Adzab Orang yang Lalai Dalam Shalat

Penulis: Ummu Salamah Farosyah
Muroja’ah: Ustadz Aris Munandar

Allahu Akbar!… Allahu Akbar! Allahu Akbar!… Allahu Akbar!

“Duh! Sudah adzan, sebentar lagi ah shalatnya… tanggung kerjaannya tinggal sedikit lagi.”

“Eh kok adzan? Padahal filmnya lagi seru nih! Nanti saja shalatnya kalau filmnya sudah selesai ah. Tapi waktu shalatnya nanti keburu habis?! Tunggu iklan saja deh kalau begitu, shalatnya juga harus cepat nih.”

Astagfirullah… Astagfirullah… Astagfirullah…


Ketahuilah ukhti bahwa orang-orang tersebut di atas termasuk jenis orang yang melalaikan shalatnya. Perhatikanlah firman Allah, yang artinya “Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya.” (QS. Al-Maa’uun: 4-5)

Al-Haafidz Ibnu Katsir rahimahullahu ta’ala berkata, yang dimaksud orang-orang yang lalai dari shalatnya adalah:

  1. Orang tersebut menunda shalat dari awal waktunya sehingga ia selalu mengakhirkan sampai waktu yang terakhir.
  2. Orang tersebut tidak melaksanakan rukun dan syarat shalat sebagaimana yang diperintahkan oleh Allah Ta’ala dan dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.
  3. Orang tersebut tidak khusyu’ dalam shalat dan tidak merenungi makna bacaan shalat.

Dan siapa saja yang memiliki salah satu dari ketiga sifat tersebut maka ia termasuk bagian dari ayat ini (yakni termasuk orang-orang yang lalai dalam shalatnya).

Apa Adzabnya ?

Diriwayatkan dalam Shahih Al-Bukhari dari sahabat Samurah bin Junab radhiyallahu ‘anhu sebagaimana disebutkan dalam hadits yang panjang tentang sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam (dalam kisah tentang mimpi beliau):

“Kami mendatangi seorang laki-laki yang terbaring dan ada juga yang lain yang berdiri sambil membawa batu besar, tiba-tiba orang tersebut menjatuhkan batu besar tadi ke kepala laki-laki yang sedang berbaring dan memecahkan kepalanya sehingga berhamburanlah pecahan batu itu di sana sini, kemudian ia mengambil batu itu dan melakukannya lagi. Dan tidaklah ia kembali mengulangi lagi hal tersebut sampai kepalanya utuh kembali seperti semula dan ia terus-menerus mengulanginya seperti semula dan ia terus-menerus mengulanginya seperti pertama kali.”

Disebutkan dalam penjelasan hadits ini “Sesungguhnya laki-laki tersebut adalah orang yang mengambil Al-Qur’an dan ia menolaknya, dan orang yang tidur untuk meninggalkan shalat wajib.”

Lalu Bagaimana Orang yang Meninggalkan Shalat Secara Mutlak ?

Sesungguhnya orang yang meninggalkan shalat secara keseluruhan hukumnya kafir keluar dari Islam, berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Perbedaan antara kita dengan mereka (orang-orang kafir) adalah shalat. Barangsiapa yang meninggalkan shalat maka ia telah kafir.” (HR. At-Tirmidzi -Shahih)

Demikianlah Ukhti, marilah kita bersama-sama berusaha maksimal untuk memperbaiki shalat kita karena ketahuilah bahwa amalan yang pertama akan dihisab oleh Allah di akhirat nanti adalah shalat. Dan kita memohon perlindungan kepada Allah Ta’ala dari kehinaan dan kondisi orang-orang yang di adzab Allah karena lalai dari shalat.

Maraji':
Setelah Maut Datang Menjemput (Khalid bin Abdurrahman Asy-Syayi’)

Donasi dakwah YPIA

47 Comments

  1. www.muslimah.or.id says:

    1. maratus sholehah
    November 22nd, 2007 at 9:22 am

    assalamu alaikum ya ukhti wa akhi.jangan pernah sesekali meninggalkan shalat, baik di sengaja maupun tidak sengaja.karna azabnya begitu berat.semoga dengan membaca artikel ini kita semua dapat meningkatkan ibadah kita terutama sholat kita dan semoga ALLAH menerima semua amal ibadah kita.Amin

    2. umi
    November 24th, 2007 at 10:44 pm

    Assalamualaikum…
    Sholat tepat waktu merupakan kebahagiaan tersendiri untuk bisa menghadap kepada illahi tetapi ini pernah menjadi masalah saya ketika masih kuliah di PTS, jadwal kuliah atau praktikum seringkali selesai terlambat, misal selesai kuliah jam 1.30 siang, atau bahkan selesai praktikum jam6.30 sore, dimana waktu sholat maghrib sangatlah pendek, mau tidak mau kita tidak bisa meninggalkan pelajaran sehingga ketika sholatpun kita jadi terburu-buru takut waktu sholat itu habis. Ya Allah semoga dosa ini dapat Kau ampuni.Amin

    3. desi
    November 25th, 2007 at 6:01 am

    begitu menakutkan azab bagi orang yang melalaikan sholat apalagi meninggalkan sholat, untuk itu saya akan berusaha melaksanakan sholat tepat pada waktunya

    4. dwi agustin
    November 26th, 2007 at 8:04 am

    assalamu’alaikum
    akhi dan ukhti harus tahu bahwasanya sholat itu mencegah perbuatan keji dan mungkar.

    5. wanna mar’atus shaliha
    November 26th, 2007 at 5:24 pm

    Iya jangan lupa selain shalat, ajak juga teman-teman, bawahan-bawahan, bos-bos kita(kalau anti imannya kuat), untuk segera shalat ketika adzan telah berkumandang. Fikirnya Rasulullah adalah selalu ingin mengajak kepada Jalan Allah. Orang yang hanya shalat sendirian dan tidak peduli dengan lingkungan sekitarnya(teman mau shalat atau tidak yang penting saya shalat) bukanlah fikir dan sifat2 yang diajarkan Rasul. Jadi jangan lupa ajak tetangga2 kita untuk shalat ketika kita ingin shalat(adzan berkumandang). Biar tidak ada alasan di akhirat nanti bagi orang2 yang sudah kita ajak untuk menyalahkan kita karena ketika di dunia tidak pernah ngajak dia shalat.

    6. hamba Alloh
    November 26th, 2007 at 11:24 pm

    Assalamu’alaikum…
    saya pernah ketinggalan sholat Isya’ karena kondisi yang sangat lelah, sehabis sholat Maghrib tertidur dan bangun2 sudah masuk waktu sholat shubuh..
    Bagaimana mengqadha’ sholat Isya’ tersebut..?? Apakah dilaksanakan setelah menunaikan sholat Shubuh atau digabung dengan sholat Isya’ berikutnya..??
    Wassalamu’alaikum wrahmatullah wabarakatuh…

    7. Abu Ismail
    November 28th, 2007 at 4:42 am

    Perlu diketahui bahwa, wail dalam surat Al Maa’un ada 2 makna. Makna pertama, wail adalah nama lembah di neraka jahannam. sedangkan neraka jahannam adalah suatu neraka yang amat besar. disebutkan dalam hadits (dalam hadits yang ada tafsir juz ‘amma, kalau ga’ salah pada surat At Takatsur) bahwa neraka jahannam jika mau ditarik, dengan menggunakan 70.000 tali. dan setiap tali harus ditarik oleh 70.000 malaikat. jadi menunjukkan bahwa orang yang lalai dalam shalatnya akan diancam dengan ancaman neraka ini. NA’UDZU BILLAHI MIN DZALIK.
    Sedangkan tafsiran kedua dari wail adalah anacaman yang artinya celaka. dan tafsiran kedua ini maknanya lebih umum dari yang pertama tadi.(lihat TAFSIR JUZ’AMMA SYAIKH AL UTSAIMIN, Surat Al Maa’un)
    Sedangkan makna dari ALLADZINA HUM ‘AN SHOLATIHIM SAHUUN, menurut sebagian salaf adalah orang yang meninggalkan shalat (lihat ASH SHOLAH WA HUKMU TARIKIHA, Ibnul Qoyyim). jadi orang yang meninggalkan shalat ancamannya sangat keras sekali.atau dengan kata lain kita dapat katakan bahwa orang yang mengakhirkan waktu shalat saja ancaman seperti ini (dengan wail) apalagi orang yang meninggalkan shalat, justru ancamannya akan lebih keras lagi.
    Semoga Allah menjadikan kita semua menjadi orang yang selalu menjaga kewajiban kita sehingga agama kita ini bisa tegak. AMIN YA MUJIBBAS SAILIN.

    8. M. Natsir
    November 28th, 2007 at 10:59 pm

    Assalamualaikum…
    cobalah untuk selalu mendirikan shalat,,jangan hanya menganggap diri kita sebagai seorang muslim!ingatlah,kiamat sudah dekat!semoga kita digolongkan kedalam orang-orang yang beriman.amin

    9. febri
    December 4th, 2007 at 11:00 pm

    ass……….
    wah makasi yah artikel nya
    jadi buat lebih mikir lg klo ningggalin sholat.
    jazakillah….
    moga artikelny alebih maju lagi yah.
    baguz bgt!!!

    10. Abdullah Depok Jakarta
    December 5th, 2007 at 4:22 am

    siip dech

    11. indra
    December 16th, 2007 at 8:46 am

    Alhamdulillah dgn adanya artikel ini ana jadi mikir , karena ana klw shalat jrang sekali untuk merenungkan makna dari bacaan shalat.dan Alhamdulillah ana telah diingetkan. semoga Allah Ta’ala memberkahi Antum.

    12. ak_HI
    December 26th, 2007 at 12:17 am

    saya sangat kagum akan pwerintah dan larangan Allah. mudah-mudahn dengan adanya makna dan azab yang lalai pada shalat, dapat membentuk menjadi pribadi yang muslim dunia akhirat

    13. tia
    December 27th, 2007 at 5:47 am

    bismilllah..
    sungguh bahagianya orang yang selalu Allah ta’ala tetapkan hatinya di atas Al-haq sehingga selalu menjaga shalatnya.
    jazakumullah atas artikelnya

    14. hawa
    December 29th, 2007 at 2:14 am

    assalamu’alaykum,

    ukhti, bagaimana caranya mengingatkan untuk segera sholat kepada orang terdekat kita, ana sampai hampir jenuh (astaghfirullah..), sampai-sampai saya hanya sholat munfarid, padahal seharusnya bisa berjama’ah. selama ini saya ajak dengan halus sampai dengan agak tegas namun sepertinya tidak ada hasilnya. afwan

    oh ya baru aj diadakan studi islam intensif ya di maskam ugm? ana ingin sekali mengikutinya, namun belum diberi kesempatan..masih bisakah mendapatkan fasilitasnya? jika boleh bagaimana cara mendapatkan cd dan bukunya? (ana berkeinginan sekali belajar lebih dalam)

    komentar ana mohon ditanggapi nggih,tak terkecuali kepada bapak2 yg diberi kesempatan membaca komentar ini.
    jazakumulloh,

    wassalamu’alaykum

    15. hawa
    January 7th, 2008 at 1:59 am

    assalamu’alaykum warahmatullaahiwabarakaatuhu,

    mohon komentar ana ditanggapi mbak..
    afwan

    wassalamu’alaykum warahmatullaahiwabarakatuhu,

    16. opec
    January 21st, 2008 at 7:55 pm

    Assalamu’alaikum Wr.Wb
    Sholat merupakan tiang agama, semoga dengan membaca artikel ini kita dapat sholat tepat waktu dan semakin khusu menjalankannya Amin….

    17. Amansyah Sinaga
    February 20th, 2008 at 3:56 pm

    Asslam
    semoga dengan membaca artikel ini kita semua dapat meningkatkan ibadah kita kpd Allah Swt. terutama ibadah Shalat. Karena kita tahu, bahwa amalan yg paling pertama dihisab adalah Shalat kita. Shalat yuk…!!!

    18. Deska
    March 3rd, 2008 at 11:38 am

    Assalamualaikum
    saya acap kali menunda sholat, sekarang sedang dalam usaha membuang sifat itu. Semoga Allah mengampuni saya, Amin.
    Namun yang ingin saya tanyakan, bagaimana kalau kita sedang ada urusan, contohnya saat bekerja, atau karena saya mahasiswi, ada jadwal2 yang melewati jam sholat. misal jam 1 siang bru keluar kelas, sementara sholat dzuhur jam 12 lewat. bagaimana itu?

    syukron, Wassalam

    19. salma
    March 11th, 2008 at 10:00 pm

    wa’alaykumussalam warohmatulloh wabarokatuh

    buat mba deska, sebatas pengetahuan saya, insyaAlloh itu tidak mengapa. tapi memang lebih baik jika tiba waktu sholat maka sholat segera kita kerjakan. misalnya, ijin keluar kelas untuk sholat. jika memungkinkan.

    karena sholat merupakan salah satu perintah Alloh. perintah dalam hal ini menuntut untuk segera dilaksanakan (kecuali jika ada dalil lain yang menyatakan bahwa dia tidak wajib disegerakan). pelaksanaan yang disegerakan akan mendatangkan beberapa manfaat, misalnya terbebasnya kita dari beban. bayangkan saja jika kita menunda sholat hingga akhir waktu tanpa ada alasan yang syar’i, tentunya bebannya pun akan bertambah lama.

    menyegerakan pelaksanaan kewajiban selagi bisa dikerjakan adalah suatu hal yang perlu kita ingat bersama. menunda-nunda adalah hal yang mudah tapi dapat mendatangkan banyak keburukan. bukanka kita tidak tahu apa yang akan terjadi 1 detik lagi, 2 detik lagi, 1 jam lagi, dan seterusnya?? bayangkan kalau mau datang menjemput 1 detik lagi! atau, gempa datang 2 detik lagi?

    diantara tanda keberuntungan seorang hamba Alloh adalah Alloh memberinya kemudahan untuk melaksanakan ibadah.

    jika saya ada kesalahan, mohon dikoreksi. saya juga baru belajar agama.

    semoga Alloh menjaga dan menyayangi kita selalu… aamin

    20. salma
    March 11th, 2008 at 10:30 pm

    wa’alaykumussalam wa rohmatulloh wa barokatuh

    buat mba hawa, untuk laki-laki sangat ditekankan untuk shalat berjama’ah di masjid. sedangkan untuk wanita, sangat dianjurkan untuk shalat di rumahnya saja. jika pun ingin shalat di masjid, maka terdapat beberapa syaerat, diantaranya: terhindar dari fitnah dan tidak memakai wewangian.

    untuk orang yang sedang anti nasehati agar shalat berjama’ah di masjid, apakah beliau orang tua atau saudara anti?
    dalam hal ini terdapat beberapa hal yang perlu kita perhatikan:
    1. siapakah orang yang kita dakwahi/nasehati
    2. bagaimanakah metode kita dalammenasehati beliau?
    3. sudahkah kita bersabar?

    ***

    1. dalam menasehati, kita perlu melihat siapakah yang kita nasehati
    a. jika beliau adalah mahrom kita, insyaAlloh kita akan aman dari fitnah. akan tetapi jika beliau bukan mahrom kita maka minta tolonglah kepada orang lain (yang merupakan mahromnya atau temannya sesama laki-laki) untuk menasehatinya. jangan sampai karena berniat menasehati saudara kita, kita terkena fitnah (bukankah hubungan laki-laki dan perempuan yang bukan mahrom sangat sering menjadi seumber fitnah yang membinasakan?)
    b. apa kedudukan kita terhadpa orang yang kita nasehati. apakah kita keluarga dekatnya? atau teman karibnya? atau hanya sekedar teman biasa? ataukah anti lebih muda dari beliau? seringkali nasehat diterima karena seseorang melihat kedudukan orang yang memberi nasehat.
    kita lihat saja ke diri kita. terkadang kita sulit menerima nasehat jika yang menasehati adalah teman yang usianya lebih muda daripada kita. jika ini kendala anti, semoga Alloh memberi jalan keluarnya.

    2. metode kita dalam menyampaikan nasehat.
    seringkali pesan yang ingin disampaikan dalam sebuah nasehat sangatlah penting. namun metode penyampaian kita yang mungkin salah, menyebabkan nasehat menjadi sulit diterima.
    contoh: dalam mengingatkan bapak kita untuk shalat lima waktu di masjid. amri kita bandingkan kedua metode berikut ini:
    (1) anak: pak, udah adzan! kok g berangkat ke masjid? laki-laki itu harusnya shalat di masjid.
    bapak: lho, siapa yang bilang? yang penting kan shalat!
    anak: Rasululloh shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah akan membakar rumah para lelaki muslim yang tidak berangkat shalat jama’ah di masjid. nah kan Pak, dalilnya aja ada?!
    bapak: kamu ini, dalil melulu. banyak aturan. apa-apa dalil, apa-apa dalil. emangnya g ada omongan lain.

    (2) anak: pak, itu udah adzan. bapak g ke masjid?
    bapak: bapak shalat di ruah aja. g apa-apa toh?
    anak: bapak ku sayang, shalat di masjid buat laki-laki itu pahalanya lebih banyak. Alloh juga lebih mencintai laki-laki yang shalat di masjid daripada di rumah.
    bapak: wah, tetangga juga g ada yang ke masjid kok?!
    anak: nah, siapa tahu kalo ngelihat bapak ke masjid mereka jadi ikut ke masjid juga. shalat di masjid aja ya, pak.

    ukhti, mungkin kita pernah mengalami salah satu diantara 2 kondisi di atas. kita tidak mengatakan bahwa mengenalkan dalil ke orang lain adalah perkara terlarang. akan tetapi, perhatikan metode yang kita gunakan. semoga nasehat akan lebih mudah diterima.
    Basysyiruu wa laa tunaffiruu (berilah kabar gembira, dan jangan membuat orang lari).
    sampaikanlah nasehat meskipun pahit diterima orang lain. namun, perhatikan adab dalam menyampaikannya. apalagi terhadap orang yang lebih tua dari kita. semoga Alloh mengaruniakan sifat hikmah kepada kita. aamin.

    3. bersabarlah dalam mensehati. terkadang ada orang yang menerima nasehat setelah berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun. bersabarlah dan doakan mereka, agar Alloh melapangkan dada mereka dala menerima nasehat kita.
    bersabar dan berdoa. 2 hal yang sangat penting namun terkadang terlupakan.

    ***

    untuk masalah CD dan kitab, anti bisa menghubungi pengurus ma’had al-‘ilmi puteri. insyaAlloh mereka akan membantu anti dengan senang hati. silahkan hubungi: 0852 9899 5015.

    Baarokalloohu fiikunna. Indahnya islam, indahnya manhaj salaf..

    21. salma
    March 11th, 2008 at 10:34 pm

    wa’alaykumu salam wa rohmatulohi wa barokatuh.

    untuk hamba Alloh (komentar 26nov07), sebatas pengetahuan saya, anti/antum sebaiknya mengerjakan shalat shubuh dahulu, lalu setelah itu meng-qadha’ shalat isya’ yang belum dikerjakan tersebut.

    wallohu ‘a’lam bish shawab

  2. muhamad arif says:

    assalamu’alaikum wr wb
    semoga para muslimin dan muslimah dapat manjalankan shalat dengan baik ? dan terus berusaha ya!
    wassalamu’alaikum

  3. nida says:

    nice, syukron nasihatnya

  4. anda pilih mana : sholat sebagai kebutuhan,sholat sebagai kewajiban,sholat sebagai keperluan,sholat sebagai ingatan

  5. nia says:

    assalamualaikum, sem0ga kita bsa dg baik melakukan perintah Allah,. namun saya ada pertanyaan,saat wanita menjalani haid,kemudian selesai,kadang bingung untuk menentukan waktu yang tepat untuk bersuci dan mengerjakan solat. pernah,bersuci saat ashar padahal bisa sejak subuh. apakah ini merupakan bentuk kelalaian pula?sedangkan kita terkadang tidak tahu kapan tepatnya untuk bersuci. karena pernah juga sudah bersuci dan shalat,ternyata belum selesai. mohon penjelasannya,karena saya sangat takut adzabnya..
    syukron..

  6. Siti from papua says:

    Alhamdulillah,dgn membaca ini sgt mmbntu kami sbgai pendidik dskul..walaupun bkan guru agama dskul,namun sdh kwjiban ut mengjak murid2 disela2 wkt bljrx shalat pas wkt dzuhur.yg mmang sgt sulit buat menyadarkan mrk buat shalat.artikelnx minta ijin dicopy buat murid2 dskul..n ditnggu tobe continuenx

  7. abu fatfon says:

    assalamu’alykum. saya minta ijin untuk mengcopy atau print, untuk saya berikan pada orang yang paling deket dengan saya (istri). jazakhaer.

  8. yuyut says:

    Astaghfirullah….begitu dahsyat azabnya,…temen2 jangan lupa sholatnya..,saling mengingatkan kan lebih baik..oke..

  9. Bakrie says:

    Ass. wr wb

    Astagfirullah…Astagfirullah…Astagfirullahal Azim

    Saya mohon tanggapan ustad dan ustazah ..saya sering meninggalkan shalat isya karena sering kecapean pulang kerja ..berapa kali orang meninggalkan shalat lalu dikatakan kafir…karena saya sudah hampir satu tahun

  10. ADAM WAHID EFENDI says:

    Alhamdulillah,mudah-mudahan banyak saudara kita yang diberi hidayah oleh Allah,banyak dari kita yang yang masih lalai,padahal begitu kita meninggal yang pertama ditanya di alam barzah adalah Sholat,amalan yang paling utama bukan naik haji 10 x atau sedekah dengan hektaran tanah tapi “SHOLAT DI AWAL WAKTU”

  11. santo says:

    “Sholat itu mencegah perbuatan keji dan mungkar.”

    TAPI, betapa banyak orang yang mengerjakan sholat tapi mereka tetap melakukan perbuatan-perbuatan yang keji dan kemungkaran-kemungkaran (maksiat).
    Itulah yang dulu selalu jadi pertanyaan buat ana.
    Dan ternyata jawabannya adalah:
    “…shalatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku shalat.” (HR. Bukhari dan Muslim).
    Kesimpulannya: Bagaimana mungkin kita bisa mendapatkan manfaat dari shalat, kalau shalat kita sama sekali tidak seperti (mirip juga tidak) shalatnya Rasulullah shalallahu’alaihiwasallam.

    wallahu’alam…

  12. nur says:

    assalamu’alaikum
    ukhti, ana izin copas beberapa artikelnya ya….

  13. rima melati mansyur says:

    ASTAGHFIRULLAHAL ‘ADZHIM…sering kita melakukan hal ini yang tanpa qt sadari tlh mbuat qt tmasuk org yg lalai dlm sholat..YA ALLAH BERILAH KAMI KEKUATAN U BISA MKENDALIX DIRI DAN JAUHKANLAH HAMBA,SUAMI,ORANGTUA,SAUDARA2 KAMI,SERTA UMMATMU DR ADZAB KUBUR DAN SIKSA API NERAKA.AMIIIN

  14. vira says:

    Aku mo nanya nee???
    apa akibat nya jika seseorang tidak melakukan shalat seumur hidup????
    kalu misalkan dia tobat, apakah tobat dia akan di terima oleh allah????
    mohon jawab ya!!!!!!!

  15. cha says:

    mo nanya nee????
    apa akibat nya jika seseorang melakukan jinah tapi tidak bersetubuh dalam arti mazih berpacaran.
    dan misalkan dia tobat, apakah tobat nya akan di terima oleh allah????
    tolong di jawab ya!!!!!!

  16. wulan says:

    boleh nanya gag????
    apa akibat nya jika seseorang melakukan hal yang tidak wajar dalam arti syirik terhadap allah(guna- guna), karena orang tersebut dendam terhadap temannya…
    apakah allah akan ngasih kesempatan tersebut terhadap dia?????
    tolong jawab ya!!!!!!!

  17. tijanifauzan says:

    makachiih niiing…!!!
    mudah-mudahan qt2 bs jd orang yang istiqomah dalam menjaga sholat….!! qt dan keturunan qt…!! boleh numpang ta’arruf ga ning…!!! Syukron atas tulisan dan kebaikan hatinya…!!

  18. Fit says:

    Ijin copas,trims..

  19. A.Fauzi says:

    Astaghfirullah…ternyata selama ini aku termasuk orang2 yg di sebut dlm ayat tsb.
    Terima kasih Umi.

  20. al-katiri says:

    Marilah saudaraku seiman kita tegakkan sholat dengan berjama’ah, sesuai yg di contohkan Nabiullah Muhammad saw. Semoga sholat merupakan kebutuhan mendasar bagi kita, dan bukan sekedar untuk melakukannya karena kewajiban saja,….

  21. titik says:

    begitu besar adzab melalaikan shalat, saya akan berusaha untuk lebih tepat waktu lg

  22. lydia honey says:

    MashaAllah…takutnya! Lepas ni tak nak tangguhkan. Insyallah akan aku segerakan sebaik mungkin kerana aku tak tau bila ajal..dibuatnya 10 minit lepas azan aku mati & masa tu aku belum solat, aku dah dikira berhutang dgn Allah..so apalah yg nak aku jawab bila Malaikat tanya!!!!….

  23. Zam'a says:

    Assalam’Alaikum wR.wB. Izin di share ya..Syukran

  24. syamsul usman says:

    terima kasih….semoga ini menjadi petunjuk dariNya untuk diriku yg selalu menunda2 sholat….

  25. aris purnomo says:

    Assalamualaikum, SubkhanALLAH, maksih atas peringatannya di blog ini, saya jadi takut melalaikan sholat nichh…..

  26. irwan says:

    Assalamu alaikum izin share

  27. mutiara shidra pohan says:

    terima kasih,semoga setelah membaca artilel diatas mutia dapat menjalankan sholat tanpa mengundur-undur waktu lagi,oh ya kalau boleh kasih saran tolong dong artikel tentang bagaimana cara remaja muslimah untuk bisa menahan diri dari pengaruh negativ internet

    • @ Mutiara Shidra Pohan

      Kami haturkan, “Jazakillahu khayran,” (semoga Allah membalas Anda dengan kebaikan) atas saran dari Ukhti Mutiara. Mudah-mudahan saran tsb dapat terealisasikan.

  28. Phya Rizthy says:

    Sholat adlh sebuah kebutuh4n ,,,
    sama halnya sprt m4kan y6 sd4h m’jd sebuah k’butuhan hidup…
    so ….
    Sholat adlh kebutuhan hidup….
    dr sholat ju6a dp4t m’ce6ah m4nusia b’buat dosa..
    “Sholat dap4t mence6ah kekejian d4n kemun6karan.”
    (Q.S.Al-‘Ankabut : 45)

  29. icha says:

    saia pernah membaca hadist yang mengatakan bahwa sholat isya bila di lakukan lebih malam itu lebih baik,,,, bagaimana pndapat kakak tentang hadist ini ????

    • @ Icha

      Memang terdapat hadis tentang mengakhirkan waktu mengerjakan shalat isya, selama itu tidak memberatkan.

      Dari Aisyah radhiallahu anha, dia berkata,

      ???????? ?????????? ?????? ??????? ???????? ????????? ????? ???????? ?????? ?????? ???????? ????????? ???????? ????? ?????? ??????????? ????? ?????? ???????? ??????? ??????? ??????????? ??????? ???? ??????? ????? ????????

      Suatu malam, Nabi shallallahu alaihi wasallam mendirikan shalat atamah (isya`) sampai berlalu sebagian besar malam dan penghuni masjid pun ketiduran. Setelah itu, beliau datang dan shalat. Beliau bersabda, ‘Sungguh, ini adalah waktu shalat isya yang tepat, sekiranya aku tidak memberatkan umatku.’ (HR. Muslim, no. 638)

      Dari Muadz bin Jabal radhiallahu anhu dia berkata,

      ??????????? ?????????? ?????? ????? ???????? ????????? ??? ??????? ???????????? ????????? ?????? ????? ????????? ??????? ?????? ?????????? ???????????? ?????? ????????: ??????. ???????? ?????????? ?????? ?????? ?????????? ?????? ????? ???????? ????????? ?????????? ???? ????? ????????. ??????? ??????: ??????????? ???????? ??????????? ??????????? ???? ??????????? ????? ????? ??????? ????????? ?????? ?????????? ??????? ??????????

      Kami menanti Nabi Shallallahu alaihi wa sallam dalam shalat isya (atamah). Ternyata, beliau mengakhirkannya hingga seseorang menyangka beliau tidak akan keluar (dari rumahnya). Seseorang di antara kami berkata, ‘Beliau telah shalat.’ Maka kami terus dalam keadaan demikian hingga Nabi Shallallahu alaihi wa sallam keluar, lalu para sahabat pun menyampaikan kepada beliau apa yang mereka ucapkan. Beliau bersabda kepada mereka, ‘Kerjakanlah shalat isya ini di waktu malam yang sangat gelap (akhir malam) karena sungguh kalian telah diberi keutamaan dengan shalat ini di atas seluruh umat. Dan tidak ada satu umat sebelum kalian yang mengerjakannya.’ (HR. Abu Daud no. 421; dinilai sahih oleh Al-Albani dalam Shahih Sunan Abi Daud)

      Catatan:
      1. Mengakhirkan waktu shalat isya jangan sampai melewati waktu shalat isya. Batas waktu akhir shalat isya adalah pada saat seperdua malam (dihitung mulai dari waktu maghrib sampai waktu subuh esok harinya).
      2. Untuk para lelaki, jika ingin mengakhirkan shalat isya tapi ternyata jamaah shalat di masjid sekitarnya mengerjakan shalat isya di awal waktu, maka para lelaki tetap wajib untuk shalat berjamaah (di masjid), dan tidak boleh baginya untuk shalat sendirian di rumah (karena beralasan: ingin melaksanakan sunnah mengakhirkan shalat isya), karena melaksanakan perkara wajib (shalat berjamaah di masjid) harus lebih diutamakan dibandingkan mengejar perkara sunnah (mengakhirkan pelaksanaan shalat isya).

  30. Drs. H. Jumardi S.E says:

    lalu bagaimana dengan orang yg rajin shalat tapi masih saja melakukan perbuatan dosa? misalnya mencuri, Mengfitnah dll??

    • @ Drs. H. Jumardi, S.E.

      Berarti, amalan shalat telah ditunaikan dan tidak ada dosa baginya. Namun, jika dia melakukan dosa lain, seperti: mencuri dan memfitnah, berarti dia memperoleh dosa akibat perbuatan itu.

  31. wahyu says:

    subhanallloh

  32. fathur says:

    asslam’mualaikum wr wb
    mantabbbbbbbbbbbbbb………….

  33. edrfgr5r5 says:

    assalamualaikum,……

    ko ngga ada hukumanya

  34. Assalamu’alaikum izin share.syukron Jazzakallah khair

  35. ummi says:

    Assalamualaykuum..
    saya ijin share dan copas.
    Jazakallau khair

  36. Agus says:

    Ass mohon ijin untuk diteruskan ke hamba Allah yang lain. Wass

  37. abdul aziz says:

    semoga alloh memberi hidayah kepada orang” yang melalaikan sholat

  38. isti'adatul hasanah says:

    di amalkan ya…….

  39. Afifah says:

    asslamualaikum sudah kasih info sama saya. saya memang ingin lebih-dan lebih kenal agama saya yang saya anut dari saya lahir. Do’akan agar bisa pegang prinsip saya dan mencapai tujuan saya.
    ada gx web yang buat konsultan tentang islam

  40. david ardiansyah says:

    subhanallah. . .

  41. Purwestri says:

    Dengan membaca artikel ini semoga menjadi pintu hidayah bagi saya.

  42. ummu ratna says:

    Baaraakallahu fiikunna buat semua tim muslimah or.id yang sudah banyak meluangkan waktu dan membagi ilmu semoga manfa,at ukh,Jazakillah khairan kasiran

  43. abdi says:

    saya selalu menunda shalat karena saya bekerja dengan orang orang yang munafik,saya tidak menampakkan keta’atan saya,karena pasti akan jadi bahan olok olok mereka.dan juga saya takut di pecat dari pekerja’an.saya itu pengen berjama’ah terus,tapi karena saya bekerja bukan kepada muslim yang selalu shalat,saya jadi takut kalo kalo saya tinggalkan pekerja’an ketika sedang di suruh,maka saya akan di kucilkan dan yang paling saya takut saya di pecat.bukan masalah saya tidak takut dengan allah.tapi ini karena nyari pekerja’an itu sulit.saya sudah sering keluar dari pekerja’an yang satu untuk mencari pekerja’an yang lain yang kira kira saya bisa shalat berjama’ah,tapi gak dapat dapat.kan tidak mungkin saya harus berhenti bekerja lagi trus cari kerja lain agar bisa berjama’ah.maka itu saya selalu shalat ashar ketika pulang kerja.saya betul betul tak mampu untuk berjama’ah,dan jika saya paksakan berjama’ah, saya merasa takut shalat tak khusuk karena kebayang bos marah marah lalu saya di pecat.adakah rukhsah bagi saya?

Leave a Reply