Cinta Sejati Dalam Islam

Makna ‘Cinta Sejati’ terus dicari dan digali. Manusia dari zaman ke zaman seakan tidak pernah bosan membicarakannya. Sebenarnya? apa itu ‘Cinta Sejati’ dan bagaimana pandangan Islam terhadapnya?

Alhamdulillah, sholawat dan salam semoga terlimpahkan kepada nabi Muhammad, keluarga dan sahabatnya.

Masyarakat di belahan bumi manapun saat ini sedang diusik oleh mitos ‘Cinta Sejati‘, dan dibuai oleh impian ‘Cinta Suci’. Karenanya, rame-rame, mereka mempersiapkan diri untuk merayakan hari cinta “Valentine’s Day”.

Pada kesempatan ini, saya tidak ingin mengajak saudara menelusuri sejarah dan kronologi adanya peringatan ini. Dan tidak juga ingin membicarakan hukum mengikuti perayaan hari ini. Karena saya yakin, anda telah banyak mendengar dan membaca tentang itu semua. Hanya saja, saya ingin mengajak saudara untuk sedikit menyelami: apa itu cinta? Adakah cinta sejati dan cinta suci? Dan cinta model apa yang selama ini menghiasi hati anda?

Seorang peneliti dari Researchers at National Autonomous University of Mexico mengungkapkan hasil risetnya yang begitu mengejutkan. Menurutnya: Sebuah hubungan cinta pasti akan menemui titik jenuh, bukan hanya karena faktor bosan semata, tapi karena kandungan zat kimia di otak yang mengaktifkan rasa cinta itu telah habis. Rasa tergila-gila dan cinta pada seseorang tidak akan bertahan lebih dari 4 tahun. Jika telah berumur 4 tahun, cinta sirna, dan yang tersisa hanya dorongan seks, bukan cinta yang murni lagi.

Menurutnya, rasa tergila-gila muncul pada awal jatuh cinta disebabkan oleh aktivasi dan pengeluaran komponen kimia spesifik di otak, berupa hormon dopamin, endorfin, feromon, oxytocin, neuropinephrine yang membuat seseorang merasa bahagia, berbunga-bunga dan berseri-seri. Akan tetapi seiring berjalannya waktu, dan terpaan badai tanggung jawab dan dinamika kehidupan efek hormon-hormon itu berkurang lalu menghilang. (sumber: www.detik.com Rabu, 09/12/2009 17:45 WIB).

Wah, gimana tuh nasib cinta yang selama ini anda dambakan dari pasangan anda? Dan bagaimana nasib cinta anda kepada pasangan anda? Jangan-jangan sudah lenyap dan terkubur jauh-jauh hari.

Anda ingin sengsara karena tidak lagi merasakan indahnya cinta pasangan anda dan tidak lagi menikmati lembutnya buaian cinta kepadanya? Ataukah anda ingin tetap merasakan betapa indahnya cinta pasangan anda dan juga betapa bahagianya mencintai pasangan anda?

Saudaraku, bila anda mencintai pasangan anda karena kecantikan atau ketampanannya, maka saat ini saya yakin anggapan bahwa ia adalah orang tercantik dan tertampan, telah luntur.

Bila dahulu rasa cinta anda kepadanya tumbuh karena ia adalah orang yang kaya, maka saya yakin saat ini, kekayaannya tidak lagi spektakuler di mata anda.

Bila rasa cinta anda bersemi karena ia adalah orang yang berkedudukan tinggi dan terpandang di masyarakat, maka saat ini kedudukan itu tidak lagi berkilau secerah yang dahulu menyilaukan pandangan anda.

Saudaraku! bila anda terlanjur terbelenggu cinta kepada seseorang, padahal ia bukan suami atau istri anda, ada baiknya bila anda menguji kadar cinta anda. Kenalilah sejauh mana kesucian dan ketulusan cinta anda kepadanya. Coba anda duduk sejenak, membayangkan kekasih anda dalam keadaan ompong peyot, pakaiannya compang-camping sedang duduk di rumah gubuk yang reot. Akankah rasa cinta anda masih menggemuruh sedahsyat yang anda rasakan saat ini?

Para ulama’ sejarah mengisahkan, pada suatu hari Abdurrahman bin Abi Bakar radhiallahu ‘anhu bepergian ke Syam untuk berniaga. Di tengah jalan, ia melihat seorang wanita berbadan semampai, cantik nan rupawan bernama Laila bintu Al Judi. Tanpa diduga dan dikira, panah asmara Laila melesat dan menghujam hati Abdurrahman bin Abi Bakar radhiallahu ‘anhu. Maka sejak hari itu, Abdurrahman radhiallahu ‘anhu mabok kepayang karenanya, tak kuasa menahan badai asmara kepada Laila bintu Al Judi. Sehingga Abdurrahman radhiallahu ‘anhu sering kali merangkaikan bair-bait syair, untuk mengungkapkan jeritan hatinya. Berikut di antara bait-bait syair yang pernah ia rangkai:

Aku senantiasa teringat Laila yang berada di seberang negeri Samawah
Duhai, apa urusan Laila bintu Al Judi dengan diriku?
Hatiku senantiasa diselimuti oleh bayang-bayang sang wanita
Paras wajahnya slalu membayangi mataku dan menghuni batinku.
Duhai, kapankah aku dapat berjumpa dengannya,
Semoga bersama kafilah haji, ia datang dan akupun bertemu.

Karena begitu sering ia menyebut nama Laila, sampai-sampai Khalifah Umar bin Al Khattab radhiallahu ‘anhu merasa iba kepadanya. Sehingga tatkala beliau mengutus pasukan perang untuk menundukkan negeri Syam, ia berpesan kepada panglima perangnya: bila Laila bintu Al Judi termasuk salah satu tawanan perangmu (sehingga menjadi budak), maka berikanlah kepada Abdurrahman radhiallahu ‘anhu. Dan subhanallah, taqdir Allah setelah kaum muslimin berhasil menguasai negeri Syam, didapatkan Laila termasuk salah satu tawanan perang. Maka impian Abdurrahmanpun segera terwujud. Mematuhi pesan Khalifah Umar radhiallahu ‘anhu, maka Laila yang telah menjadi tawanan perangpun segera diberikan kepada Abdurrahman radhiallahu ‘anhu.

Anda bisa bayangkan, betapa girangnya Abdurrahman, pucuk cinta ulam tiba, impiannya benar-benar kesampaian. Begitu cintanya Abdurrahman radhiallahu ‘anhu kepada Laila, sampai-sampai ia melupakan istri-istrinya yang lain. Merasa tidak mendapatkan perlakuan yang sewajarnya, maka istri-istrinya yang lainpun mengadukan perilaku Abdurrahman kepada ‘Aisyah istri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang merupakan saudari kandungnya.

Menyikapi teguran saudarinya, Abdurrahman berkata: “Tidakkah engkau saksikan betapa indah giginya, yang bagaikan biji delima?”

Akan tetapi tidak begitu lama Laila mengobati asmara Abdurrahman, ia ditimpa penyakit yang menyebabkan bibirnya “memble” (jatuh, sehingga giginya selalu nampak). Sejak itulah, cinta Abdurrahman luntur dan bahkan sirna. Bila dahulu ia sampai melupakan istri-istrinya yang lain, maka sekarang iapun bersikap ekstrim. Abdurrahman tidak lagi sudi memandang Laila dan selalu bersikap kasar kepadanya. Tak kuasa menerima perlakuan ini, Lailapun mengadukan sikap suaminya ini kepada ‘Aisyah radhiallahu ‘anha. Mendapat pengaduan Laila ini, maka ‘Aisyahpun segera menegur saudaranya dengan berkata:

يا عبد الرحمن لقد أحببت ليلى وأفرطت، وأبغضتها فأفرطت، فإما أن تنصفها، وإما أن تجهزها إلى أهلها، فجهزها إلى أهلها.

“Wahai Abdurrahman, dahulu engkau mencintai Laila dan berlebihan dalam mencintainya. Sekarang engkau membencinya dan berlebihan dalam membencinya. Sekarang, hendaknya engkau pilih: Engkau berlaku adil kepadanya atau engkau mengembalikannya kepada keluarganya. Karena didesak oleh saudarinya demikian, maka akhirnya Abdurrahmanpun memulangkan Laila kepada keluarganya. (Tarikh Damaskus oleh Ibnu ‘Asakir 35/34 & Tahzibul Kamal oleh Al Mizzi 16/559)

Bagaimana saudaraku! Anda ingin merasakan betapa pahitnya nasib yang dialami oleh Laila bintu Al Judi? Ataukah anda mengimpikan nasib serupa dengan yang dialami oleh Abdurrahman bin Abi Bakar radhiallahu ‘anhu?(1)

Tidak heran bila nenek moyang anda telah mewanti-wanti anda agar senantiasa waspada dari kenyataan ini. Mereka mengungkapkan fakta ini dalam ungkapan yang cukup unik: Rumput tetangga terlihat lebih hijau dibanding rumput sendiri.

Anda penasaran ingin tahu, mengapa kenyataan ini bisa terjadi?

Temukan rahasianya pada sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berikut ini:

الْمَرْأَةُ عَوْرَةٌ فَإِذَا خَرَجَتِ اسْتَشْرَفَهَا الشَّيْطَانُ. رواه الترمذي وغيره

“Wanita itu adalah aurat (harus ditutupi), bila ia ia keluar dari rumahnya, maka setan akan mengesankannya begitu cantik (di mata lelaki yang bukan mahramnya).” (Riwayat At Tirmizy dan lainnya)

Orang-orang Arab mengungkapkan fenomena ini dengan berkata:

كُلُّ مَمْنُوعٍ مَرْغُوبٌ

Setiap yang terlarang itu menarik (memikat).

Dahulu, tatkala hubungan antara anda dengannya terlarang dalam agama, maka setan berusaha sekuat tenaga untuk mengaburkan pandangan dan akal sehat anda, sehingga anda hanyut oleh badai asmara. Karena anda hanyut dalam badai asmara haram, maka mata anda menjadi buta dan telinga anda menjadi tuli, sehingga andapun bersemboyan: Cinta itu buta. Dalam pepatah arab dinyatakan:

حُبُّكَ الشَّيْءَ يُعْمِي وَيُصِمُّ

Cintamu kepada sesuatu, menjadikanmu buta dan tuli.

Akan tetapi setelah hubungan antara anda berdua telah halal, maka spontan setan menyibak tabirnya, dan berbalik arah. Setan tidak lagi membentangkan tabir di mata anda, setan malah berusaha membendung badai asmara yang telah menggelora dalam jiwa anda. Saat itulah, anda mulai menemukan jati diri pasangan anda seperti apa adanya. Saat itu anda mulai menyadari bahwa hubungan dengan pasangan anda tidak hanya sebatas urusan paras wajah, kedudukan sosial, harta benda. Anda mulai menyadari bahwa hubungan suami-istri ternyata lebih luas dari sekedar paras wajah atau kedudukan dan harta kekayaan. Terlebih lagi, setan telah berbalik arah, dan berusaha sekuat tenaga untuk memisahkan antara anda berdua dengan perceraian:

فَيَتَعَلَّمُونَ مِنْهُمَا مَا يُفَرِّقُونَ بِهِ بَيْنَ الْمَرْءِ وَزَوْجِهِ. البقرة 102

“Maka mereka mempelajari dari Harut dan Marut (nama dua setan) itu apa yang dengannya mereka dapat menceraikan (memisahkan) antara seorang (suami) dari istrinya.” (Qs. Al Baqarah: 102)

Mungkin anda bertanya, lalu bagaimana saya harus bersikap?

Bersikaplah sewajarnya dan senantiasa gunakan nalar sehat dan hati nurani anda. Dengan demikian, tabir asmara tidak menjadikan pandangan anda kabur dan anda tidak mudah hanyut oleh bualan dusta dan janji-janji palsu.

Mungkin anda kembali bertanya: Bila demikian adanya, siapakah yang sebenarnya layak untuk mendapatkan cinta suci saya? Kepada siapakah saya harus menambatkan tali cinta saya?

Simaklah jawabannya dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

تُنْكَحُ الْمَرْأَةُ لأَرْبَعٍ لِمَالِهَا وَلِحَسَبِهَا وَجَمَالِهَا وَلِدِينِهَا ، فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّينِ تَرِبَتْ يَدَاكَ. متفق عليه

“Biasanya, seorang wanita itu dinikahi karena empat alasan: karena harta kekayaannya, kedudukannya, kecantikannya dan karena agamanya. Hendaknya engkau menikahi wanita yang taat beragama, niscaya engkau akan bahagia dan beruntung.” (Muttafaqun ‘alaih)

Dan pada hadits lain beliau bersabda:

إِذَا خَطَبَ إِلَيْكُمْ مَنْ تَرْضَوْنَ دِينَهُ وَخُلُقَهُ فَزَوِّجُوهُ إِلاَّ تَفْعَلُوا تَكُنْ فِتْنَةٌ فِى الأَرْضِ وَفَسَادٌ عَرِيضٌ. رواه الترمذي وغيره.

“Bila ada seorang yang agama dan akhlaqnya telah engkau sukai, datang kepadamu melamar, maka terimalah lamarannya. Bila tidak, niscaya akan terjadi kekacauan dan kerusakan besar di muka bumi.” (Riwayat At Tirmizy dan lainnya)

Cinta yang tumbuh karena iman, amal sholeh, dan akhlaq yang mulia, akan senantiasa bersemi. Tidak akan lekang karena sinar matahari, dan tidak pula luntur karena hujan, dan tidak akan putus walaupun ajal telah menjemput.

الأَخِلاَّء يَوْمَئِذٍ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ إِلاَّ الْمُتَّقِينَ. الزخرف 67

“Orang-orang yang (semasa di dunia) saling mencintai pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertaqwa.” (Qs. Az Zukhruf: 67)

Saudaraku! Cintailah kekasihmu karena iman, amal sholeh serta akhlaqnya, agar cintamu abadi. Tidakkah anda mendambakan cinta yang senantiasa menghiasi dirimu walaupun anda telah masuk ke dalam alam kubur dan kelak dibangkitkan di hari kiamat? Tidakkah anda mengharapkan agar kekasihmu senantiasa setia dan mencintaimu walaupun engkau telah tua renta dan bahkan telah menghuni liang lahat?

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

ثَلاَثٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ وَجَدَ حَلاَوَةَ الإِيمَانِ: أَنْ يَكُونَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا سِوَاهُمَا، وَأَنْ يُحِبَّ الْمَرْءَ لاَ يُحِبُّهُ إِلاَّ لِلَّهِ، وَأَنْ يَكْرَهَ أَنْ يَعُودَ فِى الْكُفْرِ كَمَا يَكْرَهُ أَنْ يُقْذَفَ فِى النَّارِ. متفق عليه

“Tiga hal, bila ketiganya ada pada diri seseorang, niscaya ia merasakan betapa manisnya iman: Bila Allah dan Rasul-Nya lebih ia cintai dibanding selain dari keduanya, ia mencintai seseorang, tidaklah ia mencintainya kecuali karena Allah, dan ia benci untuk kembali kepada kekufuran setelah Allah menyelamatkan dirinya, bagaikan kebenciannya bila hendak diceburkan ke dalam kobaran api.” (Muttafaqun ‘alaih)

Saudaraku! hanya cinta yang bersemi karena iman dan akhlaq yang mulialah yang suci dan sejati. Cinta ini akan abadi, tak lekang diterpa angin atau sinar matahari, dan tidak pula luntur karena guyuran air hujan.

Yahya bin Mu’az berkata: “Cinta karena Allah tidak akan bertambah hanya karena orang yang engkau cintai berbuat baik kepadamu, dan tidak akan berkurang karena ia berlaku kasar kepadamu.” Yang demikian itu karena cinta anda tumbuh bersemi karena adanya iman, amal sholeh dan akhlaq mulia, sehingga bila iman orang yang anda cintai tidak bertambah, maka cinta andapun tidak akan bertambah. Dan sebaliknya, bila iman orang yang anda cintai berkurang, maka cinta andapun turut berkurang. Anda cinta kepadanya bukan karena materi, pangkat kedudukan atau wajah yang rupawan, akan tetapi karena ia beriman dan berakhlaq mulia. Inilah cinta suci yang abadi saudaraku.

Saudaraku! setelah anda membaca tulisan sederhana ini, perkenankan saya bertanya: Benarkah cinta anda suci? Benarkah cinta anda adalah cinta sejati? Buktikan saudaraku…

Wallahu a’alam bisshowab, mohon maaf bila ada kata-kata yang kurang berkenan atau menyinggung perasaan.

***

Ustadz Muhammad Arifin Badri, M.A.
Dipublikasi ulang dari www.pengusahamuslim.com

Footnote:

1) Saudaraku, setelah membaca kisah cinta sahabat Abdurrahman bin Abi Bakar ini, saya harap anda tidak berkomentar atau berkata-kata buruk tentang sahabat Abdurrahman bin Abi Bakar. Karena dia adalah salah seorang sahabat nabi, sehingga memiliki kehormatan yang harus anda jaga. Adapun kesalahan dan kekhilafan yang terjadi, maka itu adalah hal yang biasa, karena dia juga manusia biasa, bisa salah dan bisa khilaf. Amal kebajikan para sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam begitu banyak sehingga akan menutupi kekhilafannya. Jangan sampai anda merasa bahwa diri anda lebih baik dari seseorang apalagi sampai menyebabkan anda mencemoohnya karena kekhilafan yang ia lakukan. Disebutkan pada salah satu atsar (ucapan seorang ulama’ terdahulu):

مَنْ عَيَّرَ أَخَاهُ بِذَنْبٍ مَنْ عَابَهُ بِهِ لَمْ يَمُتْ حَتَّى يَعْمَلَهُ

“Barang siapa mencela saudaranya karena suatu dosa yang ia lakukan, tidaklah ia mati hingga terjerumus ke dalam dosa yang sama.”

Donasi dakwah YPIA

409 Comments

  1. lina marlina says:

    Cinta kepada Allah Swt yang sejati. Karena tak kan ada seorang pun yang menjadi Sahabat Setia kita dalam duka maupun suka. Semua nya tak ada yang abadi… Kecuali kasih sayang dan cinta kasih Allah Swt. Puji Syukur panjatkan kehadirat Allah Swt dan Rasul nya. TERIMA KASIH YANG TIADA TARA… YA ALLAH AMPUNILAH HAMBA.

  2. makasih atas infonya, semoga saya mendapatkan cinta sejati saya. amiin

  3. novida says:

    terimakasih. saya sempat menjadi seseorang yang buta dan berkali – kali. Tapi Allah SWT telah menyelamatkan saya, memberi saya kesadaran dari berbagai contoh akan nikmat cinta karena-Nya, walau sekarang masih dalam tahap menunggu dan mencari, saya mulai memahami dan merasakan indahnya Cinta Sejati karena-Nya. :)

  4. Tiyok Liesti says:

    Assalmualaikum Wr. Wb,

    alhamdulilah banget atas artikel diatas. membuat saya semakin sadar bahwa cinta dunia tidak akan kekal.
    saya yakin pada hari yang indah yang sudah ditentukan oleh Allah…pasti Allah akan memberikan yang terindah,,,,amien,,,
    selalu semangat berjuang di jalanNYA ,,,,,

    Regards
    Tiyok

  5. eva says:

    ketika saya sudah sangat jenuh mencintai dunia, yang ternyata kosong dan hampa. Saya coba untuk lebih mencintai Allah SWT.
    Ternyata saya mendapatkan kedamaian di dalamnya. Alhamdulillah
    Bimbing saya selalu berada di dekat MU Ya Allah…

  6. alif says:

    Memang, cinta dunia hanya membuat sakit hati, patah hati, makan hati. Tapi sulit menghindari hati dari cinta dunia ketika mereka yang di sekitar kita sangat cinta dunia dan lupa kepada Allah. Ya Rabb, mudahkan hamba-Mu ini untuk berkumpul dengan orang-orang sholih yang mencintai-Mu dan Rasul-Mu.

  7. ardi says:

    Subhanallah…tiada cinta sejati selain cinta Allah Swt kepada seluruh makhluk dimuka bumi.semoga kita tidak menjadi lalai karena terlalu mencintai sesama makhluk ataupun hal yg bersifat duniawi…mohon ijin share ustadz

  8. entis setiyadi says:

    Alhamdulillah…
    Terimakasih Yaa Alloh, Hanya kepada Engkaulah Cinta sejati harus diserahkan. Artikel ini membuat sya semakin menyadari bahwa Cinta Dunia takkan pernah selamanya indah. sya pernah mencintai seorang tlu lebih, dan sya merasakan betapa sakitnya saat sya dikhianati.
    Ya Alloh, Terimakasih atas segala Kasih sayang sejati dari-Mu..
    Ijinkanlah hamba untuk meraih Cinta yg pling sejati, Hanya kepada-MU..

  9. Marwa says:

    subhanallah, tulisan ini sungguh sangat bermanfaat:)

  10. lia says:

    trimksih sya jd mgrti pa itu artinya cnta sjati
    dn mkna dri cinta itu
    mga sya dpatkn cnta sjti itu

  11. widiatmoko says:

    alkhamdulillah menambah kepahaman,ijin copi untuk akun facebook

  12. elly malai says:

    makasih atas isinya…moga dengan izin Allah saya akan bertemu cinta sejati..amin ya rabbil alamin

  13. akhi inno says:

    Sungguh.. cinta sejati tak bisa diukur dngan ketampanan dan kecantikan yg dimiliki seseorang karena ketampanan dan kecantikan tidaklah abadi. Ketampanan dan kecantikan hanya bisa menjadi pelengkap dalam cinta setiap pasangan.. Cinta sejati yg ane ketahui hanyalah cinta yg dimiliki oleh Rasululllah Shalallahu ‘alaihi wasallam kepada umatnya dan cinta umatnya yg beriman kepada Beliau shallahu ‘alaihi wasallam… wallahu’alam

  14. wahyu cute says:

    SubhanaLLah …..
    Cinta tuLus dan suci memang hanya kpd ALLah SWT
    cinta karena ALLah terhadap sesama membuat saya tambah mencintai isLam
    Tiada daya suatu apapun tanpa ridLo dan pertolongan dari ALLah Yang Maha Agung

    ArtikeL yang sangat bermanfaat buat saya
    Terimakasih Ustadz Muhammad Arifin Badri, M.A.

  15. sujono says:

    alhamdulillahirobbil`alamin setelah saya baca dan pahami kisah abburrohman bin abi bakar,hati ini merasakanya karena sesuai dgn kenyataan yg kujalani dgn isteriku,semakin aku dekat dgn allah semakin besar cintaku pada isteriku juga sebaliknya ,masya allah semua ini karena kekuasaan nya alla subhanahu wata`ala

  16. murlizar says:

    ijin share ya…..

  17. adang says:

    makasih …Allah telah membukakan akaldan pikiran saya..akan hal tsb…ditengah badai rt…ku

  18. nn says:

    aku tdak tw ap aq nh sdah d btakan krna cnta atau cnta ini emang cinta sejati ygb dtg dri ALLAH.
    tpi knpa cnta ini dilarang orang tuaku hanya karena “pasanganku berasal / lahir di tempat dimana aku tinggal sekarang, dan mereka percaya kalau itu tidak baik dan akan menjadi pati bagi orang tua atau aku sendiri”.
    apa ini termasuk SIRIK?
    dan bagaimana aku mensikapi semua ini?

    • @ nn

      sebagaimana Saudari/Saudara pun bimbang, tentang apakah cinta yang Saudari/Saudara rasakan itu adalah cinta buta atau cinta sejati, maka kami sarankan untuk lebih banyak lagi mengkaji ilmu-ilmu Islam berlandaskan Al-Quran dan As-Sunnah yang shahih. selain itu, mintalah nasihat pada orang yang terpercaya ilmu agamanya.

      jika memang orangtua Saudari/Saudara memiliki keyakinan yang demikian, kami khawatirkan beliau tergekincir dalam kesyirikan.
      oleh karena itu, kami sarankan untuk menasihati beliau berdua dengan cara yang lembut dan penuh hikmah. dan senantiasa mohon pada Allah untuk memberi hidayah kepada diri kita sendiri dan mereka menuju jalan kebenaran.

      semoga Allah memudahkan urusan ini bagi Saudari/Saudara. amin.

  19. devi says:

    Assalammualaikum WR WB

    sy hnya ingin brtnya ttg cnta sjti dlm islam,pa sorang wanita yg prnah brbuat dosa besar,dosa yg pling d bnci ALLAH SPRTI CNTOHNYA seorang wanita penZinah atau durhaka kpda orang tuanya,lalu ia d prtmukan dg seorang laki” yg soleh,baik,taAT BRIBADAH dan laki” itupun jatuh cnta pada wnta trsbut,pa pntas atau boleh wanita penzinah mmndpatkn laki” soleh ???
    bknkah d dlm al QURAN d jlaskan bahwa seorang pnjina hnya bleh mnikah dg psangan jinahnya atau orang musrik…
    dan blehkah wnta tu mnikah dg laki” soleh yg mncntainya??

    mhon pnjelasanya….

    • @ Devi
      Wa’alaikumussalam,
      Bisa saja semua terjadi jika Allah menghendaki demikian. Dan yang perlu digaris bawahi adalah bahwasanya seorang laki-laki yang shalih pasti akan mencari pendamping seorang wanita yang baik-baik (shalihah). Adapun jika dimasa lalu wanita tersebut pernah berzina sementara dirinya telah bertaubat maka tidak ada halangan untuk menikahinya. Allahua’lam

  20. mei says:

    menurut saya artikel ini bagus ,,,,
    mnurut saya cinta sejati adalah cinta yg takkan pernah berakhir meskipun slh satu dr mreka hrus pergi jauh entah kemana…!!!!!!!!!

  21. sari says:

    syukron, dr artikel ini saya bs lbh paham akn makna cinta sejati, dan smg sy bs menemukan cinta sejati sy, dn menjaga cinta sejati trsbt. amin.

  22. faturrahman says:

    ini smua mengubah persepsi gw tentang cinta, tapi yang menentukan semuanya adalah ALLAH semata

  23. taufik says:

    alhamddulillah,,mata saya terbuka,,terima kasih atas pengetahuanya..
    ini sangat berguna bagi remaja labil seperti saya,,yang baru mengenal cinta dan masih mencari jati diri,,dengan berdzikir terobati semua rasa sakit hati yang pernah saya rasakan..dan membaca artikel ini saya mungkin lebih bisa menyikapi apa itu “cinta” terhadap lawan jenis..saya tak pernah tau apa yang akan terjadi kelak..tapi semoga di suatu hari nanti saya mempunyai istri yang sholehah..aamiin.. :D terima kasih..

  24. icha says:

    assalamualaikum!!!saya s’orang plajar 17th,sya mu tnya, dlam islam kn tdk ad istlah PACARAN.sy ingin skali mnerapkn hal spt tu,,krna sya tkut dosa, sya sllu mnerapkn hal” yang p0stf, spt tdak berjbat tngan dgan lwan jnis, dsb. tp di sisi lain sy tkut di sngka cwe munafik….sya cman mnjani sja mlai dri hal yg kcil..mnrut anda sya hrus bgaimana spya bsa trjga dri hal” yg bsa mnjrumusui sya ke dlam prgauln bebas??? n spya tman” bsa mgrti ap yng sya mau? n bsa di hargai oleh cwo? trima ksih..wassalamu’alaikum.wr.wb

  25. devi says:

    ASSALAMMUALAIKUM WR WB

    saya mau brtnya,saya mnyukai seorang pria,d mta saya dia baik,soleh,brakhlak bahkn dia sring mnhajarkn saya byak hal yg ga saya tau,dia jg ska mrahin saya klu saya mnyimpang dri ajaran agama,tapi sekarang saya dan dia bgai musuh,kra saya slalu mmbuat dia mrah.pa yang hrus saya lakukn sdangkn smpai sat ne saya msih ska ma dy.tp ada hal yg mmbuat saya benci ma dia,dia sllu mnghub sntri2 tmpat saya mndok.saya mncobat bat lpain dia tapi ga bsa,saya sllu tringat sran2 dy,byanhan2 dy,apa ne cntai atau cm prsan suka yg brlebihan,saya ga ngrti sm prsan saya sndri…apa yg hrus saya lakukn…
    mhon jwbannya,trimaksih….

    • @ Ukhti Devi

      Assalaamu ‘alaykum warahmatullah wabarakaatuh

      Alhamdulillah. Ustadz Dr. Arifin Badri pernah menyampaikan nasihat,

      Saudaraku! bila anda terlanjur terbelenggu cinta kepada seseorang, padahal ia bukan suami atau istri anda, ada baiknya bila anda menguji kadar cinta anda. Kenalilah sejauh mana kesucian dan ketulusan cinta anda kepadanya. Coba anda duduk sejenak, membayangkan kekasih anda dalam keadaan ompong peyot, pakaiannya compang-camping sedang duduk di rumah gubuk yang reot. Akankah rasa cinta anda masih menggemuruh sedahsyat yang anda rasakan saat ini?

      Paparan indah beliau tersebut bisa disimak lebih lengkap pada artikel Cinta Sejati Dalam Islam

      Nasihat yang tak kalah indah pun telah disampaikan oleh Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal,

      Cinta kepada lain jenis merupakan hal yang fitrah bagi manusia. Karena sebab cintalah, keberlangsungan hidup manusia bisa terjaga. Oleh sebab itu, Allah Ta’ala menjadikan wanita sebagai perhiasan dunia dan kenikmatan bagi penghuni surga. Islam sebagai agama yang sempurna juga telah mengatur bagaimana menyalurkan fitrah cinta tersebut dalam syariatnya yang rahmatan lil ‘alamin. Namun, bagaimanakah jika cinta itu disalurkan melalui cara yang tidak syar`i?

      Nasihat tersebut termuat secara lengkap pada situs beliau.

      Semoga Allah senantiasa menyayangi Ukhti dan kita semua. Aamiiin….

  26. sri mulyati says:

    izin share lagi ya….!

  27. bela bangsa says:

    cinta model ini yang saya cari selama ini. terimakasih informasinya

  28. devi says:

    AssaLAmMUALAIKUM……..

    Ka,trima ksih atas sran N NASEHATNYA,semoga saya N KITA SEMUA DPATKAN CINTA YG KITA INGINKAN,AMIN…
    SMOGA ALLAH MEMBERIKAN YG TEBAIK UNTUK KITA SEMUA…AMIN…
    SAYA SUKA N KAGUM MA ARTIKEL INI,SAYA JADI LEBIH TAU CINTA DALAM PNDANGAN ISLAM…..
    TERIMA KASIH BANYAK….

  29. tini says:

    ana tau semakin hari semakin ana jauh dari allah,ana hanya ingin mendapatka cinta sejati ana yang benar-benar karena allah.yang dapat membimbing ana untuk tetap di jalanya .

  30. muhammad baqir says:

    syukron ustdz

  31. yayan nurdianto says:

    alhamdulilah ,dengan membaca artike ini ,,saya semakin tau bagaimana itu cinta

  32. nokkk says:

    saya mau tanya..
    gimana kalau misalnya saat ini saya sudah dekat…katakanlah berpacaran dengan seorang cowok…

    yaaa…terkadang saya juga berpikirrr….
    benarkah yang sedang saya jalani ini…menjalin hubungan dengan bukan muhrim sayaaa….

    saya menyayanginya…bukan karena materi…karena rupawan..karena saya merasa dia adalah laki-laki yang baik…yang menjaga ibadah nya….yang saya pikir bisa menjadi imam saya kelak….

    apa yang harus saya lakukan….??????
    haruskan hub. ini saya akhiri…???

    saya ingin mendapatkan cinta yang halal di mata dunia dan akhiratttt????

    • @ Nokk
      Cinta yang halal harus ditempuh dengan cara yang halal pula. Laki-laki yang baik pasti tidak akan mau berhubungan dengan wanita yang bukan mahramnya begitupula wanita yang baik adalah wanita yang tidak ingin berhubungan dengan laki-laki yang bukan mahramnya. Kesimpulannya silahkan Ukhti sudahi hubungan dengan laki-laki tersebut karena bagaimanapun cinta sejati yang Allah ridhai tidak lah diraih dengan jalan bermaksiat kepada-Nya. Justru dengan berpacaran akan mendatangkan murka Allah kepada kita. wal’iyyadzubillah.

  33. evi says:

    artikel ini mengingatkan saya kembali akan perjalanan hidup saya selama ini,semoga kita bisa memegang komitmen dan meluruskan kembali niata2n cinta yang hakiki. Dan tetap mampu menjaga hati.

  34. sabil says:

    Ass.. Ya ustadz, trma ksh ya ats ilmunya..? krna mmg sy lg bingung dg maslah asmara sy…

  35. Ninik says:

    Subhanallah…. Maha suci Allah yang telah menumbuhkan cinta di hati hamba-hambaNya. Kisah Abdurrachman telah membuka mata kita bahwa cinta hanya cinta yang berdasar pada cinta-Nyalah yang akan abadi, yang akan membuat kita memcintai dunia sekaligus akhirat secara proporsional. Semoga kita termasuk orang-orang yang mendapat limpahan cintaNya yang senantiasa membimbing kita di jalanNya. Amin.

  36. laniadies says:

    sudah banyak kecewa yg saya alami.ngk mengerti kenapa allah memberi saya cobaan seperti itu.mungkin ada yg salah di dalam diri saya.yg saya sendiri tak tahu kenapa.yg saya cari cinta sejati yg sebenar2 nya.dan ini untuk yg terakhit kali nya.amien…..

  37. iin dwi azzahra says:

    sesungguhnya cinta yang sejati nan abadi adalah pada sang Pencipta dan ciptaan-Nya..
    smoga saya bisa mendapatkan cinta dari seseorang karena Allah swt.

  38. Dini says:

    assalamualaikum

    izin share :)

  39. Siti Rohana says:

    semoga dia bener-bener cinta sejati saya.

  40. ukhti icha hayya' says:

    izin Co-pas y?
    JazaakAllahu khairan…^_^

  41. vivi says:

    Saya mau tanya:
    Jika kita sedang ta’aruf dan memutuskan lanjut. kemudian pada pertemuan selanjutnya kita baru menyadari bahwa kita tidak terlalu sreg dengan dia secara fisik (muka, penampilan, dll). padahal keluarganyapun sudah mengenal kita. dan dia ingin berlanjut kearah yang lebih serius lagi. bagaiman sebaiknya menyikapinya? mohon nasehatnya. apakah kita boleh menolak seseorang hanya karena fisiknya?

  42. wiwit purramaranti says:

    Cinta sejatiku hanya tuk Allah swt…dan semoga tuk selamanya..krn Dialah yg tdk pernah meninggalkan hamba baik disaat senang maupun sedih dan sekarang ini sakit…Semoga cinta sejati ini membuat hamba trs menjd lbh baik lagi baik di dunia maupun diakhirat kelak..amin

  43. Sugiarto says:

    alhamdulilah apa yang ana cari sekarang ini telah ketemu artikel yang sarat akan ilmu dan banyak nasehat yang penuh hikmah. terima kasih kepada Muslimah.org. atas artikelnya semuoga tetap istikomah dalam menebarkan akidah yang sholeh sesuai dengan pemahaman ulama Salaf.terimakasih

  44. isni apriama ningtias says:

    subhanallah,sungguh menakjubkan. terimakasih anda telah menerbitkan artikel yang bermanfaat ini. ana adalah orang yang linglung dalam menanggapi cinta, tapi setelah membaca artikel ini ana jadi mengerti, ternyata cinta sejati & suci hanya jika kita mencintai seseorang karna allah & rosulnya. terima kasih……

  45. “CINTA” saya dulunya sangat ga’ percaya dengan cinta, tapi sekarang saya sudah bisa menerima cinta itu.

  46. Ibul Jauzi mengatakan bahwa لا وقاء للنساء . Di antara contohnya adalah Atiqah radhiyallahu ‘anha.

    Kalau digabung dengan artikel di atas, mungkin bisa juga dikatakan
    لا وقاء للرجال …

    jadinya relatif ni….

  47. muhammad nur says:

    assalamu’alaikum uztadz…

    saya mw share sdikit sdikit uztadz,,,
    saya mngidam kan wanita yg sprti fatimah bin Muhammad,,, yg ustadz tau la g mna wanita sperti fatimah,,, tp tkadang saya agak tergoda dngan kcantikn seorang wanita,,, dan da rasa untuk mlikinya,,,
    tp jauh d dalam lubuk hati saya,, saya takut tuk mmliki nya d krna kn saya takut suatu saat nti wanita tu kn mninggalkn saya krna kcntikan nya,,, saya jg mpunyai sorng tman yg bz d bilng gk jauh beda la ma aartiz2,,, slma brtman saya lama-klmaan saya da persaan dngan wanita tu,,, krna saya tkut akn kcantkan nya,,, saya bersaha mnghindar agar persaan cnta saya tidk mndarah daging d hati saya,,, sampai2 saya d bilang sombong, atau kacang lupa kulit ny dan lain2,,,
    yg saya khawtir kan bagaimna cara saya mnghadapi wanita tu agar saya tidk d bilng sombong, kcang lupa kulit ny,,
    kalo msalah prasaan saya sama dia,,, Insyallah saya bz hilang kan dr hati saya,,,

    mhon maaf seblum ny ustadz,,, kira nya uztadz brkenan mnjwab pa yg ada d dalam hati saya,,, terima kasih

  48. Yuli Prasetia says:

    sangat membantu untuk yang sedang jatuh cinta.

  49. Bintang says:

    Syukran Jazakumullah ustadz semoga dibalas dengan sebaik2nya balasan oleh Allah atas tulisan yg sangat menggugah dan bermakna terutama bagi ana ini stadz..

    Afwan stadz kalau boleh ana mohon bantuan..
    Ana sangat2 sulit untuk mewujudkan seluruh prinsip dan nilai kebenaran cinta seperti yg ustadz paparkan.. Ana sudah banyak melalui kontemplasi yg dalam dan meneukan bnyak jwaban tp tetap sja tidak bisa melupakan si dia stadz… Ana sudah berjuang selama 1setengah thun tp perasaan ana malah tmbah kuat.. Ana jadi berpikir apakah memang cinta sejati itu tanpa logika n tak perlu alasan dan tak kan bisa hilang?
    Simpelnya, bagaimanakah caranya untuk memenangkan iman dan akal sehat dari dorongan cinta gila stadz?
    Mohon maaf jika tidak pada tempatnya..
    Jazakallahu ahsanal jaza atas amal jariyah yg ustadz berikan..

    • @ Bintang
      Sepertinya Anda terkena isyq (mabuk cinta). Dan isyq tidak lain dan tidak bukan adalah bisikan setan yang menyesatkan. Kami hanya bisa menyarankan, sibukkan diri dengan hal-hal yang bermanfaat seperti mendatangi majlis ilmu, membaca buku-buku agama, membaca Al-Qur’an dll.

  50. Irsanti M says:

    Trimakasih, setelah saya membaca tulisan ini, saya menjadi tau dan mengerti apa itu cinta sejati.

Leave a Reply