Cantiknya Bidadari…

Sekiranya salah seorang bidadari surga datang ke dunia, pasti ia akan menyinari langit dan bumi dan memenuhi antara langit dan bumi dengan aroma yang harum semerbak. Sungguh tutup kepala salah seorang wanita surga itu lebih baik daripada dunia dan seisinya." (HR. Bukhari dan Muslim)

242 151

Penulis: Ummu Ziyad Fransiska Mustikawati dan Ummu Rumman Siti Fatimah
Muroja’ah: Ust. Aris Munandar

Terheran-heran. Tapi itulah kenyataan. Seseorang  – yang mungkin dengan mudahnya – melepas jilbabnya dan merasa enjoy mempertontonkan kecantikannya. Entah dengan alasan apa, kepuasan pribadi, materi dunia, popularitas yang semuanya berujung pada satu hal, yaitu hawa nafsu yang tak terbelenggu.

Padahal… nun di surga sana, terdapat makhluk yang begitu cantik yang belum pernah seorang pun melihat ada makhluk secantik itu. Dan mereka sangat pemalu dan terjaga sehingga kecantikan mereka hanya dinikmati oleh suami-suami mereka di surga.

Berikut ini adalah kumpulan ayat dan hadits yang menceritakan tentang para bidadari surga.

Harumnya Bidadari

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sekiranya salah seorang bidadari surga datang ke dunia, pasti ia akan menyinari langit dan bumi dan memenuhi antara langit dan bumi dengan aroma yang harum semerbak. Sungguh tutup kepala salah seorang wanita surga itu lebih baik daripada dunia dan seisinya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Kecantikan Fisik

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Rombongan yang pertama masuk surga adalah dengan wajah bercahaya bak rembulan di malam purnama. Rombongan berikutnya adalah dengan wajah bercahaya seperti bintang-bintang yang berkemilau di langit. Masing-masing orang di antara mereka mempunyai dua istri, dimana sumsum tulang betisnya kelihatan dari balik dagingnya. Di dalam surga nanti tidak ada bujangan.” (HR. Bukhari dan Muslim)

كَذَلِكَ وَزَوَّجْنَاهُم بِحُورٍ عِينٍ

“Demikianlah. Dan Kami berikan kepada mereka bidadari.” (Qs. Ad-Dukhan: 54)

Abu Shuhaib al-Karami mengatakan, “Yang dimaksud dengan hur adalah bentuk jamak dari  haura, yaitu wanita muda yang cantik jelita dengan kulit yang putih dan dengan mata yang sangat hitam. Sedangkan arti ‘ain adalah wanita yang memiliki mata yang indah.

Al-Hasan berpendapat bahwa haura adalah wanita yang memiliki mata dengan putih mata yang sangat putih dan hitam mata yang sangat hitam.

Sopan dan Pemalu

Allah Subhanahu wa Ta’ala menyifati bidadari dengan “menundukkan pandangan” pada tiga tempat di Al-Qur’an, yaitu:

“Di dalam surga, terdapat bidadari-bidadari-bidadari yang sopan, yang menundukkan pandangannya, tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni surga yang menjadi suami mereka) dan tidak pula oleh jin. Maka nikmat Rabb-mu yang manakah yang kamu dustakan? Seakan-akan biadadari itu permata yakut dan marjan.” (Qs. Ar-Rahman: 56-58)

“Di sisi mereka ada bidadari-bidadari yang tidak liar pandangannya dan jelita matanya.” (Qs. Ash-Shaffat: 48)

“Dan pada sisi mereka (ada bidadari-bidadari) yang tidak liar pandangannya dan sebaya umurnya.”

Seluruh ahli tafsir sepakat bahwa pandangan para bidadari surgawi hanya tertuju untuk suami mereka, sehingga mereka tidak pernah melirik lelaki lain.

Putihnya Bidadari

Allah Ta’ala berfirman, “Seakan-akan bidadari itu permata yakut dan marjan.” (Qs. ar-Rahman: 58)

al-Hasan dan mayoritas ahli tafsir lainnya mengatakan bahwa yang dimaksudkan adalah bidadari-bidadari surga itu sebening yaqut dan seputih marjan.

Allah juga menyatakan,“(Bidadari-bidadari) yang jelita, putih bersih dipingit dalam kemah.” (Qs. Ar-Rahman: 72)

Maksudnya mereka itu dipingit hanya diperuntukkan bagi para suami mereka, sedangkan orang lain tidak ada yang melihat dan tidak ada yang tahu. Mereka berada di dalam kemah.

Baiklah…ini adalah sedikit gambaran yang Allah berikan tentang bidadari di surga. Karena bagaimanapun gambaran itu, maka manusia tidak akan bisa membayangkan sesuai rupa aslinya, karena sesuatu yang berada di surga adalah sesuatu yang tidak/belum pernah kita lihat di dunia ini.

Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, mengatakan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Allah Azza wa Jalla berfirman, “Aku siapkan bagi hamba-hamba-Ku yang shalih sesuatu yang tidak pernah dilihat oleh mata, tidak pernah didengar oleh telinga dan tidak pernah terlintas oleh pikiran.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Setelah mengetahui sifat fisik dan akhlak bidadari, maka bukan berarti bidadari lebih baik daripada wanita surga. Sesungguhnya wanita-wanita surga memiliki keutamaan yang sedemikian besar, sebagaimana disebutkan dalam hadits,

“Sungguh tutup kepala salah seorang wanita surga itu lebih baik daripada dunia dan seisinya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dan lagi, seorang manusia telah Allah ciptakan dengan sebaik-baik rupa,

“Dan manusia telah diciptakan dengan sebaik-baik rupa.” (Qs. At-Tiin: 4)

Dari Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha, ia berkata, “Saya bertanya, “Wahai Rasulullah, manakah yang lebih utama, wanita dunia ataukah bidadari yang bermata jeli?”

Beliau shallallahu’‘alaihi wa sallam menjawab, “Wanita-wanita dunia lebih utama daripada bidadari-bidadari yang bermata jeli, seperti kelebihan apa yang tampak daripada apa yang tidak tampak.”

Saya bertanya, “Karena apa wanita dunia lebih utama daripada mereka?”

Beliau menjawab, “Karena shalat mereka, puasa dan ibadah mereka kepada Allah. Allah meletakkan cahaya di wajah mereka, tubuh mereka adalah kain sutra, kulitnya putih bersih, pakaiannya berwarna hijau, perhiasannya kekuning-kuningan, sanggulnya mutiara dan sisirnya terbuat dari emas. Mereka berkata, ‘Kami hidup abadi dan tidak mati, kami lemah lembut dan tidak jahat sama sekali, kami selalu mendampingi dan tidak beranjak sama sekali, kami ridha dan tidak pernah bersungut-sungut sama sekali. Berbahagialah orang yang memiliki kami dan kami memilikinya.’.” (HR. Ath Thabrani)

Subhanallah. Betapa indahnya perkataan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sebuah perkataan yang seharusnya membuat kita, wanita dunia, menjadi lebih bersemangat dan bersungguh-sungguh untuk menjadi wanita shalihah. Berusaha untuk menjadi sebaik-baik perhiasan. Berusaha dengan lebih keras untuk bisa menjadi wanita penghuni surga..

Nah, tinggal lagi, apakah kita mau berusaha menjadi salah satu dari wanita penghuni surga?

Maraji':
Mukhtashor Hadil al-Arwah ila Bilad al-Afrah (Tamasya ke Surga) (terj), Ibnu Qoyyim al-Jauziyyah.

***

Artikel muslimah.or.id

Sebarkan!
2315 200 0 0 0 58
In this article

Ada pertanyaan?

151 comments

  1.    Reply

    subhanaallah…sungguh mempesoan bidadari surga,,,
    saya ijin copas yah,,syukron ^^

  2.    Reply

    alngkah bahagianya kehidupan sesorang yanh memenuhi apa yang ia ikuti dalam petunjuk agama dengan baik…..!

  3.    Reply

    ijin copas, syukran,

  4.    Reply

    sudah sempurnakah ahlaqku untuk jadi penghuni surga?

  5.    Reply

    maaf, saya sebarkan di Facebook ya…..

  6.    Reply

    subhanaallah, Ya Allah jadikanlah hambamu ini menjadi salah satu dari para wanita surga itu, amien….

  7.    Reply

    Alhamdulillah… artikel yang baik..
    ana bersyukur bangat jadi muslimah…
    begitu sayangnya Allah kepada hambaNya..

    mohon ijin disebarkan… dalam islam ilmu yang baik
    lebih tambah baiknya jika diperluaskan skopnya..
    semoga yang menulis mendapat rahmat Ilahi..
    yang menyebarnya juga menumpang tempiasnya,…

    amin

  8.    Reply

    ‘afwan,ana ijin copy dan share artikel2 di web ini boleh???

  9.    Reply

    Ya ALLAH Aku bergetar….aku rindu…..

  10.    Reply

    afwan,ijin copas..jazakumullah khair

  11.    Reply

    Subhanallah….
    Cantiknya bidadari itu…

  12.    Reply

    Af1.. izin copas..

  13.    Reply

    Ana izin copas ya..

  14.    Reply

    nuhun informasinya,,,
    jadi buat renungan….:-)

  15.    Reply

    Sobhanallah
    walau menjadi wanita surga itu sulit dizaman sekarang,
    Tetapi mudah”an Allah selalu menuntun aq untuk selalu dalam
    peganganNYA dan menuntun muslimah untuk menjadi bidadari surga
    Amin… ^-^

  16.    Reply

    Subhanallah….!!

  17.    Reply

    bismillah…
    mba, izin share di FB
    jazakumallah khairaa

  18.    Reply

    Ak makin semangat untk lbh baik..Mau seperti apapun anggapan.Laa haulawala kuwwata illaa billah

  19.    Reply

    Wah… Subhanallah…
    Artikel ini membuat aku lebih dan lebih untuk menjadi wanita remaja yang sholehah… Dengan ini, insya Allah aku memperoleh motivasi yang membuat hatiku selalu tentram dan damai dalam lindungan Allah…
    Thanks…
    Em… aku harap artikel selanjutnya bersangkutan dengan kehidupan para remaja…
    Thanks again… ^^

  20.    Reply

    Subhanallah

  21.    Reply

    Masya Allah, ayo para muslimah berjuang bersama tuk jd wanita surga,
    ohya mu nanya bagaimana tata cara ta’aruf dalam islam?,
    krn ilmu saya masih sedikit, kl ada yg pnya linknya jg bleh?, bkankan salah satu cara menjadi wanita surga adl menjga pndangan.
    mhon jwbnnya, jzkilah khoiron katsiron.

  22.    Reply

    Sesungguhnya kehidupan dunia ini hanya sementara, kenapa kita tidak menggapai akhirat nan kekal, dimana para bidadari telah disediakan bagi orang yang taat kepada-Nya…

  23.    Reply

    semoga kita termasuk di dalamnya Amien

  24.    Reply

    Subhanallah..

  25.    Reply

    SUBHANALLAH…Semoga aku bs secantik bidadari…AMIN YA RABB..

  26.    Reply

    ijin copy yaaa…terimakasih

  27.    Reply

    mudah-mudahan,aku kamu dan kita semua menjadi bidadari surga kesayangan Allah.amin

  28.    Reply

    ijin share yua….

  29.    Reply

    SubHanaLLoh….

    Izin Copy yaa!!!!
    mao ana share Lagi sma saudari” yaNg LaiN..
    sMoga bsa Tambah B’Manfaat….
    maKasih …
    ^_^

  30.    Reply

    Ass. Wr. Wb. Membaca artikel ummu hati ini terasa damai. Selama ini saya selalu merasa cemburu, bhkn srg menangis bila mndengar ceramah bahwa Allah menciptakan bidadari utk jd pendamping suami kita nanti di surga. Bidadari yg sdh lama menunggunya, cantik, lemah lembut & sangat mencintainya. Bidadari yg ikut mengutuk kita bila kita menyakiti suami kita. Saya sgt cemburu mndengarnya.Tp skrg saya lega krn insyaAllah kalau saya jd istri & hamba Allah yg sholeha di dunia, maka saya bs mndampingi suami saya di akhirat kelak. Amin…

  31.    Reply

    Sebelumnya ana izin share…

    Sungguh semua kenikmatan di dunia tidaklah sebanding dengan kenikmatan2 di surga kelak. Diantara kenikmatan yang ada di surga adalah bidadari yang disediakan untuk orang-orang yang sholih dan mendapatkan kesuksesan di akhirat kelak….
    Namun selain itu ada sesuatu yang lebih, yaitu tambahan(ziyadah) dari Allah untuk para hamba-Nya yang Dia kehendaki: melihat Wajah Robbul ‘alamin. “Barang siapa berharap perjumpaan dengan Robbnya, maka hendaknya dia beramal shalih, dan tidak menyekutukan dalam beribadah kepada Robbnya sesuatupun”

    Allahumma innanaa nas’alukal jannah, wa na’uudzubika minan naar…

  32.    Reply

    wa’alaikumsalam, artikel yg bagus…
    tetapi, apa ya hadiah khusus yang dijanjikan Allah untuk muslimah? Kalau untuk berebut suami dengan bidadari sih…

    Allah Maha Adil, mudah2an tidak seperti yang ane duga.

  33.    Reply

    Subhanallah,dulu ana sangat cemburu mendengar dan membaca beberapa artikel tentang bidadari syurga..merasa minder karena jauhnya realitas ana dengan gambaran bidadari di jannah..tapi membaca artikel ummu,ana jadi bersemangat..jazakillahu khoiron ummu..

  34.    Reply

    izin copas ya… jazakumullah khoiron katsiro

  35.    Reply

    MasyaAllah .. tapi sungguh ana hanya manusia biasa … yang hanya mampu berusaha … berusaha sekuat tenaga .. tapi takut tak bisa menyamai bidadariNYA … tapi ttp takkan menyerah …

  36.    Reply

    Subhanallah……,

  37.    Reply

    makin bangga mnjd muslimah..
    “buatlah bidadari cemburu pdmu,wahai wanita dunia”

  38.    Reply

    menjadilah bidadari di dunia untuk suamimu dan juga di akhirat kelak

  39.    Reply

    subbhanallah……..^_^

  40.    Reply

    izin copas

  41.    Reply

    @ muslimah.or.id

    “Sungguh tutup kepala salah seorang wanita surga itu lebih baik daripada surga dan seisinya. (HR. Bukhari dan Muslim)
    ‘Wanita Surga’ yang dimaksud di dalam Hadits di atas apakah maknanya mencakup bidadari & wanita-wanita dunia yang masuk surga?

    @ Meru

    Mungkin yang lebih tepat -Peace be upon him-

  42.    Reply

    Subhanallah..
    Kedudukan kita lebih utama dari bidadari, karena kita beribadah kepada Allah.
    Insya Allah.

  43.    Reply

    Artikel Yang bagus dan bermnafaat..tapi ada sedikit koreksi pada kalimat:

    “Subhanallah. Betapa indahnya perkataan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Sebuah perkataan yang seharusnya membuat kita, wanita dunia, menjadi lebih bersemangat dan bersungguh-sungguh untuk menjadi wanita shalihah. Berusaha untuk menjadi sebaik-baik perhiasan. Berusaha dengan lebih keras untuk bisa menjadi wanita penghuni surga..”

    Sebaiknya Subhanallah diganti menjadi Masyaa Allah, karena Rasulullah mengucapkan “subhanallah” ketika mendengar berita2 yang kurang baik. dan Masyaa Allah ketika mendapat kabar yang menakjubkan/baik.. Dalilnya ketika Kisah “dzatu anwat” dan disurat Al Kahfi ayat 39. ini faedah yang kami dapatkan ketika kajian ustdz aris adabul mufrod dan tanya-jawab pada kajian al irsyad..Allahu’alam bishowab..

  44.    Reply

    subhaanalloh…

    Allah ta’ala melebihkan kita dari bidadari surga yang sangat cantik…

    maka tundukkanlah pandanganmu wahai para muslimah
    calon WANITA SURGA…

    wallohu a’lam bisshowab.

  45.    Reply

    izin copy ya… semoga Allah menjaga & meninggikan derajat orang-rang yang berlmu..-amin-

  46.    Reply

    shubhanallah,

  47.    Reply

    Subhanallah…begitukah??? betapa meruginya karena tak mengetahuinya.

  48.    Reply

    Ameen.. harapan saya agar dapat menjadi salah seorang bidadari syurga..

  49.    Reply

    sabda Rasulullah indah sekaliiii — peace upon be him! kalo gini jadi makin bangga hidup menjadi seorang muslimah di tengah2 mode keduniaan zaman ini

  50.    Reply

    …….Sungguh tutup kepala salah seorang wanita surga itu lebih baik daripada dunia dan seisinya. (HR. Bukhari dan Muslim)

    Sungguh tutup kepala salah seorang wanita surga itu lebih baik daripada surga dan seisinya. (HR. Bukhari dan Muslim)

    Afwan, kedua hadits ini ada pada artikel di atas, apakah keduanya hadits yg berbeda atau sama krn yg satu mnjelaskan lebih baik dari surga seisinya dan yg satu menjelaskan lebih baik dari dunia seisinya. Atau surga dan dunia yg dimaksud pada haidts trsebut sama artinya?