Makna ‘Cinta Sejati’ terus dicari dan digali. Manusia dari zaman ke zaman seakan tidak pernah bosan membicarakannya. Sebenarnya? apa itu ‘Cinta Sejati’ dan bagaimana pandangan Islam terhadapnya?
Alhamdulillah, sholawat dan salam semoga terlimpahkan kepada nabi Muhammad, keluarga dan sahabatnya.
Masyarakat di belahan bumi manapun saat ini sedang diusik oleh mitos ‘Cinta Sejati‘, dan dibuai oleh impian ‘Cinta Suci’. Karenanya, rame-rame, mereka mempersiapkan diri untuk merayakan hari cinta “Valentine’s Day”.
Pada kesempatan ini, saya tidak ingin mengajak saudara menelusuri sejarah dan kronologi adanya peringatan ini. Dan tidak juga ingin membicarakan hukum mengikuti perayaan hari ini. Karena saya yakin, anda telah banyak mendengar dan membaca tentang itu semua. Hanya saja, saya ingin mengajak saudara untuk sedikit menyelami: apa itu cinta? Adakah cinta sejati dan cinta suci? Dan cinta model apa yang selama ini menghiasi hati anda?
Seorang peneliti dari Researchers at National Autonomous University of Mexico mengungkapkan hasil risetnya yang begitu mengejutkan. Menurutnya: Sebuah hubungan cinta pasti akan menemui titik jenuh, bukan hanya karena faktor bosan semata, tapi karena kandungan zat kimia di otak yang mengaktifkan rasa cinta itu telah habis. Rasa tergila-gila dan cinta pada seseorang tidak akan bertahan lebih dari 4 tahun. Jika telah berumur 4 tahun, cinta sirna, dan yang tersisa hanya dorongan seks, bukan cinta yang murni lagi.
Menurutnya, rasa tergila-gila muncul pada awal jatuh cinta disebabkan oleh aktivasi dan pengeluaran komponen kimia spesifik di otak, berupa hormon dopamin, endorfin, feromon, oxytocin, neuropinephrine yang membuat seseorang merasa bahagia, berbunga-bunga dan berseri-seri. Akan tetapi seiring berjalannya waktu, dan terpaan badai tanggung jawab dan dinamika kehidupan efek hormon-hormon itu berkurang lalu menghilang. (sumber: www.detik.com Rabu, 09/12/2009 17:45 WIB).
Wah, gimana tuh nasib cinta yang selama ini anda dambakan dari pasangan anda? Dan bagaimana nasib cinta anda kepada pasangan anda? Jangan-jangan sudah lenyap dan terkubur jauh-jauh hari.
Anda ingin sengsara karena tidak lagi merasakan indahnya cinta pasangan anda dan tidak lagi menikmati lembutnya buaian cinta kepadanya? Ataukah anda ingin tetap merasakan betapa indahnya cinta pasangan anda dan juga betapa bahagianya mencintai pasangan anda?
Saudaraku, bila anda mencintai pasangan anda karena kecantikan atau ketampanannya, maka saat ini saya yakin anggapan bahwa ia adalah orang tercantik dan tertampan, telah luntur.
Bila dahulu rasa cinta anda kepadanya tumbuh karena ia adalah orang yang kaya, maka saya yakin saat ini, kekayaannya tidak lagi spektakuler di mata anda.
Bila rasa cinta anda bersemi karena ia adalah orang yang berkedudukan tinggi dan terpandang di masyarakat, maka saat ini kedudukan itu tidak lagi berkilau secerah yang dahulu menyilaukan pandangan anda.
Saudaraku! bila anda terlanjur terbelenggu cinta kepada seseorang, padahal ia bukan suami atau istri anda, ada baiknya bila anda menguji kadar cinta anda. Kenalilah sejauh mana kesucian dan ketulusan cinta anda kepadanya. Coba anda duduk sejenak, membayangkan kekasih anda dalam keadaan ompong peyot, pakaiannya compang-camping sedang duduk di rumah gubuk yang reot. Akankah rasa cinta anda masih menggemuruh sedahsyat yang anda rasakan saat ini?
Para ulama’ sejarah mengisahkan, pada suatu hari Abdurrahman bin Abi Bakar radhiallahu ‘anhu bepergian ke Syam untuk berniaga. Di tengah jalan, ia melihat seorang wanita berbadan semampai, cantik nan rupawan bernama Laila bintu Al Judi. Tanpa diduga dan dikira, panah asmara Laila melesat dan menghujam hati Abdurrahman bin Abi Bakar radhiallahu ‘anhu. Maka sejak hari itu, Abdurrahman radhiallahu ‘anhu mabok kepayang karenanya, tak kuasa menahan badai asmara kepada Laila bintu Al Judi. Sehingga Abdurrahman radhiallahu ‘anhu sering kali merangkaikan bair-bait syair, untuk mengungkapkan jeritan hatinya. Berikut di antara bait-bait syair yang pernah ia rangkai:
Aku senantiasa teringat Laila yang berada di seberang negeri Samawah
Duhai, apa urusan Laila bintu Al Judi dengan diriku?
Hatiku senantiasa diselimuti oleh bayang-bayang sang wanita
Paras wajahnya slalu membayangi mataku dan menghuni batinku.
Duhai, kapankah aku dapat berjumpa dengannya,
Semoga bersama kafilah haji, ia datang dan akupun bertemu.
Karena begitu sering ia menyebut nama Laila, sampai-sampai Khalifah Umar bin Al Khattab radhiallahu ‘anhu merasa iba kepadanya. Sehingga tatkala beliau mengutus pasukan perang untuk menundukkan negeri Syam, ia berpesan kepada panglima perangnya: bila Laila bintu Al Judi termasuk salah satu tawanan perangmu (sehingga menjadi budak), maka berikanlah kepada Abdurrahman radhiallahu ‘anhu. Dan subhanallah, taqdir Allah setelah kaum muslimin berhasil menguasai negeri Syam, didapatkan Laila termasuk salah satu tawanan perang. Maka impian Abdurrahmanpun segera terwujud. Mematuhi pesan Khalifah Umar radhiallahu ‘anhu, maka Laila yang telah menjadi tawanan perangpun segera diberikan kepada Abdurrahman radhiallahu ‘anhu.
Anda bisa bayangkan, betapa girangnya Abdurrahman, pucuk cinta ulam tiba, impiannya benar-benar kesampaian. Begitu cintanya Abdurrahman radhiallahu ‘anhu kepada Laila, sampai-sampai ia melupakan istri-istrinya yang lain. Merasa tidak mendapatkan perlakuan yang sewajarnya, maka istri-istrinya yang lainpun mengadukan perilaku Abdurrahman kepada ‘Aisyah istri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang merupakan saudari kandungnya.
Menyikapi teguran saudarinya, Abdurrahman berkata: “Tidakkah engkau saksikan betapa indah giginya, yang bagaikan biji delima?”
Akan tetapi tidak begitu lama Laila mengobati asmara Abdurrahman, ia ditimpa penyakit yang menyebabkan bibirnya “memble” (jatuh, sehingga giginya selalu nampak). Sejak itulah, cinta Abdurrahman luntur dan bahkan sirna. Bila dahulu ia sampai melupakan istri-istrinya yang lain, maka sekarang iapun bersikap ekstrim. Abdurrahman tidak lagi sudi memandang Laila dan selalu bersikap kasar kepadanya. Tak kuasa menerima perlakuan ini, Lailapun mengadukan sikap suaminya ini kepada ‘Aisyah radhiallahu ‘anha. Mendapat pengaduan Laila ini, maka ‘Aisyahpun segera menegur saudaranya dengan berkata:
يا عبد الرحمن لقد أحببت ليلى وأفرطت، وأبغضتها فأفرطت، فإما أن تنصفها، وإما أن تجهزها إلى أهلها، فجهزها إلى أهلها.
“Wahai Abdurrahman, dahulu engkau mencintai Laila dan berlebihan dalam mencintainya. Sekarang engkau membencinya dan berlebihan dalam membencinya. Sekarang, hendaknya engkau pilih: Engkau berlaku adil kepadanya atau engkau mengembalikannya kepada keluarganya. Karena didesak oleh saudarinya demikian, maka akhirnya Abdurrahmanpun memulangkan Laila kepada keluarganya. (Tarikh Damaskus oleh Ibnu ‘Asakir 35/34 & Tahzibul Kamal oleh Al Mizzi 16/559)
Bagaimana saudaraku! Anda ingin merasakan betapa pahitnya nasib yang dialami oleh Laila bintu Al Judi? Ataukah anda mengimpikan nasib serupa dengan yang dialami oleh Abdurrahman bin Abi Bakar radhiallahu ‘anhu?(1)
Tidak heran bila nenek moyang anda telah mewanti-wanti anda agar senantiasa waspada dari kenyataan ini. Mereka mengungkapkan fakta ini dalam ungkapan yang cukup unik: Rumput tetangga terlihat lebih hijau dibanding rumput sendiri.
Anda penasaran ingin tahu, mengapa kenyataan ini bisa terjadi?
Temukan rahasianya pada sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berikut ini:
الْمَرْأَةُ عَوْرَةٌ فَإِذَا خَرَجَتِ اسْتَشْرَفَهَا الشَّيْطَانُ. رواه الترمذي وغيره
“Wanita itu adalah aurat (harus ditutupi), bila ia ia keluar dari rumahnya, maka setan akan mengesankannya begitu cantik (di mata lelaki yang bukan mahramnya).” (Riwayat At Tirmizy dan lainnya)
Orang-orang Arab mengungkapkan fenomena ini dengan berkata:
كُلُّ مَمْنُوعٍ مَرْغُوبٌ
Setiap yang terlarang itu menarik (memikat).
Dahulu, tatkala hubungan antara anda dengannya terlarang dalam agama, maka setan berusaha sekuat tenaga untuk mengaburkan pandangan dan akal sehat anda, sehingga anda hanyut oleh badai asmara. Karena anda hanyut dalam badai asmara haram, maka mata anda menjadi buta dan telinga anda menjadi tuli, sehingga andapun bersemboyan: Cinta itu buta. Dalam pepatah arab dinyatakan:
حُبُّكَ الشَّيْءَ يُعْمِي وَيُصِمُّ
Cintamu kepada sesuatu, menjadikanmu buta dan tuli.
Akan tetapi setelah hubungan antara anda berdua telah halal, maka spontan setan menyibak tabirnya, dan berbalik arah. Setan tidak lagi membentangkan tabir di mata anda, setan malah berusaha membendung badai asmara yang telah menggelora dalam jiwa anda. Saat itulah, anda mulai menemukan jati diri pasangan anda seperti apa adanya. Saat itu anda mulai menyadari bahwa hubungan dengan pasangan anda tidak hanya sebatas urusan paras wajah, kedudukan sosial, harta benda. Anda mulai menyadari bahwa hubungan suami-istri ternyata lebih luas dari sekedar paras wajah atau kedudukan dan harta kekayaan. Terlebih lagi, setan telah berbalik arah, dan berusaha sekuat tenaga untuk memisahkan antara anda berdua dengan perceraian:
فَيَتَعَلَّمُونَ مِنْهُمَا مَا يُفَرِّقُونَ بِهِ بَيْنَ الْمَرْءِ وَزَوْجِهِ. البقرة 102
“Maka mereka mempelajari dari Harut dan Marut (nama dua setan) itu apa yang dengannya mereka dapat menceraikan (memisahkan) antara seorang (suami) dari istrinya.” (Qs. Al Baqarah: 102)
Mungkin anda bertanya, lalu bagaimana saya harus bersikap?
Bersikaplah sewajarnya dan senantiasa gunakan nalar sehat dan hati nurani anda. Dengan demikian, tabir asmara tidak menjadikan pandangan anda kabur dan anda tidak mudah hanyut oleh bualan dusta dan janji-janji palsu.
Mungkin anda kembali bertanya: Bila demikian adanya, siapakah yang sebenarnya layak untuk mendapatkan cinta suci saya? Kepada siapakah saya harus menambatkan tali cinta saya?
Simaklah jawabannya dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:
تُنْكَحُ الْمَرْأَةُ لأَرْبَعٍ لِمَالِهَا وَلِحَسَبِهَا وَجَمَالِهَا وَلِدِينِهَا ، فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّينِ تَرِبَتْ يَدَاكَ. متفق عليه
“Biasanya, seorang wanita itu dinikahi karena empat alasan: karena harta kekayaannya, kedudukannya, kecantikannya dan karena agamanya. Hendaknya engkau menikahi wanita yang taat beragama, niscaya engkau akan bahagia dan beruntung.” (Muttafaqun ‘alaih)
Dan pada hadits lain beliau bersabda:
إِذَا خَطَبَ إِلَيْكُمْ مَنْ تَرْضَوْنَ دِينَهُ وَخُلُقَهُ فَزَوِّجُوهُ إِلاَّ تَفْعَلُوا تَكُنْ فِتْنَةٌ فِى الأَرْضِ وَفَسَادٌ عَرِيضٌ. رواه الترمذي وغيره.
“Bila ada seorang yang agama dan akhlaqnya telah engkau sukai, datang kepadamu melamar, maka terimalah lamarannya. Bila tidak, niscaya akan terjadi kekacauan dan kerusakan besar di muka bumi.” (Riwayat At Tirmizy dan lainnya)
Cinta yang tumbuh karena iman, amal sholeh, dan akhlaq yang mulia, akan senantiasa bersemi. Tidak akan lekang karena sinar matahari, dan tidak pula luntur karena hujan, dan tidak akan putus walaupun ajal telah menjemput.
الأَخِلاَّء يَوْمَئِذٍ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ إِلاَّ الْمُتَّقِينَ. الزخرف 67
“Orang-orang yang (semasa di dunia) saling mencintai pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertaqwa.” (Qs. Az Zukhruf: 67)
Saudaraku! Cintailah kekasihmu karena iman, amal sholeh serta akhlaqnya, agar cintamu abadi. Tidakkah anda mendambakan cinta yang senantiasa menghiasi dirimu walaupun anda telah masuk ke dalam alam kubur dan kelak dibangkitkan di hari kiamat? Tidakkah anda mengharapkan agar kekasihmu senantiasa setia dan mencintaimu walaupun engkau telah tua renta dan bahkan telah menghuni liang lahat?
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
ثَلاَثٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ وَجَدَ حَلاَوَةَ الإِيمَانِ: أَنْ يَكُونَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا سِوَاهُمَا، وَأَنْ يُحِبَّ الْمَرْءَ لاَ يُحِبُّهُ إِلاَّ لِلَّهِ، وَأَنْ يَكْرَهَ أَنْ يَعُودَ فِى الْكُفْرِ كَمَا يَكْرَهُ أَنْ يُقْذَفَ فِى النَّارِ. متفق عليه
“Tiga hal, bila ketiganya ada pada diri seseorang, niscaya ia merasakan betapa manisnya iman: Bila Allah dan Rasul-Nya lebih ia cintai dibanding selain dari keduanya, ia mencintai seseorang, tidaklah ia mencintainya kecuali karena Allah, dan ia benci untuk kembali kepada kekufuran setelah Allah menyelamatkan dirinya, bagaikan kebenciannya bila hendak diceburkan ke dalam kobaran api.” (Muttafaqun ‘alaih)
Saudaraku! hanya cinta yang bersemi karena iman dan akhlaq yang mulialah yang suci dan sejati. Cinta ini akan abadi, tak lekang diterpa angin atau sinar matahari, dan tidak pula luntur karena guyuran air hujan.
Yahya bin Mu’az berkata: “Cinta karena Allah tidak akan bertambah hanya karena orang yang engkau cintai berbuat baik kepadamu, dan tidak akan berkurang karena ia berlaku kasar kepadamu.” Yang demikian itu karena cinta anda tumbuh bersemi karena adanya iman, amal sholeh dan akhlaq mulia, sehingga bila iman orang yang anda cintai tidak bertambah, maka cinta andapun tidak akan bertambah. Dan sebaliknya, bila iman orang yang anda cintai berkurang, maka cinta andapun turut berkurang. Anda cinta kepadanya bukan karena materi, pangkat kedudukan atau wajah yang rupawan, akan tetapi karena ia beriman dan berakhlaq mulia. Inilah cinta suci yang abadi saudaraku.
Saudaraku! setelah anda membaca tulisan sederhana ini, perkenankan saya bertanya: Benarkah cinta anda suci? Benarkah cinta anda adalah cinta sejati? Buktikan saudaraku…
Wallahu a’alam bisshowab, mohon maaf bila ada kata-kata yang kurang berkenan atau menyinggung perasaan.
***
Ustadz Muhammad Arifin Badri, M.A.
Dipublikasi ulang dari www.pengusahamuslim.com
Footnote:
1) Saudaraku, setelah membaca kisah cinta sahabat Abdurrahman bin Abi Bakar ini, saya harap anda tidak berkomentar atau berkata-kata buruk tentang sahabat Abdurrahman bin Abi Bakar. Karena dia adalah salah seorang sahabat nabi, sehingga memiliki kehormatan yang harus anda jaga. Adapun kesalahan dan kekhilafan yang terjadi, maka itu adalah hal yang biasa, karena dia juga manusia biasa, bisa salah dan bisa khilaf. Amal kebajikan para sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam begitu banyak sehingga akan menutupi kekhilafannya. Jangan sampai anda merasa bahwa diri anda lebih baik dari seseorang apalagi sampai menyebabkan anda mencemoohnya karena kekhilafan yang ia lakukan. Disebutkan pada salah satu atsar (ucapan seorang ulama’ terdahulu):
مَنْ عَيَّرَ أَخَاهُ بِذَنْبٍ مَنْ عَابَهُ بِهِ لَمْ يَمُتْ حَتَّى يَعْمَلَهُ
“Barang siapa mencela saudaranya karena suatu dosa yang ia lakukan, tidaklah ia mati hingga terjerumus ke dalam dosa yang sama.”
© 2006 - 2011 muslimah.or.id - Meraih Kebahagiaan Muslimah di Atas Jalan Salaful Ummah
September 6th, 2011 at 09:57
Assalamualaikum wr wb…
Subhanallah… artikel ini sungguh menarik.
Saya ingin share, saya menyukai seorang pria dan mengenalnya cukup lama krn kami tmn SMA dan semenjak awal kuliah kami mulai berkomunikasi. kami jrg bertemu, hny sering berkomunikasi melalui sms dan chatting sudah 7 thn berjalan dan selama itu pula saya menyukainya (insya Allah karena akhlaknya), menunggu dan berharap dia bisa mnjdi imam bagi saya nantinya. Saya merasa nyaman ketika berbicara dgnnya.
Beberapa wkt lalu saya pernah mngutarakan perasaan saya padanya (krn sdh ckup lama saya myukainya dan ingin berlanjut ke hubungan yg lbh serius yaitu menikah).
Namun, setelah saya mngutarakannya, dia merasa bingung krn dia merasa terlanjur menganggap saya sbg teman dan bahkan sbg seorang adik.
Selama ini saya cut pria lain yg mendekati saya krn saya tidak ingin memberi “harapan” pada mereka.
Ustadz, apa yg harus saya lakukan? Saya insya Allah benar2 mnyukainya krn akhlaknya dan masih berharap dia bisa mnjdi imam bagi saya.. Sebelum mengutarakan perasaan, saya sdh memantapkan hati utk “tetap” pada dia…
Jazakumullah…
Waalaikumsalam wr wb..
September 9th, 2011 at 12:09
Assalamualaikum wr wb…
Bapak, Sy menyukai seorang laki2 yang benar2 belum saya kenal..sejak saat pertama sy suka hingga saat ini saya berusaha diam den meyembunyikan perasaan ini..karena menurut pelajaran yang saya dapat, saat kita menyukai lawan jenis, kita harus mampu menjaga dan menyembunyikan perasaan kita…seperti kisah Ali dan Fatimah…saya ingin berusaha menjaga hati ini seperti mereka…
ay akan terus menjaga hati ini, walaupun rasanya saya ingin mengutarakan…saya yakin jika memang dia jodoh saya, pasti Allah akan mempertemukan saya padanya pada waktu dan saat yang tepat..
September 14th, 2011 at 18:57
Mantep banget. tp Harut Marut nama malaikat loh.
September 30th, 2011 at 10:43
subhanallah… alangkah bahagianya hidup seluruh muslim didunia ini jika mereka menemukan cinta sejati dalam islam dikehidupannya…
tapi, setelah cinta sejati dalam islam itu ditemukan,restu dari ayah dan ibu tetap menjadi prioritas utama bagi seoarang wanita muslimah dalam menerima lamaran seorang lelaki…
walaupun wanita telah menerima dengan ikhlas, jika kedua org tuanya tidak menerima hanya karena perdebatan materi yang belum menemukan kesepakatan. maka ap yang harus dilakukan wanita tersebut….
mungkin hanya dengan ikhlash dan bersabar menerima kenyataan yang dapat dilakukan seorang muslimah tersebut dengan anggapan bahwa ini semua yang terbaik untuknya….
October 2nd, 2011 at 11:08
Alhamdulillah,, Ternyata memank benar, perasaan Yang selalu cepat hadir dalam rasa suka kepada seorang wanita, itu hanya pengaruh zat yang ada dalam otak saya,,,!!! Saya tidak terfikir, xLo saYa akan ingin menjadikan dia pasangan saya, untuk berfikir kedepan saya bisa menerima atau tidak…??? Hati saya yang bergebu-gebu dalam Asmara sangat’lah cepat dirasakan, namun cepat juga hilang,,,… Terimakasih atas bahan bacaan ini, saya jadi berfikir agar memilih yang terbaik… Semoga kita semua mendapat yang terbaik dalam pasangan kita nanti dan dapat menerima pasangan kita apa adanya… amien…. Terimakasih…
October 5th, 2011 at 15:30
Assalamualaikum wr wb…
saya adalah seorang pelajar, saya mempunyai masalah dengan wanita. saya disukai oleh seorang wanita, dan wanita tersebut mengatakannya sendiri pada saya, bagaimana cara saya agar saya tidak menyakiti hatinya, sedangkan saya itu masih belum mau pacaran. tolong bantu saya,,, bagaimana solusinya agar jika saya mengatakan perasaan saya dia tidak tersinggung.
wassalamualaikum wr wb…
October 7th, 2011 at 19:37
jika kita tidak menyadarinya cinta sungguh akan menyesatka kita..
mengertilah akn arti cinta yang sebenrnya!!!!
October 17th, 2011 at 01:04
Assalamualaikum wr wb…
saya suka isi artikelnya, semoga di tambah dengan artikel – artikel islam lainnya
Waalaikumsalam wr wb..
October 23rd, 2011 at 08:27
{best of islam}
artikelnya luar biasa bagusnya…..
mohon di tambah lagi ………
October 23rd, 2011 at 20:48
mantap
mudah2an artikel berikutnya lebih mendalam kajiannya agar
pembaca semakin cepat mengerti, dan dapat mengamalkannya.
sukses selalu. amien.
October 24th, 2011 at 16:08
subhanallah… artikel ini sesuai sekali dengan kegundahan hati saya akan cinta sejati,.. like this… bermanfaat sekali terutama buat muda-mudi yang gemar sekali membicarakan cinta tetapi masih belum mengerti apa itu cinta sejati… terimakasih muslimah.^^
November 8th, 2011 at 12:14
Assalamualaikum
bapak, saya mau bertanya,apakah saya salah jika saya jujur dg perasaan saya terhadap lawan jenis?
menurut buku yang saya baca,lebih baik tidak
tapi bagaimana jika terlanjur saling jujur?bagaimana menjaga perasaan itu sesuai ajaran agama, namun kita masih sama2 kuliah
November 9th, 2011 at 22:18
@ Arifah
يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمُ الْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ…
“Wahai sekalian pemuda, barang siapa di antara kalian yang telah mampu untuk menikah maka hendaknya ia menikah ….” (H.r. Al-Bukhari no. 5060 dan Muslim no. 3384; diriwayatkan dari Ibnu Mas’ud radhiallahu ‘anhu)
Baca juga: http://remajaislam.com/gaya-muda/pra-nikah/29-faedah-menikah-di-usia-muda.html
November 10th, 2011 at 10:13
saya merasa bahaagia setelah mendengar semua penggalan ceritai nya,,saya baru taw apa arti cinta yang sebenarnya”terima kasih atas semuamya
November 10th, 2011 at 15:14
sya msih blom mngrti dngan arti cnta yg sbnar’a stiap hub ma lki2 sya gk bsa brthan hub lbih dri 1thn
saya cape dgn cinta sya ngin mnemukan cnta sjati sya yg bsa mmbuat sya mncintai;a krena allah smata???????????
November 20th, 2011 at 13:29
Ass…
alhamdulillah…ya Alloh saya mndpt ilmu yg amat sangt brhrga bwt q hari ini dan masa dpan q nanti InsyaAlloh…
saya ingn bertny bgmnkah dg cinta q pd seorg lk2 yg blm prnh q ketahui hal ihwalnya…apkh it bs dktkn cinta yg sejati….dan sungguh aq pun tak ingn mnemui cinta sprti kisah abdurrahman td..na’udzubillah mindzalik
November 20th, 2011 at 13:35
Ass…
pak ustad saya mau tanya…sy sbnya cinta pd seorg cow tp tdx sy katakan saya pendam sj…krn sy ingt ajaran ayah dan bunda tdk bleh mengejar ngejar cow …saya pun bertekad untuk sekolah dlu smp berhasil tp bleh tdk sy berdoa pd Alloh agar Dia mempertemukan cow it pd sy nanti ……..
November 21st, 2011 at 17:16
@puja rapita
Kita tidak tahu apakah menjadi istri dari laki-laki tersebut baik untuk kehidupan dunia dan akhirat ukhti nantinya. Maka lebih baik berdoa supaya Allah mendatangkan suami seorang laki-laki shalih yang terbaik untuk kehidupan dunia dan akhirat ukhti.
Atau jika ukhti ingin, bisa berdoa dengan menggantungkan pada Allah, misalnya:
“Ya Allah, jika berjodoh dengannya baik bagi kehidupan dunia dan akhiratku, maka mudahkanlah dia untuk menjadi suamiku. Tapi jika tidak, maka datangkanlah suami shalih yang lebih baik darinya. Engkau Maha Mengetahui dan aku adalah hamba-Mu yang bodoh. Hanya kepada-Mu aku memohon.”
November 22nd, 2011 at 10:12
bagus bngt
November 22nd, 2011 at 12:00
subahan allah artikel nya bagus,, saya menjadi taw cinta akan bertambah jika iman pun bertambah,,,
December 1st, 2011 at 13:09
ass,,,
ustad..bagaimana bila aq mencintai wanita yg tidak perawan lagi…
dia baru jujur setelah kami pacaran..dia berharap sayalah laki2 terbaik untuknya yang ia harapkan dalam do’anya.,,,dan aku juga sudah terlanjur mencintainya ustad… apa yang harus saya lakukan?? apakah saya menerima dia apa adanya dan memberikan dia kebahagiaan yang ia cari?? atau saya mundur dari masalah ini dan menghilangkan rasa cinta saya ustad??
December 1st, 2011 at 14:38
Assalamuálaikum Wr Wb.
Betul sekali,,,, Cinta manusia ituh tidaklah abadi,,,, kita harus terus mengkaji ilmu agama,,, karena dengan itulah pikiran daan hati kita terbuka,,,, Berjuang di dunia untuk akhirat!!!
December 1st, 2011 at 19:20
blum ada pengertian tetntang cinta sejati di atas, dan menurut saya yg namanya cinta sejati hanya ada 3,
1. cinta allah kepada hambanya
2. cinta nabi muhammad k pada umatnya
3. cinta orangtua k pada anaknya
karnaa cinta sejati adalah cinta yg akan membimbing kita ke dunia dan akhirat, bukan hanya dunia.,,.
December 3rd, 2011 at 01:06
@ Achmad Muzaqqi
Setiap cinta yang dibangun atas dasar cinta kepada Allah layak disebut cinta sejati.
December 3rd, 2011 at 21:11
subhanallah makasih atas ilmunya
December 8th, 2011 at 21:49
assalamu’alaikum. wr. wb.
ma’af seblumnya bang…?
dengan singkat saya ceritakan….
aku merasakan getaran dlam hatiku.
saya sudah istiharoh hasilnya isya’allah baik.
aku benar2 cinta dan sayang sama dia…
tapi kendalanya,dari sejak kenal saya gak pernah ketemu insya’allah tahun lebih.
cuma lewat Hp aja….
cuma anehnya hatiku selau ingat dia…sampai sekarang..
????????????????????????.solusinya
December 10th, 2011 at 16:01
saya ijin mengambil ayat” di atas salam mulia ^.^
Rio agus susanto di batam.
December 11th, 2011 at 09:30
@ Taufik Lubis
Perlu kami sampaikan beberapa poin diantaranya:
Pertama, pacaran termasuk perbuatan yang terlarang. Allah mengharamkan zina dan Allah melarang mendekatinya.
Kedua, carilah wanita yang baik akhlak dan agamanya niscaya Anda akan beruntung. Adapun jika seorang wanita memiliki masa lalu yang suram lantas dirinya telah bertaubat darinya maka hal ini tidaklah menghalanginya untuk mendapatkan laki-laki yang shalih.
Ketiga, banyak-banyaklah meminta petunjuk kepada Allah dengan berdoa salah satunya dengan lafadz berikut,
للَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْتَخِيْرُكَ بِعِلْمِكَ، وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ، وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ الْعَظِيْمِ، فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلاَ أَقْدِرُ، وَتَعْلَمُ وَلاَ أَعْلَمُ، وَأَنْتَ عَلاَّمُ الْغُيُوْبِ. اَللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا اْلأَمْرَ -وَيُسَمَّى حَاجَتَهُ- خَيْرٌ لِيْ فِيْ دِيْنِيْ وَمَعَاشِيْ وَعَاقِبَةِ أَمْرِيْ -أَوْ قَالَ: عَاجِلِهِ وَآجِلِهِ- فَاقْدُرْهُ لِيْ وَيَسِّرْهُ لِيْ ثُمَّ بَارِكْ لِيْ فِيْهِ، وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا اْلأَمْرَ شَرٌّ لِيْ فِيْ دِيْنِيْ وَمَعَاشِيْ وَعَاقِبَةِ أَمْرِيْ -أَوْ قَالَ: عَاجِلِهِ وَآجِلِهِ- فَاصْرِفْهُ عَنِّيْ وَاصْرِفْنِيْ عَنْهُ وَاقْدُرْ لِيَ الْخَيْرَ حَيْثُ كَانَ ثُمَّ أَرْضِنِيْ بِهِ)).
“Ya Allah, sesungguhnya aku meminta pilihan yang tepat kepadaMu dengan ilmu pengetahuanMu dan aku mohon kekuasaanMu (untuk mengatasi persoalanku) dengan kemahakuasaanMu. Aku mohon kepadaMu sesuatu dari anugerahMu Yang Maha Agung, sesungguhnya Engkau Mahakuasa, sedang aku tidak kuasa, Engkau mengetahui, sedang aku tidak mengetahuinya dan Engkau adalah Maha Mengetahui hal yang ghaib. Ya Allah, apabila Engkau mengetahui bahwa urusan ini (orang yang mempunyai hajat hendaknya menyebut persoalannya) lebih baik dalam agamaku, dan akibatnya terhadap diriku atau -Nabi Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: …di dunia atau akhirat- sukseskanlah untukku, mudahkan jalannya, kemudian berilah berkah. Akan tetapi apabila Engkau mengetahui bahwa persoalan ini lebih berbahaya bagiku dalam agama, perekonomian dan akibatnya kepada diriku, maka singkirkan persoalan tersebut, dan jauhkan aku daripadanya, takdirkan kebaikan untukku di mana saja kebaikan itu berada, kemudian berilah kerelaanMu kepadaku.”
December 13th, 2011 at 15:14
Subhanallaaaaah…terima kasih buat penulis…ini amat sangat bermanfaat..tidak menggurui dan benar2 ilmiah, dan islami…sehingga saya tidak khawatir u share ke orang2 yang saya kasihi…allah selalu memberkahi…aamiin….
December 14th, 2011 at 20:39
Ijin copy.
Untuk suami tersayang.semoga dpt memahami.
December 15th, 2011 at 05:10
assalamualaikum….
bagaimana pula kalau seseorang itu jatuh cinta kepada orang bukan islam?
December 15th, 2011 at 16:32
@ Syazwani
Wa’alaikumussalam,
Diajak masuk islam baru dinikahi.
December 18th, 2011 at 22:56
terima kasih.. yang sebanyak-banyaknya,,,
pengetahuan saya bertambah pada hari ini..
December 18th, 2011 at 23:50
Asslm..ustadz sy minta tolong jawaban nya,sy sedang dlm masalah yg besar dan sy sedang bingung hrs bgmn??sy sangat berharap jwban dr ustadz..
wktu itu setelah brkali2 putus cinta&sy memutuskan untk tdk mnyukai pria lg selain jodoh sy nntinya.sy brdoa pd Allah untuk menumbuhkn rasa suka hnya pd jodoh sy nantinya,lalu sy dpertemukn dgn pria secara tdk sengaja&sy merasakn cinta.karena sy tkut salah langkah benarkah yg sy rasa cinta karena Allah,sy mlaksanakan sholat istikhara&diberi petunjuk dia lah jodoh sy.dia mmng pria yg baik,taat pada agama.kami hnya brkomunikasi jarak jauh tanpa hubngn pacaran.
Sekitar setahun ato 2thn kemudian dia menyatakan akan menikahi sy,kami sdh mempersiapkan beberapa prlengkapan&sy sdh brtemu klrga besarnya.tiba2 mendekati acara lamaran calon suami sy memutuskan untuk mmbatalkan pernikahan tanpa alasan yg jelas,sy bingung ustadz sy hrs bgmn.??tp selama 2bln hubungan kami berakhir ini sy msh terus berdoa kpd Allah SWT,berharap ini hnya sebuah ujian untuk mmperkuat cinta kami jika sdh berumah tangga nanti karena sy yakin Allah SWT tdk mgkin mmbohongi sy lewat petunjuk2nya dr sholat2 trmasuk istikhara yg sy kerjakan..sesungguhnya Allah maha mendengar,maha mengetahui dan maha penolong.
December 20th, 2011 at 09:48
Assalaamu’alaykum….makasih untuk berbagi ilmunya ustadz.
ustadz, kalo misalkan kita cuma menyampaikan rasa cinta kita pada seseorang apa diperblehkan??? (kita tidak melakukan hubungan pacaran, atau apapun.. dan sampai sekarang hubungan itu layaknya tmen biasa, sms seperlunya..
mhn bantuannya ustadz, Nuhun
December 20th, 2011 at 13:53
mohon ditunjukkan bagaiman ciri-ciri cinta sejati tu dan bagaiman mendapatkannya karena cinta sejati pada saat zaman modern ni sangatlah susah untuk kita dapatkan yang ada cinta palsu dan penuh dengan kebohongan belaka.
jujur aku sangat mengharapkan cinta sejati agar hidup aku sempurna dan penuh kebagaian, aku juga tahu apa yang aku harapkan tu sama dengan apa yang semua harapkan. mohon bantuannya ya
December 20th, 2011 at 22:51
Wa’alaykumussalam warahmatullah wabarakatuh.
Menyampaikan cinta disampaikan setelah menikah dengan wanita yang dicintai. Jauhi segala bentuk zina (zina mata, zina hati, zina tangan, maupun zina kemaluan). Ada artikel menarik untuk direnungkan oleh kita semua: http://ustadzaris.com/pacaran-terselubung-via-chatting-dan-hp
December 21st, 2011 at 15:26
Assalamu’alaikum wr.wb …
Subhanallah, artikelnya sangat bermanfaat ..
izinnkan saya meng-copas ya ukh/akh =)
December 22nd, 2011 at 11:54
*) Saudaraku! Cintailah kekasihmu karena iman, amal sholeh serta akhlaqnya, agar cintamu abadi. Tidakkah anda mendambakan cinta yang senantiasa menghiasi dirimu walaupun anda telah masuk ke dalam alam kubur dan kelak dibangkitkan di hari kiamat? Tidakkah anda mengharapkan agar kekasihmu senantiasa setia dan mencintaimu walaupun engkau telah tua renta dan bahkan telah menghuni liang lahat?
kekasih… bukankah dalam islam ga ada istilah kekasih/pacaran?
mohon di jelaskan..
December 23rd, 2011 at 09:56
Assalamualaikum wr wb…………
alhamdulillah…insyaAllah
setelah membaca artikel ini, jawaban tentang pertanyaan di hati saya telah terjawab sempurna….
saya ingin mencintai dia tetapi tetap di jalan Allah…
December 25th, 2011 at 12:17
Asalamualaiakum wr wb…..
subhanallah…sunggu setelah saya baca,saya sangat menyukai artikel ini.
sangat banyak pelajaran yang di petik baik dari segi baik dan buruknya ,sunggu hatiku tersentu,
saya pernah menyukai seorang pria dari SMA dulu dia tman baikku sampai sekarang dan bergulirnya waktu kami sangat aik dala berteman mungkin dia tidak pernah tauh kalau saya dahulu pernah menyukainya karena di sangat sopan,baik, rama bisa dikatakan karena(Aklaknya)
tapi sekarang kami begitu jauh dan sangat sulit untuk bertemu, memang dahu kami sering bertemu tapi kalu ada keperluan saja, kami inggi memperbaiki hubungan kami dengan ta’aruf walau pun dia ada di padang dan saya sendiri adadi bengkulu saya rasa itu lebih bak untuk kami berdua,
semoga kami bisa menjadi teman hidup amin.
dansaya sekarang menjalani cinta lain tapi jujur saya tidak pernah mencintainya karena saya cua butuh perhatian saja.buat yang sekarang satya nmohon maaf
semoga artike in lebih banyak peminat untuk mebacanya biar tauh apa cita itu sebenarnya.
wasalam wr wb……
January 12th, 2012 at 08:56
Assalamu’alaikum..
Subhanallah , bagus nian artikelnya..
afwan , ijin share yaa :)
syukron katsir..
January 13th, 2012 at 21:51
makasi y ckup bgus saranya
January 24th, 2012 at 06:19
cinta sebuah anugerah..
January 25th, 2012 at 11:05
Assalamualaikum wb wr……….
subhanallah……saya sangat tersentuh hingga sempat meneteskan air mata dengan etrikel yang anda buat.dan alhamdulillah……saat ini saya telah mendapatkan cinta dan kebahagiaan yang saya harapkan pada keluarga kecil saya.
kepada orang yang menulis artikel ini terimakasih……..
Wassalamualaikum wb wr………
January 25th, 2012 at 13:24
memang best…saya suka… keep it up..
January 25th, 2012 at 15:30
Assalamu alaikum…
syukron jiddan…
bermanfaat banget tuh, for me…
ditunggu artikel selanjutnya…
January 25th, 2012 at 19:31
lalu bagaimana contoh cinta sejati yang baik dalam ajaran rosululloh<<
February 3rd, 2012 at 15:02
Subhanallah, begitu renyuh rasanya setelah membaca artikel ini.
ternyata betapa khilaf dan khalafnya aku selama ini dalam memilih cinta.
Besar harapan, Semoga suatu hari nanti saya mampu mendapatkan kekasih
yang saya cintai karena iman serta akhlaqulkarimahnya.
Aamiin YRB.
February 4th, 2012 at 00:41
subhanallah
izin share yah ..