Cinta Sejati Dalam Islam

Makna ‘Cinta Sejati’ terus dicari dan digali. Manusia dari zaman ke zaman seakan tidak pernah bosan membicarakannya. Sebenarnya? apa itu ‘Cinta Sejati’ dan bagaimana pandangan Islam terhadapnya? Alhamdulillah, …

8 450
appl

Makna ‘Cinta Sejati’ terus dicari dan digali. Manusia dari zaman ke zaman seakan tidak pernah bosan membicarakannya. Sebenarnya? apa itu ‘Cinta Sejati’ dan bagaimana pandangan Islam terhadapnya?

Alhamdulillah, sholawat dan salam semoga terlimpahkan kepada nabi Muhammad, keluarga dan sahabatnya.

Masyarakat di belahan bumi manapun saat ini sedang diusik oleh mitos ‘Cinta Sejati‘, dan dibuai oleh impian ‘Cinta Suci’. Karenanya, rame-rame, mereka mempersiapkan diri untuk merayakan hari cinta “Valentine’s Day”.

Pada kesempatan ini, saya tidak ingin mengajak saudara menelusuri sejarah dan kronologi adanya peringatan ini. Dan tidak juga ingin membicarakan hukum mengikuti perayaan hari ini. Karena saya yakin, anda telah banyak mendengar dan membaca tentang itu semua. Hanya saja, saya ingin mengajak saudara untuk sedikit menyelami: apa itu cinta? Adakah cinta sejati dan cinta suci? Dan cinta model apa yang selama ini menghiasi hati anda?

Seorang peneliti dari Researchers at National Autonomous University of Mexico mengungkapkan hasil risetnya yang begitu mengejutkan. Menurutnya: Sebuah hubungan cinta pasti akan menemui titik jenuh, bukan hanya karena faktor bosan semata, tapi karena kandungan zat kimia di otak yang mengaktifkan rasa cinta itu telah habis. Rasa tergila-gila dan cinta pada seseorang tidak akan bertahan lebih dari 4 tahun. Jika telah berumur 4 tahun, cinta sirna, dan yang tersisa hanya dorongan seks, bukan cinta yang murni lagi.

Menurutnya, rasa tergila-gila muncul pada awal jatuh cinta disebabkan oleh aktivasi dan pengeluaran komponen kimia spesifik di otak, berupa hormon dopamin, endorfin, feromon, oxytocin, neuropinephrine yang membuat seseorang merasa bahagia, berbunga-bunga dan berseri-seri. Akan tetapi seiring berjalannya waktu, dan terpaan badai tanggung jawab dan dinamika kehidupan efek hormon-hormon itu berkurang lalu menghilang. (sumber: www.detik.com Rabu, 09/12/2009 17:45 WIB).

Wah, gimana tuh nasib cinta yang selama ini anda dambakan dari pasangan anda? Dan bagaimana nasib cinta anda kepada pasangan anda? Jangan-jangan sudah lenyap dan terkubur jauh-jauh hari.

Anda ingin sengsara karena tidak lagi merasakan indahnya cinta pasangan anda dan tidak lagi menikmati lembutnya buaian cinta kepadanya? Ataukah anda ingin tetap merasakan betapa indahnya cinta pasangan anda dan juga betapa bahagianya mencintai pasangan anda?

Saudaraku, bila anda mencintai pasangan anda karena kecantikan atau ketampanannya, maka saat ini saya yakin anggapan bahwa ia adalah orang tercantik dan tertampan, telah luntur.

Bila dahulu rasa cinta anda kepadanya tumbuh karena ia adalah orang yang kaya, maka saya yakin saat ini, kekayaannya tidak lagi spektakuler di mata anda.

Bila rasa cinta anda bersemi karena ia adalah orang yang berkedudukan tinggi dan terpandang di masyarakat, maka saat ini kedudukan itu tidak lagi berkilau secerah yang dahulu menyilaukan pandangan anda.

Saudaraku! bila anda terlanjur terbelenggu cinta kepada seseorang, padahal ia bukan suami atau istri anda, ada baiknya bila anda menguji kadar cinta anda. Kenalilah sejauh mana kesucian dan ketulusan cinta anda kepadanya. Coba anda duduk sejenak, membayangkan kekasih anda dalam keadaan ompong peyot, pakaiannya compang-camping sedang duduk di rumah gubuk yang reot. Akankah rasa cinta anda masih menggemuruh sedahsyat yang anda rasakan saat ini?

Para ulama’ sejarah mengisahkan, pada suatu hari Abdurrahman bin Abi Bakar radhiallahu ‘anhu bepergian ke Syam untuk berniaga. Di tengah jalan, ia melihat seorang wanita berbadan semampai, cantik nan rupawan bernama Laila bintu Al Judi. Tanpa diduga dan dikira, panah asmara Laila melesat dan menghujam hati Abdurrahman bin Abi Bakar radhiallahu ‘anhu. Maka sejak hari itu, Abdurrahman radhiallahu ‘anhu mabok kepayang karenanya, tak kuasa menahan badai asmara kepada Laila bintu Al Judi. Sehingga Abdurrahman radhiallahu ‘anhu sering kali merangkaikan bair-bait syair, untuk mengungkapkan jeritan hatinya. Berikut di antara bait-bait syair yang pernah ia rangkai:

Aku senantiasa teringat Laila yang berada di seberang negeri Samawah
Duhai, apa urusan Laila bintu Al Judi dengan diriku?
Hatiku senantiasa diselimuti oleh bayang-bayang sang wanita
Paras wajahnya slalu membayangi mataku dan menghuni batinku.
Duhai, kapankah aku dapat berjumpa dengannya,
Semoga bersama kafilah haji, ia datang dan akupun bertemu.

Karena begitu sering ia menyebut nama Laila, sampai-sampai Khalifah Umar bin Al Khattab radhiallahu ‘anhu merasa iba kepadanya. Sehingga tatkala beliau mengutus pasukan perang untuk menundukkan negeri Syam, ia berpesan kepada panglima perangnya: bila Laila bintu Al Judi termasuk salah satu tawanan perangmu (sehingga menjadi budak), maka berikanlah kepada Abdurrahman radhiallahu ‘anhu. Dan subhanallah, taqdir Allah setelah kaum muslimin berhasil menguasai negeri Syam, didapatkan Laila termasuk salah satu tawanan perang. Maka impian Abdurrahmanpun segera terwujud. Mematuhi pesan Khalifah Umar radhiallahu ‘anhu, maka Laila yang telah menjadi tawanan perangpun segera diberikan kepada Abdurrahman radhiallahu ‘anhu.

Anda bisa bayangkan, betapa girangnya Abdurrahman, pucuk cinta ulam tiba, impiannya benar-benar kesampaian. Begitu cintanya Abdurrahman radhiallahu ‘anhu kepada Laila, sampai-sampai ia melupakan istri-istrinya yang lain. Merasa tidak mendapatkan perlakuan yang sewajarnya, maka istri-istrinya yang lainpun mengadukan perilaku Abdurrahman kepada ‘Aisyah istri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang merupakan saudari kandungnya.

Menyikapi teguran saudarinya, Abdurrahman berkata: “Tidakkah engkau saksikan betapa indah giginya, yang bagaikan biji delima?”

Akan tetapi tidak begitu lama Laila mengobati asmara Abdurrahman, ia ditimpa penyakit yang menyebabkan bibirnya “memble” (jatuh, sehingga giginya selalu nampak). Sejak itulah, cinta Abdurrahman luntur dan bahkan sirna. Bila dahulu ia sampai melupakan istri-istrinya yang lain, maka sekarang iapun bersikap ekstrim. Abdurrahman tidak lagi sudi memandang Laila dan selalu bersikap kasar kepadanya. Tak kuasa menerima perlakuan ini, Lailapun mengadukan sikap suaminya ini kepada ‘Aisyah radhiallahu ‘anha. Mendapat pengaduan Laila ini, maka ‘Aisyahpun segera menegur saudaranya dengan berkata:

يا عبد الرحمن لقد أحببت ليلى وأفرطت، وأبغضتها فأفرطت، فإما أن تنصفها، وإما أن تجهزها إلى أهلها، فجهزها إلى أهلها.

“Wahai Abdurrahman, dahulu engkau mencintai Laila dan berlebihan dalam mencintainya. Sekarang engkau membencinya dan berlebihan dalam membencinya. Sekarang, hendaknya engkau pilih: Engkau berlaku adil kepadanya atau engkau mengembalikannya kepada keluarganya. Karena didesak oleh saudarinya demikian, maka akhirnya Abdurrahmanpun memulangkan Laila kepada keluarganya. (Tarikh Damaskus oleh Ibnu ‘Asakir 35/34 & Tahzibul Kamal oleh Al Mizzi 16/559)

Bagaimana saudaraku! Anda ingin merasakan betapa pahitnya nasib yang dialami oleh Laila bintu Al Judi? Ataukah anda mengimpikan nasib serupa dengan yang dialami oleh Abdurrahman bin Abi Bakar radhiallahu ‘anhu?(1)

Tidak heran bila nenek moyang anda telah mewanti-wanti anda agar senantiasa waspada dari kenyataan ini. Mereka mengungkapkan fakta ini dalam ungkapan yang cukup unik: Rumput tetangga terlihat lebih hijau dibanding rumput sendiri.

Anda penasaran ingin tahu, mengapa kenyataan ini bisa terjadi?

Temukan rahasianya pada sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berikut ini:

الْمَرْأَةُ عَوْرَةٌ فَإِذَا خَرَجَتِ اسْتَشْرَفَهَا الشَّيْطَانُ. رواه الترمذي وغيره

“Wanita itu adalah aurat (harus ditutupi), bila ia ia keluar dari rumahnya, maka setan akan mengesankannya begitu cantik (di mata lelaki yang bukan mahramnya).” (Riwayat At Tirmizy dan lainnya)

Orang-orang Arab mengungkapkan fenomena ini dengan berkata:

كُلُّ مَمْنُوعٍ مَرْغُوبٌ

Setiap yang terlarang itu menarik (memikat).

Dahulu, tatkala hubungan antara anda dengannya terlarang dalam agama, maka setan berusaha sekuat tenaga untuk mengaburkan pandangan dan akal sehat anda, sehingga anda hanyut oleh badai asmara. Karena anda hanyut dalam badai asmara haram, maka mata anda menjadi buta dan telinga anda menjadi tuli, sehingga andapun bersemboyan: Cinta itu buta. Dalam pepatah arab dinyatakan:

حُبُّكَ الشَّيْءَ يُعْمِي وَيُصِمُّ

Cintamu kepada sesuatu, menjadikanmu buta dan tuli.

Akan tetapi setelah hubungan antara anda berdua telah halal, maka spontan setan menyibak tabirnya, dan berbalik arah. Setan tidak lagi membentangkan tabir di mata anda, setan malah berusaha membendung badai asmara yang telah menggelora dalam jiwa anda. Saat itulah, anda mulai menemukan jati diri pasangan anda seperti apa adanya. Saat itu anda mulai menyadari bahwa hubungan dengan pasangan anda tidak hanya sebatas urusan paras wajah, kedudukan sosial, harta benda. Anda mulai menyadari bahwa hubungan suami-istri ternyata lebih luas dari sekedar paras wajah atau kedudukan dan harta kekayaan. Terlebih lagi, setan telah berbalik arah, dan berusaha sekuat tenaga untuk memisahkan antara anda berdua dengan perceraian:

فَيَتَعَلَّمُونَ مِنْهُمَا مَا يُفَرِّقُونَ بِهِ بَيْنَ الْمَرْءِ وَزَوْجِهِ. البقرة 102

“Maka mereka mempelajari dari Harut dan Marut (nama dua setan) itu apa yang dengannya mereka dapat menceraikan (memisahkan) antara seorang (suami) dari istrinya.” (Qs. Al Baqarah: 102)

Mungkin anda bertanya, lalu bagaimana saya harus bersikap?

Bersikaplah sewajarnya dan senantiasa gunakan nalar sehat dan hati nurani anda. Dengan demikian, tabir asmara tidak menjadikan pandangan anda kabur dan anda tidak mudah hanyut oleh bualan dusta dan janji-janji palsu.

Mungkin anda kembali bertanya: Bila demikian adanya, siapakah yang sebenarnya layak untuk mendapatkan cinta suci saya? Kepada siapakah saya harus menambatkan tali cinta saya?

Simaklah jawabannya dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

تُنْكَحُ الْمَرْأَةُ لأَرْبَعٍ لِمَالِهَا وَلِحَسَبِهَا وَجَمَالِهَا وَلِدِينِهَا ، فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّينِ تَرِبَتْ يَدَاكَ. متفق عليه

“Biasanya, seorang wanita itu dinikahi karena empat alasan: karena harta kekayaannya, kedudukannya, kecantikannya dan karena agamanya. Hendaknya engkau menikahi wanita yang taat beragama, niscaya engkau akan bahagia dan beruntung.” (Muttafaqun ‘alaih)

Dan pada hadits lain beliau bersabda:

إِذَا خَطَبَ إِلَيْكُمْ مَنْ تَرْضَوْنَ دِينَهُ وَخُلُقَهُ فَزَوِّجُوهُ إِلاَّ تَفْعَلُوا تَكُنْ فِتْنَةٌ فِى الأَرْضِ وَفَسَادٌ عَرِيضٌ. رواه الترمذي وغيره.

“Bila ada seorang yang agama dan akhlaqnya telah engkau sukai, datang kepadamu melamar, maka terimalah lamarannya. Bila tidak, niscaya akan terjadi kekacauan dan kerusakan besar di muka bumi.” (Riwayat At Tirmizy dan lainnya)

Cinta yang tumbuh karena iman, amal sholeh, dan akhlaq yang mulia, akan senantiasa bersemi. Tidak akan lekang karena sinar matahari, dan tidak pula luntur karena hujan, dan tidak akan putus walaupun ajal telah menjemput.

الأَخِلاَّء يَوْمَئِذٍ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ إِلاَّ الْمُتَّقِينَ. الزخرف 67

“Orang-orang yang (semasa di dunia) saling mencintai pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertaqwa.” (Qs. Az Zukhruf: 67)

Saudaraku! Cintailah kekasihmu karena iman, amal sholeh serta akhlaqnya, agar cintamu abadi. Tidakkah anda mendambakan cinta yang senantiasa menghiasi dirimu walaupun anda telah masuk ke dalam alam kubur dan kelak dibangkitkan di hari kiamat? Tidakkah anda mengharapkan agar kekasihmu senantiasa setia dan mencintaimu walaupun engkau telah tua renta dan bahkan telah menghuni liang lahat?

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

ثَلاَثٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ وَجَدَ حَلاَوَةَ الإِيمَانِ: أَنْ يَكُونَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا سِوَاهُمَا، وَأَنْ يُحِبَّ الْمَرْءَ لاَ يُحِبُّهُ إِلاَّ لِلَّهِ، وَأَنْ يَكْرَهَ أَنْ يَعُودَ فِى الْكُفْرِ كَمَا يَكْرَهُ أَنْ يُقْذَفَ فِى النَّارِ. متفق عليه

“Tiga hal, bila ketiganya ada pada diri seseorang, niscaya ia merasakan betapa manisnya iman: Bila Allah dan Rasul-Nya lebih ia cintai dibanding selain dari keduanya, ia mencintai seseorang, tidaklah ia mencintainya kecuali karena Allah, dan ia benci untuk kembali kepada kekufuran setelah Allah menyelamatkan dirinya, bagaikan kebenciannya bila hendak diceburkan ke dalam kobaran api.” (Muttafaqun ‘alaih)

Saudaraku! hanya cinta yang bersemi karena iman dan akhlaq yang mulialah yang suci dan sejati. Cinta ini akan abadi, tak lekang diterpa angin atau sinar matahari, dan tidak pula luntur karena guyuran air hujan.

Yahya bin Mu’az berkata: “Cinta karena Allah tidak akan bertambah hanya karena orang yang engkau cintai berbuat baik kepadamu, dan tidak akan berkurang karena ia berlaku kasar kepadamu.” Yang demikian itu karena cinta anda tumbuh bersemi karena adanya iman, amal sholeh dan akhlaq mulia, sehingga bila iman orang yang anda cintai tidak bertambah, maka cinta andapun tidak akan bertambah. Dan sebaliknya, bila iman orang yang anda cintai berkurang, maka cinta andapun turut berkurang. Anda cinta kepadanya bukan karena materi, pangkat kedudukan atau wajah yang rupawan, akan tetapi karena ia beriman dan berakhlaq mulia. Inilah cinta suci yang abadi saudaraku.

Saudaraku! setelah anda membaca tulisan sederhana ini, perkenankan saya bertanya: Benarkah cinta anda suci? Benarkah cinta anda adalah cinta sejati? Buktikan saudaraku…

Wallahu a’alam bisshowab, mohon maaf bila ada kata-kata yang kurang berkenan atau menyinggung perasaan.

***

Ustadz Muhammad Arifin Badri, M.A.
Dipublikasi ulang dari www.pengusahamuslim.com

Footnote:

1) Saudaraku, setelah membaca kisah cinta sahabat Abdurrahman bin Abi Bakar ini, saya harap anda tidak berkomentar atau berkata-kata buruk tentang sahabat Abdurrahman bin Abi Bakar. Karena dia adalah salah seorang sahabat nabi, sehingga memiliki kehormatan yang harus anda jaga. Adapun kesalahan dan kekhilafan yang terjadi, maka itu adalah hal yang biasa, karena dia juga manusia biasa, bisa salah dan bisa khilaf. Amal kebajikan para sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam begitu banyak sehingga akan menutupi kekhilafannya. Jangan sampai anda merasa bahwa diri anda lebih baik dari seseorang apalagi sampai menyebabkan anda mencemoohnya karena kekhilafan yang ia lakukan. Disebutkan pada salah satu atsar (ucapan seorang ulama’ terdahulu):

مَنْ عَيَّرَ أَخَاهُ بِذَنْبٍ مَنْ عَابَهُ بِهِ لَمْ يَمُتْ حَتَّى يَعْمَلَهُ

“Barang siapa mencela saudaranya karena suatu dosa yang ia lakukan, tidaklah ia mati hingga terjerumus ke dalam dosa yang sama.”

Muhammad Arifin Baderi

Doktor lulusan Universitas Islam Madinah, Arab Saudi. Pendidikan S1, S2, dan S3 beliau diselesaikan di jurusan yang sama, yaitu jurusan Fikih, Fakultas Syariah. Beliau adalah pembina Komunitas Pengusaha Muslim Indonesia (KPMI), pengasuh milis Syariah PM-Fatwa, majalah Pengusaha Muslim, dan website PengusahaMuslim.com

Latest posts by Muhammad Arifin Baderi (see all)

Sebarkan!
9985 107 0 0 0 535
In this article

Ada pertanyaan?

450 comments

  1.    Reply

    ijin share…

  2.    Reply

    izin share ya…

  3.    Reply

    assalamu’alaikum

    izin share ..tuk berbagi dngn teman2 ya ustadh

  4.    Reply

    Assallam muala ikum…SubhanAllah tulisan yang indah dan nasehat yg bagus..izin share ya pak Ustadz ?

  5.    Reply

    minta izin share,,, syukran qabla wa ba’daha

  6.    Reply

    setelah saya baca artikel ini,buat saya setidaknya mengerti dan memahami arti dan makna cinta….Alhamdullillah

  7.    Reply

    As. Sykuran atas nasehatnya … semoga Allah swt menunjuki kita kejalan yang diridhoi-Nya. Ws

  8.    Reply

    assalamu alaikum,,,,sungguh indah artikelx…
    izin copas ya,,,buat bagi2 ke teman…
    alhamdulillah jazaakalloh khoiroh..

  9.    Reply

    mohon ijin share” Subhanallah Kita harus mengambil pelajaran dari kisah diatas” Semoga kita semua bisa mengartikan cinta yang sebenarnya yaitu mencintai sesuatu harus dengan niat karena ALLAH SWT” Afwan……Syukron

  10.    Reply

    Setelah Membaca Tulisan dari Pak Ustadz ..
    Rasanya hati ini menangis..dan ingin memperbaiki hati yang telah lama kelam di tutup Setan………

    Jikalau boleh saya meminta kepada Pak Ustadz untuk memetik tulisan ini untuk dijadikan ingatan dan pedoman hidup tentang cinta….

    Subhanallah….Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarokatu…

  11.    Reply

    Assalamu’alaikum izin copas untuk di share. jazakallah. dua jempol untuk pembuat artikel. InsyaAllah bermanfaat untuk saya dan teman2.

  12.    Reply

    cinta sejati hanya pada allah,

  13.    Reply

    Assalamualaikum…
    mo ijin tuk di share…
    Makasih

  14.    Reply

    ijin kopas

  15.    Reply

    Asik bngt mksih

  16.    Reply

    assalamu ‘alaikum……….

    ustad artikelnya bagus banget…………..
    jujur saya jd tahu,dan insyaallah saya akan mengamalkannya……….

  17.    Reply

    Critany bagus skali

  18.    Reply

    Aku ingin mengomentari situs ini.Situs ini sangat menarik. Tapi, Bagaiman dalam situs ini ada sesi curhat,,tapi, bersifat rahasia.jika ada perkembangan dalam sesi curhat tersebut atau ada dampak positif dari salah satu orang yang curhat, situs ini bisa memuat dalam cerita yang mungkin, muslim dan muslimah dapat mengambil hikmah.Syukron

  19.    Reply

    Assalamu’alaikum…
    artikel yang bagus…
    =)

  20.    Reply

    mencintai org yang mampu membimbing kita ke jalan yang diredhai..jalan yg mencintai Allah..biar kecewa byk kali..InsyaAALLAH..tdk akn pnah brsangka buruk kepada ALLAH..
    Dia sentiasa memberikan yg terbaik…

  21.    Reply

    terimakasih untuk penerang hatinya.
    semoga setalah membaca ini makin membuat saya mantap untuk memilih jalan mencintai Allah dibandingkan mencintai mahluknnya yang sering membuat saya kecewa…amin.

  22.    Reply

    Allah Akbar,,,
    Maha suci Allah.
    smga kita bsa mnjga cinta kita,Cinta Sjati hanya untk Allah,,,
    Dan smga cinta kepada sesama tdakkn mlbihi cinta kepadaNya
    Nice artikel,,,(^_^)
    Mkcieh bwat ilmuX

  23.    Reply

    Assalamualaikum…
    Ana suka banget ama artikel ne…. zin share di FB ya…. Syukron.

  24.    Reply

    subahanallah… sukaaa bangeeet…. semoga kita dapat banyak belajar.. n semakin mengenal Allah …. ^_^

  25.    Reply

    Izin share ya Pak..Terima kasih

  26.    Reply

    Syukron pencerahannya pak..
    Izin copy ea pak bwt tmen2 byr ikt baca smw,sxli lg syukron

  27.    Reply

    izin copy ya..
    jazakillahu khair

  28.    Reply

    assalamualaikum w.b.t..
    mohon izin utk share..syukran alaik~

  29.    Reply

    assalamu’alaikum uztad.saya sangat terharu dg nasuhat uztad,saya pnah nerasakan tergila2 kpada seorng ikhwan,shg cinta yg saya anngap itu suci tlah hancur dgn ketidak jujuran dan tamggung kawabnya uztad.saya sangat patah arang ktika saya membaca sbuah buku.buku karangan salim A. fillah tlah memberi pengajaran trehadap saya.bahwa nikmat pacaran setelah menikah lebih agung dimata ALLAH azza wa jalla dari pada bduan dg sorng yg blum halal bgiq.
    saya moho doanya agar tetep istiqomqh&sabar dlm mnunggu dia.dng menambah iman&taqwa.
    amin.
    jazzakallah khairan

  30.    Reply

    assalamu’alaikum
    izin share diFB ya Uztadz…
    jazaakumullah khairaa

  31.    Reply

    assalamualaikum… izin copy ya untuk berbagi dengan teman” rohis

  32.    Reply

    Jazakallahu khoiron katsiron atas pencerahannya..
    ijin copas ustadz…

  33.    Reply

    laa khaula wa laa quwwata illaa billah

    tulisan tersebut sungguh indah, apalagi kisahnya…
    bagaimana kalau cinta sejati hanya untuk Allah ta’ala?

  34.    Reply

    nice posting….
    izin copas bos…

  35.    Reply

    assalamualaikum
    izin untuk di sebarkan

  36.    Reply

    ijin share ustadz. jazakallah.

  37.    Reply

    kalo kita cinta seseorang dan ingin membantu orang itu lebih baik lagi terutama dalam urusan agama tapi orang itu tidak mau terima karena “ego”, kita harus harus gimana???
    share yaaa…
    Syukron

  38.    Reply

    Semoga Allah memberi cinta-Nya kepada kita semua..

  39.    Reply

    jangan pernah terjebak dengan cinta yang pada akhirnya hanya akan membawamu pada kesengsaraan hidup didunia dan akhirat,,,

  40.    Reply

    assalamu’alaikum….ijin tuk berbagi ke teman2 di FB ya ustadz

  41.    Reply

    Assamualaikum….
    Subhanalloh….betapa Agung Engkau y Rabb…semoga kasih sayang yg kami miliki tdk membutakan kami…dan sadarkan kami dg petunjuk drMu…
    ijin copas untk berbagi dg teman yg laen…
    syukron…

  42.    Reply

    Allhamdulilah..saia dpt pencerahan tentang cinta yg sebenarnya,sa’at orang-orang memuja CINTA terima kasih

  43.    Reply

    @ Ustadz M Arifin Badri

    >>> Antum ternyata bisa romantis juga ya… ^__^

  44.    Reply

    jazakallahu khoiron. gimana kalo cinta seseorang pa suaminya berkurang karena sebagian akhlak suaminya menyakitkan hatinya ? sulit untuk melupakannya walau sudah memaafkan, sehingga keberadaannya di rumah suaminya hanya tertahan oleh kewajiban mengurus anak-anak dan rumah tangga ? mohon nasehatnya agar cinta bersemi kembali.

  45.    Reply

    subhanalloh,barakallahulalaka ya ustd artikel y bagus sekali sekaligus merupakan nasehat buat saya agar tdk melampaui batas dlm mencintai sesuatu,cinta sejati cinta y halal y mrpkan obat penawar y mengantar kepda kebahagian dunia dan akhirat dan bukan seblknya mendatangkn kemurkaan dan adzab,ijin share…

  46.    Reply

    wah…bagus sekali tulisan ini.!benar-benar membuka pikiran kita.terimakasih atas ilmunya.
    Semoga kta selalu mendapatkan cinta yang suci dan sejati.Amien……

  47.    Reply

    Assalamu’alaykum … izin copas ya…. utk berbagi dgn teman2…syukron

  48.    Reply

    Assalamu’alaikum…

    Kisah sahabat tu sahih ke?

  49.    Reply

    semoga dengan membaca artikel ini kita bisa mengetahui dan menilai diri kita terhadap perasaan cinta yang kita miliki,
    apakah cinta yang ada di dalam hati kita kepada apa yang kita cintai itu cinta yang betul-betul karena Allah, atau hanya sekedar cinta buta saja

  50.    Reply

    jazakalloh pencerahanya, mungkin belum terlambat bila ingin membenahi niat kita, bagi yg sudah berkelurga, minta ijin untuk share