Bakti Kepada Orang Tua

Terdapat banyak ayat yang mendudukkan ridha orang tua setelah ridha Allah dan keutamaan berbakti kepada orang tua adalah sesudah keutamaan beriman kepada Allah. Allah berfirman yang artinya, “Dan Kami perintahkan kepada manusia  kepada dua orang ibu-bapanya, ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah  kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Ku lah kembalimu.” (QS. Lukman: 14). Lihat pula QS. al-Isra 23-24, an-Nisa 36, al-An’am 151, al-Ankabut 08.

Ada lima kriteria yang menunjukkan bentuk bakti seorang anak kepada kedua orang tuanya.

Pertama, tidak ada komentar yang tidak mengenakkan dikarenakan melihat atau tercium dari kedua orang tua kita sesuatu yang tidak enak. Akan tetapi memilih untuk tetap bersabar dan berharap pahala kepada Allah dengan hal tersebut, sebagaimana dulu keduanya bersabar terhadap bau-bau yang tidak enak yang muncul dari diri kita ketika kita masih kecil. Tidak ada rasa susah dan jemu terhadap orang tua sedikit pun.

Kedua, tidak menyusahkan kedua orang tua dengan ucapan yang menyakitkan.

Ketiga, mengucapkan ucapan yang lemah lembut kepada keduanya diiringi dengan sikap sopan santun yang menunjukkan penghormatan kepada keduanya. Tidak memanggil keduanya langsung dengan namanya, tidak bersuara keras di hadapan keduanya. Tidak menajamkan pandangan kepada keduanya (melotot) akan tetapi hendaknya pandangan kita kepadanya adalah pandangan penuh kelembutan dan ketawadhuan. Allah berfirman yang artinya, “Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah, “Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil.” (QS. al-Isra: 24)

Urwah mengatakan jika kedua orang tuamu melakukan sesuatu yang menimbulkan kemarahanmu, maka janganlah engkau menajamkan pandangan kepada keduanya. Karena tanda pertama kemarahan seseorang adalah pandangan tajam yang dia tujukan kepada orang yang dia marahi.

Keempat, berdoa memohon kepada Allah agar Allah menyayangi keduanya sebagai balasan kasih sayang keduanya terhadap kita.

Kelima, bersikap tawadhu’ dan merendahkan diri kepada keduanya, dengan menaati keduanya selama tidak memerintahkan kemaksiatan kepada Allah serta sangat berkeinginan untuk memberikan apa yang diminta oleh keduanya sebagai wujud kasih sayang seorang anak kepada orang tuanya.

Perintah Allah untuk berbuat baik kepada orang tua itu bersifat umum, mencakup hal-hal yang disukai oleh anak ataupun hal-hal yang tidak disukai oleh anak. Bahkan sampai-sampai al-Qur’an memberi wasiat kepada para anak agar berbakti kepada kedua orang tuanya meskipun mereka adalah orang-orang yang kafir.

“Dan jika keduanya memaksamu untuk  mempersekutukan  dengan  Aku  sesuatu yang  tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergauilah keduanya di dunia dengan  baik,  dan  ikutilah jalan   orang   yang  kembali  kepada-Ku,  kemudian  hanya kepada-Ku lah kembalimu, maka Kuberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” (QS. Lukman: 15)

Syarat Menjadi Anak Berbakti

Ada tiga persyaratan yang harus dipenuhi, agar seorang anak bisa disebut sebagai anak yang berbakti kepada kedua orang tuanya:

Satu, lebih mengutamakan ridha dan kesenangan kedua orang tua daripada ridha diri sendiri, isteri, anak, dan seluruh manusia.

Dua, menaati orang tua dalam semua apa yang mereka perintahkan dan mereka larang baik sesuai dengan keinginan anak ataupun tidak sesuai dengan keinginan anak. Selama keduanya tidak memerintahkan untuk kemaksiatan kepada Allah.

Tiga, memberikan untuk kedua orang tua kita segala sesuatu yang kita ketahui bahwa hal tersebut disukai oleh keduanya sebelum keduanya meminta hal itu. Hal ini kita lakukan dengan penuh kerelaan dan kegembiraan dan selalu diiringi dengan kesadaran bahwa kita belum berbuat apa-apa meskipun seorang anak itu memberikan hidup dan hartanya untuk kedua orang tuanya.

Keutamaan Menjadi Anak yang Berbakti

1. Termasuk Amal yang Paling Allah Cintai

Dari Abdullah bin Mas’ud, “Aku bertanya kepada Rasulullah, “Amal apakah yang paling Allah cintai.” Beliau bersabda, “Shalat pada waktunya,” Aku bertanya, “Kemudian apa?” Nabi bersabda, “Berbakti kepada kedua orang tua.” Aku bertanya, “Kemudian apa?” Nabi bersabda, “Berjihad di jalan Allah.” (HR. Bukhari dan Muslim)

2. Masuk Surga

Dari Abu Hurairah, aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Celaka, celaka, dan celaka.” Ada yang bertanya, “Siapa dia wahai Rasulullah?” Nabi bersabda, “Dia adalah orang yang mendapati kedua orang tuanya atau salah satu dari keduanya dalam usia tua, akan tetapi kemudian dia tidak masuk surga.” (HR Muslim)

Dari Muawiyah bin Jahimah dari bapaknya radhiyallahu ‘anhu, aku menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan bermusyawarah dengan beliau tentang jihad di jalan Allah. Nabi bertanya, “Apakah kedua orang tuamu masih hidup?” “Ya,” kataku. Nabi pun bersabda, “Selalulah engkau berada di dekat keduanya. Karena sesungguhnya surga berada di bawah kaki keduanya.” (HR. Thabrani, al-Mundziri mengatakan sanadnya jayyid)

3. Panjang Umur dan Bertambah Rezeki

Dari Salman, sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak ada yang bisa menolak takdir kecuali doa dan tidak ada yang bisa menambah umur kecuali amal kebaikan.” (HR. Turmudzi dan dihasankan oleh al-Albani)

Anas mengatakan, “Barang siapa yang ingin diberi umur dan rezeki yang panjang maka hendaklah berbakti kepada kedua orang tuanya dan menjalin hubungan dengan karib kerabatnya.” (HR. Ahmad)

4. Semua Amal Shalih Diterima dan Kesalahan-Kesalahan Diampuni

Allah ta’ala berfirman: “Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah . Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa, ‘Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridai, berilah kebaikan kepadaku dengan  kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri’. Mereka itulah orang-orang yang Kami terima dari mereka amal yang baik yang telah mereka kerjakan dan Kami ampuni kesalahan-kesalahan mereka, bersama penghuni-penghuni surga, sebagai janji yang benar yang telah dijanjikan kepada mereka.” (QS al-Ahqaf: 15-16)

Dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhu ada seorang menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu berkata, “Sesungguhnya aku melakukan sebuah dosa yang sangat besar. Adakah cara taubat yang bisa ku lakukan?” Nabi bertanya, “Apakah engkau masih memiliki ibu.” “Tidak” jawabnya. Nabi bertanya lagi, “Apakah engkau memiliki bibi dari pihak ibu.” “Ya,” jawabnya. Nabi bersabda, “Berbaktilah kepada bibimu.” (HR. Tirmidzi)

5. Mendapatkan Ridha Allah

Dari Abdullah bin Amr, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ridha Allah tergantung ridha kedua orang tua dan murka Allah tergantung murka kedua orang tua.” (HR. Thabrani dan dishahihkan oleh al-Albani)

6. Diterima Doanya dan Hilangnya Kesusahan

Diantara dalilnya adalah kisah Ashabul Ghar, yaitu tiga orang yang tertangkap dalam goa. Salah satu diantaraa mereka adalah seorang yang sangat berbakti kepada kedua orang tuanya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

7. Lebih Utama Daripada Hijrah dan Jihad

Dari Abdullah bin Amr bin al-Ash ada seorang yang menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu berkata, “Aku hendak membaiatmu untuk berhijrah dan berjihad dalam rangka mengharap pahala dari Allah.” Nabi bertanya kepada keduanya, “Apakah diantara kedua orang tuamu ada yang masih hidup.” “Ya, kedua-duanya masih hidup.” Jawabnya. Nabi bertanya, “Engkau mengharap pahala dari Allah?” “Ya.” Jawabnya. Nabi bersabda, “Pulanglah, temui keduanya dan sikapilah keduanya dengan baik.” (HR. Muslim)

8. Orang Tua Ridha dan Mendoakan

Jika seorang anak berbakti kepada kedua orang tuanya, tentu keduanya akan senang, dan pertanda ridhanya kepadanya. Kemudian mendoakannya, sedangkan doa orang tua itu pasti terjawab.

Ada tiga orang yang doanya mustajab dan hal tersebut tidak perlu diragukan lagi. Tiga orang tersebut adalah doa orang yang teraniaya. Doa orang yang sedang bepergian dan doa orang tua untuk kebaikan anaknya. (HR. Ibnu Majah dan dihasankan oleh al-Abani)

9. Anak Kita Akan Berbakti Kepada Kita

Sikap bakti adalah hutang, maka sebagaimana kita berbakti kepada orang tua kita, maka anak kita pun akan berbakti kepada kita.

10. Tidak Akan Menyesal

Seorang anak yang tidak berbakti kepada kedua orang tuanya akan merasakan penyesalan ketika keduanya sudah meninggal dunia dan belum sempat berbakti.

11. Dipuji Banyak Orang

Bakti kepada kedua orang tua adalah sifat yang terpuji dan orang yang memiliki sifat ini pun akan mendapatkan pujian. Kisah Uwais al-Qorni adalah diantara dalil tentang hal ini.

12. Merupakan Sifat Para Nabi

Tentang Yahya ‘alaihis salam Allah ta’ala berfirman, “Dan seorang yang berbakti kepada kedua orang tuanya, dan bukanlah ia orang yang sombong lagi durhaka.” (QS. Maryam: 14)

Tentang Isa ‘alaihis salam Allah ta’ala berfirman, “Dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka.” (QS. Maryam: 32)

Tentang Ismail ‘alaihis salam Allah ta’ala berfirman, “Maka tatkala anak itu sampai  berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata, ‘Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah apa pendapatmu?’ Ia menjawab, ‘Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan  kepadamu, insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar’.” (QS. ash-Shaffat: 102)

***

Penulis: Ustadz Aris Munandar
Sumber: Kumpulan Tulisan Ustadz Aris Munadar
Artikel www.muslimah.or.id

Donasi dakwah YPIA

70 Comments

  1. Eka Ramadhana says:

    sangatlah besar dosa bagi anak yang durhaka kepada kedua orang tuanya.

  2. Saudara Muslim says:

    Semoga kita dimudahkan Allah untuk berbakti pada kedua orang tua kita walaupun memang kadang terasa berat.

  3. diannafi says:

    subhanallah
    ana sungguh ingin seperti ini. bakti orang tua
    kenapa ada halangannya ya…
    bagaimana ya caranya menghilangkan keengganan dan meruntuhkan ego ana jika harus berhadapan dengan kadang – kadang gaya sok tahu dan gaya menyalahkan dari orang tua

  4. Setyawan Budi Santoso says:

    perihal berbakti kepada orang tua, apa yang harus kita lakukan kalau kedua orang tua kita sudah meninggal

  5. Ummu Aufa says:

    Bagaimana bakti seorang anak perempuan thd orang tuanya apabila telah menikah?
    Bukankah ia harus patuh dan berbakti kpd suaminya?
    sedangkan ia tinggal jauh (ikut suami) dari orang tuanya.
    Apakah kita boleh meminta suami untuk mengunjungi orang tua, dengan sedikit memaksa dan orang tua sedang tdk sehat?
    Sedangkan suami beralasan masih ada saudara yg dekat atau tinggal bersama orangtua dan kewajiban istri adalah patuh thd suami.
    mohon penjelasannya.
    Jazzakallahu khoiron

  6. bunga says:

    gimana caranya berbakti kpda orng tua kita, sedangkan orng tua slalu menyalahkan apa yang kita kerjakan ??
    Tolong di jawab ya…………..

  7. Nope says:

    Assalamu alaikum…
    @Setyawan Budi Santoso

    Berikut ini saya kutipkan salah satu hadits Rasullulah SAW yg semoga bisa menjadi jawaban/solusi utk anda.

    Dari Abu Usaid Malik bin Rabi’ah as-Sa’idi r.a., ia berkata “Ketika kami sedang duduk bersama Rasulullah SAW., tiba-tiba datang seorang laki-laki dari suku bani salamah seraya berkata, ‘Wahai Rasulullah SAW, apakah aku masih bisa berbakti kepada orang tua setelah mereka meninggal dunia?’. Rasulullah SAW menjawab,” Ya, dengan mendoakan mereka, memohonkan ampun untuk mereka, melaksanakan janji mereka, dan menyambung hubungan keluarga yang ada hubungan kekeluargaan dengan mereka, dan memuliakan teman-teman mereka”. (HR Abu Dawud)
    Dikutip dari Kitab Riyadhush Shalihin Jilid 1 oleh Imam an-Nawawi, Bab 42, hadits no.343, hal.375.

    Semoga bermanfaat bagi anda, karena yg pasti ini bermanfaat bagi saya, karena salah satu orang tua saya juga sudah menghadap Allah SWT.

    Wassalamualaikum..

  8. gUNAWAN says:

    SubhaNaLLaH…
    SuNggUh masih banyak yang belum ana lakukan untuk membalas jasa2 orang tua ana, walau ga akan pernah bisa ana memalas jasa mereka…

    YA ALLAH,
    izinkanlah diri ini membalas semua kebaikan mereka..
    izinkanlah diri ini untuk selalu senantiasa berbakti kepada mereka…

    SuNggUh ridho MU Ada Pada RiDhO mereka…

    AkU RiNDU Pada Mu Bunda…

  9. someone says:

    ummi..
    kenapa ya kok saya sama ibu seperti ada rasa dendam, ngga ada rasa sayang..saya jadi takut…

    saya bersaudara 6 orang, 4 laki2 dan 2 perempuan..saya merasa ibu saya lebih condong sayang ke saudara perempuan saya…saudara perempuan saya jauh lebih cantik, pintar, dan kaya..saya jadi merasa looser disini..

    tapi kalau ke bapak saya saya sangat sayang sekali.
    tolong ya ummi..

  10. ummu farhan says:

    saya sedang berusaha untuk selalu mencoba bersabar, walau kadang tidak tertahankan untuk diungkapkan, terhadap ibu ku yang tidak menyukai ku berada dijalan yang dijalankan Rasululloh, sahabat, tabi’in dan tabi’ut. ibu ku tetap pada cacian, makian , dan cibirannya untuk aku tetap menjalankan islam sesuai perkembangan zaman, adat dan budaya….
    Ya Alloh…bantulah hambamu….. untuk selalu bersabar dan bertawakkal…
    namun aku tetap berusaha bersabar dan istiqomah…

  11. qibty says:

    hidup ini sgt sulit,,, tp lebih sulit lg mngendalikan diri,, khilaf teruz saja menghantui,,,, Ya Allah,,, buka kan mata hamab untuk melihat dunia yg sbenarnya dan ajari hamba untuk mencinta nya lebih dr cinta yg di berikannya,,, umi,,, ana cinta umi,,, ur my life,,, denyut nadi mu adalah nafasku,,,, ijinkan aku membayar cinta mu dg cinta ku,,, walaupunyg q berikan tak sma dg yg kau berikan,,, tp aqu harap ini akan lebih berarti,,, luph u

  12. zainab says:

    @ ummu farhan&saudaraku yg lain,
    sesungguhnya manhaj salaf adalah kaffah lagi bijak. Banyak sekali kisah perjuangan seorang anak yang berusaha menapaki manhaj mulia ini namun datang rintangan bertubi-tubi dari orang tua juga keluarga. namun pernahkah kita renungkan, sudah kaffahkah kita mencontoh salafuna sholih dalam pendekatan pada orang tua? sudahkah kita sampaikan hujjah dgn bijak pada mereka? dan selanjutnya hanya Alloh pemberi hidayah… baca kisah nyata berikut sebagai renungan kita bersama

  13. jer says:

    pngetahuan q sngat sdikit tntang ini,trim’s atas sranx,insyaalloh kan q lakukan dmi cita2,d dmi syang ku pd kduax………….

    tuhan bimbing aku,dg perantara yang kau utus kan.

  14. ema's says:

    syukran

  15. HERMAN says:

    banggaku kepada almarhum adikku tercinta iin maulana yg sangat berbakti kpd kedua orang tuaku….aku ingin seperti dia yang sangat berbakti kepada kedua orang tuaku…….

  16. siti asih fildiarthi says:

    Subhanallaah.. Insya Allah akan selalu saya terapkan dalam kehidupan sehari2.. sampai akhir hayat saya.
    Amin.

  17. Subhannallah ….Semoga Kita Semua Mampu Berbakti Pada Kedua Orang Tua Selagi Mereka Masih Hidup ….Ya Allah Tunjukkan Agar Kami Bisa Menjadi Anak-anak Yang Bisa Berbakti Pada Mereka ….Amiiiin.

  18. fulannah says:

    Jazakumullahu khoir..
    Semoga Alloh memberikan rhmat dan hidayahNya, pada kita semua..
    Semoga Alloh mengampuni dosa2 kita..
    Semoga kita dan orang tua kita termasuk anak yang sholeh & shhalikhah, berbakti kepada ibu bapak kita, karena Alloh semata…

    Mohon ijin copas
    Jazakumullahu khoir..

  19. NUR AINI SAROFAH says:

    artikel yang sangat bagus, trimakasih, semoga Allah selalu memberikan kemudahan dan kesabaran utk kita agar selalu berbakti pada orang tua & selalu mendo’akannya

  20. tifa says:

    bagaimana dengan ibu yang memaksa anaknya menikah dengan orang yang tidak dia senangi dan memberhentikan sekolah anaknya,lebih parah lagi si ibu mengancam tidak mengakui sebagai anaknya dan di cap sebagai anak durhaka kalau tidak mau menurut kehendaknya untuk kawin dan berhenti sekolah.mohon penjelasannya…terimakasih.

  21. sarahyuzza says:

    kita sebagi ank memang harus berbakti kepada beliau

  22. M.veri says:

    saya sangat seuju sekali dengan artikel diatas. namun, keadaan kadang tidak terjadi sebagai mana mestinya. saya sangat sedih sekali melihat orang tua yang bukannya mambimbing anaknya menuju jln kebaikan. tp sebaliknya. bahkan kadang meminta sesuatu kepada anaknya diluar kemampuan anaknya. apakah orang tua tersebut patut kita contoh…

  23. rany says:

    klo qt suka dengan wanita baik-baik..tp orang tua tidak mengizinkan hanya karena alasan jauh (jarak), bagaimana menyikapinya…
    terima kasih…

  24. nia says:

    aku akan selalu sayang dan cinta kepada orang tua dan aku ngak akan bisa ngelupain jasa2 orang tua ku yang selama inin didik aku dari aku kecil hingga dewasa…

  25. ZHENI says:

    dasar dari anda menggambarkan tentang maksud dari semuanya yang ada tulis, sangat saya hargai…. terimakasih………….

  26. diana says:

    insyaallah aku akan melakukan yang terbaik bwat orang tuaku

  27. sofy says:

    bagaimana dengan orang yang belum sempat berbakti kepada kedua orang tuanya ??? lalu iya sudah meninggal tetapi belum sempat memberikan kewajiban kepada kedua orang orang tuanya, apa dosa-dosanya akan di terima oleh allah swt ???

  28. hendri says:

    apa yang harus kita lakukan, jika orang tua tidak merestui hubungan kami yang menginjak serius?
    serta apa yang harus kita lakukan jika orang tua tidak menghendaki anaknya bekerja keluar pulau, padahal pada posisi pekerjaan sudah mendapatkan posisi yang terbilang cukup mapan..
    mohon sarannya

  29. wawan says:

    ya ALLAH, smg engkau menjadikan aku anak yang berbakti kepada kedua orang tuaku!!! Ya Allah… panjangka umur kedua orang tuaku aku ingin membahgiakan mereka…aku sangat menyayangi mereka….!!!!

  30. apang says:

    Kisah seorang yang pulang mengunjungi ibunya. Bawa uang 125.000rp.Sudah diperhitungkan Untuk oleh oleh ibunya 15.000 untuk oleh oleh anaknya 15.000 ibunya akan diberi uang 25.000 , Sisa 75.000 untuk beli beras titipan isterinya dan cadangan beli bensin.
    Sampai di tempat ibunya dia melihat betapa sederhananya kehidupan ibunya .Sehingga ketika dia pamit pulang tanpa dipikir panjang ibunya diberi utuh 100.000 rp agar bisa untuk keperluan sehari hari. Sehingga ia pulang tidak bawa oleh oleh anaknya dan tidak beli beras titipan isterinya.
    Sesampai dirumah disambut anak dan isterinya, seperti biasa kalau pulang ke desa ibunya mesti memberi sesuatu untuk dibawa pulang oleh oleh cucunya.
    Karena tidak membeli oleh oleh untuk anak dan beras titipan isterinya dia tak bayak ceritera.
    Tetapi apa yang terjadi setelah bingkisan dari ibunya tadi dibuka ternyata berisi beras dan makanan kesukaan anaknya. Alhamdulillah matanya berlinang.

  31. arlinda anggraeni says:

    ijin share ya…

  32. ERNI says:

    Setelah aku membaca ini air mata ku tak hentinya bercucuran, mengiangat begitu durhaka nya diriku.

    terima kasih udah ingetin

  33. saiman says:

    Subhannallah ….Semoga Kita Semua Mampu Berbakti Pada Kedua Orang Tua Selagi Mereka Masih Hidup ….Ya Allah Tunjukkan Agar Kami Bisa Menjadi Anak-anak Yang Bisa Berbakti Pada Mereka ….Amiiiin.

  34. Fakhrul munir says:

    sangatlah besar pengorbanan orang tua kepada sang anak,pa anak begitu ntar kalau sdah berhasil dan sukses kpda kedua orang tua.Insyaallah,kita semua tdak tergolong kpda orang2 yg lupa akan orang tua.Amiiiin.

  35. clara says:

    subhanawlah,,,,, setelah aq baca artikel ini,,,,, aq baru menyadari betapa pentingx aq untuk membahagiakan kedua orang tuaku,,,
    tapi aq selama ini selalu membuat mereka kecewa atas tingkah aku,,, ya Allah,,, terima kasih engkau sudah membukakan mata hati aku untuk berbakti kepada mereka,,,, dan aku ingin menjadi anak yang berbakti kepada mereka,,,,

  36. heni says:

    ijin share, syukron

  37. KEISYA says:

    Terima kasih,atas artikel ini,smoga dr skrg saya bs sl membahagiakan mm sm bp,maafin atas sm slahku ya mah,i love you

  38. AN-NUR says:

    BAKTIKU UNTUKMU IBU……………..
    IBU, AKU RINDU AKAN SENYUM MANISMU, CANDA TAWAMU, BELAI KASIHMU, DAN SEMUA TENTAMU IBU… IBU AKU INGIN PULANG, AKU INGIN MEMELUKMU… IBU TERIMAKASIH ATAS SEMUA UNTUK SEMUA KASIH SAYANGMU IBU………… BAKTIKU HANYA UNTUKMU IBU…………. BAHABAT AYO MULAI DARI SEKARANK KITA UKIR SENYUM DI BIBR IBU KITA TERCINTA……………

  39. zabturisman says:

    bagaimana cara berbakti kepada bapak tiri…..

  40. febby says:

    pa ustadz tolong aq……………….

    tolong aq…. aq mohonnnnnn

  41. yazid says:

    ane mw nyak ni tadz. prilaku ane gak prnah bnar di mata ortu pdhal da brusha nrutin kmau ortu .pa ni trmsuk ujian?

  42. anita ummu halwa says:

    ijin copas Syukron..

  43. m.choirul anam says:

    trima ksh..semoga yg bikin artikel ini di catat amal kebaikanya amin slm.

  44. Pian says:

    jgn suka melawan orang tua

  45. Rian Juli Arif Rusaji says:

    As.wr.Wb
    Membaca artikel ustads,,, menambah keyakinan saya bahwa berbakti kepada ORTU itu hal yang utama dalam kebaikan,,,,
    saya juga berniat Ustad mudah2an saya bisa menaikkan haji ORTU saya sebelum saya menikah,, sebagai wujud bakti saya,,, saya tahu itu tdk cukup untuk membalas jasa2 Beliau….tapi saya yakin itu akan sangat membahagiakan ortu saya…meliahat kita dah berbuat baik aj Ortu senang apalagi ditambah dengan itu kan Ustad,,,,Doain ya ustad mudahan bisa terwujud… amin ya rabbalalamin…

  46. hamid says:

    punten izin meng-copy file ini ya….
    jazakallah khoiron

  47. Joni affandi says:

    ass…
    ka boleh ga aku copy ??

  48. abusalamah says:

    jika orang tua memerintah anaknya untuk tidak menikah dengan orang jauh dan disuruh menikah dengan orang dekat dikampungya, apa yang harus dilakukan…???

    Padahl lelakinya sudah mantap untuk bersama sang wanita…

    Jazakumulloh

    • @ Abu Salamah
      Meski sudah mantap dengan yang jauh karena keshalihahannya maka kami sarankan carilah istri yang dekat namun juga shalihah. Agar orangtuapun tidak kecewa dengan pilihan Anda.

  49. widhi says:

    subhanallah..

  50. purnomo ardy says:

    sungguh mulia bagi mereka yg telah dan selamanya berbakti kepada keduanya. lihat saudara2 kita yg yatim/piatu dari kecil……kala hari2 besar tiba hanya perih ya tertoreh…..air mata yg menemaninya…..subhanallah…..tiada tempat untuk menumpahakan kebahagiaan…..dan mungkin juga tidak pernah merasa apa itu bahagia. saudaraku seagama, berilah sedikit rezekimu untuk mereka….dan untuk yang masih mempunyai keduanya….segeralah bahagiakan keduanya, mohon maaf dan bertaubat jika pernah melakukan salah kepada keduanya……….allah maha mengetahui apa tidak kita ketahui.

Leave a Reply