersebut, betapa banyak lelaki yang bersih hatinya menjadi rusak, menjadi penuh dengan syahwat karena melihat perempuan-perempuan lewat di hadapannnya membuka aurat, melenggok-lenggokkan badannya dan menebarkan pesona yang luar biasa!!. Sehingga akibatnya terjadi banyak perbuatan keji di masyarakat, para lelaki terdorong untuk melakukan zina, seorang lelaki menjadi mudah melakukan maksiat dengan mengumbar pandangannya dan seterusnya, hal ini terjadi di antaranya karena tabarruj.

Nasihat

Wahai wanita muslimah, sadarlah akan keutamaaan yang besar dari Allah subhanahu wa ta’ala bagi wanita-wanita yang senantiasa menjaga dirinya, dan wahai wanita muslimah janganlah kalian menganggap bahwa hijab merupakan beban yang sangat berat bagi wanita muslimah, janganlah kalian anggap bahwa Allah telah menzhalimi kalian, bahkan sesungguhnya dalam syariat yang Allah subhanahu wa ta’ala turunkan semuanya mendatangkan maslahat. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

وَلا يَظْلِمُ رَبُّكَ أَحَدًا

“Dan Tuhanmu tidak Menganiaya seorang juapun.” (QS. Al Kahfi: 49)

وَمَا خَلَقْنَا السَّمَاوَاتِ وَالأرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا إِلا بِالْحَقِّ وَإِنَّ السَّاعَةَ لآتِيَةٌ فَاصْفَحِ الصَّفْحَ الْجَمِيلَ

“Dan tidaklah Kami ciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya, melainkan dengan benar.” (QS. Al Hijr: 85)

أَفَحَسِبْتُمْ أَنَّمَا خَلَقْنَاكُمْ عَبَثًا وَأَنَّكُمْ إِلَيْنَا لا تُرْجَعُونَ

“Maka Apakah kamu mengira, bahwa Sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada kami?” (QS. Al Mu’minuun: 115)

Semoga kita termasuk di dalam orang-orang yang mendapatkan keridhaan darinya sehingga kita termasuk dalam penghuni surga yang penuh kenikmatan…

مَثَلُ الْجَنَّةِ الَّتِي وُعِدَ الْمُتَّقُونَ فِيهَا أَنْهَارٌ مِنْ مَاءٍ غَيْرِ آسِنٍ وَأَنْهَارٌ مِنْ لَبَنٍ لَمْ يَتَغَيَّرْ طَعْمُهُ وَأَنْهَارٌ مِنْ خَمْرٍ لَذَّةٍ لِلشَّارِبِينَ وَأَنْهَارٌ مِنْ عَسَلٍ مُصَفًّى وَلَهُمْ فِيهَا مِنْ كُلِّ الثَّمَرَاتِ وَمَغْفِرَةٌ مِنْ رَبِّهِمْ

“Perumpamaan (penghuni) jannah yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa yang di dalamnya ada sungai-sungai dari air yang tiada berubah rasa dan baunya, sungai-sungai dari air susu yang tidak berubah rasanya, sungai-sungai dari khamar yang lezat rasanya bagi peminumnya dan sungai-sungai dari madu yang disaring; dan mereka memperoleh di dalamnya segala macam buah-buahan dan ampunan dari Rabb mereka.” (QS. Muhammad: 15)

Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah atas Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, keluarga dan para sahabatnya radhiallahu ‘anhum.

***

Artikel www.muslimah.or.id

Donasi dakwah YPIA

8 Comments

  1. www.muslimah.or.id says:

    1. zafirah
    April 17th, 2007 at 3:43 am

    kalo cuma pake bedak tipis sm pake lip balm biar bibir gak pecah@,, itu tabarruj jg?

    2. muslimah.or.id
    April 17th, 2007 at 3:57 am

    Ukhti, berhias dikategorikan haram jika bertujuan untuk memamerkan kecantikan wajah dan tubuhnya kepada orang lain. Begitupun halnya dengan wanita yang berhias dengan tidak berniat memamerkan kecantikan, akan tetapi dengan berhiasnya dia dan kemudian dia keluar rumah sehingga menimbulkan fitnah di hati laki-laki lain yang melihatnya, maka ini pun terlarang. Kecuali jika seorang wanita berhias untuk suaminya sendiri, maka hal ini malah sangat dianjurkan (begitupun dengan para suami yang berhias untuk isterinya).

    Memakai bedak tipis dan lipstik/pelembap bibir dengan tujuan agar bibir atau kulit tidak pecah. Mengenai permasalahan ini, insya Allah ada solusi yang tepat selain menggunakan lipstik dan bedak, misalnya dengan menggunakan buah-buahan atau sejenis rempah-rempah. Mungkin ukhti muslimah lainnya mempunyai solusi?

    3. ummu hamzah
    April 19th, 2007 at 12:48 am

    “pake lip balm biar bibir gak pecah-pecah”…ana ingin tau sebelumnya signifikansi antara penggunaan lip balm dg berkurangnya pecahan di bibir.
    thoyyib, kalo itu ada efeknya, ana ingin tau mekanisme aksinya ? sehingga kita tau alternatif yang tepat sebagai pengganti lip balm.
    thoyyib, kalo tidak bisa digantikan dengan zat lain, kenapa lip balm tidak digunakan saat di rumah saja atau saat hanya berada di wilayah yang bebas dari pandangan para lelaki non mahrom.
    kalo harus dipakai di luar rumah, gunakan penutup wajah yang hanya bisa dibuka di wilayah yang hanya bisa dilihat oleh wanita dan mahrom kita serta harus ditutup saat bukan pada keadaan tersebut.
    kesimpulan 1: jangan mudah mencari celah agar bisa berhias di hadapan non mahrom :)
    kesimpulan 2:perawatan dari dalam (dengan asupan gizi yang halal dan thoyyib), sejauh yang ana ketahui, lebih efektif daripada dengan penggunaan zat kimia. penggunaan zat kimia dalam jangka panjang, meskipun ada efek utama yang diperoleh, namun efek sampingnya jauh lebih berbahaya.
    kesimpulan 3 : jadilah konsumen yang kritis yang tidak mudah terpengaruh iklan. kosmetika adalah zat kimia sebagaimana obat. adakah produsen mencantumkan efek samping kosmetik yang ia buat ?
    kesimpulan 4 ; madu mengandung zat yang lebih lengkap dan lebih aman dari efek samping. oleskan pada bibir anda, insyaa Allaah berkahsiat untuk mendapat bibir yang sehat.ucapkanlah perkataan yang baik, insyaaAllaah selamat dunia dan akhirat…

    4. Ummu Aufa
    April 20th, 2007 at 8:32 pm

    Ukhti………….

    Saya pernah mendengar solusi untuk membuat bibir tidak pecah antara lain dengan cara menggunakan madu. Madu dioleskan pada bibir, insyaAlloh jika teratur bisa menandingi hasil dari lipstick yang beredar dipasaran.

    Rajin pula mengkonsumsi buah-buahan dan sayur-sayuran karena itulah obat dari dalam. Biasanya bibir pecah-pecah karena tipe kulit kering, atau didaerah yang dingin dan kulit tidak cocok atau bisa jadi karena sariawan.

    5. ira
    May 5th, 2007 at 3:10 pm

    yg sy th lip balm itu kan ada yg tdk berwarna,lipstik sdh pasti berwarna.sy termasuk pemakai lip balm krna bibir sy mudah sekali kering dan pecah2 walau sudah makan buah.jd bila tdk berwarna,utk alasan kesehatan,tabarrujnya dmn? sy rasa itu bkn tabarruj.lip balm terkadang diperlukan bila bibir sgt sensitif dgn udara luar,AC.seperti halnya pemakaian hand & body lotion berfungsi utk menahan kelembaban kulit agar tdk cpt kering atau pecah2.tp tdk bs dikatakan lip balm bs membantu 100% menjaga kelembaban,tetap diperlukan asupan dr dlm berupa vit C dan E serta air yg cukup utk mempertahankan kelembaban kulit.

    6. ade yeni
    May 10th, 2007 at 8:47 pm

    Ass,
    kalo pake celana panjang (bukan jeans) keatasannya kemeja panjang tapi ga ketat alias longgar dan tertutupi ama jilbab…itu abbaruj bukan ya? maklum karyawati

    7. dyah
    September 27th, 2007 at 2:13 am

    assalamualaikum wr wb,
    yang dimaksud disini dengan TABARRUJ (BERHIAS) apa?
    saya agk krg mengerti, tolong bisa dijelaskan? hanya masalah hijjab/ tidak, atau juga menyangkut semua aspek berhias(modelpakaian, memakai aksesoris, memakai bedak,dll)?

    8. rinta
    September 27th, 2007 at 2:23 am

    Kalau yang dimaksud Rasulullah boleh bgi wnita memperlihtkan wajah dan telapak tangan lalu bagaimana? Soalnya saya masih SMA…

    9. poppy
    October 22nd, 2007 at 4:31 am

    assalamu’alaikum wr wb,

    menurut kefahaman saya kalau tabaruj itu, berarti berhias dengan tujuan memperlihatkan diri kita kepada orang lain ygn bukan mahrom. Misalnya kita pakai jilbab tapi pakaian kita masih memperlihatkan bentuk tubuh kita, nah berarti kita memperlihatkan diri kita, walaupun kulit dan rambut tertutup. Karena lekukan tubuh tsb dpt membuat orang yang memandang (terutama laki2) jadi punya kesan aneh2 … rugi gak sih diliatin org yg bukan punya hak thd kita? rugi gak sih kita dikhayalin sm orang lain dlm keadaan yg tdk pantas?

    Mengenai celana panjang, seingat saya ada perintah ALLAH agar wanita untuk tidak berpakaian spt laki2 (menurut kefahaman saya sih celana panjang). Memang sih kalau pakai celana pjg lebih gesit utk bergerak, tp lebih utama adalah perintah Allah, jd saya menyarankan untuk pakai jilbab tp pakai rok yg tdk membentuk tubuh atau gamis.

    Untuk bibir pecah2, kalau anak saya suka sy olesin madu bibirnya trus banyakin makan sayur dan buah ..lebih alami. kalo mau pake lip balm menurut sy boleh aja sih asalkan dipakenya di rumah ajah, kan kalao dipake nya pas mau keluar rumah berarti niatnya khusus dong.

    Mengenai bedak, menurut saya sama saja dengan lipbalm td, tujuannya apa pake bedak (walopun tipis), kalau utk kesehatan melindungi dr sinar matahari mungkin pelembab saja sdh cukup.

    Kalau handbody lotion menurut saya sih boleh saja, asalkan tidak wangi, kan kalau wangi membuat kita nampak menarik, jadi sama aja dengan tabaruj kan.

    semoga membantu, kalau kurang berkenan saya mohon maaf, wassalamualaikum wr wb.

    10. lulu bahrainy
    January 25th, 2008 at 7:32 pm

    Assalamualaikum
    Ana mempunyai solusi agar wajah putih bersinar dengan memakai cadar….(ini pelindung yang sangat okey, selain murah juga syar’i), selain itu biasakan sholat 5 waktu dan tahajud maka dijamin pasti wajah bersinar-sinar. Agar bibir tetap merah alami sebaiknya jangat pakai lipstik karena lipstik ada unsur timbal(Pb) yang akan menimbulkan alergi, rawat bibir dengan nutrisi (madu dan zaitun) secara rutin maka bibir akan tampil merah alami. Untuk perawat kulit wajah kencang alami pakailah madu dan havermut, ini resep dari mesir ana pernah baca literaturnya.Ingin tahu info komplit kunjungi http://www.rumahsakitherbal.com dengan konsultan medis lulu bahrainy bisa on line.wassalam

    11. nisa
    March 12th, 2008 at 9:30 pm

    ass..

    saia mau tanya..
    bagaimana dengan pemakaian kosmetik pada saat pernikahan atau pada saat menjadi pagar ayu?

    pada saat itu saia melihat pengantin wanita di-dandanin tidak seperti biasa(menor)
    Itu bagaimana?

    saia ikut organisasi yang menuntut saia untuk lebih banyak di lapangan.
    kegiatan itu membuat kulit wajah saia tidak putih..(padahal wajah itu bisa jadi aset untuk suami dimasa depan kan?)

    saia dianjurkan untuk memakai Sun-block,
    itu diperbolehkan tidak?

    sebelumnya maaf karena saia bru SMA..
    terima kasih…

  2. enissa says:

    tabarruj….. berhias….. dulu pernah saya lakukan, berdandan, tasyabuh dengan fashion gaya barat, berpakaian ketat pokoknya apapun saya lakukan demi menarik dimata lelaki maupun kerabat, tapi…. setelah saya pelajari…….. bahwa begitu beratnya azab para pelaku tabarruj ini, saya gak mau ambil resiko dgn tersiksanya saya nanti di neraka, untuk apa saya meraih kesenangan didunia namun saya akan tersiksa di neraka?????!!!! ……….alhmdlh dgn izin Alloh saya melakukan perubahan dgn menggunakan jilbab syar’i tanpa tabarruj. demi kebahagiaan saya di akherat. Semoga Alloh mengampuni dosa dosa saya di masa lalu….

  3. khairatun hisan says:

    assalamualaikum…..
    Subhahanallah…
    artikelnya bagus sekali, sangat bermanfaat buat muslimah tertuma muslimah yang masih ragu untuk berhijab…
    maaf…
    izin copy paste ya….
    syukron jzk…

  4. dhiyya kasih says:

    aku ingin sekali memakai pakaian muslimah,, tapi badan aku besar jadi kadang tidak pede untuk memakai pakaian yang serba longgar.. mohon sarannya??
    yang kedua aku takut setelah berhijab, aku tidak istiqomah,,??

  5. fetty says:

    saya pernah dgr dr guru saya bahwa Rasulullah mendoakan para wanita yg memakai celana panjang agar para wanita tsb dirahmati Allah..
    maksudnya adl memakai celana panjang di dalam gamis panjang.

    hal ini diungkapkan Rasulullah krn suatu wkt ada seorang wanita yg jatuh dr kudanya dan Rasulullah memalingkan pandangannya krn takut melihat aurat wanita tsb bila gamisnya tersingkap,namun seorang sahabat mengatakan ‘ya Rasulullah wanita itu memakai celana panjang’ dan seketika itu Rasulullah berdoa agar Allah merahmati wanita yg memakai celana panjang.

    jadi bila kita ingin berbusana muslimah yg syar’i yaitu dg gamis ataupun dg rok panjang sebaiknya di dlmnya pun mengenakan celana panjang,ini penting krn bhy bila memakai rok saja tnp cln panjang yg melindungi aurat dalamnya

  6. aeesya huamira says:

    salam..mohon share…

  7. mira says:

    Ass.. ukhti..saya mau nanya.. saya seorang remaja yang terkadang saya suka plin-plan atau g istiqomah,,,
    dalam segi berpakaian, dari hati yg paling dalam saya ingin berpakaian layaknya seorang muslimah,yang memakai ghomis,saya berusaha untuk memakai rok, tapi terkadang saya tergoda dengan pakaian remaja masa kini, menggunakan celana jeans,dll..’

    bagaimana menghindari rasa itu?
    apa yang harus saya lakukan ?

    saya mohon sarannya..

    Wassalamualaikum…

Leave a Reply