Berbakti kepada Ibu Bapak (Bagian 2)

Beberapa tindakan berbakti kepada ibu bapak kita

Suatu amalan hati perlu dibuktikan dengan amalan lahiriyah atau badaniyah. Begitu juga berbakti kepada kedua ibu bapak kita. Berikut ini beberapa langkah-langkah yang bisa ditempuh dalam rangka berbaktu kepada orang tua:

  1. Kita berbakti kepada orang tua dengan bermualamah secara baik dalam perkataan maupun perbuatan, membantu orang tua baik dengan harta ataupun tenaga.
  2. Taat pada perintah keduanya kecuali dalam hal bermaksiat kepada Allah dan dalam hal yang tidak ada padanya kemudharatan untuk kita.
  3. Berlemah lembut dalam berkata-kata pada mereka berdua.
  4. Menampakkan wajah cerah ceria pada keduanya.
  5. Melakukan pelayanan kepada mereka berdua dengan wajah yang lunak.
  6. Tidak berkeluh kesah  ketika mereka tua, sakit, ataupun lemah.
  7. Tidak merasa berat dengan hal tersebut karena kelak kita juga akan berubah menjadi seperti mereka.(1)
  8. Meminta izin & doa restu sebelum berjihad atau bepergian untuk suatu urusan.
  9. Tidak bersikap bakhil (kikir), serta memberikan harta kepada orang tua sesuai kebutuhan mereka.
  10. Membuat keduanya ridha dengan cara berbuat baik kepada orang-orang yang mereka cintai.
  11. Tidak mencela orang tua serta tidak menyebabkan mereka dicela orang lain.
  12. Mendahulukan berbakti kepada ibu dari pada ayah.(2)

Ketika ibu bapak kita telah tiada, bukan berarti kita berhenti berbakti kepada keduanya. Hal-hal yang dapat kita lakukan yaitu:

  1. Memohon ampunan untuk keduanya dan mendoakan mereka.
  2. Menunaikan wasiat kedua orang tua.
  3. Memuliakan teman dekat orang tua kita.
  4. Menyambung tali silaturahim dengan para kerabat ibu dan ayah.

وَوَصَّيْنَا الإنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ حُسْنًا وَإِنْ جَاهَدَاكَ لِتُشْرِكَ بِي مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ فَلا تُطِعْهُمَا إِلَيَّ مَرْجِعُكُمْ فَأُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

”Dan kami wajibkan manusia (berbuat) kebaikan kepada dua orang ibu- bapaknya. dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan Aku dengan sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, Maka janganlah kamu mengikuti keduanya. Hanya kepada-Ku-lah kembalimu, lalu Aku kabarkan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” ( QS. Al `Ankabuut: 8)

Keutamaan berbakti pada kedua orang tua

Dari Abdullah bin Amru radhiallahu`anhuma, beliau berkata, “Rasulullah shalallahu `alaihi wa sallam bersabda:

رضا الله في رضا الوالدين, و سخط الوالدين

’Ridha Allah ada pada ridha kedua orang tua dan kemurkaan Allah ada pada kemurkaan kedua orang tua.’” (HR At-Tirmidzi dan dishahihkan Ibnu Hibban dan Hakim)

Hadist ini dalil atas keutamaan berbakti kepada kedua orang tua dan kewajibannya. Bahwa berbakti kepada kedua orang tua adalah sebab ridha Allah ta`ala dan peringatan atas perbuatan durhaka kepada keduanya dan keharaman akan hal itu. Hal tersebut juga menjadi dasar sebab kemurkaan Allah.

Tidak diragukan lagi bahwa berbakti kepada ibu bapak adalah berasal dari rahmat Allah kepada kedua orang tua dan anak-anak. Karena tidak ada sesuatu yang bisa menyerupai hubungan orang tua dan anak, dari segi hubungan dan ikatan yang tulus. Kebaikan dari kedua orang tua tidaklah menyamai kebaikan seorang makhluk pun. Pendidikan yang bermacam-macam dan kebutuhan anak akan dunia atau pun akhirat sebagai penguat hak itu.

Sebab inilah dan apa yang menjadi cabangnya merupakan keharusan untuk menjadikan ridha kedua orang tua bersanding dengan ridha  Allah, dan sebaliknya dengan yang sebaliknya.(3)

Berbakti kepada kedua ibu bapak termasuk amal yang utama setelah pilar penegaknya agana ini, yakni shalat. Sebagaimana yang dijelaskan Rasulullah shalallahu `alaihi wa sallam.

عن عبد الله بن مسعود رضي الله عنه قال: سالت رسول الله صل الله عليه  و سلم: اى العمل افضل؟ قال: الصلاة لوقتها. قلت: ثم اى؟ قال: بر الوالدين.

Dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu`anhu, beliau berkata, “Aku bertanya kepada Rasulullah shalallahu `alaihi wa sallam, ‘Amal apa yang paling dicintai Allah? Beliau bersabda, ‘Shalat pada waktunya.’ Aku berkata, ‘Kemudian apa?’ Beliau menjawab, ‘berbakti kepada ibu bapak.’” (HR. Bukhari & HR. Muslim).(4)

Balasan berbakti pada kedua ibu bapak kita

Jika kita telah berbakti dengan kedua orang tua kita maka kita hendaknya berbahagia akan balasan yang besar, dan mendapat balasan yang semisalnya. Sehingga barang siapa berbakti kepada ayahnya, maka anaknya akan berbakti pada dirinya.  Sedangkan barang siapa yang melakukan kedurhakaan kepada ayahnya, maka anaknya akan duhaka padanya. Balasan akan jenis perbuatan yang telah di lakukan, maka begitulah kamu akan dibalas.(5)

Dengan memelihara hak itu, kita akan mendapatkan balasan dan pembelajaran untuk keturunan kita tentang bagaimana berbakti terhadap orang tua dengan melihat bagaimana kita bermuamalah dengan orang tua kita.(6)

Telah jelaslah kini bagi kita akan keutamaan berbakti kepada kedua ibu bapak kita. Maka marilah kita bersama-sama introspeksi diri dan mengamalkannya sebelum kita tak dapat lagi menunaikan amalan yang agung ini. Apakah kita telah berbakti kepada keduanya? Sudahkah kita menyenangkan hati mereka?

***
Artikel muslimah.or.id
Penulis Ummu Usamah Anaka DL
Murajaah Ustadz Ammi Nur Baits

(1) Al-`Utsaimin, Syaikh Muhammad bin Shaalih. 1429 H. Huquuq Da`at Ilaiha al-Fithratu wa Qarraratha asy-Syarii`ah. Riyadh: Maktabah Darussalam untuk poin a-g
(2) Materi Kajian Daurah Muslimah bersama Ummu Yasir al-Atsariyah dengan tema “Birrul Walidain” untuk poin h-l
(3) As-Sa`diy,  Syaikh Abdurrahman bin Naashir. 1376 H. Bahjatu Quluubul Abraar wa Qarrah `Uyuun al-Akhyaar Syarah  Jawaami`u al-Akhbaar. Beirut: Darul Kutubul `Alamiyah.
(4) Al-Sindy, Ubaid. Buku Panduan Fadhilah Amal. Solo: Pustaka al-Minhaj
(5) Al-`Utsaimin, loc. cit
(6) As-Sa`diy, loc. cit

Donasi dakwah YPIA

2 Comments

  1. Winda says:

    Bagus.. alhamdhulillah sangat Bermanfaat

  2. Elis says:

    Alhamdulillah, ulasan tadi sangat bermanfaat…

Leave a Reply